Terbaik diantara Bogor dan Serpong?

Kondisi saya saat ini : Suami Istri bekerja dengan penghasilan sekitar 5-6 juta perbulan. Tinggal di rumah orang tua dan rencana tahun 2009 ingin membeli rumah. Tempat kerja saya di daerah serpong sedangkan suami di jalan raya bogor. Daerah mana yang menjadi pertengahan antara tempat kerja saya dan suami. Berapa pendapatan perbulan yang harus saya sisihkan un tuk DP rumah. FYI : saat ini saya sedang mengkredit mobil dengan cicilan perbulan sekitar 3juta. Thanc buat info-nya
Mbak Titi via email

Ada yang bisa saya bantu? menurut saya  tidak perlu persis ditengah, kalaupun ditengah persis mungkin Fatmawati ya? tapi mungkin biayanya lumayan. Saran saya lebih baik lokasinya lebih dekat rumah istri: Serpong, atau pun Bintaro.

Ada usul yang lebih baik?

Ditulis dalam Bogor, Serpong. 52 Komentar »

52 Tanggapan ke “Terbaik diantara Bogor dan Serpong?”

  1. gundul pacul Says:

    ke bogor bukannya bisa lewat jalur bsd – parung…? mungkin titik tengahnya di sawangan

  2. Alcapone Says:

    Di telaga kahuripan Parung – pas tuch di tengah tengah….

  3. balibul Says:

    serpong lah, kasian si istri…ke bogor bisa lewat kampus ITI deket cuma 1 jam

  4. dz. Says:

    depok maharaja aja, asri, dan…. nanti jadi tetangga saya :D

  5. telmark Says:

    di jalan soedirman aja. kan suami istri jadi sama2 jauh. :)

  6. anam Says:

    kalo di serpong, kalo jln raya bogor ruwet
    kalo di bogor, kalo ke serpong pake tol, jauh mbanget, muter je
    sawangan kali ya mb
    lagi mau maju hehehe
    tapi ga tau mobil masuk ngga hahahaha

  7. priatin Says:

    Pilihan susah…mungkin dicari siapa yang terkecil gajinya…trus pindah kerja nyari yang berdekatan..atau sekantor..kalau nggak bisa..istri keluar kerja trus buat usaha dirumah..kalau nggak bisa juga..ya suami harus korban melaju serpong – raya bogor..istri yang dekat rumah. Rumah jauh-jauh capek lho…gempor…

  8. priandoyo Says:

    Hahaha, usulnya Mas Priatin bagus nih :D win win solution

  9. nindityo Says:

    Mas, kalo boleh agak jauh ke depan. Bentar lagi kan mo punya momongan. Berarti kita cari lingkungan yang bagus. Trus anak perlu sekolah. Dan karena istri juga kerja kemungkinan besar kita perlu orangtua untuk nitipin anak berarti di deket rumah orangtua ato mertua.
    So, saran saya ya sekitar Bintaro.
    Dengan cicilan 2,5jt per bulan dan bunga 13% selama 15 tahun, total pinjaman yg bisa diberikan sebesar 200jt.
    Asumsi mas Pri dah punya DP-nya 20% sekitar 50jt maka harga rumah (taksiran bank) yg dapat dibeli diharga 250jt.
    Di Bintaro 250jt di sektor 9. Dan dengan kereta KRL AC pagi dari Stasiun Sudimara jam 06.23 (berhenti manggarai) ato 06.39 (berhenti depok) kan udah deket ke Bogor.
    Gimana Mas..

  10. nindityo Says:

    Eh, kayaknya saya salah baca yach.. yang nanya Mbak Titi dan bukan Mas Anjar yach.. jadi malu.
    Tapi gak mengubah saran kok.
    Bintaro… tetep lebih baek. :)

  11. Saya Saja Says:

    Salam kenal,
    Saya sih setuju pandangan mas nindityo, tapi bukan berarti harus di Bintaro lho… Tapi coba pertimbangkan akan berapa tahun tinggal di rumah tersebut. Kl misalnya KPR-nya 10 tahun berarti harus dipikirkan apakah 10 tahun ke depan masih kerja disitu? Jadi pilih lingkungan dulu lah. Kemudian sesuaikan dengan kemampuan. Jarak ke tempat kerja jangan dijadikan pertimbangan utama. Keluarga lebih penting kan?

  12. Saya Saja Says:

    Kalo udah punya cicilan mobil, apa gak lebih baik mobilnya lunas dulu aja. Memanng rencananya begitu ya??? Biasanya bank akan ngecek ke BI berapa total kredit kita ke Bank termasuk hutang kartu kredit dll. Kalo track record nya bagus dan total cicilan maksimal 30% biasanya sih ok. Tp kalo nyicilnya ke leasing biasanya ga ketahuan. Nabung uang muka? Untuk sekarang sisihkanlah 10% dr gaji, tambahin sebagian THR (usahakan ada sisa) dan bonus akhir tahun.
    Tinggal hitung deh (asumsi gaji ga naik…jgn sampe deh) 600 rb x 12 x 2 tahun = 14, 4 jt di tambah THR, bonus, bagi hasil (bunga) dll.

  13. nindityo Says:

    Akur banget ama [i]Saya Saja[/i] (wah kayaknya musti ganti nama tuh mas .. bikin bingung hehehe) Bintaro maksud saya adalah sekitaran Bintaro. Dibanding pilihan ke dua Bogor. Problemnya, orang cenderung milih Bintaro di kompleknya, jelas harga lebih mahal. Apa gak lebih baek (juga terhadap pilihan yang laen) ambil perumahan yang di luar komplek. Misalnya PJMI, Pondok Aren ato Sudimara untuk sekitar Bintaro. Dengan alasan harga lebih murah tetapi masih mendapatkan fasum fasos dari Bintaro.
    Btw, cicilan mobil musti lunas dulu tuh. Biar nyenyak tidur.
    Suwun.

  14. Vilda Says:

    mas-mas en mba-mba mohon informasinya, butuh rumah kontrakan di BSD (griyaloka or nusaloka) yang sewanya max. 12 jt/thn dgn rumah tipe 45 (min. 2 kamar tidur).sirkulasi udara baik. Dapur,k. tidur dan k. mandi punya jendela yg bs mengakses ke udara bebas.makasih.

  15. DEDI AMHAR Says:

    tulungin donk infonya,,
    saya lagi nyari rumah kontrakan di daerah BSD atau di Batan Indah atau serpong, 3 kamar, ada garasi, ada dapur, maksimal 7,5 jt atau 8 jt setahun. saya bayar untuk 2 th langsung.
    trims baget…

  16. teteh Says:

    Lam kenal, numpang ikutan juga dunk… Nyari rumah niy di Bogor, dekat sekolahan Bina Insani, pinggir jalan raya, 3 kamar tidur, 2 kamar mandi. Kalo cocok harganya mo dibeli aja tapi kalo ga ya mo kontrak aja…. Makasih yak.

  17. onta Says:

    ada yg tahu harga rumah di cluster baru BSD City Green Cove ???? sy trtarik karena lokasinya di apit oleh CBD BSD dan tol, ramalan sy kenaikan harga di sana bakal melesat cepat.

  18. KnowHowTo Says:

    Pilihan terbaik barangkali disekitar Parung.
    Talaga Kahuripan salah satu alternatif terbaik.
    Saya punya rumah disana.
    Rumornya perumahan ini mau dibeli oleh Grup Sinarmas

  19. zaenal Says:

    saya sedang menawarkan rumah saya di telaga kahuripan dengan kondisi siap huni. kalo berminat bisa hubungi saya, Zaenal, masalah harga masih dibawah 100 juta dan bisa nego.

  20. gesta Says:

    Di telaga kahuripannya dimana mas?
    tolong bisa ga kasih rinciannya nama gugusnya lt.lb.shm.
    tipe dan segalanya kalo bisa ama gambarnya
    thank’s

    gesta

  21. gesta Says:

    sory mas ! Zainal
    ini e-mail saya

    gesta209@yahoo.co.id

  22. odetz Says:

    bsd juga ternyata gak lepas dari kasus, nih baca sendiri di

    http://www.yourpicbox.com/images/oDXBbqapK38699.jpg

  23. sindo Says:

    BOGOR sepertinya merupakan daerah yang banyak memiliki bukit dan pegunungan. Tak heran, banyak perumahan di Bogor yang dibangun di lahan di atas bukit.

    Alasan pengembang membangun hunian di lereng gunung atau bukit salah satunya yakni untuk memenuhi permintaan pasar. Bogor Nirwana Residence (BNR) merupakan salah satu perumahan yang memanfaatkan pesona Gunung Salak sebagai tempat hunian berkelas.

    Kawasan hunian yang dibangun PT Bakrie Land Development itu dianggap sebagai hunian ideal bagi masyarakatyanginginhidupsehat dan nyaman dengan keindahan alam kaki Gunung Salak.

    Menurut Promotion Manager BNR Bogor A Wahid Asyrori, pihaknya sengaja membangun tempat hunian di bawah kaki Gunung Salak untuk memenuhi permintaan masyarakat yang ingin tinggal di kaki Gunung, tanpa harus memiliki vila di daerah Puncak. “Perumahan kami tidak jauh dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Suasananya benar-benar masih alami,” tuturnya.

    Agar tidak kehilangan “roh”nya, pengembang sengaja mengembangkan konsep yang mendekatkan penghuni dengan alam. Di antaranya dengan menyediakan berbagai fasilitas seperti flora-fauna walk hingga penangkaran rusa. Selain itu, ribuan pohon ditanam ulang agar penghuni semakin kerasan untuk tinggal di lokasi hunian.

    Pengembang juga membuat sistem keamanan terpadu 24 jam dengan one gate system. Selain itu, pengembang mempergunakan jaringan bawah tanah untuk listrik dan PAM. Lebar tiap ruas jalan yang mencapai 10 meter merupakan bagian dari fasilitas umum bagi penghuni ataupun masyarakat yang ingin menikmati fasilitas yang disediakan Bogor Nirwana Residence.

    Bagi penghuni yang bekerja di Jakarta, tinggal di BNR tidak akan menyusahkan. Posisi BNR yang hanya berjarak 10 menit dari gerbang pintu tol Bogor akan memudahkan penghuni untuk menuju Jakarta. Malah, tambah dia, penghuni yang bekerja di Jakarta akan merasakan suasana berbeda.

    Dengan kawasan seluas 1.200 hektare, pengembang juga membangun sejumlah fasilitas bagi penghuni dan masyarakat Kota Bogor. Di antaranya telah dan akan membangun hotel dan condotel, universitas, lapangan golf 18 hole, dan pasar modern. Hal itu dimaksudkan agar BNR menjadi salah satu kawasan mandiri di Bogor.

    Dia mengatakan, saat ini BNR tengah mengembangkan cluster Grand Harmoni seharga Rp400 juta per unit. Sedangkan cluster Cendana dijual Rp1,5 miliar. Kedua cluster tersebut mengusung konsep minimalis. “Cluster Cendana untuk masyarakat kelas menengah atas,” jelasnya

  24. sindo Says:

    DIBANDINGKAN dengan Tangerang, Bekasi maupun Depok, tampaknya Bogor merupakan daerah satelit Jakarta yang paling berbeda.

    Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah Bogor dikelilingi sejumlah gunung, seperti Gunung Salak dan Pangrango. Tidak heran kalau udara di Bogor relatif lebih dingin dan sejuk dibandingkan Jakarta. Hal itulah rupanya yang menjadi salah satu pertimbangan Bogor dijadikan salah satu pilihan untuk bertempat tinggal bagi masyarakat kelas menengah atas. Sebagian pengembang memanfaat kondisi alam Bogor tersebut sebagai “bahan jualan” produk hunian yang dibangunnya. Tentunya, untuk menambah kenyamanan penghuni, pengembang juga membangun sejumlah tempat wisata dan perbelanjaan modern di kawasan hunian yang dikembangkannya.

    Salah satu kawasan hunian di Kota Bogor adalah Perumahan Bukit Sentul. Menurut Corporate Secretary Sentul City Harry Ganie, pihaknya juga tengah mengembangkan klaster perumahan baru yang bernama Alpensia.

    Karena terletak di daerah pegunungan, penghuni akan mempunyai pemandangan yang luas. Penghuni juga dapat melihat sejumlah klaster lain yang terdapat di kawasan hunian Sentul City. Bahkan, Gunung Salak dan Pangrango yang jaraknya cukup jauh masih bisa dilihat dengan mata telanjang.

    Pada siang hari, suhu udara di Alpensia akan mencapai dua derajat di bawah suhu di Jakarta. Bila malam tiba, suhu udara akan semakin dingin. Bahkan, bisa sampai empat derajat di bawah suhu di Jakarta. Bagi penghuni yang bekerja di Jakarta, tentunya akan merasakan suasana yang jauh berbeda ketika memasuki klaster Alpensia.

    Walaupun hanya klaster, fasilitas yang disediakan sudah cukup lengkap. Sebut saja lapangan golf, taman rekreasi, dan club house.

    Hal itu cukup memungkinkan karena sejumlah klaster di Sentul City memiliki tanah yang luas. Dengan begitu di setiap klaster dapat dibangun sejumlah fasilitas yang tidak mungkin didapatkan di kawasan hunian lain. “Luasnya sekitar 15 hektare,” katanya.

    Untuk menjamin keamanan penghuni, pengembang sengaja mempergunakan sistem keamanan yang berlipat. Artinya, satuan pengamanan (satpam) bukan hanya ditempatkan di sejumlah tempat strategis, juga pada setiap klaster. Pengamanan dilakukan selama 24 jam sehingga lingkungan terjamin.

    Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan, kalau kondisi perumahan di Sentul City sanga taman untuk dihuni. Masyarakat tidak perlu khawatir kalau sewaktu-waktu akan terjadi bencana longsor. Selain di setiap tebing atau bukit telah dipagari tembok antilongsor. Lagi pula, setiap tempat hunian selalu memperhatikan kondisi alam sehingga tidak akan merusak alam.

    Karena itulah, untuk sementara tempat hunian yang dibangun relatif cukup mahal dibandingkan kawasan lain. Namun, tentunya hal itu akan sebanding dengan kenyamanan dan keindahan yang akan diperoleh penghuni jika memiliki hunian di kawasan tersebut. Apalagi Alpensia terletak paling depan perumahan Sentul City.

    Untuk menuju tol Sentul hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Minimnya waktu tempuh menuju pintu sangat memungkinkan karena pintu tol tersebut memang dibangun untuk memudahkan akses penghuni. “Harga unit hunian di klaster ini mulai Rp795 juta hingga Rp4,7 miliar,” katanya

  25. sindo Says:

    Menjual pemandangan indah juga dilakukan PT Wika Reatly di Ciomas, Bogor, dengan mengembangkan kawasan hunian yang bernama Ciomas Hills. Menurut staf pemasaran perumahan Ciomas Hills Khoirul Umam, perumahan Ciomas Hills di Bogor, dirancang untuk menggaet pasar menengah.

    Rencananya, kawasan hunian yang dibangun di atas lahan seluas 70 hektare ini akan dibangun 1.200 unit rumah. Sistem klaster dipilih untuk meningkatkan kualitas hunian yang bangunannya berbentuk minimalis modern itu. “View-nya sangat indah, yakni Gunung Salak,” tuturnya.

    Karena tidak jauh dari GunungSalak, dengan sendirinya penghuni mendapatkan udara yang relatif bersih dibandingkan daerah satelit lainnya. Dengan begitu, penghuni bisa menghirup udara pegunungan tanpa harus jauh-jauh pergi ke puncak. Karena itu, tidak salah kalau kawasan hunian Ciomas Hills sangat cocok untuk berinvestasi maupun sebagai tempat tinggal.

    Meskipun letaknya tidak jauh dari Gunung Salak, penghuni dijamin tidak akan kesulitan untuk menuju Jakarta karena bisa melalui stasiun kereta api dan bus. Dari kawasan hunian ke stasiun kereta api hanya berjarak 3 kilometer. Adapun dari pintu tol yang mengarah ke Jagorawi hanya 2 kilometer.

    Kawasan hunian lain yang juga mengandalkan suasana alam adalah Kota Mandiri Bukit Cimanggu City. Setidaknya ada empat klaster baru yang sedang dipasarkan, yakni River Park View, Hilss Park View, Valley Park View, dan Mountain Park View.

    Di empat klaster tersebut, akan dibangun fasilitas edutainment yang merupakan penggabungan dari pendidikan, belanja hingga galeri pameran

  26. rm Says:

    Menjelang habis masa tu­gasnya pada 24 April 2008, Tim Pengawas Independen Sen­­tul City akan mem­per­ce­pat pe­nyelesaian perjanjian per­da­maian antara para kon­su­men dengan pengem­bang­nya, PT Sen­tul City Tbk. Tim ini me­nyerukan konsumen klas­ter R-21 untuk menye­le­sai­kan ad­mi­nistrasi sesuai per­janjian per­damaian yang telah disepakati.

    “Dalam beberapa hari yang ter­sisa, kita berharap dapat meng­awasi proses penye­le­sai­an kewajiban konsumen untuk me­nyelesaikan administrasi se­banyak-banyaknya,” kata Ke­­tua Tim Pengawas In­de­penden Sentul City, Lukman Pur­nomosidi saat sosialisasi Pro­gram Percepatan Penye­le­saian Perjanjian Perdamaian PT Sentul City Tbk di Sentul City, Bogor, akhir pekan lalu.

    Mengenai kelanjutan pro­gram penyelesaian per­da­mai­an ini setelah masa tugasnya, Luk­m­an mengakui itu berada di luar kewenangan yang di­lim­pahkan pengadilan. Me­nu­rutnya, wewenang untuk mem­perpanjang masa tugas be­rada di pengadilan. Tim in­de­penden hanya bertugas untuk meng­awal pelaksanaan kewa­ji­ban kedua pihak.

    “Pihak manajemen telah me­me­nuhi kewajiban me­nye­le­sai­kan pembangunan seluruh rumah dan kavling. Sedangkan ke­wa­ji­ban konsumen menyelesaikan ad­ministrasi tetap kan berlanjut mes­kipun tim pengawas sudah ti­dak bertugas lagi,” jelas Lukman.

    Lukman menjelaskan masalah ini berawal dari keterlambatan PT Sentul City dalam menyelesaikan pembangunan rumah dan kavling yang telah dibayar lunas oleh kon­sumen. Ini membawa keti­dak­puasan konsumen, diikuti deng­an munculnya gugatan pailit yang akhirnya menghasilkan perjanjian perdamaian disahkan Peng­adilan Niaga pada Penga­di­lan Negeri Jakarta Pusat.

    Dalam perjanjian ini, kedua pi­hak diminta berkorban di mana ma­najemen bersedia melanjutkan pem­bangunan sedangkan kon­su­men diminta memberikan dana pin­jaman sebesar 25 persen. Ke­se­pa­katan ini mengikat seluruh kon­sumen termasuk mereka yang tidak menyepakati kewajiban dana pinjaman ini.

    “Walau pembangunannya su­dah selesai, serah terima tidak bi­sa dilakukan jika konsumen tidak menyelesaikan dana pinjaman yang telah diatur dalam per­jan­jian kesepakatan,” jelas Lukman.

    Sementara itu, Corporate Se­cretary Sentul City Harry Ganie ber­harap permasalahan ini dapat di­selesaikan secepatnya agar se­gera bisa dilakukan serah terima bangunan rumah dan kavling yang telah terbangun.

    Harry mengaku telah me­nye­lesaikan pembangunan lebih ce­pat empat bulan dari jadwal yang di­tetapkan. Menurutnya, ma­na­je­men akan memfasilitasi kon­su­men untuk menyelesaikan ad­mi­nis­trasi walaupun masa tugas tim pengawas sudah berakhir.

    “Manajemen tetap berpegang pada perjanjian perdamaian yang dia­kui pengadilan. Walau be­lum jelas caranya, pe­nye­lesaian ad­ministrasi tetap akan dila­ku­kan setelah habisnya masa tu­gas tim pengawas,” jelas Harry

    Masalah pembangunan ini berada di kawasan R-21 seluas 105 hektar yang sudah mulai dibangun sejak 1999 dengan total unit berjumlah 577 unit. Pembangunan dilanjutkan se­bagian besar dibiayai dengan dana hasil right issue. Se­dangkan unit-unit yang belum ter­jual dikembangkan kembali den­gan melakukan rebran­ding untuk dipasarkan kem­bali.

    “Saat ini kita berusaha mem­bangkitkan kembali pem­bangunan yang sempat ber­masalah. Pembangunan di­lan­jutkan setelah me­nan­da­tangani perjanjian dengan pi­hak ketiga dan kita hanya sebagai penyedia lahan,” jelas Harry.

    Adapun proyek-proyek yang akan dijalankan antara lain pembangunan Sentul City Convention Centre dengan 12.000 seat capacity seluas 6,8 hektare, Islamic Centre Com­plex seluas 2 hektare, be­be­ra­pa sekolah dari tingkat SD hingga SMA sekitar 300 m2, serta hotel bisnis bintang tiga dan hotel resort.

  27. Moh. ASWAN Says:

    Saya ingin menanggapi Surat Sdr Hari Ganie, Corporate Secretary Sentul City.
    Saya adalah salah satu korban pemutusan Air yang dilakukan oleh manajemen sentul pada tanggal 18 Desember 2007, dengan cara menggunakan puluhan orang yang mendatangi rumah saya.

    Dampak dari ancaman puluhan orang itu membuat keluarga saya ketakutan, gemetar, bahkan anak saya umur 6 tahun mengingau pada pada waktu dia tidur, sampai kemudian saya harus membawanya ke dokter. Sampai hari ini anak saya ketakutan apabila ada tamu yang tidak mereka kenal.

    Pada waktu kejadian dirumah pak Alexander saya menyaksikan sendiri puluhan orang yang sama, yang telah mendatangi rumah saya, datang 2 kali ke rumah pak Alexander. Kedatangan para preman untuk memutus air yang kedua pada jam 14.30 dipimpin oleh Mitta Nashidik dan Oke dari manajemen Sentul.

    Berbagai wartawan dari media massa pada saat kejadian juga langsung merekam insiden yang terjadi, sehingga malam itu juga, dan keesokan harinya, kejadian tersebut disiarkan di berbagai saluran TV.

    Karena merasa terancam, puluhan warga Sentul telah mendatangi Polwil Bogor pada tanggal 24 Desember 2007 untuk meminta perlindungan dari tindakan semena-mena PT Sentul City.

    Moh. ASWAN
    Bukit Sentul

  28. Ryan Says:

    skarang kabar nya sentul gimana yah? apakah sudah kondusif utk berinvestasi? atau masih banyak hal miring yg terjadi di sana? mudah2xan tidak.

  29. Joule Says:

    @sindo.

    gile aja masa tinggal di bogor.

    bisa semaput tuh bensin harian nya.

    thx

  30. sindo Says:

    @joule
    yah kalo masih kerja di jakarta memang sebaiknya milihnya yg deket deket jakarta emang. tapi kalo orang nya kayak ipar saya yg kerjanya cuma duduk di rumah aja (main saham) atau udah pensiun kayak bondan winarno (gak ada urusan sama jakarta lagi), bogor / sentul adalah pilihan yg cukup bagus dan keperawanan alamnya tak akan di temui di jakarta dan serpong

  31. Royal Serpong Village Says:

    Kepada yth Bapak dan Ibu sekalian

    Jika ada waktu, mohon sudi kiranya berkenan melihat lihat perumahan baru di Serpong (Royal Serpong Village), brosur lengkapnya bisa di view disini , terima kasih.

    http://www.yourpicbox.com/images/ohrPyWFRM39686.jpg

  32. Joseph Widyanta Says:

    BSD City = Mimpi Buruk !!

    Impian kami untuk mendapatkan hunian yang nyaman sesuai janji ketika melakukan transaksi kini menjadi mimpi buruk. Hanya selang 3 bulan setelah rumah serah terima, kayu sudah mulai keropos dengan kecepatan dan dampak kerusakan yang mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan kumbang pemakan kayu sudah ada pada kayu sebelum dipasang.

    Selain kayu yang termakan kumbang, kami juga merasa bahwa kayu yang terpasang sangat rendah kualitasnya dan sama sekali pihak pengembang tidak memperhitungkan faktor keselamatan maupun aspek kualitas bangunan yang mereka tawarkan. Kami mengambil kesimpulan bahwa kayu yang terpasang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan sewaktu kami membeli.

    Kayu yang terpasang adalah kayu yang lunak (soft wood) dan tidak sesuai standar untuk kayu konstruksi. Rumah di cluster kami seharga Rp 600 juta sampai dengan Rp 1 milyar. Dengan luas tanah terkecil 144 m2, terbesar 250 m2. Tetapi kualitas bangunan tidak sesuai dengan harga yang kami bayar. BSD City memberikan kualitas kayu atap yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan kayu yang diberikan jauh di bawah standar.

    Anehnya hal ini terjadi pada hampir semua rumah di cluster kami. Hampir 90% rumah di cluster kami di Delatinos tepatnya di Cluster Derio mengalami hal yang sama.

    Kami pun melakukan komplain. Pihak BSD City menawarkan kepada kami dengan metode penggantian kayu dengan sistem tambal sulam dan adanya close monitoring setiap 3 bulan sekali selama 3 tahun. Rumah kami akan disemprot dengan obat anti rayap yang merupakan bahan kimia yang harus kami hirup setiap 3 bulan sekali selama 3 tahun. Dan tentunya ini memberatkan kami.

    Bagi kami sistem tambal sulam untuk rangka atap masih memberatkan kami.

    Pertama, struktur atap rumah kami menjadi lemah karena struktur yang ada dibongkar pasang yang tentunya tidak sekuat sebuah struktur yang dibuat utuh. Hal ini berkaitan dengan rasa aman kami sebagai penghuninya yang sudah melakukan hak kami sepenuhnya membayar harga rumah yang tidak murah.

    Kedua, tidak bisa dipastikan apakah kumbang yang menjadi penyebab akan tuntas/mati, sehingga tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Sebab telah dilakukan penyemprotan yang kedua, tetapi ketika dimonitor seminggu kemudian ditemukan adanya indikasi kerusakan baru di tempat yang lain.

    Ketiga, daya tahan kayu yang berkualitas buruk yang tidak semestinya dipakai untuk rangka atap rumah, di mana pihak BSD mencoba untuk memberikan kualitas yang tidak sesuai dengan iklan mereka.

    Kekecewaan kami semakin bertambah dengan banyak ditemukannya kerusakan-kerusakan kecil dan kualitas yang kurang memenuhi harapan kami dari janji dan tawaran BSD City. Salah satunya adalah fasilitas cluster, yaitu pantai buatan, yang semula sangat menarik dan mampu mendongkrak daya tarik tetapi kemudian diganti dengan fasilitas lain yang jauh lebih murah dan tidak sepadan.

    Saya pribadi sudah tidak ingin tinggal di rumah yang sewaktu-waktu bisa roboh. Ingin dijual pun tidak bisa karena sertifikat yang mereka janjikan akan keluar dalam satu tahun tidak ada kepastiannya hingga kini.

    Lengkaplah sudah penderitaan kami membeli rumah di BSD City. Uang yang telah kami kumpulkan dengan susah payah untuk mendapatkan impian tinggal nyaman di BSD City ternyata memang benar-benar hanya sebuah impian belaka di mana marketing mereka sangat lihai dan telah mampu menipu saya dan penghuni lainnya.

  33. CHARLES Says:

    Akan dikembangkan suatu kawasan baru di Bogor dengan konsep ‘Integrated Properti”( Perpaduan antara Perumahan,Pertokoan+Mall,Area hiburan+Pariwisata,Rumah Sakit+Pusat Pendidikan), tepat di exit Pintu Tol Sentul Selatan dan persimpangan Bogor Outer Ring Road(SANGAT STRATEGIS), nama proyek ini adalah “Bogor Centrum”, untuk Housing(Perumahan) akan dibangun mulai dengan tipe2 kecil (minimal 36/72) dengan harga mulai 188jt-an(nego) hingga tipe besar besar harga 1M ke atas. untuk tipe kecil sangatlah cocok untuk investasi karena dekat situ akan dibangun UNIVERSITAS BINA NUSANTARA(cocok untuk kos2 an)### Untuk Info Hub Charles 0813-1714-8732/021-9464-2669

  34. investor Says:

    Bos-bos,
    ada jualan baru neh, perumahan untuk rakyat, awalnya hanya untuk PNS (program Megawati)
    skrg dijual untuk umum…namanya GRIYA SURADITA INDAH
    harga di jamin murah, tp kualitas bangunan gak murahan (kualitas bintang 5, harga kaki 5)
    tersedia 3 tipe bos:
    30/72 = 55 jutaan
    36/96 = 70 jutaan
    45/120 = 110 jutaan

    Lokasi di daerah Cisauk- Serpong, 5 menit dr stasiun KA Cisauk.
    Fasilitas: sistem cluster, keamanan 24jam, area komersial, shuttle transport, sport club, rekreasi dan outbound di danau buatan.
    Uang muka cukup 5% bos, cicilan mulai 800rb untuk 15 tahun
    cocok buat mereka yg gak kesampaian pengen punya rumah di BSD, karena lokasinya persis di samping BSD, karenanya dekat situ bakal di lewati tol serpong – balaraja, jadi biar di kata menengah ke bawah, tapi strategis sekali coyyyyyyy, lagipula skarang udah dipasarkan tipe tipe besarnya, jadi gak sepenuhnya menengah ke bawah lagi pangsa pasarnya.
    skarang udah masuk tahap 3, udah total mulai dari cluster lama sampai baru, udah di isi 900KK.
    gw sendiri udah ambil tanah disitu buat tabungan, namanya juga perumahan orang kecil, jadi gak ada penalty kalo gak didirikan bangunan disitu, tapi jangan lihat ‘kecil’ nya, lihat strategis nya itu loh, mo fasum fasos bisa nebeng BSD, apalagi ntar ada pintu tol dekat situ.

    tips tambahan, jangan beli sama orang selain pengembang/marketing, karena skarang disana udah banyak spekulan yg borong rumah utk di jual jualin lagi, misalnya yg tadinya tipe 72 50jutaan, ama dia di jual 80 juta, gila khan? langsung saja sama marketing nya di sana, selain cluster baru, mereka juga punya stok cluster lama atau titipan pemilik lama.

    sengaja gw gak kasi alamatnya disini, karena peminatnya emang banyak sekali (karena masih murah banget), dan gw sendiri malah ada rencana mo nambah koleksi lagi disana, hehehehhehehe – jadi kalo emang niat, langsung aja ke lokasi tanya tanya di sana.

  35. Noey Says:

    Bos Investor,

    Kalau Harga tanahnya aja berapaan ya ?

  36. cinca lora Says:

    Terbaik di antara Bogor dan Serpong?

    Halo semua…… ! Hai…..! Salam kenal.

    Tahun ini saya optimis untuk jadi warga Serpong.
    di Panorama Serpong.
    Sekarang ini sedang dalam proses KPR dengan bank Mandiri. Do’a in yah semoga berhasil!

    Salam Manis,
    cinca lora

  37. ono Says:

    @cincalora
    mo konfirm, panorama serpong , tepatnya di belah mana ya?????

  38. cinca lora Says:

    @Ono,

    Kalau dari Pamulang… Giant Square Pamulang… trus…. ke arah Vila Pamulang…. trus… naik ada Permata Pamulang…. nah… trus lagi ke depan sekitar 300 meter searah jalan raya puspitek raya sebelum Perumahan Serpong City Paradise.

    Kamu mau ambil juga yah?

  39. ono Says:

    @cinca
    jadi yang ke arah muncul / puspitek ya?????

  40. ono Says:

    @cinca
    sorry type berapa ya????total dp ????angsuran?????
    sorry nih…tengkyu

  41. cinca lora Says:

    @Ono,
    Iya. Yang di jalan raya puspitek pamulang. aku ambil T.36
    D/P 35,600,000 Rupiah

  42. ono Says:

    oke cinca tengkyu ya…..sabtu ini tak survey

  43. cinca lora Says:

    Ono,
    Kalau jadi dan tertarik beli,, kasih tahu yah… kan nanti kita tetanggaan :)

  44. ono Says:

    Cinca lora…..
    wah jauh ya…..akhirnya saya booking di puri bali

  45. cinca lora Says:

    Ono…
    Aku dah jadi warga Panorama Serpong lochhh….. :)

    Puri bali di sawangan.. dekat juga..nggak begitu jauh. kapan kapan mampir… :)

  46. Arief Avian Junaedi Says:

    Dengan janji-janji fasilitas sekelas cluster maka pada bulan Maret 2007, saya membeli sebuah rumah di Bukit Cimanggu City di Cluster Bali tepat di Blok Y5 nomor 3. Dan ternyata fasilitas sekelas cluster yang dijanjikan sampai hari ini belum dapat kami terima ( kurang lebih 50 kepala keluarga telah pindah). Adapun fasilitas yang belum kami terima yakni pengaspalan jalan yang belum disempurnakan, gerbang mandiri untuk Cluster Bali belum juga terealisasi karena saat ini ada blok lain yang sama-sama menggunakan gerbang yang sama.

    Padahal janji awal kami membeli rumah, gerbang itulah satu-satunya jalan keluar masuk Cluster Bali. Pada pertemuan antar warga dan pengembang pada Desember 2009, pihak Developer yang diwakili oleh Manajer Teknik dan Kepala Keamanan bersedia menanda tangani kesepakatan bermaterai tentang pelaksanaan pembuatan pintu gerbang pemisah dengan blok tetangga dan selanjutnya sebulan kemudian dilakukan pengaspalan jalan sekeliling Cluster Bali dan akan dilaksanakan pada pertengahan Januari 2009.

    Tapi sampai saat ini menjelang akhir Maret 2009, kedua hal yang sangat penting tersebut sampai saat ini belum dilaksanakan pembangunannya oleh pihak pengembang yakni PT. Gapura Prima Tbk. Kami sangat menyesalkan masalah ini berlarut-larut. Mohon kepada perusahaan sebesar PT. Gapura Prima Tbk untuk membuat pintu gerbang pemisah saja tidak bisa melaksanakannya. Mohon hati-hati membeli rumah di Bukit Cimanggu City, walaupun janji-janji Pengembang sudah ditanda tangani diatas materai saja bisa berkelit apalagi kalau janji-janji hanya lisan.

    Arief Avian Junaedi
    Bukit Cimanggu City, Cluster Bali Y5 no 3
    Bogor

  47. ER Tmn Lstri Jakarta Says:

    Hati – hati dengan janji muluk dari developer “PT Dinamika Karya Utama” anak perusahaan dari PT Gapura Prima Group. Saya membeli apartemen yang dibangun mereka yang awalnya bernama Serpong Town Square sekarang bernama CBD Serpong. Pada tahun 2005, dengan perjanjian akan mendapat rental guarante selama 2 tahun dari periode Juni 2007-Juni 2009. Pada awalnya, Tower B ini akan dikelola oleh pihak Aston Hotel.

    Kenyataannya, pihak developer tidak saja terlambat dalam pembangunan projek ini hampir dua tahun seharusnya sudah selesai bulan Juni 2007, tapi rental guarantee yang dijanjikan sangat sulit keluarnya. Saya terus dijanjikan akan keluar minggu depan dan minggu berikutnya dan bulan berikutnya. Perjanjian yang kita tanda tangani seperti tidak berlaku sama sekali. Disamping itu, pihak Aston sendiri menyatakan mereka tidak berpartisipasi dalam projek ini karena pihak developer nakal tidak mau membayar license fee yand pihak pembeli sudah bayarkan dimuka ke pihak developer untuk 10 tahun juga biaya furnishing untuk dikelola oleh pihak Aston.

    Dan mereka sampai saat ini masih menopang nama Aston hanya untuk mendapatkan sales atau pembelian dari konsumen. Apartemen yang saya beli awalnya akan dikelola sebagai sale rental guarantee oleh pihak Aston. Kenyataannya sekarang, mereka memasarkan lantai tersebut untuk non sale rental guarantee (untuk tempat tinggal) tanpa memberitahukan pihak pembeli atau bersedia merelokasikan ke lantai yang akan dikelola oleh pihak hotel sebagai rental guarantee sesuai perjanjian yang sudah ditandatangani. Saya sungguh kecewa dengan profil professional mereka di bidang properti yang amatir atau bisa dikatakan juga tidak professional, tidak menepati apa yang yang telah tertulis dalam surat pemesanan dan PPJB.

    Nama terkenal pihak developer tidak menjamin kesuksesan anak perusahaan dan projek-projek mereka Saya harap masyarakat hati-hati dengan projek-projek mereka dan janji-janji muluk dengan brosur indah yang membuat masyarakat tergiur membeli apartemen sebagai rental guarantee atau buy back 100 persen. PPJB harus dibaca baik-baik karena kerugian akan berada dipihak anda nantinya kalau ada sengketa. Saya harap kekuatan hukum atau keadilan di Indonesia akan berfungsi bagi pihak konsumer tanpa membela perusahaan yang mempunyai nama atau uang atau kuasa.

  48. Danis Martin Says:

    Hati-hati terhadap pembayaran parkir di Supermal Karawaci. Pada 27 Februari 2009 sekitar pukul 16.35 WIB, saya keluar dari parkiran Supermal Karawaci. Ketika itu saya masuk pukul 12.15 WIB. Seperti tarif parkir yang biasanya diterapkan Supermal Karawaci, biaya yang dikenakan adalah Rp.8000,- untuk parkir selama 4 jam 20 menit. Namun ketika saya melakukan pembayaran pada loket parkir, yang dilayani oleh Saudara Henry (seperti papan nama yang tertera pada loket), ia meminta Rp 9500,- atau dilebihkan 1 jam atau Rp 1500,-.

    Ketika saya meminta bukti struk parkir, ia seraya membuktikan bahwa mesin tiket sedang rusak dan di layar monitor pun tidak ditampilkan tarif parkir. Hal serupa juga terjadi pada sahabat saya yang antre tepat di belakang saya, dan ia dikenakan biaya Rp 10.000,- . Sahabat saya yang juga sudah mengetahui akal licik ini segera meminta bukti struk parkir dan ternyata ia mendapatkan bukti struk parkir tersebut dan biaya yang tertera adalah Rp 9500,-.

    Kejadian ini bukanlah yang pertama kali saya alami, dan sudah sering kali dialami juga oleh beberapa sahabat saya. Bukan masalah uang Rp 500,- atau Rp 1500,- yang dipermasalahkan, melainkan dimana kejujuran dan moralitas! Bayangkan berapa banyak korban yang dirugikan dalam sehari yang diperlakukan seperti ini. Mohon kasus ini segera ditindaklanjuti oleh pengelola Secure Parking Supermal Karawaci. Nama besar Secure Parking Indonesia tidak menjamin ’keamanan dan kenyamanan’ bagi para penggunanya.

    Danis Martin
    Jl. Buana Biru Besar II no 57
    Jakarta

  49. Janti Says:

    Kamis lalu, tanggal 8 Januari 2009 sekitar jam 21.05, seperti biasa saya ke Supermal Karawaci sepulang kantor untuk membeli beberapa keperluan. Saya sering belanja ke tempat ini karena menurut saya sangat lengkap, nyaman dan cukup dekat dengan rumah. Namun alangkah terkejutnya saya melihat sebagian besar toko sudah tutup dan sisanya sedang bersiap-siap untuk tutup.

    Sementara banyak pengunjung yang masih berseliweran. Di dalam mal banyak satpam berjaga. Saya menanyakan pada satpam, apa yang sedang terjadi. Katanya atas perintah manajemen sejak Senin, 5 Januari 2009, jam operasional mal diubah menjadi sampai jam 21.00. Saya kaget dan sempat bingung. Bagaimana mungkin manajemen mal bisa memerintahkan seperti itu sementara saya melihat masih banyak pengunjung yang berseliweran yang mungkin saja sama dengan saya, mau mencari suatu keperluan sepulang kerja?

    Ada kesan, para pengunjung yang masih banyak itu seperti diusir karena mal akan tutup. Kemana lagi saya sebagai salah seorang pelanggan setia ini harus berbelanja? Saya tidak mungkin belanja siang hari karena saya kerja dan juga tidak mungkin saya datang sebelum jam 20.00 karena jalanan macet.

    Apakah saya harus berbelanja di mal-mal di Jakarta yang jam operasionalnya masih sampai jam 22.00? Toko yang masih buka melewati jam 21.30 hanya Hypermart dan Ace Hardware, tetapi sungguh sangat tidak nyaman karena saya terpaksa harus melewati jalan yang redup dan panas di sepanjang pertokoan di lantai 1 itu. Sebab saya parkir di basement dekat Debenhams.

    Suasana menjadi cukup mencekam buat saya. Pada saat saya ke toilet, ternyata sudah tutup. Saya tanyakan jam operasional toilet. Katanya sampai jam 22.00, padahal saat itu masih jam 21.45. Ternyata supervisor toiletlah yang mengunci pintunya. Seharusnya pihak manajemen mal juga memikirkan kepentingan para pelanggan setianya, memberi kesempatan kepada kami untuk berbelanja sepulang kerja.

    Janti
    Banjar Wijaya
    Tangerang

  50. onta Says:

    tadi gw nonton iklan perumahan baru agung sedayu di serpong. namanya residence 1. anehnya lokasinya ada didalam area bsd city. tepatnya disamping binus international school. pertanyaannya? ada apa dengan bsd? kenapa dia jual tanahnya ke agung sedayu? ada yg bisa jawab??


Tinggalkan Balasan