Kebetulan saya tengah menawar rumah di Bima Legenda Bekasi. Saya sudah berkunjung dan terus terang suka dengan lingkungannya meski lokasinya dirubung macet. Saya akan sangat berterimakasih jika suatu saat diblog ini dibahas mengenai rumah di bekasi, khususnya kota legenda. Rumah yang saya tawar LT/LB 83/144 tahun 1997 harga penjual 200 juta.
Mohon saran dan komentarnya ya.
Jono via email:
Bekasi sudah lama dikenal sebagai perumahan komuter pekerja di Jakarta, tapi seiring tingginya pertumbuhan disana, kemacetan dan kepadatan penduduk tidak dapat dihindari lagi. Tapi biar bagaimanapun Bekasi tetap menjadi idaman banyak pasangan untuk tinggal disana.
Ada komentar?
Juni 28, 2007 pukul 6:36 am
cluster Bima di Kota Legenda ya …
1. kota legenda berada di antara pinto tol bekasi timur dan pinto tol tambun – wannabe [yg menjadi icon perumahan trend setter baru, Grand Wisata bekasi]. jadi statusnya seperti serpong [second tiernya]. kenapa second tier, karena kondisi kota legenda yg hidup tidak, mati tak hendak.
2. dalam kondisi ini, harga rumah bisa lebih murah, dan ketika tol sudah difungsikan, harganya akan terdongkrak naik. jalan raya kalimalang yg menghubungkan cibitung hingga bekasi barat juga sudah diaspal mulus. kendalanya memang kemacetan akibat banyaknya pabrik sepanjang kali malang. akibatnya jalan alternatif yg justru padat sekali.
3. jika ada mobil, lokasi di sana cukup ok. sayangnya fasilitas rumah sakit di mitra keluarga bekasi timur harus dijangkau dgn melewati kemacetan. kalau sekolah sih, lumayanlah ada al azhar. yg repot malah pertokoan jarang.
4. jika rumah sakit dan pertokoan [seperti carrefour] menjadi benchmark, disarankan mencari lokasi di dekat pintu tol bekasi timur di arah yg mendekati bekasi barat. setahu saya ada perumahan villa permata *** lupa namanya [kalau tidak salah], lingkungannya lumayan, akses ke toll, ke carrefour dan mitra keluarga jg bebas macet. hanya cari sekolah yg agak lumayan
Juni 28, 2007 pukul 8:26 am
Ada info untuk perumahan di dekat tol Jatiasih? Menurut gw tol baru ini masih lumayan sepi…
Juni 28, 2007 pukul 11:19 pm
Tergantung tempat kerja kita, jika kantornya di sekitar Lippo Cikarang maka perumahan kota Legenda bisa dipertimbangkan. Tetapi kalau tempat kerjanya Jakarta, wah macetnya setiap pagi nggak nguatin.
Dengan asumsi kerja di Jakarta dan sekitarnya maka lokasi perumahan Taman Galaxi dan sekitarnya perlu dipertimbangkan. Hanya anggarannya perlu di tambah sedikit.
Bebas banjir, ada sih yang sebelah timur yang berbatasan dengan pekayon, tapi hanya jalan luarnya.
Fasilitas cukup lengkap dari sekolah SD, SMP dan SMA, Bank BCA, BNI, Mandiri, bank INA, bengkel, dsb. Bahkan untuk suatu perumahan terlalu lengkap sehingga ramai sekali, kalau minggu atau sore hari parkir kendaran di kompleks pertokoannya susah.
Karena lokasinya memang strategis yaitu antara pintu tol Bekasi Barat dan pintu tol Pondok Gede Timur (Jatibening) maka tiap tahun penghuninya bertambah.
Tahunya ?
Setiap tahun tambah macet aja, khususnya pagi hari jika akan berangkat kerja. Solusinya. Berangkat lebih pagi. Pengalaman, kalau berangkat kerja (ke Lippo Karawaci) dulu dari rumah pukul 6.00 tidak macet, lama-lama maju maka asekarang adalah jam 5.00 pagi harus udah start.
Kalau dari kota Legenda lalu jam berapa ya ? Jauh lho dari pintu tol Jati bening.
Usul, survey dulu beberapa kali, khususnya hari kerja (juga Sabtu). Macetnya kuat nggak ?.
Baru beli.
Juni 29, 2007 pukul 1:48 am
wah, kalau di jakarta mah, solusinya hanya dua :
1. kost lagi di jakarta, sambil berharap pada monorel
2. pindah kerja dari jakarta
kalau menurut papabonbon sih, kalau kerja di jkt, masuk kantor jam 8, masih bisa dikejar pakai mobil pribadi dari tol timur jam 6 pagi. kalau kota legenda [sekarang ini sementara tol belum jadi] yah kudu setengah 6.
paling enak emang kost di mampang, kerja di bekasi [mm2100, jababeka, kawasan hyundai, de el el] malah bisa dikejar dalam waktu kurang dari setengah jam [naik jemputan kantor], yg lewat di depan mampang jam 6.15. sampai kantor biasa 6.30 -6.35 an. pulangnya ajah rada macet dikit. bisa 40 menitan.
kalau senin malam dan jum’at malam macet berat, bisa 1 jam lebih.
Juni 29, 2007 pukul 4:39 am
Salam,
Terima kasih untuk Mas Anjar dan masukan dari teman2. Saya sangat setuju dengan papabonbon dan mas wir hanya saja masalah bujet mesti membatasi pilihan ( hehe).
Saya beberapa kali survey ke lokasi:
1. Cluster Bima memang dalam kondisi mati enggan hidup tertekan.
2. Susah mencari pertokoan (harus ke Grand Wisata atau BTC)
3. Pun RS, mesti ke Tambun (Karya Medika) atau Mitra Kel di Tol Timur)
4. Jalan macet untuk ke jakarta, tapi at least calon istri yang kerja di MM2100 lebih dekat.
Hal yang membuat saya cenderung memilih Bima legenda:
1. Tanah 144, bangunan 83 (sepertinya tak perlu pengembangan lagi)
2. Kondisi bangunan masih lumayan bagus
3. Lingkungan di sekitar perumahan nyaman.
Sebelumnya saya sudah menyeleksi beberapa kandidat :
1. Taman Cikas di dekat galaxy –> sayangnya daerah banjir
2. Taman kebayoran Bekasi–> jauh dari Tol
dan beberapa perumahan lain dengan plus minusnya.
Sekali lagi terima kasih untuk teman2 semua. Saya akan sangat senang jika ada teman lain yang ikut share.
Pada Mas Anjar, dengan kalkulator KPR njenengan, asumsi harga tanah 750rb dan bangunan 1,5 juta saya dapat inspirasi harga penawaran. Thanks & salut!
Juli 5, 2007 pukul 6:44 am
Orant tua saya juga punya tanah di Bima Legenda Bekasi. Lumayan besar 450m2. Tanah ini diberikan developer sebagai ganti rugi karena tidak bisa menyelesaikan pembangunan. Gimana ya caranya supaya cluster ini bisa hidup, karena infrastrukturnya kan udah jadi (katanya?)
Juli 18, 2007 pukul 7:52 am
Kota legenda, hidup nggak, mati susah
Namun, jika Grand Wisata sudah dibuka, kemungkinan besar kota legenda nggak lagi sekedar legenda.
Beli di kota legenda sekarang seperti gambling. Klo GW sukses, akan mengangkat perumahan disekitarnya. Dgn akses tol baru di GW, nggak perlu bermacet-macet ria di Bekasi Timur.
Ghost-ship – dari GW akan ada trans GW ke pusat bisnis Jakarta
Klo punya kendaraan (satu sendiri, satu istri) dan satu sepeda motor, tinggal di kota legenda nggak terlalu sulit koq
Juli 20, 2007 pukul 9:56 am
gw adalah penghuni bima buana kota legenda.kalo menurut gw bima itu lumayan nyaman,krn jalan komplex nya mulus bngt meski sudah 15 thn..walaupun belum terlalu terkenal,tp disana banyak tinggal expatriat dari belanda..mereka bangun rumah yg sangat besar dengan mobil mewahnya plus dilengkapi satpam pribadi…dan dlm jangka waktu dekat akan segera dibangun pom bensin tepat di depan komplex bima.dan sedang dibangun rumah sakit permata bunda..dan sekarang juga mulai banyak lahan kosong yg dibangun tuk rumah dengan konsep sendiri…harganya pun sudah mulai naik sekitar 50% dari harga sebelumnya..saya bangga jd warga bima kota legenda..udaranya tidak seperti di cikarang ato di bekasi barat…
Juli 20, 2007 pukul 10:08 am
ohya saya sering pagi2x jalan kaki..dan sangat nyaman banget..karna udaranya msh lumayan segar..danlokasi komplex jauh dari jalan raya,jd cukup aman tuk berolah raga..pacar saya yg tinggal di legenda wisata pun merasa senang kalo jalan pagi di tempat saya..di bima rata2x penghuni memilki 2 mobil…dan kebnykan mereka seorang profesional..seperti anggota DPR,dokter,pengusaha ampe manajer di sebuah perusahaan…apalagi dengan adanya grand wisata,maka perumahan bima akan jd bahan pertimbangan yang cukup kompetitif..dengan harga dibawah grand wisata,kondisi fisik bangunan yg permanen dengan sanitasi aer merk TOTO.boleh tuh dipertimbangin….okey??? saya tunggu anda sebagai tetangga di bima kota legenda….
Juli 23, 2007 pukul 8:05 am
kota legenda lumayan bagus dan harganya sangat terjangkau.
Tapi memang akses tol yang sangat susah kalau masih mengandalkan tol timur. Kalimalang itu selalu macet luar biasa lho pagi dan sore
Juli 25, 2007 pukul 4:10 am
Gw ada rencana mo beli rumah di Bima Buana, dng harga 225 jt, type 144 bangunan 83, pas gw lihat lokasinya tenang banget, tapi memang fasilitas seperti ruko, atm, tempat makan kurang banget disana. tapi salah satu pertimbangannya adl adanya pintu tol baru (grand wisata).
Juli 27, 2007 pukul 8:22 am
mau dong informasi tentang penjualan rumah di kota legenda dukuh bima coz saya dapet kabar2nya kalo disana sulit banget dapet rumah yang akan dijual rata2 sudah terjual semuanya… thank b4
Juli 29, 2007 pukul 6:17 pm
Mbak Wita, kalau mau beli aja tanah orang tua saya di Dukuh Bima, 450m2. Biar nanti Mbak Wita bangun rumah yang besar. Harganya sih bisa nego — sorry nih Mas Anjar, numpang ngiklan dikit. Salam.
November 1, 2009 pukul 5:39 am
mbak tanah di bima sudah laku? boleh tau mo lepas brp…tks
Juli 30, 2007 pukul 4:20 am
Wita, di Dukuh Bima Kota Legenda kayanya ada beberapa yang dijual (sambil survey kebetulan gw lihat2 lokasi) tapi ga tahu ya dengan harganya. Suasananya tenang banget disana, tapi ga tau juga kalo tol dah dibuka (tol nya sdh jadi), pas kemaren lihat ke Grand Wisatanya ternyata deket banget sama lokasi Dukuh Bima. Kayanya bisa tuh numpang fasilitasnya.
Agustus 7, 2007 pukul 11:24 pm
guys gw juga mau jual rumah di bima buana XI no.52..lt.165 lb.120 .2lt.udah renovasi..ada carport tertutup..cukup tuk 3 mobil..sudah dipagar..ada 2sumber air :air pam n air pompa listrik..listrik 2200w..dilepas dengan harga 450jt nego..kalo berminat bisa hub gw di 08179894513..gw tunggu kabarnya yah….bye2x…
Agustus 7, 2007 pukul 11:32 pm
guys dengar2x sekarang harga tanah di dukuh bima udah sekitar 1jt/m ..gw cukup kaget jg dengarnya..setahun yang kemaren masih 700rb/m… sekarang di dukuh zamrud dah ada atm BCA khusus wilayah Zamrud aja..jalannya juga sedang di cor beton…menurut gw,semenjak ada grand wisata,kota legenda lumayan maju..kalo buat keamanan di dukuh bima,banyak juga jendral dan penggede polisi yang tinggal disini..jd menurut gw amanlah…
Agustus 9, 2007 pukul 6:47 am
Salam kenal …..
Gimana ya prospek perumahan grand wisata, kalau melihat masterplannya bagus sekali, ada saran
Agustus 14, 2007 pukul 6:00 am
Waaaaaaaahh…kebetulan nih cari temen yang minat di Dukuh Bima Bekasi. kalau menurut saya sih memang Dukuh Bima itu sampai sekarang kaya kota mati yang sedang Hidup lagi. Banyak rumah kosong disini yang ditinggalin penghuninya, karena dulunya gak punya akses yang memadai untuk keluar . Saya yakin akhir tahun ini Dukuh Bima akan jadi incaran semua orang yang juga mengincar fasilitas yang ada di Grand Wisata. Dukuh Bima dahulunya di desain dengan konsep lingkungan yang sangat bagus, jalan lingkungan cukup lebar, anda tidak akan melihat kabel listrik atau telepon di atas karena semuanya melalui saluran bawah tanah. Anda tidak akan melihat saliran got/limbah ataupun septiktank didepan rumah karena sudah tersentralisasi dalam satu pengolahan limbah. Sekolah Al Azhar juga ada di perumahan ini. Apalagi Tol grand Wisata tinggal “gunting pita” doank. bocoran dari pengembang kota legenda sih akhir tahun ini Dukuh Bima akan buka rumah baru dari kavling-kavling yang selama ini masih banyak kosong. Dilihat dari jarak gerbang perumahan Dukuh Bima cuma +/- 2 km menuju ke gate tol Grand Wisata. BY THE WAY saya yang sebelumnya tinggal di Mutiara gading Timur ( Belakang Dukuh Bima ) sekarang sudah beli di Dukuh Bima. Memang harganya sudah mulai meroket…….tapi nanti akan lebih meroket setelah gate tol Grand Wisata dibuka.
untuk Grand Wisata sendiri saat ini Ruko-Rukonya juga sudah sebagian besar selesai. Saya yakin Grand Wisata dan sekitarnya akan seperti BSD di barat jakarta.
Salam,
Agustus 14, 2007 pukul 9:02 am
Apa yg dipaparkan Pak Slamet Maryono mengenai Dukuh Bima itu sudah gamblang dan memang benar. Saya sendiri juga tinggal di Bima sejak 1997. Walaupun mulai tahun lalu saya memutuskan beli rumah di GW, tapi sampai saat ini saya tetap tinggal di Bima krn lingkungannya yg nyaman & aman. Fyi, bhw GW skrg juga sedang bikin akses jalan baru untuk umum menuju gerbang tol GW yang jaraknya hanya 500 m dari gerbang Bima. Jadi bagi yg ingin membeli rumah/kavling di Bima saya sarankan segera saja sebelum harga makin melonjak….
Salam
Agustus 15, 2007 pukul 3:53 am
aduh jadi pengen nyari nich di kota legenda coz gw belom pernah survey ke dukuh bimanya…
kalo mengenai tanah 450m2 kayaknya terlalu besar banget dech…kira2 bisa diambil/beli seperlunya aja gak???trus perkiraan harganya kira2 berapa kisarannya???
thanks
Agustus 15, 2007 pukul 8:00 am
Mbak Wita,
Kalo mau beli tanah di BIMA harganya bervariasi. Kalau harga NJOP sih setahu saya sudah diatas 600 rb/ meter. Tentunya harga jual real-nya pasti diatas harga NJOP. Ada yang Bilang harganya sampai 1 jt/ meter .kavling yang ada biasanya sudah punya orang, buka punya pengembang. Di BIMA saat ini ada 4 cluster; Bima Duta, Bima Asri, Bima Citra dan Bima Buana. Dengan rumah type yang sama atau tanah kavling yang ukurannya sama bisa beda harga. Contohnya untuk Cluster Bima Duta dan Bima Asri harganya lebih mahal karena lokasi pintu clusternya paling depan/ dekat gerbang perumahan. so, coba lihat dulu jalan-jalan kesana atau tanya tanya sama kantor pemasaran Kota Legenda yang lokasinya di Dukuh Bima Juga.
salam,
Agustus 18, 2007 pukul 3:29 pm
Menurut pengamatan Mas Anjar atau teman2 …… kira – kira butuh berapa tahun lagi grand wisata bisa seperti kota wisata atau BSD atau Bintaro ……
Oh ya … denger2 didaerah sekitar situ juga akan ada perumahan The residence yang didukung oleh BTN
Agustus 19, 2007 pukul 2:04 am
Kalau menurut pengamatan saya, mestinya daerah sekitar Grand Wisata itu akan tumbuh dengan cepat palingtidak karena tiga alasan berikut.
Pertama, pertumbuhan Bekasi tidak bisa lagi mengarah ke selatan dan barat karena sudah penuh. Jadi arah timur merupakan alternatif yang paling feasible.
Kedua, sentra-sentra niaga dan industri juga banyak terkonsentrasi di timur — coba aja lihat pembangunan sepanjang Kali Malang, mulai dari pintu tol Bekasi Timur, bukan main banyaknya.
Ketiga, dalam konteks Kota Legenda, infrastruktur perumahannya sudah bisa dibilang terbangun dengan baik karena KL memang direncanakan untuk jadi sebuah kota yang komplit, tetapi karena krismon maka tidak dapat berlanjut.
Jadi, kemungkinan besar KL akan bangkit kembali dan mungkin akan menjadi lebih besar daripada GW, walaupun dengan konsep yang dimodifikasi.
Saya sih optimistis bahwa Bekasi Timur akan tumbuh menjadi sebuah kota industrial yang tertata dengan baik, walaupun hal itu mungkin tidak akan terwujud dalam waktu lima tahun ini. Tetapi saya yakin it needs much less time than did BSD atau Bintaro to achieve the same scale of development.
Agustus 19, 2007 pukul 7:28 am
kalau saya sih tinggal di perum PDK, samping jembatan tol atau lampu merah grand wisata(GW) kalimalang, dulu th 2005 saat saya beli tanah dan rumah di perum PDK tipe 145/150 (Renov)harganya hanya 130 juta, tapi sekarang mau saya jual sudah ada yang nawar 275 jt hub. 0815 977 8335., saya pun bangga ternyata feeling saya benar, di GW kemarin tgl 6/8/07 sudah ada bus GW yang berangkat jam 05.30-06.30 tujuan JKt sudirman-thamrin-kuningan dll, tgl 20 agst 07 pintu tol akan di buka. di sekitar Perum PDK sudah dibebasin.katanya sih akan di bangun rumah sakit yang dari Singapura Siloam Gleagless……, dan pusat perbelanjaan ITC, dan Hotel. selama 2005-2007 memang pesat perkembanggannya, apalagi tol sudah di buka, masterplan GW itu 1100, HA dan terus ngebebasin tanah sekitarnya. mengenai kemacetan jangan khawatir karena tol dari ganda agung wisma jaya – stasiun bekasi-tol barat-cawang-kampung melayu akan segera dibangun (Tol BECAKAYU). kecuali tol ada jalan propinsi kalimalang dan tambun. pokoknya GW dan Bima 5 tahun kedepan akan lebih pesat dibanding Kota Wisata karena akses tol langsung.
Agustus 19, 2007 pukul 7:47 am
saya sependapat komentar teman2, alasan beli di GW atau Bima : tol langsung, dekat pusat belanja (Naga, pasar tambun, kawasan niaga kalimas mulai dari Unisma sampai tol Cibitung, ramayana) RS Karya Medika tambun, RS Bunda Plasa Metropolitan, BTC dan Carefour ini yang sudah ada belum lagi fasilitas yang dibangun oleh GW, sekolah unggulan IPEKA, Al-Azhar, SDN MEKARSARI O1, SMP 01, SMA 01 TAMBUN, bahkan saya rasa tanah GW bukan 1100 HA lagi tapi kira2 sudah 1600 HA, daerah ciketing, cibuntu, kopen, dan lambang sari hampir 80% sudah di kuasai GW, pastikan anda beli di GW atau Bima, aman dan tenang, kebetulan saya di Bima Citra,
Agustus 19, 2007 pukul 12:40 pm
Salam kenal Mas Dirham, mas Luwiyanto….dan semua tentunya. kalo menurut info mas Luwiyanto tgl. 20 agst tol dibuka …….wah berarti mulai minggu ini kita udah makin cepet menjangkau pintu tol. gak harus ke Tol Bekasi Timur. satu informasi lagi yang mungkin baru gosip, entah bener atau nggak……. tapi ini dari orang dalem GW sendiri ; yaitu akan dibangunnya lapangan golf oleh GW di wilayah Kota Legenda.
salam,
yang sedang persiapan untuk tinggal di BIMA ASRI
Agustus 19, 2007 pukul 11:52 pm
Mas Slamet, mungkin lapangan golf itu yang dulunya juga memang mau dibangun oleh KL ya? Wah, dengan tambahan info dari mas-mas ini, saya jadi tambah optimis tentang masa depan tanah saya di Kota Legenda.
Salam,
Agustus 20, 2007 pukul 1:20 pm
Rumah di bekasi Grand Wisata, menurut saya akan berkembang pesat, sejak dipasarkan mulai agustus 2005 (pemerataan tanah), dan 2006 bangun pintu tol dan rumah contoh dan sampai agst 07, ini sudah ribuan rumah yang laku di jual, akses perumahan ini akan tembus jl.raya setu (arah Timur) – Kaw. MM 2100 Cibitung- Kaw. industri Sanyo Cikarang- Lippo Cikarang – Delta Mas Kab. Bekasi ( untuk LiPPo dengan pintu tol cibitung sesuai dengan masterplannnya Lippo akan tersambung) GW ke selatan akan tembus Cilengsi atau jalan Raya jonggol (kawasan setu saja sekarang sudah ramai ada perumahan (Griya Setu Permai, Griya Bekasi Permai, Grand Mutiara Gading, Graha Media, Graha Asri atau Puri Asri dll), jadi GW tinggal nunggu GOOOOOng saja, analisa saya kalau sampai bangkrut spt krismon 1997 kemungkinan kecil sekali, ada daya tarik sendiri yaitu Akses tol Langsung dan orang cenderung bertahan, Perumahan Delta MAS itu KM 37 saja laku keras, apalagi GW hanya KM 21, untuk kemacetan antara jatibening sampai cawang akan teratasi bila Tol cikunir- hankam telah selesai sekarang hampir rampung, alasan saya orang yang dari bekasi kearah Pondok Indah, Bintaro, Bogor, tanggerang, Pamulang, ciputat, LB, bulus dll, cenderung akan lewat Toll Lingkar Luar (JORR) ngaaaaaak usah lagi lewat cawang yang jadi titik temu tol arah bekasi, bogor dan tangerang BSD, bintaro. Lebih merdeka lagi Kalau Tol BECAKAYU selesai. Soal cari kerja bisa ke JKT dan Kawasan industri Cikarang serta cibitung, kata sebuah koran proooduk Industri nasional kita 70% di hasilkan oleh industri di bekasi, Cikarang adalah kawasan industri tingkat nasional. IKIP jakarta atau Sekarang UNiv. Negri JKT, akan bangun kampus di LIPPO cikarang, ITB akan bangun kelas jauh di Delta MAS, lalu ada sekolah kedinasan yaitu STTD (sekolah Tinggi Transportasi Darat) punya DEPHUB. dan yang pasti GW tidak akan banjir……………karena tanahnya lebih tinggi di banding jalan tol JKT – Cikampek dan waktu masih tanah darat atau sawah saja nggak pernah banjir, air tanahnyapun bagus.
Agustus 20, 2007 pukul 1:29 pm
Orang Bekasi dulu, saat ditanya di mana rumah paling elit jawabnya Kemang Pratama atau Villla Nusa Indah 1-5, tapi dua perumahan ini Citraaaaanya jatuh setelah kena banjiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir, orang sekarang pasti sebut Grand Wisata- agak jauuuuh lagi Lippo Cikarang-Delta Mas-atau Cikarang Baru(kaw. JABABEKA) dan diantara itu pasti Grand W, karena jauh dari industri. GW wisata pintu tolnya tinggal Guuuuunting Piiiiiiita.
Agustus 20, 2007 pukul 1:30 pm
Orang Bekasi dulu, saat ditanya di mana rumah paling elit jawabnya Kemang Pratama atau Villla Nusa Indah 1-5, tapi dua perumahan ini Citraaaaanya jatuh setelah kena banjiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir (maaf saudara saya ada yang tinggal disana) , orang sekarang pasti sebut Grand Wisata- agak jauuuuh lagi Lippo Cikarang-Delta Mas-atau Cikarang Baru(kaw. JABABEKA) dan diantara itu pasti Grand W, karena jauh dari industri. GW wisata pintu tolnya tinggal Guuuuunting Piiiiiiita.
Agustus 21, 2007 pukul 2:45 am
Hari ini 21 agustus 2007 , sedang dilakukan percobaan pengoperasion gate tol Grand Wisata. kabarnya sih di minggu ini / minggu depan gate tol tersebut sudah beroperasi
Agustus 22, 2007 pukul 1:52 am
Horey…….
Kemaren jam 2 siang 21 Agustus 07 Gate Tol GW sudah beroperasi. Bagi yang mau beli rumah di GW……buruan sebelum tgl. 26 Agustus. Informasi dari marketing GW setelah 26 agustus, harga rumah naik antara 5%-15%.
Salam,
Agustus 22, 2007 pukul 7:08 am
selain masuk lewat tol, apakah ada alternatip jalan lewat arteri?
Agustus 22, 2007 pukul 8:46 am
Alhamdulillah, tadi pagi sudah mencoba lewat pintu tol Grand Wisata. Dari Blok T Dukuh Zamrud jam 05.30 sampai kantor (kawasan Rasuna Said Kuningan ) jam 06.15, cuma 45 menit.
Agustus 22, 2007 pukul 11:01 am
Guys finally the Gate of Grand Wisata was opened…. nyokap gw yg kerja di lipo cikarang cuma 25 menit berangkat dari bima buana rumah gw… pulangnya cuma 15 menit…cepet kan????? tanpa perlu antri dengan motor n truk tronton lagi… Hidup Grand Wisata!!!!!!!!!!!!! harga tolnya murah lagi….. pokoknya gw beruntung banget tinggal di bima buana…. ohya kata sodara gw,harga ruko di GW yg dulunya 400jt sekarang dah 600jt…gila kan???? pdhl belum beroperasional….pokoknya gw bangga jd orang bima…gw dah ga peduli anggapan yg jelek,tp buktikan aja sendiri… sirik kan tanda gak mampu…hahaha.. MAJU TERUS GW n BIMA !!!!!!!!
Agustus 22, 2007 pukul 11:12 am
sodara gw yg di kemang pratama aja mau invest di GW…pdhl rumah doi di regensi kemang pratama loh yg rumah nya M M an… kata sodara gw di GW prospek bngt..krn areal nya msh luas,lingkungan jauh dari industri berat n subur..msh bnyk kebun rambutan…gak bau sampah lg… pokoknya tanah nya gak ada rekayasa supaya subur deh..amang dah subur,buat apa direkayasa yah??? hehe… aer tanah nya bisa keluar lg cuma gali 10 meter…coba kalo di cikarang,boro – boro aer tanah… aer PAM nya suka kotor n bau… pokoknya TOP lah di Bima n GW…
Agustus 22, 2007 pukul 11:15 am
GO GO GO –>>>> GRAND WISATA n DUKUH BIMA <<<<<<
Agustus 22, 2007 pukul 11:19 am
Guys ada yang bisa beliin gw rumah dua lantai gak di GRAND WISATA ???? Kalo ada yang mampu,saya akan memberikan apapun yang Mas minta……
Agustus 22, 2007 pukul 11:20 am
Patrick…. pindah yuk ke dukuh Bima…katanya sekarang dah oke banget yah…… I love u patrick…….
Agustus 22, 2007 pukul 12:03 pm
Alhamdullilah, mari kita nikmati Tooooool GW, jangan bermacet ria di tol Timur, kalau begitu rumahku yang ada di BIMA akan kami renovasi dulu dan segera kami tempati, biarlah orang selalu ngejek Dukuh BIMA mati tidak hidup tidak tapi ini saatnya, kita nikmati pintu TOOOOOOOOOOOOOl. Merdeka
Agustus 22, 2007 pukul 12:09 pm
Gue tadi dari rumah jam 06.30 dari GW ke kelapa Gading tepat jam 07.10 dah sampai, terima kasih PT. Alvita dan PT DUta Pertiwi, semoga cepat berkembang dan bersaing dengan BSD, dan Bintaro Jaya.
Agustus 23, 2007 pukul 3:17 am
Bagi yang belum pernah ke GW atau sekitarnya. Untuk menjangkau lingkungan luar GW, begitu keluar gate tol GW anda ketemu bunderan ( kantor marketing GW )langsung belok kanan luruuuuuuuus, trus belok kanan lagi sampe POS satpam GW. dari situ kalo lurus ketemu jalan arteri kalimalang. kalo dari POS kekiri gak sampe 1 km udah ketemu DUKUH BIMA. Nantinya di tumur GW juga akan dibuka jalan keluar GW ( sekitar jalan setu ). Rumah saya di DUKUH BIMA juga lagi mau direnovasi, buat ditinggalin tentunya………
Agustus 23, 2007 pukul 9:24 am
iyaaaaa… kita harus bersyukur karna kita bisa tinggal di Bima yang dekat dengan GW… kita harus memelihara keasrian lingkungan dimana kita hidup…kan yang untung kita juga sebagai penghuni… CAIYO !!!!! kita harus membuktikan kepada orang – orang bahwa kawasan bekasi timur (kota legenda & Grand Wisata) merupakan kawasan yg asri,nyaman,lengkap dan mewah… Semangat buat penduduk GW n kota legenda !!!!!!!!!
Agustus 23, 2007 pukul 9:29 am
Guys gw rasa neh GW mau buat perpaduan antara klapa gading dengan Kota wisata… kalo diliat dari tata letak ruko yg sangat strategis itu mirip dengan klapa gading.. kalo liat model rumah yang agak bernuansa eropa n asia itu mirip dengan kota wisata… emang SMART banget ide nya!!!! gw suka gaya luuuu…..
Agustus 23, 2007 pukul 9:37 am
HALOOOOO WARGA BIMAaaaa…… Kalian bangga gak seh tinggal di BIMA ?????? come on…….. ajak sodara,Om tante,keponakan,nenek kakek,cucu,papa mam tuk tinggal di BIMA n GW ……. Enak loh…… Silakan coba…gak nyesel kok…. gw aja nanti kalo dah merit mau stay di Bima..walaupun calon istriku punya rumah di cibubur…..
Agustus 24, 2007 pukul 2:21 am
Nich kalau mau melihat sejarah masa lalu, berikut copy paste dari media terbitan 10 Mei 1996 mengenai minat orang beli rumah di KL & rencana2 manajemen PAP yg bagus, tapi sayang tidak kesampaian lantaran diterjang krismon pertengahan 1997 hingga KL pingsan & hampir sekarat.
Setahun, 2.500 Rumah Kota Legenda Terjual
PT PUTRA Alvita Pratama (PAP) – pengembang Kota Legenda selama setahun berhasil memasarkan 2.500 unit rumah senilai sekitar Rp 200 milyar, sementara berbagai fasilitas segera diwujudkan di kota satelit itu termasuk rencana pembangunan interchange (simpang susun) serta padang golf seluas 150 hektar.
Direktur Pemasaran PAP, Lucas Maringka, sejak kawasan perumahan skala besar seluas 2000 hektar dipasarkan tahun lalu, minat masyarakat untuk tinggal di Kota Legenda terus meningkat. Hal ini terbukti dari membengkaknya volume penjualan rumah di sana. Pada periode Januari hingga Mei 1996 saja misalnya, PAP berhasil memasarkan 500 unit rumah dengan nilai transaksi sebesar Rp 40 milyar, naik 20% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Ditambah dengan transaksi sebelumnya yakni tahun 1995 sebesar Rp 160 milyar untuk 2.000 unit rumah, maka total penjualan mencapai 2.500 rumah senilai 200 milyar, terdiri atas 1.100 RS/RSS, serta rumah kelas realestat (menengah besar), sementara penyerahan kunci kepada pembeli dilakukan secara bertahap sesuai jadual penyelesaian.
Bulan ini (Mei 1996), kami akan menyerahkan lagi 150 unit rumah kepada pembeli, “ungkapnya usai penyerahan hadiah rumah kepada para pemenang undian kupon berhadiah Kota Legenda, Minggu 5 Mei 1996. Undian berhadiah yang diikuti 500 pembeli rumah periode Januari-Mei 1996 itu dimenangkan oleh Siani Rianita dan Wiradianto Erwin dari Bekasi, Jawa Barat. Siani, warga Duta Kranji, memperoleh satu rumah tipe 42,5/78 senilai Rp 35 juta, sedangkan Wiradianto mendapat satu rumah tipe 63/124 seharga Rp 55 juta.
Menurut Lucas, meningkatnya minat masyarakat tinggal di Kota Legenda terjadi karena pembangunan kota itu mengacu pada pelestarian dan pemeliharaan lingkungan. Dengan konsep seperti itu, Kota Legenda yang berwawasan lingkungan akan memberikan kehidupan yang lebih baik dan lebih sehat kepada penghuninya.
Di kota baru yang terletak di belahan timur Bekasi itu, PAP berencana membangun 45.000 rumah untuk segala lapisan yang tersebar di 12 kawasan (dukuh) lengkap dengan segala fasilitasnya. Masing-masing dukuh terdiri atas 5 – 6 rukun warga(RW), masing-masing terbagi atas 300-500 rumah.
Pada tahap sekarang ini, PAP baru membangun dua kawasan, yakni Dukuh Bima (untuk kelas menengah seluas 100 hektar) dan Dukuh Zamrud (untuk RS/RSS seluas 110 hektar). Sampai akhir tahun ini, diperkirakan 2.000 KK atau sekitar 8.000 jiwa sudah tinggal di sana. Seperti layaknya kota baru, di sini kami akan menyediakan berbagai fasilitas kehidupan bagi seluruh warga. Mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, olah raga, hiburan, area komersial dan sebagainya, “ujarnya.
Terpenting, katanya, sesuai dengan komitmennya, PAP merancang dan membangun Kota Legenda sebagai kota berwawasan lingkungan yang tercermin dari desain, penataan dan fasilitasnya. Untuk itu, PAP menggandeng konsultan kelas dunia Design Group International dari Amerika Serikat bagi pembuatan rencana induk Kota Legenda secara menyeluruh.
Simpang Susun
Di bagian lain Lucas menjelaskan, guna mempermudah akses dari jalan tol Cikampek ke Kota Legenda dan sebaliknya, tahun depan PAP berencana membangun sebuah interchange (simpang susun) yang diharapkan akan selesai pada akhr 1998. Izin pembangunan simpang susun kini sedang diproses di Departemen Pekerjaan Umum (PU), ungkapnya. PAP sendiri, ingin mempercepat realisasi proyek dimaksud karena pembangunan simpang susun itu akan berakses langsung ke padang golf Kota Legenda yang ditangani PCDC (Palmer Course Design Company). PCDC adalah perusahaan perancang padang golf milik “Raja Golf” dunia, Arnold Palmer dari Amerika Serikat. Pembangunan tahap pertama Legenda Golf Course seluas 75 hektar untu 18 lubang dijadualkan akan selesai akhir 1998.
Selain itu, guna meningkatkan pelayanan serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan itu, PAP sedang melakukan pelebaran jembatan tol yang menuju ke Kota Legenda dari dua jalur menjadi empat jalur. Pekerjaan fisik dijadualkan selesai tahun ini juga. Preskom PAP, Cosmar Batubara beberapa waktu sebelumnya menyebutkan, pembangunan jalan tol dan arteri yang memiliki akses ke kawasan pemukiman baru sangat dimungkinkan mengingat Kota Legenda akan terus tumbuh dan berkembang. Artinya, meningkatnya jumlah penduduk serta membengkaknya arus lalu lintas tentu akan dievaluasi bagi kemungkinan seperti itu.
Menurut saya, Departemen PU akan membuka kemungkinan itu, yakni melakukan penambahan sarana transportasi berupa jalan tol atau arteri mengingat pertumbuhan pemukiman di Bekasi. Begitu pula PAP, terbuka kemungknan untuk membangun jalan tol bekerjasama dengan investor lainnya.
Agustus 24, 2007 pukul 2:36 am
Thanks atas informasinya yang sangat jelas. pokoknya kita optimis deh dengan masa depan kita tinggal di KL dan GW.
salam
Agustus 26, 2007 pukul 4:39 am
HOREEEEE……
Sy punya tanah kav di hook Bima Asri 352 meter , sgt nyaman , kuldesak , krn pas perbatasan bima asri dgn bima buana , sehingga jalan di tutup dgn pot bunga . anak2 bs main di jalan , tanpa trlalu khawatir kendaraan yg lewat.
tadinya sdh mau dijual , tp berubah pikiran , minggu lalu kesana cek2 hrg kav org lain sdh pada mau jual 1 juta / m2 , bahkan ada yg matok di 1.1 jt/m2 PAS .
Kayanya sy mau bangun aja , gak jadi jual deeeh…
Sampai ketemu di sana teman2 Bima dan GW…
God Bless …..
Agustus 28, 2007 pukul 3:11 am
Bagi yang mau ke sudirman, di POS barat GW ( deket jembatan KL ) sekarang sudah ada feeder busway. jadi kalo gak mau pake mobil bisa naik bus dari sini. enak kaaaaaaaan…..
Salam,
Agustus 28, 2007 pukul 7:55 am
Mas-mas dan mbak-mbak…
Mau tanya, apakah ada yang punya denah perumahan Kota Legenda… ? Saya kebetulan ditawari rumah di beranda golf… tapi saya belum pernah ke sana. Sekalian ingin tahu bima asri sebelah mana, dan letak cluster lainnya…
Mohon infonya yah…
Terima kasih…
Agustus 29, 2007 pukul 2:59 am
Mas Bogi,
Beranda Golf itu dimana ya..? peta sih gak punya. enakan jalan-jalan langsung ke Grand wisata. Ntar bisa sekalian jalan-jalan ke KL ( disekitar GW ) .
Salam,
Agustus 29, 2007 pukul 5:00 pm
Waduh saya juga nggak tahu pak Slamet… makanya nanya.. hehehe..
BTW mengingat banyak yang tinggal di GW dan KL, mungkin bisa dibikin semacam mailing list jadi share dan silaturahminya bisa lebih lancar begitu… (cuma usul…)
regards
Agustus 31, 2007 pukul 6:01 am
Setuju dech buat miling list GW dan KL, saya kebetulan tinggal di GW
Salam,
September 1, 2007 pukul 7:43 am
Saya baca di Kompas, Kereta Express jurusan Serpong akan ditambah pemberangkatannya sampai jam 22.00. Kira2 bisa usul untuk menambah jadwal Bekasi Express juga gak yah..?
Khan lumayan kalau ada alternatif angkutan umum ke jakarta… syukur-syukur bisa berhenti di stasiun tambun sehingga lebih dekat ke KL dan GW…
September 2, 2007 pukul 10:59 am
Setuju untuk buat mailing list
September 3, 2007 pukul 11:23 am
guys…gimana? naksir ma dukuh bima???? halooo juga pada para planner di GW..gw punya ide neh..bikin mall donk yg ada cinema XXI n JCO,breadtalk n starbuck..
September 4, 2007 pukul 3:57 am
mailing List boleh juga tuh………tapi mesti ada keterbukaan donk. contohnya kaya diatas; nama kita gak usah pake nama samaran donk………gimana???????kita mulai dari situ dulu baru kita bicara teknis bagaimana kita buat mailing list itu.
Cheeers,
September 5, 2007 pukul 10:02 am
halo…halo…ikutan dunk…
kalo perumahan Permata Legenda itu sebelah mana GW? jauh ga? ato Permata Legenda itu Kota Leganda? ga ngerti nih…he..he..he..
September 5, 2007 pukul 12:31 pm
permata legenda itu di dukuh zamrud dekat dgn taman bumiyagara…kira2x 2KM dari dukuh bima..tp disana dah ada ATM BCA,mini market,tempat makanan,apotik…lumayan hidup seh… mendingan beli di bima aja..kan hemat bensin kalo mau ke tol GW….lebih tenang n terkontrol lg keamanannya…ada Al Azhar jg dlm komplex bima… tp hrg rumah disana ckp tinggi jg seh tuk levelnya…
September 6, 2007 pukul 2:45 am
Temen2 di Dukuh Bima………. ada yang bisa bantu saya gak ya….. Saya mau cari tukang Bor sumur air tanah, yang kualitas kerjanya bagus dan…….murah tentunya. Saya mau buat sumur bor di rumah saya di Bima Asri. kalo ada yang bisa bantu, makasih banget nih……….
salam,
September 6, 2007 pukul 5:31 pm
Saya punya kapling yang luasnya sekitar 480m2 di Bima Buana. Rencananya akan saya jual untuk membangun rumah di tempat lain. Apakah ada yang bisa memberi gambaran kira-kira berapa harga tanag per meter di Bima Buana ya? Teima kasih sekali kalau ada yang mau memberi info.
September 7, 2007 pukul 2:48 am
Pak Diego,
kalau sebagai gambaran harga NJOP tanah di Bima Asri Rp.614,000/ m ( seperti rumah saya disitu ). tapi di bima asri ini harga jual tanah kapling sudah mencapai 1 jt – 1,1 jt/m. Mungkin kalau di Buana harganya dibawah itu, karena lokasinya lebih kebelakang dibanding Bima Asri yang lokasinya didepan.
salam,
Salam,
September 7, 2007 pukul 5:00 pm
Terima kasih Pak Slamet, saya jadi bisa mulai itung-itung buka harga penawaran. BTW, setelah membaca berbagai posting teman teman tentang perkembangan di Dukuh Bima saya jadi mikir-mikir lagi untuk jual kapling saya. kayaknya kok tambah seru yah tinggal di Dukuh Bima. Saya pernah tinggal di sana tahun 1998 sampai tahun 2000 dan rasanya sepi banget, walaupun sudah ada sekolah Al Azhar (masih ngontrak di Ruko Bima). Sekarang saya lagi tugas di luar Jkt dan gak pernah memantau perkembangan DB lagi. Anyhow, thanks untuk segala infonya, saya akan selalu mengikuti diskusi ini. Cherio
September 8, 2007 pukul 3:28 pm
Agustus lalu saya cek NJOP tanah Bima Duta Rp702,000 tapi harga pasarnya katanya sudah lebih dari Rp1 jt, cocok seperti yang dibilang Mas Slamet.
September 10, 2007 pukul 2:48 am
halo..halo..mo tanya lagi donk…di perumahan dukuh bima dan sekitarnya kualitas air tanahnya gimana? bagus ga? seberapa jauh dari TPA bantargebang?
September 10, 2007 pukul 3:09 am
kalo ke TPA bT gebang, masih jauh ya…. tapi susah ngukurnya soalnya gak ada akses lurus jalan ke sana. sebagai gambaran dari DB ke perumahan Bekasi timur Regensi kira-kira 6 km. nah. ……dari BTR itu ke TPA masih jauh juga……tanya orang BPN kali yeeeeee.
salam
September 11, 2007 pukul 7:44 am
Pak Slamet, mau info-nya dong? Saya punya rencana tinggal di DBima tahun depan, kalau jalan-jalan malam hari disana sekarang ini (jam 1/2 8 an) sepertinya ko kurang terang ya, sekarang ini masih sepiii lagi, apa model penerangannya begitu?, terus di DBima memang tidak ada rukonya ya (ada bagunan ruko lama tapi sepertinya tidak ada isinya), Oh ya satu lagi Pak, kalau SD dan SMP Negeri yang layak dan bagus disana kira-kira dimana ya.
Thanks alot
September 11, 2007 pukul 1:32 pm
Mba kalo boleh saya bantuin Pak Slamet..Di dukuh Bima termasuk aman walopun kita pulang ampe jam 12 malam..karena penduduk aslinya baik2x..mereka bersahabat dengan pendatang…dan lurah disitu termasuk orang kaya lama…dan rata2x penduduk aslinya tidak sirik dengan pendatang…setau saya,penduduk disana masih suka tolong menolong karena daerahnya lumayan subur..jadi tidak gampang emosi..saya sering beli nasi uduk dari penduduk asli yg jualan disana n mereka tidak mbedakan harga pendatang dengan harga penduduk aslinya..mereka cukup fair..pokoknya kondusif lah..
September 11, 2007 pukul 1:37 pm
menurut saya,penduduk aslinya tidak sejahat yg dikira…krn mereka dari daerah yg cukup subur n ckp rajin…saya sudah tinggal di kota legenda dari zamrud ampe pindah ke bima sudah 12tahun lebih..saya sendiri orang chinese…saya tidak dapat perlakuan macam2x…dan kami sekeluarga juga sering pulang malam diatas jam 10 mlm… daerah nya emang agak sepi…tapi sangat aman..saya jamin deh…
September 11, 2007 pukul 1:44 pm
kalo aer tanahnya cukup buat mandi n semprot taman..ga bgs buat minum..kalo mau gali sumur ckp 10mtr dah ada aer…pokoknya ckp enaklah tinggal di bima..menyatu dgn alam…udara paginya msh enak bngt…beneran deh…orang tambun aja pd suka olahraga di bima…emang bima bkn areal komersil..tp kl mnrt saya mah kalo perlu jngn ada daerah komersil…jd gak nyaman… suerr deh…biarin aja areal komersilnya di GW aja..jd kita bisa hidup tenang..iya gak????
September 11, 2007 pukul 1:48 pm
kalo mau cari bor sumur coba hub pak cari di 02193296749…di mandor yg berkuasa di dukuh bima….org nya baek kok..anak buahnya jg ckp terpercaya…dia punya banyak chanel…pokoknya dah kyk yellow pages…hehe…
September 11, 2007 pukul 8:04 pm
Saya hanya mau tambahin info dari pak Gerry mengenai pak Cari yang bisa bantu ngebor, waktu saya masih tinggal di Dukuh Bima antara tahun 1998-2000, Pak Cari sudah ada disana dan saya suka minta bantuan dia untuk perbaiki rumah dan ngecat. Dulu dia tinggal di bedeng di dalam Dukuh Bima, dan jadi mandor dari salah satu kontraktor di KL. terakhir saya minta bantuan dia untuk ngecat dan perbaiki rumah saya di DB. Nampaknya dia cukup recommendable dan bisa dipercaya.
September 12, 2007 pukul 1:34 am
tanya lagi donk…
tanah di dukuh bima dan sekitarnya itu, dulunya apa ya? rawa, sawah atau tanah padat? trus kalo mo ambil air tanah buat minum, harus gali berapa meter? thx.
September 12, 2007 pukul 5:02 am
Thanks pak Gerry, Pak Diego and semuanya……….
Atas infonya untuk rekomendasi tukang buat sumur bor.
Buat mas jack, setahu info yang saya dapat lokasi DB itu dulunya ya tanah kering, tanah kebon. Bukan tanah rawa atau sawah. dari sisi geografis, contohnya untuk di Bima Asri atau Bima Duta, ketinggian permukaan tanahnya 1 metr diatas permukaan tol JKT-Cikampek.
Salam,
September 12, 2007 pukul 8:21 am
Buat mas Jack,
Berdasarkan pengalaman teman2 di kawasan Kota Legenda & sekitarnya untuk mengebor sumur agar mutu airnya cukup jernih & bening kira2 dibutuhkan kedalaman +/- 30 meter ( 7 atau 8 pipa pvc ). Walaupun sebetulnya tanah di kawasan KL dibor sampai kedalaman 3 meter atau bahkan kurang dari itu sudah keluar airnya. Namun biasanya mutunya kurang bagus & berwarna kuning, tetapi ada lokasi tertentu tidak perlu dibor dalam2 airnya sudah cukup bagus. Dengan kedalaman 30m tsb, jangan khawatir mesin pompa kita terutama pompa biasa (bukan Jet Pump) tidak mampu menyedot air, walaupun sumur kita dalam tetapi permukaan airnya tidak dalam jadi pompa tetap mampu menyedot.
Untuk menghindari air yg kita dapatkan berwarna kuning, saran saya, pada waktu ngebor diusakan kita tungguin & cobalah air yg sudah keluar kita tes secara sederhana dengan mengambilnya segelas. Air yg sudah kita ambil pakai gelas tsb kemudian kita masukkan satu sachet teh celup ke dalam gelas itu. Tunggu kira2 satu menit, bila air dalam gelas tsb berwarna menjadi biru bahkan lama2 hitam berarti mutu air masih jelek & nanti kalau didiamkan agak lama menjadi kuning. Sehingga kita perlu minta tukang untuk mengebor lebih dalam lagi, sampai kalau kita tes pakai teh celup warna air di dalam gelas ya normal warna minuman teh seperti pada umumnya. Bilamana sudah didapatkan hasil tes, dengan hasil warna minuman teh yg normal maka air yg kita bor pasti hasilnya warnanya putih & jernih.
Saran saya lagi sebaiknya air tanah yg sudah diperoleh walaupun warnanya putih & jernih jangan dikonsumsi untuk minum & masak, pakai aja air mineral. Kecuali sudah di tes di laboratorium dengan rekomendasi layak untuk dikonsumsi.
Salam,
September 13, 2007 pukul 4:00 am
Buat Mas Gerry,
Makasih banget infonya. Kebetulan saya sekarang ini kerja di Lippo Cikarang, disini perumahannya tidak boleh pakai pagar. Denger-denger info, dulu katanya di DB juga konsepnya tidak boleh pakai pagar ya, tapi saya lihat di DB rata2 pakai pagar sekarang. Saya perlu info lagi nih, bagaimana peraturan sebenarnya di DB,terus tentang pengelolaan di DB /City Management nya bagaimana?
Thanks B4
Salam
September 14, 2007 pukul 3:11 am
Halo semua,
Salam kenal terlebih dahulu buat semuanya… terimakasih banyak atas sharing info mgn daerah sekitar GW dan KL khususnya. Kebetulan saya ada rencana utk moving ke DB, namun sblm pindah kesana saya berencana utk melakukan sdkt renovasi thd rmh yg akan saya tempati, apakah ada rekan-rekan yang punya rekomendasi kontraktor yg cukup baik utk melakukan renovasi di DB dan apa ada syarat-syarat perijinan yg hrs diurus jg?. Thanks buat infonya
September 14, 2007 pukul 10:43 am
Mbak dan Mas sekalian,
bantui’in informasi dong bagi yang domisili di GW maupun sekitar GW.
Mohon infonya mengenai sekolah SD yang deket dengan GW (karena GW sendiri belum ada fasilitas sekolah saat ini).
Rencana saya pindah ke GW tahun depan (tahun ajaran baru sekolah), serah terima rumah Maret 2008.
Mohon info detail ya Mbak dan Mas mengenai lokasi sekolah SD dan lembaga pendidikannya.
Istri saya keberatan pindah ke GW karena masalah sekolah anak-anak.
Thanks atas infonya.
September 15, 2007 pukul 3:30 am
SD Swasta SD Al-Azhar, IPEKA Untuk SDN unggulannya SDN 01 Mekarsari Tambun (belakang Polsek Tambun), SDN Setia Darma 01 (didepan Polsek), sedangkan untuk SDN yang lain di perum P & K ada SDN, didepan desa kantor desa lambang sari ada 2 SDN juga, ayooo pindah biar cepat ramai
September 17, 2007 pukul 4:38 am
Mas Dimazz, kalau SD IPEKA masih satu komplek GW, agak ke pinggir, kalau masuk lewat pintu utama terus aja, nanti ada komplek sekolah di sebelah kanan, sekolahannya baru sampai SD, bangunannya sih kelihatan masih apa adanya. Kalau yang lebih lengkap ada di KL, SD Al Azhar kalau yang lain saya belum tahu.
September 17, 2007 pukul 4:50 am
Iya , Didepan Depan komplek Dukuh Bima juga ada sekolah swasta “AN-Nadwah”, Trus ada SD negeri di depan kantor kelurahan lambang sari.
salam,
September 18, 2007 pukul 7:36 am
bENER GA SIH…..
KATANYA NANTI ADA BUKAAN PINTU DARI GW MELALUI LAMBANG sARI, SO JIKA DARI DB MENUJU GW CUMA LURUS SAJA (nYEbERANG JALAN), GA MESTI BELOK KE KIRI LAGI.
September 18, 2007 pukul 2:09 pm
memang waktu itu ada peraturan dari developer yg melarang mgunakan pagar…tp seiring wkt,mereka mbebaskan para penghuni tuk memasang pagar…manajemennya seh ckp longgar…tapi mereka sudah galak terhadap para masyarakat yg dtng dari luar bima..mereka juga suka melakukan SIDAK melalui bantuan polisi sekitar di jalan raya bima..kalo mslh jalan yg tembus dari GW ke bima itu ckp benar,krn temen pa2x saya orang PEMDA situ bilang bakal ada jalan tembus…dan bocorannya lg kalo jalan dari GW ke bima akan dibuat jalur 2 arah di cor…pokoknya seh ckp positif jg isu itu…. kalo gak salah seh aksesnya dari the great market palace…ada isu lg kalo akan dibangun hero supermarket…bener gak yah??? tlng di klarifikasi yah…hehe…maju terus GW n Bima yah…
September 18, 2007 pukul 2:15 pm
kalo saran saya buat para pengembang GW sebaiknya segera bangun sebuah mall yg cukup mewah supaya ada suatu fenomena yg ckp mguncang kota bekasi…kan ada pepatah..ada gula ada semut…makin bnyk gulanya,otomatis semutnya jg bnyk…DEAL?????
September 18, 2007 pukul 2:29 pm
ohya buat masukan aja neh buat para pengembang GW…sekitar 1bln yg lalu saya maen ke gading serpong..saya maen ke mall sumarecon serpong..ternyata tempatnya ckp eksklusif dgn brand yg ckp terkenal…ada starbuck,body shop,cinema XXI,Jco,Breadtalk jg dll..tuk ukuran pinggir kota,mal nya ckp bonafit jg..makanya saya menyarankan tuk GW agar segera memikirkan dan segera mbangun mall yg ckp bonafit agar para orang2x menegah keatas mau stay di GW..kan yg untung GW jg..iya kan??? GW musti buat grebrakan yg spektakuler….supaya brand GW dikenal sebagai kawasan termewah dan terlengkap di bekasi…stuju teman2x????? MAJU GW & BIMA !!!!!!!!!!!
September 18, 2007 pukul 2:31 pm
penduduk sekarang jg sudah ckp mapan tuk mbelanjakan uangnya di mall yg bonafit…drpd musti jauh ke PS mending ke mall GW aja…oke????hehe..Good luck yah GW!!!!!
September 18, 2007 pukul 4:18 pm
Pak Gerry, thanks infonya….tolong kalau ada bocoran info lagi, boleh dong di share biar GW dan DB semakin menarik. Pak Slamet kapan nih mulai bikin milisnya? Ditunggu euy…
September 19, 2007 pukul 1:48 am
Kebetulan baca, mertua saya mau jual rumah di b=ima buana XII Ls. Tanah (+/-) 160 kurang tau persisnya berapa yang pasi 2 tingkat, km 3 1 km utama + km dibawah, 2 diatas, kamar mandi ada 3,2 dibawah 1 diatas, kondisinya baru saja dicat ulang dan renovasi,harga jual 335 juta (nego), thanks yah kali2 ada yang berminat.
September 19, 2007 pukul 2:33 am
Untuk buat milis sih kita setuju banget. So……siapa ya diantara temen kita yang faham SOAL TEKNOLOGO iNFORMASI. soalnya gue termasuk orang PENGGUNA IT saja.
lanjuuuuuuuuuuut……….
September 19, 2007 pukul 9:44 am
kemaren jumat saya ketemu ma senior saya yg buka praktek dktr gigi di zamrud legenda sehat…kata dia pasiennya ckp berani byr mahal tuk pelayanan kesehatan giginya…saya ckp heran jg..tp memang klinik legenda sehat ckp ramai jg seh..obatnya jg ckp lengkap…saya jg berniat tuk buka praktek di sekitar legenda setelah selesai masa koas..doakan saya yah….
September 19, 2007 pukul 1:48 pm
rumah-rumah di GW kok mahal2 ya?
tapi kok kayaknya laris manis…ngomong2 berapa persennya tuh pembeli yang make KPR?
kayaknya masih perlu sekitar 7-8 tahun lagi supaya GW sesuai dengan masterplannya…dan suatu saat nanti…kalo fasilitas di sekitar danau dah jadi barulah harganya mulai tak terjangkau…
kalo buatku…takkan pernah terjangkau neh…
September 19, 2007 pukul 8:08 pm
Pak Gerry, semoga cepet selesai masa koasnya en buka klinik di DB. Biar semakin rame dan menarik.
September 20, 2007 pukul 3:08 am
you are right bro what a pity man…
saya waktu ngambil yg di cluster deket danau, setiap satu minggu harga berubah-ubah naik sekitar 10juta untuk tipe yang sama di cluster yg sama. klo saya terlambat ngambil waktu itu, maka harganya udah ngga kejangkau sama saya lagi. kebetulan saya juga hanya mampu beli pake kpr 10 tahun.
semoga masterplan bisa terwujud tidak sekedar plan…wong namanya plan..hiiihhii, rencana tahun depan saya pindah ke rumah tsb.
September 20, 2007 pukul 4:51 am
makasi bnyk tuk doanya Pak Diego…iya memang GW harganya gila2xan…naek terus…udah lbh mahal dari rmh sama developer di cibubur…mereka pengen kalahin perumahan yg sudah jd disekitar bekasi…tapi menurut saya GW ckp nyaman n teratur…keamanannya jg oke…maintenencenya jg maknyus…haha…walaupun saya tinggal di bima,tp saya bangga juga dengan GW….mudah2xan lama kelamaan kondisi ini terus meningkat…..semangat yah para staf pengembang GW !!!! kami berharap kepada ide2x cemerlang mu….
September 20, 2007 pukul 7:58 am
Bagaimana dengan Mediterania Regency Cikunir ?
Ada yang bisa kasih referensi
Tks
September 20, 2007 pukul 10:58 am
kalo di GW pasar paling deket dimana sih?
emang ada pasar tradisional sekitar situ?
September 20, 2007 pukul 1:39 pm
setau saya pasar tradisional yg paling deket tuh di dpn perum bumiyagara…sama pasar di dukuh zamrud di blok s dkt masjid… tp bnyk jg kok ibu2x yg bawa blanjaan pake motor…kalo mau enak blanja aja di kerfur tinggal keluar di tol bks timur…tolnya gak byr lg alias gratisss… sip kan?????
September 20, 2007 pukul 1:46 pm
guys ada yg pya info soal penggarapan tanah di depan komplex mutiara gading???? kalo ada yg tau kbr2xin yah.. saya penasaran neh…
September 20, 2007 pukul 11:11 pm
Hallo..hallo…
ada milis buat penghuni grand wisata…daftar aja di grandwisata@yahoogroups.com.
September 21, 2007 pukul 2:25 am
Maksud mas Gerry yang didepan Gerbang MGT di pintu timur ya? yang deket perum KODAM kan…..saya juga penasaran. katanya sih mau dibuat Ruko. Oh ya…….Pasar Tradisional ada juga di Mutiara gading deket Blok C. pasarnya kecil tapi komplit lho
Lanjuut….
September 21, 2007 pukul 3:59 am
yup!!! ruko lg Pak??? wah…udah bnyk bngt yah ruko di sekitar situ…nanti mau jualan apalg yah…di vila asri aja rukonya gak begitu sukses… kalo isu hero itu gmn yah Pak??? beneran gak seh???katanya gak jd dibangun di dpn jatimulya..Pak kalo ada bocoran2x,kbr2xin yah Pak.. makasi..
September 24, 2007 pukul 6:49 am
grand wisata emang hebat ………….. cuma hati2 kalo invest ruko… soalnya … ruko setelah bundaran ……… kemungkinan jadi ruko mati …………… apa sebabnya ….. menurut gw … ruko itu gak ada akses lagi ……. cuma layani… GW …. mulai sesebration …. sampe danau … jalan buntu…. kapan danau di bangun… juga blom jelas…. malah kalo diperhatikan… pembangunan udah mulai berhenti…. cek lapangan dah……..
September 24, 2007 pukul 1:58 pm
tp gak jg seh..krn mereka developer profesional..bukan anak baru kemaren…saya kan tinggal di bima n setiap hari lewatin sana..slalu ada perbahan tiap minggunya…mungkin org awam gak terlalu perhatiin…coba lihat ke dalam2xnya…udah bnyk perubahan…suerr deh…mereka gak akan bangun kuburan tuk dirinya sendiri..ruko dah ada yg mulai beroperasi..dia buka agen property Pro Home di sebelah bunderan…tetap semangat GW!!!! bnyk yg mdukung mu!!!!!
September 25, 2007 pukul 5:39 am
mau nanya donk….
ada satu faktor yang gak kalah pentingnya..
“soal kualitas air tanah”
walaupun pengembang-pengembang di KL dan GW
menyediakan air pam ( ada atau nggak yah ??? )
kita kan tetep butuh air alami / yang disedot dari tanah.
ada yang bisa kasih informasi mengenai kualitas dan kuantitas air tanah di kawasan tersebut
thanks….
September 25, 2007 pukul 6:05 am
halllo………….
saya masih minat kiosnya, kira kira masih ada, tolong kabarin ke email saya untuk lokasi pasar modern grand wisata bekasi timur.
terima kasih
September 26, 2007 pukul 2:29 am
Mas ganjar,
Mendingan langsung dtg ke pemasarannya deh.buru-buru….. soalnya saat ini lokasi kios dipasar modern ini proses pekerjaanya landclearingnya sudah hampir selesai. didepan pasar modern ini juga sedang dibangun halte feeder busway
lanjut….
September 27, 2007 pukul 3:34 am
kalo aer tanah di KL seh lumayan bersih n bnyk…soalnya gw jg gunain itu…gak perlu gali dalam2x kok…gw aja dah mau lima yahun pake aer tanah msh oke tuh ampe skrg..msh kenceng aernya..tp emang gak bisa buat minum..cm bs buat mandi cuci n siram tanaman aja…ohya kmrn nyokap gw telp ke GW,katanya segera dibangun mall GW..tp lokasinya belum tau neh..harga rumahnya jg akan disesuaikan lg setelah tgl 1oktbr…buruan lah kalo mau pindah…
September 27, 2007 pukul 3:44 am
ohya ada yg mau beli rumah gw gak di dukuh bima buana??? Lt.164m Lb.120m.2lt,listrik 2200W,carport tertutup,3KM,3KT,ada bath up,kamar mandi kering,hunian asri,dapay matahari pagi,pakai pagar permanen,kabel listrik,telp,Tv dalam tembok..dijual 450jt nego..bila berminat hub gw di 08179894513 (24jam)… lebih murah dari GW kan???
September 27, 2007 pukul 4:07 am
gw jg mau jual rumah di dukuh zamrud blok U1 no.52..lt.167m.lt110m..1lt,listrik2200W,ada line telp,2KT,2KM,teduh,tenang walopun dekat dengan jln raya…jalan depan 12m..pakai pagar permanen..aer tanah..dekat ATM BCA…gw jual 220jt(nego)..kalo berminat hub gw yah di 08179894513 24jam..
September 28, 2007 pukul 1:46 am
[...] Terbaik di Bekasi (109 comments). Terbaik di Cibubur (101 comments). Perbandingan di Cibubur, Citra Grand vs Kota Wisata (32 comments). Perbandingan di Cibubur, The Address vs Bukit Golf (41 comments). Perbandingan di Cibubur, Citra Grand vs Cibubur Country (26 comments). Survey, Cibubur Country (13 comments). Terbaik di Tangerang, BSD City vs Bintaro Jaya (12 comments). Perbandingan di Pamulang Tangerang, Puri Bali vs Villa Inti Persada (46 comments). Terbaik di Cipondoh Tangerang (9 comments). Terbaik di Cikeas Bogor (20 comments). Terbaik di Sawangan Depok (8 comments). [...]
September 28, 2007 pukul 2:08 am
Wah Pak Gerry,
kayaknya punya banyak simpenan rumah nih……yang di DB itu di cluster mana ya?
Oktober 1, 2007 pukul 6:16 am
tolong dong kasih referensi arsitek daerah sekitar kota ledenda, aku rencana mau bangun rumah di dukuh bima, thanks
Oktober 1, 2007 pukul 7:39 am
hello … ikutan lagi ya …..
Buat temen-temen di GW, DB dan sekitarnya saya mau tanya nich … disekitar situ dimana masjid yang cukup besar …. Karena saya pernah tanya ke Pemasaran GW mereka belum tau dimana area / tempat ibadah akan dibangun ….
Oktober 1, 2007 pukul 9:16 am
ho..hoo… rame juga ternyata diskusinya..
saya juga rencana pindah ke GW juli tahun 2008 di River garden…saya setuju dengan pak geryy,,,tiap minggu kalau lewat GW pasti ada progressnya…saya yakin GW akan sukses..semangat terus buat temen2 ber-”plat mobil” GW-DB-KL….ayo bikin mailistnya..
salam kenal
Oktober 2, 2007 pukul 12:52 am
bos – bos yang tahu … harga kios di pasar tradisional grand wisata share disini dong??? lagi cari kios- ni……. Ini pasar nantinya jadi seperti yang di BSD ya…. GW emang hebat….
Oktober 2, 2007 pukul 1:46 am
Mas Ical,
kalo Masjid yang cukup besar tuh ada di Dukuh Bima, sebelahan dgn sekolah al-azhar. Memang masih dalam tahap pembangunan tapi lantai -2 nya sudah di pakai. dan interiornya cukup enak dech……, tempatnya nyaman dan lingkungannya nyaman seperti pada umumnya lingkungan DB.
Lanjuuut
Oktober 2, 2007 pukul 7:57 am
buat Pak Slamet M…dukuh bima buana…kalo bapak berminat liat aja tempatnya…saya ada selalu ditempat…
Oktober 3, 2007 pukul 4:08 am
Thanks infonya Mas Slamet ……
Paling tidak ada masjid yang dekat dengan GW, sampai menunggu GW membangun kawasan tempat ibadahnya ….
So …. jadi yakin nich tahun depan bisa pindah langsung di water garden kalau sudah jadi rumahnya …..
Oktober 4, 2007 pukul 5:18 am
Untuk penghuni Grand Wisata sudah ada milist nya grandwisata@yahoogroups.com
Oktober 4, 2007 pukul 5:21 am
To Ical, Dari GW ke KL Dukuh Zamrud ada satu mesjid cukup besar disebelah SMA Negeri …
Oktober 4, 2007 pukul 5:23 am
To Inggit, Clusternya River Garden atau Water Garden? Setahu saya yang serah terima Juli 2008 adalah Water Garden
Oktober 4, 2007 pukul 5:35 am
To Mas Dimaz, Ada juga sekolah unggulan Al-Muslim kira-kira 2 km dari jembatan legenda kearah timur, katanya sih punya Amien Rais dan setara dengan Al-Azhar, uang masuknya memang agak besar juga, kalau saya lihat justru itu sekolah Elite lho
Oktober 4, 2007 pukul 6:35 am
wah…yang mo jadi orang grand wisata semangat amat….
btw…saya udah menghuni grand wisata sejak januari 2007 di festive garden….
oh ya ada yg lokasi kerja di daerah thamrin ngga …?
bagaimana kl kita bikin angkutan GW/KL/DB ke thamrin…soalnya feeder busway yg ada skr jurusan ke Blok M…padahal rata2 penumpang yg naik menuju arah thamrin sudirman…ato kl mau tebeng menebeng…mungkin bisa bikin pangkalan omprengan….kan lumayan ngirit bensin n ngurangin kemacetan…drpd masing-masing bawa mobil sendiri2 …..ada yg setuju….
Oktober 4, 2007 pukul 11:33 am
Iya mas verly, yg bener Water Garden, sering salah ngegabungin antara River Town dan Water Garden…salam kenal mas.
Salam kenal juga buat Mas Ical penghuni Water Garden juga…
Milist GW sepi ni…
Oktober 4, 2007 pukul 1:19 pm
Mohon informasi untuk yang tinggal di GW. Kalau airnya apakah menggunakan air PAM atau GW punya pengelolaan air sendiri seperti di BSD? Thanks
Oktober 4, 2007 pukul 1:36 pm
Untuk enit, setuju kalau ada feeder ke thamrin… atau ada feeder ke stasiun kereta bekasi juga ok tuch… (untuk yang suka naik kereta)
makin banyak pilihan makin bagus lah…
Oktober 4, 2007 pukul 3:36 pm
Newbie nih..
saya dpt tawaran tanah kavling dari perusahaan di kawasan kota legenda, sekitar 2,5km dari pintu tol Bekasi Timur, Wilayah Kelurahan Mustikasari dan Pedurenan Kecamatan Bantar Gebang.
karena saya buta tentang Bekasi, mohon info bgmn area tersebut? kira-kira berapa ya harga pasaran per m2.
tks.
Oktober 5, 2007 pukul 6:49 am
Salam kenal juga buat Inggit ……
Maksud mas verly yang dekat dengan SMAN 9 ….. cukup jauh ya …..
saya setuju dengan mas bogi feeder bus ke stasiun kereta bekasi biar lebih praktis lagi …….
Oktober 8, 2007 pukul 1:46 am
Wooiiii….
Siapa nih yang pada mudik lebaran……….kalo saya termasuk penunggu rumah setia……………….gak mudik karena anak kayaknya gak tega dibawa jalan jauh.
Oktober 8, 2007 pukul 6:07 am
saya punya rumah di MGT2, kalo sabtu – minggu saya suka disana terutama pagi hari, udaranya masih lumayan sejuk, dibanding di Pekayon (rumah saya sekarang), keamanan lumayan baik, jalanan aspal, sepertinya mereka terus membangun, dan harga mulai naik saat ini mungkin akibat dari pintu tol TAMBUN?
Oktober 8, 2007 pukul 7:01 pm
Mengutip dr Nzf di atas..(ngikut nimbrung..)
Saya dpt tawaran tanah kavling dari perusahaan di kawasan kota legenda, sekitar 2,5km dari pintu tol Bekasi Timur, Wilayah Kelurahan Mustikasari dan Pedurenan Kecamatan Bantar Gebang.
karena saya buta tentang Bekasi, mohon info bgmn area tersebut? kira-kira berapa ya harga pasaran per m2.
Thanks.
Oktober 20, 2007 pukul 6:47 am
dear all (ikut nimbrung neeh
saya mau mencari rumah didaerah bima asri ato bima duta
bisa bantu infonya ga ya???thanks before
Oktober 22, 2007 pukul 5:32 am
Mas Hengki,
Ada tuh di BIma Asri 7. Nomor rumahnya lupa, cuma ada tulisannya di juak kok. katanya harganya 230 jt. LT. 126/ LB. 60. On the spot aja langsung liat rumahnya
Oktober 23, 2007 pukul 4:44 am
Pak Slamet Mohon maaf lahir batin yah..Pak Slamet saya mau tanya,kalo harga pasaran rumah di bima asri yg tipe barkeley n miami berapa an??ada yang jual gak?? makasi sebelumnya Pak.
Oktober 24, 2007 pukul 2:48 am
Mas Anjar dan para penghuni DB & GW……
Minal Aidin Wal Faidzin ya…..
Mohon maaf lahir batin…….
Maju terusss Dukuh Bima & GW…
Oktober 30, 2007 pukul 5:43 am
sepi nih komentarnya……
pada kemana ya…….apa masih pada terjebak dikampung?
yang masih minat beli pasar modern di GW, kayaknya harus jadi penonton dulu nih…….katanya saat ini semua kios sudah habis terjual…….
Oktober 30, 2007 pukul 6:24 am
iya neh pada kemana yah???? jangan2x pada tinggal disana n gak balik2x neh..nyasar masuk tol.haha…masa udah terjual hbs???? hebat donk…ohya alfamart jg dah ada di ruko GW…hayo yg laen jg pd buka donk…kan pembelinya nanti bukan dari GW aja tp dari sekitar GW…ohya Pak Slamet minta infonya donk soal harga rumah tipe 164/100 di DB..thq be4…
Oktober 31, 2007 pukul 4:33 am
halo???? anybody home???????
Oktober 31, 2007 pukul 9:31 am
Pak slamet,
pasar modern itu sudah dibuka atau masih tahap pembangunan?
wah keliatannya akan ramai sekali nich.. btw apakah ada angkutan di dalam kompleks GW ya pak?
oh iya… met lebaran .. maaf lahir bathin
November 1, 2007 pukul 8:40 am
Met lebaran juga ……..
Setahu saya pasar modern masih dalam tahap pembangunan (dekat pintu masuk jembatan legenda dari kali malang) ….
Mau nanya nich untuk penghuni rumah di grand wisata ….. waktu pindah kemarin kena biaya “preman” nggak, masalahnya saya denger di perumahan2 seperti Lippo Cikarang, Delta Mas, Daerah Bintaro, BSD City dll, kalau kita mau pindah kena biaya “preman”. Mudah-mudahan grand wisata amaaaaan ……..
November 3, 2007 pukul 9:28 am
Assalamu’alaikum….ane ngutip dari Nzf juga, tolong penjelasannya dunk, bagi yang ngerti….
saya dpt tawaran tanah kavling dari perusahaan di kawasan kota legenda, sekitar 2,5km dari pintu tol Bekasi Timur, Wilayah Kelurahan Mustikasari dan Pedurenan Kecamatan Bantar Gebang.
karena saya buta tentang Bekasi, mohon info bgmn area tersebut? kira-kira berapa ya harga pasaran per m2.
tks.
November 3, 2007 pukul 2:34 pm
kalo di dukuh bima dulu pernah dipajakin ma preman situ,tp setelah salah majekin,yg dipajakin itu aparat,jd kemaren aparat sempet ciduk preman preman disekitar situ…yah kl di bima seh preman ckp jiper jg…tp kl di GW seh kagak tau deh…
November 6, 2007 pukul 4:45 am
Mas Gerry,
Kalau ruko yg di DB itu (d/h mungkin bangunannya unik ya spt rumah2 di DB, tapi skrang jg msh lumayan seh bagus, hanya agak menyeramkan) sebenernya untuk apa en punya siapa?, kalo ada pemiliknya atau milik pengembang, apakah tdk ada rencana untuk buka rukonya? Kan sayang kalo ga dimanfaatkan.
November 6, 2007 pukul 8:01 am
Dear all,
Permisi Numpang nimbrung neh…
saya punya rencana beli rumah di daerah dukuh zamrud
tapi agak ragu2x… pingin cari info, kira2x enak ga lingkungannya, bulan feb 2007 kemaren kena banjir ga???
akses ke luar arah tol GW macet ga klo pagi jam brangkat kerja. soalnya klo liat jalannya kok sempit banget
November 7, 2007 pukul 4:31 am
Sebenarnya jalan raya kota legenda sampai Dukuh Zambrud badan jalannya bagus…….cuma kualitas jalannya kurang bagus. Mungkin karena jalan ini dalam wilayah pemerintah kabupaten Bekasi ya………bukan kotamadya Bekasi. So Buat Pak yudhi…..Bagus juga, cuma memang jarak tempuh dan waktu tempuh menuju Gate Tol di GW lumayan jauh juga. Soal macet…..sih cuma biasanya karena angkot yang naik-turun penumpang aja….gak ada macet yang parah. Kalo mau yang deket Tol GW dan GW ya di Dukuh BIma aja…….masih banyak rumah-rumah kosong yang mau dijual pemiliknya………….soal harga memang lebih mahal dari zamrud
November 7, 2007 pukul 7:16 am
dukuh zamrut februari 2007 tidak banjir secara tinggi kalo di ukur tingginya diata tol cikampek jadi klo d zamrud banjir tol cikampek da tengelam… aman p yudi.. gak banjir.. aku tinggal disitu
November 7, 2007 pukul 12:38 pm
yup emang gak banjir…apalg kalo yg didaerah blok U…lbh tinggi bngt dari mana2x..kalinya gak aktif kok..cuma dari perumahan disekitar situ aja…gak ada arus kiriman dari bogor..kalo perum kemang emang dapat jatah kiriman aer dari bogor..td saya dengar dari tukang ojek di buana kalo mutiara gading banjir di jalan raya..karena jalan raya lokasinya di bawah kali di buana..
November 7, 2007 pukul 12:48 pm
kalo suasana di zamrud lbh menyatu dgn lingkungan..lbh adem n lengkap buat cari makanan…ada atm BCA juga kok buat org zamrud..apotik n klinik jg menjamur..saing-saingan..hehe..alfamart n indomart jg ada..tmpt buat fitness jg ada..lumyan lah.kalo di bima cenderung individual gak kyk di zamrud..nanti kalo saya merit,saya akan stay di zamrud..krn lbh sejuk..tp cm jauh aja aksesnya ke GW.tp gak hbsin bensin kok.hehe..
November 7, 2007 pukul 1:05 pm
setau saya seh rukonya waktu sblm krismon sempet aktif,tp emang kurang strategis aja n kurang menjual krn jalurnya buntu bukan jalan lintasan…kyknya udah ada yg punya seh..kl di jamrud rukonya lbh prospek..apalg kl di GW maknyus..haha harganya jg maknyus..hehe..
November 9, 2007 pukul 8:40 am
Rencananya saya mau pindahan sekitar bln Juni tahun depan ke Bima Buana, sejauh ini yg dirasa dan dilihat cuma sepi dan kurang ruko saja, btw lingkungan disitu seperti di villa (spt di Ciater Highland Resort di Subang) ha..ha..ha..
Sekarang ini saya sdh kenal ma tetangga kanan kiri en depan (krn lg renov), syukur orang2nya pada ramah en rame, kata satpam di situ sih katanya didaerah lingkungan saya orangnya kompak2..
Semoga Bima Buana adalah pilihan yang tepat buat saya. Tapi saya juga perlu info-info dari temen-tmen tentang Dukuh Bima ya….
November 12, 2007 pukul 2:43 am
syukurlah kalo Ibu senang tinggal di buana..ngomong2x Ibu tinggal di buana brapa??
November 12, 2007 pukul 3:33 am
Memang sih di DB itu sepi suasananya, emang itu khasnya tinggal di DB. Perumahan ini memang sepertinya di design untuk hunian bukan untuk komersial. jadi ya jauh dari hiruk pikuk keramaian……………
November 12, 2007 pukul 6:03 am
Saya kemaren survey ke daerah Bima Buana. Saya cukup tertarik dengan suasananyan dan berencana mo beli.
Adakah rekan2 sekalian yang tinggal di daerah sini?
bisa kasih info
1. Apakah Jalan akses ke Kalimalang tahun 2008 akan diperlebar? (saya dengar dari tukang ojek)
2. Adakah kereta api express dari stasiun Tambun ke Jakarta? (kalo ada boleh minta schedulenya)
3. Siapa developer Dukuh Bima? apakah nantinya bakal ada pengembangan lagi di kawasan ini?
Terima kasih
November 12, 2007 pukul 10:54 am
kalo setau saya jln yg diperlebar n di cor itu jln dari dukuh bima ke GW,saya tau itu dari org pemda nya..kemungkinan nanti tambun jd statiun besar..developernya dulu itu putra alvita,tp skrg pecah dan berdiri sendiri dgn nama mitra bening lestari.kl pengembangan di bima kemungkinannya kecil..krn developer lg konsen berkembang di zamrud..krn rata2x tanah di bima udah ada yg punya..kyknya benar mnrt Pak Slamet kl di bima itu diperuntukkan untuk hunian..nanti kl dah lama tinggal di bima br ngerasa kl di bima jngn terlalu rame krn suasananya ckp tenang n nyaman….
November 12, 2007 pukul 11:00 am
saya paling senang tinggal di bima tuh bs maen speda n jln kaki pagi2x..suasananya tuh msh asri bngt..n ngerasa kyk di luar kota..sngt peacefull!!! kl buat org tua yg menjelang pensiun tuh cocok bngt!!! dunia serasa cm milik qt berdua..haha
November 12, 2007 pukul 8:57 pm
Pak Aryo, saya ada kavling di Bima Buana. Lokasinya di hoek dan luasnya sekitar 450 m2 an. Kalau berminat melihat nanti saya infokan alamatnya. Buat Pak Gerry, setelah membaca posting anda, saya jadi kangen suasana DB. Apalagi waktu awal-awal tahun 1998 an, kita di Bima Buana kompak banget (waktu itu masih sedikit warganya), hampir tiap malam ronda sama sama. Untuk Pak Selamet, selamat lebaran…..mohon maaf lahir bathin…ditunggu milisnya. Cherio..
November 13, 2007 pukul 2:11 am
Sekaran TOl GW udeh di buka…cuman masalah nya sekarang
jalan yang masuk ke Tol dan keluar tol GW , kayaknya harus
diperlebar dan di bagusin tuch, udeh mulai macet
nich..apalagi klo mauberangkat kerja sama pulang
kerja..duuuhhh…sejak Tol aktif jadi tambah rame—>:(,
dari warga paling belakng…..
Dukuh Zamrud…
November 13, 2007 pukul 2:47 am
hehe..iya balik aja Mas Diego ke bima buana..emang suasananya beda..kyk ada di luar kota yg terpencil..sngt tenang bersahaja..tp kl sekarang suasananya udh agak individu mngkn krn udh mulai bnyk penghuni yg pya urusan masing2x..hehe..tp suasana tenangnya n kicauan burungnya msh tetep ada…
November 13, 2007 pukul 3:20 am
Pak Diego, 450m2 terlalu luas buat saya.
Saya cuman cari yang standard saja 126m2. mungkin ada info?
Pak Gerry, jarak dari Bima ke jamrud berapa km?
saya lihat di peta koq sepertinya jauh? (belum sempat ninjau ke Zamrud)
November 13, 2007 pukul 4:36 am
Saya kelihatannya tertarik dengan Zamrud nih, cuman masih buta dengan daerah ini. Mau nanya aja tentang masalah transportasi:
- Kalau tol dari GW ke kantor di Kuningan habis berapa tiketnya ya?
- Kalau kalimalang dibanding buncit macetnya parah yang mana saat jam sibuk? selama ini lewat buncit.
- Ada nggak jalan alternatif selain kalimalang dan tol?
Terima kasih
November 13, 2007 pukul 4:51 am
Mas Gerry, saya di Bima Buana 15.
Info buat Mas Aryo, kalau berminat rumah di Dk Bima, disetiap cluster rasanya selalu ada yang dijual, coba deh survey ke masing2 cluster, kalau ga salah di bima buana juga ada yg dijual seluas yg Bp. minat (126 m2), mungkin di cluster lain juga ada. Katanya seh, harga rumah di Dk Bima sudah ikut-ikutan naik, mendingan secepatnya saja (biar di Dk Bima jg jadi ramai), terlebih lagi nanti kalau area komersial di GW sudah beroperasi.
November 15, 2007 pukul 3:45 am
Hai
Bisa dibhas perumahan Mediterania Regency Cikunir ga? Aku udah panjer untuk tipe Catania 48/105. Lokasinya 1 rumah dari tol..mungkin sekitar 200m pinggir tol. Sebenarnya aku ga sreg karena logikanya rumah pinggir tol itu bising dan berdebu. Apalagi tipe kecil 1 lantai. Getarannya juga lama-lama bisa mempengaruhi konstruksi. Calonku pengen banget beli, tapi aku gak yakin .
Tolong share dong bagi sapa aja yang tau mengenai masalah ini karena batas terakhir untuk booking fee tinggal 2 hari lagi. Sekaligus kira-kira ada komplek lain di sekitar tol jatibening / cikunir yang oke dan terjangkau atau tidak.
Salam
November 15, 2007 pukul 5:22 am
Hai
Aku moo jual rumah di Taman Bumyagara, +- 2 km dari GW, lt/lb 102/90 (renov), jalan lebar ,lokasi depan. Rp 300 jt.
November 15, 2007 pukul 6:50 am
kalo jln alternatif plng lwt cibitung..tp gak enak krn qt musti saingan dgn motor n truk container..buat bu kumala,mendingan tinggal di grand wisata aja bu..buat jangka panjang pintu tol jatibening akan pindah ke ckrg..dan akan dikenakan tarif tol dalam kota..kan lbh murah tarif tolnya kl dikenakan tarif sama jauh dkt..
November 15, 2007 pukul 6:55 am
aduh enak donk Bu Rara tinggal di buana 15..lbh tenang tuh n lbh aman krn disitu ada Pak Nana..hehe..Ibu kmrn beli disitu brapa??luas tanahnya brapa yah Bu??
November 15, 2007 pukul 2:36 pm
guys ada yg tau gak kl di dpn mutiara gading mau dibuat apa????ksh bocorannya donk….hehe
November 16, 2007 pukul 7:32 am
ha.ha.ha.. Pa Gerry bener2 penghuni lama ya di DB, langsung tahu aza, oh ya Pak Nana itu kayanya orang beken dech…, soalnya saya sering banget denger namanya.
Kemaren rumah yg saya beli Luas Tnh 144 Bagunan 83.
Harga 215 jt,tapi pajak penjualnya diminta saya yg bayar (7 juta-an).
Waktu beli, saya ga survey di cluster lain, ga tau kenapa, soalnya sdh sreg pada kesan pertama.
Sebelumnya pernah survey jg di Graha Kalimas, disana udaranya sejuk juga, tapi harganya tinggi ga bisa kurang (mungkin karena bangunan baru kali).
November 16, 2007 pukul 2:14 pm
iya Bu..kl gak salah Pak Nana itu Wakapolres di cikarang..n ckp diseganin jg di daerah situ..kl gak salah di graha kalimas letaknya di bwh kali..emang bangunannya msh baru n tertata rapih..saya jg senang Bu ma buana 15..kyknya lbh tenang n lbh rapih..di daerah buana bnyk angkatan yg msh aktif..ada jg marsekal yg tinggalnya dipojok buana XI..kl buat aman seh lumayan Bu..satpamnya jg gak mcm2x..Slamet datang di lingkungan Buana…
November 18, 2007 pukul 3:45 am
Salam kenal semua…
Saya lagi cari2 rumah. Kayaknya tertarik juga nih tinggal di daerah situ. Saya belum tau sama sekali daerah situ, tapi dari membaca comment2 diatas, kayaknya menarik ya.
Mau tanya kalo di Permata Legenda rumah tipe 36 luas tanah 72 ada gk ya. Klo ada kira2 berapa ya harganya?.
Saat ini saya lagi kerja di EJIP-Cikarang. Klo dari daerah situ ke Cikarang dengan sepeda motor ada jalannya gk ya?.
Ditunggu sharing-infonya…terima kasih sebelumnya.
November 20, 2007 pukul 1:28 am
Lengenda permata tipe 36/72 sekitar 90 jt ann klo boleh kasi saran mending cari rumah sekennya di sekitarnya misal graha harapan, bumyagra pasti lebih murah…..
November 20, 2007 pukul 9:51 am
buat setya,ada kok jalannya.melalui arteri cibitung terus sampe ampe cikarang.ikutin aja aliran kalimalang..kl mnrt saya mending di legenda krn kondisinya lbh lengkap dibandingin dibumiyagara..prospeknya jg lbh bgs..walaupun hrgny memang lbh mahal..bnyk jg kok di zamrud di jual sekon dgn hrg lumayan..survey aja dulu..ntr nyesal loh..hehe..
November 21, 2007 pukul 10:31 am
Pak Gerry,
Salam kenal.
Saya juga lagi nyari rumah di Dukuh Bima nih. atau paling nggak Graha Kalimas. Kalau Grand Wisata kudu indent lama dan karena perumahan baru masih tandus kayaknya.
BTW untuk yg luas tanahnya 150an pasarannya berapaan ya? Bisa kasih info?
November 21, 2007 pukul 2:40 pm
Terima kasih buat Mas Boy dan Pak Gerry atas info dan sarannya. Saya kayaknya juga mau nyari rumah 2nd sj, biar harganya bisa lebih ringan. Saya tanya di Permata Legenda karena pastinya lebih murah dari Bima dr membaca comment2 diatas. Klo tidak salah Pak Gerry pernah tinggal di Dukuh Zamrud ya?. Sharing pengalamannya dong Pak?, plus-minusnya. Saya pinginnya sih lingkungan yang bersih, udara dan airnya jg.
November 22, 2007 pukul 11:22 am
buat pak fahrie,kalo tanah 150m2 kira-kira hrgny sekitar 300jt an.ohya temen saya di buana mau jual rmh 2lt.162m2 lb:100m2..udah renov kalo minat namanya Meiske (02193107658)..bilang aja temen saya..buat bu setya kalo di zamrud..plus minusnya:udrnya lbh dingin,buat fasilitas umum lbh lengkap,agak bmasyarakat ga individu,keamanan swadaya per blok,aer tanahny gak bs diminum,jauh kebanjir,lbh tenang,tp jln rayany lbh sembrawut dgn motor,buat cari makan dan klinik lengkap,lumayan aman..tp angin n petirny ckp kencang..
November 23, 2007 pukul 8:35 am
Ternyata perkembangan GW sangat pesat ya… Terakhir saya di Dukuh Bima Asri bulan Juni 2007 dan sekarang sedang pindah tugas di luar Jawa, tol GW belum dibuka, sekarang sudah dibuka. Saya ada tanah di Bima Duta 252 m2 , sekarang pasarannya berapa ya per meternya, tolong dong infonya….
November 26, 2007 pukul 2:30 am
GW,dk Bima, Dk Zamrud emang lagi pesat-pesatnya ni perubahannya … rumah sakit Bunda , supermarket ada grand mart, ATM BCA ada, apotik ada,… praktek dokter 24 jam ada, POM bensin sebentar lagi dibuka jadi ada 2 tempat, makanan murah… terutama nasi gorek bang yadi di dekat patung bambu runcing setelah kecamatan….. Langkap dah… ayo pindah kesini sebelum harga naik…
November 26, 2007 pukul 6:54 am
Salam kenal,
kalo beli rumah di legenda mending yang baru ato yang seken ya? memangnya kalo rumah seken bisa lebih murah?
November 26, 2007 pukul 10:14 am
hehehe… baru nemu ternyata pada ngomongin GW dan ada penghuni dukuh zamrud disini yah?
kalo saya udah 1 tahun beli rumah di legenda park… paling belakangnya dukuh zamrud. mau nanya ajah… dari dukuh zamrud ke GW berapa lama ya perjalanannya kalo pagi? terus buat yang udah pernah naek feeder busway dari GW ke Ratuplaza, ada yang punya jadwalnya nda?
saya rencananya nda sampe pertengahan 2008 mau pindah ke sana soalnya. jadi udah harus mulai atur strategi dari sekarang.
thanks…
November 27, 2007 pukul 5:01 am
ya udah pd pindah aja kesini biar jd rame..ohya untuk perum di zamrud mendingan beli rmh baru,selain krn hrgny lbh murah n bangunan jg msh seger..kl di bima udh gak dipasarin lg..hrg rumahny udh ditentukan sendiri oleh pemilikny sendiri..ohya emang di sekitar legenda msh bnyk lahan kosong n datang perum GW yg merubah nasib perum di sekitarnya..kl di bima asri seh hrg tanah per meterny sekitar 1-1,2jt/m..di zamrud emang prospek tuk niaga,hrg tanahny pun cpt naek
November 27, 2007 pukul 5:27 am
ohya di ruko GW dah ada alfamart n RM.bakso oke…guys ada yg tau ga kalo di depan perum mutiara gading mau dibuat apa yah????
November 27, 2007 pukul 6:30 am
ikutan nimbrung nih….
wah kebanyakan dariDB n zamrud ya….
btw…kalo pulper kerja biasanya ke daerah mana n menggunakan kendaraan apa nih…soalnya saya tinggal di GW n agak kesulitan juga nyari alternatif kendaraan untuk berangkat kerja ke daerah Thamrin….selain menggunakan feeder busway yang sekarang udah mulai sesak karena ngga ada penambahan armada….kayanya enak juga kalo ada semacam omprengan seperti di derah pondok hijau bekasi timur…..
Oh ya ada beberapa kejadian kecurian di GW…bagaimana dgn DB n perum lain sekitar situ apa aman2 saja….
November 28, 2007 pukul 12:59 pm
kl di DB lumayan aman seh..mungkin krn satpamnya udah dari orang sekitar situ..kl di GW mngkn krn msh bnyk proyek pembangunan rmh n bnyk org yg lalu lalang..Ibu usulkan aja ke GW buat tmbh armada n trayek baru..hehe..aplg skrg kan di jkt bnyk dibuat koridor busway baru..hdp GW n DB……
Desember 3, 2007 pukul 6:47 am
wah-wah …. ketinggalan info kite…
Desember 4, 2007 pukul 1:00 am
Saya punya rumah di Grand Wisata, cluster Celebration Garden tipe 105/135 yg belum saya tempati. Saya melihat bahwa pihak developer GW dalam pemeliharaan kurang bagus, rumah saya itu rumput di taman depan rumah sebagain kering sebagian tinggi2, ga kerawat, padahal iuran bayar terus.
Amat beda dengan rumah saya di Kota Wisata Cluster Ottawa tipe 99/128, meskipun juga tidak saya tempati, tetapi dirawat dengan baik oleh developer, boleh dibilang susah nyari daun kering yg jatuh karena selalu dalam kondisi bersih, padahal iuran bulanan lebih murah dari pada Grand Wisata.
Desember 4, 2007 pukul 9:20 am
rupanya mas priyotonwijaya rumahnya banyak ya…
Desember 4, 2007 pukul 9:50 am
to nico, kok tahu nama saya? Apa saya kenal ya?
Desember 4, 2007 pukul 11:39 am
denger2 kemarin di bekasi mulai banjir…
minta info apa GW dan DB terancam banjir juga …
thank you
Desember 5, 2007 pukul 3:29 am
DB dan GW gak banjir tuh……….., lokasinya aja lebih tinggi dari jalan Tol, kalo mo banjir ya tol-nya duluan.
ada yang tau gak , taman celebration walk di GW kapan dibukanya ya?
Desember 5, 2007 pukul 5:44 am
To mas ptwijaya kalau boleh tau sekitar berapa ya iuran bulanan di grand wisata, apakah juga tergantung besarnya rumah ….. trims
Desember 6, 2007 pukul 4:17 pm
memang taman celebration walknya dah dibangun yah Pak???bagus gak???ohya mall nya GW kpn neh dibangun????
Desember 7, 2007 pukul 12:37 am
@Ical, yg di GW IPL saya 125.000/bulan
Kalau di KW PPL 100.000/bulan
Saya ga tahu apakah tarif dipengaruhi type rumah atau tidak.
Selain kebersihan yg masih kuarang bagus di GW adalah pengamanan saat masuk cluster.
Saya pernah coba lihat-lihat di cluster lain yg sudah jadi/berpenghuni (pertama kali saya keliling di GW, jadi ga ada kemungkinan satpam sudah tahu saya/mobil saya) , saat di gerbang :
- di festive garden, cuma dengan buka kaca dan senyum aja langsung dibukakan pintu tanpa ditanya.
- di cluster2 lain ditanya tujuan dan saya jawab mau lihat2 rumah, langsung diijinkan masuk tanpa ditanya/disuruh ninggal identitas.
Dari pengalaman saya ini, sepertinya petugas keamanan masih perlu pengarahan lagi dalam tugasnya.
Desember 7, 2007 pukul 1:23 am
to : P ptwijaya
Pak…dengan kondisi di GW tsb…apa sudah pernah complain ke developer…?
kita sebagai warga juga udah cape complain…tp realisasinya belum begitu keliatan….
tambahan lagi air di GW sampai sekarang masih kotor juga….
jd buat penghuni GW mari rame2 complain untuk membenahi GW spy lebih nyaman lagi
Desember 7, 2007 pukul 2:23 am
@enit
Air bukannya PAM? masih kotor? Kalau tempat saya air masih disegel ama developer karena blum saya tempati, kalau mau buka suruh lapor dulu. Kalau komplain memang belum, karena saya baru juni 2008 rencana pindahan ke GW, tapi kayaknya harus segera nih komplainnya.
Sebenarnya saya lebih senang suasana KW, tetapi dengan pertimbangan waktu tempuh ke kantor (kantor saya di Gatsu dekat komdak, absen finger print jam 7.30 max) dan sekolah (anak masuk SD tahun depan dan mau daftar di Al Muslim) jadi kami putuskan ke GW.
Terutama masalah sekolah, dulu kalau jadi di KW rencana anak mau saya masukkan ke Fajar Hidayah yg di dalam kompleks, tetapi menurut cerita teman2 saya yg anaknya udah disana, saya jadi ga tega anak saya sekolah disana. Soalnya setelah liburan kalau teman2nya cerita liburan ke DisneyLand, Amerika dll sedang anak saya cuma liburan di rumah neneknya di Jogja, bisa2 minder dan tersisih nantinya.
Sekarang sih saya masih tinggal di Taman Aster, Cikarang Barat, Keluar tol cibitung, dan anak masih TK B di TK AnNisa di dalam kompleks perumahan.
November 6, 2009 pukul 8:48 pm
pak bisa kasitau saya plus minus tinggal di taman aster?harga rumah di sana thn ini kisarannya brp ya?terima kasih
Desember 7, 2007 pukul 4:46 am
Kalau pengalaman saya waktu mau lihat- lihat cluster yang sudah dihuni …..
- Spring fiesta
Ditanya oleh satpam tujuannya, saya jawab lihat-lihat rumah, setelah 5 menit saya didalam cluster, teryata satpam itu mengikuti kita dari belakang naik sepeda motor sampai saya keluar cluster
- Cluster yang lain saya lupa namanya maybe Celebration town
Setelah kira-kira 5 menit saya lihat rumah disana …., saya didatangi oleh satpam dan bertanya apakah ini rumah saya atau hanya tanya-tanya
- Dari pengalaman yang lain kita tidak boleh masuk untuk lihat-lihat dalam cluster setelah jam 5 sore
Jadi kesimpulan saya mungkin prosedur keamanan masih belum seragam …… ayo benahi GW biar makin oke……
Jadi kesimpulan saya mungkin
Desember 7, 2007 pukul 7:05 am
ptwijaya Says:
Desember 4, 2007 at 9:50 am
kapan rek pindah … e … ditunggu ae… undangane…
Desember 7, 2007 pukul 9:50 am
@ysk -> hehehe ternyata perkiraan bener ysk itu siapa, aku sebelahan ama wargamu yg di graha pak, namanya lupa (baru ketemu sekali), orangnya lumayan g*nd*t, pakai mobil avansa/xenia silver.
P Ysk udah berapa unit di GW?
P Bd Swrd juga udah ada kavling di Festive Garden lho, satu cluster ama Bayu Agatyan.
Desember 7, 2007 pukul 12:58 pm
seru juga neh crtny….
Desember 14, 2007 pukul 3:43 am
hmm, ternyata rame juga ya ngomongin KL, GW, DB. Kebetulan saya udh dari 98 tinggal di blok T Dk. Zamrud yg kata orang blok yg paling bagus di zamrud. Kebetulan sy lagi mau jual cepet rumah sy di blok T itu. Tipe 45/78 udh full renov dengan teras model joglo jawa. 2 KT, 1 KP, 1 KM. Listriknya 2200W. Lantai udh diganti marmer. Pokoknya siap pake. Kalo ada rekan2 disini yg berminat, silakan kontak saya di 0816104664 (Arief).
Desember 14, 2007 pukul 4:05 am
Buat temen2, ini sy punya jadwal feeder busway GW – Blok M :
* Berangkat (GW-Blok M)
Senin : Bus 1 : 05.30; Bus 2 : 06.00
Selasa-Jum’at : Bus 1 : 05.45; Bus 2 : 06.15
* Pulang (Bulungan Blok M – GW)
Bis 1 : 17.15; Bis 2 : 18.00
* Tarif : 9000 perak sekali jalan
Bisnya lumayan enak, AC dan belum terlalu penuh dan gak mampir ke rest area jatibening spt kebanyakan feeder lain. Kalo dari Bulungan, itu bis hanya cari penumpang dpn Ratu Plaza, Senayan, halte Gatsu depan Plaza Semanggi trus masuk tol depan kartika chandra.
Desember 14, 2007 pukul 1:23 pm
buat Mas Arief,saya mau tanya hrg pasaran sekarang rumah di blok U zamrud yg depan kali,brapa yah Mas??thq sebelumnya…hidup DB&GW!!!!!
Desember 15, 2007 pukul 2:59 am
guys gw mau tanya neh…kl di GW ada saluran tv cable n internet sentral gak??????guys gw agak bingung neh…masa byr maintenence nya cm 125rb tuk kawasan spt itu????di kemang pratama aja yg wilayahnya sempit lbh mahal…..yg boneng neh??????!!!!!!
Desember 17, 2007 pukul 2:01 pm
enyak..enyak…
Desember 18, 2007 pukul 8:31 am
mas Gerri, utk blok U dukuh Zamrud depan kali kalo ga salah tipenya 90/144. Pernah ada yg nawarin 250 – 300 jtan krn udh renov.
Desember 29, 2007 pukul 8:24 am
Makasi Pak Arief…wah cukup mahal juga yah???tapi dijual dengan harga segitu banyak yang berniat beli gak???
Desember 29, 2007 pukul 8:27 am
Guys Met Natal n Taun baru yah…semoga di taun yg baru di GW,DB,DZ tambah ramai,lengkap n prestige….SEMANGAT YAH GUYS….
Desember 30, 2007 pukul 12:27 am
Ada yang minat beli kavling 450m2 di Bima Duta? Kalau menurut perbincangan di forum ini harganya sekitar Rp 1 juta per meter. Tapi masih boleh negosiasi karena sedang perlu cash.
Januari 4, 2008 pukul 8:06 am
Keluar GW mo ke arah DB & DZ, jalannya ko ancuur bangeeeet !!!….. ke arah jembatan Legenda juga….!!!
Ada yang tau ga, kira2 kapan mau dibenerin (di cor).
Gara2 jalanan rusak kan jadi bikin macet.
Januari 7, 2008 pukul 6:22 am
Iya tuh…….banyak kolam ditengah jalan. Mungkin ada kerabat yang kerja di PEMKAB Bekasi ya??…tolong disampein donk ke yang berwenang…….memang jalan ini masih dalam wilayah kabupaten.
Buat saya sih janji-janji program calon sebelum pilkada sih gak penting……yang penting semua jalan dibagusin itu aja dulu……ya gak? jadi kita2 mau aktivitas juga gampang………
Januari 7, 2008 pukul 7:25 am
Setuju Pak…
Yang penting jalanan bagus, jadi semuanya lancar, mudah2han GW juga ikut memperhatikan ya.. biasanya developer besar gitu cepat memperbaikinya, kan menguntungkan GW juga (hehehe maunya).
Beberapa kali saya keluar Tol GW mau kearah Tambun ko’ macet, akhirnya saya putar balik lg keluar Tol Cibitung.
Januari 7, 2008 pukul 7:42 am
secara GW sampe saluran air pinggir MGT ikut KABUPATEN rasanya pasti lam itu perbaikan jalan….. dari PEMKAB Bekesong…
kecuali developer grand residen, permata legenda, legenda park, bekasi timur regensi patungan … beresi jalan…. biar baik tu jalan….
Januari 7, 2008 pukul 12:01 pm
iya neh…jalanan kita dah kyk jln proyek…memang bnyk truk besar yg lewat situ…sbtlnya jln itu bkn tuk kapasitas kendaraan besar…DLJR nya gak jalanin perannya cm mau punglinya ajaaa…..tp kl di cor jln nya tmbh mct bngt…musti ada jln alternatif lain…dilema jg… yah tp memang musti dipikirin n dijalanin….bagi penghuni kota legenda n sktrny ada sarana olahraga baru yg sngt memotivasi pemilik kendaraan yaitu cuci2x mobil terus…….haha
Januari 9, 2008 pukul 7:44 am
Ke arah jembatan legenda nggak kok, hanya sekarang suka kena macet dalam GWnya karena arus kendaraan ke DB/DZ/dan sekitarnya tuh waktu sore-magrib
Januari 9, 2008 pukul 10:12 am
iya neh dah kyk jln proyek….stlh di survey sekitar 99% org yg domisili di luar GW yg tinggal disekitar KL rajin tuk mcuci kendaraannya setiap hari…haha…tp kl diperbaiki bs mct total…bisa masuk MURI kategori antrian kendaraan bmotor tpanjang se indonesia…hahaha..becanda loh…drpd stress,iya gak????tp untung jg skrg di GW dah ada bank mandiri yg mbuat suasana ckp mhibur krn ada pcerahan dikit…hehe…
Januari 9, 2008 pukul 10:17 am
iya neh…dilema jg seh kl dibetulin jln bs lbh mct lg…soalnya ga ada alternatif lain…
Januari 9, 2008 pukul 10:35 am
ada yang tahu nggak ………. tanah milik siapa di dukuh Zamrud Blok M4 ada dua kaping …..??? dijual nggak..?
Januari 10, 2008 pukul 7:30 am
Salam kenal semuanya,
Barangkali ada yang punya info rumah dijual di Dukuh Bima (Bekasi Timur), mohon di-sharing.
Terima kasih sebelumnya.
Januari 13, 2008 pukul 4:47 am
Mas ptwijaya yang punya rumah di KW cluster ottawa. gimana lingkungan disana mas, rumah mas mau di jual disana ?
Januari 14, 2008 pukul 6:13 am
@ pak Johan
), tp saya tdk tahu apa rmh yg satunya itu skrg sdh laku apa blm.
Sekitar 1-2 bln yg lalu di Dukuh Bima Citra ada banyak rumah yg dijual, tp kebanyakan dijual lwt agen properti pak. Kl bpk mau cari info lwt agen properti yg sempat saya hubungi bisa dgn ibu Tuti Erlangga di nmr 0817185353. waktu itu ada 3 rumah di Dukuh Citra yg dijual lwt jasa agen propertinya. Yg 2 udah laku, tinggal 1 lagi (yg sempat mau saya beli, tp g jadi krn cari yg lbh murah
Kmrn saya dpt info katanya kualitas bangunan di DB lebih bagus drpd di GW. benar gaknya silahkan di cross cek sendiri pak. Happy hunting pak…
@ buat rekan-rekan yg lain..
Ada yg bisa share info mengenai keadaan lalu lintas di jalan raya legenda raya (dr gerbang GW sp ke dukuh zamrud) dan jalan raya kali Malang (dr pintu tol bekasi Timur sampe jembatan Kota Legenda) pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari gak? Soalnya dulu swkt blm dibuka gerbang tol GW, jalan raya Kalimalang selalu padet motor dan mobil di jam-jam segitu, apa kondisi masih tetap sama? krn kmrn wkt berkunjung ke DZ hr minggu siang hari jalan di XMalang dan Raya legenda lancar-lancar aja.
Please share info-nya dong buat penghuni2 di GW/DK/DZ dan sekitarnya yg sering lwt jln tersebut.
Thanks…
Januari 15, 2008 pukul 12:15 am
@adiyasa
Kondisi lingkungan menurut saya masih bagus di KW. Mungkin karena KW udah jadi sih, mudah2an GW kedepan juga bisa seperti itu.
Untuk saat ini yg di ottawa belum akan saya jual, rugi kalau dijual sekarang, soalnya saat itu saya beli pakai KPR, jadi kalau diperhitungkan total pengeluaran masih lebih besar dari harga jualnya, mungkin 2-3 tahun lagi. Kalau kondisi keuangan normal … hehehe.
@Marcel
Tentang kualitas bangunan di GW, kalau kondisi rumah saya, retak rambut banyak juga, ga tahu di tempat lain. Dulu ada bocor di kamar bawah, tapi sekarang sih udah nggak.
Carport yg jadi masalah untuk saya, terlalu tinggi naiknya dari jalanan, mobil saya (sedan standard) depan bawah pasti kena kalau mau masuk atau keluar, padahal udah pelan banget.
Kalau yg dikeluhkan istri saya, dapur kekecilan (2×3), mudah2an bisa diperluas kalau udah ada biaya.
Januari 16, 2008 pukul 3:58 am
ikut nimbrung,..
sapa tau ada yang punya info,..
rumah dijual sekitar cibitung, dukuh bima, dukuh zamrud,
saya kerja sekitar cempaka mas/pulo gadung, tadinya mo cari sekitar harapan indah, duta bumi, dll, tp karena istri maunya disana (yg deket dengan keluarganya) dengan pertimbangan yang bakal sering dirumah istri, yo akhirnya nurutin aja
ditunggu infonya,.
wassalam
Januari 17, 2008 pukul 9:32 am
Tadi saya mampir ke estate management GW, ada beberapa info yg saya peroleh:
1. mobil yg telah tertempel stiker GW, bebas masuk ke cluster manapun (dikasih juga tadi stikernya)
2. untuk ke cluster sendiri, tidak ada kartu khusus, satpam yg diharuskan hafal wajah semua penghuni cluster.
3. taman depan rumah setelah serah terima menjadi tanggung jawab pemilik, meskipun tidak ditempati dan menjadi kotor yang akhirnya mengganggu pemandangan rumah lain.
4. pihak management masih baru sehingga masih perlu pengembangan.
5. info terbaru IPL (berdasar luas tanah):
0 – 100 = 100.000
101 – 150 = 125.000
151 – 200 = 150.000
201 – 250 = 175.000
251 – 300 = 200.000
301 – 350 = 225.000
351 – 400 = 275.000
401 – 450 = 300.000
> 500 = 350.000
Januari 18, 2008 pukul 3:45 am
ikut nimbrung ah..
kami yang di Bima ASri, banyak warga nggak mau bayar iuran ke Developer (PAP), karena merasa dibohongi n tak sesuai janji spt yang di copy pastekan oleh pak Jundan terbitan 10 Mei itu, sekarang warga hanya dikenai iuran bulanan 12,500 rp untuk gula kopi satpam. Syukur keamanan masih baik, kebersihan masih lumayan (tidak ada tumpukan sampah), meskipun rumput baru 3 bulan sekali kena potong, shg sudah 1 meter. Semoga yang kayak gini berlangsung selamanya. Dengan adanya bukaan tol GW, banyak sekali yang cari info rumah yang dijual, tak mau kalah penghuni BA sendiri, sekarang banyak penghuni punya lebih dari 2 rumah.
itu dulu
warga yg sdh 11 tahun di Asri.
Januari 21, 2008 pukul 4:02 am
Jadi pak PTwijaya tu udah pindah to…
Januari 23, 2008 pukul 5:25 am
To ; bank2, kita calon tetanggaan donk. saya di asri juga, sekarang rumah belum selesai di renovasi.
11 tahun berarti dari pertama perumahan donk. kabarnya DB nantinya akan dibangun lagi oleh Putra Alvita Pratama ( Grand Wisata )
Januari 23, 2008 pukul 7:30 am
Iya pak SM, apa bapak yang di ASRI VII ya ? salam kenal pak , kalo saya yang tembok abu2 itu, selentingan memang DB akan dikembangkan oleh PAP, tetapi pakai nama CBL-supaya aman dari konsumen PAP yang lama. Perlu bapak tahu kalau PAP masih belum menyediakan fasos-fasum dan tak sesuai lagi dengan janji awalnya (malahan berusaha menyerahkan urusan kebersihan lingkungan ke warga), dengan alasan kekurangan dana. Dengan dibelinya saham PAP oleh Duta Pertiwi (Sinar Mas Group) tentunya ada duwit ya ?, yang terjadi GW punya maket plan sendiri di lahan maket plan PAP. Jadi pelanggan PAP yang di DB ketipu lagi, karena nggak sama dengan dulu yang dijanjikan. Sekarang tembok sudah menutup perempatan depan DB, keluar pos satpam sudah ketemu macet, apalagi kalo malemnya hujan.
itu dulu pak
Bank2
Januari 23, 2008 pukul 7:59 am
Semoga selentingan DB mau dikembangkan lagi bener2 terwujud, mudah2an juga tembok penutup depan perempatan DB bisa dibuka. Jadi bisa mengurangi kemacetan (para penghuni DB tidak perlu lewat jalan arteri yg berlubang) dan jalan2 berlubang segera diperbaiki.
Januari 29, 2008 pukul 2:11 am
OK pak bank2, saya tahu Bapak. saya yang lagi renovasi rumah di Asri VII no.10. Saya yang harusnya salam kenal Pak. Maaf belum melapor, abis belum tinggal disitu sih. pak bank2 yang tembok abu2 3 tingkat kan???. Ayo pak kita cari ide2 gimana biar bima makin asri dan nyaman.
Salam
Januari 29, 2008 pukul 4:25 am
OK pak,
Kabar yang pernah saya dengar :
1.Tembok ditutup karena menunggu pasar dan bangunan disebelahnya (kantor camat, PLN, dll) selesai.
2. CBL akan ngembangin lagi kavling miliknya di DB, termasuk kios pasar di per4an mepet Asri itu.
Kalau ini kejadian, sekedar analisis aja, pembangunan dilakukan setelah tembok dibuka sehingga harga jual bisa lebih tinggi, jadi silahkan invest dulu di DB.
itu dulu
bank2
Januari 31, 2008 pukul 3:51 pm
Saya tinggal di Lippo Cikarang. Pernah datang ke Kota Legenda. Wuah..pusying rasanya, kesan jalannya nggak teratur, padat, macet. Saya juga heran kenapa ada yang berani nawar tanah sampai 1jt/m2 untuk daerah semacam kota Legenda. Apa nggak salah ? Fasilitas sedikit, kondisi perumahan macet dan nggak teratur.
Bandingkan dengan perumahan Lippo Cikarang yang fasilitas OK(hampir semua bank ada, Carrefour, Hypermart, Hero dll., kantor BPN, segala macam sekolah dll.), per meter dari pengembang saat ini cuman 900rb-an. Sure, saya baru beli tanah 410m2 soalnya…Fly over lagi dibangun, jalan dibeton, tambahan setahun lagi punya pintu tol sendiri (bukan nebeng ke grand wisata kayak kota Legenda lho mas…). Dekat Jababeka yang akan membangun terminal kontainer dan stasiun kereta eksekutif, dan juga rencana pembangunan tol Cikarang – Priok. Apa nggak rugi tuh beli dengan harga segitu di Kota Legenda (yang kabarnya hidup segan mati tak mau) ? Mengenai ekspatriat, hehe..mana ada orang asing yan mau tinggal disitu ? Kalau di Lippo buanyak pol. Saya pernah kontrakin rumah ukuran 80 ke ekspatriat laku 30jt/tahun. Di Legenda mana dapat ? So, pertimbangkan lagi, tetap Kawasan Cikarang is the best in the east….
Januari 31, 2008 pukul 3:59 pm
Satu lagi nih. Untuk masalah keamanan, air dan sampah nggak ada yang ngalahin Lippo Cikarang. Saya cuman bayar 150rb bisa pakai air jor…sepuasnya, keamanan OK banget dan sampah yang teratur. Mungkin lebih murah dari pakai air PAM kali ya. Prospek perumahan di Bekasi terbaik tetap di Lippo Cikarang menurut saya.
Februari 2, 2008 pukul 10:29 am
@asep
ah masa sih boss, lumayan jg tuh, tp balik lg, harganya brpan? contohnya untuk yang 60/126?
Februari 4, 2008 pukul 4:35 am
sirik yah ma KL?kalo mau dibandingin sama2x gak ada fasilitas,lipo ckrg jg gak akan dilirik sebelah mata..soalnya lokasi yg sangat jauh dari jkt,banjir di jalan raya n di clusternya setiap ujan deras n dpt kiriman dari kerawang,kalinya hidup,dekat dgn pabrik2x berat,POLUSI,disitu bnyk lokasi rumah bordir n istri simpenan para taiwan n korea..akses tolnya cuma keluar aja n itupun baru dibuat tuk menyaingi Grand wisata…orang cikarang pun sekarang bnyk yg punya rmh di GRand n kota legenda…di lipo cikarang pun bnyk kasus tabrakan karena bnyk truk container besar2x yg sepatutnya bukan diperuntukan tuk perumahan yg katanya hijau n ideal…kasian deh luuu..kan kalo sirik tanda tak mampu tuh…jngn marah yah…ini cuma kenyataan aja….hehehe…mudah2xan jngn kecewa tinggan di lipo ckrg…
Februari 4, 2008 pukul 4:44 am
iya neh kyknya ada yang sirik ma Kota legenda n Grand Wisata….kok bisa yah???? kata temen saya yg tinggal di Lipo tembok rumahnya aja hangat,airnya gak bisa pake air sumur krn sumbernya kering…jangan2x pak asep ini salah satu tim marketingnya lipo cikarang yang sengaja ngejelekin wilayah kita?????!!!!! salah satu PROVOKATOR dari lipo yah pak asep?????musti ditangkap neh…tapi jangan deh rumah nya jauh banget,di kilometer brapa yah dari Jakarta????ntar pulang nya repot lagi…kasian juga…
Februari 4, 2008 pukul 4:46 am
iya deh saya mengakui kalo Kota legenda lebih ideal buat sebuah perumhan yang jauh dari industri.sebelumnya saya minta maaf atas pernyataan di atas.
Februari 4, 2008 pukul 9:07 am
allow, mau tanya dong bagaimana dengan perumahan mutiara gading timur ? Kebetulan ada penawaran type 80/120 seharga 157jt. Kemahalan ga ?Trus kalo dgn perumahan lainnya bagaimana? Abis rasanya kalo beli di GW or KL aku ndak mampu.Trims bgt infonya…
Februari 6, 2008 pukul 3:03 am
Saya baru beli rumah di KL, DB, cluster Bima Buana, alhamdulillah rasanya seneng banget de… meskipun baru pertengahan februari ini saya pindah ke DB, tetapi udah ngerasain aura kesejukan dan rindangnya pohon2 dan lingkungan disana
kemaren baru akad kredit (maklum kuat belinya ngutang..
kaget juga liat NJOP tanah disitu tahun 2007 lalu per meternya 614.000 tp tahun 2008 ini NJOP tanahnya 802.000 per meter, setahun naik 200 rb bro… yah meskipun berakibat naiknya pajak pembelian hiks… tp gpp saya puas, puas dan puas…
Trims
Restu
admin: atas nama Mas Restu yang ga bisa posting comments
Februari 6, 2008 pukul 4:55 am
Mas asep tinggal di mana yah LIPPO cikarang nya?
Saya dulu pernah kerja dicikarang juga. Dicikarang itu ya emang berdampingan dengan udara pabrik. Air tanahnya kayaknya gak rekomen buat di konsumsi. kalo pagi tuh…….mau keluar gate tol cikarang pasti ” olahraga betis” kan……
Februari 6, 2008 pukul 6:16 am
@bundazafelish : kalo di mutiara gading bu gak banjir, bagus kok coba deh datang hari sabtu or hari minggu wah pasti seneng deh….. untuk ukuran 80/120 seharga 157 jt (Spek batako ya.. bu?) dibanding GW bisa 450jt padahal cuma selisih 500m aja n fasilita bisa nebeng GW…
admin: diskusi tentang pro kontra mutiara gading dipindah ke
bicararumah.com/content/mutiara-gading-timur-bekasi
Februari 11, 2008 pukul 3:56 am
iya seh..kali yg ada di wilayah qt bukan kali hidup..kalinya gak ada hun dgn bogor…wilayah kita emang cocok buat hunian bkn untuk komersil…bergabung deh ma komunitas kita…komunitas yg senang dgn ketenangan,keasrian,dan udara yg jauh dari polusi pabrik..memang promosi di wilayah qt tdk segencar pengembang yg suka membuat impian selangit…wilayah kita apa adanya dgn komunitas apa adanya..bedasarkan fakta..tidak menjual impian….Good luck yah….
Februari 11, 2008 pukul 3:58 am
MGT/ Mutiara Gading Timur dulunya emang banjir. khususnya di Blok A-D ( tahap Pertama ) . tapi sekarang di pertemuan sungai MGT dan PTI di deket Griya timur dibuat semacam kolam bumper banjir dan persimpangan tsb juga dilebarin. efek bebas banjir ini mulai dirasakan musim penghujan saat ini. Trus harga rumah di MGT itu memang cepat naiknya. Saya punya rumah type 27/60 dibeli tahun 2003 dgn harga 35 jt, sekarang dengan type yang sama harganya sudah diatas 70 jt. uadah 100% kan naiknya. Memang disana kekurangannya mutu infrastrukturnya kurang memadai/ kualitasnya kurang baik.
Februari 11, 2008 pukul 4:05 am
temen temen saya mau tanya neh kalo hrg pasaran rumah tipe harvard di sekitar buana 15 n asri brapaan yah???dgn kondisi standart n gak rusak parah…thq yah sebelumnya…
Februari 11, 2008 pukul 6:35 am
Di lippo atau jababeka, mana ada yang pakai sumur mas. Air dan listrik kita bukan pakai PAM, semuanya dijamin pengembang. Listrik dan air jarang mati. Kalau mau dimatikan, developer ngasih pemberitahuan surat ke setiap warga. Jadi ngapain juga pakai air sumur ? Lagian harga sangat murah.
Mengenai akses jalan, silahkan dibuktikan saja. Sekarang lagi di cor sampai pintu tol Cikarang barat. Awal tahun depan, punya pintu tol sendiri di KM 34.7. Walaupun lebih jauh lokasinya dari jakarta dibanding kota legenda, nyampenya jakarta duluan kita. Lha wong situ macet, kita wus..wus..saja. Saya cuman mau bilang saja, daripada mahal mahal beli di kota legenda, mendingan invest beli rumah di Lippo atau Cikarang baru saja, yang fasilitas OK, tahun depan punya pintu tol sendiri di KM 34.7. Dan oleh pemerintah, kedua kawasan ini akan dibangun Superway yang menghubungkan 7 kawasan industri, dari MM2100 sampai ke Kerawang timur sono. Jadinya akan lebih berkembang dari kawasan manapun di Bodetabek deh. Bandingkan dengan kota legenda yang developernya kelas kacangan. Selamat berpikir pikir dulu kalau mau beli rumah.
Februari 11, 2008 pukul 7:53 am
@Asep
Masa sih pengembang bisa jamin listrik? bukannya listrik total masih dikuasai PLN? kalau air memang iya, perumahan besar rata2 punya pengolahan sendiri. Kalau saya meski pengembang mengelola air, tetap bikin sumur bor untuk kolam ikan.
Dari gerbang tol PGT ke cikarang memang relatif lancar, tapi menurut teman yg tinggal di cikarang hijau, keluar tol ke perumahan macet (banyak angkot yg pelan atau berenti sembarangan).
Memang developer KL mungkin kalah kuat modal dengan Lippo, tapi menurut saya KL LIPPO tidak bisa dibandingkan, beda pasarnya. Sedangkan dengan adanya pinto tol tambul, kemungkinan KL akan bangkit sangat besar.
Tapi itu sama-sama berspekulasi seperti juga dengan rencana pemerintah untuk kawasan cikarang? Tergantung kondisi ekonomi negara, yg menurut saya cukup memprihatinkan (saya bekerja di bidang keuangan negara).
Februari 11, 2008 pukul 9:45 am
Listrik ada Cikarang Listrindo. Tetapi tentunya kita tetap pakai PLN mas. Cuman down timenya lebih sedikit karena mereka mempertimbang supply yang konstan untuk kawasan industri.
Kalau untuk pintu tol baru KM 34.7 sudah pasti dibangun. Pintu tol ini menjadi akses langsung kawasan perumahan Cikarang baru milik Jababeka dan Lippo Cikarang. Jalan sudah dibangun sampai ujung tol, tinggal tahun ini pembangunan jembatan tol. Jadi masalah akses ke tol tidak ada masalah lagi. Sebenarnya, dengan selesainya fly over tol cikarang barat bulan Maret ini, kemacetan akibat angkot praktis bisa dihindari. Kedua developer ini memang mempunyai mega proyek. Nantinya akan dibangun jalan tol Tanjungkarang yang menghubungkan kawasan Cikarang dengan Tanjung priok.
Kawasan ini akan ramai terus karena didukung oleh kawasan industri yang terus berkembang (tetapi terencana). Ada jalan lobang sedikit atau kubangan karena hujan, langsung diperbaiki atau drainase diperbaiki. Karena kalau tidak terlalu besar resikonya bagi iklim investasi negara kita. Hal ini sangat berbeda dengan kawasan seperti Bekasi timur atau Kota legenda yang tidak didukung dengan kebutuhan seperti itu. Alhasil, infrastruktur minim, berkembang hanya karena limpahan penduduk dari kawasan seperti Cikarang yang makin hari semakin mahal harga tanahnya. Ini saya rasakan kondisi 5 tahun lalu, pesat sekali perkembangannya….Apalagi kedepan.
admin: diskusi rating, pro dan kontra Lippo Cikarang di pindah ke bicararumah.com/content/lippo-cikarang
Februari 18, 2008 pukul 4:48 am
Ada yg tahu kapan ya kira-kira jalan utama mulai dr jembatan KL sampai DZ bakalan di cor semen? denger2 kmrn janjinya walikota yg baru kl menang seluruh jalan di wilayah Kota bekasi bakal dicor semen
Smtr ini udah lumayan juga sih, kmrn jalan yg bolong2 udah ditimbun pk material batu campur semen (kayaknya) sayangnya, kl g segera disemen ato diaspal, dijamin dlm wkt dekat jalan2 itu bakal udah bolong lagi dehh…
btw, ada yg punya info gak kl gali air tanah kedalaman berapa dapet air tanah yg udah bening dan tidak bau besi lagi di daerah DZ (dukuh zamrud) utamanya sekitar blok U ?
Thanks info-nya
Februari 20, 2008 pukul 3:53 am
On behalf Mas Restu:
Alhamdulillah mulai pertengahan Februari kemaren saya sudah tinggal di Bima… suasananya emang bener2 nyaman.. sejuk.. dan asri…
Alhamdulillahnya lagi:
1. Jalanan ke arah Bima sudah ada perbaikan, meskipun hanya diberi pasir sama batu, tp sdh bisa mengurangi kemacetan.
2. SPBU di depan Bima mulai 2 hari yang lalu sudah mulai beroperasi.
3. Perjalanan rumah sampai kantor, kebetulan kantor saya di daerah Sunter kurang dari 1 jam, (jam kerja mulai jam 07:15) jadi saya dari rumah cukup jam 6 pagi, tidak seperti temen2 saya yg tinggal di daerah Cibubur, yg harus berangkat dr rumah jam 5 pagi.
4. Ini kabarnya, betul apa ga mohon infonya : Di Grand Wisata segera dibangun Rmh Sakit Hermina Grand Wisata, kalo begitu saya akan segera program bikin anak kedua… yg mana istri saya sekarang sedang hamil 4 bulan untuk anak pertama… hi.hi.
Salam untuk penghuni Dukuh Bima dan Grand Wisata…
Wassalam
Restu
Februari 21, 2008 pukul 9:11 am
Pak Asep emang temen saya..yah profesi kita sama lah..PROVOKATOR….
Februari 21, 2008 pukul 9:25 am
jgn2x pak asep salah satu tim marketing lippo…pernyataan pak asep agak menyimpang…di daerah situ polusi udaranya berat bngt!!! bnyk yg kena pneumonia n TBC…kan disitu ada salah satu pabrik yg cerobong asapnya selalu menyala n mbawa partikel logam berat…kl di eropa mah bgs ada cerobong asap krn buat tungku penghangat bdn..nah di cikarang,dah anget aja msh pake tungku????gak salah tuh Bos Asep?????ohya limbah di salah satu pabrik batik yg berada di wilayah perumahan dibuang ke selokan…ohya kl setiap saya lewat tol dari cibitung ke ckrg,baunya sembriwing bngt!!!kyk bau kimia gt!!!!! katanya the best????mana coy???yah mungkin di situ yg jd paru2x kota ckrg bknnya pohon tp manusia…..hahaha..
Februari 21, 2008 pukul 9:31 am
ohya PLN nya cuma namanya aja punya pribadi lippo…tp tetep aja pake PLN negara…spy dibilang elite tuh!!!!dulu kan byr nya pake kurs dolar yah???kok skrg kembali ke rupiah????pada gak mampu yah byr pake kurs dolar?????gayanya aja selangit…..kenyataannya nihil….huhu
Februari 21, 2008 pukul 9:46 am
saya bukannya mau nambahin neh…kalo lg musim kemarau aja disepanjang pinggiran jalan Tol rumputnya pada kering kerontang malah bnyk yg terbakar..itu dari arah tol cibitung ke arah tol ckrg maupun sebaliknya..pkoknya dah kyk gurun sahara….
Februari 21, 2008 pukul 10:06 am
ahahahhahahaha….. tenang bos GW sekarang lengkap da… SPBU ada, Mandiri ada, RS Hermina lg nunggu IMB apa lagi….
Februari 21, 2008 pukul 9:25 pm
Mas Provokator,
Wah, ternyata kacian juga ya warga DB/KL. Ternyata SPBU, RS dan bank mandiri baru saja ada. Disini jarak kurang dari 5 menit dari rumah ada 3 SPBU, hampir semua bank ada (Mega, Lippo, BCA, BNI, Mandiri, Ekonomi, Danamon dll.), RS juga nggak kehitung banyaknya.
Kalo disini, rumah type 60 dikontrakin 20jt, type 80 dikontrakin bisa diatas 25jt. Disitu mana dapat ?
Masalah polusi sama saja. Yang jelas disini lebih segar, lebih banyak pepohonan. Disitu lebih polusi lagi, karena ditambah polusi debu dari jalan yang masih sirtu.
Februari 22, 2008 pukul 2:43 am
Musim dingin gini ko’ pada panas seh……
kalo menurut sy, DB,GW, KL tuh top untuk hunian en bikin kita nyaman untuk kembali ke rumah… yang jauh dari polusi, stres, hiruk pikuk, kepenatan n suasana yang complicated lah.
Maaf ya buat P’Asep, walaupun GW baru seumur jagung tapi toh untuk fasilitas kita juga deket ko kemana-mana dari mulai bank sampai makanan, dan letak kita strategis banget, deket ke Bks barat, Timur dan jakarta. Dari sepanjang kali malang, peristirahatan tol, jalan-jalan alternatif yg mudah dijangkau banyak menyediakan fasilitas2 (pasar, RS, ATM2 dll). Apalagi kalo GW nanti sudah ramai… wah ga bisa dibayangkan… lengkap dech…
Februari 22, 2008 pukul 3:08 am
yah emang jalan utama disitu mulus apa pak asep???bnyk tambalannyaa aja dah sombong…huhu…mungkin dulu bapak tinggal di desa lalu sekarang liat lippo aja dah kyk di kota mana gt…hahaha…kantor pemasarannya aja kyk ruko aja..gak keren boo….norak….di mall nya n tempat hiburan yg laen aja rame kalo awal bulan aja..pertengahan bulan aja dah sepi…itupun kebanyakan cuma window shopping aja…pengunjung mall nya banyakan org kampung…gak elite aahhh…norak….disitu kan bnyk tempat pelacuran yg berselubung panti pijat buat para korea n taiwan kere yg mampunya cuma ngontrak aja…kl expatriat tajir mah beli donk gak perlu ngontrak….lagian gak perlu tinggal di lippo yg di ujung berung…di kebayoran donk Mang Asep…itu namanya expatriat kere….di dukuh bima aja ada expatriat yg punya rumah 2M n dia gak kerja di kawasan lippo…tp di freeport…tau gak freeport Mang asep???jngn2x taunya cuma SGC ckrg aja lg….hehehe….
Februari 22, 2008 pukul 3:14 am
setau saya tuh lipoo dari dulu mau dijanjikan punya tol sendiri,tp mana???baru stelah GW buka tol baru si lippo buat tol…itupun cuma akses keluar aja,gak ada akses masuk nya…akses masuknya bareng2x supir container…katanya keren????kok bareng supir kontaner yah????!!!!! hahaha….bapak asep lg gak sakit kan?????? hahaha
Februari 22, 2008 pukul 3:48 am
ini hanya sedikit bocoran aja…ternyata akhir2x ini banyk perusahan disekitar wilayah Ejip yg menyatakan diri nya pailit…tp tidak terekspose guna menjaga kestabilan politik…setau saya juga sekarang di kawasn industri cikarang bnyk para karyawan yg hanya percobaan bekerja 3bulan itupun gajinya dibawah UMR yg berlaku…memang rata2x mereka yg bekerja di kawasan cikarang nampak keren tp kesejahteraan mereka sangat minim…punya mobil bgs tp gajinya tidak sesuai…jd seperti sapi perahan para kolonial…fenomena ini sama aja seperti zaman penjajahan dulu,tp sekarang covernya bgsn dikit…saya kalo melihat para buruh yg bekerja di kawasan industri,mereka dah seperti budak yg sudah tdk punya hak asasi lg…kehidupan kaum buruh dah seperti sepenuhnya milik para jiwa kolonial…kita musti prihatin loh…negara kita ini subur,jd kita musti bangga akan indonesia n mengapresiasi produk dalam negeri…jngn mudah terpengaruh oleh iming2x teknologi tinggi,tp ditukar oleh bahan pokok hidup….teknologi cuma bisa jd pelengkap tp tidak bisa membuat kita kenyang….
Februari 22, 2008 pukul 3:55 am
kl gak salah jg sebagian wilayah lippo ckrg sudah diambil alih oleh malaysia krn faktor pendanaan…pegambil alihan itu sejak dari 2006…its true issue…check this….
Februari 22, 2008 pukul 4:13 am
nih kalo kita bandingin lg antara lipo ckrg dgn karawaci….kalo lippo ckrg rata2x penghuninya menegah kebawah dgn fasilitas yg berlebihan diluar kemampuan si penghuni…tp kl lippo karawaci memang penghuninya rata2x menengah keatas dgn fasilitas yg sesuai dgn kemampuan financial mereka…emang seperti dilema..dikawasan industri ckrg yg pendapatannya di bwh rata2x disuguhi oleh fasilitas yg tdk selayaknya…itu bisa membuat mental jd rusak..mereka bisa jd konsumtif n melakukan tindakan kejahatan…ini sangat bahaya teman2x…mereka para karyawan dipacu untuk dpt penghasilan lbh spy bs dpt fasilitas yg bgs…sedangkan mrk tdk mikir dampaknya buat keharmonisan keluarga mereka…bapak emaknya frustasi dgn fasilitas yg diluar kemampuannya n anaknya lg bth perhatian n ksh sayang dari mrk….saya tahu persis keluhan dari penghuni di kawasan lipoo n sktrnya…mrk rata2x salah mengatur keuangan…mrk lbh mengutamakan kenikmatan drpd susu buat si anak…memilukan sekali…untuk kawasan sebesar itu ternyata hanya bgs di permukaan tp sesungguhnya sangat rapuh…Rumah sakit disitupun kebanyakan melayani komplain dari asuransi tanpa bnyk mereka yg berobat sendiri tanpa menggunakan asuransi kesehatan…kl perusahaannya tutup atau mrk dipecat,otomatis tdk bisa dpt fasilitas rmh skt yg layak…sekilas kita melihat fasilitas di lipo lengkap,tp dr sekian bnyk penghuni yg mampu mgunakannya hanya sedikit…itupun krn terpaut gengsi n gaya hidup yg konsumtif….
Februari 22, 2008 pukul 4:15 am
nih kalo kita bandingin lg antara lipo ckrg dgn karawaci….kalo lippo ckrg rata2x penghuninya menegah kebawah dgn fasilitas yg berlebihan diluar kemampuan si penghuni…tp kl lippo karawaci memang penghuninya rata2x menengah keatas dgn fasilitas yg sesuai dgn kemampuan financial mereka…emang seperti dilema..dikawasan industri ckrg yg pendapatannya di bwh rata2x disuguhi oleh fasilitas yg tdk selayaknya…itu bisa membuat mental jd rusak..mereka bisa jd konsumtif n melakukan tindakan kejahatan…ini sangat bahaya teman2x…mereka para karyawan dipacu untuk dpt penghasilan lbh spy bs dpt fasilitas yg bgs…sedangkan mrk tdk mikir dampaknya buat keharmonisan keluarga mereka…bapak emaknya frustasi dgn fasilitas yg diluar kemampuannya n anaknya lg bth perhatian n ksh sayang dari mrk….saya tahu persis keluhan dari penghuni di kawasan lipoo n sktrnya…mrk rata2x salah mengatur keuangan…mrk lbh mengutamakan kenikmatan drpd susu buat si anak…memilukan sekali…untuk kawasan sebesar itu ternyata hanya bgs di permukaan tp sesungguhnya sangat rapuh…Rumah sakit disitupun kebanyakan melayani komplain dari asuransi tanpa bnyk mereka yg berobat sendiri tanpa menggunakan asuransi kesehatan…kl perusahaannya tutup atau mrk dipecat,otomatis tdk bisa dpt fasilitas rmh skt yg layak…sekilas kita melihat fasilitas di lipo lengkap,tp dr sekian bnyk penghuni yg mampu mgunakannya hanya sedikit…itupun krn terpaut gengsi n gaya hidup yg konsumtif….itupun kl memang gajinya sesuai dgn pengeluarannnya…kl tdk yah ngutang karu kredit dululah….hahaha..
Februari 22, 2008 pukul 4:16 am
nih kalo kita bandingin lg antara lipo ckrg dgn karawaci….kalo lippo ckrg rata2x penghuninya menegah kebawah dgn fasilitas yg berlebihan diluar kemampuan si penghuni…tp kl lippo karawaci memang penghuninya rata2x menengah keatas dgn fasilitas yg sesuai dgn kemampuan financial mereka…emang seperti dilema..dikawasan industri ckrg yg pendapatannya di bwh rata2x disuguhi oleh fasilitas yg tdk selayaknya…itu bisa membuat mental jd rusak..mereka bisa jd konsumtif n melakukan tindakan kejahatan…ini sangat bahaya teman2x…mereka para karyawan dipacu untuk dpt penghasilan lbh spy bs dpt fasilitas yg bgs…sedangkan mrk tdk mikir dampaknya buat keharmonisan keluarga mereka…bapak emaknya frustasi dgn fasilitas yg diluar kemampuannya n anaknya lg bth perhatian n ksh sayang dari mrk….saya tahu persis keluhan dari penghuni di kawasan lipoo n sktrnya…mrk rata2x salah mengatur keuangan…mrk lbh mengutamakan kenikmatan drpd susu buat si anak…memilukan sekali…untuk kawasan sebesar itu ternyata hanya bgs di permukaan tp sesungguhnya sangat rapuh…Rumah sakit disitupun kebanyakan melayani komplain dari asuransi tanpa bnyk mereka yg berobat sendiri tanpa menggunakan asuransi kesehatan…kl perusahaannya tutup atau mrk dipecat,otomatis tdk bisa dpt fasilitas rmh skt yg layak…sekilas kita melihat fasilitas di lipo lengkap,tp dr sekian bnyk penghuni yg mampu mgunakannya hanya sedikit…itupun krn terpaut gengsi n gaya hidup yg konsumtif….itupun kl memang gajinya sesuai dgn pengeluarannnya…kl tdk yah ngutang karu kredit dululah….hahaha..
Februari 22, 2008 pukul 4:34 am
salah satu kolega saya yg punya ruko di kawasan CTC,dia bilang bhwa ruko di kawsan itu sngt sepi walaupun dah disuguhi oleh pertunjukan yg mengundang…pdhl kl kita liat dr posisinya yg dipinggir jalan,sbtlny musti rame n prospek yah..tp gak tau knp bs spt itu..di SGC pun jg sama..walaopun gedungnya sngt bsr tp isinya yah kyk di mangga dua aja..breadtalk aja yg dulunya mau buka disitu akhrnya mengurungkan diri jg…mgkn krn tlalu mahal yah…di mall MLC pun bnyk toko2x yg tdk dikunjungi,kl saya perhatikan rata2x pengunjung MLC hanya window shopping…kl beli pun pd awal bln aja,stlh itu gajinya dah hbs…restoran canton pun skrg sudah menurunkan tarifnya demi menyesuaikan daya beli disekitarnya…ini merupakan degradasi ekonomi yg perlahan tp pasti….di kawasan beverly yg dibilang ckp tinggi pun diterpa banjir pd 2007 dgn menyisakan lumpur yg tebal…drainase di jln utamanya pun krg bgs yg terbukti adanya genangan aer pd wkt hujan bsr…kalo di KL jln nya disertu itu memang bertahap guna dpt jln yg bgs…perlahan tp pasti…drpd yg instan tp bnyk tambalan…hehe
Februari 22, 2008 pukul 4:54 am
di lipo memang WAah..tp daya belinya NIHIiillll…nanti jg suatu saat bnyk toko yg tutup ato sepi kyk di CTC….daya beli penghuninnya keciil…Bos Asep….hrg makanannya mahal krn bnyk yg disupport dari jakarta n bkn dari wilayah sekitar….maklumlah tanahnya bekas pabrik genteng yg bnyk tanah lempungnya…makanya ga bisa pake aer tanah…walaupun berbukit2x…yah tp tetap aja gersang n memang bkn daerah yg diperuntukkan buat perumahan..cocoknya buat pabrik…
Februari 22, 2008 pukul 4:56 am
Sebenarnya saya cuman mau ngasih tahu saja, daripada beli rumah di DB/KL yang katanya harga tanahnya 1jt/m, mendingan di Lippo ckr saja. Harganya nggak jauh beda, daerahnya juga nggak kumuh macam KL. Saya kasihan juga penghuni KL, kalau mau ke Kalimalang saja harus bermacet ria. Maklum kebanyakan yang punya motor daripada mobil. Kondisi jalannya juga ampuuunn……nggak terlalu layak (sorry).
Silahkan lihat sendiri di kawasan Industri sini. Banyak yang keluar atau banyak yang membangun baru. Dari Tangerang, Pulogadung dan sunter pada pindah ke sini kok.
Februari 22, 2008 pukul 9:26 am
Waduh Pak Asep masih bingung ya kenapa banyak orang pilih GW, DB dan KL yg harga tanahnya per/m2 1 Jt ?…, harusnya ga usah jadi provokator gitu dech, kasian cape2 promosi.
Jangan salahkan pembeli dong kalo lebih memilih GW/DB, itu kan sdh membuktikan bahwa daerah ini lebih comfort.
Banyak orang datang ke Lippo dan tinggal disana karena untuk bekerja, tapi kalo untuk hidup/tinggal sampai tua, kayanya ga janji dech.. karena iklimnya jg dah lain… disitu untuk bekerja keras.
Februari 22, 2008 pukul 11:49 am
Bapak-bapak dan ibu-ibu…
sepertinya forum ini kok jadi nggak sehat yah…? daripada kita ribut2 terus, sebenarnya kritikan yang disampaikan bisa lebih bermanfaat loh…
Kalau di GW dibilang ada kurangnya ini itu.. yang tinggal di GW bisa sampaikan ke management bahwa ada kurang ini dan itu. Harap diperbaiki supaya nggak kalah dengan lippo cikarang..
Begitu juga sebaliknya, kalau ada masalah di lippo bisa diteruskan saja ke bagian pemasaran supaya ditindaklanjuti…
Justru kita berterima kasih kalau ada perbandingan dari perumahan lain. Supaya penghuni yang sudah membeli rumah bisa menuntut lebih baik ke management…
Kalau masing-masing penghuni hanya merendahkan penghuni perumahan lain khan gak ada hasilnya juga…
cheers…
Februari 22, 2008 pukul 12:06 pm
iya saya setuju dgn mas bogi…udahlah damai…semenjak pak asep masuk semua jd berubah…pada tau diri aja…
Februari 22, 2008 pukul 3:17 pm
JANGAN BERANTEM, SAMA2 MARKETING, SING WARAS NGALAH, PAKAI OTAAAAK, JANGAN OTOT.
Februari 23, 2008 pukul 6:01 am
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Sodara-sodara,
Saya punya kavling 450m2 di Dukuh Bima dan mau saya jual karena perlu uang. Harganya sesuaikan saja dengan yang disebut di forum ini yaitu Rp 1 juta per meter. Ada yang berminat?
Saya tunggu kabarnya.
Februari 23, 2008 pukul 3:41 pm
Saya sedang cari2 rumah, tapi maunya yang dekat (radius 500 meter) dari SDIT Iqro’ (jalan Ayat, dekat pertigaan Bojong, Pondok Gede). Ada yang bisa bantu kasih rekomendasi, rumah yang mau dijual di daerah sekitar situ? Terima kasih banyak sebelumnya.
Februari 25, 2008 pukul 9:41 am
Sodara-sodara, sebangsa & setanah air… Sebenarnya saya sdh lama mengikuti rubrik ini tp br sekali saja ksh komentar. Berhubung melihat kondisi saat ini smkin tdk sehat, akhirnya saya jd gatal mau kasih komentar jga ni…
Begini ya, kebetulan saya juga punya rumah di GW, sedangkan kakak saya beli di Lippo Ckrg yg dl atas saran saya, jadi smoga komentar saya akan lebih Obyektif. Menurut saya keduanya punya kelebihan masing2, dr segi fasilitas tentunya Lippo Ckrg lebih unggul saat ini dr GW, mengingat usai Lippo Ckrg yg jauh lebih lama. Dsamping itu bagi yg bekerja di kawasan industri Ckrg, tentunya akan lbh memilih Lippo, seperti halnya kaka saya. Tp dr segi akses tol ke Jkt & kond alam, GW tentunya lebih unggul. Mslh fasilitas umum GW saat ini sbnrnya jga tdk terlalu menjadi mslh mengingat jarak pusat2 bisnis/niaga yg sebagian besar di area pintu tol bekasi barat relative mudah/cepat di jangkau (dari pintu tol GW paling 10 mnt). Namun demikian kita ttp sgt berharap kpd developer GW agar sesegera mgkin utk merealisasikan fasilitas2 yg dijanjikan kl tdk mau kehilangan momentum pemasaran mengingat ketatnya persaingan, terutama utk sekolah, pusat niaga & tmpt rekreasi yg Bermutu…sehingga GW tdk mudah diejek/dilecehkan pihak lain. PR besar bagi pengembang..jgn hanya bisa sombong dibalik kebesaran Sinar Mas Group & pinter promosi aja kayak orang Parpol..!! Jd kesimpulannya, apapun pilihan para konsumen semuanya tdk ada yg salah..trgantung kpentingan & prtimbangan masing2. Saya himbau semua, dr pd kita saling mencari kejelekan/kekurangan pihak lain yg tdk produktif sama skli, mending kita bercermin kpd kekurangan kita masing2 utk kemudian sgra dibenahi… Fair Play gitu loh… Bravo GW….Bravo Lippo…Bravo KL….
Februari 25, 2008 pukul 3:43 pm
Mas Cahyo benaaarrrr….
GW sama Lippo selevel. Tapi kalau DB/KL sama GW atau Lippo, tentunya level lain. Lha wong pintu tol saja ngampung GW.
Februari 26, 2008 pukul 4:33 am
Pak Asep…
sudah lah, gak usah memulai berpolemik lagi… GW dan DB/KL itu kan sodara. Kl dl ga ada proyek KL skrg ga akan ada GW. Walaupun saya sdh beli rmh di GW tp sampe saat ini kami msh tinggal di DB krn keluarga saya msh merasa nyaman & aman tinggal dsini. Apalagi DB adalah rmh pertama kami sejak th 97 yg dl sgt kami idamkan. Suasana di DB memang ideal sekali utk rumah hunian…bikin suasana hati jadi sejuk,damai,aman & tentram…
Sekali lagi Bravo bt GW,DB & Lippo..
Februari 27, 2008 pukul 8:32 am
iya neh pak asep terlalu pede dgn lipponya itu….udahlah jngn saling ngejek…yg nentukan semua itu pasar bukan orang seperi pak asep yg sok tauu…udah urusin aja wayangnya….
Februari 27, 2008 pukul 8:35 am
kalo gak punya komunitas yah jgn nimbrung2x donk…buat aja sendiri….gak intelek amat seh!!!!!!!
Februari 27, 2008 pukul 8:59 am
Wikpedia Indonesia: Mustika Jaya adalah sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
Kelurahan-kelurahan di kecamatan ini adalah:
Kelurahan Mustikajaya Kelurahan ini bersebelahan dengan Desa Lambang Sari, wilayah Kabupaten Bekasi, tempat komplek Perumahan Elite Kota Legenda berada. Di komplek Kota Legenda yang berjajar di sepanjang Jalan Raya Lambang Sari – Mustika Jaya, beberapa perumahan yang termasuk kelompok Kota Legenda, adalah komplek Dukuh Zamrud, Dukuh Bima, dan komplek Grand Wisata yang mempunyai akses gerbang tol tersendiri ke Jalan Tol Jakarta – Cikampek.
Komplek Perumahan lain yang ada di Kelurahan ini adalah Graha Harapan, Bumiyagara dan Mutiara Gading Timu. Perumahan Mutiara Gading Timur adalah Perumahan terluas dan terbaru di wilayah ini, mulai dibangun tahun 2003, dengan dibangunnya perumahan ini membuka akses jalan baru yang dapat mengakses dari dukuh Zamrud sampai ke Jati Mulya dan menembus ke Pintu Gerbang Tol Timur Bekasi. Bila Perumahan Mutiara Gading sudah padat akan layak lagi untuk dibentuk sebagai sebuah kelurahan tersendiri mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk yang akan menghuni akan lebih dari 4000 jiwa.
Pemekaran Kelurahan Mustika Jaya Menjadi sebuah Kecamatan tidak lama setelah pembangunan Perumahan Mutiara Gading karena diperkirakan Jumlah penduduk yang telah layak untuk dijadikan sebagai kecamatan tersendiri.
Ormas yang ada di Mustika Jaya antara lain Nahdhatul Ulama, Muhammadiyyah, Persatuan Islam, dan Kelompok Majlis Ta’lim yang tersebar di perkampungan seperti di Ciketing Asem. Jarak terdekat ke wilayah Jakarta adalah 21 kimolemeter.
Kelurahan Pedurenan
Kelurahan Mustikasari
Kelurahan Cimuning
Februari 27, 2008 pukul 10:49 am
Wikipedia Indonesia :
Mal Lippo Cikarang sebuah Pusat Perbelanjaan Moderen pertama di timur Jakarta tepatnya di Cikarang atau di dalam perumahan elit Lippo Cikarang. Mal yang diresmikan pada tahun 1995 pada awalnya memang dikhususkan bagi para penghuni perumahan Lippo Cikarang, namun pada perkembangannya dimana dikawasan tersebut tumbuh subur kawasan industri maka Mal Lippo Cikarang berubah menjadi Pusat Perbelanjaan Keluarga di kawasan Cikarang yang pada saat ini dilengkapi dengan Hypermart, Matahari Department Store, Hero Supermarket dan Bioskop 21 serta arena permainan Time Zone.
(bandingkan dengan KL yang harus susah payah ke Bekasi Barat kalau mau ke mall).
Februari 27, 2008 pukul 11:03 am
Akses pintu tol langsung Lippo-Jababeka di km 34.700 kalau sudah jadi Cikarang bakal ramai sekali nih. Dengar dengar awal tahun depan sudah beroperasi. Salut !!!
—————————————–
http://www.indofinanz.com/v92/readnews2.inz?id=2008022624.htm
Selasa, 26 Februari 2008
Jakarta (Indofinanz) – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) pada 22 Februari 2008telah meresmikan pemakaian Jembatan Thamrin yang menjadi akses ke ruas pintu tol Cikampek di km 34.700 sekaligus peluncuran sebuah cluster New Azelia Garden.
Presiden Direktur LPCK Meow Chong Loh dalam pidato peresmian New Azelia Garden menyatakan, pembangunan sebuah kota harus disertai pembangunan fasilitas dan penataan lingkungan yang memadai sehingga seluruh fasilitas yang ada saling bersinergi dan saling mendukung.
“Jembatan Thamrin awalnya hanya satu jalur yang dipaksi dua arah dari dan ke kawasan centra bisnis district (CBD) Lippo Cikarang. Sekarang Jembatan Thamrin dapat beroperasi dari dua sisi ruas jalan,” kata Loh.
Sementara Direktur LPCK Harun Permadi ditempat yang sama mengungkapkan, New Azelia Garden berukuran 36/72 memiliki design moder dengan harga mulai Rp160 juta. Harga ini dianggap cukup kompetitip dan diharapkan menjadi produk baru yang dapat menembus pasar.
Februari 28, 2008 pukul 12:57 am
Kok masih lanjut saja nih GW vs LC …
Pak Asep kalau ingin memberikan info keunggulan LC, tulis saja di konten LC yg sudah dibikinkan bung admin, biar konten ini diisi warga KL dan GW, biar lebih bermanfaat.
Buat warga GW/KL ada yg tahu jasa renovasi yg tidak mahal2 amat dan hasil kerjanya bagus ? Kalau ada tolong share nama dan alamat/no telp ya. Terima kasih.
Februari 28, 2008 pukul 5:58 am
Sepertinya lebih enak di Taman Century ya? Askes Tol hanya 3 menit, trus dekat ke pusat perbelanjaan.
LC terlalu jauh …
Februari 28, 2008 pukul 7:11 am
Di dukuh bima enak sekali… seperti ada dimana gitu…..
Februari 28, 2008 pukul 8:54 am
Baru hari ini saya iseng2 lewat Google search dan menemukan forum yang cukup heboh ini. Saya baca dari yang taon 2007 dan membuat saya dapat informasi banyak sekali untuk referensi saya pribadi. Tapi begitu baca yang terakhir2 kayaknya memang ada penyusup gak penting yang ikutan nimbrung. Setahu saya milist biasanya dibangun untuk memberikan manfaat dari orang2 yang join ataupun yang cuma baca aja (kayak saya—walaupun akhirnya gatel juga). Boleh saja memasukkan misi pribadi (buktinya ada yang numpang jualan juga khan….) tapi jangan sampai membuat pernyataan yang melukai peserta forum atau pembaca. Kita harus dewasa dalam menyikapi forum yang ada diinternet, karena disitu juga ada manusia2 lain yang juga punya perasaan. Saya yang nimbrung membaca saja kurang sreg melihat forum yang panas2an seperti ini……. Wahhh lama2 saya bisa jadi ustad nihhhh…………. Waktu dan tempat saya persilakan……………. Tapi jangan berantem yaaaa……. Nanti dijewer Pak Guru lhoooooooo…………..
Februari 28, 2008 pukul 10:59 am
Jadi makin yakin kl Pak Asep itu bener2 broker or marketingnya LC…Jd ya ga usah digubris lg komentar2nya krn sdh pasti ga obyektif… mungkin hanya itu keahlian beliau…kacihan deh..
Februari 28, 2008 pukul 11:20 am
iya neh pak asep lg belajar jualan rumah…maklumlah wong deso….mending kyk tukul muka deso rejeki kota…hehe…..kasian amat lippo pake marketing model kyk pak asep….gak bonafit aahh….bisanya cuma nyelusup gt kyk teroris aje…..ntr ditangkap loh ma BIN…kebetulan bapak saya mantan BIN neh…ati2x yah pak Asep….
Februari 28, 2008 pukul 11:32 am
ih wong deso ikut2xan..gak kreatif bngt seh…..gak bngt!!!! deso2x….
Februari 28, 2008 pukul 11:47 am
guys tetangga gw di Dukuh Bima itu Kapolsek cikarang….dia aja gak tinggal di lippo..daerah KL aman guys bnyk petinggi militer yg stay disitu…dari kepolisian,AD,AL,AU..papanya temen saya yg marsekal stay di situ..om nya temen saya di grj yg laksamana stay disitu…anggota DPR jg ada yg stay disitu…aman Bro…daerah loreng2x….gak ada yg brani macem2x ma kawasan DB….diem2x mematikan….HIDUP DUKUH BIMA !!!!!!! preman disitu pada jiper coy….gak ada yg brani malak disitu….termasuk yg mau pindah2xan….jd welcome to Dukuh Bima…
Februari 28, 2008 pukul 2:00 pm
Terima PBB tahun ini, aduh…pusing…
Masa NJOP dari 980rb jadi 1.3jt ? Tahun 2006 NJOP cuman 670rb. BPN salah kali ya. Kalo gitu pindah aja ahh ke Dukuh BIma, biar nggak bayar PBB mahal.
Februari 28, 2008 pukul 2:02 pm
Terima PBB tahun ini, aduh…pusing…
Masa NJOP dari 980rb jadi 1.3jt ? Tahun 2006 NJOP cuman 670rb. BPN salah kali ya. Kalo gitu pindah aja ahh ke Dukuh BIma, biar nggak bayar PBB mahal.
Februari 29, 2008 pukul 1:13 am
Kasihan juga ya warga di KL. Supaya aman sampe harus dijaga anggota POLRI & TNI. Disini rumah nggak ada yang pakai pagar, barang taruh luarpun nggak ada yang ilang tuh. Kalo 5 tahun lagi di pintu tol baru km 34.7 dibangun gedung tinggi, jangan heran. Itu kawasan Cikarang yang berkembang pesat. Cikarang memang beda. Kalo kawasan bekasi timur, dari dulu gitu gitu saja, jalan malah rusak, lobang dan macet. Kasihan juga penduduknya, jadi daerah tiri Kota Bekasi. Sedang Cikarang, ibukota kabupaten Bekasi yang nggak lama lagi mau membangun bandara dan pelabuhan internasional. Cikarang memang beda !!!
Februari 29, 2008 pukul 2:41 am
emang sarap si asep…..
Februari 29, 2008 pukul 2:49 am
bandara???buat angkut sapa????marketing aja gak profesional…tol aja br dibuat…lalu sapa yg mau pake bandara????supir kontainer????ngaco ajaaaa….sok elite lu pak……kyk penghuninnya milyunerr aja…org mall nya cm rame kl awal bln aja…selebihnya sepi……sok gaya luuu Pak….sok elite……kalo elite knapa musti jauh dari jakarta n gabung ma industri berat n marketingnya pake penghuni biasa kyk situ….saya kan tau jeroannya lippo…salah satu manajer lippo itu bapaknya temen saya…saya aja tau kondisi ekonominya dia seberapa….jngn sok teuu deh ……
Februari 29, 2008 pukul 3:02 am
Wah…wah… Pak asep… norax banget seh…..
Sapa bilang di LC aman….., tuh di Meadow Green bentar2 ada yang kemalingan….. belum lagi di cluster2 lainnya, pasti ada aja yg lapor kemalingan……
Udah deh jangan sok kaya gitu…. jangan suka sirix… itu tanda tak mampu, lebih 2 jangan so’ kacian deh….
justru yang harus dikasihanin elu….
Februari 29, 2008 pukul 3:26 am
iya neh si asep karyawan teladan…dibayar brapa pak ampe begitu sesetia itu?????? jaman sekarang rakyat indonesia sdh tdk bodoh spt dulu wkt jaman penjajahan….org Indonesia sdh lbh pintar dalam melihat fakta…..daripada nanti bapak terus dpt hujatan n masuk neraka mendingan sadar diri aja…..kasian keturunan bapak…nanti dpt sial dari bapak….bertobat yah pak….sebelum telat….
Februari 29, 2008 pukul 4:11 am
Selaku WASIT saya memutuskan memberikan KARTU MERAH kepada Bapak/Saudara/Mas/Bang ASEP. Segala tutur kata, tulisan, pendapat, opini, argumen dsb yang berhubungan dengan orang tersebut kita anggap tidak berlaku lagi, sehingga bagi Saudara-Saudari yang lain (selain Asep) mohon untuk tidak menggubrisnya lagi. Biarkan saja beliau selalu menjadi penyusup, tidak perlu kita komentari. Saya pikir kita (selain Asep juga) masih waras dan tahu mana yang berguna dan mana yang cuma bikin capek doang. Karena kita (selain Asep lagi) pasti masih punya hati yang bersih, jadi itu harus kita tunjukkan dengan tetap memberikan kebebasan kepada Asep apa yang beliau mau, tapi satu yang penting dan harus diingat, ASEP SUDAH DIKARTU MERAH… Jadi kita anggap saja sudah tidak ada……..Dianggap sudah mati juga boleh………OK temans…???
Sekedar informasi saya tidak tinggal di kedua wilayah baik KL/DB atau di LC, tapi saya sebentar lagi akan tinggal di Perumahan Depnaker Pekayon. Kenapa, ya karena memang dapatnya disitu……gak perlu pakai argumen ah….
Jadi memang saya tidak memihak kemana-mana, cuma saya berusaha membela yang saya pikir pada posisi yang benar saja……..bisa jadi juga justru malah saya yang salah……….
Maret 3, 2008 pukul 1:36 am
==> Netral : Kemalingan sih nggak, tapi kalau kerampokan kadang kadang ada memang. Maklum, mereka kan ngincar barang yang gede gede.
==> Wasit : Kerja di Depnaker ya ? Ngomong ngomong, ada nggak info lowongan kerja atau kesempatan jadi TKI ?
Maret 3, 2008 pukul 2:12 am
Saya mengikuti dengan setia forum ini, krn selaku warga dukuh bima sejak akhir 2005 tentunya berharap pada forum ini ada info barangkali penting untuk dicermati terutama sesama penghuni, namun belakangan ini kok arah nya jadi gagah2han begitu ya? terutama yang dari LC.
Saya memilih DB karna saya merasa aman meninggalkan keluarga dirumah dan sekolah anak (kualitas yng lumayan) berada dalam komplek, ternyata aspek lainnya juga tidak ada masalah misal akses ke pusat belanja (mall), belanja keperluan dapur dapat ke carefour (10 menit dari DB), kl pun ada mall dibangun di GW atau KL barangkali nanggung amat, mending keJakarta sekalian (sadh dijamin mall yang terlengkap barangkali seIndonesia), krn kalau sabtu dan minggu atau hari libur akses ke mall besar dijakarta lancar.
Jadi mall di LC juga tidak ada artinya sama sekali.
Jadi mohon untuk forum ini kembali kejalan yang benar, membahas segala sesuatu tentang kehidupan di GW, KL dan sekitarnya.
Maret 3, 2008 pukul 5:32 am
ptwijaya Says:
Februari 28, 2008 at 12:57 am
Kok masih lanjut saja nih GW vs LC …
Pak Asep kalau ingin memberikan info keunggulan LC, tulis saja di konten LC yg sudah dibikinkan bung admin, biar konten ini diisi warga KL dan GW, biar lebih bermanfaat.
Buat warga GW/KL ada yg tahu jasa renovasi yg tidak mahal2 amat dan hasil kerjanya bagus ? Kalau ada tolong share nama dan alamat/no telp ya. Terima kasih.
@Pak ptwijaya,
Jasa renovasi seperti apa ya pak? kebetulan saya brsn renovasi rmh di DZ, tp saya pake tenaga renovasinya bukan profesional yg punya kantoran pak, tp kerjaanya sih lumayan. Orang itu juga biasa nerima renovasi kecil2an di wilayah Kota legenda dst, dan sering juga benerin rumah di DB. Namanya pak Yatin
Maret 3, 2008 pukul 6:22 am
@Marcel
Rencana sih mau nambah ruang makan di belakang yg atasnya jadi kamar anak. Pak Yatin bisa dihubungi di mana pak (alamat/telp)?
terima kasih
Maret 4, 2008 pukul 6:32 am
@Ptwijaya:
Bos bener gak si di GW kalo mau renivasi harus pake tukang dari pengelola GW….?? dan emang udah tinggal disitu ya???. tks
Maret 4, 2008 pukul 6:38 am
Pak ysk, kalau saya tanya ke pengembang, tukang bebas, tapi harus dapat ijin renovasi dari pengembangnya. Ada form yg mesti diisi, kemarin sih udah dapat formnya, cuma belum diisi, soalnya bentuk renovasinya masih blum pasti, masih mikir-mikir modelnya, lagian tabungan dah habis untuk beli rumahnya + anak daftar di SD AlMuslim 9,6jt.
Ditunggu nih proyeknya Pak Ysk seperti di Tangerang dulu, buat renovasi ……
Maret 4, 2008 pukul 8:45 am
@ptwijaya
pak yatin bisa dihubungi di nomor 081316215752. Tp sebaiknya kl bapak pingin hasilnya bagus bapak bisa bayar tenaganya aja sementara material bapak beli sendiri, tp kl bapak tdk tinggal disana, sistem borongan jg bisa, asal bapak terbuka aja pinginnya kayak apa dan blg ke ybs. Saya sendiri selama renovasi rumah tdk ada di tempat krn saya tinggal di jakarta, tp walaupun kerjaannya tdk diawasi, hanya sabtu/minggu dicek, hasilnya cukup baik. Cuma sptnya pak yatin ini kl disuruh gambar rancang bangunnya ya dak bisa, sebaiknya kita kasih liat contoh gambar atau maunya kita kayak apa, begitu aja
Maret 4, 2008 pukul 9:23 am
[...] Netral : Kemalingan sih nggak, tapi kalau kerampokan kadang kadang ada memang. Maklum, mereka kan ngincar barang yang gede gede. Wasit : Kerja di Depnaker ya ? Ngomong ngomong, ada nggak info lowongan kerja atau kesempatan jadi TKI ? Asep, [...]
Maret 4, 2008 pukul 9:40 am
Terima kasih Pak Marcel.
Maret 5, 2008 pukul 1:24 am
Sebagai kesimpulan diskusi kita ini, walaupun berada ditengah kawasan yang agak kumuh dan tidak teratur, dengan fasilitas infrastruktur sepeti jalan yang banyak berlobang, semrawut dan tidak teratur, KL/DB memang perumahan yang terbaik di Bekasi, mengalahkan perumahan elit seperti Kemang Bekasi, Delta Mas, GW atau LC.
Maret 5, 2008 pukul 5:28 am
Sorry salah, LC is the best!!
Maret 5, 2008 pukul 5:39 am
saya bingung dgn si asep ini..katanya LC keren tp kok msh sirik ma komunitas kita?????itukan aneh…dia sendiri gak pede dgn LC nya…kalo pede yah jgn sirik donk….jgn kyk anak kecil yg iri adeknya dibeliin mainan….jgn kekanak kanakan toh…ingat umur!!!!!! kalo di KL ada tukang renovasi rumah,dia dah lama dipake org KL,jd penunggu rumah jg terpercaya kok..namanya pak cari no telpnya 02193296749…hrg bisa nego n kualitas lumayan.pekerjanya cukup jujur2x…
Maret 5, 2008 pukul 5:45 am
AKU SETUJU DENGAN PAK WASIT YG BIJAKSANA!!!!!!! JANGAN PEDULIKAN LAGI SI ORG GILA (ASEP) ITU !!!!!! SAMPAH MASYARAKAT ( ASEP ) !!!!!!!!!
Maret 5, 2008 pukul 8:26 am
Mr. Asep….
Datang ga diundang……. tiba2 bikin kesimpulan ???
Emang diskusi sama siapa ??
Gue prihatin deh… kacian..
Maret 5, 2008 pukul 9:04 am
SAODARA-SAODARA SEKALIAAANNNN…
Mohon untuk tidak lagi terpancing oleh tulisan2 ASEP. Kalo kita baca tulisannya, kita anggap itu sebagai hiasan saja di forum kita ini. Atau bisa juga dianggap sebagai lelucon yang menghibur kita. Lebih baik kita ngobrol mengenai hal yang ada gunanya buat anggota forum ini.
Kalau emang beliaunya gak punya malu / muka tembok / gak punya kerjaan (soalnya nanya ke saya soal lowongan TKI — jangan2 mau jadi TKW…….hehehe…….operasi kelamin dulu yah…………..atau emang sekarang udah jadi waria ?????………soalnya suka usil ngurusin orang sih…………persis kayak waria……..) dan selalu pantang menyerah untuk mengganggu forum ini, yah kita serahkan kepada ASEP terhormat. Artinya hiasan dan lelucon di forum ini akan semakin bertambah dan itu pasti akan menghibur kita.
Saya yakin hanya satu orang saja yang pengin usil di forum ini, saya berharap satu orang ini tidak menjadikan anda sekalian (selain ASEP terhormat) yang ada di forum ini terpancing untuk berkomentar yang akan menyenangkan beliau. Soalnya sepertinya memang dia suka cari perhatian dengan cara2 yang aneh bagi kita semua yang masih sehat.
Saya memahami ada sebagian peserta forum yang kurang berkenan dengan tulisan2 ASEP, tapi bila itu selalu ditanggapi hanya akan membuat kita melakukan hal tidak ada untungnya buat kita (selain anda ya Pak ASEP…hehehe).
Sebelumnya saya juga minta maaf kepada Pak/Sus ASEP (saya gak tau mana yang bener…) lowongan untuk TKI hanya untuk orang yang SEHAT ROHANI saja, saya pikir anda lebih tau kemana tempat yang cocok buat anda…..RSJ atau kuburan……………..sekali lagi mohon maaf…….
Maret 5, 2008 pukul 9:43 am
Saya blum pernah masuk Dukuh Bima, ternyata ada bangunan yg seperti ini http://www.rumah123.com/front_end/housedetail.php?adID=18208
bagus juga lho, ditawarkan saja 950juta
Maret 5, 2008 pukul 10:03 am
Saya bisa mengerti, buat kelas bawah seperti di KL, rumah seperti itu sedang termasuk suangat buagus sekali dan mewah. Makanya dengan harga yang relatif agak tinggi tsb. rumah tsb. nggak laku laku. Saya sarankan kalau disitu membuat rumah yang biasa saja, agar mudah terjual nantinya. Yang penting sehat dan enak ditinggali.
Maret 5, 2008 pukul 10:41 am
Hidup LC!! Yang lain ketinggalan dong …
Maret 5, 2008 pukul 10:44 am
dasaar looser!! sok elit luu Asep kampungan….tinggal dipinggiran pabrik aja dah blagu!!!!!! dasar kampung!!!namanya juga Asep yah pasti orang kampung temennya sapi!!!!! MATI AJA LU ASEP!!!!!!
Maret 5, 2008 pukul 10:54 am
sekaya apa seh luu Sep????punya aset brapa M????? di ckrg mah gak sampe M…yg ada juga emberrrrr!!!! duitnya jg recehan!!!!!! skrg bkn org kaya aja yg sombong,yg miskin jg bnyk yg sombong!!!! yah kyk si ASEP ini!!!!!!
Maret 6, 2008 pukul 12:27 am
pak pantek, kan dah disepakati kita biarkan saja komentar asep ini, dianggap ga ada aja. Yg penting warga GW dan KL bangga dengan perumahan kita ini, biarkan asep dengan LCnya sendiri. Kita isi forum kita ini dengan isi yg bermanfaat untuk GW dan KL. OK?
Siap-siap dulu ah, pagi ini SBY berkunjung ke kantor …. paspampres dah pada muncul dari jam 7 tadi.
Maret 6, 2008 pukul 3:52 am
oke Pak ptwijaya!!!! Bapak kerja di daerah mana????PNS juga ato BUMN?????Salam yah buat Pak SBY…kapan neh Pak SBY berkunjung ke wilayah kita????hehe…Sukses yah Pak..
Maret 6, 2008 pukul 6:42 am
Pak Pantek, kita sama sama tinggal di RSSSS, buat apa bertengkar. Kalau Bapak tinggal di emperan GW, saya di emperan LC.
Pak ptwijaya: kapan kapan diajak lah SBY mengunjungi KL.
KL pernah terkenal menjadi kota yang melegenda. Pasti SBY tertarik dan pindah dari Cikeas.
Maret 7, 2008 pukul 4:03 am
Pengembang Grand Wisata dan KL kurang kerja sama antara lain:
a. Jalan tembus dari pintu DB ke GW kok ditutup apa merasa saingan antara KL dan GW padahal dulu sudah ada.
b. GW dan DB tidak peduli lingkungan dan kerja sama dengan PEMDA bekasi kurang buktinya jalan dari depan Perum P&K s/d MGT Rusak parah dan cenderung macet tiap pagi dan sore setelah tool di bangun
c. Jembatan di lampu merah kalimalang setiadarma seharusnya yang jembatan kecil, tersebut dibangun (dilebarkan) kerjasama antara Adikarya Kalaimas, KL, GRand W, MGT dan pengembang2 lainnya, ini harus diprakarsai oleh PEMDA Bekasi
d. Memfasitasi angkot atau BIS dari GW dan ke UKI, Cikarang, Karawang, LBk. Bulus, Blok M, dll. agar akses Grand Wisata makin mudah
Maret 7, 2008 pukul 4:13 am
Penghuni GW dan Dukuh BIMa dibohongi:
a. Kapan FASOOOS GW dan DB dibangun.
b. Namanya saja GRaaand Wisata……….mana wisatanya…….
c. Adanya hanya pintu toool Doaaang
d. Sebaiknya GW segera bangun Pusat Belanja yang Modern, RS Internasional daripada berantem dengan Lippo Cikarang
e. GW dan Dukukh Bima hanya menjual isu pintu Toool Saja untuk mengiring konsumenya
f. Mananaaaaa tempat rekreasinya, danauuu ciberemnya saja nggak diurusiiiiiiiiiii.
Maret 9, 2008 pukul 2:42 pm
@pantek
saya PNS pak, alumni kerjasama Depkeu RI dan ITM Malaysia di bidang estate manajemen.
@Asep
saya pegawai rendahan pak, jadi tidak ketemu SBY. Maksud saya siap-siap adalah siap-siap pergi duluan karena jam 9 pagi saya ada rapat di dispenda DKI, kalau tidak keluar duluan tidak bakalan bisa lewat, acara di lobi sedang ruangan saya ada di lt 4.
@Pengamat
kalau saingan menurut saya iya deh pak, GW juga pasti akan lebih memperhatikan wilayahnya sendiri.
@Korban BOHOOONG GW dan DB
Kalau saya sih tidak merasa dibohongi, fasilitas kalau dibangun sekarang percuma juga, blum ada yg menggunakan, kebanyakan unit rumah masih kosong. perkiraan saya fasilitas akan terwujud baik dalam 3-5 tahun ke depan. Yg penting bagi saya tinggal di GW adalah akses ke tol untuk mencapai tempat kerja saya di Jl. Gatot Subroto. Kebutuhan belanja bisa dipenuhi carefour bekasi timur, sekolah anak di AlMuslim. Kalau kebutuhan wisata saya lebih senang ke bogor/bandung sekalian dari pada mengharapkan fasilitas wisata dari perumahan yg tidak mungkin sebagus lokasi wisata asli.
Maret 10, 2008 pukul 6:19 am
pak ptwijaya,bapak saya jg PNS di BKN…nasib kita sama PNS…saya jg berencana mau jadi PNS….PNS sekarang lg makmur2xnya…..lg masa keemasan.haha….
Maret 10, 2008 pukul 9:52 am
Kayaknya perlu waktu 10 tahunan buat KL/GW untuk jadi ramai. Saya tinggal di LC 7 tahun lalu. Waktu itu, keadaannya
masih sepi, tidak seramai sekarang. Fasilitas juga masih minim.
Hal yang sama dialami oleh Delta Mas. Saya dengar sudah
ratusan Milyar dikucurkan untuk membangun Delta Mas, tetapi sudah 4 tahun berlalu masih sepi sepi saja.
Saya kira investasi di KL/GW masih long term agar harga rumah bisa naik tajam. Rumah saya dulu harganya 5 tahun pertama ibarat jalan ditempat. Tetapi, dalam 2 tahun terakhir, kenaikan drastis sekali. Sampai saat ini sudah 2 kali lebih dari harga beli 7 tahun lalu. Dan kelihatannya, dengan banyaknya pembangunan infrastruktur, saya yakin rumah daerah sini akan mengalami kenaikan pesat dalam 2 tahun kedepan.
Beberapa proyek besar di Cikarang :
Pembangunan China Trade Center di Jababeka
1) Pembangunan fly over -> hampir selesai.
2) Pintu tol baru km 34.7 –> tahun depan.
3) Terminal kontainer dan stasiun kereta eksekutif lemahabang –> sedang proses pembebasan lahan
4) Kawasan industri High tech Jababeka 3 –> sedang dikerjakan. Tahun ini Bill Gates ke Indonesia, karena Microsoft termasuk salah satu penghuni kawasan tsb.
5) Super road yang menghubungkan 6 kawasan industri, dari MM2100 sampai Surya Cipta.
6) Pembangunan kampus Univ. Negeri Jakarta dan ITB cabang Bekasi di LC dan Delta Mas.
7) Pemindahan pintu tol PGT ke km antara Cibitung Cikarang (2009).
9) Tol Tanjung Priok – Cikarang pusat –> tapi masih lama
dsb.
Dulu ke Jakarta saja susah cari Taksi atau bis. Sekarang, poll Blue bird di Cikarang, bis langsung Jakarta juga banyak, bahkan bis Damri ke Bandara juga sudah ada dari tahun lalu.
Jadi pertimbangankan saja, daerah mana yang paling berkembang nantinya.
Maret 11, 2008 pukul 9:26 am
@ Asep & calon pembeli
Saya setuju saja dengan Kang Asep. Dari seluruh informasi selama ini dpt diambil 2 kesimpulan:
1) Bagi calon pembeli yg lebih mementingkan lokasi perumahan yg sdh mapan fasumnya dan dekat dg area industri, silahkan pilih LC.
2) Sedangkan bagi calon pembeli yg lebih peduli dengan lingkungan & kualitas udara yg lebih baik, lebih dekat dg ibu kota serta lbh sabar menunggu fasumnya lengkap, ya tentunya akan lebih memilih GW.
Bravo GW, bravo LC…
Maret 11, 2008 pukul 11:18 am
yah lihat saja….kan yg terpenting ada daya beli,kl fasilitas lengkap tp daya belinya kurang yah sama aja…..kan daya beli kita tdk seperti org jkt yg hdpnya rata2x sdh diatas standart….di sekeliling kita msh bnyk org yg belum bs hdp standart layak….kita jngn mjebak mereka tuk berbuat jahat dgn membangun fasilitas yg buat sebagian org terasa sngt mewah,nanti kan kita sendiri yg rugi sbg org (warga) yg ingin ketenangan n kesejahteraan….
Maret 12, 2008 pukul 7:31 am
gimana kl daerah kemang pratama ?
ada info apa aja?
Maret 12, 2008 pukul 9:31 am
ha hahaha………….. haha….. gak ada untungnya debat……….. yang untung itu sinarmas dan lippo konsumen ketepu smua……..
Maret 12, 2008 pukul 9:47 am
ini gimana sih…forum ini kan khusus untuk membahas GW, KL, DZ, DB dan sekitarnya…..yang mau posting LC, KP dll mohon untuk dengan hormat untuk sadar diri ya, Sep…
apa gk bisa baca, Sep…
Maret 13, 2008 pukul 1:33 am
“yo wess”lc is the best versi mas asep, ya udah toh sekalipun mau dibangun istana negara, ya ora opo2,
menurut saya, sebagian orang memilih tempat tinggal itu feeling, walaupun lokasinya jauh dari mana2, nilai investasinya tidak bagus tapi siempunya rumah merasa nyaman dan aman tinggal ya…itu suatu pilihan suatu rasa yang tidak bisa didebatkan, tidak akan ada titik temu,
kl mas asep dan lainnya mementingkan dekat dgn industri, keramaian, fasilitas yg katanya ada ini itu, ya monggo dibicarakan sesama yang seide diforum yang lain, biar lebih seru.
Maret 13, 2008 pukul 3:22 am
@Asep, beli aja semua rumah di LC. Kan bisa dikontrakkin di LC. Kalo aku ngga tertarik tuh, masih nyaman bangun kapling di GW.
Maret 13, 2008 pukul 1:53 pm
yoi cuy….be a gentle !!!!!
Maret 13, 2008 pukul 2:05 pm
hidup GW n KL !!!!! kemaren sabtu wkt saya mau pergi ke arah jamrud,di dekat pom bensin sedang di cor RS.Permata bunda…..lumayan jg spesifikasinya….kira2x ada 5lantai….
Maret 14, 2008 pukul 5:03 am
Ikutan lagi deh…….sorry ane apsen lama. Ooooh yang deket POM bensin lama itu mo bikin RS ya. tambah enak sih, ada tambahan fasilitas deh. Buat Kang asep …….yang udah seatle di LC …..bantuan kita deh gimana caranya biar yang disini maju juga kaya LC……..
Maret 14, 2008 pukul 11:36 am
yup!!!!!!! di dekat pom bensin yg lama….
Maret 15, 2008 pukul 1:24 pm
Banjir tahun 2002 lalu, tercatat di
Kecamatan Pondok Gede: dilaporkan, terdapat delapan perumahan terendam banjir. Yakni Perumahan Housing Molek (40 cm), Raflesia (70-80 cm), Bukit Kencana (60 cm), Wira (60 cm), Angkatan Laut (40-50 cm), Jatiwarna (40-50 cm), Pondok Cemara (50 cm), Pondok Melati (40 cm).
Kecamatan Bekasi Selatan, meliputi Perumahan Galaksi (10-15 cm), Pondok Timur Mas (40 cm), Vila Jakasetia (40 cm), Cikunir (40 cm), kantor kelurahan Margajaya (20 cm). Kecamatan Medan Satria meliputi Perumahan Harapan Mulya (50-150 cm), Kali Baru (100 cm), Kelurahan pejuang (25-40 m).
Kecamatan Bekasi Timur, banjir merendam Perumahan Margahayu (50-80 cm), Jalan Kartini (50 cm), Rawa Semut (50 cm), Unisma (80 cm), Bekasi Jaya (50 cm), Duren Jaya (80-100 cm), Cerewet (50 cm), dan Aren jaya (50-100 cm).
2004: Tempo: Daerah rawan banjir di Bekasi
Tiga sungai penyumbang banjir terbesar:
Tiga sungai di Bekasi yaitu kali Bekasi, kali Cakung, dan kali Sunter rutin menyumbang banjir tahunan di wilayah itu
2007: Tempo: Tiga sungai rawan banjir
Maret 17, 2008 pukul 4:48 am
tenang GW, KL DB gak mungkin kebanjiran ….. kalo 3 daerah tersebut kebanjiran… berarti TOL JAKARTA— CIKAMPEK PUTUS… Lokasi 3 perumahan itu diatas tol ….
Maret 17, 2008 pukul 5:14 am
siapa sih pt wijaya dan bd swrd kayaknya kenal.
Maret 17, 2008 pukul 6:31 am
Weleh, pembangunan RS di luar kawasan kok seneng.
Harusnya penghuni KL menagih ke developer untuk pembangunan fasilitas di dalam kawasan. Wong yang ngasih nama “KOTA” Legenda kan developernya. Kalau yang namanya kota, dimana mana juga sudah menjadi kewajiban developer untuk mengembangkan semua fasilitas, termasuk rumah sakit. Dalam mencari rumah, kalau developernya tidak ada komitment, forget it saja. Bisa bisa makin lama kawasan tsb. makin runyam, apalagi kalau pembangunan lahan sudah hampir full. Penghuni hanya bisa menikmati rusaknya jalan dan amburadulnya infrastruktur. Saya punya beberapa teman yang tinggal di daerah seperti ini di Bekasi Barat dan Timur. Wah, kasihan banget. Pemkot/pemda tidak memperhatikan, apalagi sang developer. Mereka bakal lari menyelamatkan diri, hehe…Tinggal penghuni yang gigit jari. Maaf saja, kayaknya developer kota legenda mungkin type seperti ini.
Maret 17, 2008 pukul 10:35 am
ASEP = Anak Suka Emut Peler….
Maret 17, 2008 pukul 2:17 pm
Capek juga yah ikut forum kalau carut marut seperti ini…
buat saya apa yang terjadi di forum ini hanya membuktikan 2 hal :
1. ada orang2 yang suka sekali bikin ribut nggak karuan..
saya nggak tahu untungnya apa, kalau saya tidak tinggal di GW or KL, belum tentu juga khan saya tinggal di cikarang. Mungkin kalau saya lagi cari rumah, saya gak akan ke cikarang kalau ‘iklan’nya seperti itu…
2. kita mudah banget sih terprovokasi… ada orang bawel dikit kok langsung emosi….
Sudah lah… kita luruskan lagi saja, ini khan forumnya KL dan GW.. ya infonya buat orang2 yang tertarik dengan GW dan KL saja. Kalau ada yang bicarakan perumahan lain, or numpang dagang, or diskusi yang out of topic diabaikan saja….
BTW terima kasih buat semua yang sudah memberi info mengenai GW dan KL.
Kalau gak salah, saya pernah dengar.. ada angkutan dari GW ke Bekasi Barat yah? ada yang bs konfirmasi?
Maret 18, 2008 pukul 3:59 am
Ada yg tahu untuk prosedur mengurus imb kalau kita renovasi rumah? Kalau jalan dulu renovasinya IMB belakangan, kemungkinan bermasalah nggak ya? Mohon infonya, terutama bagi yg sudah berpengalaman di lingkungan GW/KL.
Untuk bung Admin, postingan yg tidak tepat/tidak pantas mestinya bisa dipindah/dihapus kan?
Maret 18, 2008 pukul 5:26 am
@Bogi,
saya sudah beberapa kali lihat ada angkutan dr GW ke Bekasi barat cuma blm pernah nyoba sendiri atau tanya jamnya beoperasi. Angkutannya kl gak salah pake mobil sejennis ELF bgt, biasanya mangkalnya di halte GW deket jembatan Kota Legenda (pintu keluar ke arah jalan Mustikajaya). Ada yg bisa kasih info mgn jadwal feeder busway dr GW ke Jkt (mgkn ada yg udah pernah posting? )
Thanks
Maret 18, 2008 pukul 3:24 pm
wahai para pemilik kendaraan pribadi…ada berita,kalo sekarang ada motif pencurian mobil dgn cara cew cntk yg menawarkan parfum yg isinya ada obat bius…..nanti pd saat dicium pemilik nya lsng teler n mobilnya dicuri…..bagi org GW n KL kita lebih tertarik dgn shopping di jakarta,krn lbh menarik,lengkap n bermerek….kalo kota di timurnya bekasi itu barangnya abal2x….n mallnya panas n bnyk angkot…..GAK LEVEL !!!!!!!!! Mendingan di Mangdu sekalian….ada gak di MLC itu counter GUESS???? yang asli loh marciano!!!!….bukan marsiem loh…bukan buatan Mangdu…..
Maret 18, 2008 pukul 3:52 pm
kalo teman2x yg mencari kenikmatan seksual bisa dicari dipusat terbesar se cikarang n bekasi…itu bisa ditemui di LC di cluster beverly,cibiru,medow green,ruko roksi,ruko union..kalo mau reunian para “USER” bisa di cluster menteng,ruko sriwijaya,ruko menteng….lengkap kan LC?????? kayak Doli nya surabaya!!!! tapi anehnya gak pernah digrebek polisi yah????kalo gak percaya dgn omongan saya buktikan saja..Tour guide nya bisa pake pak Asep….dia kan salah satu germonya…iya kan pak asep????gak usah malu lah…sama2x lelaki ini….
Maret 18, 2008 pukul 8:51 pm
@marcel
terima kasih bung marcel infonya… gak lewat tol kali yah? tapi lumayan lah kalau ada keperluan di bekasi barat…
Maret 19, 2008 pukul 4:30 am
tutp aja ini udah gak bagus….
Maret 19, 2008 pukul 5:33 am
Dengan ini saya mohon diri untuk keluar dari forum ini, bilamana ada ‘Asep’ berarti Asep Asep lain yang perduli dengan LC.
Wassalam
Maret 19, 2008 pukul 3:10 pm
yup gw setuju Bro!!!! get out!!!!!
Maret 19, 2008 pukul 3:31 pm
tp forum ini jgn ditutup tp disaring aja…krn mungkin ada asep yg jd provokator…..kalo provokatornya dikeluarin jd gak mslh…oke temen2x???
Maret 20, 2008 pukul 2:45 pm
Gak mutu..!
Maret 22, 2008 pukul 8:04 pm
Pria pencari kenikmatan : Namanya saja banyak orang asing. Ya pasti ramai lah. Mulai dari restoran sampai supermarket Korea. Di KL mana ada ? Perumahan dimana banyak orang asing pastinya makin mahal harga dan sewanya. Disini point dalam memilih rumah.
Maret 23, 2008 pukul 9:11 am
@Asep : Ini orang udah mohon diri…Sana pergi dari rumah gue!!!
Maret 25, 2008 pukul 4:44 am
Asep ini kayak jalangkung..pergi tak dijemput pulang tak dihantar…..Pak Asep gak ngeri infeksi penyakit menular????? kan kalo makan di resto yg gak bersih disitu bisa menular dari piring,gelas ato sumpit…..guys harga tanah di dukuh bima dah 1,6jt/mtr….. kemaren saya dapat info dari tetangga yg deket saya….yang di lippo jangan sirik yah……..terima nasib aja ma dukun2x disitu……..hahahahah…
Maret 25, 2008 pukul 4:56 am
guys gw punya ide neh…buat temen2x yg punya modal lebih…saya punya ide tuk manfaatin lahan kosong di bima tuk dibuat area permainan outbond atau tempat bermain ATV 4×4…..kayaknya prospeknya ckp oke tuh….dulu tetangga saya berniat buat pacuan kuda disitu….tp dia keburu pindah….karena di kawasan bekasi khususnya di kawasan bekasi timur belum ada tempat permainan area terbuka….coba deh temen2x pikirkan lagi ide saya ini…..mumpung hrg tanah belum terlalu mahal sekali……
Maret 25, 2008 pukul 5:04 am
kalo buat orang GW yg berniat tuk mewujudkan ide saya ini sah2x aja…..karena warga disekitar kita sudah ramai n mampu2x….rata2x kalangan ekonomi menegah ke atas….sayang aja kalo mereka harus spend money ke tempat lain,mendingan dari warga tuk warga….ohya sekedar info saja,saudara saya sudah membuka toko mebel dgn labek krista di kawasan ruko GW…silakan lihat2x yah….barangnya berkualitas n rata2x handmade bukan buatan pabrik…lokasinya dekat bakso oke….silahkan datang yah……
Maret 26, 2008 pukul 7:05 am
gerry danci : Silahkan saja sana beli tanah atau rumah pakai harga 1.6jt/m2. Ngejualnya lagi juga belum tentu ada yang mau beli
Maret 26, 2008 pukul 7:10 am
gerry danci : Saya disuruh beli 500rb/m2 juga nggak mau. Rugi lah investasi kalau golongan menengah atas nggak ada yang mau beli. Beli juga susah disewakan kalo disitu.
Maret 26, 2008 pukul 10:19 am
@Asep: Dasar muka tembok!!
Maret 27, 2008 pukul 3:02 am
@Asep : lama-lama lu kejam yah…. emangnnya lu yang paling bagus.., gara2 ada lu forum ini jadi ga sehat, yang tadinya buat sharing n saling ngebangun, eh jadi buat ajang lu yang numpang jualan n ngerasa paling bagus, GR.
Kayanya lu ga punya etika deh jangan-jangan lu ga lulus SMP, KERE loh……..
Maret 27, 2008 pukul 3:09 pm
neh si asep jadi germo yah ???? biasa nyewain tempat buat org korea ato taiwan yah??? jangan2x si asep perek juga neh!!!!!! i love u perek(asep) cikarang!!!!! sejam brape bos?????
Maret 27, 2008 pukul 4:14 pm
tEMEN2X kalo mau lihat website GW bisa di http://www.rumah123.com/clients/grandwisata/index.php?mail=success…….oke??? hidup GW n KL!!!!! GANYANG SI ASEP PEREK CIKARANG!!!!!!!
Maret 27, 2008 pukul 4:38 pm
TELAH BERPULANG KE NERAKA ASEP SANG PENIPU,PENYELUNDUP DAN TERORIS CIKARANG YANG GAK MODAL..SEMOGA ARWAHNYA SLAMET DI NERAKA DAN BETAH DI SISI SETAN CIKARANG!!!! INAILLAHI ROJIUN…..
Maret 27, 2008 pukul 4:48 pm
ALLAH MEMBENCI ORANG MUSRIK SEPERTI ASEP YANG SUKA SIRIK DAN IRI PADA SESAMA!!!!! ENYAHLAH SETAN CIKARANG (ASEP) !!!!!! PULANGLAH DENGAN TEMANMU SETAN!!!!!!
Maret 28, 2008 pukul 3:36 am
Saya ingin buktikan bahwa ucapan saya bukan isapan jempol. Mengenai rencana pembangunan infrastruktur yang saya jelaskan diatas, nomer “7) Pemindahan pintu tol PGT ke km antara Cibitung Cikarang (2009)” akan segera menjadi kenyataan akhir tahun ini.
Kemaren pagi dalam dialog radio Dakta dengan kepala Jasa Marga Tol Cikampek, dia mengatakan bahwa sampai tahun ini pintu tol PGT akan direlokasi dari Jati Bening ke Cikarang km 29.2. Ruas Cikarang – Cawang akan menjadi lingkar luar, dan dikenakan tarif yang sama Rp 6000 sekali masuk (orang CIkarang untung dong, bisa naik sampai puas cuman bayar Rp 6000).
Sisi positif buat Cikarang: Peranan yang dimainkan Jatibening, akan diganti Cikarang. Cikarang akan menjadi hub untuk angkutan ke timur. Orang Cikarang nggak perlu pusing cari angkutan dari dan ke Jakarta. Tinggal pergi saja ke pintu tol. Tentunya yang akan dirugikan warga dan preman Jati bening. Mereka harus cari angutan jurusan Jatibening atau ke Bekasi barat sekalian. Karena tidak mungkin menurunkan penumpang di jalan tol. Buat penghuni GW atau KL, pastinya lebih mahal bayar tolnya. Dan tidak bisa lagi pindah angkutan di Jatibening. Repot juga, kasihan !!!
Maret 28, 2008 pukul 9:35 am
@Asep: Ngga papa pak PGT jatibening dipindah ke sana, berarti nanti kalo ke airport, saya ngga kena macet di Jatibening dan bisa book flight yang siang.
kalo cikarang tambah semrawut, ya itulah resiko tinggal di sana. Bayar 6000 mah kecil pak, kita kan mainnya di Jakarta.
Rencana awal sebetulnya itu pintu tol mau dibikin di sekitar Cibitung, tapi kan pintunya selalu rame jadi lebih baik dipindah ke Cikarang karena masih sepi dan mengidam2kan pintu tol…
Maret 28, 2008 pukul 4:53 pm
mecoba mengikuti forum tapi tetep GAK MUTU!
Maret 29, 2008 pukul 2:49 pm
MISKIN AMAT YAH WILAYAH KANG ASEP AMPE NGEMIS2x MA ORG LAIN!!!!!!!!si asep ini sangat butuh pengakuan yah tentang masalah tol yah????kasian orang susah ini…gak mampu buat pintu tol sendiri malah mengemis ke jasa marga….kasian punya orang kayak gini…butuh sumbangan pak?????datang aja ke rumah saya,nanti saya bantu…hehe….kalo buat kita org GW n KL itu mah dah gak butuh pengakuan lagi,karena memang sudah ada buktinya,gak sekedar ngebohongin anak kecil….masa org deso bisa ngebohongin org kota????jangan gila donk…ohya ada kabar buat warga bima,kalo di sekitar bima citra akan dibangun proyeknya GW….tolong di ricek lagi kbr itu temen2x…
Maret 29, 2008 pukul 3:36 pm
buat mslh perpindahan tol ke cibitung itu sudah lama terdengar sejak pertengahan thn 2007..saya senang malah jd di bwh jembatan grand wisata jd gak mct..kan kasian yg tinggalnya jauh…..musti pencet gas lg..jngn tersinggung yah pak asep…hehe…buat org GW n KL itu gak jd mslh,krn kita dah ada pintu tol sendiri…kita ngalah aja kasian kan buat org lippo ckrg yg gak punya akses sendiri….maap neh nyindir lg.hehe..kalo bapak asep bth info,ke saya aja..gak perlu dgr radio segala yah…ohya rumah di GW LT.90mtr n LB.60mtr di festive dah 258jt n musti indent…salah satu temen mama saya baru beli di GW…SEBELUMNYA DIA SEKELUARGA TINGGAL DI TAMAN SARI (80JT) LIPPO CIKARANG….memang hrg rumah di GW memang MAKNYUS !!!! makanya banyak org Lippo cikarang yang pindah ke GW..MAKANYA SAMPE ADA PENYUSUP YANG BERUSAHA MENJELEKKAN NAMA GW & KL…HAK ASASI ORG TIDAK BISA ADA YANG DIPAKSAKAN!!!!! INI NEGARA DEMOKRASI BUNG ASEP !!!!! BUKAN NEGARA SAMPEAN!!!!!! TONG KOSONG NYARING BUNYINYA!!!!!!
Maret 29, 2008 pukul 3:48 pm
temen saya yg di taman sentosa jg hendak pindah ke grand wisata bln juni ini…kalo yg mersa tidak mutu dgn forum ini yah monggo aja…free aja…asal jangan saling menjatuhkan…kayak orang tidak berpendidikan…malu ma gelar didepan ato dibelakang nama kita…
April 1, 2008 pukul 3:40 am
Gw penghuni KL di DZ baru 2 minggu ini gw di DZ merasa enak dan nyaman aja tinggal disana, udara msh seger, angkutan gampang, cari makan malem kl males masak gak jauh krn banyak yg jualan. Td pagi ke Jkt ikutan nyoba ngerasain Feeder bis GW jg asyik juga… Dan sptnya perkembangan di kawasan GW & KL & sekitarnya bakal terus tumbuh, krn ada rencana nantinya kl jalur JORR 2 dibuka, akan ada pintu gerbang tol di arah jalan Setu yg skrg sdg dibangun perumahan Legenda Wisata dan Bekasi Residence, jalan ke arah kedua perumahan itu juga sdh dicor permanen. Kl Tol JORR 2 udah jadi, buat penghuni KL trtm di sktran DZ gak perlu ke tol GW krn bisa lwt blkg.
Maju terus GW, KL dan kawasan sekitarnya, bravoo!!!!
April 2, 2008 pukul 12:50 am
Asep yang aseli sudah keluar forum.
April 2, 2008 pukul 4:32 am
Wah prospek bngt buat penghuni zamrud!!!! saya gak jd jual deh rmh disana..heheh..emang hrg nya dah ckp kompetitif jg seh….keren jg neh Zamrud….sebenernya di zamrud statusnya itu kota bukan kabupaten bekasi…ohya saya dpt bocoran dari masyarakat sekitar kalo di bima duta akan dibangun jalan tembus tuk ke GW yg sedang dikembangkan oleh GW…bener gak yah ?????tolong ricek lg yah…..BRAVO GW n KL!!!!!
April 2, 2008 pukul 5:01 am
gerrry danci : Tamansari mah rumah ukuran 21/30. Itupun harganya sudah 80jt ya sudah bagus. Tapi jangan salah, kalau dikontrakin, bisa paling tidak 6jt/tahun. Yang namanya beli rumah dimana mana juga inden bung (kayak nggak pernah beli rumah baru saja).
Saya jadi kasihan sama akang akang. Kerja di Jakarta, tinggalnya cuman kuat beli rumah di KL atau GW. Kalau kita kerja dekat saja, di Cikarang sini, cuman 5 menit dari kantor. Orang KL dan GW juga banyak yang kerja disini karena nggak kuat beli rumah disini.
Apa nggak salah nih, kalau pintu PGT dipindah, sudah pasti bayar tol GW bakal muacet pol. Orang dari KL, Setu dll. yang padat perumahan itu, bakal lewat situ semua. Lain sama Cikarang, jasa marga akan ogah ogahan membuat pintu pembayaran tambahan. Kalau awalnya dari Cikarang, ya kita nggak kena macet dong. Pintu banyak dan antrian bisa panjang, pastinya nggak bakal macet. Yang jelas, fly over cikarang hampir jadi, ruas Jababeka – Lemahabang sedang di cor. PT KA dan Jababeka sedang melakukan pembebasan tanah untuk pembangunan terminal peti kemas dan stasiun kereta eksekutif. Orang KL/GW kalau mudik ke Jawa, naik saja kereta dari Cikarang nanti kalau ke gambir terlalu jauh. Di Cikarang juga banyak agen bis, mulai dari Lorena sampai Gajah Mungkur, jadi kalau mau naik datang saja ke sini nggak perlu ke Pulo gadung.
JORR2 dari Cikarang pusat, paling juga nggak lewat setu.
KL dan GW kan tempat orang doang, bukan sentra bisnis dan belanja.
April 2, 2008 pukul 7:35 am
Asep lama dan Asep baru ternyata sama saja.
Masalah pilihan tempat tinggal kan tergantung selera masing2 orang, bukannya sombong, tapi saya yakin saya mampu beli rumah 2 lantai di LC setelah lihat iklan daftar harga yg sampai ke rumah saya di Taman Aster (Cikarang Barat), tapi saya tetap tidak berminat beli rumah disana. Kalau orang jawa bilang cari rumah rumah itu seperti “jodo”.
Masalah stasiun kereta, saya sudah dengar 3 tahun yg lalu dari cerita tetangga saya yg senior marketing di jababeka (dia beli ruko juga di GW), tapi karena saya mudik ke jogja bawa mobil sendiri atau naik pesawat jadi ya ga ngaruh.
Sekedar tambahan, rumah saya di Taman Aster dulu tipe 47/90 tahun 2003 (100% baru) saya beli cash 100jt dan ready stock, dengan kualitas sangat bagus menurut saya, dimana telah 6 tahun tapi tanpa dinding retak rambut/keramik retak/bocor sama sekali. Jadi tidak semua rumah baru musti inden.
Trus saya juga heran nih sama komentar Asep kalau pintu tol banyak (ok) dan antrian bisa panjang (ok juga) tapi ujungnya kan menyempit (??) apa bukannya malah jadi antrian yg panjang dan macet? Lagian antrian panjang saat mau bayar tol dengan macet kayaknya beda2 tipis deh.
April 2, 2008 pukul 10:09 am
Jalan Taman Aster masih berlobang Pak ?
—————————
Sebagian Besar Jalan di Bekasi Rusak Parah
Senin, 26-Mar-2007 08:46 wib
BEKASI,(PR).-
Kondisi jalan yang buruk di beberapa titik di kota maupun Kabupaten Bekasi belum mengalami perbaikan. Sehingga, kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat besar.
Para pengguna jalan hanya dapat mengeluh, karena proses perbaikan yang dilakukan pemerintah belum kunjung tiba. “Kadang-kadang sepeda motor bisa terpeleset, karena lubang-lubang yang ada di jalan tidak terlihat,” kata Asep (30) pengojek di Kawasan Taman Aster, Kamis (22/3).
Kerusakan semakin parah karena jalan yang belum diperbaiki itu, sering dilewati kendaraan besar seperti bus dan truk pengangkut kontainer yang keluar dari tol Cibitung.
Berdasarkan pengamatan “PR” di lapangan, kerusakan jalan terdapat di sepanjang Jln. Teuku Umar yang merupakan jalan Negara, Jln. Imam Bonjol, jalan di belakang pasar Cikarang, dan Jln. Rengas Bandung. Di Jln. Teuku Umar, kerusakan jalan tampak lubang-lubang yang mirip dengan marka jalan hingga belokan menuju tol Cibitung. Bahkan, jika hujan tepat di belokan tersebut air akan menggenangi hingga 40 sentimeter.
H. Muchtar yang bertempat tinggal di depan jalan tersebut mengatakan, jalan itu tidak pernah diperbaiki . “Sekalipun ada malah gagal, karena sumber sumbatan sulit dibenerin,” katanya. Perbaikan itu terjadi sekitar akhir Februari lalu.
Kerusakan di Jln. Imam Bonjol membuat kemacetan di jalur tersebut, karena kendaraan harus berjalan pelan guna menghindari lobang. Keadaan yang sama pun terlihat di Jln. Rengas Bandung.
Untuk perbaikan jalan, anggaran Pemkab Bekasi tidak mencukupi. Seperti dikatakan Kepala Bina Marga Kabupaten Bekasi, Latief Amidjaja beberapa waktu lalu, kemampuan pemkab untuk memperbaiki jalan per tahunnya hanya 20 kilometer.
(http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/032007/26/0310.htm)
April 2, 2008 pukul 11:14 am
Alah maa..k.. Beli rumah kok di Cikarang… Bisa keracunan logam berat anakmu nanti..
April 3, 2008 pukul 12:29 am
Jalan raya menuju tol cibitung lubang sudah ditambal selasa siang kemarin, silahkan dicek, yg rusak parah di warung bongkok, taman aster kan dari tol cibitung masih sebelum itu. Melihat tingkat respon perbaikan jalan yg lambat (menjadi janji calon lurah/lurah lama yg mencalonkan diri lagi tahun ini, kalau terpilih seluruh jalan akan halus) dan tingkat kemacetan di cibitung itulah makanya saya pindah ke GW, meski sebenarnya sudah cocok di taman aster, cuma berjarak 5 rumah dari masjid, masih terdengar adzan, subuh sebelum ke kantor, maghrib/isya sepulang kantor bisa berjamaah di masjid, tiap minggu pagi ada pengajian rutin, hal mana tidak bisa saya peroleh di rumah saya Grand Wisata maupun Kota Wisata dan saya yakin di LC pun tidak akan bisa.
April 3, 2008 pukul 2:28 am
Pak ptwijaya : Bapak harus minta delevoper membangun masjid sebagai sarana umum. Dulu di LC tidak ada. Tetapi sekarang kami paksakan sehingga di tiap area perumahan ada. Kalaupun developer tidak mau juga, kita paksakan atau iuran beli rumah untuk masjid.
April 3, 2008 pukul 12:43 pm
Kalo si Asep mah ngga butuh masjid…
April 4, 2008 pukul 1:22 am
Ini lagi, dah Pak Asepnya mulai nulis baik2 masih ditanggapi seperti itu. Saya juga pamit aja dari forum ini, mohon maaf kalau ada tulisan yg tidak berkenan.
April 4, 2008 pukul 2:46 am
The SQL : Yang butuh masjid kan orang GW Pak, sini sudah banyak Masjid. Memang ini fenomena di hampir semua perumahan yang dikembangkan developer besar. Apalagi developernya seperti Sinar Mas, Ciputra atau Lippo. Memang benar Pak ptwijaya, ada plus minusnya.
April 4, 2008 pukul 2:47 am
The SQL : Yang butuh masjid kan orang GW Pak, sini sudah banyak Masjid. Memang ini fenomena di hampir semua perumahan yang dikembangkan developer besar. Apalagi developernya seperti Sinar Mas, Ciputra atau Lippo. Memang benar Pak ptwijaya, ada plus minusnya.
Saya disini hanya menyoroti ulah developer kecil yang cenderung men-terbengkalai-kan pembangunan dan perawatan infrastruktur. Dan tentunya merekomendasikan Cikarang karena prospeknya yang bagus.
April 4, 2008 pukul 3:01 am
@gerry danci
Iya pak, DZ kayaknya lumayan berprospek ke depannya, walaupun utk tempat hunian lbh ramai dibanding DB, kl di DB kan bener2 tenang suasananya, tp di DZ lbh hidup suasananya krn ruko dan area komersilnya lbh hidup.
Skrg di area DZ sdg dibangun di blok F perumahan Permata Legenda, sdg di dkt patung kodok sdg dibangun unit Diamond Residence (limited unit) sistem cluster. Kl yg ngantor di Jkt kayak saya pulang pergi kantor gak perlu takut gak ada angkutan, ada banyak angkutan dari dan menuju ke DZ. Sekali2 coba liat2 pengembangan di sktr area DZ pasti gak bakal nyangka perkembangan bakal seperti itu, beda sblm adanya pintu tol GW, bener2 hanya gara2 dibangunnya pintu tol GW perkembangan perumahan di sktrnya jd maju pesat, contohnya proyek pengembangan perumahan Bekasi Timur Regency, Grand Residence dan Permata Wisata
April 4, 2008 pukul 4:39 am
Syukurlah sekarang pak asep sudah kooperatif…buat pak Ptwjy kalo mau ke mesjid ke bima aja Pak dekat Al Azhar…rame kok setiap jumat….lokasinya ada di ujung stelah bima buana…memang developer sekarang kurang antusias buat bangun tempat ibadah,krn mereka hanya memikirkan segi komersilnya aja….buat penghuni jamrud,saya mau tanya neh harga pasaran rumah di blok U didepan kali harga pasarannya berapa tuk tanah 160mtr an??? memang GW membawa perubahan yg bagus buat lingkungan sekeliling…. Buat Pak Ptwjy,bapak adakan kumpulin tanda tangan aja tuk segera diadakan rumah ibadah ke management GW….saya juga sebagai orang Kristen sangat sulit tuk mendirikan rumah ibadah… birokrasinya dipersulit…padahal buat kebenaran yah???!!! kalo buat klub malam atao tempat pijat ijinnya gampang sekali n dilindungi keberadaannya…hahaha…memang aneh negara kite!!!!!
April 4, 2008 pukul 4:50 am
temen2x ada yg mau beli gak rumah di legenda wisata cluster picasso 2lantai LT.120m,LS.100m.3kmr tidue,2kamar mandi,ada kamar pembantu,tipe minimalis,struktur tanah berbukit,dijual dengan harga 450JT (Nego)..kalo berminat bisa gabung di mailing list …thq
April 4, 2008 pukul 8:06 am
@Gerry denci
Yg setahu saya harga yg diminta yg jual rumah di Blok U depan kali diatas 200 jt. Kl gak salah tipe rmh 75 luas tanah 144, pdhl sblm ada tol GW harganya bisa dibawah itu
April 4, 2008 pukul 9:19 am
gerry danci : wueleh, mahal amat harga di Legenda Wisata Pak. Apakah daerah Cibubur sudah sangat mahal ? Padahal sini tanah masih kisaran 1jt/m.
April 5, 2008 pukul 3:01 am
Bpk2/Ibu2…mau numpang nanya. Brp harga jual atau sewa/th untuk rumah type harvard (3 kamar tidur) di DB saat ini? Skrg rumah itu masih dikontrak org tp sdh hampir habis masa kontraknya. Saya ga tahu harga pasaran skrg krn saya sdh agak lama dinas di LN & hanya bisa plg 1-2 x setahun. Terima kasih sblmnya..
April 7, 2008 pukul 2:35 am
Harga rumah relatif sekali. Ada harga baru, harga pasar dan NJOP. Kalau daerah bagus, harga pasar bisa lebih tinggi dari harga rumah baru. Paling tidak, kalau daerah bagus, harga pasar lebih tinggi dari NJOP.
Masalahnya sekarang, boleh boleh saja kita claim harga rumah kita sekian sekian (dengan mengacu harga baru, bahkan lebih tinggi dari itu). Kenyataannya banyak yang tidak begitu. Apalagi sekarang, persaingan antar wilayah demikian ketat, banyak rumah lama (yang jelas dibeli dengan harga yang lebih murah) dilego pembelinya dengan harga murah. Akibatnya, banyak rumah yang mangkrak tidak terjual atau tersewa. Kalau nggak percaya, coba saja jual atau sewakan. Mungkin bisa, tetapi dengan harga “terbanting”. Itupun masih harus dikurangi 10% lebih pajak dan biaya notaris.
Kalau mau cari perumahan bagus gampang saja. Tidak banjir dan infrastruktur bagus adalah salah satu persyaratan. Indikator lain, lihat saja, yang tinggal disitu banyak WNI keturunan Chinese dan orang asing apa nggak. Ini bisa kita buktikan di wilayah lain seperti PI, Kelapa Gading, kemang, Kota wisata cibubur, Bintaro dsb. Kalau nggak, lebih baik secepatnya anda get out dari wilayah itu (kalau tujuannya untuk investasi terutama). Sebab, orang lokal susah mampu mendongkrak harga rumah. Yang terdongkrak hanya harga rumah baru. Sedangkan harga resale, siapa yang sudi beli ? Akibatnya investor rumah yang menanggung rugi (walaupun claim harganya mahal boleh boleh saja). Satu lagi, orang lokal kita (terutama kalangan bawah, maaf ini), umumnya jorok. Yang membuat suasana perumahan menjadi jorok dan tidak teratur. Inilah yang membuat turunnya harga rumah juga.
April 9, 2008 pukul 5:03 am
Buat Pak Asep: memang tanah disana dah 2jt/mtr…karena lokasi n bangunannya exklusif…coba aja kalo gak percaya tanya aja ma org yg tinggal di cibubur….kawasannya dah elite Pak…kebanyakan penghuni disana kalangan manajer ke atas..daya beli n fasilitasnya dah lengkap..Disana harga rumah rata2x di atas 200jt…karena leingkungan disana subur n berbukit2x..banyak artis n pejabat negara yg stay disana..jangan jago kandang yah Pak…ada dunia laen yg lebih menarik n berharga dari sekedar lippo cikarang…thq..
Buat Penghuni Zamrud: thq banget buat infonya…emang sekarang di zamrud lg bertumbuh….saya juga salut dgn harga yg berubah jauh…dulu saya beli rumah di zamrud tipe 74 tanah 167mtr dgn harga 70jt thn 1998,sekarang pasarannya dah 200-300jt…pokoknya cukup menggairahkan lah….Buat Penghuni Zamrud,saya mau tanya lagi neh ada perkembangan baru apalagi yang ada di zamrud???karena sekarang saya domisilinya di jakarta,setiap weekend aja saya pulang…thq sekali lagi buat Infonya…Tetep Semangat n Bangga dengan kota legenda yah Pak!!! Good Luck…
April 9, 2008 pukul 6:28 am
gerry Danci : Kayaknya memang begitu Pak daerah Cibubur mahal. Tapi kalau lihat macetnya, mana tahaaann…..Aksesability-nya lebih bagus dari Bekasi. Macetnya sih ok saja, tapi antisipasi jalan tekesan lambat. Tapi jangan salah, daerah cibubur sudah di develop sejak 25 tahun lalu. Bandingkan dengan daerah timur yang baru intens beberapa tahun terakhir. Saya punya banyak teman yang tinggal di tangerang, depok dan cibubur. Industri banyak yang tutup dan pindah ke timur (cibitung ke timur). Jadi jangan sedih, prospek wilayah timur masih sangat cerah. Harga tanah masih murah, jadi masih time to buy. Apalagi dengan diselesaikannya tol Kopo – Brebes nantinya. Ke timur atau ke Bandung semua akan lewat sini.
April 10, 2008 pukul 4:08 am
@Gerry Danci,
wah kebalikan dgn saya ya pak, saya tdnya di Jkt, skrg pindah ke Zamrud, maklum dl wkt di Jkt statusnya “kontraktor” hehehe…
Itu bapak punya rmh yg tanahnya seluas gt di blok mana ya pak? Kl di DZ-nya sih perkembangannya cm baru itu aja yg saya tahu pak (pengembangan di blok F (permata legenda) dan cluster Diamond Residence (dkt bundaran patung kodok), kl rukonya lg dikembangain yg kearah dkt patung kodok (rencana ada yg mau buka Fitness Center), oya Odiva (rental VCD/DVD original jg sudah buka cabang di Zamrud – ruko blok S, walaupun sblmnya jg sdh ada rental VCD/DVD ori disitu).
Emang kl dibandingin dgn LC kang Asep sih DZ dr segi penampilan kalah, tp sarana dan prasarana buat yg tinggal di DZ dan sekitarnya udah cukuplah, makan mudah, hiburan sehat tersedia, akses ok, udara msh seger dan tdk tercemar, air jg msh relatif bgs, walau tdk direkomendasikan utk diminum. Scr keseluruhan sih saya mrs seneng2 aja tinggal disana, walaupun mgkn DZ itu dibangun oleh Kota Legenda utk kelas menengah
Kalo diluar DZ, di perumahan Grand Residence yg mottonya Rumah BTN fasilitas Bintang 5, sdg gencar-gencarnya membangun sarana dan prasarana di perumahannya. Dulu wkt saya sempat mau beli disitu tahap 1 sdh sold out semua, pdhl br rmh contoh, krn mmg fasilitas yg disiapkannya sesuai dgn motonya dia (jalanan perumahan relatif lebar dan dicor beton, kolam renang dan fasilitas2 lain)
April 10, 2008 pukul 10:13 am
penghuni zamrud : Grand residence ? Maksudnya Grand Wisata kali ya Pak ? Kayaknya kalau rumah asal bisa makan dan tidur sudah cukup. Tips beli rumah, cari yang second jangan yang baru Pak. Kalau yang baru pasti harganya lebih mahal.
April 11, 2008 pukul 2:18 am
@Asep
Kl GW kan bnr2 RE pak..
wah-wah pak Asep masak iya Grand Wisata mottonya : rumah BTN fasilitas bintang 5 ? Itu mengejek namanya pak
Makanya bapak sekali-sekali jalan2 ke daerah KL agak ke belakang (sekitaran Dukuh Zamrud), lokasi Grand Residence itu persis berseberangan dgn Permata Wisata, jalannya yg ke arah Setu, mereka pilih bangun lokasi disana krn katanya lokasi mrk akan sgt dkt dgn jalur JORR 2 yg dr Cibubur keluar ke Cibitung (lewat Setu). Dearah yg sdg dibangun oleh Grand Residence plan-nya seluas 100 Hektar, kl saya liat sih dulunya sebagian besar bekas lahan sawah dan kebun
April 11, 2008 pukul 12:33 pm
Gw mau pindah ke dukuh zamrud blok K18, ada yang tinggal di daerah situ ngga…??
Gimana keadaan air tanah dan lainnya…
April 14, 2008 pukul 2:26 am
@Agus,
Kl mau agak bagus’an ngebornya sp 16 mtr lbh. Di rmh saya kmrn ngebor katanya 4 pipa brti 16 mtr, sayangnya wkt proses ngebornya saya blm tinggal disana, jd saya percaya-percaya aja diblg sdh dibor 16 mtr
)
Saya di zamrud blok U, salam kenal pak dan selamat bergabung di DZ.
Air tanah di DZ yg saya tahu sih kl ngebor-nya kurang dalem agak kuning pak, bisa-bisa ntar kl nyuci baju warna putih berubah kuning
April 14, 2008 pukul 3:18 am
Listrik mahal, buat apa pakai sumur boss. Di LC, saya cuman bayar 150rb/bulan untuk uang kemanan, sampah (dapat kantong plastik gratis) dan air PAM makai sampai puas.
Airnya kenceng walaupun di musim kemarau.
April 14, 2008 pukul 6:10 am
Iya sih kang asep…….tapi bedanya grand wisata sama grand residence aja gak tahu………mestinya tahu dulu baru komentar, biar komentarnya objective gitu……
April 17, 2008 pukul 2:21 am
Pak Moderator,
Dengan hormat saya dan teman2 di forum GW-KL-DB-DZ dan sekitarnya memohon untuk mem”banned” tulisan tulisan dr ASEP atau ASEP dengan nama lain yang selalu memprovokasi di forum ini….
April 17, 2008 pukul 2:37 am
Buat temen-temen yang mungkin pingin dapet air tanah yang bagus khususnya didaerah DZ dan MGT, di MGT seperti di Blok B,C, dan D mereka ngebor air tanah sampai 55-60 mtr, pake mesin bor mesin, bukan manual……walhasil airnya sangat bagus…..trus satu sumur bor itu dipake buat rata-rata 10 rumah……gak masalah kok. lagipula biaya pengeborannya jadi murah kan…..
April 17, 2008 pukul 3:52 am
Dari pengalaman, ngebor dengan kedalaman 1000 meter sudah cukup untuk dapat air tanah yang baik.
Kalau di KL masih sibuk dengan air, di perempatan LC sedang dibangun cafe untuk Starbuck. Wuih, makin sip LC. Kabarnya Giant juga akan bangun Mall disitu.
April 18, 2008 pukul 6:15 am
Kang asep biarpun lippo mau dibangun starbucks n lain2xnya…tapi daya beli penduduk situ msh rendah…buktinya aja di lippo yg rame cuma bakmi golek yg harganya dibawah harga bakmi GM….kyk resto n cafe yg laen pada sepi…pasific aja sepi…pak disitu rata2x yg tinggal cuma keren penampilan n gaya hidupnya aja…tapi kantongnya recehan melulu….kalo bener2x mampu ngapain musti tinggal jauh dari ibukota?????situ boleh aja bannga diri,tapi kalo gak ada yang ngakuin,yah sama aja kayak orang gila yang ngaku dirinya waras!!!!! disitu gak bakal dibangun giant!!! cuma dibangun ruko!! saya suka survey ke hypermart lippo yg jadi kebanggaannya org lippo,ternyata ramenya cuma awal bulan aja…selebihnya tempatnya itu bisa buat maen bola kaki…sepi Bos!!!!! lengkap seh boleh,tapi pertanyaannya ada daya belinya gak????????????????????????????????????????????????? resto Purnama aja tutup!!! padahal itu resto buat middle yg rata2x makan per orang 50rb/org ke atas…resto kanton aja sepi sampe dipake buat gereja….padahal kalo makan di kanton itu per org bisa 100rb per org….jadi gimana neh Bos asep yg super tajir ngakunya?????????????? mendingan fasilitas lengkap tapi fasilitasnya tutup satu per satu atau bertumbuh pelan2x tapi pasti?????saya rasa bapak sendiri dalam hatinya juga minder dgn komunitas kita!!!! sampe2x nyelusup masuk ke komunitas kita!!!!!!!!!!!!!!! iya gak Pak??? kalo komplex situ hebat buat donk komunitas sendiri!!!! jangan cuma numpang aja!!!!!malu ma tempat bapak tinggal…kecuali memang bapak udah dikebiri kemaluannya…DAH MANDUL GITU!!!!!!!!!!!! JADI BENCONG AJA DI TEMPAT PIJIT SITU<SAPA TAU DAPAT SUAMI ORANG TAIWAN N DIKONTRAKIN DEH DI BEVERLY OR MEDOW GREEN!!!!!!!!!!!! HAHAHA…KAN LUMAYAN BUAT NYAMBUNG HIDUP!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
April 18, 2008 pukul 9:54 am
Kang asep pernah pegang meteran gak sih????? atau belajar matematika SD ???? 1000 meter itu sama dengan 1 km……..mana ada orang ngebor sumur 1000 meter??????? kalo mo tahu gimana dalemnya 1000 meter……tuh saya pernah lihat di GRASBERG di Timika, papua…..Tambangnya Freeport Mc.Moran……..disitu kedalaman tambang open pit sudah sampai 2500 meter atau 2,5 km
April 21, 2008 pukul 1:08 am
numpang nanya tentang sumur bor di DZ,
Saya punya ruko di blok N, rencana mau buat sumur apakah dengan kedalam 16 meter atau 55-60 meter ketemu air yang bagus ya?
thanks sebelumnya
April 21, 2008 pukul 1:45 am
Halo semua,
Selamat awal pekan, smg pada kondisinya sehat2…
Mau tanya nih, di pertigaan keluar Tol GW menuju jembatan KL itu lagi dibangun apa sih? Kl saya perhatiin sepertinya mau bangun pasar modern ya? soalnya dr luar seperti ruko tapi di dalamnya seperti los pasar yg luas… Kl bener jd pasar modern berarti kita yg tinggal di kawasan sekitar GW & KL makin enak dong… Ada yg bisa konfirmasi gak? mgkn ada penghuni GW yg udah tanya dgn marketingnya GW gituuu…
Oya terus yg butuh info feeder bis Busway GW ke Jakarta (rute : GW-Komdak-Blok M) ada 2 bis. Trs kl yg kemarin nanya ada angkutan dr GW ke Bekasi Barat dan sebaliknya juga mulai dr jam 6-8, rutenya dr GW-Tol-Bekasi Barat dan sebaliknya, angkutan pake sejenis Elf.
Buat yg suka naik motor (mgkn rumahnya agak jauh dr GW drpd naik angkot) di depan simpang tiga tol GW juga ada penitipan motor kok… Bgm dgn rute pulang ke GW & KL?
Buat yg gak bawa mobil pribadi, bisa naik omprengan / tebengan langsung menuju ke bekasi Timur br nyambung kendaraan lain (taxi, angkot, ojek). Kl yg kerjanya di daerah jalan Rasuna Said (kuningan) malah lbh enak lagi, keluar kantor ada banyak tebengan yg menuju seputaran Bekasi (barat-timur), full music + AC, malah pernah saya ngobrol2 ama penebeng, kl dia pingin buka rute yg langsung dr GW-Sudirman/Kuningan, tp masih takut ama supir2 angkot disitu katanya… (takut berantem… ), jd smtr ini rutenya msh ke Bks Tmr.
April 21, 2008 pukul 4:07 am
halo semua..terutama penghuni zamrud
mau tanya biaya pendalaman sumur pantek berapa ya…
Calon lokasi rumah di blok K-18
April 21, 2008 pukul 4:21 am
Setelah melihat postingannya asep saya jadi mau ikut posting nih.
Saya sudah survei daerah LC, karena budget sedikit (gaji -+ 3jt-4jt/bulan)maka yang bisa saya survei adalah cluster Cibodas dan Cibiru.
Gillleeee men…bener-bener parrahhh…
terutama untuk yang muslim, bayangin aja di ke dua cluster itu ga ada mesjid. Ada warga Cibiru yang mau bangun mesjid tapi ga di dukung sama manajemen. Udah gitu cluster Cibodas dan Cibiru jauh paling pojok.
Gw kadang mikir, kalo Jum’atan dan sholat tarawih gimana ya…??
Yang gw salut sama warga Cibiru mereka tetap nekat bangun masjid ditanah yang kosong walaupun bentuk mesjidnya sederhana sekali.
Satu-satunya masjid besar deket Mal Lippo Cikarang adalah mesjid BPN (kadang dianggap orang sebagai mesjid nya Lippo Cikarang).
Makanya gw baca postingan nya si asep jadi eneg banget. Sebelum lu berkoar-koar tentang fasilitas modern di LC bangun dulu masjid.
Bagi gw sendiri lebih bagus milih di Taman Sentosa, lokasi nya dari pintu tol sebelum LC. Fasus dan Fasum lengkap (mesjid ada, kolam renang ada, apalagi sekolah). Tapi karena masih deket kawasan industri gw akhirnya milih ke Dukuh Zamrud (disamping lokasi, cocok sama budget).
April 21, 2008 pukul 6:01 am
Permisi,
Saya mau tanya, karena saya agak bingung daerah Kota Legenda nih. Kan ada Kota Legenda, Dukuh Zamrud, Dukuh Bima dan lain-lain…lah kalo Permata Legenda yang dideket patung kodok itu masuknya mana ya ??
Saya ada rencana ambil rumah tipe 60/128 di Permata Legenda, jadi saya ada beberapa pertanyaan :
1. Pengembangnya terpercaya kan ??
2. Pada umumnya mulai dari akad sampai dengan pembangunan rumah selesai itu berapa lama ??
3. Sertifikat itu diserahkan setelah berapa lama (kalau pembelian hard cash) ??
Soalnya saya dapet pinjeman dari kantor, jadi serifikat sudah harus dijaminkan secepatnya.
Semua informasi sangat dihargai….
Terimakasih
April 21, 2008 pukul 6:14 am
O iya…
Sebenernya, infonya semua sudah saya dapet dari pengembang. Cuma kalo denger dari penghuni langsung kan lebih afdol
Terimakasih
April 21, 2008 pukul 7:09 am
@Calon pembeli,
Sejarahnya sebenarnya Dukuh Bima, Dukuh Zamrud itu adalah bagian dari Kota legenda (developernya PT PAP yg skrg kerjasama dgn Sinar Mas Property, bangun GW), makanya DB dan DZ itu sodaraan, cm segmentasi yg dibidik waktu itu beda, kl di DB bangunan pk bata merah kualitas bangunan jg lbh bagus dr DZ yg pake batako diplester. sayang wkt kena krismon PT PAP sb pengembang Kota Legenda (KL) kolaps krn semua konsorsium yg tergabung di PAP itu perusahaan lokal tdk ada perusahaan luar. Andai dl krismon gak ada, tentu pengembangan KL akan lebih luar biasa krn lahan yg dibebaskan mereka jumlahnya sampai ribuan Hektar. Nah stlh krismon, mrk mencoba mengembangan lahan-lahan yg td sempat mrk bebaskan, jadilah Gran Wisata (kerjasama dgn Sinar mas), smtr di Ex lahan di DB dan DZ mereka ada rencana mengembangkan lahan tidur itu melalui PT yg baru (lahirlah Permata Wisata, Permata Legenda, Legend park, Diamond Residence), semua ini kayaknya anak perusahaan PT PAP yg dl, Knp dia gak pk nama PT PAP, kmgkn besar utk menghindari komplain konsumen2 lama yg sempat diterlantarkan mrk (mgkn ada yg bisa klarifikasi? ) Makanya mereka dibelakang nama-nama itu selalu masih mencantumkan kata-kata Kota Legenda, jd gak usah bingung lagi ya pak?
Saya rasa pengembangnya cukup dapat dipercaya pak, kl gak, masak iya masih ada konsumen yg mau beli kan?
Untuk yg nanya air yg penting kl dibor/pantek, airnya sdh gak kuning udah cukup, masalah kedalaman berbeda-beda sih, tetangga saya cm pk ex sumur pompa yg disediain dr pengembang airnya bagus. Sebaiknya air hanya utk cuci mandi, tdk utk dikonsumsi, walupun ada jg yg berani. Patokannya coba aja stlh dipantek/dibor airnya dites pk teh celup, kl airnya tdk berubah menjadi hitam dan tetep kuning spt warna teh,maka air aman utk dikonsumsi, ini kata orang-orang disana trtma kata tukang2 yg biasa ngerjain banguan disana. Syukur2 bapak punya alat TDS meter dan elektrolisis (bisa beli di Kenari Plaza) harganya gak sampe 200rb-an lihat hasil TDSnya msh dlm batas normal atau di atas normal
April 21, 2008 pukul 7:42 am
anti asep : yah…gaji 3 atau 4 jutaan mah gimana cukup.
Ambil rumah di KL juga megap megap Pak. Apalagi hidup di KL, masih harus bayar uang bor untuk sumur, bayar listrik untuk pompa air, kalau listriknya mati, wuah harus beli tuh air.
April 21, 2008 pukul 10:32 am
Wah hebat ya kang asep ……..gajinya 30-40 jutaan eui , mobilnya juga banyak kali ya…….kerja dimana pak?
April 22, 2008 pukul 12:45 am
Bukan Pak. Karena gaji saya hampir sama dengan Pak anti Asep, makanya saya harus smart sedikit dalam memilih investasi.
April 22, 2008 pukul 1:54 am
Bicara Investasi memang gak ada habisnya, semua properti sekarang saya pikir prospectif ya….bayangin aja setiap anak yang lahir kelak dikemudian hari bakal pingin punya rumah juga……tinggal percepatan tumbuhnya properti ditiap lokasi berbeda tergantung daya dukung yang menumbuhkan properti tsb. seperti contohnya ; DKI didukung oleh bisnis perdagangan, diselatan jakarta didukung oleh wisata dan juga industri, di barat dan timur jakarta didukung oleh sektor industri. bahkan Bekasi di claim sebagai kabupaten dengan volume industri terbesar di indonesia.
April 22, 2008 pukul 2:24 am
Asep,
Itulah hebatnya orang-orang di KL, bayar utk bor, listrik utk pompa, beli air kl listrik kecil..fuihhh..itu mah kecilllll pak !!!!
Makanya di LC airnya disediain oleh LC, krn kl disuruh gali sendiri warganya gak mampu utk bayar bor dan pemakaian listriknya hahahaha….
April 22, 2008 pukul 2:46 am
{
Asep Says:
April 22, 2008 at 12:45 am
Bukan Pak. Karena gaji saya hampir sama dengan Pak anti Asep, makanya saya harus smart sedikit dalam memilih investasi.}
Dan terbukti ternyata investasi nya gagal.
Buktinya berkoar-koar untuk menaikkan LC.
Pak Asep tinggal dimana, Cluster Cibodas atau Cibiru ?
April 23, 2008 pukul 2:27 am
Tamansari boss.
Disini tanah lempung, susah di bor. Air nggak bakalan keluar mungkin. Yang bener, masa KL PAM saja nggak ada ?
April 23, 2008 pukul 5:26 am
@ Asep,
Sekarang sudah terbukti kan berapa gelintir yang mendukung sampeyan? So mending jadi warga pasif saja boss.
@Penghungi Zamrud,
Aku mau tanya nih, alat TDS itu selalin di Kenari Plaza, ada dimana lagi ya?
April 23, 2008 pukul 7:03 am
Alat TDS meter biasanya dijualnya di tempat orang-orang yg jual filter air / RO = reverse osmosis, Mgkn saja kl di Jakarta juga bisa dpt dibeli di Mega Glodok kemayoran atau di Glodok. Di Bekasi saya blm pernah tahu ada yg jual / tdk pak. Bentuknya mirip dgn thermometer digital tapi lbh besar
April 23, 2008 pukul 7:05 am
Asep,
Dimana-mana orang juga tahu kl gali tanah air rata-rata pasti keluar pak, cm mgkn kl di Tamansari tempatnya Asep yg keluar airnya coklat ato hitam dan bau karena tercemar limbah pabrik di seputaran LC hehehe….
April 23, 2008 pukul 9:24 am
pak asep mau tanya apa pakasep kerja di pt sintra yg pabriknya orang taiwan itu ya?
April 24, 2008 pukul 4:30 am
Setelah baca, seru juga nih. walaupun ada perdebatan, tapi saya dapat banyak info mengenai perumahan di wilayah bekasi. dari yang tadinya tidak tau sama sekali, sekarang jadi tahu, tentang kelebihan dan kekurangannya. Meskipun pengetahuan ini hanya dari baca forum ini, entah benar atau tidak, masih perlu dibuktikan dengan survey langsung ke lapangan.
kesimpulan dari yang saya baca:
1. LC mungkin is the best di bekasi ditinjau dari fasilitas (untuk saat ini yah)
2. GW menurut saya, perjalanannya masih panjang, dan masih perlu pembuktian
3. DB dan KL, bukanlah level LC dan GW, jadi gak bisa dibanding-bandingkan. Sama seperti bandingin ikan mas dengan ikan teri, ya jelas gak imbang. Kalo masih mau dibanding-bandingin juga, kenapa gak dibandingin dengan jakarta, misalnya thamrin-sudirman.
4. Beli rumah memang harus hati-hati, karena sekali beli rumah, susah jualnya lagi. Oleh karena itu kalau orientasinya investasi, maka belilah rumah yang mudah dijual kembali, atau paling tidak mudah untuk dikontrakin. kalau orientasinya untuk tinggal, belilah rumah yang aman, fasilitasnya lengkap, aksesnya mudah, lingkungan alamnya nyaman, tetangganya ok, pengembangnya bertanggung jawab.
sekian
April 24, 2008 pukul 5:17 am
pak asep travo 3000 kva 380/220 v berapa harganya?
April 24, 2008 pukul 6:52 am
@Kesimpulan,
ngaku aja kl kamu itu yg namanya ASEP??? bahasanya sama dgn bahasanya ASEP dan lebih PRO ASEP!!!! (selalu bilang LC is the best, pdhl ini forumnya orang GW & KL, bkn forum LC.
Ke laut ajah lu drpd pura-pura netral !!!!!! Pake bilang kl DB & KL bkn level LC, apa urusan lu, suka-suka kami dong kl kami mau bilang tempat kami is the best !!!!!
You go to hell !!!!!!! get out from our home !!!!! we don’t like visitor like you !!!!!!
April 24, 2008 pukul 7:22 am
Sep, kalo lo digambarin dalam Buku “100 tokoh penghuni jakarta” karya Beny & Mice, lo pantes masuk ke dalam 3 kategori tokoh, yaitu : Banci Lampu Merah, Banci Salon, dan Banci Taman Lawang…. ha…ha….ha…mirip banget sep,,mendingan lo beli bukunya, lucu lihat diri lo sendiri…
ha…ha….
tunjukin batang kelamin lo kalok berani…
ayo kita ketemuan secara jantan…
Tamansari no berapa sep….jl. azalea, jl. mealti
April 24, 2008 pukul 7:50 am
maaf nih pak asep kata temanku klo kerja sama orang taiwan itu gajinya keciiil ya tp klo sama bule gajinya gede ya ? bener gk sih pak asep
April 25, 2008 pukul 7:13 am
Susah ngadepin orang bodo kaya si asep. Udah bodo dableg lagi.
Baru tinggal di taman sari aja sombongnya selangit. Emang orang kaya tinggalnya di lippo doang.
Lo liat dong ke dalam dukuh bima.
BTW biasalah orang yang kecil/naggung ngomongnya sebakul.. Buka mata dong…
April 25, 2008 pukul 9:22 am
Willy : Bukan orang Taiwan tapi Korea Pak. Tapi ada persamaan, gaji sama sama kecil, boss cerewet, suka marah marah, bikin pusing dll.
Netral : Maaf Pak, orang kaya memang dimana mana. Di Kelapa gading juga berjibun yang kaya. Tapi kan daerahnya banjir, macet, bikin gerah. Meskipun jalan di kelapa gading lebih bagus dari KL/DB (tapi lebih bagus lagi di LC lah)