Tips menawar rumah

Tips menawar rumahnya mba Nee,

ini beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi ya:
1. Kalau mau beli rumah, ini untuk rumah baru ya (dengan catatan sudah sreg dengan lokasinya), cari cluster yang baru akan soft launching, disitu mereka membutuhkan kita untuk pendongkrak harga, coba bayangkan pasti para marketing akan teriak kemana-mana dan bilang eh baru soft launching tapi udah laku sekian persen, nah biasanya harga rumah yang belum soft launching sangat murah. Ini saya alamin sendiri, karena kebetulan staf marketingnya teman SMA, dia menawarkan yang belum soft launching, saya beli di harga 359jt, dan pada saat soft launching harganya menjadi 430juta, terjadi dalam waktu 3 bulan saja, he.he.h.e……Jadi kalau dapat lokasi yang baru soft launching tawar habis dengan marketernya.

2. Jika mau beli rumah 2nd, nahhh ada trik tersendiri lagi, dan dibutuhkan beberapa teman, datanglah ke pemilik rumah, misalnya harga pembuka dia 300 juta, tawar aja 250 juta, lalu besok utus salah seorang teman, minta teman ini menawar 220 juta, beberapa hari kemudian minta lagi seorang teman yang lain menawar 200juta, begitu terus n terus…..jadi si pemilik akan bingung berapakah harga yang pantas dan akan memilih kita sebagai penawar yang tertinggi, he.h.eh.e……..Ada keuntungan lagi kalo kebetulan kita mau pake jasa KPR untuk rumah 2nd ini, mintalah kerjasama dengan penjual rumah untuk mengatakan kalau harga rumah dijual ke kita 300juta, mayan kan jadi dapet uang lebih dari KPR, he.h.eh.e….ngurangin beban di DP.

Semoga bermanfaat ya…

Komentar Anjar
Saran yang kedua, bukannya kalau yang kompleks harganya sudah ada ‘kesepakatan’ harga pasaran ya? tapi kalau rumah 2nd diluar kompleks mungkin bisa bingung si pemilik rumahnya. Ada pendapat lain?

29 Tanggapan ke “Tips menawar rumah”

  1. the70no Says:

    artikel yg bagus Mas…boleh di link ?

  2. papabonbon Says:

    menarik tuh, acara kirim kirim orangnya, huehehehe :D wajib di tiru …

  3. osinaga Says:

    utk kasus rumah 2nd, kalau berurusan langsung dengan si pemilik sih mungkin trik diatas bisa berlaku. yg agak repot kalau beli rumah 2nd dimana si pemilik mengharuskan kita tawar-menawar via broker/makelar properti yang notabene sudah paham harga pasar. dari pengalaman, broker kecenderungan nya pasti menaikkan harga karna akan berbanding lurus dengan komisi.

  4. nee Says:

    @osinaga:
    betul sekali, setiap kali saya mencari property, saya selalu mengesampingkan bila sudah ada makelar yang menghandle. Biasanya jika property ditawarkan tanpa makelar adalah orang yang benar-benar BU, jadi harga pembuka pun sudah miring. Emang saya akui diperlukan kesabaran sampai menemukan property yang ditawarkan tanpa makelar, he.h.e.he…

  5. Saiful Aziz Says:

    Bener jg mas Osinaga, skrg rumah2 second kebanyakan yang menjual par broker/makelar bukan pemiliknya sendiri. Kayakknya harus cari tips and trick lain menawar rumah second? ada yg bs kasih ide lain?

  6. Bojes Says:

    Bagaimana dengan trik MENJUAL RUMAH? Saya sedang menjual rumah saya dan juga minta bantuan broker. Sebenarnya saya agak BU juga, dan justru itulah saya minta bantuan broker supaya lebih cepat.

    Namun demikian sudah 1 bulan saya pasang ke 3 broker dan hanya 2 yang agak serius nawar-nya. Apakah perlu saya masukkan ke http://www.bursarumah.com karena toh service website ini tanpa biaya (website ini bukan broker, hanya jasa gratis untuk pasang iklan)?

  7. priatin Says:

    Pengalaman saya jual rumah adalah dengan memasukkan ke berbagai situs bursa maupun milis bursa sebulan sekali atau 2 minggu sekali. Jadi misalnya bulan pertama saya buka harga seratus juta, maka iklan berikutnya saya naikkan 5 sampai sepuluh juta untuk memberi kesan harga terus meningkat. Cuma untuk kasus saya saat itu memang tidak terlalu BU sehingga perlu kesabaran untuk mendapat hasil.

  8. nindityo Says:

    pada dasarnya kalo orang sudah sreg dengan suatu rumah biasanya harga tak jadi soal sepanjang tidak terlalu jauh dari harga pasar. nah kalo mau tau harga pasar ya harus sering buka koran (Kompas Sabtu untuk rumah) ato dengan liat ato tanya broker property. broker yang mapan (Ray white, era, century) biasanya minta “successful fee” 3%, broker yg laen bisa ditawar 1,5% – 2%.
    INGAT!!! angka tadi khusus untuk penjual bukan untuk pembeli rumah. buat pembeli free.
    catatan : kalo kita masuk kantor property pasti kita disambut baik, toh mereka gak tau uang dikantong kita kan :) liat2 aja harga dan gambar rumah. sante aja gak akan diusir kok.
    jika dari harga pasar terlalu rendah patut dicurigai.. tanya satpam setempat, tetangga, dll. BU ato sebab lain.
    jika terlalu tinggi, liat kondisi bangunannya. layak gak.
    trus tawar aja… pastiin sapa yg tanggung PPh, BPHTB, Notaris, PBB, dan biaya lain. masukan dalam komponen tawar menawar.. sebisa mungkin masuk semua ke penjual :) lumayan lho selisihnya.
    selamat menawar.

  9. hans Says:

    dimana kita bisa tahu mengenai jadwal soft launching ?
    bagaimana kita dapat mengetahui apakah harga rumah baru (sebelum soft launching ) mahal atau murah ?

  10. nee Says:

    @hans:
    karena kebetulan saya jadikan properti sebagai bisnis sampingan, jadi saya mempunyai beberapa kompleks fave, dan saya kenal dekat dengan para marketingnya. Sekali kita membuktikan kalau benar-benar beli yang BARU MAU (bukan pada saat soft launching) soft launching, seterusnya akan ditawarkan untuk cluster-cluster lainnya.
    Jadi bagi pemula, saya saran coba pendekatan ke marketingnya, lagi-lagi networking kita yang harus bekerja.
    Biasanya para marketing kepercayaan kita ini, akan “membocorkan” harga pada saat soft launching, bisa juga sich cek harga njop lokasi sekitar dan prediksi harga bangunan, tapi ini dibutuhkan pengalaman untuk bisa membuat prediksi seperti ini.
    Atau kalau sulit pendekatan ke marketingnya, ya tidak ada cara lain selain beli pada saat soft launching bukan sebelumnya, biasanya mereka tulis di koran nasional lagi soft launching, harga soft launching juga sangat menarik, 10 pembeli pertama harganya a, 10 pembeli berikutnya harganya a plus 5%, begitu seterusnya…..
    Ingat ini ada risk, bagi perumahan yang belum dikenal, jangan sedikitpun tertarik beli saat soft launching, takut dibawa kabur duitnya.

  11. Sudarsono Says:

    Hallo kembali mas priandoyo

    Benar yang anda katakan mengenai point 1. Penyebab utamanya begini : pihak developer kebanyakan meminjam uang dari bank dalam jumlah besar. Pada saat mereka membuka perumahan baru, mereka tahu harga minimal produk rumah mereka berapa. Dari situ untuk tahapan awal dan cicilan pembayaran awal kepada bank, mereka mempunyai target minimal harus menjual berapa unit. Ini yang membuat trik anda dapat bekerja di beberapa real estate.

    point kedua mungkin bisa bekerja, mungkin juga tidak. termasuk untung untungan. Apalagi bila property yang dijual termasuk properti yang baik. Intinya, mungkin dia dapat penawaran lebih baik lagi dari harga yang anda tawarkan.

    Kami didalam tim http://www.indonesia-property.com tertarik dengan tulisan tulisan anda, terlebih dengan blog baru anda ini. Bila diijinkan kami mungkin hendak menyadur tulisan anda, tentu dengan memberikan sumbernya kepada anda melalui link tulisan blog anda

    terima kasih

  12. Dani Says:

    @nee
    mbak nee… salam kenal sblumnya…
    kalo tips n trick membeli apartemen bisa di share juga nggak? ;) terutama apartemen yang dibeli untuk disewakan kembali. (investasi kontrak2an)
    trims sblmnya..

  13. nee Says:

    @Dani:
    kalau apartemen saya baru coba nich, jadi mohon maaf kalau tipsnya cemen banget, he.he.h.e…:
    1. Sebelum beli saya selalu cek apakah ada GRR (guarantee rental rate), saya selalu cari yang lebih tinggi dari bunga cicilan bank, mayaaann bisa nutup cicilan, he.he.h.e.
    2. Liat schema pembayaran, saya paling ogah kalo disuruh bayar padahal pembangunan baru dalam tahap gali fondasi, biasanya yang bikin tertarik yang pembayarannya fair, contoh fair dimata saya ya :
    a. Kalau tahap masih gali fondasi ya bayar DP ajalah
    b. Tahap pembangunan sudah sampai lobby, bayar misalnya 5%
    c. Tahap pembangunan sudah sampai lantai dimana apartemen kita berada (misalnya lantai 19), bayar lagi misalnya 5%, kalau baru di lantai 3 ya ntar-ntar dulu dong bayarnya, he.h.e.he..
    3. Fasilitas internal, kalau paling menarik untuk saya, yang digandeng perkantoran, sasarannya ya executive disitu, he.he.h.e….
    4. Lokasi sekitar, sangat penting, kalau daerah perkantoran, daerah sekolah mewah, nah saya pasti berminat
    5. Jual lagi sebelum masa GRR habis, karena apartemen kalau udah jelek bangunannya, ngga enak dilihat ah, he.h.eh.e…personal banget yaaakkkk

    Nah, karena tips saya diatas itu saya belum pernah nemu satupun apartemen di Indonesia yang sesuai dengan saya mau (blaguk dot com, he.he.h.e.), jadi mau ngga mau saya invest apartemennya di Malaysia. Disana suku bunga rendah, jadi kalau direntalkan juga masih ada profit.

  14. wong ndeso Says:

    @nee
    wooi kerjaa..
    ribuan site dah nungguin tuh..hehe

  15. Dani Says:

    @nee,
    GRR, itu maksudnya service apartment ya mbak? jadi kita sewain ke pengembangnya sendiri setelah jadi?
    kira2 kapan ya bisnis rental apartemen di jkt bisa seperti di singapura/malaysia? ;-)

  16. paparafa Says:

    kebetulan, lagi cari rumah di daerah cibubur; ada yang jual rumah baru/second tapi harus sudah SHM, range s/d 200 juta, kalo bisa yang 2 lantai/3 kmr. atau ada yang kenal bag. pemasaran BII residences cikeas? bisa kontak ke 0811817360. Thank you.

  17. nee Says:

    @ Dani :
    GRR itu guarantee rental rate, maksudnya si pengembang sudah menjamin kepada kita, bahwa unit punya kita udah langsung disewakan dengan rate sekian persen selama berapa tahun. Jadi dia acting us broker untuk kita juga, kita tinggal tau beres kalo unit kita tersewakan. Setahu saya service apartement itu bisa disewakan jangka pendek ya, kalau ini jangka panjang kok, biasanya minimal 3 tahun.
    Di jakarta juga bisa kalau udah mulai banyak expat, sayang expat masih takut ke Indonesia, he.h.eh.e.

    @wongndeso
    elo sich pindah, gw males kerja aaahhh, he.h.eh.e.

  18. ryev4 Says:

    OOO Gitu Ya………..:mrgreen: nanti gw coba deh, thank’s atas infonya

  19. nee Says:

    sstttt……………salah satu marketing perumahan fave tilp nich, mau nawarin sesuatu sebelum soft launching, asikkkkk……ntar gw bocorin yaaakkkkk, he.he.h.e..

  20. wong ndeso Says:

    @nee
    lho kok masih reply terus seeh..
    kerja wooiii kerjaaa..
    kasihan temen sampeyan tuh, duruh dia belajar excel dulu gih..

  21. abu rozin Says:

    @nee
    bener ya rumah baru dari developer bisa ditawar?ato cuma karena kenal ama marketing dvelopernya?setahu selama aku survei ke beberapa lokasi, biasanya sih udah ada list harganya yang fix ditentukan developer. memang klo baru buka cluster harganya relatif lebih murah dan semakin lama semakin naik. cuma gak pernah denger ada yang tawar menawar harga dengan pihak developer untuk rumah baru.

  22. Alexandra Says:

    Hi semua,
    mau tanya soal beli rumah seken. Sang pemilik rumah, melalui agen minta tanda jadi dari saya. Kalau KPR saya tidak disetujui, uang saya hangus 50 persen katanya.
    Mohon saran, apakah ini praktik yang lazim.

    Saya sih sudah telepon agennya ke kantornya dan memang betul dia berkantor di situ. Kantornya sudah saya cek ke Arebi (asosiasi broker). Datanya sih betul.

    Dia bilang kalau saya ga kasih tanda jadi, pemilik akan buka tawaran ke orang lain. Saya udah cukup suka sama rumah tersebut. Tapi saya juga ga nyaman dengan bayar tanda jadi ini. Ada saran?

    Terimakasih sebelumnya.

  23. calon pembeli rumah Says:

    @alexandra
    setahu saya kalau beli rumah baru itu namanya booking fee, kalau beli rumah seken yaa uang tanda jadi.

    gunanya secara umum:
    - tanda bahwa kita serius membeli rumah (secara kalau hanya via omongan susah dipegang)

    bagi pembeli:
    - selama proses appraisal kpr berlangsung, kita dijamin oleh penjual/developer bahwa rumah yang kita incer nggak bakal ditawarkan ke orang lain (rentang waktu penjual hold penawaran ke calon pembeli lain biasanya +/- 1bulanan) (walaupun orang lain yang ngincer rumah itu mau beli secara hard cash misalkan)

    bagi penjual:
    - kalau seandainya pengajuan kpr calon pembeli yang telah membayar uang jadi gagal, dan saat appraisal ada pembeli lain yang mau beli nggak jadi, penjual nggak terlalu gigit jari karena dapet x% dari uang booking fee tadi.

    kalau masalah besaran 50%-nya saya nggak tau pasti itu lazim atau nggak…

    yang jelas saya juga baru coba ambil rumah baru (tapi seken menurut bank, secara penjualnya perseorangan, bukan badan hukum/perusahaan) dan kata penjualnya hanya dipotong 5% kalau pengajuan KPR saya gagal.

  24. Evi Says:

    @calon pembeli rumah
    Terimakasih ya berbagi pengalamannya.
    Tanya lagi ya. 5 persen itu dari tanda jadinya ya?
    Soal persennya dan jumlah tanda jadi mungkin bisa nego ya.
    Kalau risiko hilang 500 ribu sih saya masih bisa ikhlas. Tapi dia minta Rp 5 juta dan kalau saya hilang 2.5 juta ngenes juga sih :D

  25. calon pembeli rumah Says:

    @evi

    iya dong 5% dari tanda jadi..

    coba di nego aja bu.. saya kemaren nego minta diturunin nominal uang tanda jadinya. saya pake alesan klo saya juga butuh uang untuk biaya appraisal, dan appraisal ke banknya langsung ke 3 bank

    kalau bisa persentasenya dinego juga aja bu :D

    saya kebetulan kemaren uang tanda jadinya akhirnya cuman 1.5jt doang… :D

  26. MR. Jujur Says:

    Kagak setuju dengan cara yang disebutken diartikel di atas. Jujur aja lah, kita tawar menawar secara fair, namanya orang mau beli tentu minimal sudah tahu berapa kisaran harga pasar, kalau memang mampu ya ditawar, kalo enggak ya sabar, jangan pake cara2 yang siasat yang membohongi orang lain terlebih diri sendiri

  27. matahari Says:

    Saran kedua itu… namanya… memanipulasi demand (Bay’ Najasy)
    Dalam Syariah, Bay’ Najasy itu dilarang.
    Jadi setuju dengan Mr. Jujur…

  28. investor Says:

    beli soft launching bisa dapat murah? iya sih, masalahnya kadang marketing suka simpan stok soft launching utk calo atau dirinya sendiri, lokasi yg bagus tidak di tawarin ke konsumen, yg di tawarin biasanya yg lokasinya ujung (buat penglaris) atau sebangsanya. kalo pas dapat marketing baik hati, yah anda bisa dapat lokasi bagus pas soft launching, tapi kebanyakan sih enggak.

    beli second pake acara kirim orang sgala? weleh weleh weleh, itu mah udah terobsesi kayaknya hhehehehhehhe. kalo niatnya nawar, sudah ada ketentuan tak tertulis, jangan lebih dari 50 juta selisihnya dari harga pembukaan. biasanya kalo nawar diatas 50 juta, yg ada malah di maki penjual, wkakakakakka. lagian mustinya sebelum nego, survei dulu harga pasaran di sana, jadi gak perlu kirim kirim orang segala, karena sudah tahu ancer ancer nya berapaan, wakakakak

    sy pribadi tidak terlalu menganggap broker atau makelar sebagai momok yg menakutkan dan harus di hindari. karena sebelum sy nelp makelar bersangkutan, sy udah check dulu harga pasaran di lokasi tsb, jadi sy tahu mana broker yg ambil untung kegedean dan mana yg ambil untung dikit aja. tapi emang yg paling bagus sih berhubungan langsung sama pemilik nya langsung.

    sy bikin index sendiri buat menentukan seberapa mahal properti yg di tawarkan. misalnya begini, lt lb nya 350/100, harga nya katakanlah 500 juta, maka 500jt / (350+100) = 1,1 juta per meter. Nah biasanya rumah2x yg ditawarkan di Jabotabeka itu ada di kisaran index 900rb s/d 3 jutaan per meter. Yang bagus adalah mendapatkan index sekecil mungkin, tapi dgn mutu bangunan yg sebagus mungkin. Utk itu memang diperlukan kunjungan lokasi langsung. Kalo gak mau terlalu dipusingkan sama survei langsung lokasi, batasi pilihan anda di index 2 jutaan keatas, biasanya rata rata mutu bangunan yg ditawarkan udah memadai dan layak huni. semakin rendah index nya, anda harus semakin banyak curiga dan cek sana cek sini.

  29. senoputro Says:

    apik tenan…
    minta ijin buat referensi di blog-ku?
    thx


Tinggalkan Balasan