Grand Depok City – Kota Kembang Depok Raya

Bagaimana pendapat Mas Anjar dan para pembaca blog bicararumah mengenai Grand Depok City karena setelah membayar booking fee saya baru membaca mengenai opini-opini “miring” yang ada di internet tentang GDC waktu saya iseng2 googling. Saya berharap dari Mas Anjar dan para pembaca blog bicararumah ada masukan untuk saya karena saya dan suami sudah akan menyerahkan surat2 untuk pengajuan KPR minggu depan.
Mba Ria via email

komentar:
Grand Depok City a.k.a Kota Kembang Depok Raya, saya kurang tahu mengenai komentar miringnya, tapi pengalaman survey kelihatannya GDC/KKDR ini agak bermasalah deh -kesan yang saya tangkap saat hunting di lokasi tersebut. Mungkin ada pendapat dan cerita lain.

Screenshot: Dari multiply-nya Suriani, ada yang punya lebih bagus?

About these ads
Ditulis dalam Depok. 792 Comments »

792 Tanggapan to “Grand Depok City – Kota Kembang Depok Raya”

  1. Andrie D Says:

    Saya besar di Kota Depok, jadi tahu betapa fenomenalnya Kota Kembang Depok Raya pada tahun 1990-an. Teman saya sudah ambil rumah di sana dan di akhir masa angsuran dilarang melunasi, jadi sisa Rp 500 ribu belum/tidak dilunasi. Dengar punya dengar, pengembangnya pasien BPPN (dulu), jadi masuk akal kalau sertifikatnya masih diagunkan.

    Untuk informasi lebih jelas, coba buka priyadi.net. Informasinya sangat komprehensif.

    Menjelang dibukanya Grand Depok City (GDC), memang pembangunan infrastruktur maju pesat. Jalan beton yang dulu berlubang ditambal dan jalan tembus dari Jl.Kartini diberi nama Boulevard GDC. Hanya saja patut diwaspadai SUTET dan surat-surat rumahnya.

    Salam.

  2. miss Says:

    alo, saya pernah survey dan ketemu langsung dengan marketing GDC, waktu itu saya belum tertarik pertama lokasi jauh banget dan harus melewati margonda raya yg super macet itu, kedua untuk KPR baru bisa 2 bank dan dengan bunga yg tinggi, ketiga harga lumayan mahal dibanding lokasi lain yg lebih dekat. Yah mungkin kalo untuk tempat tinggal oke juga sih, cuma ada SUTET, walopun ga langsung di atas rumah. UNtuk perkembangan kyaknya sih bakalan cepet dan rame daerah situ..ga tau udah banyak yg laku apa belum, kok saya masih ditelp marketing nya ya?..hehe….padahal satya kesana 3 bulan yg lalu lho…

  3. Cahya Yustia Rio Says:

    mau curhat ni tentang Kota Kembang..
    dulu waktu saya masih SMP (apa SMA ya? lupa.. hehehe), mama saya pernah hampir beli rumah di Kota Kembang Depok Raya, di Sektor Melati. Tapi ga jadi.. secara, janji pembangunannya waktu itu moloooor melulu. padahal DP udah dilunasi. kami semakin kehilangan kesabaran dan kepercayaan setelah membaca suatu artikel di Kompas, memberitakan bahwa developer Kota Kembang pada saat itu sangat bermasalah. paniklah kami sekeluarga.. (secara DP udah dibayar gitu loh).

    akhirnya, setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, syukurlah uang DP bisa dikembalikan, walaupun dipotong beberapa juta. Pada saat itu, developernya adalah PT. Inti Karsa Daksa. Saya masih ingat, mereka membuka stan di Mal Depok dan menawarkan janji-janji pembangunan yang sampai sekarang tidak pernah terwujud. dulu tu, katanya di deket Jalan Boulevard Kota Kembang (sekarang namanya Jl. Boulevard GDC), mau dibangun club house, waterboom, dan segudang fasilitas mewah.

    sekarang, saya sudah kuliah semester akhir. beberapa bulan lalu saya sempat jalan-jalan ke ex-calon rumah mama saya tersebut. kondisinya kini sangat memprihatinkan, kosong tidak terawat. halamannya banyak ditumbuhi rumput liar. rumah di sekitarnya pun relatif sama. sepi. jauh dari hiruk pikuk kehidupan. untung kami tidak jadi beli rumah di sana. :)
    itulah pengalaman keluarga saya dengan PT. Inti Karsa Daksa yang tak kan terlupa. hehehe.. kalo sekarang, namanya dah berubah jadi GDC ya? udah gitu dipegang ama developer baru.. mudah-mudahan bagus.

    cuma, yang perlu diwaspadai: memang daerah itu dilewati SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi). Terutama yang ada di sektor anggrek (sekarang gw kurang tau apakah nama sektor ini masih tetap sektor anggrek atau udah diganti nama). padahal, dahulu sektor anggrek ini hendak dijadikan kawasan hunian elit, dengan pilihan tipe-tipe rumah yang besar.. sayang oh sungguh sayang.. ada SUTET-nya..

    • vilham Says:

      Habis manis sepah di buang… GDC Khususnya Cluster Gardenia. Sewaktu awal promosi dan pembukaan awal sebelum seluruh rumahnya laku jalanan cukup licin dipebaiki. Tapi setelah banyak rumah yg terjual sampai sekarang jalanannya pada rusak. ban motor sebulan 2 kali pecah dan harus ganti. pengelola tidak peduli dengan kondisi seperti itu…sekrang tinggal menunggu kerelaan warga sendiri untuk membangunjalanan perumahan itu. berapa biaya yangharus dikeluarkan untuk mengaspal jalan perumahan itu , yah mungkin sekitar 200 jutaan. apakah warga bersedia bergotong royong untuk membangun jalan? tapi keliatannya memangharus begitu, karena pengelola GDC sdh tidak mau perduli lagi dengan perumahannyayg sdh terjual….

  4. Di Says:

    Buat hunter rumah GDC,

    GDC itu sebetulnya jelmaan dari kota kembang , karena kota kembang dengan pengembang daksa group dan dilanjutkan dengan group ISPI sudah mengarah pada kesan buruk, maka nama itu dirubah.
    Kota kembang atau GDC sekarang ,sewaktu buka sangat fenomenal , saya masih ingat area ini dibuka tahun 1996. waktu itu kantor pemasaran terletak dijalan dewi sartika arah citayam ditempat yang hilly dengan pemandangan lepas kearah jembatan ciliwung yang mereka bangun dengan demikian lebar.

    Mereka menjual konsep perumahan mandiri dengan hypermarket Makro , universitas , islamic center , tempat rekreasi dan lain lain . Karena menarik maka saya coba mau beli satu rumah type 45 tapi dengan cash , sayangnya waktu itu rumah indent 12 bulan dan tidak ada satupun yang ready stock . Bahkan rumah contohpun belum bisa dilihat. Saya ingat betul masa ini kota kembang jadi fenomena yang menarik , bayangkan mereka khusus bangun jembatan yang membelah ciliwung , asumsinya modalnya gede doong..banyak konsumen datang dan pesan pokoke.

    entah kenapa saya hold pembelian meskipun sang marketing tawarin saya 12 bulan cicilan tanpa bunga sebagai pengganti bayaran cash. seiring waktu berjalan , tiba tiba 97 datang , krisis hebat membuat Daksa group kelimpungan , uang yang sudah masuk banyak yang lenyap secara internal , pembangunan jembatan berhenti , bahkan kantor pemasarannya pun ikut lenyap dari lokasi itu.

    Lebih lima tahun Daksa group berhadapan sama konsumennya , banyak yang dah bayar lunas dan KPR sudah dipotong tapi rumah gak kunjung jadi , rumah yang diperjuangkan pembeli akhirnya terwujud pelan pelan dengan perjuangan di sektor anggrek 2 , adik saya salah satu korbannya. Tahun 2000an Daksa group ikut lenyap diganti Group ISPI , persoalan tetap muncul hanya pengembangnya saja yang berubah.

    jadi 10 tahun ini kota kembang alias GDC memang terbelit masalah cash flow , pengembang baru saat ini mungkin bisa lebih baik atau setali tiga uang , namun waspada apa salahnya .

  5. sayasaja Says:

    Cerita Kota Kembang/GDC memang penuh lika-liku. Pada saat Daksa Group kena krisis, semua rencana berantakan.
    Perusahaan pun masuk BPPN, tapi dengan susah payah bisa keluar dengan biaya finanasial yang akhirnya memberatkan cashflow. Pembangunan rumah yg sudah dijanjikan ke konsumen semuanya molor, malah batal dibangun.
    Selama 3 tahun mencoba bertahan, akhirnya Daksa Group nyerah.Setelah itu kepemilikan pun beralih, dan developer baru mencoba menghidupkan kembali. Tapi biaya modal yang harus dikeluarkan mungkin terlalu berat. Sehingga proyek pun terbengkalai selama 2-3 tahun.

    Baru pada tahun 2007 ini mereka memulai lagi dengan konsep dan gagasan baru, mudah-mudahan dengan dana segar yang baru karena konsep doang mah ga cukup buat bangun rumah. :-)

    Saya kurang tahu pengembang sekarang masih ISPI apa bukan, karena ISPI tidak pernah punya pengalaman membangun kawasan yang luas. Biasanya mereka hanya membangun rumah-rumah tipe kecil, seperti Mutiara Bogor dan Mutiara Cinere.
    Mudah-mudahan bs jd bahan pertimbangan bg yang berminat.

  6. karin Says:

    saya kemarin lihat lokasi di GDC, dan ternyata pembangunan untuk water park + cluster alamanda sdh jalan.
    kata teman saya yang sudah ngambil duluan, setelah di cek ke BPPN ternyata tanahnya sudah tidak bermasalah lagi tapi terus terang saya masih ragu mengingat cerita tentang “kota kembang” yang amat sangat bermasalah (teman saya harus nunggu 3 th baru rumahnya di cluster anggrek dibangun !!!)
    ada yang punya advise gak ??? soalnya suamiku udah pengen banget punya rumah …..

  7. firman Says:

    ikutan nimbrung dengan kota kembang karena kebetulan rumah orang tua gue kebetulan berada di atas kota kembang sektor anggrek (kalimulya). Betul apa yang dikatan Di kota kembang ingin dijadikan kawasan elite, Sayang pintu gerbangnya dilalui Sutet, dibagian tengah membelah kuburan kalimlya dan cilodong yang membuat harga jatuh dan tidak ada peminatnya dan ditambah terlalu banyak yang meminta jatah dari elite pemerintah depok maupun DPRD, buktinya kantor DPRD Depok dan rumah bekas Walikota Depok Badrul Kamal juga memiliki rumah berada ditengah tengah kota kembang.

    Jadinya beban pengembang menjadi berat sedangkan peminatnya sedikit, dan akhirnya pengembang mengundurkan diri mungkin juga bangkrut, dan sekarang sudah 3 pengembang yang yang bergantian menangani kota kembang, dari DAKSA GROUP, ISPI dan sekarang SMR. mudah-mudahan banyak peminatnya yang membeli kalo tidak kemungkinan akan ganti pengembang lagi……

  8. Nice Mommy Says:

    hhhmmm baca-baca kota kembang bikin gw napsu lage niy… secara Bokap dulu sub kontraktor yang ngebangun beberapa rumah di sektor anggrek, melati and puri insani.

    Yap dialah PT. Inti Karsa Daksa yang g jelas dengan pembayran terminnya, yah namanya kontraktor kecil modal cabut sana cabut sini dengan harapan Daksa akan bayar sesuai termin yang terjadi setelah rumah jadi pembayaran seret dan yg lebih nyakitin terkesan kita yang ngemis2 k Daksa. Untuk info ajah sekarang GDC dikelola sama SMR jelmaan baru dari Daksa, dengan nama PT. Dinamika Alam Sejahtera.

    Sampe skrg tagihan yang beratus-ratus juta itu sempat mandeg 3 tahun n ditawarin tukar guling sama kavling yg harganya harus pake harga jual, secara kondisi daerahnya masih ky gitu ya g mau lah n finally Dinamika yang meneruskan pembayaran k kontraktor2 kecil dengan cicilan sekitar 2jt-an sebulan itupun since 2006 fffiiiuucchhh!!! (g jelas mu diselesain kapan) padahal tuh kantor dah sering diserbu kontraktor2 yang udah ngemodalin bikinin rumah disana.

    Untuk diketahui juga cuma nama perusahaannya aja berubah dari Daksa ke Dinamika Orangnya siy teteeuuup aja dia-dia juga! Oia Dinamika juga developer yang bangun Vila bogor asri di cibinong itu juga sama ajah lagi2 Bokap gw jadi korban.
    Sayangnya g bs berbuat apa2 selain nunggu itikad baik Dinamika untuk ngebayar sisa2 pembangunan dulu. Dan perlu diketahui juga kebanyakan rumah2 yang dibangun di modali dulu sm sub kontraktor br dibayar (kl uangnya g ditilep) kemudian.

    Yah untuk yg mau beli rumah disana mungkin bs jadi pertimbangan comment gw… logikanya kl udah KPR harusnya Dinamika bs bayar termin, nyatanya ngga n infonya uang KPR yg masuk untuk perluasan lahan GDC lage jd kontraktor2 kecil jd korban.

    anjar: wah terimakasih ceritanya Nice Mommy, kaget juga ya, cerita sub-kon2 yang memang umum terjadi di pembangunan perumahan manapun punya cerita duka seperti ini.

  9. Ikiyono Says:

    Kebetulan saya penghuni GDC, tipe RSSSSSSSSSSSSSS,
    kalo buat tempat tinggal menurut saya lumayan bagus, masih asri dan termasuknya deket kemana – mana. Tapi kalo ngomongin kejelekan pengembangya, weleh…..ampun deh….., kagak ada abisnya, jangan2 emang bos2nya nyari duitnya seperti itu, cari mangsa sebanyak2nya tidak perduli, ngemplang, ngembat, ga tahu apa lagi. Ntah berapa ratus bahkan ribuan orang yang ditipu dengan janji2 manis para marketingnya.
    Saya dulu DP rumah tahun 2004, serah terima tahun 2006, itu aja harus pake acara berantem ga karu2an, sampe kayak apaan aja.
    Saya ngasih pandangan seperti itu aja dech, yang penting berhati2 sama pengembang n marketing2nya yang so borju, kalo kita yang kagak berduit complaint kayak apa aja di cuekin, tp kalo yang berduit langsung ditanggepin.

    Demikian aja tanggapan saya, mudah2an bermanfaat. Mohon maaf kalo kurang berkenan n membantu.

  10. waskito Says:

    Segera di bangun mall
    Segera dibangun water boom
    Segera dibangun club house
    Segera dibangun sekolah
    Segera dibangun taman kota

    Segera dan segera adalah kalimat manis yang terkadang meninabobokan/membodohi calon konsumen, rasanya sudah hampir 12 di kota kembang masing terulis segera dan segera . Hal yang harus diperhatikan dalam membeli rumah di kota kembang, Jangankan fasos/fasum, sertifikat sebagai dokumen bukti kepemilikan aset kita, sampai saat ini beberapa warga ada yang belum memilikinya, meskipun sudah melunasinya. Ada juga yang sudah memiliki sertifikat, tetapi mengeluarkan biaya sendiri dan mengurusnya sendiri. Habis bertanya ke pihak developer, seperti main petak-umpet, lembar batu sembunyi tangan. Komitmennya masih sekedar komat-kamit, meski nama berkali-kali diganti , dulu kota kembang segera GDC, entah apalagi namanya.

    Nama/kemasan boleh diganti sekian banyak dan sesuka, tetapi hakikat memberikan kepuasan dengan niat hati nurani tidak membohongi konsumen adalah hal lebih penting dalam berbisnis. Konsumen yang puas tentunya akan memberikan informasi baik pada konsumen lainnya. Jadi selain perubahan nama produk yang sangat mendasar adalah perubahan paradigma berpikir dan menghayati hakikat kelangsungan suatu bisnis melalui kejujuran dan empati terhadap harapan konsumen. Bicaralah sesuai kapasitas kemampuan yang ada.

    Strategi efektif , bagi pengelola GDC menurut saya yang tinggal disana, Bagaiimana cukup sederhana :

    1. Produk baru dibuat secara nyata, tidak sekedar jual brosur dan gambar sesuai visi dan misi pembangunan suatu kawasan.

    2. Produk lama (cluster eksisting), apa itu Anggrek 1, Anggrek 2, Anggrek 3, Puri Insani, Melati secara perlahan dibenahi pula (Proses Rework/Redisgn) . Fasum/Fasos dilengkapi, warga eksis ting diajak komunikasi/diberikan informasi, termasuk Penyelesaian Hak Kepemilikan (Sertifikat) perlu ada program nyata, apa mau nungggu konsumen pada sepuh dan uzur atau meninggal ?.

    Jika hanya fokus pada langkah 1 demi pencapain target cash flow agak susah, tanpa melaksanakan langkah 2. Langkah 2 adalah marketing tool efektif dalam dunia yang tanpa batas seperti saat ini

  11. wardoyo Says:

    Saya juga punya pengalaman pahit dengan Perum Kota Kembang Depok Raya yang sekarang di rubah (sepihak oleh developer baru) namanya menjadi Grand Depok City. Dari 2001 sampai sekarang AJB apalagi Sertifikat Belum selesai-selesai. Hati-hati waktu mau beli rumah di GDC.

  12. Mpolk Dedes Says:

    wah,,, seru juga ya cerita semua, apapun yg akan kita lakukan beli ato over kontRak arus teliiti yg baik. akuy lagi cari rumah mungil daerah depok harga masi kami jangkau. sekiranya hub say. dan makasih banget cerita info tetang semua di atas para comment. saya lebih akurat menjaga jaga daerah yg saya hunting. saya cari rumah cukup aman dan bersih tidak banjir dan sangat saya bisa jangkau harganya.ada garasi nya ya karna suka banyak temen qato tamu yg bermobil.thanks

  13. budi Says:

    saya memang kecewa dengan Kota Kembang yang lama, sama seperti para penghuni kota kembang di cluster-2 yang lama, namun kita harus berpikiran positif dan tidak terus berprasangka buruk terhadap GDC yang sedang membangun, karena bila tidak ada kepercayaan terhadap pengembang baru maka akan sulit (kota kembang) GDC untuk berkembang dan yang merugi kita-kita juga yang menghuni di kawasan ini.

    Jangan kita berharap agar GDC merubah paradigma Kota Kembang, sementara kita sendiri tidak merubah paradigma terhadap kemajuan yang sekarang sedang dimulai oleh GDC.

    Memang sulit untuk dapat membangun kepercayaan, oleh karena itu silahkan buktikan dan tunjukan oleh GDC bahwa telah serius untuk membangun kota kembang ini ……

  14. Ali.M Says:

    Saya tinggal di GDC sector Gardenia Masuk melalui Gerbang Anggrek Dua..saya membeli rumah 3 tahun yang lalu melalui KPR BTN alhamdullihah Allah.SWT memberikan kemudahan jalan dan sampai sekarang.mungkin Masa lalu punya sisi kelam tapi alhamdullilah semenjak dikelola oleh group SMR perkembangannya cukup baik sarana maupun prasarana mulai dibenahi dan saat ini sedang dibangun Waterpark yang tahapannya sudah mencapai 15% lalu sektor-sektor lain mulai menggeliat pembangunan dan perbaikannya, memang masih terdapat kekurang disana-sini bagi kami memang tidak mudah membenahi hal-hal yang sudah lama tak terurus dengan lahan yang cukup luas diperkirakan 220 Ha, kita berdoa mudah-mudahan perjalannya dapat terselesaikan dengan baik tanpa halangan. kantor-kantor pemda juga telah banyak yang terselesaikan dan beroperasional sehingga akan menjadi pusat pemerintahan kota depok, Ruko-ruko mulai dibangun, memang kami sedikit mengetahui group SMR ini cukup sukses juga dalam mengelola properti di daerah sunter. untuk SUTET cukup jauh dari pemukiman kami. terima kasih

  15. PATO Says:

    Saya sekarang sudah menempati rumah di Sektor Roma GDC -/+ berjalan 2 tahun, tetapi Alhamdulillah semua berjalan baik2 dan pada akhir2 ini sudah cukup baik perkembangannya, mulai Fasilitas jalan, PJU, Taman2 sudah mulai ditata sebagaimana layaknya perumahan.
    Kantor2 Pusat Pemerintahan Kota Depokpun sudah beroperasional, Mungkin barangkali ada beberapa temen2 ataupun bahkan banyak yang dikecewakan oleh Pengembang Daksa saat itu, tetapi kami warga yakin dengan semakin baiknya pengelolaan perumahan ini yang per cluster, terima kasih

  16. bek;s Says:

    Surat…surat …ya…nunggu sih katanya….tau sampai kapan…dari 1998 s/d sekarang…
    yg jelas apapun namanya Developernya…yg penting ada niat nggak dari dev..u/ngurus kewajibannya u…keluarin HGB sesuai apa yg dijanjikan…di awal..
    krn..kewajiban kita …udah dilunasin dari dulu…..
    Penghuni Melati……..

  17. joskaren Says:

    Saya calon pembeli untuk Cluster Anggrek 3 tinggal serahin kelengkapan Suart2nya, Dari atas saya pantau tentang percakapan di Forum ini. Pada saat baca forum yang diatas saya mulai ciut, tetapi setelah percakapan Forum semakin kebawah beritanya semakin positif. Saya berharap semua berita miring diatas bisa kembali positif, karena hunian ini sangat memberikan masa depan bagi keluarga saya, khususnya anak saya. Karena hari Minggu keamrin saya Survey, memang benar Water Park sudah dalam proses pembangunan. Dan saya rasa bank juga tidak sembarangan menjadi partner pembiayaan. Apalagi akses jalan tol dan kereta sudah ada. Saya harap para penghuni GDC yang lain juga posting pengalamannya di GDC Sehingga banyak Calon pembeli yang semakin yakin. Sehingga lingkungan GDC jadi lebih ramai dan Hidup. Semoga saya tidak salah mengivestasikan uang saya di GDC.

  18. Obby Says:

    kata2 penghuni asli ama sales/marketing, beda yah…
    kekekekek…

  19. fariy Says:

    saya tinggal di sektor melati yang dengan seenaknya mo diganti jadi edelweis……………………gak jelas maksudnya apa..padahal di KTP JELAS_JELAS TERTULIS KKDR SEKTOR MELATI……….emang mo diganti itu KTP……………..sales2 nya semuanya gak punya hati nuraniii………………

    giliran warga udah swadaya bikin fasum sendiri kayak taman bermain..pos satpam… eh baru deh dipasarin dgn iming2 fasum tsb..padahal boro2 ada bantuan dari developer..semunay gotong royong sendiri…..

    mungkin untuk cluster2 baru gak terlalu bermasalah tapi untuk yg udah tinggal disana ampuunn dehhhh…..dibilang deket rencana jalan tol..padahal diliat lagi deh di rencana tata kota…..diliat lagi itu tol ada dimana hi..hi….

  20. bek;s Says:

    ehhhhhh…ngmeng..ngemeng…nih kita yg…says….
    apa nggal langsung aje ke kantor pemasarannye…
    biar tahu kapan jadinye tuh surat and hgb……ok

  21. dewi Says:

    Sebenarnya kita ingin pak berikan info positif, ….tetapi terkadung sudah lama menderita …hanya diberi janji belaka, betul sekali fasum/fasos kita yang buat, meski ala kadarnya dengan modal gotong royong, senasib dan sepenanggungan. Developer sudah ganti, tetapi bukan berarti masalah tetap ada.

    Hal yang harus diperhatikan, bukan hanya sekedar hanya pada kondisi fisik rumah, fasilitas dan lingkungan saja , tepai kepastian/jaminan mendapatkan surat/sertifikat, setelah rumah tersebut kita beli/cicil lunas lebih penting.
    Pada saat nanti, yang diwariskan kepada anak kita….kan bukti sertifikat rumah……bukan waterparknya…..he—he, keculai bapak beli saham waterpark tsb. ….Selamat berinvestasi

  22. dewanto Says:

    Lucu juga, group marketing/sales, tentu ingin produknya laku bak kaya jual gorengan………group lain pada kesel, nama berubah, tidak punya sertifikat …mirip tinggal di ruli (rumah liar) aje disana . Setahuku kan disana, rumahnya keren-keren, eklusif….. , dekat pemda ,,kantor BPN, …..tetapi masa sudah pada lama tidak punya sertifikat……kasihan de lho

  23. Rini Says:

    Kami adalah pemilik dan tinggal di Cluster Anggrek 1 GDC. Memang pada awalnya banyak perjuangan yang harus kami lakukan. Tetapi Alhamdulillah, insya Allah sekarang sudah mengarah kepada yang lebih baik. Memang memperbaiki yang sudah terlanjur berantakan, tidak semudah membalik telapak tangan. Ya kan…….? Kebetulan kami sudah bertemu dengan pihak SMR, sebagai developer yan baru. Ternyata pemilik dan pimpinannya sama sekali orang yang berbeda dengan PT Daksa. Dan ternyata memang betul bahwa sebagian merupakan karyawan dari PT Daksa. Menurut kami… hal itu malah positif, karena karyawan lama pastinya lebih banyak tahu sejarah dari KKDR atau yang sekarang disebut Grand Depok City, sehingga kerja manajemen baru bisa lancar. Demi kemanusiaan, kan tidak harus mem-PHK karyawan, apalagi yang mampu bekerja baik, kan…?

    Manajemen baru pun sudah membuat schedule untuk penyelesaian sertifikat para pemilik yang ada. Kita tunggu aja!! Kita kan juga pengen investasi kita, sebagai pemilik lama, di Grand Depok City ini berkembang. Jadi, kita bantulah manajemen baru ini dengan tidak menyebar berita miring, tetapi yang proporsional sesuai perkembangan yang ada. Kan, kalo Grand Depok city jadi baik dan rame, kita-kita juga pemilik yang jadi happy…..

  24. Kiki Says:

    Saya dan suami sudah membeli tanah n bangunan di Puri Insani (Zaman Kota Kembang) sejak 2005, mulai dibangun thn 2006, selesai dibangun 2007, tapi anehnya belum ada wawancara n akad kredit, dulu sempat ada wawancara oleh Pihak BTN, tapi gak pernah sampe ke akad, dgn alasan sertifikatnya/surat2nya masih diurus, sehingga belum bisa dijaminkan ke Bank. Waktu itu memang banyak masalah kota Kembang itu, kami sempat takut, Booking Fee yg 1 jt n DP 33 jt akan menghilang ditengah ketidak jelas/ketidak pastian, dari pihak Developer tentunya. Kami harap2 cemas, tapi kami mencoba bersabar dan selalu memantau. Sampai ada kabar Developernya ganti untuk ketiga kalinya, kami dihubungi untuk membahas kelanjutan proses KPR Rumah kami yg terkatung2 sekian tahun. Februari 2008 kami dihubungi u/persiapan wawancara dgn BTN Depok, lalu wawancara berjalan lancar, sebulan kemudian kami dihubungi kembali untuk Akad Kredit, tp karena suami tidak sempat (tugas luar kota) diundur menjadi tgl 4 April 2008, tgl 12 April kemarin kami serah terima kunci disertai BA.Penyerahannya. Kami menjadi jauh lebih tenang, karena Rumah sudah jadi, kunci sudah ditangan. Soal sertifikat masih harus menunggu lagi, tapi pihak Developer menjanjikan akan selesai dalam 2 thn. Mudah2an lancar, tapi kami optimis, pilihan kami tidak salah, dengan Developer yg baru GDC semakin ramai, perkembangannya sudah terlihat disana-sini, dari harga rumah yg naik pesat (thn 2005 harga rumah kami type 48/120 = 166 jt sekarang type 45/120 dihargai 292 jt), perbaikan disana-sini, pembangunan waterpark n cluster2 baru, ada mobil angkot ke dalam komplek dan pelayanan ke konsumen lebih cepat. Memang mereka sedang berbenah, mencoba menjadi lebih baik, masih banyak kekurangan dan itu butuh waktu dan kepercayaan dari konsumen dan calon konsumen GDC lainnya. Semoga perubahan baik ini terus berjalan.

  25. sunardi Says:

    he….he………,lucu ah

  26. Hendra Says:

    Itu fakta…….., yang lucu mungkin yang memungkiri kesaksian orang lain & tidak mau tahu perkembangan GDC sekarang. Kalau terus ungkit masa lalu (“Kota Kembang”)gak akan selesai-selesai.
    Walau mungkin saja masih ada beberapa orang yang kecewa, saya kira masih wajar. kalau gak…. mana mungkin GDC bisa terus berkembang.

  27. himawari Says:

    Commentnya Ali M, kiki sama rini kok kayak kata2 marketingannya GDC ya??….jadi de javu ngedengerinnya..he..he..he… :))

    Gini aja mas-mas end mbak mbak..
    kl mmg GDC niat membersihkan nama baik dari masa lalu, kenapa calon pembeli unit di kluster GDC nggak dikasih surat jaminan aja bahwa setelah pelunasan pihak GDC akan mengeluarkan sertifikat HGB yg menjadi hak pembeli?
    Aku kemaren nanya begitu, jawabannya langsung big NO NO NO… :))
    Bagi pembeli yang penting itu bukan janji2 fasilitas, tapi status hukum rumah kalau udah lunas dibeli!!..
    Percuma mo dibagun waterpark, rumah lengkap, dll tapi nggak ada jaminan pihak pengembang/developer akan mengeluarkan sertifikat HGB setelah pembeli lunas bayar!

  28. hamawi Says:

    Tip sebelum membeli/kredit rumah,

    1. Diskusikan dengan keluarga type rumah dan lokasi yang jadi idaman.

    2. Cari informasi dari target-target lokasi yang telah dipilih, jika pusing bertanya pada Mr google. Pelajari juga aspek hukum dan pajak-pajak.

    3. Lakukan survey lokasi untuk melihat fisik rumah, fasum/fasos, lingkungan sekitar , seperti pagar, saluran air , sungai apa aman dari banjir, listrik, air minum dsb. Tempat pembuangan sampah, penghijauan dll. Jika perlu tanya penduduk/warga yang sudah tinggal untuk mendapatkan informasi tambahan. Baca pada blog ini, dapat saja anda ‘tersesat’.

    4. Jika sudah ok, tanyakan cara pembayaran/cicilan, masalah pajak dan mintakan jaminan secara hukum atas surat/sertifikat jika nanti rumah sudah lunas dibayar

    Selamat mencari rumah idaman masa depan

  29. himawari Says:

    Pak Hamawi..
    yg no.4 itulah point yg saya tanyakan ke marketing GDC dan dijawab NO tadi…(curigamodeON*)

    Jujur ya pak..saya ini udah bayar 1 juta buat tanda jadi, dan sekarang amat ragu2 mau nerusin niat saya beli rumah di GDC ini karena tidak adanya jaminan no.4 tadi secara tertulis bermaterai :(
    Kesalahan terbesar saya adalah memberi tanda jadi baru tanya ke mr.Google dan klarifikasi pada marketing GDC, dimana banyak pertanyaan2 yg menurut saya wajar aja kl saya nanya dan tidak bisa dijawab dgn pasti dan memuaskan (kepastian hukum, sertifikat setelah pelunasan dan perhitungan biaya-biaya).

    GDC itu promonya diskon 20% tapi omong kosong!
    hati2 ya teman, kl diserahin marketingannya surat rincian biaya2 jgn langsung ditanda tangani!..baca dulu perjanjian dibalik surat tanda jadinya dan tanya satu persatu perhitungan angka2 yg dibebankan GDC pada kita.
    Saya ini udah “kena” sama mereka.
    Dikatakan diskon 20% ternyata harga pokok rumah di KPR tidak ada yg berubah alias sama! :(
    dan dijanjikan DP0% (cuma bayar tanda jadi aja).
    Tapi membaca blognya orang ada yg dijanjikan sama seperti saya dan kena “tepu” mentah2, so duit tanda jadinya yg 1.6juta nggak akan kembali lagi alias goodbye..

  30. hamawi Says:

    himawari…kadang kita suka ‘terkesima’ dengan gemerlap ‘lampu yang nampak indah…..dan wah’ ada hadiah lah, dapat diskonlah, dapat itulah………itulah yang disebut ‘kemasan’. Belajarlah tentang hakikat isi sesuatu masalah, jangan………melihat kemasan semata saat ini.
    Pikirkanlah rencana anda untuk jangka lebih panjang dan tenang dalam memilih rumah, setelah anda menjelang tua,
    memeras keringat, mengumpulkan uang/menabung untuk ciciclan dan setelah lunas, tentunya investasi anda harus dinikmati ? masa terus dinikamti developer dengan tetap menyimpan di bank..

  31. himawari Says:

    Iya pak (dan teman2 lain)..hati hati deh kl mo beli rumah!, terutama di GDC!!
    Demi mencari kebenaran dan kejelasan, saya kemaren sampai konsul sama 2 org notaris di Depok langganan saya dan berita yg saya terima sungguh tidak enak!
    Beliau2 ini sudah cross check kesana kemari dan confirm menyarankan saya membatalkan niat untuk beli rumah di GDC (walau udah terlanjur rugi 1 juta!!) kecuali pihak GDC bisa menunjukkan fotokopi sertifikat umum HGB sebagai bukti bahwa tanah tsb tidak bermasalah dan mereka bisa memberi sertifikat tsb pada pembeli usai pelunasan pembelian rumah.
    Kemarin siang saya udah mendatangi pihak marketing GDC dan meminta mereka menunjukkan fotokopian sertifikat HGB sbg bukti, tapi pihak marketing tidak sanggup, bahkan ketika saya tanya apakah mereka tahu dimana/pihak mana yg sekarang pegang sertifikat tsb, jawabannya adalah mereka TIDAK TAHU!! (karena mereka tugasnya hanya memasarkan rumah2 di GDC dan tidak tahu keberadaan sertifikat ini dan status legalitasnya)…weleh….
    saya langsung ngacir deh dari kantor tsb dan walau nggak ikhlas, saya relakan uang 1 juta td jadi tsb “ditelan” sama GDC daripada kejerumus ke masalah yg lebih besar! :(

    PS> Saya bukan provokator atau orang saingan developernya GDC! saya sungguh salah satu calon konsumen GDC! saya terpanggil untuk memberitahu kenyataan ini sama teman2 sekalian biar nggak kejeblos kayak saya.

  32. Obby Says:

    Klo mau beli rumah, cek surat2 yg pertama kali adalah:
    IMB-nya ada gak? Bisa lihat (fotokopi-nya)?

    Krn dasar pembuatan IMB adalah sertifikat. Klo gak ada IMB, patut dicurigai klo sertifikatnya gak jelas.

    Klo ada IMB, cross check ke Pemda, asli atau aspal.

    Setelah jelas semua, baru bayar UTJ or DP.

    Klo developer yg baik, gak masalah dimintain itu semua.
    Yg tidak mau, wak wak gung nasinya nasi jagung…

  33. willy Says:

    saya sedang proses akad kredit di sektor s anggrek 2 , membaca cerita2 diatas kadang ragu ttp dengan bissmilllah saya akan tetap meneruskan mdh2an saya tdk salah pilih amiin

  34. himawari Says:

    Buat pak Willy..
    Moga2 bapak nasibnya baik dan selamat sampai “Tujuan”!

    Uang tanda jadi yg saya berikan untuk 1 unit di kluster ALPINIA GDC sudah saya ikhlaskan (abis mo gimana lagi?)

    Kalau saya sih udah nyerah begitu tahu pihak developer melalui marketingannya tidak sanggup menunjukkan kpd saya fotokopi bukti2 legalitas, sertifikat (termasuk IMB nya).
    Saya bahkan memberi masukan sama marketingannya kl mmg mau menyakinkan pembeli dan membersihkan nama baik dari masa lalu, GDC harusnya berani ngasih surat jaminan kepastian pengeluaran sertifikat setelah lunas bayar atau berani menunjukan fotokopi bukti2 legalitas pembangunan dan sertifikat kepada pembeli :)
    (tapi tanggapannya hanya senyum dan berkata, saya tugasnya hanya menjual rumah2 di GDC dan yg lainnya saya tidak tahu…he..he..he..)

    Bagi saya, membeli rumah, memeriksa kenyataan2 tidak kalah penting dibanding dengan keyakinan hati, bukti2 itu lebih penting daripada hanya mendengar janji2 manis dari satu pihak :))

    Siang ini kolega saya (polisi depok) memberi saya info tambahan bahwa sampai sekarang belum satupun penghuni GDC yg punya sertifikat HGB apalagi SHM! yg dipegang dari dulu sampai detik saya nulis ini adalah AJB.

    Good luck ya pak Willy! :)

  35. retno Says:

    Mas Himawari

    Massa ah …., petugas marketing hanya menjawab ‘hanya menjual rumah…….tetapi, yang lainnya tidak tahu’. Jika begitu yang dijual rumah apa ? Permintaannya kan sederhana, minta ‘jaminan/garansi’ bahwa surat/sertifikat dapat diambil jika nanti rumah telah lunas/dibayar.

    Uang 1 Jt jangan dipusingkan, jika anda ikhlas pasti ada ..dari pada stress berkepanjangan

  36. Hendra Says:

    Saya kira semua orang boleh berpendapat beda-beda, memang ada yang mungkin berpengalaman buruk dalam hidup (“mungkin dengan GDC” asal jangan ada pesan dari pesaing GDC…..).
    Mengingatkan orang untuk hati-hati dalam beli rumah juga boleh dan sah-sah saja, tapi semua komentar jelek tentang GDC adalah “kata-katanya” masing-masing yang tidak juga bisa dijadikan patokan dan masih banyak juga yang merasa puas dengan GDC, termasuk saya sudah AJB dan Sertipikat masih di urus di BPN Depok dan pihak-pihak lain yang puas tidak mungkin semuanya memberikan komentar dalam blog ini.
    Untuk Pak Willy, selamat bergabung di Anggrek 2 GDC, kapan kira-kira mulai rencana di bangun. Thx.

  37. himawari Says:

    Bu Retno,
    mmg bener marketingannya cuma bilang gitu ke saya.
    Berita ini saya bagikan tanpa embel2 “mungkin dan titip “pesan” dari saingan GDC) :)
    Akh..ya sudahlah bu, saya udah ikhlas. Males ngingetnya lagi.

    Btw, pak Hendra.. masih AJB kan pak? di BPN udah berapa lama ngurus dan belum jadi sertifikat ya pak?…Selamat berjuang ya pak! :)
    sekedar penegasan.
    yg saya tuturkan bukan pendapat, tapi fakta lapangan. bukan fitnah bukan titipan pesan. Mo percaya atau nggak ya terserah. Mending rekan2 yg mo beli di GDC boleh mengecek dan menguji kebenaran fakta yg saya info disini.
    peace akh!.. :)

  38. ida Says:

    trus tentang SUTET di GDC, gmn?
    dampaknya bg kesehatan (jangka panjang), dan pengaruhnya pada harga jual kembali gmn?

  39. Hendra Says:

    Betul pak Himawari, sy sdh AJB & lg tunggu Sertipikat HGB di BPN Depok kurang lebih 6 bulan selesai. Tapi dengan AJB sdh bisa buat IMB kok…. & sy sdh dapat IMB juga. saya yakin sudah aman.
    Hati memang boleh panas …. dengan pengalaman masing-masing, tapi kepala harus tetap dingin….. Silahkan tentukan pilihan masing-masing mau di GDC boleh, di tempat lain juga boleh tidak ada paksaan. Jadi semua kenyataan itu relatif & saya kira GDC bukan “orang yang bodoh” menurut info take over dari owner Kota kembang lebih dari Rp. 350 milyar serta sudah investasikan prasarana saat ini. kita lihat saja nanti ………….. buktinya, terlepas dari pengalaman masing-masing itu sendiri.

    Untuk bu Ida, tentang Sutet tanyakan saja langsung, mungkin ke Departemen Kesehatan ?… masih pro & con.. & saya lihat tidak ada rumah di GDC yang langsung dibawah kabel Sutet, yang ada jalan rayanya memang ada yang di bawah kabel sutet. thx

  40. efendi Says:

    hmmm…kok rada2 serem ya komennya, padahal bentar lagi mau akad neh. kebetulan mau ambil cluster jasmine. Semoga New GDC gak bermasalah seperti pendahulu2nya dahulu….

  41. willy Says:

    sama mas efendi, mudah2an tdk tjd apa2 atau minimal rumah gk digusur ato sampe dibolduser. sampe detik inipun keraguan tetap ada

  42. willy Says:

    pak hendra trimakasih atas infonya, dibangunya belum tau lha wong akadnya baru jumat nanti tgl 25/4/08 do’ain mdh2an lancar seterusnya ya pak.

  43. retno Says:

    mas wiilly mas efendi, jangan takut jika mau tinggal GDC…..udaranya adem, tenang, masih banyak burung2 yang berkicau, rumah jauh dari sutet,..memang betul ada melintang di jalan utama, ……..tapi sayang dapatkan sertifikatnya susah…….,he….he . masih perjuangan nih

  44. willy Says:

    mo tanya yg dh tinggal di gdc , sertifikatnya susah tp bisa didapatkan kan? walau katanya dng perjuangan, klo bisa didapat sih gk papa krn istri pengennya di sono klo aku sebenarnya agak was2 juga itung2 dng perjuangan demi istri toh sertifikat bisa didapat juga. tp masalahnya klo sudah dng perjuangan gk bisa juga hmmm….tlng dong plz yng dah di GDC sblm terlambat nich

  45. himawari Says:

    Sekedar tambahan.
    Konsul dgn notaris saya. AJB (Akta Jual Beli) itu sifatnya rentan sengketa, lain kalau punya sertifikat HGB yg kemudian bisa dialih statusnya ke SHM. Mmg prosedurnya ngurus di BPN resminya 6 bulan, tapi nggak ada jaminan karena terbukti rekan2 diatas ada yg dari tahun 1998 sampai sekarang sertifikatnya nggak keluar2, dan masih AJB terus.
    Oh iya..IMB mmg bisa didapat cukup dengan AJB, tapi bukannya ini kewajibannya developer, bukan pembeli kan pak?..he..he..he…
    Alam segar, pemandangan indah, asri dan janji2 fasilitas mmg indah, tapi bagi saya nggak ada gunanya kalau kelak rumah itu tidak punya status hukum yg kuat dan tidak ada jaminan seperti itu pula dari pihak developer.
    Yg dibeli kan rumahnya, sedangkan pemandangan indah, segar dan asri +fasilitas2 itu adalah penunjangnya :)
    Ini bukan opini loh pak, kl opini mmg sifatnya subjektif dan relatif, sedangkan yg saya pertanyakan dan saya temukan dilapangan itu murni objektif.
    Makanya saya memberi masukan agar rekan2 yg masih belum akad di GDC ngecek fakta2 lapangan yg saya temukan itu benar apa tidak, kira2 wajar aja, tentu ini dengan itikad baik dan jgn cuma dengerin kata si A dan kata si B, betul?.. :)
    Dulu juga bangun jembatan sama jalan habis bermilyar milyar, tapi toh nggak jaminan sidevelopernya lanjut pembangunannya.
    GDC developernya mmg pintar kok pak, kalau nggak pintar bosnya nggak mungkin kaya dan jadi pengusaha!..he..he..he..
    Peaceakh! :)

  46. Hendra Says:

    Sama-sama pak willy, mudah-mudahan semuanya lancar.

    Saya tidak membujuk orang yang tidak mau tinggal di GDC sesuai penilaiannya masing-masing saja. Kalau sekarang saya dapat IMB sendiri karena dulu beli kavling dari Daksa “Kota Kembang” gitu lo……pak, jadi IMB bukan kewajiban developer. dan setelah diambil alih GDC, AJB jadi bisa dibuat dihadapan Notaris/PPAT yang sekarang lagi diurus di BPN Depok menurut PPAT sekitar 6 bulan & sekarang belum lewat 6 bulan. trm ksh atas semua “nada sumbangnya”, karena saya sudah dapat IMB sekarang saya sudah mulai bangun sendiri rumahnya di GDC.

  47. himawari Says:

    Nggak ada yg bilang bapak ngebujuk orang dan
    saya juga tidak membujuk rekan2 menjauhi GDC loh pak.
    Itu semua terserah rekan-rekan disini loh! :)

    Namanya juga saran dan bagi2 info, diterima atau nggak, nggak ngaruh buat saya, hanya saja saya jelas salah kalau nyimpan info dan fakta2 yg saya temukan hanya untuk diri sendiri aja.

    Saya baru denger kalau ngurus IMB itu bukan kewajiban developer?..kl gitu semua calon pembeli perumahan harus ngurus IMBnya sendiri ya pak? bukan urusan developer?
    kalau pak Hendra sih wajar ngurus IMB nya sendiri, kan belinya sama DAKSA bukan sama GDC.

    Terimakasih atas kejujurannya ya pak.
    Ini semakin membuktikan kepada saya bahwa mmg GDC nggak bisa ngasih jaminan pengeluaran surat sertifikat HGB setelah lunas dan penghuni sekarang hanya pegang AJB saja (moga2 nggak lewat 6 bulan ya pak, saya tulus mendoakan)
    Ini bukan “nada sumbang” loh pak, sekedar penyajian fakta lapangan yg saya temukan dan bisa diuji kebenarannya.
    kalau rekan2 yg lain ya terserah mau putuskan bagaimananya :)
    Nggak usah marah2 sama kesel donk pak..peace ya?..
    selamat membangun sendiri rumahnya ya pak! :)

  48. anton Says:

    Membangun kepercayaan memang hal yang sangat sulit. Hal yang mungkin dapat dilakukan manajemen baru adalah bagimana memberikan kepastian atas hak kepemilikan rumah pada calon konsumen baru dan juga bagaimana menyelesaikan masalah-masalah masa lalu secara tuntas. Saya yakin GDC bakal maju, jika mau transfaran dalam penjualan/marketing serta tinggalkan ‘paradigma’ developer lama yang hanya jual janji semata,

  49. Hendra Says:

    Terimakasih atas doanya, semuanya demi kebaikan kita bersama, saya juga doakan bapak dapat rumah dan tempat yang baik. Tidak ada yang perlu marah karena penilaian kembali kepada individunya serta koment-koment masing-2 ……. thx

  50. anton Says:

    inti persoalannya sederhana jika GDC mau maju:
    jual rumah dengan spesisfikasi dan harga ajelas, berikan kepastian rasa aman, nyaman, fasum/fasos ada dan kejelasan dokumen kepemilikan…..petugas marketing jangan jangan jawab kami hanya jual rumah, tetapi yang lainnya tidak tahu.

    Berikan AJB, sertifikat kepada konsumen lama yang sudah mungkin ada yang sudah nunggu sangat lama.

    Dalam kepuasan konsumen, sebenarnya terkandung suatu do’a kebaikan , sebaliknya dalam ketidakpuasan konsumen, terkandung do’a pula, tetapi doa’nya orang teraniaya….Nah yang ini harus dihindari.

  51. pato Says:

    nimbrung….nimbrung, mudah2an bermanfaat, oh ya pak effendi ambil di cluster jasmine ya, kebetulan pak saya sudah tinggal disebrangnya yaitu kloster roma

    Saat ini cluster jasmine sudah dalam tahap pembangunan sebagian kalo melihat perkembangannya cukup bagus pak dan saya kasih infonya bahwa saat ini saya sudah mendapatkan surat2nya (FC.AJB, FC SHM krn aslinya ada di Bank pemberi KPR) dan utk IMB masih induk jadi satu dan PBB sudah dibayar oleh pengembang dan saat rencananya baru mau didaftarkan di kelurahan utk kita byr masing2, mudah2an tidak ada masalah seperti tahun2 yang lalu

  52. willy Says:

    pak pato saya rencana di anggrek 2 trimakasih atas infonya tentang surat2nya tp bagaimana dengan anggrek 2 pak, pak pato tau perkembangannya gk?

  53. Obby Says:

    Yang ngaku penghuni kok pada takut nyebutin alamat rumahnya secara jelas yah… (nama jalan, no. rumah, RT/RW, dll.).

  54. himawari Says:

    mas Obby….
    Coba perhatikan dan baca dgn teliti sekali satu satu..keliatan kok mana yg asli dan palsu :)
    ciri2: emm…ngeles kl diajak membahas masalah sertifikat sama dokumen legalitas..yg ditonjolkan pasti bangunan sama fasilitasnya..he..he..he..

    saya tadinya mo ambil di ALPINIA, dapetnya di blok A..nomor?..eits..ntar dulu…saya bisa nebak kok disini ada orang2 marketingannya GDC ikutan nimbrung..coba yg merasa..siapakah saya?..(tebak-tebak buah manggis…? :) )

  55. anton Says:

    jika kubaca ada 3 pihak, pembaca :1. marketing yang nulis seolah-olah sudah pesan rumah……, 2. calon konsumen baru yang kesel dan 3 konsumen eksisting ada yang kesel karena belum dapat AJB, ada yang ikut mantau …..ngga apa rame…..Semua punya kepentingan/harapan, tinggal bagimana dapat disimak, dipahami dan dipenuhi agar adem

  56. ilham Says:

    harapan marketing :
    produknya laku keras dapat komisi/fee

    harapan konsumen :
    rumahnya awet, aman, nyaman, bersih, asrsri, fasum/fasos memadai, AJB/sertifikat jelas setelah lunas.

    harapan bank
    dapat profit dari pinjaman ke konsumen dan kredit tidak macet

    harapan perusahaan
    kawasan berkembang dan dapat profit

    harapan pemerintah
    kawasan berkembang dan kehidupan masyarakat meningkat.

    Marketing yang cerdas harus dapat meakomodir harapan-harapan tsb, tidak sekedar bikin opini-opini telah beli rumah, tetapi berikan penjelasan yang komprehensif dan logis. Selamat.

  57. himawari Says:

    makasih pak Anton dan pak Ilham :)
    satu lagi…
    sebaiknya rekan meluangkan waktu konsul sama notaris atau orang2 yg ngerti hukum pertanahan sebelum beli rumah agar bisa memahami mana hak2 dan kewajiban konsumen serta hak2 dan kewajiban developer.

    Satu yg saya pelajari dari notaris saya, beliau menyarankan kalau lunas KPR jgn mau cuma terima AJB karena Akta Jual Beli rawan digandakan dan bisa berpotensi sengketa dgn pihak lain. Mintalah sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) yg bisa rekan alihkan statusnya ke Sertifikat Hak Milik karena posisi hukumnya jauh lebih baik dan lebih terjamin.
    Salam sejahtera selalu :)

  58. ilham Says:

    Betul pendapat pak Himawari.

    Kkita harus berusaha menjadi konsumen yang cerdas, , tenang dalam menentukan pilihan produk, tidak terpancing emosional iming-iming yang tidak logis, pelajari kemampuan keuangan keluarga, pelajari hak dan kewajiban (aspek hukum), seperti undang-undang konsumen, agraria, pajak, lingkungan dsb. Pelajari lingkungan dimana nanti kita akan tinggal, seperti jarak ke sekolah anak, pasar rumah sakit dll.

    Informasi yang lengkap, tentunya dapat meminimasi resiko anda semua dalam menentukan pilihan.

  59. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Pak Hendra yang baik, bapak punya tanah di sektor mana dan blok berapa ? Tentang sertifikat, yang saya tahu salah satu syarat sertifikasi tanah di BPN adalah adanya Roya Parsial. Roya Parsial adalah kesediaan pemecahan satu sertifikat induk (ukuran sangat luas) untuk dipecah menjadi beberapa sertifikat (dengan ukuran lebih kecil), karena sertifikat suatu perumahan masih berupa sertifikat induk. Sementara sertifikat induk kawasan kota kembang masih dipegang Bank Artha Graha. Kenapa dipegang BAG ? Karena utang Inti Karsa Daksa masih belum dibayar. Jadi, kok sepertinya mustahil bin ajaib kalau status tanah bapak akan jadi sertifikat (HGB).
    Salam Pembebasan !!!

  60. seti Says:

    Kok tidak ada komentar dari pihak grand depok city untuk menanggapi hal tersebut ya. Kemaren aku tanya ke marketingnya katanya sudah ada sebagian yang sudah HGB dan sebagian dalam proses, yang bener yang mana donk?

  61. UCOK Says:

    PENGUMUMAN !!!

    JANGAN PERCAYA DENGAN GDC KARENA SEMUA ORANG2 DISANA TAK LAIN DAN TAK BUKAN MANTAN2 ORANG2 INTI KARSA DAKSA.

    UCOK
    PEMILIK RUMAH DI SEKTOR ANGGREK 3, 2 TAHUN MENUNGGU TAK KUNJUNG DIBANGUN, TAHUN 2005 MASUK DENGAN PAKSA DI BLOK YANG LAIN, SEKARANG RUMAH HANCUR TOTAL , TIDAK BISA DI HUNI, SURAT TAK PERNAH ADA.

  62. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Yth. Pimpinan GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo)
    Mohon dapat diberikan penjelasan (jawaban) atas pertanyaan dari Ibu Seti. Barangkali bisa sekalian juga dijelaskan (dijawab) bagaimana dengan proses sertifikasi kawan-kawan penghuni lama Kota Kembang, khususnya di Sektor Anggrek 3, lebih khusus lagi yang sudah menyelesaikan kewajiban pembayarannya (cash). Kami sudah menunggu 5 tahun (tanpa penjelasan). Sampai kapan lagi kami harus menunggu ?
    Terima kasih sebelumnya atas penjelasan (jawaban) yang akan diberikan. Kami semua ( baik penghuni lama, pembeli rumah di GDC dan CALON PEMBELI DI GDC) menunggu penjelasannya.
    Salam Pembebasan !!!

  63. Hendra Says:

    Salam pak Ayyubi, maaf sy tidak perlu sebutkan dulu di Cluster dan Blok mana dulu agak kurang etis untuk disebutkan di blog ini. Tapi saya bicara apa adanya dulu membeli kavling dari Daksa dan memang untuk dapat AJB sulit sebelumnya, tapi setelah jadi GDC saya sudah bisa AJB dihadapan PPAT saya juga dapat Copy Sertipikat Induknya untuk urus IMB-nya, jadi saya kira sudah tidak kaitan dengan Bank Arta Graha.
    Lebih baik bapak datang langsung ke GDC sekarang, misalnya ke bagian hukumnya supaya keadaan menjadi “clear”, karena kalau lewat blog ini sy kurang yakin GDC mau ikut untuk menjawab permasalahan teman-teman, karena saya lihat selalu banyak komentar-komentar yang mungkin benar dan mungkin juga tidak, jadi kontra produktif buat mereka. Thx.

  64. himawari Says:

    Kalau info yg saya bagi diblog ini, saya jamin benar!
    Nggak dikurangi atau dilebihkan. Bisa dicheck langsung ke lapangan alias ke kantor GDC dan counter ke orang2 marketingannya. Silahkan tanya apa developer bisa ngasih surat jaminan bahwa setelah lunas dapat sertifikat HGB atau tidak? (normalnya perumahan kalau lunas ngasih sertifikat HGB bukan AJB)
    - minta mereka menunjukan pihak mana yg pegang sertifikat induk tsb
    - Minta kesediaan developer memperlihatkan fotocopy sertifikat induknya.

    Coba konsul sama notaris rekan-rekan ya:
    Apa IMB itu diurus sama pembeli bukan sama developer?
    Apakah AJB itu rawan atau tidak digandakan sama pihak penjual dan rawan sengketa?
    Apakah mungkin nggak ngurus sertifikat HGB cukup pakai AJB tanpa roya parsial?
    Apakah kalau beli rumah di perumahan umum dapet AJB atau HGB?

    Saya nggak takut bilang saya termasuk golongan no.2 yg dibilang pak Anton alias customer baru yg kecewa (dan kecele..he..he..he..)

    To mbak Seti, coba mbak check aja langsung ke lapangan jgn kata si marketing A simarketing B, tanya sama petugas pejabat pertanahan di Depok, ada nggak penghuni GDC atau eks. Kota Kembang yg terdaftar punya HGB apalagi SHM, pasti jawabannya adalah TIDAK (ini fakta bukan opini)

    Sabtu siang kemaren, istri saya ditelpon lagi sama GDC dan masih nanya kenapa cancel dan ditanya sama istri saya, siap nggak ngasih surat jaminan kl lunas dikasih sertifikatnya?..dijawab lagi sama orang marketingannya (perempuan) “Akh..itu gampang, urusannya NANTI bu…!”
    Gampang buat siapa? buat marketingannya ya gampang donk wong nanti kalau susah tinggal njawab “Itu bukan urusan sayaa….,” he..he..he..he.. :)
    Ya dijawab lagi sama istri saya:”maaf mbak, kl nggak ada kepsatian dan jaminan gitu kami tetep batal aja mbak, nggak jadi beli.”…ee…langsung jawabnya:”ya sudah!!,” BRUUKK langsung telpon ditutup… :)
    Ampuun deh…minta kejelasan sama jaminan aja kok susah bener dari GDC…ck…ck…ck….

  65. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Salam juga Pak Hendra. Terima kasih atas sarannya.
    Dan kalo saja para Pimpinan GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo) juga mau membaca dan mau ndengerin saran Bapak. Sehingga kami tidak perlu membuat somasi 1, 2 dan 3 dan harus bolak-balik untuk mengikuti jalannya sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
    Dan kalo saja Pimpinan GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo) masih mempunyai naruni, maka beliau-beliau segera turun tangan untuk menyelesaikan urusan sertifikasi tanah dan rumah kami, dan bukannya malah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta, karena masih tidak merasa bersalah (kalo belum memberikan sertifikat kepada konsumen yang telah memenuhi kewajibannya/udah lunas).
    Kalo saja, beliau-beliau sadar, bahwa developer yang benar adalah yang segera mengurus sertifikat para konsumennya. Kalo saja, ……
    Tapi dengan mengucapkan Bismillah, kami akan tetap menuntut dan merebut hak kami, sekali lagi hak kami. Mohon doa dan bantuan dari temen-temen.
    Salam Pembebasan !!!

  66. naruto Says:

    demi kejujuran…
    ketika beli di kota kembang ternyata memang penuh masalah dan harus punya kesabaran yang tiada taranya.
    - imb tidak ada, kalo mo urus sendiri bayar sendiri
    - sertifikat tidak ada, kalo mo urus sendiri bayar sendiri
    - jalan rusak, kalo mo bagus ya perbaiki sendiri bersama temen2 se-cluster dan patungan bersama temen se-cluster.
    - keamanan baik, kalo mo manajemen sendiri bersama temen2 se-cluster dan iuran bersama temen2 se-cluster.
    - kebersihan, kalo mo manajemen sendiri bersama temen2 se-cluster dan iuran bersama temen2 se-cluster.
    dan hal ini masih terjadi sampai dengan saat ini.
    kalaupun ada yang dibuat developer, just and only one ya water park itu… itupun untuk kepentingan pemasaran…
    so mo beli rumah or waterpark ???

  67. Hendra Says:

    Saya setuju pak siapapun yang benar harus dilindungi dan berhak menuntut atas haknya.
    Sekali lagi tolong dipahami saya tidak ingin tendensius dalam masalah ini, walaupun teman-teman terutama yang eks konsumen Daksa masih kecewa atau sekarang dengan developer GDC masih juga ada yang kecewa, tapi saya sendiri ada keyakinan dengan tanah yang saya miliki ini setelah diurus GDC, walaupun baru AJB (sekarang sedang dibalik nama di BPN Depok). Karena PPAT/Notaris tidak akan berani buat AJB kalau Sertipikat Induk belum ada atau bila masih dijaminkan kepada bank).
    Saya prihatin juga kalau permasalahan tanah bapak sampai ke pengadilan karena waktu akan berjalan lama, saran saya apa mungkin permasalahan ini bisa diselesaikan dengan duduk kembali untuk cari penyelesaian damai, karena kita tahu bila melihat permasalahan bekas Daksa semestinya bisa diambil oleh GDC, kecuali kalau GDC dalam “take over” tidak ikut ambil alih permasalahan lama Daksa (jadi masih tanggung jawab Daksa), saya tidak tahu sejauh mana tanggung jawab GDC, tergantung perjanjian pengalihannya dahulu.

  68. rio Says:

    ok pak Shalahuddin Ayyubi …teruskan perjuangannya..? tanpa diminta kami ada bersama do’a bapak

  69. jarot Says:

    Seru juga juga bahasan mengenai GDC,
    Kalo sebelumnya sudah ada saran cek ke BPN, Notaris
    saya ada saran khusus untuk CALON KONSUMEN GDC ;

    1. Tanyakan kepada customer lama / penghuni di sektor ; Anggrek (1,2,3), Puri Insani, Melati berapa lama mereka bisa memperoleh Sertipikat, atau berapa lama mereka menunggu ? berapa orang mesti pake gebrak2 meja segala ? (This TRUE STORY / FACT not Fiction)

    Saya juga gak habis pikir sama pengembang GDC, khan sudah ada sektor Melati kenapa pula dibuat sektor Jasmine yang artinya sami mawon.
    Juga ada sektor “Vila Mutiara Cinere 2″ Cinere ? ini khan lokasi di kec. Sukmajaya Depok, apa gak nyasar tuh nyari alamat ke Cinere sana!.
    kaya’ gak ada konsep bikin master plan pengembangan wilayah.

    Saran saya teliti sebelum membeli.
    Peace!

  70. warman Says:

    memang betul ada yang sudah sertifikat, pada umumnya kavling-kavling tsb dimiliki pegawai/penjabat eks Daksa, agar secara pribadi mereka aman, baik untuk digunakan/dijual ulang………Nah sebagai masih menjadi sertifikat induk (dijaminkan di bank) belum dipecah jadi roya parsial.

    Rumah yang bersertifikat, dahulu sertifikatnya tidak masuk ke sertifikat induk, tetapi milik perorangan ….jadi pembuatan roya parsial, AJB, sertifikat HGB, dan SHM, relatif lebih cepat, dengan mengeluarkan biaya ‘swadana’…..Nah pak Hendra, kebetulan membeli tanah/rumah dari kelompok yang ini, jadi dia tidak menghadapi masalah.

    Kesimpulan akhirnya, tinggal ada pada niatan saja, apakah mau diselesaikan atau tetap dibiarkanbegitu saja .

  71. rita Says:

    simple aja, jika aku jadi bos/marketing GDC

    Waterpark diselesaikan dengan baik, terus disediakan panggung yang besar dan luas…….warga lama diundang untuk diberikan AJB/ sertifikatnya……..dan developer lama juga jangan ngumpet, tapi tampil dan minta maaf…….atas kesalahannya……Kasihan kan tuh temannya, investor baru….nila settik jadi rusak susu sebelanga…..Developer lama ntah kemana ?….Developer baru bersabar aja yah dan buktikan dong, bahwa anda beda…Cantik, elegant, handsome….percaya diri,, dan jangan berbohong……Kata lagu jangan ada lagi dusta diantara kita. Cape deh ah ?…. ..

  72. Hendra Says:

    Untuk pak Warman, seperti diawal beginilah ….kontra produktifnya blog ini, karena yang ada jadi curiga dan mengelompokkan satu pihak dengan pihak yang lain. Saya bukan karyawan/eks pejabat Daksa yang cari aman.
    Tanah Saya belum jadi Seripikat HGB tapi dalam proses di BPN setelah AJB di hadapan PPAT. Sulit juga untuk memberikan fakta yang saya alami sendiri, karena mungkin sudah ada prasangka lain. saya hanya mencoba mengambil posisi yang paling menguntungkan untuk semua pihak, jadi dari balik pengalaman yang buruk ada juga pengalaman mungkin bisa dianggap (“perkembangan”) baik, yang mungkin masih tidak seberapa jika dibandingkan dari pengalaman teman masing-masing.

    Saya berharap lingkungan GDC termasuk milik teman-teman sekarang bisa lebih baik, sehingga nilainya tidak terus berkurang karena dijauhi oleh semua orang.

    Setuju dengan pak Warman dicari penyelesaiannya sebaiknya seluruh warga yang dirugikan oleh Daksa minta ketemu dengan GDC, karena kalau terus diangkat sebagai “polemik” dalam blog ini kurang efektif, yang mungkin malah GDC tidak akan dilirik oleh siapapun, yang tentunya merugikan para penghuni dan GDC.

  73. koko Says:

    Shalahuddin Ayyubi yang baik, keliatannya memang susah membukakan pintu hati orang2 yang sudah terlena dengan uang yang bukan HAKnya.
    Pak Hendra, saya tidak tahu ..apakah pak hendra itu dari pihak DAKSA/DAS ato konsumen. andai bapak dari pihak daksa ..tolong di telaah dari komentar pak Shalahuddin bahwa beliau sudah menempuh jalur hukum. artinya di jalur hukum itu banyak tahapan2 yang harus di lalui yaitu somasi 1/2/3 , pembuktian 1/2/3, menghadirkan saksi2 dan sebagainya. dalam tahapan tersebut terbuka lebar bagi developer untuk menunjukan itikad baik melalui pengacara untuk bicara secara bersama2 tetang penyelesaian sertifikat yang sudah di tunggu sangat lama. dari pihak pak Shalahuddin samapai sekarang masih membuka jalan diskusi untuk maslah itu. sampai sekarang tidak ada itikad baik dari DAKSA.
    Pak Shalahuddin bisa saja melakukan demo ke kantor pemasaran agar GDC terganggu pemasarannya, tetapi beliau tidak melakukannya karena beliau hanya mau HAKnya untuk mendapatkan Sertifikat di dapatnya.

    saya merasa wajib menyampaikan berita ini..kalo tidak di sampaikan berdosa…

    Salam..

  74. farah Says:

    saya membeli kavling di anggrek 2 oktober 2004 secara cash. beaya retensi dan ajb dibayar belakang, dijanjikan 1 tahun sertifikat keluar. wah bikin capek, nodongin pengembang n marketingnya. baru pada awal 2007 saya dihubungi untuk melunasi retensi dan Ajb. dan pertengahan 2007 ajb dilakukan di depan notaris ibu yani suryani, gobloknya lagi saat itu saya mau tanda tangan diatas berkas berkas-berkas kosong, saya lakukan diatara frustasi dan harapan. september 2007 saya hub. ibu yani dan saya dapat kopian ajb saya, tapi AJB asli tidak gak bisa diambil, karena katanya ia belum dibayar GDC, lho saya jadi heran padahal saya bayarkan uang itu ke rekening beliau…..
    sekarang saya masih berharap tanah saya jelas statusnya… saya udah bosan nelp bagian hukum di GDC,notaris, marketing…mesk marketing yang menjual masih tetap ramah… tapi kalau ama bagian hukumnya saya pasti dilempar kesana kemari……

    salam

  75. himawari Says:

    Setuju sama pak Koko! :)
    saya juga turut mendoakan pak Shalahuddin Ayyubi..
    Jangan nyerah sama orang2 seperti mereka pak!..
    Ingat selalu bahwa TUHAN TIDAK PERNAH TIDUR dan KEBENARAN ITU PASTI MENANG!!
    Jujur saya kaget ada fakta lain dibalik HGB dari postingannya pak Warman…ternyata ada praktek yg begitu ya pak…ck..ck..ck…pantas aja….

    pak Jarot…biarpun kota kembang sudah ganti owner tapi ternyata managemen dan marketingannya sami mawon alias sama aja!..
    Seperti yg saya ceritakan diatas tadi, toh minta kejelasan sama jaminan aja nggak bisa alias jawabannya “ah gampang, urusannya nanti.”…CJKD…Cape Juga Kita Deeeh…. (ya nggak mbak Rita?… :) )

  76. Hendra Says:

    Untuk ibu Farah, ibu kalau sudah tanda tangan AJB di hadapan PPAT/Notaris, ibu harus usaha terus, jika benar GDC tidak mau kasih salinan asli AJB, Ibu saja yang harus memaksa kepada PPAT tersebut, karena itu hak ibu selaku pembeli.
    Ibu bisa ancam saja itu PPAT akan dilaporkan ke Majelis Pengawas Daerah (MPD) dan dia bisa terancam pelanggaran kode etik. Karena tidak bisa jadi alasan karena PPAT belum dibayar GDC, terus konsumen dibiarkan. apalagi ibu sudah melunasi kewajibannya, Coba saja bu, tapi pendekatannya sama Notaris baik-baik saja dulu.

  77. jengdulur Says:

    Info penting:
    Kalo mau beli rumah di cek terlebih dahulu seberapa banyak perumahan tersebut bekerja sama dengan bank, lebih banyak lebih baik, diantaranya: BANK MANDIRI, BANK BCA, BANK NIAGA, BANK BNI, BANK NISP, BANK PERMATA, BANK BTN. Kalo perumahan terebut tidak ada satupun yang bekerja sama dengan Bank yang saya sebutkan diatas, BERARTI APA ? …. (tebak sendiri)

    KARENA PIHAK BANK TENTU LEBIH TAHU STATUS TANAH TERSEBUT
    WASALAM……….

  78. himawari Says:

    Pingpong!…awas..belakangan ini sudah jadi tradisi dalam dunia bisnis maupun politik…:)

  79. Ikiyono Says:

    Buat Bapak Ibu semua yang terhormat, membaca argument masing2 sangat seru sekali, sehingga apabila pihak GDC membaca blog ini saya yakin, mereka akan mentertawakan kita terkekeh kekeh, karena diantara sesama korban justru saling berantem meskipun hanya melalui kata2. Menurut saya perbedaan itu adalah anugerah, jadikan perbedaan pendapat utk mencari solusi. Saya pernah menyampaikan di blog ini sebelumnya, entah berapa ratus bahkan ribuan mungkin yg jadi korban GDC (kota kembang), alangkah bagusya bila kita sesama korban maupun penghuni menyatukan pendapat untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi bersama. Saya yakin apabila kita bisa bersatu untuk memberikan tekanan kepada pengembang akan lebih efektif dibandingkan apabila masing – masing korban dateng sendiri ke pemasaran ngomel2 sama marketing, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Kebetulan di sektor kami ada blog yg bisa utk kominukasi sementara http://www.sektorgardenia.blogspot.com.

    Demikian tanggapan saya, mohon maaf kalo kurang berkenan dan terkesan menggurui.

    Wassalam.

  80. Hendra Says:

    Itu pak yang namanya kontra produktif, bisanya hanya menjelekan tapi gak mau cari solusi….., 100 % setuju dengan pak Ikiyono, cari solusi lebih baik dari pada adu argumentasi antar konsumen …., apalagi bagi calon konsumen yang belum begitu besar kerugiannya dibandingkan dengan konsumen yang sudah jadi dan keluar uang serta berharap dapat nilai investasi baik di GDC ke depan.

  81. himawari Says:

    sayang sungguh sayang..terkadang sudah memberi solusi pun masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan betul seperti yg dikatakan pak Ikiyono, kalau sendirian mmg cenderung nggak dianggap + tidak ditanggapi oleh pihak GDC. Wong saya sama istri udah kasih solusi dan masukan positif sbg konsumen ya dapetnya respon yg saya ceritakan sebelumnya itu..

    Buat yg punya kepentingan kalau tambah banyak orang yg tinggal disana ya tambah untung (walau tanpa dokumen kepemilikan yg jelas dan kuat dan bikin rugi calon konsumen baru),
    Sudah pasti apapun fakta2 yg negatif dan yg ketemu dilapangan pasti dibilangnya kontrapoduktif atau dibilang sekedar nada sumbang, belum lagi dibilang pula itu cuma opini pribadi… Memang sih calon konsumen rugi nggak ada apa2nya dibandingkan sama yg sudah terlanjur. Duit 1 juta x 100 orang yg “kena” udah 100 juta tuh….haduh..CLDK nih…Cape Lagi Deeh Kita…… :(
    (pak priyadi yg kena kasus kemaren harusnya baca blog ini nih, biar bisa klarifikasi tuh diapain aja sama marketingan dan bagian legalnya GDC…)

  82. koko Says:

    Pak hendra mohon tanggapannya tentang komentar saya..sepertinya kok terlewatkan ya…

  83. iwan Says:

    Oleh-oleh dari blog lainnya?:
    Hari ini saya kesal dan benar2 marah!!!! sabtu 26 april 2008 kemaren saya dapat telpon gembira dari bank artha graha cabang jatinegara, “besok selasa bapak bisa AJB di Kantor Pemasaran Grand Depok City, silakan lakukan pembayaran sejumlah Rp 8.257.726,-” Hari ini senin 28 April saya melakukan pembayaran dengan semangat ‘45! Namun… ketika saya kembali ke kantor dan baru berjalan kira2 25 menit dari Bank, telpon saya berdering, “maaf pak, untuk AJBnya tunggu konfirmasi lagi…” kenapa? tanya saya menahan emosi, “iyah, pihak developer harus membereskan ini itu bla bla bla…! ooooh shit!!! pengen meledak rasanya isi kepala… saya tidak bisa komentar apa-apa…SILAKAN PARA PEMBACA MEMAKNAI tulisan saya ini sendiri

  84. himawari Says:

    sabar pak…sabaarrrr……ada yg bilang:
    apalagi bagi calon konsumen yang belum begitu besar kerugiannya dibandingkan dengan konsumen yang sudah jadi dan keluar uang serta berharap dapat nilai investasi baik di GDC ke depan.
    (padahal pada prinsipnya sama2 rugi juga, nggak cuma rugi duit, rugi waktu rugi tenaga, rugi ngomel, rugi stress, mumet akh..!)

    Udah deh pak Iwan..saya cuma bisa bilang: Welcome to GDC!.. selamat berjuang!!..
    Buat rekans yg belum kena:, ada kata2 bijak dari Bang Napi di acara BUSER:
    Kejahatan terjadi karena ada niat sipelaku dan kesempatan!! Waspdalah!!..Waspadalah!!…. :)

  85. Kiki Says:

    Wuih…….!! Seru, seru deh GDC ini, sepertinya GDC berhak mendapatkan Award ” Juara di Complain”, “Sensasional”. Begitu banyak nada sumbang, begitu banyak korban, tapi kita hidup ini memang butuh perjuangan, gak ada yg mulus2 aja, tak terkecuali mendapatkan rumah idaman. Bagi yg sudah terlanjur beli rumah di GDC (termasuk saya), kita harus bersatu, terus berjuang mendapatkan hak2 kita, saya sih tetap optimis, masak sih kita gak bisa dapetin itu sertifikat? (GDC baru sih sepertinya sudah bisa dipercaya) aku dukung perjuangannya P Shalahudin, bagi calon pembeli, boleh ditimbang-timbang lagi, tapi tetap GDC saya yakin perkembangan kedepannya lebih baik, mitra kerjanya sekarang kan BTN bukan BAG lagi. Saya Optimis, masalah sertifikat ini bisa diselesaikan dengan baik. Jangan pernah berhenti berusaha, berjuang, dengan cara-cara yg baik. Yakinlah suatu masalah pasti akan ada solusinya, memang perlu waktu. Buat yg sudah jadi penghuni, sering2 silaturahmi, tukar info, bagi yg sedang proses akad,saya doakan agar lancar. Bagi calon pembeli, saya doakan semoga mendapatkan kemantapan hati dalam memilih rumah idaman. Buat Pak Himawari : Maaf pak, sepertinya bapak terlalu mendramatisir keadaan, saya tau bapak kecewa berat, saya jg pernah hilang uang 1 jt, karena tidak jadi ambil rumah di Nirwana Estate Cibinong, tp saya tidak langsung menjatuhkan Developernya, tidak membuat yg lainnya/calon pembeli lain merasa takut , phobia , terlalu banyak comment bapak yg membuat tambah resah , padhal bapak hanya tidak jadi beli, belum pernah tinggal, tidak mengetahui seutuhnya masalah / perkembangan yg ada. Kasihan kan, yg sudah berusaha bangkit, berusaha menjadi lebih baik, dipatahkan dengan comment2 bapak yg tidak fair? Sekali lagi mohon maaf.

  86. jarot Says:

    Alooo semuanya…
    sudah baca surat pembaca harian Republika tanggal 28 April 2008 belum?
    judulnya “JANJI PALSU PENGEMBANG GRAND DEPOK CITY ”

    WASPADALAH…
    WASPADALAH…

    Peace !

  87. koko Says:

    belum..pak jarot…
    bisa di tlg di breakdown disini..

    terimakasih..

  88. Kiki Says:

    Saya sudah baca korannya, itu dr P Eddy, pembeli Cluster Gardenia Blok R2 Kota Kembang. Beliau membeli rumah secara tunai, dan dijanjikan pd tgl 26 Feb 07, 8 bln kedepan pihak pengembang akan menaikan status IMB Rmbug menjadi HGB Induk, AJB akan ditandatangani setelah HGB Induk itu selesai, jg balik nama pd pecahan Sertifikat tersebut setelah 8 bln penandatanganan AJB. Maret 08 diberitahukan lagi proses peningkatan menjadi HGB Induk baru akan terjadi Juli 08 nanti. P Eddy merasa ditipu, hanya diberikan janji2 saja. Begitu.

  89. Kiki Says:

    Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, saya mo kirim surat neh ke GDC, mohon masukannya ya..

    Kepada Yth,
    Developer Grand Depok City (GDC)
    Depok

    Up. Bagian Legal.

    Perihal : Penyelesaian Masalah Sertifikat.

    Dengan Hormat,

    Sehubungan dengan banyaknya berita dan opini-opini miring, sekaligus complain para pembeli dan calon pembeli mengenai perumahan GDC, baik itu di forum terbuka di Internet , salah satunya di http://bicararumah.wordpress.com/2007/11/14/grand-depok-city-kota-kembang-depok-raya/ , ataupun di Media Cetak (Harian Republika , Kolom Opini hari Senin tgl 28 April 2008), terutama masalah Penerbitan Sertifikat .

    Maka dengan ini, Saya pribadi selaku pembeli Rumah di GDC Puri Insani , juga mewakili teman-teman yang lain , sangat mengharapkan adanya Respon dari Pihak Developer GDC, khususnya bagian Legal untuk memberikan Pernyataan / Penjelasan / Jaminan yang dapat kami terima mengenai masalah tersebut. Hal ini sangat kami harapkan agar kami merasa lebih aman dan tidak merasa dipermainkan oleh pihak Developer GDC. Kami telah mempercayai GDC untuk mengelola Investasi kami, mewujudkan rumah idaman, dan kami mohon agar Pihak GDC tidak menyia-nyiakan kepercayaan kami itu.

    Kami yakin, Pihak GDC berniat baik untuk menyelesaikan masalah yang ada, dan kami juga memaklumi bahwa memang itu tidaklah mudah, telah begitu banyak pihak-pihak yang telah dikecewakan. Dengan ini kami sekali lagi mengharapkan Respon dari Pihak GDC untuk mewujudkan niat baiknya itu. Hal ini sangat penting bagi kami, juga bagi calon pembeli lainnya, yang tentunya akan berdampak pula pada perkembangan/kemajuan GDC itu sendiri, karena sebenarnya banyak yang tertarik untuk membeli rumah di GDC, tetapi mereka mundur karena Penyelesaian sertifikatnya tidak jelas.

    Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih,

    Salam

  90. ferdy Says:

    hehehehe,,baca dari atas si himawari itu koq semangat 45 banget ya???saya ampe bolak balik baca dari atas ampe bawah lagi cari first entrynya si himawari,ternyata gk jadi beli…bayar DP aja blom…tapi koq semangat banget ya…tanya kenapa….buat saya yang cuman blog walker,,kayanya ngeflame banget itu…semangat deh buat yang penghuni lama untuk cari sertifikatnya..yang saya tahu untuk bikin sertifikat,,itu pertama harus dipecah dari induk yang makan waktu kira2 6 bulan lamanya….tapi bisa cepet bisa lebih tergantung sogokannya deh…FYI saya kerja di developer laen bukan saingan GDC ato yg laennya karena saya kerjanya di luar pulau hihihihih….buat om himawari semangat om ngeflamenya…

  91. naruto Says:

    kalo boleh saya berkomentar tuk bu / pak kiki mengenai rencana surat tersebut. mudah2an ini bukan sebuah apriori tapi untuk memberikan masukan yang tepat dan mungkin teman2 yang lain juga dapat membantu.
    - hal yang mungkin akan dijawab oleh pihak pengembang adalah bahwa pengembang yang sekarang tidak ada keterkaitannya dengan pengembang sebelumnya.
    (padahal jelas2 lahan dan manusianya itu2 aza, ganti topeng boleh aza tapi untuk perbaikan)
    - info aza nich, masalah ini bukan hanya ada di internet dan surat kabar tapi juga sudah di pengadilan… insya allah kebenaran akan terkuak dan menjadi pemenangnya, amin…

  92. gondok Says:

    Bagi-bagi pengalaman nih ttg perumahan di GDC, sy beli di Sektor Gardenia, pada awalnya sich, pada gambar pada waktu saya beli rumah th 2004, perumahan akan dikelilingi tembok, nyatanya boro-boro ada temboknya, rumah saya sudah 2 x dimasukin maling, karena banyak akses jalan masuk, disamping itu jalanan yang menuju kerumah saya longsor, kita sudah laporkan ke Developer, hanya diuruk tanah saja dan sekarang sebagian longsor kembali.

    Developer GDC ibarat orang cacat, sudah buta, budek dan lumpuh, buta (dia tidak pernah mau melihat apa ya dijanjikan pd waktu menjual, dengan kenyataan yang ada)
    Budek (melihat aja tidak mau, apalagi mendengar)
    Lumpuh (Tidak/lambat dlm menanggapi keluhan)

    Sebenarnya saya menyesal membeli rumah di GDC, tp sudah terlanjur. Makanya ini sekedar informasi/ pertimbangan diluar masalah surat-surat, bagi yang akan membeli rumah di GDC

  93. martin Says:

    wah…saya salah pilih developer kalo begini, saya sudah booking fee 1.8JT dan DP 40JT. saya akan melakukan survei ke warga di sektor anggrek mengenai surat2nya. hanya utk pembuktian buat diri sendiri. kalau memang benar surat2 bermasalah, saya mau tarik aja tuh 40JT. ilaaang deh 1.8Jtnya
    ;-(.

  94. himawari Says:

    mas Ferdy..
    saya belum bayar DP dan nggak jadi tapi udah masukin uang tanda jadi, itu kan juga duit mas?..betul? walaupun ada yg bilang itu ngga besar, tapi nyarinya pakai cara halal dan penuh perjuangan loh mas? kl ikhlas diberikan sih nggak apa2 tapi kalau kena bo’ongin kan pasti nggak ikhlas? Jaman sekarang uang segitu juga cukup berarti bagi pekerja seperti saya (tapi kl yg merasa cukup kaya and pikir 1 juta is nothing yaaa…..itu saya no comment deh :) )
    Yakin deh mas juga sama gondoknya kalau dibohongi seperti itu.

    Mas Ferdy jgn salah paham, saya nggak ngeflame loh mas. Yg saya tulis disini nggak cuma sekedar ungkapan kekecewaan saja dan opini karena kecewa tapi banyak juga fakta2 yg saya bagi buat rekan-rekan yg saat ini mungkin lagi mikir2 mo ambil unit disana dan belum nyetor uang apapun.

    Saya nggak niat nyari untung apapun mas kalau mas bilang saya ngeflame-in rekan-rekan disini :)
    tapi saya jelas berdosa dan bersalah kalau saya tahu ada yg nggak beres di GDC ini tapi hal tsb saya simpen sendiri dan tidak saya beritahukan kepada rekan-rekan.

    Bu kiki…saya tegaskan bahwa saya tidak mendramatisir keadaan! yg saya info hanyalah semata2 pengalaman saya dan istri dgn GDC, kalau ibu bilang mendramatisir berarti saya ngarang cerita dooonk?..saya nggak jago ngarang kok bu..swear! :)
    Saya dan istri bersyukur nggak jadi beli.
    Sekedar ibu tahu, waktu masih kota kembang saya udah “kejeblos” 5 juta dan ganti jadi GDC “kejeblos” lagi 1 juta jadi total 6 juta pada orang yg sama??…Yes!!…
    bodoh memang! :)
    Rekan2 boleh kok ngetawain saya..he..he..he..(saya masih simpan kuitansinya sampai sekarang 2-2 nya!) semua itu karena pemikiran saya bahwa GDC berbeda dengan Kota Kembang! ..tapi ternyata saya salah total!

    Apapun dan bagaimanapun, saya turut mendukung perjuangan para rekan yg sudah terlanjur berurusan sama GDC. Semoga perjuangannya berhasil! :) kalau sudah sukses dan semua rumah disitu ada sertifikat HGB atau SHMnya, moga2 saya dimasa depan nanti mau beli..he..he..he..

    Saran saya buat bang Martin.
    Coba bang Martin minta surat jaminan dari pihak legal developer bahwa setelah anda lunas KPR nya, anda akan dapat tidak hanya AJB tapi sertifikat HGB yang menjadi hak anda!..pastikan, semua janji2 manis itu tertuang diatas kertas bersegel dan berstempel GDC serta bertanda tangan pejabat GDC yg berwenang!
    demikian tips saya untuk bang Martin. Selamat mencoba ya bang! :)

  95. Iya Says:

    Rekan-rekan sekalian,
    Saya tinggal di sektor melati, dulu beli dari Daksa tapi sampai sekarang belum dapat sertipikat, saya dapat undangan dari GDC untuk tanda tangan AJB, katanya pihak GDC akan membantu penyelesaian masalah sertipikat konsumen-konsumen Daksa, untuk itu saya diminta untuk bayar BPHTB yang boleh dibayarkan via Notaris Yani Suryani untuk syarat AJB.
    Saya sebenarnya nggak keberatan, senang malah, klo ingat udah nunggu sekian lama, dan capeknya marah-marah terus sama orang-orang Daksa tp nggak ditanggapi.
    Gimana ya? kira-kira GDC bisa dipercaya nggak? mohon sumbang saran dari rekan-rekan.

  96. lis Says:

    Memang betul apa yang dialami bu/pa Iya, namun sebaiknya sebelum melakukan transfer, pastikan bahwa pembayaran yang kita lakukan untuk proses transaksi apa ?. Saya juga diminta transfer dahulu ke rekening tertentu, tetapi tidak dilakukan karena tidak ada bukti untuk transaksi ?. Sebaiknya prosedurnya, tanda tangan dahulu AJB antara pembeli dan developernya. Setelah ok yakin, baru bayar……..Kadang saya juga masih trauma…dan tidak begitu yakin

  97. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Yth. Para Pimpinan Kota Kembang Depok Raya/GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo), apa kabarnya ? Lagi sibuk nyiapin roya parsial dan proses sertifikasi kami ? Alhamdulillah, semoga lancar dan cepet selesai.
    Tapi sambil ngerjain itu, kayaknya sekali-kali anda-anda perlu kasih opini atau pendapat atau komentar atau tanggapan YANG BAIK dong.
    Atau apa kita-kita semua harus ber SILATURAHMI dulu bareng-bareng ke tempat Bapak-Bapak. Kalo memang harus begitu, tolong dong undangannya dapat disampaikan ke alamat kami masing-masing. Sehingga waktunya bisa cocok dengan waktu luang Bapak-Bapak.
    Buat Ibu/Mbak Kiki, mungkin suratnya jangan cuman ke bicararumah saja, mungkin perlu ke situs/blog lain. Barangkali rekan-rekan ada yang bisa membantu menginformasikan alamat-alamat yang bagus dan punya massa pembaca yang luas.
    Buat kang Ferdy, punya proyek perumahan dimana ? Siapa tahu kita atau saudara kita cocok tinggal di situ. Tapi gak pake perjuangan kayak di kota kembang khan ?

    Salam Pembebasan !!!

  98. Eddy Says:

    Hati-hati penipuan Grand Depok City…

    Para pembeli harap berhati-hati untuk membeli rumah di lokasi Grand Depok City, khusus nya sektor-sektor yang sedang ditawarkan (Cluster Baru).

    Saya Adalah pemilik rumah Blok R2/28 VMC 2 Grand Depok City Cluster Gardenia dimana melakukan pembelian secara tunai dari tahun 2005, dan sampai saat ini tahun 2008 belum memiliki AJB atau surat serta berkas apapun dari pihak pengembang yang sampai saat ini berkali-kali menghindar jika di tanyakan masalah tersebut.

    Untuk pembeli yang akan akad kredit harap berhati-hati karena secara fisik bangunan untuk sektor-sektor tersebut belum selesai 80%.

    Informasi untuk anda keluhan saya sudah dimuat di surat pembaca Bulan April di IndoPos, SINDO, Kontan, Warta Kota, dan 8 Koran Besar lainnya.

    terima kasih

  99. Budi Says:

    Hebat buat pak eddy, hati-hati salah complaint pak ……. GDC barui mulai 2007.
    Cape dech…. kalau baca blog ini gak ada bagusnya kayanya tuch GDC, lebih baik bagi calon konsumen atau yang sudah jadi konsumen datangi aja rame-rame GDC, biar lebih yakin dengan kepastian hukumnya, kalaupun Sertipikat HGB belum dipecah jadi sertipikat HGB masing-masing itu semua ada prosesnya. Minta dech prosedurnya supaya jelas.

    Perkiraan saya, untuk konsumen lama yang masuk Daksa sepertinya GDC tidak ambil alih kewajiban Daksa lama, yang sebenarnya akan merugikan GDC sendiri bila tidak dikemukakan kepada publik mengenai kewajiban Daksa tersebut.

    Untuk Anggrek 2 setelah dilihat di lokasi, kayanya sudah ada perkembangan pembangunan rumah di sana seperti rencana perbaikan unit-unit bangunan yang 2 lantai bekas Daksa Blok M1, sekarang sedang dibangun/dilanjutkan pembangunannya, termasuk di bangunan belakangnya sedang di bangun lagi 1 (satu) unit rumah baru.

    Untuk yang sudah punya kavling di Anggrek 2, bisa cek ke lokasi Anggrek 2, segera diurus saja IMBnya bila telah minimal ada AJB dan rencananya pada bulan Juni ini sudah ada pembangunan lagi 12 unit model minimalis di Anggrek 2 dari developer GDC di Blok S, karena untuk akses jalan sudah ada pembuatan jalan-jalan baru dengan menggunakan batu kapur putih, sebelum di hot Mix.

    Hidup konsumen…….., jangan kalah dengan developer, mari kita bersama berjuang untuk kebaikan bersama……..

  100. himawari Says:

    Setuju sama pak Budi! terutama kalimat terakhir di postingannya :)
    Buat rekan yang mau beli atau indent disana tips umumnya adalah:
    Teliti sebelum membeli! Jgn terkecoh sama “kemasan” dan kecebur dua kali kayak saya..he..he..he.. :)

  101. gusa Says:

    Assalamualaikum – ikut share informasi
    saya mo beli rumah second lokasi di kota kembang (GDC) sektor anggrek III A3-D2, karena melalui KPR pihak bank mensyaratkan adanya Sertifikat, IMB dan PBB terakhir. Alhamdulilah semuanya ada di pihak penjual rumah, dan setelah dicek oleh pihak Bank kesemuanya asli.
    Minggu kedua bulan Mei 2008 ini kami mo akad kredit. Jadi mana yang benar infonya nich. Tapi memang pihak penjual cerita pada waktu memproses sertifikat lumayan ribet.

  102. oji Says:

    Pak gusa termasuk dalam kelompok yang beruntung, jika semua dokumen ok ada, tidak masalah untuk membelinya. Beli rumah, bukan sekedar fisik tetapi perlu diperhatikan aspek legal.

    Hanya yang masih jadi persoalan kota kembang, masih ada juga yang belum memiliki sertifikat, tetapi telah menempati rumah, seperti pak Eddy, pak Shalahuddin. yang sudah lama menanti

    GDC berada pada lokasi yang strategis, tinggal pengembang baru punya komitmen saja yang baik untuk membersihkan ‘masa lalu yang berdebu dan kelabu’. Bagimana ‘konsumen baru diburu dengan janji yang pasti’ dan ‘konsumen lama yang sudah membantu berinvestasi, tidak dibiarkan merana, ngedumel, kesel,….bahkan berdemo’.

    Good luck , pasti dalam kesulitan ada kemudahan

  103. onta Says:

    saya rada ilfill sama depok. jujur aja gw dulu sempat hampir bayar tanda jadi di sana (gak usah sebut propertinya deh). tapi setelah beberapa kali keluyuran daerah Depok kayak anak hilang, saya bisa simpulkan, konsep nya masih serba nanggung dan gak jelas. pusat belanja dan shoping nya terpusat di margonda raya. utk menuju ke sana, mereka yg tinggal di sawangan dan depok harus melalui jalur rel kereta api dan pasar yg sumpek dgn angkot dan rusaknya jalan di sana plus penyempitan jalan karena badan jalan di pakai jualan ama pedagang liar. kalo hari kerja, macet nya jangan di tanya.

    saran saya, kalo masih nekad mau beli di depok, belilah yg dekat dgn margonda raya. karena margonda adalah pondok indah nya jakarta selatan saat ini.

  104. Eddy Says:

    Pak Budi dan kawan-kawan,

    Memang ada benarnya GDC belum ada thn 2007, namun waktu itu developer adalah peralihan Daksa, kemudian menjadi DAS (Dinamika Alam Sejahtera) anda bisa lihat surat keterangan yang telah diberikan pihak pengembang kepada kami sebanyak 3 kali ( 2006,2007,2008 ) yang hanya janji2 manis, namun kompensasi dalam masa tunggu adalah harapan kosong.

    Semua komplaint saya tidak salah tujuan karena berikut mereka adalah JAKA group dan yang dimana DAS adalah salah satu segmentasi investasi mereka.

    Jika ingin lebih jelas lagi ada bisa lihat index detik.com pada tgl 25 April 2008 pada suara pembaca.

    Untuk masyarakat yang ingin membeli atau akad kredit bukan jangan salah kaprah, namun mending pikir2 5x ataupun tidak sama sekali.

    Memang dahulu sempat ragu, namun kepalang basah apalagi kami membayar tunai bertahap, dengan iming2 dari mereka seabreg2 ( mana kulkas, mana TV, dan jaman nya VCD ) dan lebih parah lagi Voucher Pompa yang tak kunjung tiba.

    Pemda Depok .. entah mereka sudah terbuai dengan iming2 pihak developer. Moga2 era baru pembenahan korupsi pada jajaran nya masing2 pemerintah depok sadar akan hal tersebut dan menindaklanjuti developer nakal tersebut.

    Memang ada prosedur untuk segala hal, namun pikir kan kembali saya harus menunggu untuk prosedur tersebut selesai tahun ini semenjak pembelian tahun 2005… pikir baik2 saudara2 .. saya ikuti prosedur saya penuhi kewajiba sebagai konsumen .. namun apa yang didapat.. hanya janji belaka! Jika benar pihak developer mengikuti prosedur dan tidak “Fit a Complie” seharusnya saya sudah pegang AJB rumah dari tahun 2006 lalu.

    Pikirkan kembali saudara2 kita, bagaimana mereka memeras keringat mereka untuk mendapatkan impian mereka .. “RUMAH”, notabene adalah tempat tujuan paling akhir ” HOme Sweet Home “, pikirkan bagaimana anda mendapatkan rumah anda, baik itu mencicil, tunai, atau pun pemberian alih.

    Setidak nya mohon koordinasi dari rekan-rekan sekalian untuk memberi informasi kepada publik bahwa kebenaran adalah Grand Depok City a.k.a janji2 belaka.

    Tidak percaya boleh cek di BPN, lebih tidak percaya Boleh tanya langsung sama saya!

  105. Eddy Says:

    Bagi saudara-saudara marketing GDC yang ikut nimbrung,

    tolong pikirkan kembali bagaimana nasib dan perasaan kalian jika posisi kalian sebagaimana manusia biasa yang punya hati nurani, tidak hanya memikirkan duniawi semata akan bonus.. bonus dan bonus dari penjualan yang kalian peroleh.

    Kalian kerja buat cari uang, sama saya juga kerja buat cari uang. Kerja itu ibadah namun jangan disalah kaprah dengan memandang sebelah mata dengan halnya duniawi semata yang bisa menyenangkan kalian sesaat.

    Jika kalian tahu bahwa yang kalian dapat itu tidak akan di bawa sampai ke liang lahat.

    SABAR.. satu kata yang saya pegang semenjak tahun 2005 mendiami lahan Kota Kembang. Saya diplomasi, mediasi, tidak menggunakan kekerasan fisik seperti yang anda-anda mungkin pernah hadapi.

    Saya hanya ingin mengetuk pintu hati nurani saudara-saudara sekalian, dan sampaikan amanah ini ke pimpinan kalian yang telah diberkahi posisi dan kedudukan yang seharusnya menjadi lebih bijaksana dan tahu apa artinya memimpin dalam membawa tugas dan jabatan yang telah diberikan sesuai dengan junjungan dari agama masing-masing.

    Demikian adanya, Ass. Wr. Wbb.

  106. oji Says:

    GDC dapat maju, jika paling awal melakukan tobat atas dosa-dosa yang telah diperbuat saudaranya Daksa Group

  107. Budi Says:

    Saya hanya bisa ikut prihatian pak eddy, semoga bisa cepat dibereskan oleh GDC.

    Untuk ibu Farah yang sudah tandatangan AJB bila sudah dapat salinan AJB atau ada copynya, ibu bisa urus untuk IMB sekaligus bangun rumah di Anggrek 2, supaya Anggrek 2 jadi hidup kembali bila para pemilik kavling yang ada bisa segera membangun terutama yang di Blok S dan M1. Karena sekarang ini sudah mulai ada pembangunan kembali di Anggrek 2.

  108. Ikiyono Says:

    Assalammualaikum wr.wb.

    Salam buat Pak Edy, ternyata kita tetanggaan, hehehe. Kalo komplain jgn sendirian pak, cepek deh, ga bakal di tanggapin, wong marketing udah muka tembok semua, udah kebal. Paling banter jawabannya “Baru diusahakan” hehehe. Saya dah apal dengan jawaban marketing. Saya punya ide “Kita blokir aja kantor pemasarannya hari Sabtu, Minggu” kita selamatkan teman2 yang akan jadi korban kebiadaban GDC. Dengan catatan kita korban daksa (Perkosa = Persatuan korban Daksa) bisa kumpul. Biar Direksi pada melek terhadap masalah GDC, jgn2 selama ini ABS aja, sehingga para Direksinya tidak tahu permasalahannya. Karena saya pernah punya pengalaman, waktu saya komplain sama marketing bilangnya ini itu, pas saya cross cek langsung ke pimpinannya (Pak Bob) dia tidak tahu menahu. Jangan2 ada permainan kotor ditingkat pelaksana. Allahualam.

    Mohon maaf kalo kurang berkenan.

    Wassalam

  109. Eddy Says:

    Pak Yono jangan lupa baca blogspot
    petisi nya dikumpulkan
    Saya mau PTUN DAS – GDC group ini
    udah jalan proses BAP nya, tinggal pemanggilan orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini untuk pertanggungan jawabnya. Untuk masalah ke YLKI sudah beres, mereka bisa proses detil-detil pasal-pasal berapa saja yang bisa dijerat ke Pihak GDC.

    Pasti maju untuk warga, developer.. kelaut aja low.. :P

    Gw bakal bikin bangkrut lu punya Perusahaan.

    Bapak – bapak yg lain bisa ikutan petisi tersebut kunjungi http://gardenia.tk

    Kita selamatkan apa yang semestinya hak-hak konsumen (kata YLKI)

    Mohon doa dan restunya.

    Wassalam

  110. samy Says:

    Pae,

    Gimana cara ikutan petisinya,

  111. Eddy Says:

    Untuk yang ikutan petisi,

    kirim status rumah anda, pembelian, pembayaran, lokasi, model, no rumah, yang bisa mengidentifikasikan bahwa surat-surat anda belum beres bukan karena masalah administratif anda sendiri namun karena kesalahan developer.

    ke email : eddy@msii-asia.com

    Thanks

  112. Eddy Says:

    Thanks Guys,
    sudah terkumpul 23 Petisi, to be continue…

    100 Orang .. Dijamin GDC dah pasti KALAH di PTN
    Thanks bwt mas-mas yang sudah bwt web site ini … bener2 membantu

    keep the spirit …

  113. ida Says:

    Saran aje :
    Biar banyak, tiap cluster dikumpulkan petisinya…dan terus dibuat aliansi aksi antar cluster…..

  114. Aryo W Says:

    Koq komentarnya banyak yang negatif yach tentang GDC.
    Sayang saya baru liat website ini.
    Kemaren saya sudah kasih DP 6jt.
    Saya ambil Cluster Anggrek 2 Blok S / 11.

    Ada yang bisa kasih saran?
    Prospek GDC bagaimana yach?
    Apakah saya harus batalkan?

  115. willy Says:

    mas aryo, kondisi mas aryo sama yang saya alami saya di anggrek2 s/4 ,dan sudah akad kredit waktu akad kredit saya tanya ke notarisnya saya tanya panjang lebar,kta notaris yani suryani semua gk ada masalah. saya dh kepalang tanggung tapi saya percaya kata ibu yani suryani

  116. farah Says:

    makasih untuk masukan pak hendra, tapi dah beberapa kali saya telp ibu yani beliau tak ada di tempat, yang katanya staf yang megang punya saya cutilah…belum dikasih limpahan lah…. mungkin ada yang punya no nya ibu notaris???

    mengenai masukan untuk segera membangun, wah saya masih belum yakin pak….. tahun lalu saya masih punya harapan besar punya rumah yang nyaman di anggrek 2 jujur aja tahun ini saya dah frustasi… daripada duit saya turun terus nilainya saya belikan rumah di cimanggis.

    kalau sertifikat sudah di tangan saya baru berani membangunnya, yang gak jelas kapan?????????
    jadi siapa aja yang berminat mau membeli tanah saya…. tak obral deh……
    hubungi saya…..

  117. Kiki Says:

    Pak Aryo,
    Jangan kecil hati dulu pak, Bapak sudah masuk uang, lebih baik diteruskan, GDC memang menjanjikan, dari lokasi yg lumayan strategis, transportasi ada, lingkungan yg masih bersih n sejuk. Sekarang GDC Manajemennya sudah baru, memang ada orang2 lama, karena mereka lebih dianggap mengetahui selak beluk Kota Kembang dulu, mereka memang sedang berbenah, menyelesaikan masalah2 yg banyak dan sangat rumit, itu jelas butuh waktu. Tapi untuk pembeli baru sekarang kan KPR nya sudah ke BTN , tidak pakai Bank Artha Graha lagi, jauh lebih aman dan terjamin. Buat teman2 yg berjuang saya dukung, asal jangan sampai membuat Bangkrut GDC yg sekarang, buat P Eddy,kalau GDC bangkrut, gimana nasib teman/saudara2 kita yg sudah masuk investasinya pak, kasihan kan? otomatis pembangunan rumah n infrastrukturnya akan berhenti kalau GDC bangkrut, GDC akan terbengkalai lagi, akan lebih banyak lagi orang yang menjadi korban. Kita terus bela n perjuangkan hak kita, tapi jangan sampai mengganggu hak orang lain. Saya bukan marketing GDC, saya jg pembeli lama, tapi baru akad April kemarin, saya juga sempat kecewa tapi saya mau bersabar untuk mendapatkan hak saya dan saya Optimis (entah kenapa saya merasa yakin), GDC yg baru tidak mau mengulang kesalahan yg sama.

  118. dewi Says:

    Komentar Buat Pak Kiki.
    - Semoga orang lama di developer Kota Kembang dapat berubah paradigma. Jika hanya jadi duri dalam daging sebaiknya diganti t saja
    - Betul kasihan investor baru dan tentunya perlu juga dilihat dan segera diselesaikan ‘investor lama’ yang sudah bertahun-tahun hanya diberi janji-janji yang tak pasti

  119. Aryo W Says:

    Bukannya berkecil hati bu Kiki, cuman agak shock ajah melihat begitu banyak orang complain disini. Soalnya saya baru kemaren kasih DP-nya. Koq bisa seperti itu yach??
    Sampai bertahun-tahun.
    Boleh tahu ibu menempati blok mana?

    Mas Willy,

    Apakah ibu Yani Suryani adalah Notaris yang menangani administrasi di GDC ini?
    Boleh saya tahu alamat, contact personnya?

    Sorry saya masih sangat awam tentang hal ini.
    dari yang saya lihat sepertinya masalah banyak di hadapi oleh yang sudah melunasi semua biaya.
    bagaimana dengan yang mengambil KPR dari Bank?
    Bukankah untuk mengurusi AJB, HGB, SHM adalah pihak Bank & Developer.
    Karena surat 2 itulah yang akan dipakai bank sebagai agunan.
    Kita cuman dapet copy-annya bukan?

    Kalo developernya tidak bisa mengeluarkan surat2 itu, bukankah pihak Bank yang harus mengejar?
    ato bagaimana?
    Ada yang bisa kasih pencerahan.
    Maaf saya masih awam sekali, terima kasih.

  120. Eddy Says:

    Buat Kiki,

    Boleh tahu anda di blok mana ..? mungkin saya bisa cross check dengan data anda yang baru akad kredit.

    Kalu GDC Terbengkalai, akan terjadi suatu hal yang sama yang seperti saya alami, sebelum GDC terbengkalai… itu pasti!

    Kalau ada baru-baru saja menempati wajar.. kata-kata yang cukup untuk anda SABAR.. namun kalau dari tahun 2005 suruh menunggu, mohon maaf ini soal kepentingan uang dimana bukan hanya 1 juta atau 2 juta saja. Bayangkan kalau GDC bangkrut orang-orang yang terjebak hanya yang sudah masuk kedalam lubang!Namun ini bisa jadi pencerahan bagi orang-orang yang masih tidak tahu apa-apa namun mengharapkan dia kelak bisa menggapai masa depan lebih baik.
    saya tidak akan membiarkan hal-hal negatif yang selalu ditutup-tutupi ke masyarakat ini jaman keterbukaan..
    Untuk anda yang masih baru-baru harap maklum dan mungkin bisa bersabar…
    Untuk yang telah lama menanti.. apa dikata jika tanah yang ditinggali adalah TANAH WAKAF.. dan ahli warisnya menuntut untuk dikosongkan… karena guna dari wakaf itu sendiri mungkin KUBURAN.. MASJID, atau suatu hal yang berguna bagi masyarakat,
    memangnya kalu kami-kami ini di usir seperti itu boleh tinggal numpang dirumah KIKI..

    Saya rasa anda juga keberatan… Ya Kan…

    mending aspirasi sama diluruskan kita memang mencari kepastian hak namun dengan adanya forum ini bisa lah kiranya kita duduk sama tinggi dengan satu meja dengan pihak-pihak yang bersangkutan INI NAMANYA MEDIASI… tul ga kawan-kawan.
    bukan gosip semata.. kayak infotainment aja… hehehe

    Saya bukan orang anarkis, saya diplomatis.. kalau cara halus tidak bisa digunakan, mari kita salurkan aspirasi ke pihak yang lebih kompeten dalam mengurusi hal tersebut.

    Saya kira GDC belum akan bangkrut dengan suntikan dana 999 Mil.. ga percaya .. baca majalah trust..

    ga punya .. nih saya kasi link nya…
    http://www.majalahtrust.com/ekonomi/investasi/1008.php
    masih ragu… nee ada .pdf penyertaan modal bisnis perusahaan yang bersankutan tersebut.

    Kami ini semua bukan orang yang cuma cuap-cuap doang hanya bisa marah doang, hanya bisa nuntut ini .. nuntut itu..

    Kami kami melakukan pembelajaran, kami mencari data, kami melakukan contact dengan orang yang tepat agar tidak dibilang miss communication.

    Legal authority person untuk GDC adalah : Bp. Wahyu, Bpk. Joko yang kami hubungi dan selanjutnya mereka menghilang.

    Jadi untuk yang tidak mengerti akan duduk permasalahan saya bisa memaklumi, karena mungkin keterbatasan database.

    TIPS dari saya :
    ingin menggunakan notaris gunakan orang yang kiranya anda dapat percaya mungkin lebih baik dari luar Pihak pengembang. .. ah Takut mahal.. JANGAN berpikir seperti itu, tanya dulu kan bisa… anda mungkin bisa negosiasi harga malah… Notaris tu dah banyak sekali mereka obral harga.. ah kurang kompeten.. yaa.. kalu anda berpikir gitu terus.. coba google aja nama mereka biar tahu sepak terjang dari aktifitas mereka.

  121. Yuniar Says:

    Edaaan… ini GDC maslaah amaat.. amat aja enggak… iya mat…

    Numpang nimbrung, Ya… kalu dah pegang AJB mah.. aman-aman wae atu bu KIKI… aya-aya wae…

    baca pak eddy punya masalah tu kayaknya die orang beli tunai… bukan akad kredit kayak ente.. Pantes die orang ngamuuk berat…

    Sori berat nee.. cuma numpang lewat walau bukan di GDC .. tetanggaan dikit ama pasar.

  122. Budi Says:

    Untuk bu Farah, sama saya konsumen lama Daksa juga pake PPATnya ibu Yani Suryani dan sudah dapat salinan AJB (Asli) dari developer dan sudah urus & dapat IMB, bahkan sekarang lagi dibangun rumahnya bu di Anggrek 2.

    Saya bismillah, InsyaAllah walaupun baru AJB dan sekarang masih diurus balik nama di BPN Depok. Toh sudah ada IMB juga. Dalam akhir Mei atau awal Juni ini, GDC akan bangun lagi 12 unit awal di Blok S. Jadi ke depan akan hidup kembali Aggrek 2, termasuk untuk pak Willy dan pak Aryo, selamat datang di Anggrek 2, nanti kita akan bertetanggaan. Mari kepada konsumen yang sudah punya kavling di Anggrek 2, saya anjurkan untuk segera dibangun supaya bisa lebih ramai lagi.

    Mudah-mudahan semua berjalan lancar, amin……

  123. Obby Says:

    Pernah ada kasus (maaf lupa medianya).

    Pembeli sdh melunasi cicilan kpr-nya yg terakhir setelah mencicil sekian tahun.
    Dgn. senang hati menuju bank pemberi kpr utk. ambil surat2 rumahnya.
    Ternyata… pihak bank berkata : surat2 yg dimaksud belum diserahterimakan dari developer. Dokumen yg dipegang hanya akad kredit.

    Gak tau lagi gimana kelanjutannya.

    Mulai sekarang, kita sebagai konsumen apapun, beli baru or seken (terutama rumah, krn mahalll boo…) mesti & kudu & wajib ngecek surat2 terlebih dahulu.
    Jangan udah kejeblos ke dlm lobang, baru ngeh…

    Yg. sdh akad kredit, trus dipantau ke bank/developer keberadaan surat2 tsb.

    Yang mau cash, minta tunai per termin (maksudnya pembayaran mengikuti perkembangan pembangunan rumah + perkembangan surat2). Dimasukkan ke dlm klausul AJB.
    Inilah yg saya lakukan, karena kita yg punya dana, seharusnya mereka mengikuti kita. Kalau mereka tidak mau, ya sudah, cari yg lain.
    Klo developer yg ok punya, tidak masalah.

    Jangan terpaku kepada rule of the game-nya developer.

  124. Kiki Says:

    Wadu..hhhhh Ampu…nnn deh, maksudnya mau mendinginkan, malah pada marah. Mohon Maaf kalo ada yg merasa tidak sreg dgn semua comment saya, mungkin memang saya yg kurang ilmu n informasi. P Eddy, kelihatannya berang sekali, saya salut sama bapak, bener, bapak wajib memperjuangkan hak bapak itu. Tapi saya ingin semuanya juga tau, disamping kebusukan pengembang lama , ada juga setitik kebaikan dalam pengembang baru, dan itu kita harus dukung supaya pengembang baru lebih terpacu untuk menebus kesalahan2nya dan malah terpacu membuat GDC lebih baik dari sebelumnya. Apalagi kl dapet suntikan dana yg sangat besar itu. Saya sangat2 mengerti karena saya juga merasakan, saya juga korban pak, thn 2005 saya beli di Puri Insani Blok C1/9, bapak boleh cek. Penantian 3 thn kurang lama bagaimana lagi, saya baru akad kredit 4 april kemarin. Tapi saya jg bersyukur akhirnya saya bisa mendapatkan kredit dari BTN, yg akan menjamin Surat2nya tidak bermasalah. Karena itu saya Optimis ditambah perkembangan pembangunan di GDC sekarang ini. Terserah apa penilaian bapak terhadap saya, saya mohon maaf sekali lagi kl ada yg kurang berkenan. Harapan bapak2/ibu2 ya harapan saya juga, sama2 ingin mendapatkan hak n ingin GDC terus maju n berkembang.

  125. ilham Says:

    Jika saya jadi pengembang GDC, sebelum membangun saya akan sowan ke tiap cluster dan menjelaskan rencana ke depan, terus minta maaf atas dosa ‘teman’ di masa lalu. Warga yang sudah lama menanti sertifikatnya dipanggil, jika perlu saya beri kado TV, motor sebagai permintaan maaf, terus sertifikatnya saya urus dan diberikan penjelasan statusnya.

    Bagi konsumen baru, saya buktikan bahwa saya membuat rumah yang benar, benar secara fisik, benar secara persyaratan dan secara hukum. Konsumen yang berikan garansi kepastian.

    Selanjutnya saya berdoa, semoga Alloh memberikan rizki yang baik dan kebaikan di dunia dan juga akhirat. saya tidak mau mati, penuh janji dan kebohongan kepada sesama. Saya ingin jadi developer yang kaya dan juga didukung dengan aliran do’a-do’a yang penuh keikhlasan.

  126. Aryo W Says:

    Bu/Pak Kiki,

    Apakah pihak Bank BTN menyatakan tertulis bahwa mereka menjamin surat2 tidak bermasalah?
    Bagaimana masalah pembangunan-nya?
    Apakah pihak bank akan ikut me-monitor juga & mendorong pihak developer menepati janji?

    Saya belum akad dan saya lumayan ragu dengan pembelian ini, mohon di share pengalamannya dengan Bank.

  127. Unggulo Says:

    Halo teman2.. saya baru DP dan wawancara dengan Bank, turun plafon, jadi kami daripada rugi amblas 1 jt DP (pada waktu itu) mengambil cluster lain, yaitu edelweis (alias cluster Melati).

    Mohon pencerahannya, sebab lagi dag dig dug karena membaca di internet banyak sekali bermasalah.. kebetulan marketing lagi menyiapkan segala sesuatu, kami tinggal tunggu kapan transfer DP ( 20 juta ) karena turun plafon.

    Mohon sekali pencerahannya,sebelum terlanjur kami bayarkan. Saya sudah cek, sedang dibangun calon rumah kami di Edelweis, namun masih ragu apa benar ini “ngutang” sama kontraktor spt kata mas yang post sebelum2nya di atas

  128. Unggulo Says:

    oh gitu ya pak, apa kita minta perjanjian tertulis bahwa MENJAMIN surat tidak bermasalah dan sesuai dengan ketepatan? Sebenarnya saya mendapatkan marketing yang sampai saat ini menurut penilaian saya cukup baik informasi dan interpersonalnya, cuman belum saya tanyakan detil2 sih.. mudah2an dari blog ini, informasinya bisa membantu saya mengambil keputusan.

  129. Unggulo Says:

    sorry maksud saya, saya sudah booking fee. DP nya nanti dan sedang kami siapkan.. mohon pencerahan yaa

  130. nurul Says:

    Pak Unggulo, saran saja dari ‘medan perjuangan’

    Sebelum DP, pastikan bahwa developer memberikan jaminan tertulis bahwa sertifikat dapt diberikan setelah cicilan/pembayaran lunas. Jangan sampai pada saat sudah lunas dan kita butuh sertifikat nantinya sebagai hak milik, malah oleh developer terus asset/sertifikat kita diputar untuk dijaminkan ke bank guna mendapatkan kredit investasi.

  131. Eddy Says:

    Buat temen-temen,
    Yang baru akan akad kredit, atau turun plafon atau apapun yang berhubungan jual – beli dengan pihak GDC, silahkan saja monggo-monggo, namun harap lebih diperhatikan dan mohon di buat tertulis dengan pihak Penjual didepan NOTARIS. Karena yang sudah2 saya mengalami walaupun ada hitam diatas putih namun percuma.. kuping mereka lebih tebal dari Gajah Lampung… heuhuehue..
    Jangan lupa dengan Perjanjian Kompensasi keterlambatan dari pihak pengembang, sehingga mereka juga lebih serius dalam beraktifitas. Udah ada yang jadi jutawan gara2 itu.. nambah rumah lagi gara2 keterlambatan Pengembang, bonus rumah 3… hehehe asik ga tuh..
    siapa sih orangnya… ada deh… yang pasti kerjanya di BIMANTARA tuh, yang udah tau.. ya gt deh…

    Untuk KIKI,… hahaha anda pasti tidak baca link majalah trust dari saya…
    Mana ada suntikan dana 999 mil… saya cuma ngetes kow, kalu anda baca pasti koreksi pernyataan saya. Lagi pula saya ga marah-marah low.. saya dah cek data anda memang ada beberapa di Puri Insani yang sedang proses akad Kredit.. cuma nama tidak ditampilkan… hanya lokasi.. (GILE.. BELINYA 2005 BARU AKAD KREDIT… YA SAAALAAAM)

    Ya selamat dee buat yang sudah akad kredit, cuma lebih diperhatikan jangan sampai kayak roma.. akad kredit BTN namun status tanah Wakaf..
    hiiiiiii ngeri.. dosa ah …!!

    Yang Udah AJB… selamat juga.. moga2 cepet proses pengurusannya!

    TIPS BELI RUMAH DI GDC :

    1. Kalau ada pembeli baru, jangan sungkan datang ke lokasi rumah, tanya-tanya sekalian kenalan ama tetangga.. tinggal turun dari mobil kan gampang.. gt ajaaa koq reepot!!
    2. Yang udah DP, dari pada hangus… buat perjanjian baru dengan kompensasi keterlambatan… pake notaris Boss…!!
    3. Yang baru akad kredit Lahan baru… coba di cek dulu… rumahnya ada gaa….. ( LOH MASIH LAHAN KOSONG KOK BISA AKAD KREDIT ????? )
    4. Yang Beli CASH.. wuaduh.. ini harus pelakuan Khusus… PERJANJIAN YANG PASTI BOSS…!! Jangan kayak saya… kecemplung…

    Kalo ada saran dan pertanyaan bisa dilayangkan ke eddy@msii-asia.com saya bantu kow…

    *. Hidup hanya sementara, bantu sesama agar hidup anda lebih bermakna.

  132. joko Says:

    Betul mas eddy, ?

    Bisa saja kan, beberapa tanah dibuatlan dahulu AJBnya atau sertifikat, terus konsumen baru…..dibujuk ninta nulis pada blog, …..kita beli rumah di cluster anu ……, blok…….. sudah dapat AJB dan mau sertifikat,, ….mas edy dan mas.mba.ibu lainnya masih menunggu dengan….dalam pennatian……..yah ……sabar., nanti dikasih bonus

    Kalimat terakhir mas Eddy terakhir mirip iklan tokoh yehh…, betul , katakan yang benar meski kadang pahit……

  133. Eddy Says:

    Mas Joko,

    hahaha bisa aja anda, memang benar adanya demikian namun proses akad seperti itu tidak sesuai dengan prosedur hunian minimal 80% sudah terbangun.

    Mungkin gt ya.. saya beli di cluster anu… sudah AJB lagi proses… mau sertifikat ah..

    eh nunggu punya nunggu rupanya baru sadar dah ketanggungan nulis di blog.. jadi maluu de..

    Pak Nurul,

    wuah cerita anda kok persis kejadian saya… betul tuh…!!

  134. Aryo W Says:

    Pak Eddy,

    Apakah prosedur akad kredit itu hunian minimal harus 80%?
    Baru tahu saya, dapat di mana info2 seperti ini?

    Kemaren pihak developer bicara dengan saya, akad kredit dulu hingga dana turun dari bank baru rumahnya di bangun.

  135. Unggulo Says:

    Teman2, terimakasih atas sarannya, terutama pak/bu nurul dan pak eddy yang warga disana.

    Insya Allah, sabtu ini saya akan ke GDC meminta kejelasan, termasuk membawa kabar2 dari internet ini (mungkin malah saya print sekalian biar puas) dan hari minggu saya akan ke JCC sebab ada PAMERAN PERUMAHAN DI SELATAN JAKARTA. Itung2 cari perumahan lain sesuai bujet dan ga stress hehe..

    Mudah2an Allah memberikan petunjuk, sehingga Senin ini saya sudah bisa bilang NO atau YES.

  136. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    weladalah….kamu2 (yg kontra marketing GDC)ini gak usah pada ribut….
    Lah wong namanya juga usahe…eh..usaha..yah ndak papa toh?…opo? pengadilan di akherat?….wuuuahhhh…kuno…ndak musim mas…ndak papa toh wong masih lama ini…saya aja yg biar kata udah “maghrib” berats masih nyante2 aje….

  137. Eddy Says:

    yah … sudomo yang pro dengan alam ghaib…

    ya sudah .. kalo sudah maghrib.. situ yang ngomong loh..

    lah pak aryo bukannya dah e-mail saya.. oo

    lah kalu dana baru turun baru bangun rumah … kasian jg ya.. developernya nungguin duit konsumen baru bangun .. nanti kalu dah punya duit lagi (abis nipu) baru urus surat2

  138. Unggulo Says:

    sekedar info, waktu saya lum turun plafon, kan ambil ALAMANDA. Cek2 lokasi sama marketing, ternyata di tengah2 itu banyak kuburan yang digusur. dari peta yang dibawa memang berada ditenga2 perumahan. Ini saya sudah perasaan gak enak.. cuman waktu itu saya hanya berpikir yang penting rumah saya tidak diatas kuburan.

    Jadi bagi yang ambil Alamanda.. cek ricek deh. ngerinya tu tanah warga/tanah wakaf yang bakalan ribet bet bet… kebetulan saya kan turun plafon en pindah cluster ke melati/edelweis.. dan ternyata masih ragu2 juga spt yang saya post diatas.

    Salam, semoga kita tidak dirugikan..

  139. Yuniar Says:

    wuih .. ini tambah rame aaje….
    mang gt dah .. kalo lagi anget… anget.. sampe basi…

    ini pade ribut2 … mang gt ya terime apa adenye aje… tp ane jd pd kasian ama ente2 .. ada benernye jg c… waktu ane masi sekole disini dari dulu mak nyak ane kaga mau beli tu tanah… takut dosee… harat…

    eee.. ini lagi dah magrib.. mungkin waktunya beda.. ape orang nya emang rade2 beda…

    amiit .. amit….

  140. Yuniar Says:

    beeehh ..

    ntu tanah uwak anee… apalagi sutet… masi adee kuburannye.. hiiiii

    duuh … amit… amit…. kaga daaa

    lu mw ambil .. kasiiiii daaaah

  141. Jaka Says:

    hari gini ….. masih omongin tahayul ….. nanti ente jadi bahlul…
    Kagak ngaruh mau tanah bekas kuburan atau bekas apa, kalau tanahnya sudah bersih ya bisa diapake sama orang yang hidup he….he……

    Jangan lupa bismillah aje….

  142. Unggulo Says:

    bukan masalah takhayul bos.. nggak ada yang bilang tahayul. Masalahnya kalo tanah kuburan itu BIASANYA TANAH WARGA. Udah diperuntukkan utk Tempat Pemakaman kok bisa diobrak-abrik. Gitu aja bleh..

    Makanya definisi “bersih” ente apaan? bersih dari hama? bersih dari nyang mampus alias sudah dipindahin or apa neh? kalo gw sih bersih sertifikatnya! walo gw tetep ga mau dibawah rumah gw ada tulang belulang.

    mikir dua kali baru komen bos..

  143. ilham Says:

    nampaknya, isi diskusinya jadi keluar fokus dan lari ke persoalan kuburan. Persoalan kita yang utama adalah bagaimana menjadi konsumen yang cerdas dan kritis, tidak terbuai iming-iming/iklan yang menyesatkan.

    Dalam proses jual beli, hal yang penting adalah ijab qobulnya. kedua belah pihak sepakat dan ada kejujuran di dalam proses tsb sehingga tidak menimbulkan fitnah.

    Jika yang dijual rumah, tentunya rumah yang benar, specnya jelas, dokumennya jelas. Konsumen tidak jg hanya tepaku pada sekedar gambar dan uraian kalimat-kalimat yang ‘manis’, dan akhirnya baru sadar….setelah waktu berlalu.

    Pepatah bijak, teliti sebelum membeli dimanapun rumah anda yang mau dibeli.

  144. Eddy Says:

    Anda-anda yang dirugikan,

    jangan takut dengan material hukum yang telah dibuat untuk melindungi konsumen, untuk masalah GDC ini telah di ajukan melalui badan-badan terkait, dan YLKI salah satu nya pihak Pengembang GDC telah melanggar pasal UU no. 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen.

    UU PK yang mengatur tentang :
    1. Barang tidak sesuai dengan standar
    2. Info Yang mengelabui konsumen
    3. Cara menjual yang merugikan
    4. Klausa baku dari sebuah perjanjian.

    Kompensasi yang bisa didapatkan untuk anda-anda semua adalah penggantian sesuai dengan barang yang dibeli.

    Lah kalo orang beli rumah.. semua orang yang komplain dapet bonus rumah 1-1 dong.. heebat..

    Kasusnya masih berlanjut, doakan saja semoga sukses!

  145. widodo ps minggu Says:

    Ma’af pak eddy sebenarnya permasalahnya di GDC itu yang utama bangunan (termasuk fasos dan fasum) tidak sesuai yang ditawarkan atau surat-surat yang sulit didapat ?

  146. Eddy Says:

    pak widodo

    terima kasih Pak Wid,

    Masalah yang dihadapi adalah termasuk Fasos Fasum serta bentuk bangunan pada saat serah terima dan Surat-surat yang sulit didapat, termasuk etika cara menjual pada saat awal-awal pembelian.

    Tersebut diatas hanya salah satu pasal-pasal yang dikenakan namun, ada lagi pasal-pasal yang lain mengenai penipuan, pembohongan publik, dll.

  147. Eddy Says:

    Bapak-Bapak serta ibu-ibu Yth,

    Saya melakukan hal-hal pembeberan publik demi kepentingan kita bersama bukan untuk keperluan pribadi semata.

    Saya tidak mengkompori, membohongi, ataupun melakukan perusakan atas nama baik seseorang ataupun institusi.

    Bila anda mengunjungi situs http://gardenia.tk , anda bisa baca sendiri bahwa Pihak RT/RW sudah gerah dengan kelakukan Pengembang GDC.

    Silahkan anda baca, anda telaah dan putuskan sendiri apakah pihak pengembang sudah berusaha untuk lebih mementingkan warga dari pada pemikiran penguntungan profit perusahaan semata tanpa memikirkan warga.

  148. onta Says:

    gw gak abis pikir sama depok, daya tariknya nyaris gak ada kecuali bagi yg kerjanya deket ama rumahnya di depok. itupun menurut gw udah gk bisa jadi alasan lagi, kalo gak mau kesiangan di kantor yah tinggal berangkat pagian aja, atau pake busway aja, dari depok naik kendaraan ke ragunan, dari situ bisa naik busway. jalanan di depok mayoritas kecil dan sempit, gak seimbang dengan kendaraan di sana, makanya macet nyaris seharian di sana. trus trayek angkot di sana tumpang tindih, makanya jangan heran kalo di sana suka ada bentrok angkot, taruhan nyawa bagi yg lewat di sana. pungli juga marak di sana, yg mustinya gak boleh lewat di sana, jadi boleh lewat. 25% pengusaha angkot di depok bangkrut gara2x masalah ini. suasana di depok sangat semrawut. trlalu banyak rekayasa pengalihan jalanan di depok, itu dia penyebabnya. ada 22 titik kemacetan di depok yg sy yakin anda sering memakai jalan itu, seperti sepanjang margonda (trutama depan Detos/depok town square, ITC Depok, Margocity, plasa/mall depok); trus ada lagi pertigaan di jl raya parung, raya sawangan, raya bogor, akses UI, arief rahman hakim, dewi sartika, kartini ama kemakmuran. sama sekali tak ada upaya pelebaran jalan di titik titik yg gw sebutin itu, beda ama cibubur (transyogi skarang udah 2 kali lipat lebar jalannya dan masih in progress) yg artinya walikota sana tanggap dgn kemacetan itu, sedangkan walikota depok entah ngapain aja kerjanya selain mempersiapkan pilkada mendatang. bentrok antar supir di depok baru baru ini aja itu karena ada polisi yg pungli (setelah diusut). artinya aparat di depok juga bobrok banget. angkot memang memberi nilai strategis bagi perumahan di Depok, tapi kalo jumlahnya udah kebanyakan kyk skarang, malah penghuni perumahan di sana jadi gak nyaman lagi.

  149. widodo ps minggu Says:

    trims pak eddy saya cm penasaran .krn baru kemaren sy lihat di fly over tanjung barat ada reklame GDC gede banget, trus iseng2 brosing nemu ini

  150. yudi hartono Says:

    kalo anda butuh rumah di GRAND DEPOK CITY HUBUNGI YUDI 081210182726, 021 99145410 yang terhormat bapak bapak ibu ibu kalo butuh rumah jangan lupa tlp saya ya biar penjelasannya lebih detil tidak hanya pernyataan sepihak aja. siapa tau memang anda beruntung dapetin rumah di GRAND DEPOK CITY. tlp 081210182726, 021 99145410 maka saya akan jelaskan kejadian sebenarnya. kami datang dengan solusi bukan janji.

  151. yudi hartono Says:

    dulu kota kembang membeli tanah dari penduduk ada yang sertifikat ada yg masih persil belum ajb. GRAND DEPOK CITY take over baru agustus 2007, jelas duit seabreg juga tetap harus proses legalitasnya. GRAND DEPOK CITY sedang proses legalitas semuanya menjadi sertifikat. kalo kita pinter pasti mengerti bahwa di manapun kita beli rumah untuk peningkatan hak butuh proses. tanya aja notaris atau bpn. karena dulu kita dapet dari kota kembang masih sph. tapi sekarang udah hampir jadi semua. hari gini nggak tau info GRAND DEPOK CITY ? ? ? makanya tanya MARKETING HANDA DAN SOPAN YUDI HARTONO 081210182726, 021 99145410

  152. yudi hartono Says:

    ada saya punya konsumen dulu beli dari kota kembang lalu di jual, dia nyesel karena harganya sampai 3 kali lipat sekarang dia beli lagi rumah di GRAND DEPOK CITY karena dia tau kita paling dekat dengan pusat kota setelah perumahan di margonda PK. dan dia udah akad kredit dia senang banget. dan bawa teman serta saudaranya untuk beli di GRAND DEPOK CITY. maka cepat belilah rumah di GRAND DEPOK CITY temui marketingnya YUDI 081210182726 , 021 99145410

  153. Eddy Says:

    Yudi Hartono… Yth,

    Anda orang kalu anda sungguh hebat seperti dikatakan dalam pesan-pesan anda, coba jelaskan mengapa Blok R2/No. 28 Cluster gardenia tidak bisa AJB dari tahun 2005,2006,2007,2008 .. sampai sekarang

    Jawab tuh .. mana uang saya ..

  154. Eddy Says:

    Eh .. pak Yudi,

    menjelaskan bagaimana capek nya warga menunggu janji-jani manis developer… susaaaaaah … tp ya Syukur deh .. akhirnya pak Yudi mengerti … dan membenarkan bahwa apa adanya ya seperti itu ..

    Gimana hasil pembicaraan kita.. ditelpon panjang lebar.. wueh .. 1 jam pulsa saya ampe habis…

    Mangkanya saran saya cuma
    1. Selesaikan surat-surat semua warga .. terutama yang beli tunai.
    2. Berikan kompensasi… jangan saenae udele dhewe (GDC)
    3. Berikan apa yang sudah menjadi hak hak konsumen

    tolong disampaikan ke atasan…

    Yo pa’e .. ngomong panjang lebar sampe panas kuping ku …
    Moga-moga ga di pecat ya pak…

  155. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Pak Eddy Yang Baik,
    Boleh nggak Bapak sharing ke kami-kami tentang pembicaraan via telepon dengan Pak Yudi. Agar kami-kami mendapat pencerahan tambahan/baru mengenai permasalahan kawasan Kota Kembang (GDC).

    Buat Pak Yudi, mohon maaf anda kerja di Kota Kembang (GDC) udah berapa lama ? Kalo anda masih baru di Kota Kembang (GDC), sangat mungkin anda tidak diberikan informasi yang benar tentang Kota Kembang (GDC). Jangankan anda, pengacara yang mewakili mereka di sidang pengadilan saja tidak diberikan informasi yang benar tentang permasalahan Kota Kembang (GDC).

    Salam Pembebasan !!!

  156. Jack Says:

    Salut ……buat Pak Yudi dari marketing GDC yang mau sharing dalam blog ini supaya tida ada fitnah lagi……, karena kami tahu GDC baru pertengahan 2007 ambil alih proyek dari Daksa.
    Apapun kejelekan Daksa dahulu mudah-mudahan bisa diperbaiki oleh GDC. Jadi kita tahu “starting point” GDC di pertengahan tahun 2007, jadi tidak tepat lagi kalau kesalahan Daksa semuanya ditumpahkan kepada GDC, karena menurut Pak Yudi jelas GDC sejak setelah Agustus 2007 baru urus seluruh tanah di Kota Kembang (GDC).
    Jadi otomatis logikanya tanah dan bangunan pak Eddy ataupun konsumen lama lainnya yang dibeli dari Daksa tahun 2005 (sebelum 2007), ya baru diurusnya oleh GDC pada akhir tahun 2007 juga.
    Mudah-mudah kabar baik akan selalu datang ………amin….

  157. budi hartono Says:

    baru baca nih blog, ternyata banyak yg senasib dg saya di sini, jadi korban daksa/GDC. dari dulu saya pengennya langsung aja dibawa ke pengadilan, karena udah capek berurusan dg daksa ini. Dulu sudah pernah ke YLKI dan terakhir ke LAKPI untuk diproses ke pengadilan perdata…tapi akhirnya ngga jadi, karena LAKPI sendiri serius ngga serius ngurusinnya, dan pertimbangan dana yang harus dikeluarkan. Nah, sekarang ketemu pak Shalahuddin dan pak Eddy yang akan membawa kembali masalah ini ke pengadilan. Kira-kira prosesnya gimana ya, ribet dan perlu biaya besar ngga? Saya tinggal di puri insani, blok G3 no 3. KPR sudah lunas, tapi sampai sekarang AJB saja belum….sudah bolak-balik ngurusin ke daksa dan terakhir ke GDC, hanya dapat jawaban sabar pak…..masih diproses. Sudah gitu bangunan rumah sudah pada hancur, retak dan bocor…..kwalitasnya jelek sekali, mo direnovasi masih ragu karena ngga ada sertifikat dan IMB.

    Buat pak Yudi Hartono dan mungkin ada juga marketing GDC lainnya yang baca blog ini, kalo ingin jualan GDC nya sukses, bilang ke manajemen GDC, beresin dulu kewajiban2 ke konsumen lama. Paling tidak berikan kepastian hitam di atas putih, kapan akan diselesaikan. Insya Allah kalo ada kepastian, kami para korban ini juga bisa bersabar menunggu dan tidak berusaha melakukan kontra marketing. Kenyataan yang saya alami, komunikasi dari pihak GDC sangat-sangat buruk. Bahkan surat resmi saya mengenai tuntutuan penyelesaian legalitas, tidak ada tanggapan sama sekali baik telpon maupun surat balasan.

  158. Eddy Says:

    Buat Pak Jack,

    Saya bisa membuat tuntutan dikarenakan, semua kwitansi yang ada menggunakan Kop Dinamika Alam Sejahtera (DAS) berikut pula dengan surat-surat keterangan yang diberikan mereka dari awal semua menggunakan kop Surat dan no keterangan DAS.

    So pasti saya ga ada urusan dengan DAKSA, yang pasti jelas-jelas sekarang ini ada yang pegang DAS. Ya.. gw tuntutlaaah

    Pak Ayubi,

    Secara garis besar memang latar belakang DAS baru ada 2007 seperti yang dijelaskan oleh pak YUDI Hartono, namun duduk permasalahan nya yang seperti saya jelaskan bahwa saya membeli bukan dari DAKSA, namun dari DAS. Toh mereka-mereka orang jg hidup dengan ketidak pastian dalam perusahaan mereka saat ini, namun jika mereka masih bertahan itu salah mereka sendiri, knapa mau perusahaan bobrok.. tp masih mau kerja disitu….

    Garis besar bahwa mereka mengerti apa yang di masalahkan saat ini oleh para warga dan saya jelaskan jika Direktur mereka Ir. Hartono Padmosoedarso mendengar dari dahulu dan disampaikan dari dahulu juga maka tidak akan terjadi hal-hal seperti ini..

    Mereka secara terang-terangan takut untuk menyampaikan masalah-masalah yang terjadi di lapangan karena adanya tekanan keras dari pihak top level… ya takut dipecat gt lah ..

    Mereka bisa mengerti bagaimana mediasi ini berlanjut jika mereka tidak bisa menyampaikan toh kita-kita semua yang harus menyampaikan melalui sarana informasi yang ada secara BENAR.

  159. Unggulo Says:

    Halo para pembaca blog, saya ndak usah nyebutin nama asli, namun dengan berat hati saya cancel pembelian di GDC. Karena ndak mau ketar ketir 15 taun nyicil rumah tapi belum jelas tetek bengeknya yang harus saya urusin. Apalagi kalo nyangkut masalah sertifikat (marketing waktu ditanya sudah pasrah aja.. ngga ada pembelaan diri masalah sertifikat. Hanya menonjolkan.. you knowlah, fasilitas dst, jadinya saya makin yakin buat cancel).

    Saya mau nanya, bagi yang sudah terlanjur DP, bagaimana proses pengembaliannya? Berapa biasanya dipotong? kalau tidak salah 1 juta, namun dari pihak marketing katanya nggak tau, mungkin angus semua karena sudah terlanjur ini itu dst.

    ada yang punya pengalaman? berapa lama kembali ke rekening kita?

    salam.

  160. Unggulo Says:

    saya juga sempat nanya masalah DAS dan DAKSA. Mereka bilang ini perusahan baru, punya sih anu saya lupa. tapi saya bilang dengan yakin kalau orang-orangnya sama saja pak, saya tau. (dengan sok yakin). mereka ngga bilang apa2 lagi.

    Saya mohon maaf sebesarnya dengan marketing GDC yang sudah sangat baik, saya tinggal satu step saja utk memiliki rumah idaman, namun apa daya, keraguan saya lebih besar. Kalau memang rejeki, Insya Allah anda marketing akan mendapatkan orang yang mau –dan memang nggak peduli masalah sertifikat harus cepet jadi dan percaya dengan GDC. Hal yang saya belum bisa sampai saat ini.

    Pekerjaan marketing property masih banyak terbuka, kalau memang pengembang DAS bubar lagi, marketing staf saya yakin bisa menggunakan bakat dan talentanya di tempat lain. Jangan khawatir ya teman-teman.. maaf sekali setelah dispute selama tiga mingguan, keputusan final saya adalah NO.

  161. Jack Says:

    Buat Pak Eddy

    “So pasti saya ga ada urusan dengan DAKSA, yang pasti jelas-jelas sekarang ini ada yang pegang DAS. Ya.. gw tuntutlaaah”

    Saya kutip lagi ancaman pak Eddy, dengan dasar tuntutan:

    “Kop Dinamika Alam Sejahtera (DAS) berikut pula dengan surat-surat keterangan yang diberikan mereka dari awal semua menggunakan kop Surat dan no keterangan DAS”

    Saya dapat info dari marketing GDC, bahwa benar pak Eddy membeli rumah dari DAS di tahun 2005, namun pemilik saham DAS di tahun 2007 baru dialihkan ke pemegang saham baru yaitu SMR.

    Kenapa SMR tidak merubah nama DAS ?……, karena akan membutuhkan biaya dan peralihan perizinan yang lebih komplek.

    Jadi kembali saya sampaikan bahwa setelah SMR masuk ini yang mengusung nama GDC semua permasalahan Daksa atau DAS “yang lama” sedang diperbaiki oleh SMR.
    Nah… sesuai kata Pak Yudi yang dia juga tahu keadaanya karena sejak jaman Daksa sudah jadi marketingnya “Kota Kembang” tahu persis permasalahan sebenarnya.
    Tanah pak Eddy di Cluster Gardenia, otomatis baru diurus dari SPH ke pengurusan tanah untuk jadi HGB induk di akhir tahun 2007 setelah SMR masuk, sehingga semua itu perlu proses bisa tanya ke BPN berapa lama ngurus dari SPH (dahulu tanah girik, petuk dll.) menjadi tanah HGB Induk sebelum nanti dipecah lagi jadi HGB perorangan.
    Logikanya tentu saja GDC sekarang belum bisa tanda tangan AJB juga dengan pak Eddy karena HGB induknya saja belum jadi.
    Mungkin bisa mencapai 1 tahun lagi (tolong cek BPN Depok…., maklum akan banyak birokrasi dan biaya ……)
    Saya kira uraian di atas akan dapat menjelaskan kenapa sertipikat tanah belum keluar bagi konsumen yang dahulu beli dari Daksa atau DAS “yang lama”, hal ini tidak hanya menjawab persoalan pak Eddy, tapi bagi banyak konsumen lainnya.

    Saya melihat bila tidak ada SMR yang berani ambil alih DAS di 2007, maka Kota Kembang akan tetap “mati suri”, ….. mungkin jadi benar-benar mati. Jangan berharap ada harapan punya sertipikat….
    Oleh karena itu, mari kita semua berpikiran jernih dan tidak emosi, beri kesempatan kepad GDC ini mungkin dalam 1 tahun ke depan.., gimana progresnya., demi kebaikan kita semua.
    Kita jangan “naif” dengan perkembangan sekarang setelah ada GDC, terlepas dari Sertipikat bapak-bapak yang masih dalam proses di atas.

    Apa pantas kita merongrong GDC, sementara kita tahu bahwa SMR baru masuk di 2007 ?….

    Itulah pendapat saya untuk dapat direnungkan ooeh semua konsumen di GDC. Tapi apapun keputusan pak Eddy dan kawan-kawan, saya kembalikan kepada anda dan kawan-kawan sendiri.

  162. Norman Says:

    Tambah memanas aja nih thread, sepertinya kasus Sentul City yang kena class action ama penghuni nya karena ingkar janji, trulang lagi disini. skala masalahnya sama sama dahsyat kayaknya nih. trnyata blog ini bermanfaat banget yah? sehingga sy dan orang lain yg minat disitu, gak perlu kecebur 2 kali di lubang yg sama, thanks semuanya

  163. Hendra Says:

    Ya kalau mau dibuat panas …, bisa saja jadi panas ….. apalagi kalau dikomporin sama orang yang tidak punya kepentingan di GDC.
    Hati-hati ada penyusup yang akan merugikan kita semua, yang tambah masalah bukan cari jalan keluar.
    Apalagi disamakan dengan kasus Sentul City, apakah kita mau seperti itu dengan pengorbanan waktu dan biaya, kan .. lebih baik dicari win-win solution….

    Yang pantas bicara masalah GDC, saya kira hanya para konsumen GDC dan GDC sendiri.

    Thx.

  164. sonny Says:

    wah…kalau denger hystorynya dari awal sih,memang GDC bermasalah nih.pagi ini saya baca di suara pembaca harian seputar indonesia juga ada yg mengeluh karena beli dr tahun 2005 tapi surat suratnya gak jelas.
    saya sangat terbantu dengan adanya blog ini.sehingga rencana saya dan istri untuk ambil di GDC,dengan penuh keyakinan dan bulat hati saya CANCEL,alias gak jadi.tksh

  165. Rudy Says:

    Yaitulah, makanya seluruh masalahnya sudah dijelaskan sama Pak Yudi (Merketing GDC) dan pendapat pak Jack.

    Kalau gak jadi beli ya sudah ora opo-opo….. toh masih banyak yang lain mau beli…

    KPR Bank untuk GDC bisa pake Bank BTN atau BANK Century.

  166. sonny Says:

    pak rudy,
    mendengar statement anda ,saya dan istri tambah yakin dan gembira,bahwa kami tidak terperosok kedalam urusan yang super rumit.
    “Kalau gak jadi beli ya sudah ora opo-opo….. toh masih banyak yang lain mau beli…”,
    buat kami ungkapan diatas biasa di sebutkan oleh marketing yang tidak profesional,dan bukan pendekatan ke calon konsumen yang “win-win solution”.tksh

  167. Rudy Says:

    Saya bukan orang marketing pak Sonny, tapi yang concern dengan GDC.
    Tidak perlu dijelaskan lagi alasannya,…… Kan sudah dijelaskan panjang lebar oleh Pak Yudi dan komentar pak Jack, silahkan diresapi. Memang SMR beli aset dari Daksa yang sebelumnya bermasalah & sekarang lagi diperbaiki oleh SMR lewat GDC.
    Jadi tidak sepotong-sepotong.

  168. budi hartono Says:

    bagus deh orang2 marketingnya GDC pada nimbrung di sini (atau mungkin hanya satu orang, tapi gonta-ganti nama??), kalo bisa diajakin juga tuh bos2nya supaya ikutan baca blog ini, supaya tahu keluhan konsumen2nya yg pada ditelantarin. Kalo memang benar kata Yudi, Jack, Rudy, SMR adalah dewa penolong untuk GDC, ya buktikan donk….jangan ngomong doank. Kalo memang permasalahannya hanya butuh waktu untuk menyelesesaikan surat2…..ya jelasin ke konsumen, undang kami ke pertemuan resmi, atau kalo repot, surati satu-persatu ke konsumen. Tapi kenyataannya kan nggak begitu, saya yang udah datang ke kantor GDC, kasih surat resmi, dijawab aja nggak. Jelas sekali ngga ada itikat baik dari GDC, sama seperti daksa dulu, hanya ingin cari untung sebanyak-banyaknya. Makanya yg diurusin hanya calon konsumen baru, tapi begitu dapet duitnya………Saya sih masih berharap manajemen GDC yg sekarang tdk spt daksa, tapi kalo orang2nya sama saja???

  169. diece Says:

    jika ngomong doang kan gratis pak rudi, jika warga yang punya masalah diundang bisa berabe……bisa aje kan saking keselnya malah marah-marah…jadi lebih baik dibiarkan sampai pada bosen

  170. Aryo W Says:

    Buat Marketing GDC, cobalah di print website yang berisi komentar, umpatan, teriakan konsumen anda ini.
    Bawa ke top management. Kalo gini trus banyak calon pemberi baru yang bakal membatalkan. Memang seh anda bakal untung 1 juta akibat cancellation, tapi apa ini lebih besar dari fee yang anda dapat kalo satu rumah laku terjual? Belum dosanya????? hayo… anak istri makan uang haram…

    Seperti kata Pak Budi Hartono
    Kalo memang ada itikad baik, undang semua warga yang masalahnya belum tuntas ke sebuah pertemuan jelaskan pada warga mengenai status tanah/rumah mereka. Disertai bukti kalo memang sedang di proses. Kalo perlu undang kepala BPN sekalian biar yakin.
    Beri komitment paling lambat kapan bisa selesai.
    Berapa lama? 1/2 tahunkah? 1 tahun kah?
    Apa kompensasinya bila anda melanggar komitment tersebut?

    Saya kira hal ini tidak akan sulit.
    Kalo permasalahan tiap orang beda undang satu persatu lah. Berapa banyak seh rumah yang sudah dibangun?
    sampai gitu 10,000 rumah?

    Daripada anda keluar biaya banyak bikin baliho gede2, pasang spanduk sana sini buat promosi, tapi setiap hari di depan kantor pemasaran ada yang demo nuntut surat, malah jadi ga ada yang beli nantinya

    Semua penghuni akan jadi tim marketing bila anda melakukan pelayanan yang bagus. gak mungkin lah kalo mereka ga mempromosikan lingkungan tinggal mereka. So selesaikan masalah ini dulu. Semakin larut semakin banyak yang dirugikan

    Saya sebagai calon penghuni baru juga was2 akan hal ini.
    Kalo besok surat saya sudah jadi duluan daripada penghuni lama, bisa timbul gap diantara penghuni satu dan lainnya.
    Iklim lingkunganya jadi tidak kondusif.
    Yang pasti kalo ketemu di arisan isinya cuman komplan-komplen ke developer.
    Itu kalo surat saya jadi, sepertinya bakal senasib nech ama penghuni lama.

  171. Rudy Says:

    Setuju “way out” dari Pak Aryo, itu bagian dari solusi. J
    uga tolong pak Yudi (Merketing GDC), supaya informasi ini anda bawa juga ke “Top Manajemen”.

    Saya kira ini masukan bagus, jadi tidak hanya promosi keluar dengan spanduk yang besar dan gede-gedean, tapi promosi juga ke dalam (internal) “para penghuni” dengan bereskan Sertipikat, setidaknya bila belum ada Sertipikat buat surat Edaran atau pemberitahuan ke masing-masing penghuni yang belum Sertipikat atau AJB (tidak cukup hanya klarifikasi general di harian Kompas saja seperti pernah dilakukan oleh pak Mogi sebelumnya (owner “SMR”) supaya semuanya jadi bisa saling mendukung pembangunan GDC.
    Kita saling membutuhkan tidak bisa jalan sendiri-sendiri.

    Mari kita hidupkan GDC ….

  172. Budi Says:

    Untuk Ibu Farah,

    Ibu kan sudah tandatangan AJB, saya dapat info untuk urus supaya dapat salinan AJB. Ibu sebenarnya tidak sulit segera hubungi pak Hary atau Pak Tono bagian legal GDC.

    Masalahnya katanya Ibu hanya harus kumpulkan lagi berkas-berkas pembayaran dahulu bahwa sudah lunas, untuk didaftarkan NIBnya dulu, baru kemudian Salinan bisa dikeluarkan. (walau jadi repot, ya… memang harus dipenuhi supaya AJB dan sertipikatnya dapat di proses).

    Silahkan menghubungi, biar ibu dapat urus IMBnya juga untuk bangun rumah di Anggrek 2. Sayang kalau kavling ibu dilepas. trm ksh.

  173. Wahyu Jatmiko Says:

    WAH GDC YA….? GAK BISA COMMENT. SAYA PUNYA 2 KAVLING GANDENE SATU LUAR 120 YANG SATUNYA LUAS 75. UNTUK YANG 120 SAYA DAPAT SHGB SETELAH 4 TAHUN KPR JALAN. UNTUK YANG LUAS 75, SAYA BAYAR LUNAS TAHUN 2002 SAMPAI HARI INI BELUM AJB. PERNAH AJB DENGAN NOTARSI YANI SURYANI TAPI GAK TAHU TUCH NOTARIS…BODONG JUGA KALI SAMPAI HARI INI BELUM ADA KABAR. KALAU ADA YANG MAU AMAN BELI AJA RUMAH SAYA DI SEKTOR ANGGREK3 BLOK A1-23/24. LT195/LB120.
    SAYA MAU JUAL 600JT. MASALAH KAV no 24 SELUAS 75M2 YANG MASIH BELUM ADA SERTIFIKATNYA NANTI BISA KITA BICARAKAN SCHEME PEMBAYARANYA. DARIPADA PUSING DAN SEPERTINYA JUGA DEPOK AKAN SEMAKIN MACET KALAU SEMUA CLUSTER GDC BERPENGHUNI, SAYA INSYA ALLAH MAU PINDAH KE PREMIER ESTATE- BAMBU APUS.

  174. Wahyu Jatmiko Says:

    WAH GDC YA….? GAK BISA COMMENT. SAYA PUNYA 2 KAVLING GANDENE SATU LUAR 120MYANG SATUNYA LUAS 75. UNTUK YANG 120 SAYA DAPAT SHGB SETELAH 4 TAHUN KPR JALAN. UNTUK YANG LUAS 75, SAYA BAYAR LUNAS TAHUN 2002 SAMPAI HARI INI BELUM AJB. PERNAH AJB DENGAN NOTARSI YANI SURYANI TAPI GAK TAHU TUCH NOTARIS…BODONG JUGA KALI SAMPAI HARI INI BELUM ADA KABAR. KALAU ADA YANG MAU AMAN BELI AJA RUMAH SAYA DI SEKTOR ANGGREK3 BLOK A1-23/24. LT195/LB120.
    SAYA MAU JUAL 600JT. MASALAH KAV no 24 SELUAS 75M2 YANG MASIH BELUM ADA SERTIFIKATNYA NANTI BISA KITA BICARAKAN SCHEME PEMBAYARANYA. DARIPADA PUSING DAN SEPERTINYA JUGA DEPOK AKAN SEMAKIN MACET KALAU SEMUA CLUSTER GDC BERPENGHUNI, SAYA INSYA ALLAH MAU PINDAH KE PREMIER ESTATE- BAMBU APUS. SILAKAN HUBUNGI SAYA DI 0818839672 KALAU BERMINAT BELI RUMAH SAYA

  175. Temennya-Wahyu Says:

    Seperti kata Pak edi …. Tanpa ada kepentingan Pribadi dan hanya dengan maksud Berbagi rasa aja… Saran saya… sebelum membeli , mendingan temui dan discuss dulu dengan bapak bapak erte dan bapak erwe serta tokoh masyarakat yang ada di perumahan kota kembang atau GDC… Agar penyesalan datangnya belakangan.!!!

  176. Eddy Says:

    Untuk anda-anda yang PRO GDC,

    Menyimak dari pembicaraan anda semua, bahwa menekankan SMR baru mengambil alih GDC 2007 memang benar, namun seperti yang diucapkan oleh komunitas disini bahwa “HANYA MEMBERITAHUKAN BAHWA SEDANG DI PROSES”,..

    Pertanyaan :
    1. Jika memang GDC sedang memproses apakah semua warga yang dirugikan tahu masalah ini?
    2. Apa yang bisa menjamin bahwa waktu proses tersebut benar-benar terlaksana?
    3. Apa ada surat keterangan yang menyatakan Bapak A atau Bapak B bahwa surat-surat rumahnya sedang diproses, sehingga memakan waktu harap menunggu, dan sebagai penggantian waktu tunggu kami berikan kompensasi .
    4. Apakah SMR – GDC bersedia memberikan kompensasi bagi warga-warga yang sudah punya “waktu tunggu” lebih dari 2 tahun untuk menunggu kembali sampai proses AJB terlaksana?
    5. Apakah anda bisa menjelaskan bagaimana dan kemana uang orang-orang tersebut yang membeli dengan TUNAI?
    6. Mana pedulinya Pihak GDC dengan Warga Lama, termasuk mereka yang sampai saat ini masih bermasalah, apakah solusi yang diberikan termasuk win-win solution? Selama ini hanya harapan kosong dan janji-janji bukan..

    Mungkin anda-anda yang PRO bisa menjawab pertanyaan tersebut!

    Menurut saya pribadi anda-anda semua hanya bisa menjelaskan dengan arti lain tanpa win-win solution, apakah Pihak GDC berani memberikan kompensasi kepada warganya untuk menunggu sehingga surat-surat tersebut selesai?

    Kompensasi apa yang diminta? tidak muluk2 mungkin rata-rata dari e-mail saya yang masuk adalah
    “Meminta kepastian per-orangan tertulis bahwa Pihak GDC memberikan surat-surat yang menerangkan bahwa sedang dalam pemrosesan dan DENGAN TENGGAT WAKTU ! Lewat dari masa tersebut akan di kenakan denda (tentative)

    Kemudian memberikan penggantian masa tunggu tersebut paling minim adalah “Pembayaran AJB sepenuhnya ditanggung pihak Developer serta perbaikan FASOS FASUM, dan mungkin beberapa pihak warga sudah membangun secara swakarsa oleh karena itu mohon di SPONSORI agar terlaksana lebih baik”.

    Cuma itu aja, ga susah kan … Ga perlu minta rumah baru atau neko-neko nuntut 1 Milyar tho…?

    Jadi saudara-saudara PRO GDC, menurut saya jangan cuma bisa Omong bahwa sedang proses sana.. proses sini…

    BUKTIKAN.. seperti diatas…

    Kalau Pihak GDC meminta waktu untuk membuktikan semua itu, mulai dari yang paling mudah dulu seperti yang saya paparkan diatas! itu paling mudah ketimbang janji-janji!

    toh .. kita semua ingin masalah ini selesai bukan berlarut-larut, coba dengarkan kata-kata saya!

    ITU KALAU MEMANG INGIN MEMBUKTIKAN BAHWA GDC (SMR) BUKAN GDC YANG DULU!!

  177. Eddy Says:

    Mohon maaf karena waktu saya terbatas untuk mengisi blog ini tidak seperti waktu kemarin-kemarin, karena saya sedang serius melaksanakan proses gugatan terhadap GDC yang sudah masuk tahap-tahap ajuan FINAL.

    Penggodokan pasal-pasal tuntutan, serta ganti rugi oleh Pihak Pengacara.

    Terima kasih atas dukunganya

    Ass. Wr. Wbb

  178. Eddy Says:

    Bapak – Ibu yang Budiman,

    Selama ini sepengetahuan anda bahwa saya pribadi dan kawan-kawan ingin menuntut Grand Depok City adalah benar adanya.

    Dikarenakan hal-hal yang Pihak (DAS) sendiri keluarkan dengan surat keterangan mereka yang menjanjikan. Jadi bukan karena kita memang berbuat sengaja atau menjatuhkan Perusahaan tersebut.

    Agar lebih jelas kami paparkan berita yang kami belum posting agar lebih jelas kepada saudara-saudara :

    Jakarta, 28 Maret 2008

    Kepada Yth,

    Bagian Perijininan (Legal)
    Bp. Djoko Pujianto
    di tempat.

    Perihal : SURAT PERMINTAAN PENGAJUAN AKTA JUAL BELI

    Dengan hormat,

    Sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa surat keterangan dari Pihak Dinamika Alam Sejahtera, PT ( Yang selanjutnya disebut Developer ) dengan No. 010/DAS/GDC/PERIJINAN/03.08 sudah diterima oleh Saya, namun isi dalam surat keterangan tersebut tidak sesuai dengan pembicaraan per – telepon sebelumnya.

    Dalam butir ke 4 (empat) surat keterangan dengan No. 010/DAS/GDC/PERIJINAN/03.08 tertanggal 26 Maret 2008, bahwa pada bulan Juli 2008 baru akan terjadi proses peningkatan status Tanah/Kavling tersebut baru akan menjadi HGB Induk, bukan menjadi pecahan NIB yang siap akan ditanda tangani AJB dihadapan Notaris/PPAT. (Bertanda Tangan Djoko Pudjianto)

    Dalam hal ini telah terjadi penyimpangan hak konsumen yang dimana Pihak Developer telah Mengabaikan kewajibannya dan selama ini hanya menuntut kewajiban sisi konsumen saja.

    Sehubungan dengan keterangan tersebut yang mengacu pada surat keterangan sebelumnya No. 19/DAS/KKDR/02-2007 tertanggal 26 Pebruari 2007, dalam Paragraf ke-3 (Tiga) dikutip bahwa ;
    - Sertifikat HGB Induk kami masih memerlukan waktu kurang lebih 8 (delapan) bulan sejak ditanda tanganinya surat ini, sedangkan penandatanganan Akte jual Beli (AJB) akan dilakukan setelah sertifikat HGB Induk Tersebut selesai.
    - Balik Nama terhadap pecahan sertifikat ke atas nama Bapak tersebut akan kami selesaikan kurang lebih 8 (Delapan) bulan setelah AJB tersebut selesai. (Bertanda Tangan Ir. Hartono Padmosoedarso)

    Dan Kemudian acuan mendasar dengan surat keterangan No. 004/DAS/Kaw – KKDR/Tan – Jin/ 07.06 tertanggal 31 Juli 2006, dalam butir ke-2 (dua) dikutip bahwa ;
    - Bahwa penandatangan Akta Jual beli (AJB) dihadapkan Notaris/PPAT akan dilaksanakan dalam waktu secepatnya.(Bertanda Tangan Ir. Bob Sidharta)

    Sesuai dengan keterangan tersebut diatas maka Pihak Developer memang secara sengaja mengabaikan hak-hak konsumen dan kewajibannya.

    Dimana Kewajiban saya selaku pembeli sudah terpenuhi hanya saja sampai saat ini saya tidak memperoleh keterangan mengenai status Rumah dan Tanah yang saya tempati tersebut sampai saat ini.

    Untuk hal tersebut sudah sekiranya pantas untuk saya perkarakan dan saya umumkan ke khalayak ramai agar masyarakat tahu tentang dan bagaimana dengan penyikapan administratif dan manajemen Developer saat ini.

    Sekiranya surat-surat dan berkas pendukung sudah kami siapkan dan pihak Developer sampai Awal bulan April 2008 belum memberikan kepastian maka akan kami masukan berkas perkara tersebut ke Pengadilan.

    Hormat saya,

    Eddy Setyowibowo

    Tembusan :

    1. Bp. Slamet [Ketua RT. 04]
    2. Bp. Toteng [Ketua Rw. 07]
    3. Arsip.

    Harap Dibaca dengan baik, dan anda-anda yang PRO dengan GDC mungkin tidak tahu menahu bahwa dengan adanya dasar dari surat surat keterangan ini kami meminta hak-hak kami yang dijanjikan sesuai tertulis dalam surat keterangan Perusahaan tersebut.

  179. hidayat Says:

    Pak Eddy,
    Sangat terpuji dan salut, seandainya pihak pengembang baru mau MENSPONSORI FASUM FASOS yang telah dibangun dan dipelihara warga sebagai bentuk niatan baik dan menjalin silaturahmi dengan warga yang telah ada.

  180. Rudi Says:

    “KALAU ADA YANG MAU AMAN BELI AJA RUMAH SAYA DI SEKTOR ANGGREK3 BLOK A1-23/24. LT195/LB120.
    SAYA MAU JUAL 600JT.”

    Untuk pak Wahyu, kalau dihitung tanah bapak sekarang bisa dianggap per/m2 sudah hampir Rp. 1,7 Juta dengan asumsi harga rumah Rp. 300 Jt. Sudah mahal juga pak…, berarti nilai investasi tanah sudah meningkat dalam 4 tahun, sy kira dulu per/m2 sekitar Rp. 500 ribu. Sudah naik 3 x lipat lebih.

    Terlepas dari bapak dapat sertipikat dengan perjuangan karena dulu beli dari Daksa, maka hanya “isapan jempol” kalau masih ada anggapan di GDC tidak ada yang bersertipikat tanah seorangpun.

    Kalau Depok (Margonda) selalu macet….., ya solusinya ke depan Jl. Boulevard GDC ini mulai dari Jl. kartini akan menjadi pusat niaga Depok melanjutkan ke arah Selatan- Timur Depok yang paling strategis dimana di kanan – kiri Jl Boulevard GDC akan dibangun untuk pertokoan, sehingga orang tidak tumplek di Margonda saja yang dianggap sebagai etalase Depok.
    Bisa ditanyakan pada Walikota bagaimana kebijakan lalu lintas Depok dan rencana pembangunannya.

    Mudah-mudahan SMR tidak hanya memberi janji, tapi bukti yang secara perlahan mulai kelihatan, karena mengurus masalah Daksa dan DAS “yang lama” tidak mudah seperti membalikan tangan.

    Terima kasih.

  181. Temennya-Wahyu Says:

    Pak.. eddy… dari informasi yang saya denger… teman2 di Anggrek3 juga telah menggugat developer.. di pengadilan… dan MENANG.. sekarang pihak developer sedang mengajukan naik banding…. tx.

  182. Unggulo Says:

    halooo.. pertanyaan saya lum ada yang jawab yach.. apa memang ternyata TIDAK ADA yang berpengalaman seperti saya?

    tolong yang ngaku marketing GDC jawab! Jangan cuman nimbrung buat ngomong kalo GDC bagus ini itu dst. Kalau perlu setiap statement saya Anda counter. baru saya puas.

    Thx.

  183. Wanti Says:

    Pak Unggulo,

    Menurut yang saya dengar marketing GDC sekarang lagi sibuk tandatangan AJB dihadapan PPAT/Notaris dengan para pembeli baru di cluster-cluster yang sedang ditawarkan. (Maaf bukan mau manasin yang belum tanda tangan AJB akibat DAKSA atau DAS sebelumnya, yang menurut SMR tidak lebih dari 1 tahun ke depan sudah dapat diselesaikan, tergantung status tanah dari DAS sebelumnya), jadi mungkin belum sempat buka blog ini lagi.

    Saran saya, daripada bapak tunggu informasi mekanisme pembatalan lewat blog ini, lebih baik didatangi saja ke marketing GDC, kalau perlu mungkin ditongkrongin.

    Untuk informasi di Kompas hari Jum’at, pendukung KPR atas pembelian rumah di GDC sudah ada 4 bank terdiri dari:
    1. BANK BTN,
    2. Bank Mega,
    3. Bank Century, dan
    4. Bank Bumi Putera.

    Kesemua bank tersebut merupakan bank-bank yang berpengalaman asam-garam memberi fasilitas kredit. Jadi bapak-bapak dapat menilai sendiri upaya serius SMR membesarkan GDC demi kepentingan para konsumen juga GDC ke depan.

  184. Eddy Says:

    mari – mari .. GDC .. GDC.. siapa mau beli.. hayu.. hayu.. [kayak kacang goreng] .. promo nya si bagus…

    tp belum ada yang menjawab semua permasalahan saya tuh.. dari kemarin cuma tunggu.. sabar.. [nanti sabar tahun 2010 aja] ..

    masak c sibuk tanda tanga AJB, lah wong .. kemarin saya mampir sepi banget…! yaa ada 1-5 orang tanya2

  185. Mang Iya Says:

    Selamat Kenal, Bapak dan Ibu,

    Kepada yang senasib dengan saya, saya ucapkan mudah2an kita semua diberi kekuatan dan kesabaran yang cukup dalam memperjuangkan hak menghadapi kezaliman dan kesemena-menaan Developer, dan saya sampaikan : “Kewajiban Developer membayar denda keterlambatan penyerahan fisik dan dokumen-dokumen rumah, sebesar +/- Rp 5 jt, apabila tidak dibayar, DEMI ALLAH saya anggap semuanya adalah Hutang Dunia dan Akhirat dari Pengurus Perusahaan / Developer”.

    Kepada yang baru berniat / hampir / telah, membeli di KKDR / GDC, saya ucapkan mudah-mudahan hal yang menimpa kami tidak menimpa Bapak dan Ibu, walaupun saya sama sekali tidak yakin.

    Kepada yang membela Developer, ucapkan terima kasih telah mendinginkan hati kami, TAPI, jika anda adalah orangnya DEVELOPER, YANG PURA-PURA BERKATA BIJAKSANA maka saya sampaikan : MONTONG LOBA OMONG SIAH BEBEL

  186. Rudi Says:

    Saya kutip pengakuan tulus dan jujur dari pa dhe Sugeng dari Cluster melati atas progres GDC:

    “Kekesalan saya telah terbayar, tanda tangan AJB sudah di lakukan di kantor pemasaran GDC lama dihadiri notaris dan pihak Bank pemberi kredit. Ada sekitar 5 konsumen yang pada hari itu mendapat kesempatan tanda tangan AJB… saya tinggal menunggu khabar selanjutnya ujud dr AJB tsb dari bank (secarik kertas mungkin yg bisa buat pegangan saya :-&#119

    Lega??? tidak fair kalau saya merasa lega smentara banyak teman-teman belum mendapat kesempatan yang sama… saya cuma berharap kesempatan yang saya dapat ini segera diikuti oleh para konsumen yang lain.
    Ketika ada tetangga menanyakan ‘ Loh..mas kok udah bisa AJB saya aja yg “lunas” belum juga sampai sekarang, gimana caranya?’ saya cuma bisa jawab, “Saya udah kehabisan cara, ngglinding aja mas…ketika harus marah saya akan mengumpat mereka, ketika harus sakit hati…saya harus nrimo aja dulu…kesian anak istri nanti jadi korban sakit hati..”.

    Teman-teman, perkembangan nasib rumah saya harus saya sampaikan apa adanya, paling tidak bisa buat pertimbangan ketika harus membeli/KPR rumah dimanapun.

    pa’dhe Sugeng
    tetep prihatin…”

    Mudah-mudah selalu ada progres, juga buat para konsumen yang masih belum Sertipikat atau AJB supaya dapat terselesaikan.

    Thx.

  187. Wahyu Jatmiko Says:

    UNTUK PAK RUDY, Maaf memang Rumah Di anggrek3 harganya mahal. Perjuangannya darah, Airmata, Opportunity cost, dan sebagainya…dan satu hal yang gak ada di harganya….Anggrek3 itu komplek yang penuh persahabatan dan sangat Mandiri dan tidak tergantung dengan Developer. Kami bereskan masalah lingkungan dari Kebersihan, PJU, Pagar Cluster, Legalitas, Security, Kependudukan dan lain sebaginya SENDIRI… Maaf untuk barang dan harta istimewa harganya mahal. Mahal bukan karena ini ada Lingkungan GDC tapi karena cara mendapatkannya yang sangat istimewa. Saya sangat kehilangan kehangatan dan nilai persahabatan di Anggrek3 kalau seandainya saya pindah ke Premiere Estate Bambu Apus awal tahun depan. ANGGREK3 ITU NANTINYA AKAN SEPERTI NARNIA ( CHRONICLE OF NARNIA )BUAT SAYA. NEGERI YANG PENUH KEPEDIHAN TAPI MEMBAHAGIAKAN UNTUK DIKENANG KARENA DISANA KAMI SAMA SAMA BERJUANG UNTUK MENDAPATKAN HAK HAK KAMI. SAKIT HATI DAN MIMPI BURUK KAMI, GUNDAH HATI KAMI TEROBATI KARENA KEHANGATAN, PERSAHABATAN DAN KEKELUARGAAN ANNGREK3. Tapi maaf kami harus juga pindah, sebelum semua Cluster di GDC penuh dan sebelum Margonda tambah macet. Rencana Walikota….Bullshit!! Emang kita masih punya pemerintah yang memikirkan kita..??? Lihat Anggrek3 di jajah DAKSA, apa yang telah diperbuat Pemerintah buat kami. Kami semua bisa mandiri, kami bisa bangun dan berdiri lebih baik tanpa mereka.

  188. Hedwig™ Says:

    Walah… sudah mau pindah… :-) pasti nyari rumah yang deket dari kantor… supaya bisa BTW terus tah

  189. Wahyu Says:

    yoi….biar tambah irit boss…..kan lumayan hemat BBM dan Saving the earth tentunya….. Hidup B2W!!!!

  190. Wahyu Says:

    AYOK, BLOG INI PASTI AKAN TAMBAH RAME SOALNYA SUDAH TAK POSTING DI MAILIST ANGGREK3…..MAAF YA!!!

  191. delia Says:

    Mas wahyu..kok ceritranya kaya para pejuang transmigrasi yah , harus benah-benah kampung sendiri….nah jika pindah bagaimana dong kan sudah dibuatkan waterpark, apa tidak nyesel, atau sebelum pindah ikutan gunting pita dan berikan sepatah dua patah kata perpisahan…

  192. temennya wahyu Says:

    mbak delia… saya rasa mas wahyu tidak akan mau ikutan gunting pita tuh…. nanti lagi gunting pita water park…. ada yang demo lagi… kaya waktu yang lalu…. lagi ngadain lomba lari depok 10km dengan hadiah rumah di kota kembang… eh… di demo… jadi bubar tuh acaranya…. kasihan.. deh…

  193. delia Says:

    Saya mau usul aja, bagaimana jika salah satu hadiah motor/mobil yang mau diberikan…..kita usulkan diberikan developer ke mas wahyu sebagai kenang-kenagan atas kesediannya tinggal bersama kita juga untuk peringatan kebangkrutan ….e kebangkitan nasional…..100 tahun maksudnya, kapan dong kebangkitan cluster-cluster di kota kembang

  194. Wahyu Says:

    Wah boleh juga tuch….Ntar mobil/motornya aku kasih temen temenku yang lagi berjuang untuk mendapatkan keputusan tetap di Mahkamah Agung atas gugatanya ke Daksa qq DAS. Lumayan buat trasnport atau bayar pengacaranya

  195. pa'de sugeng Says:

    Salam,
    Maaf pak moderator dan teman2 skalian, kalo boleh saya numpang jualan disini dengan pertimbangan calon pembeli paling tidak lumayan sedikit paham dengan semua permasalahan di GDC.
    Saya mau over kredit rumah di sektor Melati blok F3-13 (hoek), LT.180, LB.55. 2 km tidur, 2 km mandi, 1 km pembantu. kondisi masih asli. sudah AJB, KPR Bank Artha Graha tinggal 2th, 10 bln. cicilan 2,7 jt. Saya mau over kredit Rp 200jt (bisa diobrolin)

    Trima kasih…
    Pa’de Sugeng 0888-997-6941, YM:wudunen

  196. rudi Says:

    Pak’de mau kemana, katanya ada berita orang yang sudah lama tinggal dan ‘juara sabar’ nunggu AJB atau sertifikat akan dapat umroh gratis atau motor

  197. pa'de Sugeng Says:

    Kebetulan saya belum sempat meninggali rumah tersebut, saat ini saya sangat membutuhkan biaya untuk pendidikan ke empat anak saya. Tinggal di GDC atau tempat skarang saya tinggal bukan masalah, tergantung mana yang laku duluan…
    GDC yang laku duluan alhamdulillah… tempat tinggal skarang ada yang berminat saya syukurin. Syukur2 ada dewa penolong yang membuat saya tidak harus menjual rumah, waaaah…gak mungkin yah…

    pa’de sugeng
    tetep prihatin…

  198. Rudi Says:

    “Tapi maaf kami harus juga pindah, sebelum semua Cluster di GDC penuh dan sebelum Margonda tambah ……..”

    Pak Wahyu, saya kutip sebagian “CHRONICLE” bapak di Anggrelk 3, saya bisa maklum semua perasaan bapak dan mungkin konsumen lama lainnya akibat ulah Daksa.

    Namun saya melihat ada optimisme dari balik kekecewaan bapak walaupun mau pindah, seperti dikatakan “sebelum semua Cluster di GDC penuh” mudah-mudahan demikian pak.
    Karena saya berharap GDC dengan diambil alih oleh SMR pertengahan 2007, diharapkan akan banyak membawa perubahan. Walaupun sepertinya SMR terlalu berani mengambil aset yang bermasalah bekas Daksa, tapi mereka optimis untuk membangun kembali lahan tidur di GDC.
    Mudah-mudahan dengan hijrahnya, bapak mendapat tempat yang baik dan konsumen yang lama dan baru serta GDC dapat terus berkembang. Karena saya yakin SMR tidak ingin bernasib sama seperti Daksa. amin ……..

  199. adi Says:

    Mas Rudi, anda sudah tahu masalahnya dan sebenarnya sederhana asal ada niat atau komitmen saja, masalah lama segera diselesaikan , terutama hak-hak konsumen yang sudah ternistakan developer lama. Pelanggan baru diyakinkan dengan fakta yang nyata (untuk hal ini kasus lama dapat jadi guru). Pelanggan lama adalah marketing efektif bagi untuk juga meyakinkan pelanggan baru.

  200. Ipung Says:

    GDC skrg beda dengan yang dulu, dengan perubahan di berbagai aspek kami menjamin pada konsumen akan janji2 kami untuk kepuasan pelanggan

  201. Wahyu Jatmiko Says:

    Betul tuch ….Kata temen saya ( Pak adi ) Selama persoalan lama belum diselesaikan, Nasib SMR kurang lebih akan sama dengan DAKSA. Apalagi kalau temen temen anggrek3 atau yang temen temen cluster yang lain mulai bergerak dan mengeliat atau saling sinergi apalagi mereka mengulangi apa yang pernah kita kerjakan ke Daksa. Pengalaman adalah Guru yang paling baik. Pak Rudi dan pak Esaf mungkin sebagai sesama Team di GDC bisa belajar dari Pak Gandi, Tito, Nugroho, atau Pak Zabidin. Jangan sampai hal hal ketidak nyamanan juga terjadi dengan para petinggi GDC. Konflik dan ketegangan juga jangan sampai terjadi lagi. Bagaimanapun Customer akan lebih concern ke Hak hak dasar seorang pembeli. Water park dan segala fasilitas yang lain itu adalah nomor sekian setelah AJB, Sertifikat, dan fisik Rumah itu sendiri. Berani Beli Kota Kembang harus berani ambil resikonya. Ibarat Beli mobil bobrok, harus siap perbaiki sana sini supaya jalanya lebih nyaman walaupun tak akan senyaman mobil baru. Saya masih ingat bagaimana ekpetasi saya sesuai janji Daksa tidak bisa terpenuhi dan itu sangat tidak nyaman apalagi teman teman yang lebih kurang beruntung dari saya. Secara hati nyaman tinggal di anggrek3 karena kita punya tetangga dan sahabat sahabat yang sangat saya cintai. Tapi secara lahir dan apa yang kita lihat sangat tidak nyaman untuk tinggal di GDC. Kami di anggrek3 banyak yang telah menjadi korban Daksa dan sakit hatinya hampir mati karenanya bahkan sampai dibawa mati.
    Apapun profesi kita dan usaha kita, itu adalah amanah dan sebaik baiknya Muslim/Manusia adalah yang bisa menjaga amanahnya sehingga bermanfaat bagi orang lain bukan malah sebaliknya menyusahkan orang banyak. Seperti Daksa yang yang telah membuat sengsara ribuan warga kota kembang dan customer lainya belum termasuk Sub kontraktornya bahkan karyawanya. Bagaimana mungkin perusahaan itu akan jadi besar dan Barokah sementara ribuan orang menyumpahinya dengan hal hal yang jelek bukan malah sebaliknya mendoakan hal hal yang baik.
    Kalau GDC mau maju, hilangkan sakit hati para customer Kota kembang lama maka insya allah bukan cuman ribuan customer ex Daksa mungkin para malaikatpun mendoakan dan membantu usaha SMR di GDC menjadi lebih maju.

  202. joko Says:

    Saya yakin, blog ini akan menjadi sejuk bahkan mungkin cenderung sepi , jika memang betul kepuasan pelanggan menajdi fokus kita tunggu saja..Semoga tim di Melati, Puri Insani, Anggrek 1, 2 dan 3, Roma sabar menanti

  203. Rudi Says:

    Untuk Anggrek 2 yang sekarang sedang dibenahi lagi oleh GDC, katanya di awal bulan Juni ini akan ada pembangunan lagi lebih dari 14 unit rumah baru.

    Kami minta pak Ipung atau pak Yudi dari GDC bila membaca blog ini untuk disampaikan kepada manajemen, agar fasilitas Listrik PLN bisa segera juga dipasang.
    Karena sekarang ini sudah ada kurang lebih 5 rumah yang sudah jadi, tapi belum bisa dipakai karena belum ada listrik PLN. Sekaligus dengan sebagian pengaspalan jalannya.

    Saya dapat kabar dari pemilik kavling yang dulu beli dari Daksa, mereka juga sangat membutuhkan fasilitas Listrik dan jalan tersebut, supaya mereka bisa membangun rumahnya, sehingga Anggrek 2 bisa hidup, tidak menjadi lahan tidur.

    Mohon tanggapan dan actionnya dari GDC (SMR).

    Terima kasih.

  204. iwan Says:

    Kami dari Anggrek 1 juga berharap ada perubahan, apalagi lokasi berada pada ‘etalase’nya GDC. Kepada mas Ipung dan Pa Yudi mohon juga kendaraan angkotnya diatur sedemikian rupa, tidak diparkir depan pintu gerbang agar komplek kami berkesan asri, tidak nampak seperti terminal

  205. malakanist Says:

    JANGAN PERNAH PERCAYA DENGAN DEVELOPER GDC/ PT.DINAMIKA ALAM SEJAHTERA/DAKSA, MEREKA ADALAH JELMAAN MAKHLUK2 YANG TIDAK PUNYA HATI.

    SELAMA PERMASALAHAN SERTIFIKAT KONSUMEN LAMA TIDAK PERNAH DIBERESKAN, SELAMA ITU PULA KAWASAN INI AKAN MENJADI HANTU YANG MENAKUTKAN.

    DAS TINGGAL MENUNGGU BOM WAKTU DARI KONSUMEN LAMA PLUS KONSUMEN BARU

    YANG BUSUK TETAP BUSUK, KALAU DISIMPAN TETAP KETAHUAN.

    GDC/DAS LAGI BUKA BOOT DI MARGO CITY, WHEREEVER THEY OPEN THEIR BOOT, NEVER TRUST GDC/DAS, BEFORE THEY WANT TO BE FINISH ALL THEIR PROBLEM THAT THEY MADE BY THEM SELF. HOW CRAZY OUR COUNTRY. WHERE IS WALI KOTA, WHERE IS OUR REPRESENTATIVE. ALL THIS GUYS KNOW OUR PROBLEM, BUT THEY ARE SILENT. WHY THEY DONT WANT TO SUPPORT US ?, DO YOU KNOW WHY, WE ARE THE POOR GUYS.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  206. Jati Says:

    Itulah masa lalu yang akan diperbaiki oleh SMR lewat proyek GDC. Berapa ribu X-pun ….. & siapapun….. yang mencemooh GDC, saya kira SMR akan terus maju untuk memperbaiki keadaan Kota Kembang.
    Semua sudah risiko atas ambil alih aset yang bermasalah. Hanya waktu dan kenyataan di lapangan yang akan membuktikan sebenarnya.
    Yang belum puas lebih baik bersabar semua dalam proses, bila tidak ada SMR susah dech “no hope”….

    Kita beri mereka kesempatan membangun dan memperbaiki kinerja developer terdahulu (Daksa). jangan malah tambah masalah untuk menjatuhkan pihak yang akan memperbaiki keadaan GDC. Bandingkan sebelum SMR masuk, Kota kembang seperti “Dead City”…..

    Peace….

    Thx.

  207. widodo Says:

    betul itu pak, klo semua calon pembeli takut … bukan hanya SMR yang rugi ,penghuni lama juga rugi, tempat tinggalnya akan sepi selamanya

  208. malakanist Says:

    Untuk jati & widodo, gua yakin lu hanya tau kulit2nya mengenai GDC, Gua jauh lebih tau dari lu pada. Lu tidak akan pernah bisa garansi untuk konsumen baru bahwa mereka bisa dapat sertifikat dengan tepat waktu saat mereka sudah akad dengan GDC.

    Masak ada konsumen lama yang sudah AJB dan menunggu sertifikat selama 2 tahun ini belum juga kunjung selesai, malah yang apesnya, konsumen lama disuruh ajb ulang, dengan alasan ajb transisi kata morist, kalau sudah ajb ya ajb aja, mana ada ajb transisi. ajb transisi cuma ada di gdc, di t4 lain yang orang2 lebih jujur tidak ada yang namanya transisi. Otomatis konsumen lama yang disuruh ajb ulang harus menunggu berapa lama lagi baru selesai. sampai sekarang pun top manajementnya gdc tidak bisa garansi, gimana mau garansi, sertifikat induknya masih di BAG.
    bersiap2 lah dengan timing boom yang sudah komulatif.

    gua bicara fakta, bukan bull shit.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  209. Jati Says:

    Masih bagus ada yang melanjutkan proses AJBnya, mau diulang atau tidak itu semua masalah teknis, sabar …. yang penting harus bisa jadi Sertipikat.

    Coba kalau andalkan Daksa ke laut aja…… Ane juga korban Daksa sudah lebih dari 5 tahun belum sertipikat sampai sekarang ….. tapi tidak perlu dendam… dan ada harapan perbaikan untuk jadi sertipikat setelah jadi AJB setelah SMR masuk.

    Kalau kita takut-takutin konsumen lain dengan penderitaan kita, kita bisa jadi hantu sendiri bagi konsumen baru di Kota kembang (GDC).
    Lihat perkembangan sekarang fasilitas terus ditingkatkan, bank pendukung dulu cuma AG to, sekarang sudah ada 4 bank yang mendukung :
    1. Bank BTN,
    2. Bank Mega,
    3. Bank Bumi Putera
    4. Bank Century.

    Bank-bank tersebut, bukan orang-orang bodoh yang main dalam dunia property.
    Ane bukan mau muji-muji GDC, tapi mari saling bantu kembangkan GDC untuk kepentingan kita bersama.

    Peace…..

  210. widodo Says:

    tul…

  211. Wihelmine Says:

    Kepada Pak Eddy, dan teman2 semuanya..
    Saya mohon masukan2 dari semua teman2..
    barusan aja pihak Artha Graha minta saya utk transfer uang pembayaran untuk urus penandatanganan AJB dengan GDC
    Saya bingung knapa rumah saya dan mama saya di anggrek3/C1 beli dgn hrg sama, luas sama,dll tapi knapa harga biaya AJB beda? mama saya diminta sekitar 1,9jt dan saya diminta sekitar3,3jt, setelah pihak bank bantu tanya ke GDC bagian legal , katanya ternyata dulu pihak Daksa menjual rumah ini pada kami dgn status tanah yg sebagian SHGB sebagian SPH, jd istilahnya blom beres dibebaskan tanahnya, dan tanah/rumah saya beli bagian yg belum bebasnya lebih byk, maka biayanya lebih besar.. gila bgt yah? masa urusan pembebasan tanah belum kelar tanah udah bisa dijual ke kita? itu kan sama aja penipuan yah?kita nggak pernah diinformasikan soal ini oleh Daksa pada saat pembelian.
    Kata Artha Graha, GDC janji akan menyelesaikan semua akte2 & serah terima akte paling lambat Sept 2008 ini, saya mohon informasi apakah temen2 yg lain juga mengalami hal yg sama? apa memang harus begitu? atau ada hal2 yg saya pertanyakan lebih lanjut ke pihak GDC agar saya tidak tertipu?
    Terima kasih atas perhatiannya & bantuan info nya.
    Salam,
    Wihelmine Agrrek3 C1

  212. malakanist Says:

    Untuk jadi,kita bukan dendam, tapi bukti yang bicara. Janji gampang diucapkan untuk mendapat konsumen baru, tapi pembuktian yang perlu, bukan nanti2.

    teman saya kakaknya mau beli rumah di gdc, pas ditanya ke marketingnya mengenai sertifikatnya, mereka tidak bisa garansi kapan selesai, mana ada seperti itu.

    teman saya yang lain juga datang ke kantor pemasaran, marketingnya juga tidak bisa jawab, yang mereka bisa jawab cuma kulitnya. sekarang teman saya beli rumah di permata depok, this is real, not bull shit.

    Untuk ibu wihelmine, saya cuma saran, jangan pernah ttd ajb sebelum mereka selesaikan sertifikat mereka yang bermasalah, seharusnya mereka satukan dulu shgb+sph menjadi satu surat, baru mereka jual lagi.
    bu, selama gdc tidak bisa menunjukkan adanya surat pemecahan sertifikat induk (roya) untuk kavling ibu, jangan pernah ttd ajb. Saya sudah konsultasi kebeberapa notaris, surat roya yang dikeluarkan bank penjamin adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum ajb.

    sekali lagi saya katakan, saya tidak demdan dengan gdc, tapi ketidaktahuan konsumen mengenai legalitas, jangan malah diboongi. konsumen itu tidak pernah minta macam2, yang penting penuhi hak dengan cara benar setelah mereka melunasi kewajibannya.

    Bagaimana dengan kasus bapak irwan siregar yang tinggal di puri insani 1, masak gdc tidak mau mengakui bahwa gdc tidak ada hubungannya dengan rumah bapak tsb, dengan alasan rumahnya dibeli dengan daksa. yang anehnya lagi, bapak tersebut bayar uangnya ke marketing, eh…..duitnya ditilep sama marketing. Apes banget tuh pak irwan.

    bagaimana dengan melati yang 70% warga belum punya sertifikat.

    orang akan percaya penuh dengan gdc, kalau sertifikat warga diselesaikan. saya akan bantu promosikan gdc kalau ini terjadi.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  213. Rudi Says:

    Untuk bu Wihelmine saran saya konfirmasikan lagi ke GDC, tentang rincian biaya tersebut. kalau semuanya sudah jelas baru ibu bisa tanda tangan AJB.
    Pengalaman buruk ibu, karena Daksa dulu yang tidak terbuka. Saya kira GDC bisa diajak bicara untum menjelaskan masalah ibu. Bila telah jelas dan GDC minta untuk AJB, lebih baik ibu lakukan, karena kalau ada kesalahan notaris akan ikut bertanggungjawab juga, karena tidak teliti cek sertipikat.

  214. malakanist Says:

    Ibu wihelmine, jangan pernah mendengar saran yang tidak masuk akal, jangan ibu terjebak dengan pemainan yang tidak lazim dilakukan kalau orang membeli properti. Ini sudah saya buktikan sendiri bahwa gdc tidak bisa menunjukkan roya yang saya minta. Kalau pihak gdc bisa menunjukkan roya dari bank penjamin ibu boleh bergerak sedikit dan tetap berhati hati.
    Kalau cuma ingin mendapat informasi rincian ibu, oke2 aja, itu bagus, tapi kalau untuk menulasi, ibu harus banyak diskusi dengan tetangga, itu jauh lebih baik untuk kondisi sekarang. Uang yang sudah masuk tidak akan pernah kembali lagi secara utuh, bahkan perang urat syaraf.
    Jangan pernah lagi memberikan uang secara langsung ke gdc, ibu akan kecebur seperti bapak irwan siregar, ini fakta, ibu bisa datang ke rumah pak irwan di puri insani 1.
    Bagaimana sengan kasus bapak tommy yang sudah setor uang puluhan juta, tapi rumahnya tidak dibangun, akhirnya dia minta uangnya dikembalikan, dev mau kembalikan dengan cara dicicil, aneh bukan……..,setor utuh keluarnya nyicil.
    Tidak ada tanda2 dev lama atau baru untuk benar2 menunjukkan niat baiknya, mereka tidak akan pernah terbuka. Masak kalau konsumen lama ada kekurangan pembayaran dulu, harus bayar ke das, tapi kalau mereka punya ganti rugi dengan konsumen lama minta nya ke daksa, kata pak morist dan pah hary. Aneh ya…,giliran uang masuk ke das, giliran uang keluar minta ke daksa.

    Jangan ibu tertarik dengan iming2 ajb yang tidak sesuai prosedur, ini terbukti dengan konsumen lama yang sudah ajb 2 tahun lalu, terus diminta ulang ajb sekarang, is it true…..?,kasihan tuh konsumen tsb, tadinya mereka berharap dalam jangka 2 thn itu sertifat bisa didapat, tapi sekarang mereka kembali ke nol lagi, syukur2 1 thn or 2 thn kedepan sertifikat bisa keluar, kalau tidak jika dijumlahkan menjadi 4thn atau lebih mereka menunggu sertifikat, ditambah tahun2 sebelum mereka ajb pertama mereka sudah menunggu rata-rata 4 tahun, total semua kira-kira 7/8 tahun. Kalau orang sehat yang berpikir,sertifikat seperti apa 8 tahun tidak selesai…?

    Notaris yang benar, akan mengikuti prosedur yang benar, seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya, roya adalah syarat MUTLAK SEBELUM AJB

    Ibu lebih baik percaya konsumen yang korban juga, biar hak2 ibu sebagai konsumen terlindungi, kalau bukan kita sesama konsumen yang melindungi, siapa lagi…….?. Kita boleh percaya dengan dev, kalau mereka menunjukkan bukti2 dan prosedur yang benar, dan saya pasti mendukung abis gdc.

    APA YANG SAYA SAMPAIKAN DISINI ADALAH FAKTA

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  215. Wihelmine Says:

    Terima kasih kpd Bp. Malakanist & Bp. Rudi atas jawabannya.
    Kalo soal uang sudah bayar rumah nggak jadi2 saya juga ngalamin tuh, pas di pameran bilangnya 6 bulan setelah DP, rumah pasti udah jadi, salahnya kita nggak survey2 atau tanya2 org yg pernah beli, jd deh kena perangkap, sudah 2thn’an lebih setelah nge-push bolak balik ke dev baru deh rumah kita jd..
    semua janji2nya itu gombal, serah terima kunci proses lama di undur-undur, kuncinya kurang lah apalah.. terus katanya ada jaminan 1 thn kalo ada kerusakan akan di ganti, MANA?? eternit saya ada yg rembes air hujan, saya sudah lapor berkali-kali nggak ada hasil sampe sekarang (udah lewat 3thn).
    Terima kasih saran2nya saya akan tanya secara detil kepada GDC rincian biaya-nya,kalo perlu di fax secara rinci, ini brapa, itu brapa, dll..
    Jadi surat roya harus sudah siap/ ditunjukan pd saya kalo mau ttd AJB yah? ok nanti saya konfirmasi dulu soal itu.
    Terima kasih sekali lagi yah.

  216. Unggulo Says:

    Gila bener.. kasus saya yang tidak jadi ambil rumah di GDC masih inget? katanya 1 bulan akan dikembalikan 4 juta dan HANGUS 1 juta.. oke ga masalah, salah gw sendiri.

    Tapi kok, kita TRANSFER ke Bank 5 juta namun kita harus AMBIL LANGSUNG dalam bentuk GIRO ke SUNTER pada JAM KERJA!!!!

    Gila apa? Kok gw yang repot? Sialan banget GDC gw sumpahin loe semua! Ini ampir sama kayak kasus yang gw baca di atas, kok KITA YANG REPOT.. kalo yang komplan di atas saya , pertama KITA BAYAR CASH trus dia BALIKIN NYICIL..

    Kalo saya, bayar transfer BANK, kok HARUS AMBIL SENDIRI DI SUNTER PADA JAM KERJA !!!

    Gila apa? Gw kerja di Depok, Rumah di Bogor, Harus JAUH KE JAKARTA UTARA DEMI UANG HAK GUE 4 JUTA. BACA : HAK GUE! YANG SUDAH KALIAN POTONG 1 JUTA. PAKE AJA SATU JUTA ITU BUAT MAKAN GW GA RELAIN LOE GDC!!! BALIKIN KE REKENING KENAPA GA BISA???

    POKOKNYA JANGAN AMBIL RUMAH DI GDC.. Jaminan GDC SATU :

    KALIAN YANG REPOT SENDIRI!!!!!!!!!!!! TENAGA, WAKTU, UANG ABISSS PERCUMA

  217. Unggulo Says:

    Tambahan : TIDAK ADA SATU KATA PUN DARI GDC yang Bilang kalo “Bapak/Ibu gak jadi ambil rumah, bapak/ibu harus ambil sendiri ya uangnya ke kantor kami di sunter, kita nggak peduli salah situ sendiri kenapa ga jadi beli…”

    yang ada cuma, kalau nggak jadi, maka booking fee/DP dikembalikan dengan dipotong 1juta. TITIK!

  218. Jerat Grand Depok City alias GDC, alias Kota Kembang Depok « The Unggul Center Says:

    [...] 10, 2008 by Pompey Tidak perlu banyak menulis, saya hanya bisa komplain melalui situs diskusi di bicara rumah dimana saya sepertinya menanggalkan nilai-nilai intelektual karena kekecewaan yang sangat [...]

  219. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    Weladalah…masih seru juga toh?….hm…ckckckck…
    Jadi begini semuanya…sebage salah seorang wong sugih di bumi pertiwi endonesa ini….saya mau bagi2 tips…(bukan bagi2 duit…emang aku iniiiii….mbah mu opo?)

    Semua perkara di endonesa ini sudah lumrah ada mafianya…(tribute for Holland yg ngalahin Italy tadi malam…he…he). Kalo gak pake mafia, aksi tipu2, bandit dan upeti mana bisa saya jadi mulyo begini????

    Yang kesian itu lah ya kamu2 orang….kerja siang malem…ngumpulin duit buat beli rumah..eh udah kebeli sertipikatnya susah….Tega?….wah harus dan perlu itu…

    Akhir kata :
    Lah kamu liat dong bank penjaminnya?….AG wuuihhhh….sereeeemmmm….

  220. Manusia Says:

    hehehe.. lucu. lucu sekali.. udah lah bos setiap dateng pasti komennya kayak gini.. mas, mas, ga usah buka en ga usah posting lah, capek-capekin sampeyan aja. gaul sono ama monyet beneran gih… udah ga lucu komen-komen sampeyan.

    ga usah ikut2 sok satir nyindir dan hebat. Kita berbagi sesama manusia, bukan dengan monyet kayak sampeyan (sorry bukan menghina, soalnya nama user sampeyan kan monyet).

    kalo ga kita share disini, entah berapa banyak korban lain. kita ngga usah dikasiani sama monyet, mending monyet ngasiani diri sendiri kenapa mukanya monyet dan komentarnya seenak pantatnya monyet.

    salam buat keluarga monyet, semoga beruntung, bagi2 tipsnya buat keluarga monyet aja. Udah ngaku monyet, komentarnya nggak lucu lagi.. salah deh.. lucu deh.. ha… ha…. ha…. ha…

  221. lary Says:

    GDC mirip lampu neon–dibuat meriah, gembyar agar banyak ‘laron-laron’ tertarik mendekati terangnya sinar. Sebelum masuk, bujuk dan senyum manis ditebar penuh pesona. Setelah masuk ‘gelap-gulita’, hopeless, cape, main petak umpet.

  222. malakanist Says:

    Ibu wihelmine, mudah2an ibu percaya sama saya. Kalau ibu punya teman/saudara notaris, bawa notaris saat ibu berurusan dengan gdc. Biar notaris sama notaris yang berurusan, masak aturannya bisa beda, sekolah mereka kan sama, diktat yang dipakai juga sama.
    Cukup daksa yang sepeti itu, sama das/gdc jangan terjebak 2x.
    Saya tidak punya tendensi apa2 dengan gdc, tapi gdc belum menunjukkan niat yang benar terhadap kita yang jadi korban. selama ini gdc cuma bisa membual doang, careful with them.

    buat marketing or staff gdc, berhentilah anda membela gdc dengan buta, apa yang anda omongkan berlawanan dengan hati,mudah2an saudara/teman anda tidak terjebak seperti kami. level atas (manajemen) anda sendiri tidak bisa menjamin sertifikat bisa keluar, apalagi anda yang di level bawah, hanya demi fee yang tidak seberapa, anda menjual hati nurani anda.RENUNGKAN….,tapi jangan BENGONG…

    Saya tunggu komentar yang pro gdc, kalau perlu manajemennya, saya siap berargumen dengan mereka secara sehat,biar publik lebih banyak tau. copy darat lebih bagus, biar publik banyak yang datang.Ini untuk kebaikkan gdc juga.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  223. joe Says:

    Pak Malakanist,
    usul untuk dibuatkan forum warga kawasan yang anggotanya warga-warga yang punya masalah dari setiap cluster dan dibuatkan data base permasalahannya. Bagaimana ?

  224. bangkit Says:

    gila ya,rupanya gdc masih bermasalah juga.tapi iklannya tetap gencar tuh.harusnya pihak bank dan DPP REI ikut peduli masalah ini.biar gdc gak seenaknya nipu calon pembeli untuk jadi korban berikutnya.
    untung kemaren pameran gak jadi ngambil rumah disana.gua cuma bisa saranin temen temen gue untuk gak ngambik rumah disana,biar iklannya gencar juga.
    @ buat seluruh warga yg sdh terlanjur,saya cuma bantu doa semoga masalahnya bisa cepet selesai dengan baik sesuai harapan semua.amien
    @buat marketing gdc,
    semoga bisa merasakan kesulitan calon pembeli dan warga yang sudah di rugikan.berempatylah sehingga anda bisa ikut memberikan solusi terbaik,bukan hanya argument semu yang hanya berorientasi penjualan.
    thks all.

  225. Wihelmine Says:

    Ya iyalah saya percaya sama Bp.Malakanist,
    kan Bp. kasih masukan dengan bermaksud baik, ok saya akan hati2 bgt supaya nggak hilang uang saya utk sesuatu yg nggak jelas.
    Saya pernah tanya pihak AG bank, bisa nggak saya bayar ke AG aja biar saya urusannya sama AG, biar AG lindungin saya jgn sampe bayar salah masuk kantong, AG bilang nggak bisa harus langsung ke PT. Dinamika Alam Sejahtera.
    bisa nggak ya saya minta setelah urusan beres AJB saya langsung bayar di tempat.. kayaknya nggak mungkin mau ya dia..
    krn saya takutnya saya udah bayar tapi taunya pas mau ttd.saya mau liat roya nggak ada/blom siap, terus ditunda-tunda uang saya nggak tau kmana lagi,nggak jelas..
    duh… repot bgt yah..
    terima kasih yah..
    Wihelmine

  226. Anggrek-3 Says:

    yang saya bingung… ternyata rumah kita kaga ada IMB – nya loh…. suer…. kalau kaga ada IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN.. berarti… kapan saja bisa di rubuhin dong sama TranTib… Wuihh Serrreeeeem deeeh…

  227. Eddy Says:

    Salam Hangat para warga GDC terhormat,

    Mohon maaf bukaanya saya tidak bersuara karena di sumpal oleh Pihak GDC, namun perisiapan semua berkas2 yang ada sudah beres dan rampung untuk tuntutan2 ke Pihak pengembang.

    Tambahan : Jangan menggunakan jalur Arbitrase, karena semua aspek hukum hanya mengedepankan hak konsumen yang dimana hukum tersebut masih lemah di indonesia bahkan bisa di putarbalikan oleh pihak GDC.
    Gunakan jalur hukum meja Hijau langsung.

    Ada benarnya sebelum AJB Siap pihak notaris harus menyediakan ROYA terlebih dahulu sesuai dengan apa yang di diskusikan oleh pengacara dan notaris saya. Ada baiknya jangan membayar AJB tersebut walau dengan iming2 akan selesai secepatnya dari pihak developer. Ikuti permainan mereka dan temukan sisi “akal-akalan” dari permainan mereka tersebut.

    Cek pembuktian kebenaran surat-surat tersebut.. ya kalau anda sibuk ambil cuti lah 2-3 hari .. untuk bolak balik kantor BPN, ga mw repot.. pasti banyak yang bantu kok terlebih untuk proses sertifikasi para pejabat2 tersebut sudah disumpah.. katanya… :P namun jangan kecewa .. toh anda keluar uang 100-200rb untuk cek ricek .. dari pada kecewa jutaan + makan ati.. termakan buaian GDC semata

    Selamat berjuang untuk semua yang ada di forum ini, katakan kepada publik bahwa kebenaran dan fakta yang ada di sini adalah SEBENAR-BENARNYA!!

  228. Marketing GDC of the year Says:

    Kalau saya jadi marketing GDC , saya akan tulis begini:

    Bapak ibu sekalian , saya marketing GDC dari pengembang PT DAS. Kami sepenuhnya memahami apa yang bapak ibu rasakan dan telah jalani selama bapak ibu berhubungan dengan grand depok city ,dh : Kota Kembang. Sebagai marketing , kami memiliki tugas untuk memberikan layanan yang baik pada bapak ibu sekalian sebelum , saat akan dan setelah bapak ibu membeli produk properti kami . Tentunya dengan kemampuan maksimal yang kami miliki serta juga keterbatasan kami sebagai pegawai , kami akan menjembatani permasalahan bapak dan ibu sekalian .
    Kami tidak menutupi bahwa permasalahan bapak ibu telah berlarut larut baik saat dengan Kota kembang maupun GDC yang mungkin adalah akibat kesalahan dari pihak perusahaan kami dan pengembang sebelumnya , namun ijinkan kami membantu ibu bapak dengan sepenuh daya kami serta ijinkan kami bertemu bapak dan ibu untuk membicarakan apa yang belum kami ketahui dan menjelaskan apa yang sudah kami ketahui.
    Kami menyadari , kami mencari rizky atas ridho ilahi , dan tidak ingin menafkahi keluarga kami dengan niat buruk membohongi bapak ibu sekalian . .
    Untuk itu mari kita bersama bertemu pada tanggal XXX jam YYY di ZZZ.
    Permasalahan bapak dan ibu di GDC adalah permasalahan kami juga sebagai pengembang , semoga dalam pertemuan nanti kami dan bapak ibu dapat menemukan solusi atas permasalahan kita semua sehingga bapak ibu dapat mendapatkan hak bapak ibu sebagai konsumen dan kami dapat mengembangkan bisnis kami atas ridho Tuhan .
    Apabila selama ini kami berjanji dan berkata berlebihan mohon maafkan kami dan bila ada kurangnya pelyanan kami mohon segera beritahu kami.

    Terima kasih
    Mr Ngakusalahsulit
    Marketing GDC ,

  229. iwan Says:

    Untuk cluster Anggrek 1, saya selaku warga merasa tidak nyaman karena tiap hari angkot-angkot GDC diparkir di depan mata (gerbang), terus jika hujan besar jadi banjir .
    Tim Marketing silahkan teliti apa penyebab banjir tsb

  230. malakanist Says:

    Untuk pak joe, persoalan di gdc gak banyak, cuma proses ajb dan sertifikat yang tidak sesuai prosedur.

    Untuk pak eddy, saya mengutip sedikit tulisan bapak “Ada benarnya sebelum AJB Siap pihak notaris harus menyediakan ROYA terlebih dahulu sesuai dengan apa yang di diskusikan oleh pengacara dan notaris saya”.

    Kalau bapak bilang ada benarnya, berarti masih mengandung 2 opsi, bisa benar harus ada roya, bisa tidak pakai roya.
    Seperti yang saya bilang sebelumnya, ROYA JAMINAN/ PARISIAL adalah MUTLAK.

    Saya dukung aksi pak eddy CS ke meja hijau, jangan pernah padam.

    Saya informasikan sekali lagi, omongan marketing gdc itu no thing, mereka tau cuma sekulit ari permasalahan ini.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  231. martin Says:

    Salam Hangat,

    ada yang tau status tanah di cluster alamanda? saya mau ngambil satu unit di cluster ini, thanks atas informasi berharganya.

  232. manurung Says:

    Kok saya tidak merasakan hal yang sama, surat-suart beres , ketika KPR terakhir saya bayar. Saya penghuni yang tinggal di Alamanda

  233. Mang Iya Says:

    Oom dan Tante, jangan lupa lhoo, selain surat-surat rumah, dev juga punya kewajiban membayar ganti rugi / biaya keterlambatan penyerahan surat-surat tersebut. Hal ini kalau di SPPJB saya tertulis jelas buanget. Sewaktu saya tanya sama orang dev GDC, mereka bilang itu tanggung jawab Daksa. Ha ha ha ha, jumlahnya untuk tipe rumah saya ini lumayan lho +/- Rp 5 juta, sama dengan jumlah BPHTB . Woiii pembela GDC ada komen ?? daripada ditagih di akherat mendingan bayar atuh Jang, he he he.

  234. dewieq Says:

    Membaca semua berita tentang GDC dari awal sampe akhir tiba-tiba membuat saya pusing karena sepertinya saya sudah membuat kesalahan dengen tidak melakukan cek and recek atas kasus2 yang menimpa pembeli rumah di Kota Kembang sebelum melakukan pembelian. Hal ini ditambah dengan melihat secara langsung kualitas bangunan GDC yang saat ini sedang ramai2nya di bangun. Rangka-rangka atapnya meliuk-liuk bak penari profesional, kusen kayunya layu dan banyak bangunan saya liat penataan batu batanya ga karuan, bolong disana sini. Saya sudah terlanjur mengambil type Almanda 45/120 dari November 2007 namun sampai sekarang bangunannya juga belom ada 50% berdiri, padahal tenggat waktu sampai November 2008 akan segera habis. Saya merasa harga yang hampir 300juta tidak sepadan dengan kualitas bangunan yang ditawarkan. Belum lagi jalan-jalan masih kering, belom ada penataan taman yang seharusnya dilakukan jauh sebelumnya, water park yang dijanjikan bulan Juni 2008 openingnya mundur jadi July 2008 yang setelah saya cek ke lokasi sampai saat ini pun tahapan pembangunanya masih jauh dari kata sempurna…
    Sebagai konsumen baru saya hanya bisa berharap, semoga SMR memenuhi janji-janji manisnya dan bisa bekerja lebih baik daripada Developer sebelumnya (yang mungkin memang satu manajemen).

  235. Martin Says:

    Pak Manurung,

    Cluster ALAMANDA belum jadi Pak, masih dibangun rumahn2ya. bapak penghuni blok dan No berapa?
    idii… sereeem.

  236. chepee Says:

    kota kembang itu developer bangsat..#@#
    marketing and orang2 developernya anjing kalian semua!! gak perlu diajak nego karena pada pura-pura bego.
    hati-hati ganti nama padahal dalamnya serigala-serigala juga.

  237. gerakan anti developer penipu Says:

    mau namanya kota kembang kek, grand depok city kek, apa pun lah namanya percuma…

    lebih baik kasih nama “kota bohong belaka”.

    ini konspirasi pemda depok, dengan developer, kenapa tidak diberikan sanksi hukum yg keras karena hanya keledai yang jatuh yang di lobang sama. kasihan warga depok atau pembeli rumah GDC ini yang lagi-lagi ditipu dengan janji-janji manis developer cari untung doang.

  238. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    waduh…waduh…jangan sampe keluar dong kebun binatangnya….sante wae….ntar jadi keliatan mana yg manusia/orang beneran…mana yg hewan….

  239. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    Satu lagi…ketinggalan….buat mas @manusia yg kemaren maki2 saya…terimakasih mas…he..he…

    btw koq situ tau pantat monyet “enak”?….please…jangan sampe seperti yg ada dipikiran saya ini…..;)

  240. riyan Says:

    saya kredit rumah di grand depok city yang saya tau disana menurut saya : spitank tempat buang air sangat rendah hanya 1×1 meteran,maka kalau keluarga sering BAB maka spitank pun cepat penuh. dan kalo sumur air / jet pump juga kurang dalam yang saya khawatirkan adalah saat musim kemarau air susah didapat, juga kualitas mesin yang dibawah standar,tolong kepada pihak pengembang diperhatikan agar yang lain tidak ada keluhan lagi..

  241. Mang Iya Says:

    Daksa cs ? nang ning nang ning nang ning nong (bacanya sambil bergaya kayak orang dari Riau 11 Bdg / Grogol Jkt ), he he he . . . . .

  242. iwan Says:

    Saya selaku warga Anggrek 1 mengucapkan terima kasih atas sikap responsif GDC yang telah mengatur dengan baik kendaraan angkotnya , sehingga tidak merusak pemandangan pada pintu masuk gerbang kompleks. Hal yang mungkin perlu dilakukan lebih lanjut adalah pengaturan kembali saluran eksisting dari cluster Alpina menuju komplek Anggrek 1 atau pembuatan saluran tambahan guna mencegah terjadinya banjir dalam komplek, mengingat rumah kami berada pada titik cekung (tempat berkumpul air). Saya amati pada saat hujan air menggenang bagian tengah dan cenderung banyak, dan yang cukup khawatir adanya kabel bawah tanah serta panel listrik yang tidak teratur (panel tidak ditambah sejalan pertambahan rumah).

    Trims, semoga GDC sukses

  243. Mang IT Says:

    Dear All,

    Launching Free Wireless for Cluster Gardenia, range until Anggrek Also.
    Free Internet connection (Wireless Only) trial test 1 Week Limited Area.

    Enjoy Your connection

  244. ayah adit puan Says:

    Mang IT,
    untuk cluster alamanda apakah masih masuk range jangkauannya?
    insya alllah saya akan jadi salah satu penghuni disana, alhamdulillah per 23 mei kemarin sudah akad kredit lewat kpr btn bogor.

    Memang kalo membaca comment2 diatas, serem2 kayaknya.
    Tetapi saya percaya akan iktikad baik dari pihak GDC untuk menyelesaikan masalahnya dengan para customernya. Kebetulan sabtu kemaren saat saya nengokin pembangunan rumah saya dan mampir ke temen istri yang tinggal di Anggrek 3, dapat kabar dari temen istri bahwa mereka telah dapat pemberitahuan dari developer untuk melanjutkan proses PPJB ke AJB, karena Status tanah yang dulu dibekukan karena developer lama lalai membayar pajak sudah dapat di clearkan.
    Semoga kita semua dapat menjaga diri kita dan bathin kita dari segala sesuatu yang cenderung menjadikan fitnah bagi orang lain.

    Wassalam,
    Ayah Adit puan

  245. dewieq Says:

    Pak Manurung,

    Iya sampean tinggal di Alamanda sebelah mana? wong belom ada yg jadi rumahnya ko… idididiiiiihh sereeeeemmmmm amat..
    Komen yang relevan dung, jangan mengada-ada trus kok jadi arena hujatan kebun binatang. Ga paham saya sama orang-orang gitu (siapa? sampean?chepee?). Kalo mau nimbrung pake pikiran.

  246. WINARTO Says:

    pada bulan Oktober 2007 saya pernah ke bagian pemasaran GDC dan memberikan tanda booking type alamanda sebesar 1 jt, akan tetapi karena satu dan lain hal saya tidak jadi ambil rumah tersebut, ternyata perumahan tersebut banyak membawa masalah kepada para penghuninya, semoga masalah tersebut cepat selesai.

  247. ayah adit & puan Says:

    ibu dewiq,
    tanggapan ibu itu untuk saya atau p manurung kah?
    Saya bukan p manurung bu, saya adalah calon penghuni di cluster alamanda blok b6 dan saya menyambut baik kalo ada sambungan wireles internet yang akan menjangkau calon rumah saya.
    saya tidak ingin berpolemik dengan siapa saja, dan mohon maaf apabila comment saya kurang berkenan di hati.

    Wassalam,
    Ayah adit puan

  248. Mat Klewer Says:

    Wah alhamdulillah dah nemu blog ini duluan sebelum bayar booking fee…jd ill feel nih…padahal kalo liat lokasinya amat menjanjikan (meski jalan masuknya di bawah SUTET)…& waktu minggu kemarin main ke GDC & kantor pemasarannya terus terang tertarik banget & setelah diskusi dengan keluarga niat nya makin bulat buat ambil cluster melati 2…tapi kayanya perlu sholat malam nih buat mutusin hal yg berhubungan dgn masa depan kaya gini (maklum karyawan bayaran dgn gaji pas2 an hehehehe) :))

  249. ayah adit & puan Says:

    Sesama muslim, saya sangat salut apa yang akan dilakukan oleh Pak Mat klewer.
    Sebelum saya memutuskan mengambil di GDC, saya juga mengumpulkan informasi dari banyak sumber termasuk blog ini. Kemudian saya survey ke lokasi dan bertanya langsung ke temen2 yang sudah lama menjadi penghuni di GDC (tinggal di anggrek1,anggrek3, dan puri insani1). Dan juga percaya pada feeling hati dan perlu adanya campur tangan Allah SWT. Karena saya percaya bahwa Allah akan memilihkan yang terbaik bagi umat-Nya

    Dari situlah saya memutuskankan memilih cluster alamanda, tetapi juga saya tetap mengambil tindakan aman yaitu mencari rumah yang sudah dalam tarap dibangun dan lewat KPR agar tidak repot dalam mengurus legalitas nya nantinya.
    Selamat hunting rumah,Kita sendirilah yang paling tahu apa yang terbaik bagi kita dan keluarga. Tentunya jangan lupa libatkan campur tangan Tuhan dalam menentukan pilihan.

    Wassalam,

  250. Mang IT Says:

    Free Internet Connection limited range only, Alhamdulilah Cluster Gardenia is already covered 100 %, please Find Free connection @ SSID : Gardenia WIFI, and please report to me the range frequency.

    Any comments please sent to my e-mail aak@cbn.net.id

  251. budiono Says:

    hari minggu kemarin cluster alamanda rumahnya sudah banyak yang berdiri, tinggal fasilitasnya aja masih dibangung, semoga cepat pembangunannya, (calow penghuni cluster Chrysant)

  252. budiono Says:

    hari minggu kemarin cluster alamanda rumahnya sudah banyak yang berdiri, tinggal fasilitasnya aja masih dibangung, semoga cepat pembangunannya, (calon penghuni cluster Chrysant)

  253. Aryo W Says:

    Buat Ayah Adit & Puan,

    Sorry ternyata rumah yang di janjikan oleh team marketing di blok Alamanda sudah di booking orang. Saya sampe marah2 kemaren, sudah berkali-kali survey ternyata tidak jadi. pdhl sudah di janjikan bisa pindah ke Alamanda.
    Jadinya batal dech kita bertetangga.

    Saya masih bingung jadi ga yah ambil yang di cluster anggrek 2 blok S2/11?
    Masih belum ada aktifitas apapun, tapi tadi pagi lewat jalan masuk anggrek 2 & 3 sudah di aspal kembali.

    Ada yang tinggal Di Anggrek 2 ga?
    Baik penghuni lama ataupun calon penghuni baru.
    Pak Willy? Pak Budi? kirim email dung ke mujadoel_99@yahoo.com
    bikin milist yuk, biar kompak ndesak developer supaya cepat di kembangkan anggrek 2.

  254. willy Says:

    to pak aryo
    saya dulu juga pengennya di alamanda tapi yang type kecil kehabisan tinggal type yang gede maklum kuli pabrik gk kuat cicilannya.. jadi pilihan kedua ya anggrek2 biar klo ke stasiun gk terlalu jauh . saya dh lama gk ke lokasi tp info terakhir akan dibangun 40 unit (info dari pak ipung)

  255. Aryo W Says:

    Pak Willy,

    Sudah akad blum? Saya sudah satu bulan ini di todong suruh akad, tapi saya minta paling tidak ada aktifitas pembangunan lah di Anggrek 2 sebelum akad jadi saya yakin kalo nanti bakal di bangun cepat.

    Concern saya di anggrek 2 yang paling utama adalah masalah kavling tanah kosong. Yang sudah merupakan hak individu bukan punya GDC lagi. Mungkin dahulu Daksa menjual berupa kavling tanah bahkan ada kontraktor yang di bayar dengan kavling tanah karena Daksa tidak mampu melunasi hutang.
    Kalaupun rumah nanti saya dibangun, kalau yang punya kavling tanah itu tidak segera membangun rumahnya, rumah saya bakal berdiri sendirian hehehee ga ada tetangganya.

    Pertanyaannya berapa lama tinggal sendirian di sana? bahkan GDC sendiri ga bisa jamin itu bakal dibangun karena sudah bukan kewajiban mereka.
    Mereka hanya bisa mengirim surat peringatan kalau yang punya tanah kosong harus segera membangun rumahnya, karena dalam perjanjian jual beli, dalam jangka waktu 2 tahun kavling tanah harus segera di bangun. Kalo tidak kena penalty.

    Makanya kemaren saya komplain ke marketing-nya dan di janjikan boleh pindah ke alamanda eh pas oke koq malah tidak bisa karena sudah di booking orang lain.

    Makanya kalo bisa yang tinggal di anggrek 2 baik yang lama ataupun calon, kita bikin komunitas dari sekarang jadi bisa ngompor2in yang hanya punya kavling tanah suruh mbangun rumah, biar cepet rame.

    Hayo2 yang angrek 2….

  256. ayah adit & puan Says:

    Pak Aryo,
    Sebagai informasi aza, banyak kavling tanah di anggrek 2 adalah milik perseorangan. Info dari temen istri yang tinggal di anggrek 3, dulu waktu dia bangun rumahnya di anggrek 3 adalah dengan biaya sendiri, kemudian harga bangunan rumahnya diganti oleh developer saat itu dengan kavling tanah di anggrek 2.
    Jadi kayaknya memang susah mengharapkan pembangunan rumah serempak di anggrek 2, karena adanya kepemilikan kavling2 atas nama perseorangan sbg ganti rugi biaya atas bangunan yang notabene kebanyakan mereka sekarang udah tinggal di GDC.

    wassalam,
    ayah adit puan

  257. Wahyu Says:

    Iya betul…memang anggrek2 banyak kavlingnya sudah ada yang punya. Tapi anggrek2 per bulan ini sudah resmi punya RT sendiri dan masuk dalam ke Erwean angrek3 (RW06)..
    Wah gak ada tempat Offroad buat main sepeda dong kalau dibangun rumah….hehhehe.
    Atau mau beli rumahkua aja ?

    Wahyu Jatmiko
    Anggrek3-A1 no23/34
    ( For sale )

  258. Iman Says:

    Pak Aryo, Pak Willy, …….. kemarin Kamis sore sy ke lokasi Anggrek 2 GDC, ternyata selain sudah ada Hot Mix jalan, GDC sudah mulai pasang boplang di Blok S untuk bangun sekitar 14 unit rumah baru dulu, mungkin termasuk rumah pak Willy. Sebaiknya pak Aryo teruskan sj akadnya, karena GDC penuhi janji di bulan Juni ini sudah mulai bangun rumah kembali. Silahkan cek sendiri ke lokasi Anggrek 2.

    Perihal pemilik kavling yang beli dari Daksa, saat ini sudah ada yang dibangun di Blok M1 dekat pak marzuki & rumah yang sebenarnya perlu listrik dan akan siap huni sekitar 5 rumah tersebar di Anggrek 2. Kewajiban GDC tetap ada terhadap pemilik kavling lama tetap masih ada yaitu bereskan fasilitas jalan dan listrik yang dijanjikan Agustus ini.
    Saya dengar ada pak Gunter dan pak Dadang, serta Bu Farah sebagai pemilik kavling Anggrek 2 yang ada rencana untuk bangun rumahnya. Memang kewajiban pemilik kavling untuk bangun rumah sesuai PPJB/AJB dulu.

    Selamat bergabung di Anggrek 2 GDC.

  259. willy Says:

    to pak iman, terimakasih atas infonya kapan2 saya juga pengin liat perkembangannya

  260. teguh Says:

    Mang IT, sampe gak ke Kloster Roma ya???

    Allhamdulillah saya betah tinggal di GDC, hehehe

  261. Mang IT Says:

    Dear Teguh,

    untuk wilayah anggrek 3 sebagian tercover tanpa perlu tiang tambahan, namun untuk ke wilayah ROMA saya rasa akan banyak gangguan jika Client tidak menggunakan tiang tambahan.

    Untuk informasi berlangganan hubungi 021-70329951

  262. yudi hartono Says:

    kalo harga sembako naik saat ini di grand depok untuk bulan juni tidak naik buruan beli pak nguntungin. yudi marketing gdc

  263. yudi hartono Says:

    sekarang sektor lantana ada type 45/105 yang menghadap bulevard, gile bo nilai invest banget, seperti beli rumah di margonda 5 tahun yang lalu, buruan jangan sampai kehabisan. kalo mau beli call 99145410. thank’s

  264. yudi hartono Says:

    ruko anggrek 1 sudah habis kita buka ruko waterpark,yang menghadap dua muka. terbuka juga bagi yang mau sewa kantin.khabar bagus lagi sektor alpinia yang kemarin habis sekarang di perluas di buka lagi unit terbatas. hubungi yudi 99145410

  265. yudi hartono Says:

    crysant habis tinggal 4 unit, jasmin tinggal 3 unit 45/90, alamanda habis tinggal 36/90 dua unit lagi. lantana masih ada, alpinia ada pengembangan. buruan yang beli banyak jangan sampai kehabisan. anda butuh rumah call yudi 99145410

  266. astrid tan Says:

    pak yudi t.36 dijasmine masih ada ga, tpi kenapa banyak komentar diatas yg miring2 ttg gdc. aku sih percaya pak yudi dh masalahnya kntrku dekat gedung SMR… puguh gedungnya sih hehehehehehe. yg diatas nmrmu yah…

  267. iwan Says:

    Sektor Alpina akan tambah bagus jika dibuatkan saluran drainase yang benar, agar tidak banjir, tidak ada konflik antar warga di kemudian hari, sehingga pembelinya yang akan tinggal disana bisa nyaman. Jadi tidak sekedar buruan beli aja, lihat juga faktor resiko pada proyek tsb jika mau maju

  268. nina Says:

    Gaya yudi jualan ‘bombatis’ benar hanya berorientasi bagaimana dagangan laku, tidak ‘cerdas’, pembeli atau konsumen sekarang sudah pada cerdas apalagi yang membeli rumah disana pada umumnya konsumen yang mengerti, baik dari segi kualitas, lingkungan hidup dan tentunya legalitas. Gaya anda jualan rumah, kaya jual duren aje

  269. Eddy Says:

    Duh … yang diladenin yang baru-baru saja, yang lama ditinggal tanpa perhatian penuh… boro-boro AJB Sertifikat aja masih ga Jelas? Bulan Juli Pak.. Oit .. ini Udah Bulan Juli Coy… Menurut Mbak nina Mr. Yudi Jualan Duren.. Menurut saya Durennya dah Kena angin “Anyep” karena pecah jatuh dari bak ter bukan POHON.

  270. yudi hartono Says:

    bu astrid aku udah fax daptar harganyakalo bisa booking dulu bu, kav yang ibu mau aku udah bantu tutup.

  271. yudi hartono Says:

    para komentar maaf aku numpang pasang telp. jelas semua komentar baik atau buruk jadi masukan buat kami sebagai acuan agar grand depok tetap mawas diri ke lebih baik,kita akan selalu ke arah perbaikan dan jelas butuh waktu,dan terima kasih yang sudah telp dan mengerti kondisi kami.dan dengar penjelasan yudi sebagai marketing.

  272. yudi hartono Says:

    berita bagus jalan aster sudah mulus dan untuk anggrek 2 jalan sedang pengapuran anti rayap,dan pemadatan bagi yang punya kav di anggrek 2 buruan bangun,karena kami akan bangun secepatnya di anggrek 2 biar rame, taman sudah mulai kita tanam hampir keseluruhan target tahun ini.bagi yang mau sewa ruko kita buka 7 unit dengan catatan brand terkenal,lebih jelas hubungi yudi 99145410

  273. Anggrek3 Says:

    Syukurlah.. kalau Anggrek2 jadi Rame dan banyak penghuninya… kita kita yang di Anggrek3, sangat support agar Anggrek2 cepat terisi full…

    Mazz yudi.. saya mau nanya.. katanya kalau kita mau tinggal di Anggrek2, akan dikenakan biaya Pemasangan Listrik serta tiang listrik sebesar 7jt-an oleh penghuni lama… karena dahulu kala sewaktu jamannya mazz yudi sebagai marketing Daksa… para warga Anggrek2 penghuni lama, memasang instalasi listrik secara patungan sesama warga, karena Developernya Tidak Mau Ngurusin… sehingga sebagai kompensasinya… para penghuni lama mengenai biaya sebasar 7jt-an kepada calon penghuni baru… ya.. kalau seandainya hal ini betul.. saya pribadi sih ndak menyalahkan warga A2 penghuni Lama, menurut saya sih Wajar jika warga penghuni lama mengenai biaya kepada penghuni baru… Abiss.. mereka beli rumah ndak dikasih listrik…. betul apa tidak sih mazz yudi..???

    Thanks-Anggrek3

  274. Wanti Says:

    Pak Yudi kalau boleh koreksi, statement ………”kami akan bangun secepatnya di anggrek 2 biar rame”…… Sebetulnya bukan …akan secepatnya lagi….., tapi sekarang sejak 26 Juni 2008 GDC di Anggrek 2 sudah membangun lagi Unit-unit baru di Blok S (sedang dalam tahap gali pondasi) dan menyelesaikan bangunan-bangunan 2 lantai yang sudah lama tertunda. (silahkan cek ke Anggrek 2).

    Untuk yang menanyakan dari Aggrek 3, ……… sebetulnya keliru kalau penghuni lama Anggrek 2 minta biaya-biaya Pemasangan Listrik serta tiang listrik sebesar 7jt-an kepada calon penghuni baru Anggrek 2 karena kondisi dahulu lain dengan keadaan sekarang.
    Penghuni lama kan sudah merasakan listrik sudah lama, andaipun benar harus ikut bayar…..gak bisa disamaratakan 7 juta dengan penghuni baru Anggrek 2.

    Selain itu tidak semua Blok di Anggrek 2 bisa menggunakan/dipasang listrik dari fasiltas Listrik yang sudah ada sekarang di Anggrek 2. Contoh seluruh Blok S, sebagian Blok M1 ke belakang tidak mungkin dapat pasang listrik dari yang ada sekarang, tapi harus disediakan oleh Developer (GDC) yang katanya lagi diurus ke PLN.

    Jadi tidak wajar minta 7 juta ke calon warga Anggrek 2 yang baru, sama saja setelah rugi oleh Daksa…terus minta ganti sama calon penghuni baru Anggrek2. nanti malah bisa dianggap memeras…. calon penghuni baru. yang benar 100% minta ganti rugi ya .. tetap sama Daksa dong…, jangan jadi menyulitkan pihak lain.
    Thx…

  275. Bobby Says:

    sesama marketing dalam satu tim memang harus saling membantu….
    kekekekekekekek

  276. Anggrek3 Says:

    Terimakasih mbak merry ehh.. maksud saya mbak wanti atas pencerahannya…

    Mudah mudahan informasi yang saya terima keliru, , , informasi mbak merry ehh mbak wanti yang benar…

    Jadi nanti kalau ada calon penghuni baru Anggrek2 yang menanyakan ke kita mengenai pungutan pemasangan instalasi listrik oleh para penghuni lama,,, kita akan arahkan supaya mereka minta perlindungan ke para Marketingnya saja atau kita anter ke rumah …. (kalau ndak salah ada marketing GDC yang ngontrak di A3 ya..)

    Karena sampai detik ini yang kita tahu ada sekitar 5 warga, yang belum bisa menempati rumahnya karena alasan iuran listrik tsb…

    Mazz Yudi…
    Udah gitu… kalau masalah Sampah, sistem pengangkutan dan pembuangannya bagaimana ya… kan tempat pembuangan sampah yang lama sdh tidak ada… jadinya di buang kemana ya….

    Thanks-Anggrek3

  277. Wahyu Says:

    Hihihihihi…Merry ya bukan wanti…

  278. yudi hartono Says:

    saya ucapkan terima kasih atas semua komentarnya,baik maupun buruk yang intinya saya yakin semua menginginkan grand depok lebih bagus lebih maju, itu tidak terlepas dari jasa bapak dan ibu kasih masukan dan komentar,yang jelas semua sedang dalam perubahan total untuk membangun dan menyelesaikan masalah masalah yang di tinggalkan developer lama.dan terima kasih buat ibu yang telp. saya pesan ruko walau banyak komentar dan kritik membangun buat kami. juga bapak dari surabaya yang telah beli dan ucapan simpatinya buat kami. makasih semua.!! !yudi 99145410

  279. yudi hartono Says:

    buat bapak yang di anggrek 2 listrik dari developer grand depok sedang proses ke PLN dan tidak perlu bayar 7 juta kalo pasang dari tiang kami.secepatnya pak tiang dalam pengurusan. dan buat bapak dari anggrek 3 soal sampah sudah kita pikirkan ada tempatnya kita buang bukan dekat kawasan kita pak….! dan saya pikir tiap hari ada truk sampah kita yang ambil yang jelas di buangnya nggak kaya dulu pak, kita buang jauh dari kawasan kita. sekarang kita lagi konsent bangun anggrek 2 biar lebih rame, jalan ke anggrek 3 sudah mulus harga di anggrek nilai investnya tinggi. siapa tahu bapak yang beli dari developer lama mau jual murah… kita siap jual banyak yang butuh. yudi 99145410

  280. Lily Says:

    bacot!!!

  281. Kerto Wijoyo Says:

    buat Lily, ada apa yach??

  282. Anggrek3 Says:

    Mazz yudi…
    Salut buat anda… memang dari sekian banyak marketing Daksa dulu, tinggal beberapa marketing yang masih bertahan termasuk anda…
    Dari pengamatan kami, cuma anda yang masih tersenyum dan berjualan serta tetap berani menemui konsumen walaupun kondisi sedang tidak baik… sekali lagi salut..
    Dari komentar2 di forum ini, kami tahu banyak marketing serta karyawan GDC dari level bawah sampai pak project manager yang ikut nimbrung.. but cuma mass yudi yang berani menggunakan nama asli dan memberikan no hp-nya… lagi lagi salut…
    Buat Para Calon Pembeli di GDC… kalau boleh kami kasih masukan.. jika berniat membeli property di GDC, hub Mass Yudi, , ,
    Buat mass yudi, Kami yakin Anda akan tetap berjualan dengan jujur, ceritakanlah apa adanya , jangan ada yang ditutup tutupi, baik itu masa lalu atau masa sekarang… Biarkan konsumen memilih, ajak konsumen bertanya pada warga lama, jika memang rejeki pasti akan jadi milik anda… Anda masih sering mampir shalat-kan di Masjid Anggrek3…
    Oiya… denger denger… Bonus Anda sejak GDC sampai di Angka 100jt Rupiah… lagi lagi sekali lagi Salut…..

    Salam-Anggrek3

  283. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Yth. Pimpinan GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo)

    Apa kabarnya ? semoga tetep sehat dan diberikan kelapangan sehingga dapat segera menyelesaikan PR-PR nya.
    Sepertinya Bapak2 belum pernah secara kongkrit menyelesaikan permasalahan paling mendasar di kawasan kota kembang, yaitu masalah sertifikasi rumah. Fasos dan fasum tentu sangat penting, tapi yang paling penting bagi konsumen pembeli rumah, ya surat-surat rumah.
    Terima kasih tentu kami sampaikan atas perbaikan jalan ke arah Anggrek 3. Tapi jujur kita mau nanya, apabila di situ tidak ada sektor Anggrek 2 yang sedang anda jual lagi, apa GDC masih mau memperbaiki jalan lingkungan kami ???
    Kembali ke masalah sertifikasi, alangkah eloknya apabila Bapak2 dapat segera menghubungi kami satu persatu, untuk membicarakan penyelesaian sertifikasi sekaligus untuk membuktikan kepada kalayak ramai, komitmen GDC sebagaimana yang telah sering disampaikan para marketingnya. Berapa lama waktu penyelesaiannya dan apa yang akan diberikan sebagai kompensasi apabila ternyata waktunya molor, dll…

    Salam Pembebasan !!!

  284. Wahyu Jatmiko Says:

    Makin banyak dan gak pernah selesai selesai jadinye neh forum….Hihihihihi.
    Buat Yudi…banyak tuch di anggrek3 yang mau jual rumahnya. Kalau gak ada sertifikatnya bisa dijualin gak??? rumahku juga mau dijual LT195/LB90. 580jt dech…..tapi yang ini udah ada sertifikatnya….

    Wahyu A3-A1 no23-24

  285. Joy Says:

    Alhamdullilah Gw tinggal di GDC Anggrek 3 enak banget, apalagi jalan-2 sudah mulus, plus sarana -2 lain ( water boom, ruko dll ) sedang dibangun , dan yang paling penting sertifikat rumah udah ditangan.
    Jadi kenapa ga pilih GDC buat tempat tinggal kita.
    so tunggu apalagi………buruan ambil rumah di GDC

  286. Salam Says:

    Tidak perlu “apriori” dengan GDC karena ada Anggrek 2 jadi ruwet……dech hidup ini, yang penting realitas jalan-jalan di GDC sudah mulus selamat menikmati…. Soal sertipikat belum selesai itu memang nasib yang perlu perbaikan akibat ulah Daksa. Jangan marah pak karena di Anggrek 3 banyak yang tidak “…sssssstttt….” terhadap GDC.
    Mudah-mudahan semua pihak pintu hatinya selalu terbuka untuk perbaikan.

    Salam Pembebasan..

  287. Anggrek3 Says:

    Mazz Yudi…
    itu coba jualin rumahnya Pak Wahyu Jamiko di Anggrek3 bisa ndak… BUKTIKAN DONG Kalau anda Adalah seorang Marketing yang memegang Komitmen… Jangan sampai ternyata kami kami ini salah menilai tentang diri anda… Setahu saya, policy GDC .. marketing tidak boleh menjual unit rumah selain milik GDC… apa perlu kami minta ijin sama pak project manager mazz…

    Buat teman2 yang senasib lainnya..

    Fyi.. kami di Anggrek3, memang sudah ada yang mempunyai sertifikat tapi cuma 1/3 dari jumlah rumah… itupun dapatnya dengan cara perjuangan yang sangat LUAR BIASA… dengan kekompakan dan TIDAK SALING MEMENTINGKAN KEPENTINGAN PRIBADI..

    Sampai sekarang, Teman2 yang belum dapat sertifikat, masih dalam perjuangan di pengadilan… devl-nya naik banding…

    Jadi… yaa.. kami itu ya.. begini…

    Salam-Anggrek3

  288. ihsan Says:

    Ya jelas blog ini kayanye bisa dapat rekor ‘muri’ sangat panjang, tidak terbayang dari sejak muda sampai tua nanti terus menulis karena menunggu sertifikat. Tidak terbayang juga jika ada warga yang akhirnya sepuh dan meninggalkan harta yang bermasalah. Subhanalloh

  289. Wahyu Jatmiko Says:

    Oya sekedar sharing aja kalau gak salah di blok saya aja itu ada 5 Rumah yang mau dijual…Rumah Pak Babay ( A1- 21 ), Rumah Pak Rudolf ( A1-22 ), Rumah Pak Saragih. (A2-1) , Ibu Firly ( A1-14 ) dan Rumah saya ( A1-23 &24 ). Kecuali rumah saya, rumah yang lain masih belum ada AJB dan serifikatnya…..so itu mungkin tantangan Pak Yudi kalau bisa buktikan semua rumah itu bisa kejual dengan baik. Dan jadi bukti juga bahwa rumah di GDC sangat diminati jadi walaupun tidak bersertifikat orang mau beli.
    O ya di Blol lagi juga ada Rumak Kakak saya di Blok D1 No 23, Kemungkinan juga mau dijual.

  290. Wahyu Jatmiko Says:

    Buat Pak Ihsan, Sudah ada Pak. Teman kita tercinta meninggal dunia dan belum tuntas juga urusan rumahnya.

  291. Eddy Says:

    Yth semuanya .. termasuk marketing GOMBAL.. (masih yth)

    mending diurusin dulu warga lama, jangan koar2 laku ini laku itu.. PAK YUDI.. masih ga nanggep .. kan sudah saya ajarin .. yang dijual itu bukan JANJI tapi REAL Fakta..

    Apa perlu saya telpon lagi ke HP Anda… hehe saya ganti nomor .. kemungkinan nomor yang anda simpan dan ditolak terus akan tidak berlaku..

    Gimana low mau jadi marketer handal.. lha wong yang dijual kayak jualan obat di emperan.. kalau perlu ilmunya bilang… jangan jualan kayak jual kacang.. malu2in..

    saya ambil S2 Bisnis ga bakal pelit ilmu.. harta ga dibawa mati.. jgn pusing mikir ga dapet bonus buat anak istri.. makan tempe yang penting HALAL ga mudharat..

    Sekali lagi tolong urus yang bener perijinan koordinasi dengan bagian legal tolong urus warga lama yang menghidupi kalian dari bunga uang yang sudah dibayar LUNAS sejak lama.

    Maaf sedikit menceramahi.. namun saya marketer sedikti malu dengan tampilan jual kacang gini… mending ke PRJ sana.. Professional dalam berbuat dan bertindak kalian akan maju, ga perlu tipu muslihat membohongi dengan bertindak seakan warga puas, silahkan turun ke lapangan.

    Yang masih heran2 knp saya ngomong gini mohon dimaafkan karena saya dan pak YUDI sebelumnya telah melakukan pembicaraan sepihak [silahkan scroll jauh keatas]

    Sekali lagi mohon maaf bukan maksud menggurui atau mengkomentari, namun bertindak sesuai apa adanya dengan kebenaran sesungguhnya.

    Saya adalah penghuni Gardenia Blok R2 no. 28.

  292. Eddy Says:

    Tambahan untuk informasi, Sampai detik ini saya belum dihubungi oleh Pihak GDC baik untuk klarifikasi maupun penjelasn serah terima AJB yang dijanji-janjikan.

  293. yudi hartono Says:

    makasih atas pujianya bos…..! buat bp. anggrek 3…ya prinsip kami semakin kita bisa menyelesaikan berbagai masalah semakin tambah nilai point positif buat kami, karena semua adalah tanggung jawab yang harus kita selesaikan, yang jadi masalah justru kalo orang yang nggak punya masalah….. he..he lempeng aje…nggak pernah mikir….artinya pikirannya kosong…! becanda bos….he..he…kalo ada yang mau jual rumah di anggrek 3 boleh deh titip jual ke grand depok kadang ada konsumen yang butuh rumah stock…! nanti saya usulkan ke atasan saya… datanya aja pak !…!saya juga salut sama bapak atas kesabarannya menunggu penyelesaian masalah yang sedang di urus grand depok city, masalah peninggalan develover yang lama. semua pasti grand depok selesaikan pak… insya allah…!

  294. Mang IT Says:

    Mohon komentar untuk warga yang dapat menikmati sinyal dari Gardenia WIFI, demi tercapainya pelayanan yang memuaskan. Kirim ke aak@cbn.net.id

  295. yudi hartono Says:

    buat pak edy maaf… alhamdulillah saya selalu bilang apa adanya ke konsumen…dan alhamdulillah juga saya bukan salah satu marketing yang menjual rumah pada saat bapak beli…dan insya allah anak istri saya makan dari barang yang halal pak… dan terima kasih atas sarannya bos….hp saya nggak pernah ganti karena saya marketing …!yang jelas sampai saat ini saya hormat dan respek sama bapak…!saya mungkin harus belajar banyak dari bapak..tentang menjual rumah yang baik dan santun. dan tidak lupa salam buat bapak sekeluarga,juga sama pak haji konsumen saya tetangga bapak no.26 gardenia.kapan kapan saya minum kopi kesana kalo boleh.

  296. dewieq Says:

    Pak Yudi, sampeyan itu yang mana to? Cuma sekedar kritikan saja: disaat yang laiinya menjerit-jerit karena sertifikat, kualitas, fasilitas2 yang belum terselesaikan kok bisanya anda dengan bangga hati memanfaatkan ajang ini untuk menjual rumah dengan metode marketing yang sangat murahan (seperti yang sudah dibilang jualan duren , kacang dll). Dimana hati nurani sampeyan? Bagaimanapun apa yang terjadi dimasa lalu akan menjadi tanggung jawab manajemen GDC sekarang, tidak bisa anda lepas tangan bilang :Alhamdulillah juga saya bukan salah satu marketing yang menjual rumah pada saat bapak beli”, itu mencerminkan betapa tidak bertanggungjawabnya sampeyan.
    Oh iya mohon untuk harus dipertimbangkan juga, saluran-saluran air yang didepan alamanda itu kan lubang2nya gede2 mosok ga ditutup, pemborong jalannya aja bilang ini harus ditutup (tapi belom masuk kontrak) karena lubangnya terlalu besar, membahayakan warga yang akan tinggal disitu termasuk saya nantinya. Tolong dijadikan bahan renungan untuk direalisasikan ya. Monggo.

  297. massyatno Says:

    ada yang tau perkembangan pembangunan terutama di cluster alamada.
    Makasih….

  298. malakanist Says:

    Untuk yudi hartono, meskipun anda bilang “Alhamdulillah juga saya bukan salah satu marketing yang menjual rumah pada saat bapak beli”, apakah anda berani menjamin bahwa konsumen baru yang datang ke anda akan mendapatkan sertifikat dengan tetap waktu, bukan seperti konsumen lama alami???.
    Sekali lagi saya bilang, top manajemen anda aja yang di gedung smr sunter sana tidak berani menjamin,apalagi anda yang tau kulit2nya jangan berani menjamin.
    ironi bagi anda kalau anda berani menjamin, sementara top manajemen anda tidak bisa menjamin.
    Seandainya top manajemen anda berani menjamin, persoalan saya dan teman2 konsumen lama akan selesai dan di blog ini hanya anda sendiri yang berkomentar dan menjawab sendiri untuk menjualkan gdc dengan cara seperti jualan kacang goreng seperti komentar dari teman2 di blog ini.
    Saya cuma minta sama anda yudi, untuk tidak menambah kejengkelan teman2 yang sudah bertahun tahun dengan komentar anda, supaya anda tidak mengalami kondisi seperti pak zabidin yang digebugin sama warga anggrek 3,jangan sampai anda menjadi incaran teman2 yang jengkel terhadap anda.Kalau sudah sakit hati, manusia akan melakukan yang negatif untuk menyeimbangkan sisi positifnya yang sampai sekarang tidak dia dapatkan (Sertifikat).

    Thanks 4 all,
    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  299. Eddy Says:

    Dear All,

    Kadang bukan saya membela marketing, namun saya heran masih aja ada yang menjual tanpa melihat kepentingan insan orang lain.
    Memang susah, namun dengan jiwa yang lebih berani harus mau melaporkan ke pihak top manajemen kemudian esok hari dipecat!! bukan hal itu yang diinginkan namun terkadang dengan hal yang kecil bisa mengubah menjadi besar.
    Kalau bukan anda-anda marketing gardenia siapa lagi, masyarakat hanya tau aspek hukum apakah itu hukum tertulis atau hukum rimba.
    Jika anda berani mengkritik pedas Top Manajemen anda akan saya acungkan Jempol!!
    Mendekatkan diri kepada konsumen bukan lari karena takut ditagih, justru mereka yang mengeluarkan uang bukan anda-anda yang membayar rumah-rumah mereka.
    Pemimpin pemimpin yang lemah hanya berani menunjuk dan arogansi atas kritikan anak buah yang membangun karena takut akan terlihat aspek kelemahan mereka bukannya malah lebih berbuat lebih baik malah sebaliknya.
    Laporkan yang benar jangan ikut ke jalan yang salah secara tidak langsung definisi makan uang halal adalah sudah salah kaprah [haram]. Jika anda tahu dan mengetahui tapi anda masih melanjutkan apa namanya itu HALAL…?
    coba tanya hati kecil anda sendiri… saya tidak mau menilai namun hanya coba meluruskan…

  300. yudi hartono Says:

    maaf bos saya bukan membela diri, tapi saya harus menjelaskan yang benar ya benar. seandainya saya masih kerja di developer yang lama mungkin lain ceritanya. tapi kan ini developer yang baru, makanya apa yang saya tahu saya kasih tahu yang benar, kepada yang belum tahu dan yang nggak mau tahu. contoh saya lihat di depan mata saya mobil tapi di suruh bilang bahwa itu becak, kan salah bos, mau gimana lagi semua dalam pengurusan pembangunan jalan taman, dan legalitas oke. kita harus katakan yang benar ya benar, mobil ya mobil bukan becak, itu semua tergantung niat, kalo hati kita bersih penuh kesabaran mungkin negara ini aman bos.terkadang ada sebagian orang yang benci proses padahal hidup ini selalu berproses,itu sudah hukum alam. dari kita bayi ,dewasa,dan tua.itu sudah hukum alam.tergantung hati kecil kita,kita buka mata dengan kesabaran, atau tutup mata melihat kebaikan.

  301. Wahyu Says:

    Yud, gak boleh kamu ngomong begitu. Proses yang kamu paparin itu sama sekali tidak equivalent. Kalau kamu defense nya seperti itu, kamu makin keliatan jauh levelnya cara befikir dan menjabarkan masalah yang ada di GDC dibandingkan bapak ibu yang lain Kalau kamu ketemu konsumen yang level berfikirnya yang sama seperti kamu, aku yakin kamu bakalan bernasib sama seperti Gandhi, Zabidin, Nugroho dll lain lain yang ada akan adu kekeresan fisik karena kamu mempunyai level dan cara befikir yang hampir sama dengan pendahulu pendahulu kamu. Yud, Aku sih gak punya kepentingan apa apa dengan kamu dan gak hampir gak punya kepentingan apa apa dengan GDC, tapi hidup yang pendek ini sangat disayangkan kalau nanti kamu hanya sebatas berkarir di GDC. Ya kalau GDC juga gak bernasib sama dengan KKDR, mungkin kamu masih mapan. Kalau GDC bernasib sama dengan KKDR, waduh forum ini banyak loh dibaca developer lain.

  302. Mang Iya Says:

    Bung Yudi Hartono, Bagaimana dengan kasus kewajiban developer membayar denda karena keterlambatan penyerahan surat2 (tercantum dalam SPPJB) ??? jawab hayooooo, bisa gak ??? he he he, jangan diem yaaaa, ditunggu lho jawabannya

  303. fikar Says:

    Waduh…
    ternyata kreadibilitas dan Performance Mazz yudi sdh berbeda, tdk seperti yang kita lihat sebelum2nya…
    Perlu di anulir nih.. pendapat mengenai Performance mazz yudi…

  304. Randy Says:

    Yth, Kepada Para Konsumen dan Calon Konsumen GDC,

    Melihat pada komentar semua pihak, saya hanya ingin berbagi pikiran:

    Janganlah merasa paling pintar, ….
    Janganlah merasa paling halal,….
    Janganlah ada intimidasi,……

    Permasalahan pokok untuk para konsumen lama jelas masalah “Sertipikat Tanah” yang belum dimiliki sampai sekarang, sehingga apapun (kebaikan) yang dilakukan GDC sekarang ini tidak akan dianggap suatu kebaikan atau keberhasilan dimata para konsumen lama tersebut.

    Itulah “Pekerjaan Rumah” warisan Daksa yang harus diterima GDC (SMR).

    Namun perlu dicatat, adanya PR tersebut tidak berarti GDC harus jadi mati, “hidup harus berjalan” termasuk Pak Yudi saya tetap respect, walaupun anda dibilang ………….(dianggap rendah oleh yang merasa lebih pintar……).

    Menurut saya sah-sah saja Pak Yudi mau melakukan marketing lewat blog ini, karena tidak ada seorangpun yang melarang untuk berjualan terlepas dari adanya PR bagi GDC dan cara anda berjualan.
    Toch … Kalau memang masih dapat dipercaya untuk prospek ke depan GDC, maka yang akan terjual, ya terjual…. sesuai data pak Yudi di GDC.

    Marilah mengambil hikmah, kita tidak bisa menyudutkan pak Yudi secara pribadi yang hanya sebagai seorang pegawai Marketing GDC, yang tidak punya kemampuan untuk menentukan kebijakan GDC.
    Namun setidaknya masih ada orang GDC + berikan nomor tlp-nya yang berani ambil risiko demi kebaikan GDC ke depan.

    Coba kalau tidak orang dari GDC yang mau ikut di blog ini, maka kita semua akan seperti pepatah yang mengatakan “Biarkan Anjing Menggonggong…. Kapilah Berlalu” atau seperti “bertepuk sebelah tangan”. Tidak ada yang mendengarkan atau feedback sama sekali…

    Bagi yang masih kecewa itu wajar toh semua ada saluran hukumnya, ada pihak yang masih menggugat (katanya masih tertunda di PT atau MA ?), ada pihak yang mau menggugat, ada pihak yang bersabar dengan progress GDC sekarang, termasuk ada pihak yang menjual produk GDC oleh Marketing.
    Itulah hidup, harus dihadapi bagaimanapun pahitnya. Jangan tersinggung….., bukan maksud menggurui bapak-bapak, tapi mari renungkan dengan hati yang dingin.

    Silahkan pak Yudi berikan informasi-informasi tentang progress GDC selanjutnya untuk memperbaiki GDC ke depan, termasuk kabar baik untuk para Konsumen lama yang menunggu Sertipikat tanah.

    Jadi semua bisa berjalan beriringan (harmonis) tidak ada yang saling intimidasi atau tersinggung satu sama lain.

    Amin……

  305. yudi hartono Says:

    waduh kok jadi ruwet ya, padahal komentar yang saya tulis cuma menanggapi apakah anak istri saya makan uang halal atau haram itu aja bapak bapak.bukan ke hal hal yang lain. yang jelas semua konsumen lama baru itu sangatlah penting buat kami terutama saya. wong saya marketing ya jelas konsumen no. satu buat saya baru ataupun lama. apa pernah saya berpaling dari konsumen baru atau lama kan tidak pernah… tetap loyal saya tinggi. cuma kalo saya di tanya anak istri makan duit halal atau haram ya saya jawab bos. coba kalo bapak bapak ada pertanyaan seperti itu, pasti jawabnya alhamdulillah halal kan ….sorry nggak ada maksud menyinggung ataupun menanggapi ataupun menggurui..

  306. yudi hartono Says:

    terus terang dari dulu boleh cek ke belakang saya selalu wellcam sama konsumen lama ataupun baru…apalagi yang udah tahu atau kenal…cuma uraian di atas yang saya tulis alhamdulillah…….a,b,c, saya menjawab anak istri di kasih makan uang halal atau haram ? ? ? coba balik pertanyaannya ke diri bapak bapak…..wajar toh saya jawab demikian.

  307. yudi hartono Says:

    ya udah dengan segala hormat saya minta maaf atas semua uraian di atas,mungkin saya salah pasang iklan di web ini,aku pilih di web lain aja deh biar nggak jadi polemik,sekali lagi saya sangat resfeks atas semuanya,dan segala usulan jadi bekal saya untuk selalu mengingatkan agar semua berjalan lebih baik.karena salah satu tugas marketing menyampaikan usulan apapun dari konsumen lama ataupun baru selain tugas jualan.kritikan atau saran menambah wacana perbaikan thank’s for all……………friend’s ‘tiada kata yang paling indah selain kata sahabat ‘

  308. ihsan Says:

    Yud,
    Sahabat tidak hanya indah dalam kata, seorang sahabat tidak membiarkan sahabat-sahabatnya terbelengu dengan kesusahan, dibelengu dengan janji mesra dan meninabobokan. Seorang sahabat sejati harus berani katakan sebenarnya meskipun pahit, seperti kata lagu ‘tiada dusta diantara kita’. Seorang sahabat harus dapat berkata ‘tidaklah harus menjadi jalan yang besar, menjadi jalan setapak bagi sahabat lainnya dapat menuju ke mata air’ adalah kematian yang indah.

  309. ayah adit & puan Says:

    Ya memang harus begitu prosesnya, pak yudi.
    semua pihak harus iklas dan legowo menerima pendapat dari pihak lain. Ungkapkanlah kebenaran yang ada, tapi juga jangan tutupi apabila masih ada kekurangan.
    Kalau memang kita menginginkan forum diskusi ini berjalan sehat dan bukan ajang untuk saling memaki dan mengumpat satu sama lain.
    mengenai pilihan, saya yakin setiap individu mempunyai kriteria sendiri disesuaikan dengan kondisi masing2. Yang terbaiklah menurut diri sendiri dan keluargalah yang akan jadi pilihan.
    Salam untuk semuanya.

    Wassalam,

  310. Eddy Says:

    Dear All,

    Kayaknya webblog ini akan menjadi pembelajaran bagi semua konsumen untuk bertindak lebih cerdas dan lebih mencermati.. salute untuk konsumen!!
    Untuk marketer hak anda untuk menjual lewat jenis komunikasi apapun dipersilahkan saja namun lain dan tidak bukan posisi anda anda seperti sudah jatuh tertimpa tangga karena di blog ini merupakan informasi masukan-masukan dari para warga yang mengalami dan memberikan pengalaman kepada khalayak ramai, pada saat bersamaan anda menjual suatu produk yang sama sehingga membuat opini dan kejengkelan publik karena masalahnya masing-masing.
    Ada baiknya menurut pendapat saya pribadi Pihak Developer secara bagian legalitas ataupun administrasi approach ke konsumen, karena mereka berpikir hanya “gaji segitu kok mau repot-repot”.. asal tahu uang yang dihasilkan perusahaan untuk membayar seluruh karyawannya untuk melakukan proses-proses adalah uang KONSUMEN, “enak aja lha wong PT gw pinjam dari Bank.. ” YA nanti kan Perusahaan wajib mengembalikan pakai uang Konsumen tentunya.
    Tidak ada yang saling tuduh menuduh, disini merupakan sarana informasi umum agar diskusi berjalan sehat, terima saran dan masukan yang salah dibenarkan dan yang benar di baguskan.

    Terima Kasih.

    Saya adalah warga Gardenia Blok R2 No. 28

  311. Mang IT Says:

    Yth Bapak-Ibu,

    Terima kasih telah menggunakan layanan kami, mulai hari ini layanan gratis untuk GARDENIA WIFI telah berubah menjadi layanan berbayar bagi para peminat bisa langsung hubungi email kami aak@cbn.net.id

  312. jatmiko76 Says:

    Yud, Memang ruwet sih kalau mau dibikin ruwet. Makanya mungkin kata yang tepat kadang kejujuran itu adalah kebenaran yang paling menyakitkan bagi sebagian oran dan kadang sedikit berbohong untuk mengarapkan orang lain lebih bergembira dan memberikan harapan lebih bagus daripada kita jujur tapi malah membuat orang lain sedih dan depresi.
    Aku inget salah satu filmnya Robin William yang bercerita bagaimana dia berusaha berbohong kalau dia punya radio yang setiap hari di kabarkan kepada semua tahanan NAZI di kompleknya bahwa sebentar lagi Jerman kalah dan itu membuat turun statistics tindakan bunuh diri di kompleknya karena adanya kabar yang menggembirakan walaupun hanya sekedar isapan jempol. Walaupun sebenarnya dia juga tidaklah berbohon amat, at least kabarkan kan selalu tentang kegembiraan dan harapan kepada sahabat sahabatnya supaya mereka juga tenang dan galau.

  313. Stater Says:

    Yth, SELURUH WARGA TAMAN MELATI SAWANGAN,
    SELAMAT PAGI INDONESIA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
    SEMOGA WARGA TAMAN MELATI SUDAH MULAI SADAR AKAN SYSTEM PEMERINTAHAN YANG BERLAKU DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. BAGI WARGA YANG SUDAH MULAI SADARKAN DIRI, TETAPI MASIH MALU DAN GENGSI UNTUK KEMBALI KEPANGKUAN IBU PERTIWI, SEBAIKNYA TIDAK PERLU MALU APALAGI GENGSI. ANDA WARGA YANG MASIH MBALELO TIDAK MAU MENGAKUI SYSTEM KETATA NEGARAAN YANG BERLAKU DI NKRI, SEBAIKNYA SEGERA SADARKAN DIRI. INGAT SUATU WAKTU ANDA TIDAK PERNAH BISA LEPAS DARI SYSTEM PEMERINTAHAN YANG SAH, MISALNYA DALAM HAL: PENGURUSAN SURAT KEMATIAN, SURAT KELAHIRAN, KARTU TANDA PENDUDUK DAN LIAN SEBAGAINYA MENURUT PROSEDUR YANG SAH PADA SYSTEM PEMERINTAHAN HARUS ADA SURAT PENGANTAR DARI RT, RW DAN SETERUSNYA. ANDA PARA WARGA YANG MASIH BELUM BERSEDIA BERGABUNG DENGAN SYSTEM PEMERINTAHAN YANG SAH DI NKRI INI, ANDA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENDIRIKAN NEGARA DIDALAM NEGARA, ANDA AKAN BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN PENEGAK HUKUM DAN PEMBELA NKRI. ANDA AKAN TAHU DAN SADAR SESADARNYA BAHWA SELAMA INI ANDA TERPROVOKASI OLEH TANGAN TANGAN KOTOR DARI PENGEMBANG ALIAS ADI REALTY, SUATU KETIKA NANTI ANDA PARA WARGA YANG MASIH BERKIBLAT KE ADI REALTY AKAN MENYESAL KARENA ANDA MENEMPUH JALUR YANG GELAP, SALAH DAN KOTOR ITU. SUATU SAAT ANDA AKAN DIBUKAKAN PETUNJUK YANG BENAR OLEH TUHAN SEMESTA ALAM. SELAMA INI PIHAK PENGEMBANG BANYAK MEMBODOHI DAN MENGURANGI ATAU MENGGELAPKAN HAK HAK KONSUMEN, SEBAGAI CONTOH JELAS SETIAP KAVLING ITU HARUS ADA BAK SAMPAH, TETAPI NYATANYA TIDAK DIADAKAN. RUMAH RUMAH YANG BELAKANGAN DIBANGUN, DIBUATKAN BAK SAMPAH SETELAH ADA SALAH SATU WARGA YANG KOMPLAIN DI FORUM DIBAWAH KETUANYA SETIADI, WAKTU ITU PERTEMUAN DIADAKAN DIRUMAH BAPAK TEGUH DI BLOK DB PADA AKHIR TAHUN 2007. SI PENANYA ATAU ORANG YANG KOMPLAIN TERSEBIT DITANYA SETIADI, BAHWA GAMBAR SITE PLAN INI DIPEROLEH DARI MANA, DAN APAKAH SIPENANYA BERSEDIA KALAU DIPANGGIL OLEH PENGEMBANG ADI REALTY ?, DIJAWAB DENGAN TEGAS SAMA SI PENANYA “BERSEDIA” . SINGKAT CERITA SAMPAI DETIK INIPUN ADI REALTY TIDAK PERNAH MEMANGGIL ORANG YANG KOMPLAIN ITU. PADAHAL YANG NAMANYA GAMBAR SITE PLAN ITU DILAMPIRKAN PADA BROSUR YANG DIBERIKAN OLEH ORANG PEMASARAN SENDIRI DAN PADA GAMBAR SITE PLAN ITU TELAH DISAHKAN OLEH WALIKOTA KOTA DEPOK, NYATANYA DIINGKARI OLEH PENGEMBANG ADI REALTY YANG PEMBOHONG ITU. MENGAPA PENGEMBANG MENGGUNAKAN ORANG ORANG UNTUK MEMPROVOKASI WARGA TAMAN MELATI ?, JAWABNYA SINGKAT KARENA PENGEMBANG TAKUT AKAN KETIDAK JUJURANNY/KECURANGANYA/KEBOHONGANNYA, KALAU SAMPAI WARGA TAMAN MELATI KOMPAK BERSATU PADU, GUYUP, RUKUN ADI REALTY AKAN BABAK BELUR. STATER YAKIN SUATU SAAT NANTI BARANG BUSUK YANG SELAMA INI DISIMPAN RAPAT RAPAT OLEH ORANG ORANG ADI REALTY DAN ANTEK ANTEKNYA AKAN TERBONGKAR DAN BAU KEMANA MANA, DAN BISA KEMUNGKINAN BISA BAU SAMPAI KE REI PUSAT, REI PROVINSI, REI DEPOK DAN APARAT PENEGAK HUKUM, KARENA BANYAK MASALAH PIDANA. HIMBAUAN STATER MARILAH WARGA TAMAN MELATI YANG SEHAT ROHANI DAN JASMANI NYA UNTUK SELALU MENDUKUNG SYSTEM PEMERINTAHAN YANG SAH DI NKRI INI, BAGI MEREKA YANG MASIH SAKIT SEBAIKNYA SEGERA BEROBAT DAN BERTOBAT AGAR DIBERIKAN PINTU MAAF DARI TUHAN SEMESTA ALAM.

  314. Weni Says:

    saya kutif: “Untuk marketer hak anda untuk menjual lewat jenis komunikasi apapun dipersilahkan saja namun lain dan tidak bukan posisi anda anda seperti sudah jatuh tertimpa tangga karena di blog ini merupakan informasi masukan-masukan dari para warga yang mengalami dan memberikan pengalaman kepada khalayak ramai, pada saat bersamaan anda menjual suatu produk yang sama sehingga membuat opini dan kejengkelan publik karena masalahnya masing-masing.”

    Sejak kapan blog ini hanya merupakan informasi masukan dari warga yang mengalami dan memberikan pengalaman kepada khalayak ramai ? …………………..
    Aturan mana yang melarang Marketing atau GDC untuk tidak ikut di blog ini. Kata-kata anda seolah-olah bijak, …tapi tidak lain hanya untuk menjatuhkan pihak lain. Kan semua informasi harus seimbang ya dari konsumen ya dari penjual !!…… Sepertinya anda sendiri yang punya blog ini katanya harus “….bertindak lebih cerdas dan lebih mencermati, siapa sih yang cerdas dan cermat? ……..
    aneh dunia ini……..
    Ingat tidak semua konsumen GDC dari berapa ribu konsumen yang hanya ingin mendengar kabar buruk atau kebencian tentang GDC. Tolong dicamkan dan diubah paradigmanya yang hanya melihat dari sisi korban……
    Semua berita harus seimbang……demokrasi…..peace..

    Tidak usah menyerah pak Yudi….., mau jualan atau mau kasih info GDC silahkan…. biarlah GDC ada yang menilai buruk atau ada juga yang menilai baik, tidak mungkin semua buruk kan……

  315. Judith Says:

    Hi Pak Yudi, lama tidak ada kabar.
    Terakhir saya minta info mengenai telpon notaris yang dipakai GDC, mau tanya-tanya mengenai tanah kavling saya minati, tapi Pak Yudi belum dapat-dapat juga, sampai saya juga jadi malas telpon lagi ke Pak Yudi, disamping saya hunting di tempat lain.
    Saya sikh berasumsi, pasti Pak Yudi, banyak punya banyak peminat apalagi yang baru-baru dengan gencarnya iklan Dev sendiri. Eh melihat salah satu komentar di atas ternyata benar juga. Selamat ya.

  316. Eddy Says:

    Bloggers,

    Melihat situasi yang banyak memperjuangkan Bp. Yudi… Haloo.. ini bukan suatu pembelaan semata namun kenyataan bahwa Rumah saya belum memiliki sertifikat sesuai dengan apa yang dijanjikan, memang ada pengajuan dari beberapa rekan-rekan ke meja hijau, ternyata memang membuktikan bahwa Developer kalah dan masih ingin naik banding.

    Memang suatu peninggalan buruk harus diperbaiki namun jangan sampai hukum rimba yang turun tangan, dari awal pembuat blog ini memang untuk membuat informasi namanya juga BICARA RUMAH (rumah itu mencakup lingkungan, kawasan, dan fasilitas pendukung)

    Yang model kayak Weni gini masih belum paham juga? saran hemat baca dari atas ikuti alur berita, jangan cuma ceplas ceplos.. kalau anda memang hebat buktikan, selesaikan masalah mulai dari Rumah saya!! Saya challange anda.

    Kalau saya masuk jurang apakah yang lain harus ikut masuk jurang, terkadang memang kejujuran menyakitkan namun jangan dipungkiri.

    Yang bertindak cerdas ya si PEMBELI, bukan penjual kalau hanya menuruti penjual selalu bilang semua produknya bagus.

    Ya mungkin agak aneh bagi anda Sdr Weni, menurut saya Anda yang aneh.. telaah, baca, lalu komentar kalau mau seimbang ya buat aja situs sendiri http://www.gdc.au.ah.elap :)
    ini kan forum bebas jadi tidak untuk memaparkan produk.

    Masih tidak puas, silahkan melihat koran dan majalah ibukota, propinsi, bagian rubrik pembaca (rata-rata semuanya dibaca tiap hari oleh khalayak ramai) tentang keluhan saya terhadap pengembang.

  317. jatmiko76 Says:

    Memang Balik Balik sebenarnya ya ke Pembelinya kok, Memang Terkadang Kejujuran itu kebenaran yang paling menyakitkan buat sebagian orang dan Kalau memang itu bermanfaat untuk banyak orang walaupun menyakitkan ya harus kita kabarkan. Balik balik ke masing masing individu, mau pilih saran yang yang mana dan masing masing punya efek timbal baliknya. Kalau saya pribadi berprinsip hanya sekedar memberikan narasi/gambaran mengenai apa yang telah kita alami dengan DAKSA/KOTA KEMBANG bukan mengajak orang untuk tidak membeli rumah disana tapi memperingatkan orang bahwa kita punya pengalaman buruk dan kita hanya peringatkan juga untuk calon pembeli baru disana supaya lebih hati hati jangan sampai seperti kita. LEBIH CERDASNYA CALON PEMBELI RUMAH HARUS BISA MENELAAH KIRA KIRA KALAU SAYA BELI RUMAH DARI DEVELOPER YANG OWNERNYA SAMA DENGAN KOTA KEMBANG AKAN MASALAH TIDAK. JADI BUKAN HANYA MENIMBANG KALAU MAU BELI RUMAH DITEMPAT YANG SAMA TAPI PADA OWNER YANG SAMA JUGA APAKAH AKAN ADA MASALAH. TERUS APAKAH PEMILIK BARU KOTA KEMBANG BENAR BENAR BARU ATAU GANTI NAMA AJA, DSB. Equivaletnya mungkin kalau kita beli satu barang dengan brand /jenis tertentu terus kita bermasalah, kita juga kan perlu untuk curiga dan lebih berhati hari kepada jenis barang/brand yang Manufactur atau owner brandnya sama. Ya mungkin kita gak perlu sampai sejauh penerapan dalam korporasi dimana kita perlu audit vendor/Supplier tapi kira kira clue nya sama lah pada saat kita membeli apa saja. Kepastian supply, Legalitas, Financial capabilty supplier, quality, delivery, warranty, after sales service, term payment dan sebagainya itu adalah aspek utama yang harus kita telaah dalam membeli apapun termasuk juga rumah toh.
    Jadilah konsumen yang cerdas dalam memilih dan membeli apapun baik barang ataupun jasa.

  318. Bowo Says:

    Susah banget sih….. kalau pak Eddy masuk jurang….., ya yang lain gak usah ikut masuk jurang memangnya bebek……, Ya ganti supir dan kendaraan dengan kualitas bagus itulah sekarang SMR ya….. sekaligus anda diangkat juga dari jurang….. gampang kan. Gak perlu berputar-putar dengan kata-kata, cuma nunggu waktu saja ….. jadi AJB dan Sertipikat Tanah.
    Tapi kayanya sudah abis kesabarannya nich………, maaf saya cuma minta sabar, orang sabar disayang Tuhan….

  319. jatmiko76 Says:

    Mas Bowo, Udah tau belum apa Bedanya antara PT. Inti Karsa Daksa/Kota Kembang dan Pengembang yang sekarang PT. Dinamika Alam Sejahtera/GDC. Coba di cek dulu…supirnya sama gak???

  320. jatmiko76 Says:

    Dan Balik Balik juga Ke pembelinya… wong supirnya sama aja nasib penumpangnya berbeda…Pak Eddy masuk jurang sementara aku hampir doang.
    Intinya Kita pake driver/Supir gak mesti kan kita juga gak bisa ngedrive driver kita….

  321. Kerto Wijoyo Says:

    Dulu saya sempat punya niat utk booking rumah di Kota Kembang/GDC
    alasan saya waktu itu adalah lokasi yg cukup strategis baik itu ke pusat kota depok dan lokasi kerja saya, serta infrastruktur dalam komplek perumahannya, jalan utama yg lebar dan bagus :)
    namun alhamdulillah saya lebih dulu menemukan blog mas Anjar ini, sehingga saya mendapat masukan yg sangat berharga dalam menentukan keputusan apakah jadi booking atau tidak.
    Buat Bp. Eddy, Bp, Jatmiko dan bpk2 lain saya ikut prihatin dan mendo’akan semoga masalah yg bpk2 hadapi saat ini segera terselesaikan.
    Bagaimanapun juga walaupun saya bukan konsumen GDC saya turut merasakan peliknya masalah yg Bpk2 hadapi
    semoga Allah SWT memudahkan penyelesaian masalah ini, amiinn

  322. joel_212 Says:

    sekedar sharing info
    saya adalah salah satu warga sejak tahun lalu tinggal di sektor roma atau sekarang disebut sektor Azalea . saya tinggal di blok W7 .
    akad kredit pada des 2005, melalui bank BTN depok, dan di pertengahan tahun 2007 untuk urusan serfitikat sdh selesai dan dapat diambil foto copy nya di bank tsb, ( beberapa rekans yang proses akan kredit nya bareng juga sdh dapat mengambil foto copy nya di BTN ).

    untuk rekan lain yang membeli rumah lunas, memang masih dalam tahap penyelesain.
    saat ini ada beberapa sektor baru yang sedang dibangun, semoga tidak ada masalah seperti pada saat yang lalu.

    untuk Pengelolah GDC :
    sejak beberapa bulan , terdapat tumpukan sampah di sekitar sektor Aster, sebelah kiri jalan raya menuju kantor pemasaran GDC yang baru atau menuju pintu gerbang GDC , yang sangat mengganggu pemadangan , sepertinya tidak pernah untuk dicari kan solusi, semakin hari sampah semakin banyak.

  323. Eddy Says:

    Dear All,

    Saya setuju banget dengan Jatmiko76, memang itu yang diharapkan dari awal pemikiran jg seperti itu namun implementasi di lapangan ternyata kow beda banget after sales servicenya? ya kalau suruh sabar sich kurang apalagi ya 2005 – 2008 memang gampangnya disuruh cari developer lain yang kompeten misal pesona khayangan estate toh dibandingkan soal harga dengan menunggu kepastian surat-surat di SMR kayaknya seimbang tuh!! :)

    Tapi intinya saya setuju dengan pendapat Jatmiko76, semoga saja bebek-bebek yang lain tidak masuk ke jurang yang sama. .. huehue yang doyan bebek…

    Anggap saja dewi fortuna belum disisi saya..

    Tambahan :

    Untuk pengelola GDC jalan menuju sektor gardenia tambah hancur terlebih dengan rumah-rumah yang di pinggir sungar yang kian hari makin longsor ditambah jalan utamanya sudah hilang tolong dibenahi.

    Kemudian fasilitas taman tidak kunjung ada yang ada hanya hamparan tanah kosong penuh dengan rerumputan liar tolong dipangkas dan dibenahi

  324. Hilman Says:

    Kayanya orang dari GDC gak ada yang mau ikut nimbrung di blog ini lagi, karena dilarang ikut ……. di blog ini katanya.
    Jadi urusan belum bisa dibenahin ……

  325. bunda anggrek 3 Says:

    Kedamaian pada blog ini dapat terjadi jika hak2 konsumen yang sudah lama dibiarkan, diabaikan dan disepelekan dapat diubah menjadi diperhatikan, diselesaikan, dituntaskan, ‘diputihkan’, Membeli kawasan GDC sama juga dengan membeli masalahnya yang harus diselesaikan. Pemda setempat idealnya turun juga dapat menjembatani dan mencarikan solusi atas masalah warganya, karena warga juga telah kontribusi atas pajak.

    Semoga saja nanti bisa ‘berenang dengan damai’ dengan menikmati waterparknya, meski masalah kita belum pada selesai ? refreshing lah, jangan pusing terus pikir sertifikat aja

  326. jatmiko76 Says:

    Walikotanya kebanyakan ngursin belimbing bu….

  327. Ishak Says:

    Untuk para pemilik Kav. di Anggrek 2. seperti Bu Farah, Pak Gunter, Pak Dadang, pak Bambang dan yang lainnya, terutama yang minimal telah selesai AJB kini saatnya untuk membangun rumahnya di Anggrek 2 …!!!!, mengingat GDC sedang melanjutkan lagi pembangunan di Anggrek 2.

    Pembangunan mulai dari jalan , taman dan fasilitas listrik yang disediakan oleh GDC. Agar Anggrek 2 lebih hidup lagi tidak menjadi tanah terlantar.

  328. Kiki Says:

    Halo Semua, apa kabar..??
    Udah lama baru baca2 lagi, emang ga ada matinye ini blog.

    Aku dah lama gak nengokin rumah n gak telepon2 Dev. ada yg tau gak ,perkembangan terakhir Puri Insani Blok C..? status tanahnya bagaimana..?? aku lagi nunggu AJB neh, dari akad kredit April lalu. Salam. Thx…

  329. abstain.. Says:

    aye dari atas ampe bawah..baca soal GDC ..seru juga nih..
    aye bukan marketing GDC ataupun pemilik rumah di GDC..
    aye cuman mo urun info soal sepak terjang SMR ama JAKA / DAKSA..keknya penting buat di baca..
    link artikel / info ini ada di bawah ini

    http://www.majalahtrust.com/ekonomi/investasi/1008.php
    http://www.inilah.com/berita/2008/01/23/8681/realtindo-gagal-laksanakan-right-issue-3120-miliar-saham/
    http://www.properti.net/pi/200111/l_pengantar.html
    http://www.properti.net/pi/200111/laput_2.html

    dan berikut link hasil laporan keuangan pt jaka per thn 2006..

    http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202007/Triwulan-II/Jaka%20Inti%20Realtindo%20(JAKA)/JAKA_LKTT_Juni_2007_AUDIT.pdf

    kalo aye baca seh..keknya SMR group lumayan dah ada nama dan hasil karya nya dah ada, track record nya udah lumayan lama..

    aye cuman berharap para korban kota kembang yg dulu urusannye ama DAKSA group, sekarang di pegang ama SMR group jadi GDC..cepet segera selesai semua masalahnya…amien

    peace..

  330. dedi irawan Says:

    Saya sekedar berbagi pengalaman. Sejak akhir 2005, saya melakukan akad kredit pada BTN Cab. Depok untuk kavling saya di Sektor Roma (dulu Vila Mutiara Cinere 2). Menjelang pengisian SPPT PBB, saya sempat risau dengan berita miring pengembang PT Dinamika Alam Sejahtera, terutama terkait dengan surat-surat. Namun, hal itu tidak terbukti tuh. Saya dengan mudah bisa fotokopi sertifikat rumah (SHGB) atas nama saya, akte jual beli dan imb, semuanya atas nama saya, yang masih diagunkan ke BTN. Sebab saya masih ngangsur selama 15 tahun. Jadi, gak selamanya pengembang PT Dinamika Alam Sejahtera/SMR atau apapun namanya merugikan. Mudah-mudahan ada hikmahnya, terima kasih. Meski begitu, saya masih mendukung rekan-rekan lain yang proses surat-suratnya belum jelas, tetapi terus komunikasi aja deh ke pengembang.

  331. Mang IT Says:

    Butuh Internet Murah ..!! euy..

    Hanya dengan Rp. 100.000 per-bulan anda sudah bisa menikmati internet sepuasnya khusus untuk sektor gardenia, anggrek2 dan anggrek3

    Paket Merdekaaa !!
    Menjelang Hari kemerdekaan RI khusus untuk sektor Gardenia Grand Depok City
    - Gratis biaya pendaftaran.
    - Gratis Alat seharga Rp. 800.000 (TPLINK TLWA601+Yagi Antenna+PoE+Box+Instalasi).
    - Gratis Iuran Bulan Pertama Rp. 100.000,-

    Hanya dengan membayar RP. 250.000*
    *. Syarat dan ketentuan berlaku.

    Silahkan hubungi saya di 021-70329951 atau e-mail ke aak@cbn.net.id.

  332. Icang Says:

    Mang IT, disini tempat jualan rumah, bukan jasa internet, gitu loh……….

  333. Mang IT Says:

    Aji Mumpung.. Boss.. Mumpung site ini lagi rame pada urusan rumah.. :P
    Namanya jg dagang.. laris maniees

  334. dewieq Says:

    Wah saya tertarik itu seandainya nanti bisa dikembangkan di sektor Alamanda. Berhubung saya ga tau IT, tp menurut saya kok mahal ya Mang?

  335. jimmy Says:

    terima kasih atas info mengupas tuntas ttg GDC /Grand Depok City.
    saya jadi mengurungkan niat untuk menyicil rumah disana, saya tertarik karena iklannya gencar.
    Semoga yang sedang berusaha mendapatkan hak-haknya tidak putus asa.

  336. Juragan Garment Says:

    Salam Sejahtera semua,

    Melihat perkembangan GDC saat ini memang mengarah kearah yang lebih positif, dan mudah2an niat mereka untuk menarik minat para konsumen tidak disertai dengan akal bulus lagi. Sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi para konsumen, baik itu materi maupun non materi.

    Sharing buat para calon pembeli dan para penduduk GDC baik di sektor anggrek 1,2,3 dan sektor lainnya. Saat ini saya masih memiliki kendala untuk menagihkan DP yang sudah kami setorkan ke pihak developer ( pada saat pembangunan rumah walaupun DP sudah kami lunasi tp rumah tetep ga jadi2, sehingga kami memutuskan melanjutkan pembangunan rumah dengan biaya pribadi, setelah dilakukan perhitungan CUT OFF ternyata pihak developer masih punya hutang ke kami yang sampai dengan saat ini belum di bayarkan) , sementara AJB juga belum kami terima. Walaupun saat ini kami masih tetap melaksanakan kewajiban kami ke pihak bank. sejak tahun 2004 yang lalu.

    Kami mohon saran dan petunjuk kepada temen2 yang sudah berpengalaman, tentang “Bagaimana cara yang efektif agar dana yang masih tersisa di pihak pengembang dapat kami ambil kembali”.

    Atas saran dan petunjuk nya kami ucapkan banyak terima kasih. Dan bagi usulan nya nanti yang ternyata berhasil kita pergunakan untuk menagih… akan kami sebarluaskan …agar dapat bermanfaat bagi teman2 yang memiliki masalah yang sama dengan kami.

  337. Wefeexaway Says:

    Thanks for the post

  338. Semprul Says:

    PERHATIAN,

    SETELAH OGUT TELITI SIAPA SEBENARNYA TUKANG KOMPOR TUAN EDDY, TERNYATA DIA ADALAH TUKANG JUAL INTERNET MANG IT

    SILAHKAN CEK DI http://ayobisnis.indonetwork.co.id/profile/adita-anugrah-karya-cv.htm

    TUKANG KOMPOR SUPAYA ORANG GAK BELI RUMAH DI GDC, TAPI DO’I JUALAN JUGA … (DASAR SEMPRULLL..!)

    KALO MAU JUALANNYA INTERNETNYA LAKU YA JANGAN JADI TUKANG KOMPOR DONK!

    KALO ORANG BANYAK TINGGAL DI GDC KAN NANTINYA JUALAN SAMPEAN BISA LAKU

    TTD WONG SEMPRUL

  339. kudhana Says:

    Dear all,

    sekedar informasi saja sekarang ada milis baru khusus untuk membahas perumahan Grand Depok City (GDC).
    jadi kalau ada yang sudah teralanjur beli, mau beli, ataupun ada masalah dengan pengembangnya bisa diskusi dan sahring disini dan syukur – syukur kalau masih ada masalah bisa saling membantu atau sekedar saling tukar pengalaman untuk meyelesaikannya.
    coba aja subscribe di granddepokcity-subscribe@yahoogroups.com

  340. malakanist Says:

    Apa maksudnya Tuan khudana dengan mailing khusus GDC tersebut?????. Kalau saya menganalisa GDC sudah kualahan dengan Blog ini yang bisa diakses siapapun juga, bukan hanya dari GDC dari dari mana aja, sehingga bisa menyebar kemana mana.

    Mailing ini mungkin dibuat biar orang yang diluar GDC tidak bisa baca lansung kecuali dia daftar. Tidak mungkin orang luar mau daftar di mailing list ini kalau dia tidak punya kepentingan. Tapi di blog ini, orang tadinya mau mencari info lain tapi bisa baca mengenai GDC.

    SARAN SAYA, ABAIKAN MAILING KHUSUS GDC INI, KALAU DI BLOG INI SIAPA PUN BISA BACA TANPA HARUS DAFTAR DI MAILING LIST GDC.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  341. Wahyu Jatmiko Says:

    Maaf neh Kalau saya sih posting pake nama jelas, ada alamatnya lagi.
    Wahyu Jatmiko. Anggrek3 Blok A1-23/24 ( FOR SALE )

  342. Rudy Says:

    Pak malakanis, tidak ada salahnya pak khudana menyarankan mailing khusus GDC sah-sah saja apalagi ada tujuan mulia untuk menampung masalah konsumen GDC, termasuk bagi anda juga bebas yang ingin tetap menggunakan blog ini.

    Hidup di negara democrazy ini tidak perlu saling melarang biarlah semua punyai pilihan dan penilaian masing-masing untuk memperoleh kebaikan dan keseimbangan.

    BRAVO ALL SPIRIT OF LIVE, PROSPERITY GDC CONSUMERS.

  343. malakanist Says:

    Menang tidak ada salah buat anda, biar borok2 GDC makin sedikit orang yang tahu.
    Saya tidak tidak melarang, saya cuma menyarankan, jadi bapak rudy harus bisa membaca kalimat yang benar, gitu loh……

  344. Hendra Says:

    Pak Aryo W dan pak Willy gimana progress pembangunan rumah di Cluster Anggrek 2 Blok S / 11 dan S/4 GDC ?..
    Lebih baik tukangnya dipantau terus pak supaya hasilnya lebih baik.

  345. willy Says:

    tanks pak hendra. saya gk tau dah 3 bulan gk liat lokasi krn kesibukan. insya ALLAH dlm waktu dekat saya akan liat.

  346. Aryo W Says:

    Udah lama ga comment. Sepi 2 ajah seh.

    Rumah saya belum di bangun sama sekali pak Hendra, cuman baru si pagerin kayu doang.
    Padahal yang di seberang udah mulai di bangun. Tau nech kapan. Janjinya awal Agustus dah mulai.
    Semua tukangnya lagi di suruh ngebut ke water park.

    Katanya Water Park mo di buka 08/08/08, koq blum jadi jg???

    Pak Hendra,
    Bapak di Anggrek 2 juga?
    Lupa saya.. Blok mana yach

    Pak Willy,
    Maaf pak, email bapak masuk ke Spam. Jadi ga ke baca.
    Baru di reply kemaren2. hehehehe….

  347. Hendra Says:

    Pak Aryo, saya sesekali suka ke Anggrek 2, kebetulan ada rumah kakak ipar saya lagi dibangun di Blok M1.
    Mudah-mudahan cepat dibangun pak, di push saja GDC-nya biar cepat ramai di Anggrek 2.

  348. Ghaisan Says:

    Buat semua yg nulis di blog GDC ini, Saya minta informasi yg jelas bgmn sih permasalahan yg ada di GDC. Saya berencana membeli rumah di Puri Insani 2 dan sudah menaruh booking fee 1 jt, sudah menyerahkan berkas2 persyaratan utk KPR di BTN. Hari Kamis, 7 Agustus 2008 pagi saya ditelepon dari pihak BTN (wawancara) dan siangnya ditelepon bagian KPR GDC yg memberitahukan bahwa KPR disetujui dan diminta utk datang ke BTN Jum’at, 8 Agustus 2008 utk ttd akad kredit. Saya bilang saya ada acara ke luar kota jadi tidak bisa utk akad kredit tgl 8 Agustus 2008 dan direncanakan Jumat, 15 Agustus 2008.

    Lewat blog ini saya minta informasi kepada bapak/ibu penghuni GDC dan yang sudah akad kredit di GDC, apa sih yg terjadi di GDC ini?

    Sbg informasi, Saya nanya kawan saya yg ambil rumah lewat KPR (via Bank Mandiri) bahwa setelah akad kredit sekitar 5 bulan kemudian dia terima copy Sertifikat Hak Milik rumahnya (yg asli di Bank sbg agunan). Apakah nanti di GDC seperti itu juga setelah akad kredit kita terima copy sertifikat SHM juga?? Dan apakah pihak Bank atau pihak Developer menjamin pengeluaran sertifikat SHM??

    Sampai sekarang saya masih pikir2 dan ragu utk ambil KPR BTN di GDC. Tlg infonya.
    Tks.

  349. malakanist Says:

    Bpk/ Ibu ghaisan,

    Deveeloper yang benar akan mematuhi semua aturan yang sudah dituangkan dalam SPPJB, seperti teman bpk/ibu yang ambil KPR via bank mandiri, apakah teman bpk/ ibu tidak ambil rumah di GDC kan??????.

    Saya sarankan bpk/ibu tidak meneruskan akad tersebut, masih banyak PR devlp ini yang belum terselesaikan, baik yang konsumen lama or baru. Bpk/ ibu belum terlambat, biarlah hilang 1 juta dari pada mendapat beban permasalahan yang tidak pernah henti2nya. Di sini tidak ada SHM bpk/ibu, SHGB aja belum tentu dapat or mendapatkannya setengah mati, apalagi SHM, jangan mimpi bpk/ibu untuk SHM.

    Developer yang benar yang saya tau, sudah mengkavling2 dulu tanahnya menjadi beberapa pecahan sertifikat (SHGB/SHM) atas nama pemiliknya or devlp nya. kalau ada konsumen yang mau beli, akad dan tinggal balik nama. Tapi di GDC kan beda, sertifikatnya disekolahkan terus ke bank tanpa pernah diwisudakan ke konsumen, mulai dari dev lama (daksa) sampai ke dev yang skg (DAS/SMR).Makanya permasalahan tidak pernah terselesaikan.

    Sekali lagi saya infokan, manajemen GDC pun tidak bisa membuat kepastian kapan nasib2 komsumen ini akan selesai. Bagaimana mereka mau buat kepastian, lah sertifikat digadaikan terus.

    Untuk bpk/ ibu ketahui, di GDC ini yang namanya AJB dan Sertifikat seperti makhluk halus, sulit untuk menyentuhnya, untuk melihatnya pun konsumen susah. Berbahagialah teman bpk/ibu yang ambil KPR via mandiri. Dan berbahagialah bpk/ibu karena masih ada orang yang mau berbagi info mengenai GDC.

    Bpk/ ibu harus percaya dengan konsumen bukan devlp. Di GDC uang yang sudah disetor susah akan kembali lagi ketangan kita, tangan mereka kayak GURITA. Kalau ada uang yang dikembalikan, paling mereka cicil, itu juga sudah pakai tegang urat syaraf dulu dan harus dimonitor setiap bulannya apakah mereka mangkir bayar or tidak.

    Cukup saya dan konsumen lainnya yang sudah terlanjur TERTIPU dengan dev yang gak jelas, bpk/ ibu jangan seperti kami. Dulu kami tidak ada yang memberikan informasi seperti ini, makanya kami jadi korban, tapi kalau bpk/ibu mau seperti kami, silahkan akad, setelah itu tidak ada bulan madu.

    Mari kita dukung terus blog ini, mari kita abaikan ML ini “granddepokcity-subscribe@yahoogroups.com”, ini hanya menguntungkan pihak GDC, tapi akan merugikan konsumen lama, baru or calon konsumen. Ini adalah cara2 lama yang mereka pakai untuk menutup nutupi KUDIS mereka. Berbahagialah kita punya BLOG ini, kita bisa sharing dengan fakta2 yang kita miliki dan alami masing2, bukan omong kosong. BLOG ini dibuat untuk mencari kebenaran berita or informasi.

    Coba kalau kita masing2 buat statistik di blog ini, apakah komentar positif or negatif yang banyak dilontarkan di blog ini?, silahkan menghitung masing2.

    Again bpk/ ibu, please do not hesitate to cancel it, finish, no nego.

    TELL THE TRUTH,
    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  350. Aden Says:

    Bu/Pak Ghaisan supaya info yang diperoleh seimbang, sebaiknya ditanyakan ke developer dan banknya juga. karena blog ini tidak fair kebanyakan orang yang memang ada masalah dengan GDC atau juga yang mau bikin masalah. Karena banyak juga bu yang tidak kecewa dengan GDC, tapi mereka tidak mau ikut sharing/cape ikut nimbrung di blog ini. Jadi “bull shit” kalau di GDC tidak ada sertipikat atau AJB. kalau yang bermasalah kebanyakan mereka memang bekas konsumen Daksa dan masih menggantung di Pengadilan. Jadi ya sulit mereka tuntut sertpikat kalau putusan belum final di Mahkamah Agung.
    Silahkan tentukan pilihan, tapi jangan hanya bergantung pada blog yang dari awal khusus katanya untuk yang kecewa dengan GDC, jadi yang merasa puas dengan GDC lebih banyak lagi dan tidak ikut dalam blog ini.

  351. Ryan vs Predator Says:

    duit utk rumah itu skali seumur hidup, kalo gak mau di dera masalah, yah mendingan bikin rumah di luar prumahan aja, lebih murah, lebih luas tanah nya, cari yg dekat jalan utama bagi yg khawatir masalah lingkungan, cari yg dekat tol kalo takut soal fasum fasos. lihat aja acara griya unik, mana ada yg lokasinya didalam prumahan, jarang skali kan? kcuali kalo anda beli rumah di simprug jakarta atau sebangsanya, nah tuh baru keren, gk pusink soal sertifikat lagi. tapi harganya booooo. atau kalo masih maksa pengen tinggal di prumahan, beli second aja, lebih gampang checkin sertifikat nya karena owner nya satu orang, bukan berhadapan dgn developer kayak owner nya kala itu.

  352. eddy Says:

    Petisi gabungan dari warga Grand Depok City, untuk pengajuan gugatan kepada Pihak developer mengenai surat, AJB, Sertifikat rumah2 yang bermasalah.
    Saya khususnya Warga Gardenia khususnya Blok R, telah mengajukan mediasi dengan pihak Legal dari developer namun tidak ada tanggapan, oleh karena itu wajib diumumkan ke media massa yang dimana telah di muat dibeberapa media seperti, SINDO, Kontan, Indo Pos, MonDe, Warta Kota, dll.

    Mohon kiranya disampaikan ke khalayak ramai, agar bisa terlaksana kelanjutan dari petisi awal.

    Anda bisa melihat berita rangkuman tersebut di http://gardenia.tk atau anda bisa melayangkan e-mail ke eddy@msii-asia.com, dengan mencantumkan status tanah, pembelian, keterangan, tahun beli, nama dan blok jangan lupa

  353. Pompey Says:

    Tidak perlu banyak menulis, saya hanya bisa komplain melalui situs diskusi di bicara rumah dimana saya sepertinya menanggalkan nilai-nilai intelektual karena kekecewaan yang sangat mendalam.. Ada juga blogger yang nulis promosi GDC yang menyesatkan walo saat ini sedang under construction..

    TIps bagi anda sebelum terjerat.. baca-baca dulu di internet dan TANYA penghuni lama mengenai GDC ini, jangan sampai terjebak dan memboroskan sumber daya waktu, tenaga dan UANG untuk sesuatu yang percuma.. juga cek di internet…

    Salam intelektualitas!

  354. Adit Says:

    Barusan saya ambil rumah di GDC cluster alamanda dan sudah akad kredit lewat KPR BTN Bogor per 23 Mei 2008 kemarin. Pada waktu akad kredit di depan pihak Bank dan notaris dari Bank dijelaskan mengenai status tanah dan bangunan oleh developer. Memang masih ada masalah sewaktu hand over dari developer lama ke developer baru. ada kewajiban pajak terhadap tanah yang tidak dibayarkan oleh developer lama sehingga menyebabkan status tanah tersebut dibekukan. Tetapi dari developer memberitahukan bahwa per agustus 2008, status tanah di daerah Puri insani cluster, gardenia cluster, anggrek 2 cluster sudah clear. artinya dari penghuni lama GDC bisa meningkatkan status PPJB mereka ke AJB dan untuk pengurusan SHGB nya.
    Saya sarankan kalo ngambil rumah di GDC lewat KPR Bank aza, sebab dari Bank ditargetkan GDC sudah melengkapi semua surat dan sertifikat maksimal 1 tahun dari saat akad kredit. Termin Pembayaran Bank ke GDC developer berdasarkan kelengkapan surat dan sertifikat ini. Jadi dari pihak developer tidak bisa lari dari tanggung jawabnya karena terikat perjanjian dengan pihak Bank.
    Beberapa temen saya juga mengambil di KKDR sekitar tahun 2005 kemarin, yang pake KPR Bank relatif sudah beres urusannya. justru yang cash yang bermasalah.

    Wassalam,
    Ayah Adit Puan

  355. Pompey Says:

    Saya sebenarnya juga di awal sangat suka dengan keberadaan lokasinya dst. bahkan sudah booking, namun setelah beberapa kali interaksi dengan banyak pihak, dan terutama kurang diapprove oleh keluarga untuk kami tetap keukeuh ambil di GDC, akhirnya batal.

    Nah, yang saya sangat sesalkan adalah kok kami jadi sangat sulit ya utk mengambil hak kami sendiri.. yang “hanya” 4 juta padahal saya sudah iklaskan 1 jutanya. Kalau memang developer yang baik, ya paling nggak 1 juta itu bisa dipakai lah untuk biaya-biaya administrasi sampai urusan kami selesai.

    Tapi ya sudahlah, Alhamdulillah barusan kemarin uangnya sudah masuk ke rekening dari Giro yang kami ambil (dengan terpaksa cuti dan spend money lagi untuk bolak balik pakai taxi antara Sunter – Depok)

  356. Adit Says:

    Memang untuk urusan pembayaran ke GDC memang agak ribet. Mereka harus kordinasi dengan kantor pusat, kemaren juga saya cuma dapat kwitansi sementara waktu membayar DP, baru 2 minggu kemudian dapat kwitansi resminya. Seharusnya online antara kantor pemasaran di proyek dengan yang di pusat, sehingga tidak membuat was-was para customernya. Mungkin demikian juga untuk pembayaran ke customer yang membatalkan pembelian rumah di GDC.

  357. Aryo Wisnudarto Says:

    Saya rencana mo ambil B6 / 4, (posisi Hoek) kemaren ada yang cancel. jadi saya mo ambil.

    Rumah kita sebelahan dong pak? (sok yakin)
    tolong email ke saya dung ke:
    mujadoel_99@yahoo.com

    Pengen ngobrol2, saya agak ngeri juga ambil rumah di GDC melihat komentar2.

    Tadinya saya ambil anggrek 2 awal bulan may.
    Kemaren saya liat lagi koq masih banyak tanah kosong, ga ada aktifitas pembangunan and ada beberapa rumah yang berdiri sendirian tanpa ada tetangga kiri kanan.
    Merasa takut di “kibuli” (lama pembangunannya)
    akhirnya saya cancel, saya minta yang di alamanda yang sudah jadi.
    Ternyata ada orang yang cancel.

  358. Pompey Says:

    saya juga sudah ambil di Alamanda, namun ternyata turun plafon, itulah yg membuat kami cancel karena tidak direstui oleh anggota keluarga yang lain sebab kami tidak siap kalau turun plafon dan harus bayar DP sekitar 20jutaan. Maklum modal belum mencukupi hehe.. baru aja terkumpul modal buat married.

    Alamanda adalah pilihan terbaik dari GDC. Itu yang bisa saya simpulkan. Walaupun terpaksa cancel dan ternyata cuapek bin ribet ngurusin pengembalian uang, tapi secara umum, dari harga, lokasi dan “rencana fasilitas” utk Alamanda, adalah yang terbaik sejauh ini.

    Untuk informasi, GDC merupakan proyek ke – 4 atau 5 dari SMR (pengembangnya) dimana memang GDC sepertinya termegah dan SMR ini walo kata marketingnya perusahaan besar, namun memang belum berpengalaman. Baru 4-5 lokasi, namun saya lupa persisnya, yang pasti Taman Anyelir (konsumen menengah kebawah), Bogor Asri (menengah ke bawah), GDC (menengah ke atas), dan satu atau dua lagi saya lupa, letaknya juga antah berantah klo ga salah di Kalimantan. Ini saya liat sendiri di Kantor pusatnya. Dan GDC, Anyelir, dan Bogor Asri ini semuanya tergolong perumahan yang BARU DIBANGUN.

    Jadi, memang tidak salah kalo banyak komplain, lah kurang profesional. Mudah2an GDC dengan Alamandanya (mungkin juga ALPINIA) ini bisa jadi ajang pembuktian sukses dari SMR.

  359. Pompey Says:

    Btw, mengenai promo BEBAS DP, ada juga yang mengeluhkan seperti blog yang saya kutip diatas. Sebab ternyata memang bebas dp kalo ngga turun plafon KPR nya. Nah, dia ini tidak diberitahu oleh marketing (menurut dia) kalau saya sih sudah tahu. Jadi standard orang sales nya juga kurang seragam. Mungkin anda dapat yang “baik” dan rekan lain dapat yang “cuek”.

  360. dewieq Says:

    Salam kenal. Saya calon penghuni block C.3 Alamanda 45/120. Kalo saya kok meragukan kualitas bangunan Alamanda yah, malah cenderung mengatakan bahwa kulitas bangunan yang ditawarkan tidak sesuai dengan harga yang sudah kita beli. Liat aja kualitas kayu-kayunya itu sangat jelek sekali (bukan oven) dan rangka atapnya terlihat sangat rapuh jadi saya yakin paling cuma bisa bertahan 5 tahun ke depan. Anggap tulisan saya ini sebagai pelampiasan kekecewaan saya terhadap kualitas yang ditawarkan pihak GDC.

    Memang ada fasilitas apa ya yang ditawarkan untuk Alamanda? Sepertinya tidak ada karena GDC pun tidak membangun fasum seperti free taman bermain untuk anak, tempat ibadah dll…

  361. Pompey Says:

    Maksudnya paling baik diantara cluster-cluster lain deh mbak.. kalau di Alamanda aja ngga dibangun Fasum ya yang lain juga sepertinya tidak akan dibangun. Soalnya saya lihat, Alamanda adalah “jagoannya” GDC baru. Ya mungkin nanti ada Alpinia dst tapi tetap kalau d compare lokasi dan harganya (sesama cluster di GDC ya) itu Alamanda paling baik.

    Saya ngga tau kalau jadinya tidak sesuai janji. Soalnya komparasi saya sebatas diatas kertas dan sempat survey dan mo ambil waktu itu.

    (Masjid, Lapangan bulutangkis, tenis dll yang ada pada saat ini, Insya Allah maaf kalau salah adalah FULL 100% WARGA YANG BUAT. Hanya KOlam renang sih kalo mo ngomong fasilitas..)

  362. Priyadi Says:

    lebih enak tinggal di kampung tapi surat2nya jelas

  363. anton Says:

    saya juga pernah hampir menjadi korban daksa group ini. tahun 2003, saat menonton pameran perumahan di JHCC saya ditawari kavling di Puri Sriwedari Cibubur oleh sales Daksa Group yg bernama Tiara. Setelah memberi deposit Rp. 5 juta sbg tanda keseriusan/booking, saya melihat lokasi yg ternyata memang cocok dg keinginan saya. Berhubung harga belum masuk budget saya (offer 250 juta), saya mau mencoba nego lagi. Tapi Tiara bilang untuk dapat nego, deposit harus ditambah lagi 60 juta dan harus disetor ke rekening seseorang yang katanya manager puri sriwedari. kenapa kok nggak ke rekening daksa saja? kata Tiara agar dana benar2 digunakan untuk membangun rumah saya dan tidak digunakan untuk KKDR yg sedang dalam masalah. ketika saya mau lihat sertifikat tanahnya dia bilang nanti saja pas nego dg managernya.
    Disini saya mulai curiga. kebetulan pas saya cerita ke teman, teman saya itu punya teman yg kerja di puri sriwedari. langsung si teman ini saya telpon untuk mengecek status tanah kavling yg mau saya beli itu.
    Ternyata kavling itu masih bermasalah (belum dibeli oleh daksa) karena ahli warisnya ada beberapa orang dan masih berebut hak atas tanah tersebut. walaaaah……
    Malahan, kata temen tadi, rumah disebelah kavling saya sudah 2 tahun sertifikatnya belum kelar juga.
    Busyet dah itu sales…. ngejebak banget.
    alhamdulillah 2 minggu kemudian, setelah saya telpon tiap hari, duit saya yg 5 juta dibalikin juga.

  364. avriel Says:

    katanya KKDR sekarang dipegang Mr.Tony Winata?? baca tuh thread sebelah soal tommy (cibubur). Tapi kayaknya gak jaminan siapa yang pegang, tetep pengurusan sertifikat bermasalah. bagi yang pengen rumah, sebaiknya memang hindari KKDR.

  365. calupict Says:

    Kota Kembang, ya.

    Jadi inget pas ke BPN di sana….

    Satu hal yang saya ingat adalah: jalannya jueeeleek!!

    Mendingan BSD kemana-mana deh

  366. priyadi Says:

    tomy winata itu bossnya artha graha. nah si daksa ini menjaminkan aset2nya ke artha graha untuk mendapatkan kredit dari artha graha. jadi memang sertifikat induk KKDR dipegang tomy winata. nasibbbbb nasiibbbbbb (yg jadi korban penipuan)

  367. dwee Says:

    KKDR = kEdeeeerrrr

  368. cheat games Says:

    Wah..gawat juga nich. Makin banyak aja perumahan yang nepu2

  369. crml Says:

    Kalau ada critanya ttg : ‘kok bisa ketepu’, mungkin akan lebih seru deh…

  370. odetz Says:

    PT. Inti Karsa Daksa ini bagian dari daksa grup bukan ?
    di kalimantan timur juga ada beberapa kasus
    -korban pematokan lahan

  371. isnaini Says:

    Punya temen di kota kembang juga. Tapi itu lho, rumahnya gak selesai-selesai dalam waktu 4 tahun. Padahal, tiap bulan, setoran rumah jalan terus. Udah gitu lokasinya jauh banget. Tapi untung, tdk mengikuti jejak teman itu beli rumah di Kota Kembang

  372. jesie Says:

    Turut bersimpati, sekarang emang kudu ati2 mslh pemilikan rumah, kalo g developernya jelek, pihak banknya juga bandel, konsumen sering “didorong paksa” untuk memiliki rumah via KPR, dengan tenor yang lama (20 tahun) walau kemampuan finasialnya bisa untuk melunasi tenor 5-10 tahun. Dan akhirnya malah invest ke tanah kampung sekitar area perumahan

  373. rizali Says:

    moral cerita: hati2 beli properti dari developer nggak jelas. yg jelas aja, spt lippo, masih bisa bermasalah, apalagi yg nggak jelas. apalagi nama developer nya kayak nama makanan/soto, soto daksa ????

  374. dryae Says:

    Dulu sempat dengar selentingan bermasalahnya perumahan ini ketika mo nyari rumah di Depok, dan membuat urung niat survey disana

  375. ulfra deni Says:

    saya juga punya tanah disektor melati .sampai sekarang belum bisa digunakan.saya betul-betul bingung .tidak tahu apa yang bisa diperbuat.saran dan komentar serta nasihat benar-benar bisa membantu.

  376. doelmnf Says:

    ati-ati di jalan kota kembang sering ada perampasan motor, maklum aja namanya juga kampung ya masih sepi getho

  377. lia Says:

    slm kenal yak!!!
    cuma 1 kata aja buat KKDR…BAD!!!
    gw ambil di anggrek 2 secara berthp alias 7x pembyrn.
    skrg tgl 1x pembyrn lg tp tuh rmh ga jadi2.
    mreka janjiin 9bln serah terima kunci, tp nyatanya ini sdh 1th 5bln.
    Beli rmh baru dgn tujuan utk ditempatin krn menghindari banjir, tp koq ga jadi2!!!
    mana janji manismu manajemen KKDR????………

  378. bimo Says:

    DEVELOPERNYA MASIH IDUP GAK SIH?.LAMPU LAMPU JALAN NYA PADA MATI SEMUA…JALANAN BANYAK YANG RUSAK….POKOKNYA SEPERTI LEPAS TANGGUMG JAWAB TU DEVELOPER.

    Sy salah satu warga di VMC2 sektor anggrek 2.

  379. dionisius nuriman Says:

    rumah saya di anggrek 2 dari thn 2003 blum jadi sampai sekarang, saya mesti kemana yaach…kok si pengembang ga ada tanggung jawabnya?, semoga pak Pri bisa kasih jalan keluarnyamentang2 aku wong cilik kali yaa..

  380. dzaki Says:

    Saya seorang calon konsumen perumahan Grand Depok City di sektor gardenia. Setalah membaca comments di blog ini saya jadi pusing pak antara jadi atau tidak membeli rumah (secara KPR) di perumahan ini.

    Saya sebenarnya sudah lama mengetahui adanya perumahan ini (KKDR) hanya saja saya baru tahu kalau developernya bermasalah (dulu Inti Karsa Daksa sekarang Dinamika Alam Sejahtera). Saya baru membayar booking fee saja (Rp. 1 Jt) dan belum membayar DP-nya.

    Menurut saya sebenarnya prospek perumahan ini cukup bagus terutama sekali ditunjang oleh adanya kompleks perkantoran Kodya Depok (sebagian dinas/kantor) yang menurut hemat saya seharusnya menjadi semacam “jaminan” bahwa perumahan ini memang “bekerjasama” dengan Pemkot Depok. terlebih ditunjang oleh luasnya areal dan Siteplan perumahan yang menurut saya “bagus banget”.

    Saya jadi bingung sekali nih, terutama ada teman saya mantan marketing IKD yang kasih advice ke saya supaya membatalkan rencana pembelian rumah di sana karena tanahnya bermasalah (sengketa) dan developernya juga bermasalah (gk bisa penuhi komitmen ke bank artha graha, kondisi keuangan yang buruk, dsb).

    Dengan demikian, saya mohon kiranya bapak bapak disini bersedia memberikan saran dan masukan terkait dengan permasalahan saya tersebut. Saya berharap keputusan membeli rumah tersebut tidak menjadi suatu “petaka” bagi saya dikemudian hari.

    Sekiranya jawaban bapak bersifat private and confidential saya mohon dikirimkan balasan ke email saya pak di perkakastua@yahoo.co.id.

    jawaban dan advice anda anda semua sangat saya harapkan.
    Trims

  381. lucky Says:

    mo nanya apa bener sektor anggrek 2 mo nutup jalan yg menuju sektor gardenia(VMC2),bukankah jalan tersebut milik developer,jadi warga sektor gardenia berhak lewat jalan tersebut.

    Dan lagi bukannkah merupakan suatu kenikmatan yg luar biasa dgn terciptanya kerukunan dalam bertentangga,walau saya tauk sektor anggrek 2 dari segi rumah lebih gede dan bagus dan dari sisi finansial jg lebih besar,tapi itu semua gak akan di bawa mati.yg di bawa mati dan tidak putus pahalanya salah satunya sodakoh jariyah,klu memang jalan akses tersebut yg buat warga anggrek 2 kenapa tidak dijadikah sodakoh aja(Wakaf).

    demikian ungkapan pribadi saya,sekedar mengetuk hati nurani sesama korban DAKSA.

    mohon maaf bila ada yg tersinggung

  382. indra Says:

    Mohon dikasih tau kondisi terakhir tentang perumahan ini? soalnya saya baru saja ambil perumahan di sana takutnya uang saya hilang rumah ga dapat trims ya pak

  383. Wahyu Kencono Says:

    niat cari info yang selengkap lengkapnya tentang perumahan Gran d Depok City, membawa saya cari info di google dan ketemu situs ini. OK juga , salam kenal.
    Tapi setelah baca banyak comment kok malah jadi bingung ya.
    Saya udah bayar booking fee Rp 1 jt untuk cluster Chrysant (deket sektor melati ya?), tapi belum memutuskan melanjutkan bayar DP nya.
    Mohon infonya tentang status tanah dan rencana pengembangannya Pak, khususnya di cluster Chrysant dan Grand Depok City pada umumnya.
    Terima kasih

  384. edho Says:

    Saya seorang calon konsumen perumahan Grand Depok City di sektor gardenia. Setalah membaca comments di blog ini saya jadi pusing pak antara jadi atau tidak membeli rumah (secara KPR) di perumahan ini.

    Saya baru membayar booking fee saja (Rp. 1 Jt) dan belum membayar DP-nya.DP nya saya di kasi wkt paling lambat Tgl 3 bln 11, 2007. nah yang anehnya lagi saya datang tu langsung di suruh bayar DP 1 jt serta ga di mintain surat2 sebagai mana mestinya perumahan yg lain nya . yg harus pake syarat2 nya bnyk bngt. nah ini engga malah 2 bulan lg suruh nempatin rumah di VMC2 yg DP nya harus segera dilunasi sebesar 26jt dlm wkt 2 bln ,dp lunas rumah katanya bisa langsung ditempatin.

    Dengan demikian, saya mohon kiranya bersedia memberikan saran dan masukan terkait dengan permasalahan saya tersebut . Saya berharap keputusan membeli rumah tersebut tidak menjadi suatu “petaka” bagi saya dikemudian hari.

    Sekiranya jawaban bersifat private and confidential saya mohon dikirimkan balasan ke email saya pak di ( edhochraciaz@yahoo.com )

  385. wahyu Says:

    Saya calon konsumen perumahan grand depok city, khususnya sektor alamanda. Dan seperti yang lainnya saya juga telah membayar booking fee Rp 1 Jt. Dan akan dikenakan biaya KPR sebesar 17 jt.

    Saya dan istri ragu2, setelah banyak mendengar keluhan dari email2 diatas. dan seperti di ketahui saat ini developernya telah berpindah tangan ke SMR yang berada dibawah Dinamika Alam Sejahtera.

    Mohon Saran, apakah investasi ini akan merugikan di kemudian hari ? Sebagai tambahan apakah air disana banyak mengandung besi dan mangan seperti yang banyak dikeluhkan oleh sebagian warga kota kembang

  386. edho Says:

    hm………..swt deh…ternyata msh aja ada korban kaya saya.saya aja mengambil keputsan untuk tidak jadi mengambil rumah dsn.masalahnya knp??? karena pd wkt blm wkt nya mereka merubah perjanjian, bahwa kalo mau rumah langsung ditempati dlm wkt 3 bulan harus membayar DP kes.berubah dr perjanjian awal, yg tadinya dah disepakati DP bisa di angsur dlm wkt 3 bln.dan rumah langsung siap huni. ini mereka langsung minta kes.nah dngn itu saya langsung mengambil keputusan u/ tidak jadi beli rumah di KOTA KEMBANG.DARI PD SAYA HILANG UANG YG LEBIH BESAR LG MENDINGAN SAYA KORBAN UANG 1 JT.

  387. ade koswara Says:

    Saya baru tau situs ini, kebetulan saya sedang mencari informasi tentang reputasi grand depok city.
    Setelah baca beberapa komen yang negatif tentang GDC, saya jadi bingung, saya sudah masuk booking fee 1.8, rencananya mau mengambil cluster chrysant. Saya mohon tanggapan atau siapapun yang mengetahui GDC,
    Terima kasih

  388. lazuardi Says:

    Bagaimana kejelasan tanah di sektor-sektor yang ditawarkan seperti type crysant? ini agar konsumen tidak kecewa. terima kasih, semoga informasi nya dibalas oleh Tuhan

  389. rosa Says:

    saya mau tanya tenatang GDC, karna saya udah ambil unutk sektor Alamanda.

    Setelah membaca koment temen2 diatas saya jadi ragu, tp uang yang masuk juga udah cukup lumayan banyak……

    Apa pengembangg yang ini lebih baik dari sebelumnya , atau sama aja?

  390. abang Says:

    GDC saat ini sedang berpoles diri, namun apapun polesanya belumlah dikatakan cantik, selama permasalahan di masa lalu tidak diselesaikan dengan komitmen yang kuat, terutama pemnuhan aspek legalitas berupa sertifikat tanah dan bangunan. Saya saja di Anggrek 1, beli rumah tahun 1998, pernah tandatangan AJB tahun 2002 hanya sepihak di notaris. ALHAMDULILAH sampai saat ini, tidak jelas dan bosan untuk menanyakannya. Idealnya, jika ada komitmen diberikan surat penjelasan rencana kerja (action plan) kepada warga eksisting, karena warga eksisting merupakan markerting tool yang baik.

    Produk-produk baru memang betul sedang dibangun, tetapi produk lama kaya Anggrek I, II, III dll, kayanya habis manis sepah dibuang, jalannya jelek ada sebagian tidak di aspal, tidak ada pagar beton, kabel bawah tanah tidak jelas teridentifikasi (berpotensi bahaya), tiang dan kabel telepon semerawut dll. Maklum produk yang dibuat agar cepat laku…..

    Kami di Anggrek 1 punya fasilitas telepon, sarana ibadah, penerangan , sarana olah raga, perbaikan pagar bambu (maaf tidak punya pagar beton) adalah swadaya warga yang sama-sama prihatin dan kadung tinggal.

    Perubahan nama kota kembang ke GDC juga, tanpa ada sosialisasi pada KTP dan dokumen lainnya yang tetap Kota Kembanglah. Kota sulit berkembang, karena ada orang-orang (konsumen) yang ‘teraniaya’. Orang yang teraniaya, bisa bersumpah serapah, ngomel, ngedumel, dan yang paling berat berdoa/dialog dengan Tuhan …………

    Tidak terbayang bagaimana dari sisi waris, jika ternyata Warga yang punya rumah meninggal, tetapi sertifikat rumahnya tidak ada, kasihan nasib ahli waris yah……..

    Gerbang sektor Anngrek 1 juga cukup menarik, dijadikan terminal angkot

  391. Benci PT dAKSA Says:

    HATI HATI DENGAN KOTA KEMBANG.DEPELOPERNYA MAPIA SEMUA.DAKSA ADA DIBELAKANG SEMUA.(TW) GITU LHO

  392. Benci PT dAKSA Says:

    AWAS KENA TIPU… DAKSA ( MAFIA) PERUMAHAN

  393. adil Says:

    Solusinya, masalah lama segera diselesaikan dan dibuatkan ‘task force’ dengan program kerja yang jelas terukur. Penyelesaian masalah lama, mungkin hanya biaya semata dan tidak menguntungkan secara finansial, tetapi hal ini harus menjadi kebijakan investasi dalam pengembangan cluster produk baru.

    Membiarkan dan menutup-nututupi masalah lama hanya cenderung menghambat bagi pengembangan cluster produk baru. Sebagai contoh, perbaikan jalan, tentunya tidak hanya menuju cluster baru, tetapi dibutuhkan juga dibutuhkan juga ke cluster lama. Jika dapat dilakukan, menunjukan developer punya emppati dan keadilan pada semua konsumen, dan kota kembangpun akan berkembang.

    jika yang tetap dipakai ‘paradigma daksa’, meski berganti nama berapa kalipun ya…susah berkembanglah

  394. pa’de Sugeng Says:

    GDC-Kota Kembang… sudah 4 tahun saya nyicil tiap bulan untuk sebuah rumah di hoek Sektor Melati belum ada AJB juga, muteeeer aja… ketika cicilan telat kita berhadapan dengan Bank, coba pasang iklan “DIJUAL/OVER Kredit” banyak sih yang hubungi…pada akhirnya saya harus berterus terang di depan “calon peminat” kondisi yang sebenarnya….nggak tega juga lihat orang lain mengambil alih “stress” nya kita. Akhirnya stress saya berbuah dalam bentuk kesabaran, entah sampai kapan…

    Saran saya, berpikir yang matang untuk membeli/KPR di perumahan manapun

  395. anakdepok Says:

    Yaa ampyuunnn….help…help…gw udah terlanjur nge-DP 1 juta ke GDC jumat kemaren..hiks..hiks..gimana dong

  396. pa'de sugeng Says:

    Di rubrik Surat Pembaca Koran SINDO edisi hari ini, Sabtu 19 april’08 bisa Anda baca keluhan salah satu konsumen Grand Depok City…mungkin bisa jadi bahan pertimbangan buat Anda , kita tunggu surat pembaca berikutnya, mungkin akan mengalir bak banjir jakarta… lumayan buat baca-baca calon konsumen

  397. pa'de sugeng Says:

    Hari ini saya kesal dan benar2 marah!!!! sabtu 26 april 2008 kemaren saya dapat telpon gembira dari bank artha graha cabang jatinegara, “besok selasa bapak bisa AJB di Kantor Pemasaran Grand Depok City, silakan lakukan pembayaran sejumlah Rp 8.257.726,-” Hari ini senin 28 April saya melakukan pembayaran dengan semangat ‘45! Namun… ketika saya kembali ke kantor dan baru berjalan kira2 25 menit dari Bank, telpon saya berdering, “maaf pak, untuk AJBnya tunggu konfirmasi lagi…” kenapa? tanya saya menahan emosi, “iyah, pihak developer harus membereskan ini itu bla bla bla…! ooooh shit!!! pengen meledak rasanya isi kepala… saya tidak bisa komentar apa-apa…SILAKAN PARA PEMBACA MEMAKNAI tulisan saya ini sendiri

  398. endro Says:

    jangan coba coba memasuki kawasan KKDR, soalnya nanti keluar error message :

    Forbidden
    You don’t have permission to access / on this server

  399. dzaki Says:

    Alhamdulilah saya sudah membatalkan rencana beli rumah di GDC. Saya dapet di Gaperi (Cibinong) walaupun agag jauh gapapa yang penting aman dan terjamin gag ada masalah..

  400. Mr X Says:

    tolonggg.. saya harus DP hari Selasa ini, jadi atau nggak… hiks hiks bingung banget niiihh.. Lagian saya ambil rumah yang Melati/Edelweis.

    Rekan2 mohon doanya, sabtu saya akan clearkan semua masalah LANGSUNG DI KANTOR PEMASARANNYA. Apa jaminan dan pertanggungjawabannya. Kalau nggak puas, saya akan cabut! biarin Ilang 1 juta daripada nyesel!

    Saya sudah save semua komentar di internet utk ditunjukkan ke muka marketing sono. Seumur idup gw lum pernah ditipu orang maupun mencoba ditipu orang, bisa gw bunuh tu orang klo mo nipu

  401. papa nau Says:

    perkenalkan saya pembeli rumah di Anggrek 3, secara kes keras, pada September 2002. Waktu berlalu, dan akhirnya rumah saya selesai juga pada Akhir 2006, yang dilanjutkan dengan penandatanganan AJB di Notaris Yani Suryani yang ditunjuk Daksa. Setelah Ttd, disampaikan bahwa saya diminta untuk membayar SPPJB jika surat-surat tanah sudah selesai dan akan diserahkan kepada saya, dengan jangka waktu antara 6 s/d 12 bulan. Pihak Notaris mengatakan akan menghubungi saya. Gilanya, saya masih percaya, karena yang bicara adalah NOTARIS.
    18 bulan berlalu tanpa kabar apapun. bulan kemarin saya mendapat pemberitahuan (surat dan telepon) dari developer Dinamika, bahwa AJB saya yang pertama batal, dan saya dapat menandatangani AJB baru setelah (wajib katanya) membayar SPPJB, dan surat tanah akan keluar +/- 8 bulan ke depan.
    Ha ha ha, mereka belum berhenti juga “ngerjain” saya, . . . . ha ha ha, jadi Bapak dan Ibu hati-hati yaaaaa untuk berhubungan dengan Developer siapapun dan dimanapun, khususnya “nyang n’tu”, atau mau bergabung dengan kami di sini ????? ha ha ha ha
    Demi Allah saya nyatakan bahwa mereka telah menipu dan menganiaya saya sekeluarga. Semoga Allah mengingatkan dan menyadarkan mereka. Amin

  402. papa nau Says:

    silakan cek ke Notaris Yani secara langsung, menurut dia AJB lama saya sekarang sudah diserahkan ke developer koq, AJB batal karena surat kuasa untuk Kuasa (yang ttd) dari developer sudah dicabut, he he he, kebalik atuh kang, masa saya yang dibilang pembohong, ha ha ha. Halo pak Edi Kuntadi, kumaha ieu teh, tong waka kabur atuh kang, beresan heula ieu urusan

  403. monitordepok Says:

    Distakotbang masih tebang pilih
    28-Jul-2008 08:44:11

    DEPOK, MONDE: Depok Government Watch (De‘Gowa) menyesalkan metode tebang pilih yang diduga masih dilakukan Distakotbang Kota Depok terkait keberadaan bangunan tanpa Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
    “Ibarat peribahasa, semut di ujung lautan tampak, tapi gajah di pelupuk mata tak terlihat,” ujar Koordinator De`Gowa, Cahyo Putranto, kemarin.

    Menurut LSM pemerhati kebijakan daerah, peribahasa itu layak diberikan kepada Pemkot, khususnya Dinas Tata Kota dan Bangunan (Distakotbang). “Kenapa ruko atau rumah petak kecil ditindak tegas dan diteriaki terus soal IMB-nya, namun pengembang-pengembang besar yang belum mengantongi izin tetap dibiarkan membangun,” kata Cahyo, pekan lalu.

    Contohnya, lanjut Cahyo, pengembangan perumahan dan sarana bermain di kawasan Kota Kembang. “Apakah karena melibatkan nominal besar-besaran, biarpun tanpa IMB didiamkan aja,” tandasnya.

    Cahyo juga mempertanyakan sejauhmana pihak Distakotbang menindaklanjuti laporan atau temuan dari DPRD maupun LSM terkait bangunan tanpa IMB, tapi masih berlangsung pengembangannya. “Apakah Pemkot menerima jaminan dari pengembang-pengembang besar itu,” ucapnya.

    Belum lama ini, Komisi B DPRD mengungkap temuan terhadap enam titik pembangunan yang belum memiliki IMB, di sekitar kantor mereka sendiri di kawasan Kota Kembang, Sukmajaya.

    Seperti yang dikatakan Komisi B, dari enam titik pembangunan tak ber-IMB itu, empat di antaranya baru memiliki Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) yakni Sektor Aster, Alamanda, Yasmin dan Wahana Permainan Air 1001 Malam. Sementara dua lainnya masih belum ada bangunan, namun sudah dimulai pengerjaan.

    “Tanpa mengantongi IMB, pengembang masih berani melanjutkan pekerjaan. Hal ini menjadi tanda tanya besar. Orang awam pun masih wajar menilai Pemkot dan Distakotbang penuh dengan intrik kepentingan,” ujar Cahyo.

    Kepala Satpol PP Kota Depok Sariyo Sabani berjanji akan melayangkan perintah pemberhentian pembangunan terkait temuan DPRD tersebut. Salah satunya adalah proyek pembangunan Wahana Permainan Air 1001 Malam, Jl. Raya Boulevard, Kota Kembang. “Setelah dilayangkannya surat itu dan ternyata pengembang masih membandel Satpol PP siap melakukan eksekusi penyegelan,” tandasnya pekan lalu.

    Sariyo yang sebelumnya telah mendapatkan informasi adanya pembangunan tanpa IMB melalui media, mengungkapkan sebenarnya Satpol PP melalui surat bernomor: 300/255/sat.pol/VI/08 telah melayangkan pemanggilan terhadap pimpinan Perumahan Grand Depok City (GDC).

    Kepala Distakotbang Kota Depok Rendra Fristoto menuturkan lamanya pengurusan IMB juga terkait dengan proses pergantian pengelolaan di dalammya.

    Dia menjelaskan awalnya perumahan itu dikelola dengan membawa bendera Kota Kembang, tapi kini berganti menjadi GDC. Distakotbang, lanjut Rendra, sebenarnya telah melayangkan Surat Penghentian Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan (SP4) lantaran proses pembangunannya tanpa disertai IMB itu.

    Namun demikian, pernyataan telah dilayangkannya SP4 oleh Distakotbang ditepis oleh Kepala Satpol PP Sariyo. Pasalnya, Satpol PP sebagai eksekutor mengaku belum mendapatkan surat tembusannya

  404. hedwig Says:

    Ada satu blok yang sampai saat ini belum tersentuh pembangunan di sektor 3 angrek (lihat url dibawah), entah kenapa, di daerah tersebut masih diselimuti belukar dan alang-alang. Bahkan jika beruntung kita dapat berjumpa seekor atau dua ekor ular tanah atau bahkan ular kobra yang berwarna hitam pekat

    http://www.hedwigus.com/wp-content/uploads/2008/03/gdcanggrek3.jpg

  405. Eddy Setyowibowo Says:

    Perumahan Grand Depok City bermasalah

    Saya sebagai pembeli rumah wilayah Grand Depok City Cluster Gardenia Blok R2 yang dahulu terkenal dengan Wilayah Kota Kembang Depok, dimana kami membeli sebidang rumah dengan luas 90 Type 45 secara tunai.

    Dimana Pada tahun 2006 Pengembang saat itu masih Dinamika Alam Sejahtera yang Kemudian dibuat Perjanjian Jual beli mengacu pada No. 004/DAS/Kaw – KKDR/Tan – Jin/ 07.06 tertanggal 31 Juli 2006 yang memberitahukan bahwa dijanjikan akan segera dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli didepan notaris secepatnya. Namun setelah lama menanti dan lelah berdebat dengan bagian administrasi dan keuangan dikeluarkan Surat Pernyataan tertanggal 26 Pebruari 2007 mengacu pada Surat No 19/DAS/KKDR/02-2007 yang dimana menerangkan akan dalam 8 bulan setelah penandatangan surat tersebut diatas sesuai tanggal tersebut pengembang akan menaikkan status IMB Rembug menjadi HGB Induk dan AJB akan ditanda tangani setelah HGB Induk tersebut selesai, dan 8 bulan setelah penandatangan AJB akan dijanjikan balik nama pada pecahan sertifikat tersebut.

    Tapi, apa yang terjadi bukan seperti yang ditunggu-tunggu sampai kami lelah berdebat kembali dikeluarkan lagi surat keterangan dengan No. 010/DAS/GDC/PERIJINAN/03.08 tertanggal 26 Maret 2008 yang dimana menerangkan bahwa bulan Juli 2008 baru akan terjadi proses peningkatan menjadi HGB Induk bukan menjadi pecahan NIB yang akan siap ditanda tangani di depan notaris.Sangatlah disayangkan bahwa kejadian serupa bukan hanya kami sekeluarga yang mengalami, namun banyak warga lain yang tinggal di wilayah Grand Depok City mengalami hal serupa, bukannya itu merupakan penipuan terhadap konsumen, lain halnya dengan pemilik rumah dengan KPR BTN dimana mereka sudah memegang AJB sedari awal kepemilikan rumah.

    Sampai saat ini hanya janji-janji pengembang yang diberikan lewat telepon untuk penyelesaian dan permohonan agar masalah tersebut tidak di layangkan ke media surat kabar membuat kami merasa tidak seharusnya hal tersebut ditutup tutupi, dan khalayak ramai harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

    Jadi pikirkan kembali untuk membeli rumah di Wilayah Grand Depok City dengan iming-iming hadiah mobil, TV dan lain-lain sebagai kamuflase belaka.

    Demikian kiranya yang dapat kami sampaikan, terima kasih kami haturkan Kepada pihak Redaksi sedalam-dalamnya atas penayangan berita ini dalam kolom Surat Pembaca.

    Eddy Setyowibowo
    IT Manager for PT. Kreasi Maharani
    Indonesia Project Manager for MSII Asia Co. Ltd

  406. Ryan vs Predator Says:

    warga sektor Azalea, di Grand Depok City (GDC) RW 06 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Sukmajaya Kode Pos 16413
    http://f9g.yahoofs.com/groups/g_18455496/.HomePage/__sr_/a09b.jpg?grAKNoIB52uwPp0N

    penasaran aja melihat raut yg terpancar dr wajah mereka, dibalik wajah wajah itu, ada pikiran apa aja yah? hehehhehhe

  407. budi Says:

    kayaknya diem diem ustad ini nyindir GDC nih, hehehhehhhee

    Ustadz Jefri Al-Bukhori: Manusia punya batas wilayah

    Ustadz Jefry Al Bukhori mengatakan seluas-luas kekuasan raja manusia ada batas wilayahnya.

    Mana mungkin raja di Malaysia, jadi raja di Indonesia. Tapi Allah SWT, semua [yang dilangit dan bumi] milik Nya,” ujarnya, saat menyampaikan ceramah maulid Nabi Besar Muhammad SAW dihadapan ratusan jamaah, di lingkungan RT04-05/RW04 Kelurahan Kalimulya, Sukmajaya, kemarin.

    Ia mencontohkan, prajurit adalah orang paling taat pada pimpinan, bahkan saat perang siap maju. Artinya prajurit sudah memberikan contoh ketaatannya. Artinya kita juga harus taat kepada perintah Allah.

    Lebih lanjut dikatakan, bahwa Nabi Sulaiman saat diberi rezeki senantiasa bersyukur karena hal itu merupakan kemuliaan Allah, kemudian karunianya ditambah.

    Tampak hadir Camat Sukmajaya Muksit Hakim, Lurah Tirtajaya Edi Mulyadi, Ketua DPD PAN Kota Depok, Ketua DPRD Kota Depok Naming D Bothin, H Yahman Setiawan tokoh masyarakat setempat.

    Maulid Nabi Muhammad SAW bersamaan dengan peletakkan batu pertama pembangunan Majid Al Ikhlas di areal 400 m2. Tanah tersebut merupakan hibah dari perumahan Grand Depok City.

    Sebelum berlangsung acara maulid, Wakil Walikota Yuyun Wirasaputra dan H Yahman Setiawan memberikan bantuan masing-masing Rp5 juta.

  408. V for Vendetta Says:

    Developer atau Pengembang Bermasalah
    May 19, 2008

    Mong-omong soal pengembang atau developer bermasalah, berikut adalah berita yang ditulis di Sinar Harapan tahun 2006. Sekarang sudahkah pengembang ini berubah?

    Pemprov DKI Jakarta memberi sanksi puluhan perusahaan pengembang perumahan yang belum menyerahkan kewajiban lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). Selain terkena sanksi di tingkat wilayah, para pengembang nakal itu juga akan mengalami penundaan perizinan yang tengah mereka urus di tingkat provinsi.

    “Dari 162 pemegang Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) di Jakarta Barat yang mempunyai kewajiban fasos/fasum, 13 di antaranya telah mendapat “pencekalan“ yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta sesuai dengan Pasal 21 Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 41 tahun 2001,” kata Kepala Bagian Administrasi Sarana Perkotaan (ASP) Pemkot Jakarta Barat, Bambang Djoko Susilo, Selasa (5/12).

    Ke-13 pengembang yang masuk daftar itu, ungkap Bambang, antara lain :

    PT Pakuwon Utama (pemegang SIPPT 17 April 1997)
    PT Amandole (5 Maret 1974)
    PT Benua Permai Lestari (6 Februari 1989)
    PT Kumara Latifa (12 Januari 1996)
    PT Pelita Adi Makmur (7 April 1994)
    PT Sinabung Jaya (28 September 1994)
    PT Satwika Permai Indah (28 Juli 1994)
    PT Prima Karya Kencana (10 Oktober 1995)
    PT Taman Kedoya Barat Indah (16 Juni 1994)
    PT Mutiara Idaman Jaya (24 Februari 1999)
    PT Taman Ratu Indah (16 Juni 1994)
    PT Prisma Agung Realty (16 Juni 1994) dan
    PT Kusuma Raya Utama (pemegang SIPPT 5 Oktober 1994).

    “Kami akan terus mengawasi keberadaan lahan fasos/fasum yang hingga kini belum diserahkan 13 pengembang bermasalah tersebut,” tegasnya. Dia juga menambahkan selain 13 pengembang yang telah masuk daftar, puluhan pengembang lainnya juga tengah diproses untuk masuk daftar selanjutnya. Menurutnya, dari total 162 pengembang yang memiliki kewajiban fasos/fasum di Jakarta Barat, baru 62 pengembang yang telah memenuhi kewajibannya.

    Fasos dan Fasum yang telah diserahkan itu telah dimanfaatkan antara lain untuk membangun sarana pendidikan, pos kesehatan, peruntukan hijau rekreasi (PHR), peruntukan hijau taman (PHT), suka sosial budaya (SSB), suka sarana kesehatan (SSK), jalan, tempat ibadah, gedung pertemuan, waduk dan saluran air. Luas lahan fasos dan fasum yang telah diserahkan pada 2004 itu dalam bentuk lahan seluas 137.464 m2, sedangkan luas bangunannya 2.349 m2.

    “Secara keseluruhan penerimaan lahan fasos dan fasum dari pengembang di Jakarta Barat berupa lahan seluas kurang lebih 3.000.000 m2 (300 ha) dan yang terbangun dalam bentuk sarana dan prasarana seluas kurang lebih 1.000.000 m2,” jelas Bambang.

  409. papa nau Says:

    Salam Boss,
    Dalam daftar pengembang bermasalah, mohon dibuat yang skala Nasional, atau saya yang tidak tahu ya kalau sebenarnya ada ??, misalnya Daksa Group, dimana saya membeli rumah di Kota Kembang (dulu) / Grand Depok City (sekarang) tahun 2002, secara kes keras, rumah baru selesai akhir 2006 (setelah ngamuk dulu), ttd AJB harus dua kali, etc, etc. Hatur Nuhun Boss

  410. Himawari Says:

    Monday, March 17, 2008
    Promosi Menyesatkan Grand Depok City

    Down Payment (DP) 0%. Tanpa Uang Muka. Kata-kata itu yang membuat aku (dan istriku) memberanikan diri membeli sebuah rumah tipe 45/105 di Cluster Jasmine, Grand Depok City (GDC), lewat proses kredit (KPR). Aku hanya perlu membayar biaya pemesanan (Booking Fee) sekitar 1,6 juta Rupiah. Tanpa harus membayar uang muka, maka aku hanya perlu memikirkan cicilan KPR per bulan. Walaupun nantinya harus memikirkan hal itu selama 180 bulan (15 tahun x 12 bulan), aku tidak menganggap itu sebagai beban. Seiring waktu, insya Allah, kemampuan membayar aku akan bertambah baik. Bukan tidak mungkin aku melunasi sisa hutang KPR tanpa harus menunggu 15 tahun. Apalagi harga rumah kemungkinan besar akan terus bertambah. Pada titik ini aku merasa sudah mengambil keputusan yang tepat.

    Fakta mengatakan manusia hanya bisa merencanakan; bukan menentukan. Manusia hanya bisa memilih di persimpangan jalan tanpa bisa tahu apa yang ada di ujung jalan yang dipilih. Keputusan yang tepat itu tersandung kenyataan bahwa aku harus menambah DP. Informasi yang mengatakan bahwa aku harus menambah DP itu datangnya dari pihak bank penanggung. Aku harus menambah DP 20 juta Rupiah. Aku benar-benar kaget. Bisa dikatakan aku tidak siap menerima kenyataan bahwa aku harus menambah DP. Sejak pertama kali aku mengunjungi GDC, lalu melakukan pemesanan, sampai akhirnya bank penanggung melakukan analisa, pihak GDC sama sekali tidak memberikan peringatan bahwa ada kemungkinan penambahan DP sesuai keputusan dari bank penanggung.

    Aku benar-benar kecewa. Semua uang, waktu, dan tenaga yang sudah aku keluarkan untuk mengurus pembelian rumah di GDC bisa jadi kandas di tengah jalan. Aku memang tidak bisa menambah DP. Perencanaan keuangan rumah tanggaku tidak memungkinkan aku untuk mengeluarkan uang sejumlah 20 juta Rupiah. Belum lagi biaya pengurusan KPR dengan jumlah sekitar 10 juta Rupiah. Aku terang-terangan menolak menambah DP yang diminta. Aku tetap pada keputusanku dengan mengatakan bahwa seharusnya kemungkinan penambahan DP ini disampaikan dari awal; bukan setelah pemesanan atau setelah penilaian dari bank penanggung.

    Setelah melewati diskusi alot yang terjadi berulang-ulang dengan pihak GDC, kekecewaanku menemui jalan buntu. Pihak GDC masih meminta aku menambah DP, sementara aku tetap tidak bisa menambah DP. Mereka menyatakan bahwa aku bukan satu-satunya orang yang harus menambah DP. Bahkan ada pembeli lain yang harus menambah DP lebih besar 20 juta Rupiah.

    Sepertinya pihak GDC tidak merasa bahwa mereka sudah menipu aku. Aku tidak mempermasalahkan besar DP yang harus aku tambahkan. Aku terima kalau keputusan menambah DP itu bukan dari GDC, tapi merupakan keputusan bank penanggung. Aku tidak peduli kalau pembeli yang lain memilih menambah DP; bahkan dengan jumlah yang lebih besar dari 20 juta Rupiah. Aku merasa ditipu karena aku sudah terlanjur percaya bahwa aku tidak perlu menambah DP. Aku merasa ditipu karena kemungkinan menambah DP itu tidak diingatkan dari awal.

    Booking Fee sekitar 1,6 juta Rupiah, akhir pekan yang habis untuk pulang-pergi Tangerang-Depok untuk mengurus pembelian rumah, dan berbagai kerugian lain akhirnya membebani pikiranku. Semua itu bisa jadi hilang tak berbekas. Kalau pihak GDC bersikeras meminta penambahan DP, aku tidak punya pilihan lain selain membatalkan pesananku. Saat itu terjadi, semua yang aku sebut di awal paragraf ini sudah pasti hilang tak berbekas.

    Untuk saat ini aku masih menunggu keputusan perihal penambahan DP itu dari pihak GDC. Jalan tengah yang ditawarkan pihak GDC adalah mencicil penambahan DP tersebut. Mereka menawarkan mekanisme cicilan selama 3 bulan. Itu berarti sekitar 6,5 juta Rupiah per bulan. Jumlah yang terlalu besar karena aku juga harus membayar cicilan KPR pada saat yang bersamaan. Aku meminta mekanisme cicilan selama 12 bulan. Pihak GDC sedang mempertimbangkan penawaranku itu.

    Saat ini aku masih menunggu. Aku menunggu seraya menegaskan pada hatiku untuk TIDAK LAGI MEMPERCAYAI PROMOSI APA PUN TANPA BERUSAHA MENCARI INFORMASI LEBIH DALAM. Alhamdulillah dalam setiap kejadian senantiasa ada hikmah yang bisa dipelajari. Paling tidak hal itu akan mencegah diriku jatuh ke dalam lubang yang sama

  411. Himawari Says:

    Goodbye Grand Depok City
    Melanjutkan tulisan : Promosi Menyesatkan Grand Depok City.

    Aku tetap menolak menambah uang muka. Sementara Grand Depok City (GDC) hanya bisa menawarkan solusi pembayaran uang muka dalam bentuk cicilan sebulan sekali selama 3 bulan. Solusi tersebut pada akhirnya tidak bisa aku manfaatkan. Aku tetap akan kesulitan membayar uang muka 20 juta Rupiah dalam waktu 3 bulan. Apalagi pada saat yang bersamaan aku harus mulai mencicil KPR sekitar 2 juta Rupiah. Itu belum menghitung biaya hidup keluargaku sehari-hari yang meningkat karena kehadiran 2 calon anakku.

    Akhirnya aku memutuskan untuk membatalkan pemesanan rumah di GDC. Aku memang kecewa atas pembatalan ini. Setelah semua usaha yang aku sudah lakukan untuk membeli rumah di GDC, pembatalan ini cukup mengesalkan. Tapi Islam mengajarkan aku untuk senantiasa berpikir positif dan mencoba mencari hikmah di balik setiap “nasib buruk”. Islam mengajarkan aku bahwa tidak ada yang namanya nasib buruk karena Sang Pencipta senantiasa menyayangi -paling tidak mengasihi- setiap manusia. Aku tidak pernah bisa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi untuk saat ini, dalam kasus GDC ini, aku mencoba menerima fakta bahwa waktunya tidak tepat bagiku untuk mulai mencicil rumah.

    Kembali ke pokok pembicaraan. Seiring waktu saat aku dan pihak GDC bernegosiasi masalah penambahan uang muka tersebut, aku tidak melihat adanya niat baik yang menyeluruh dari pihak GDC. Salah satu hal yang perlu aku garis bawahi adalah bagian Marketing GDC dan bagian KPR GDC seperti dua pihak yang berbeda. Saat aku mencoba menjelaskan kesalahan bagian Marketing GDC saat menawarkan promosi uang muka 0%, bagian KPR GDC seperti menyalahkan bagian Marketing GDC tanpa mau peduli lebih jauh lagi. Bagian KPR GDC seperti tidak mendengarkan keluhanku perihal promosi uang muka 0% yang tidak sesuai kenyataan itu. Bagian KPR GDC itu hanya bisa menanyakan kapan aku siap dan mau melanjutkan ke akad kredit.

    Sementara bagian Marketing GDC merasa sudah menjelaskan masalah penambahan uang muka itu kepada diriku. Padahal aku (dan istriku) sama sekali tidak merasa topik penambahan uang muka itu dibahas selama bagian Marketing GDC itu mengajukan penawaran. Yang lebih parah lagi adalah bagian Marketing GDC itu justru malah mencoba membujuk aku untuk menambah uang muka dengan iming-iming harga rumah yang naik dua kali lipat dan berbagai kata-kata manis lainnya.

    Sigh.

    Semua yang aku ungkapkan di atas dan keluhan-keluhan lain yang tidak terungkap membuat aku ragu untuk bertahan. Penawaran cicilan uang muka dari pihak GDC pun aku abaikan. Sulit bagiku untuk kembali mempercayai pihak GDC. Ditambah lagi status rumah yang indent selama 12 (dua belas) bulan sejak pemesanan rumah. Hal itu hanya semakin membuat aku khawatir untuk meneruskan pemesanan rumah di GDC itu.

    Sigh (lagi).

    Aku rasa cukup sekian keluh-kesah yang bisa aku tuangkan tentang pengalamanku bersama GDC. Semoga saja tidak ada pelanggan GDC lain yang mengalami hal yang sama dengan yang aku alami bersama GDC. Tulisan ini sama sekali tidak bertujuan untuk menakut-nakuti pelanggan atau calon pelanggan GDC. Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan agar pelanggan atau calon pelanggan GDC bisa lebih berhati-hati dalam bernegosiasi dengan pihak GDC atau produsen perumahan mana pun yang suka neko-neko

    Masih buanyaakk sebenernya yg kkurang lebih mengeluh dengan nada kurang lebih sama dan malah ada yg lebih cerita cerita lebih serem lagi..katanya GDC ini tanahnya sengketa alias bermasalah dan ada penghuni2 yg udah tinggal disitu belum terima sertifikatnya walaupun udah lunas bayar…hiiyyyy…..:bigcry:

    gw jadi maju mundur mo mo nerusin proses KPR di GDC ini.
    Oleh karena itu, gw perlu bantuan teman2 yg mungkin bisa kasih pencerahan sama share pengalamannya sama GDC

  412. Budi Harton Says:

    Pengembang Grand Depok City Mengecewakan
    Thursday, 12 June 2008

    TANGGAL 13 Januari 2003 saya membeli sebuah rumah tipe 58/135 di Grand Depok City (dulu namanya Kota Kembang Depok Raya) sektor Puri Insani. Proses yang saya lalui untuk mendapatkan rumah yang saya beli melalui KPR Bank Artha Graha ini sangat mengecewakan dan melelahkan, yaitu harus melalui banyak perdebatan sampai ke YLKI dan ke pengacara.
    Sesuai Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (SPPJB) yang dikeluarkan pengembang (PT Inti Karsa Daksa), bangunan rumah akan diselesaikan selambat-lambatnya 6 bulan, terhitung setelah 14 hari sejak permohonan KPR disetujui oleh bank, Akta Jual Beli ( AJB) akan dilakukan 3 bulan setelah KPR dan Sertifikat Hak Guna Bangunan dan IMB akan diberikan setelah KPR dilunasi.
    Dalam kenyataannya, rumah saya baru selesai pada Februari 2005 dan AJB sampai saat ini belum dilakukan. Bahkan setelah KPR saya lunas pada 8 Mei 2007, pengembang tetap belum memenuhi kewajibannya menyelesaikan legalitas rumah. Saya sudah mencoba dengan berbagai cara dengan menelepon, mengirim surat resmi, dan sampai datang ke kantor pemasaran, tetapi pengembang selalu menunda-nunda menyelesaikan kewajibannya tersebut.
    Saat ini pengembang Grand Depok City sudah beralih dari PT Inti Karsa Daksa ke PT Dinamika Alam Sejahtera. Tetapi sebenarnya mereka hanya berganti nama saja untuk menghindari kewajiban terhadap konsumen dan menghindari denda keterlambatan. Sampai saat ini banyak konsumen yang nasibnya sama seperti yang saya alami (lihat di: http://bicararumah.wordpress.com/2007/11/14/grand-depok-city-kota-kembang-depok-raya). Selain itu fasos dan fasum juga tidak dipenuhi sesuai yang dijanjikan di brosur pemasaran, seperti tidak adanya tempat ibadah, lampu penerangan jalan yang minim, dan tidak adanya dinding arkon yang mengelilingi setiap cluster. Meskipun demikian pengembang berani memasarkan kembali Grand Depok City dengan berbagai macam janji yang indah-indah, di antaranya dengan pemberian hadiah mobil, motor, AC dan lain-lain.
    Mudah-mudahan pemerintah bisa membuat peraturan yang bisa melindungi konsumen di antaranya iklan pemasaran harus ditepati dan dapat dijadikan bukti hukum. Tidak seperti saat ini di mana pengembang selalu mencantumkan dengan tulisan kecil di brosur pemasaran bahwa brosur tersebut tidak dapat dijadikan bukti hukum dan tidak mengikat. Dan konsumen pun supaya berhati-hati dalam memilih rumah, jangan mudah tergoda dengan janji-janji manis pengembang.

    Dui Budi Hartono—
    Grand Depok City, Sektor Puri Insani Blok G3/03, Depok

  413. yusuf Says:

    Sesuai SPPJB untuk keterlambatan serah terima tanah & bangunan DAKSA berkewajiban membayar 5 permil untuk 1 hr kerlambatan maksimum 100 hari atau 5 prosen dari harga deal jual saat itu, tapi semua hanya omong kosong …kaga tau lagi kalau sudah 3x ganti pengembang weleh-weleh paling-paling wanprestasi lageeeeei……..

  414. Irma Says:

    Blog ini semakin diragukan isinya, karena kalau dibaca mulai dari setelah tanggal 8 Agustus 2008 di atas, isinya copy paste dari masalah yang sudah di complain lama. seolah-olah sebagai maslah GDC yang baru. “Out of date” , sayang jadi jelas misinya gak orisinil, hanya menjelekan GDC saja. ……

  415. Aryo W Says:

    Ini blog-nya yang eror ato ada orang yang copy paste??….
    koq tiap menit ada comment, isinya copy paste lagi…

  416. Paskulin Says:

    Betul pak, memang ada orang yang copy paste, mungkin si “sempruul” udah ketahuan dech modalnya……….. Setahu saya pak Aryo kalau dilihat di posting sebelumnya kan jadi 2x nyatakan gagal beli di GDC. padahal tidak..
    Hati-hati aja….

  417. willy Says:

    waduh apa gara2 kemarin saya liat perkembangan anggrek2 ada yg liat ya…

  418. Ghaisan Says:

    To Bp/Ibu Malakanist & Aden

    Tks suggestnya.
    Dalam surat pesanan (surat pesanan rumah) yg diterbitkan oleh GDC pada syarat dan ketentuan2 pemesanan khususnya butir 12, sangat memberatkan konsumen. Bagi calon pembeli GDC sebelum menandatangai surat pesanan agar berhati2 dan membaca teliti ketentuannya. Ketentuan dalam butir 12 tsb adalah :
    “Pemesan menyatakan setuju membebaskan PT. DINAMIKA ALAM SEJAHTERA dari segala tuntutan dalam bentuk apapun jika penandatangan akta Jual Beli di hadapan PPAT dan balik nama sertifikat ke atas nama Pemesan tidak terlaksana akibat tidak terpenuhinya syarat/ ketentuan pemesan atau pun penolakan yang dilakukan oleh instansi yang berwenang (BPN)”.
    Saya baru mengetahui ini setelah saya baca dengan teliti satu persatu dan ternyata klausul ini sangat memberatkan bagi konsumen. Klausul ini sangat tidak fair.
    Mohon dari pihak GDC bisa menjelaskan hal ini. Juga buat penghuni (pemilik), pembeli, calon pembeli di GDC tanggapan terhadap klausul tsb.

    Kawan saya beli perumahan di Depok tp yg pasti bukan di GDC sertifikatnya sudah SHM setelah kurang lebih 5 bulan sejak akad kredit dan dalam surat pesanan rumahnya TIDAK ADA KLAUSUL YG MEMBERATKAN KONSUMEN seperti itu.

    Utk semuanya sekalig lg, pls comment thd hal ini.

  419. yudistira Says:

    indonesia masih kekurangan rumah hunian, itu menjelaskan kenapa harga rumah di indonesia gk pernah turun, selalu naik, apes apes nya paling stagnan doank. jadi serugi apapun klausul nya, tetap saja ada yg mau beli. rupanya kondisi ini di manfaatkan developer demi keuntungan mereka. tapi seiring berjalannya waktu, klausul seperti itu sudah mulai di tingggalkan developer, hanya satu dua developer saja yang masih pakai paradigma lama semisal klausul tsb. klausul yg mirip2x seperti itu ada di hampir semua sektor ekonomi di negeri ini. misalnya dokter yg mau operasi, kita pasti disuruh tanda tangan pernyataan yg ada isi klausul seperti itu, bahwa dokter dan RS gak tanggung jawab jika pasien yg di operasi mati, semua di serahkan sepenuhnya ke dokter dan RS. sy tahu karena sy sendiri yg tanda tangan. makanya dokter dan RS di indonesia itu bak dewa. dalam dunia perbankan juga banyak klausul seperti itu, coba saja anda lakukan transfer uang keluar negeri misalnya, baca tulisan kecil kecil yg nyaris gak kebaca di balik form transfer nya, pasti ketemu klausul yg mirip miirip gitu, bahwa kalo duit nya ilang, gak nyampe ke rekening tujuan, itu bukan salah bank nya. soalnya sy pernah ngalamin kejadian begene di permatabank, untung jumlah uang nya tidak terlalu besar, sejak itu saya close acccount dan semua deposito saya di permatabank, kapok pake jasa permatabank lagi.

    moral story, di negeri ini, konsumen tetap saja jadi pihak yg paling lemah, apalagi jika berurusan dgn institusi besar. adanya blog seperti ini sangat membantu konsumen dalam menentukan langkah selanjutnya, apakah mau di percayakan ke institusi sepenuhnya, atau gak mau ambil resiko dan cari institusi lain yg lebih memenuhi syarat anda.

    dalam berdagang, tak peduli apapun lampiran dan pasal pasal yg di ajukan sehingga membuatnya keliatan legal dan sah, tapi tetap saja ujung ujung nya adalah kepercayaan, jadi jangan terlena dengan segala kebesaran yg diperlihatkan institusi bersangkutan. semua itu harus di baca dan dipelajari dulu, apalagi jika jumlah uang yg terlibat didalamnya sangat amat besar. kebanyakan dari kita jarang transaksi sebesar itu, makanya cuek cuek aja tidak pernah baca klausul tulisan kecil kecil pada form yg sering kita isi sehari hari itu. jangan dibawa kebiasaan itu utk uang jumlah besar, apalagi rumah yg kbanyakan cuma bisa di beli sekali seumur hidup saja (karena saking mahalnya)

  420. Andi Says:

    saya kutip:
    “Pemesan menyatakan setuju membebaskan PT. DINAMIKA ALAM SEJAHTERA dari segala tuntutan dalam bentuk apapun jika penandatangan akta Jual Beli di hadapan PPAT dan balik nama sertifikat ke atas nama Pemesan tidak terlaksana akibat tidak terpenuhinya syarat/ ketentuan pemesan atau pun penolakan yang dilakukan oleh instansi yang berwenang (BPN)”.

    Klausul tersebut terkesan memberatkan, tapi yaitu namanya klausul standard yang masih bisa dianggap wajar karena penekanan pembebasan tuntutan terhadap DAS dari Pemesan/Pembeli didasarkan pada bila ada syarat dari ketidakmampuan Pemesan/Pembeli sendiri atau karena kewenangan Negara dalam hal ini BPN. jadi bukan karena kesalahan DAS, sehingga bila ada kesalahan dari DAS , maka DAS tetap bisa dituntut oleh Pemesan.

    Apa benar ya Depok Fantasy Water Park akan dibuka hari Jum”at, tanggal 15 Agustus 2008 dan apa ya katanya dapat discount untuk seluruh penghuni GDC, gimana cara mendapatkannya ?……… tolong dibagi infonya.

    Thx

  421. Yuda Says:

    Selamat buat bapak/ibu Ghaisan yang sudah menentukan pilihan untuk bergabung/tinggal di GDC. semoga semua berjalan lancar…

  422. Wahyu Jatmiko Says:

    Wah ternyata Rame lagi yaa Blognya neh…..Konflik tiada akhir…. Om Hedwigus biarin aja tuch ilalangnya jangan minta dibanguna lagi sama DAS. Jadi kan blok G asik tuch kayak film Litle house on the prairi http://www.imdb.com/title/tt0071007/.

    Atau kita tambahin tuch minta pak Merda ada lomba paint Ball di Blok G….gimana ??? seru juga tuch.

    Thanks
    Wahyu Jatmiko
    Anggrek3 – Blok A2-23 &24 ( FOR SALE )

  423. pa'de sugeng Says:

    …terlepas puas dan gak puas dengan GDC, bener dan nggak benernya GDC… kok ada postingan saya muncul lagi sampai berendeng gitu yah??? error??? masa sih?

    Kesel Pa’de? gak juga… ngekek aja… Loh??? Trus mo gimana? ya…ngekek aja… wong sama2 dibikin susah masak mo balik bikin susah orang juga, biarin… mending baca2 guyonan suroboyoan:

    Semongko

    Bunali lagi pusing soale kebon semongkone ben bengi dijarahi wong, padahal lagi wayahe panen. Wis diakali macem-macem sik pancet ae akeh sing ilang.
    Jarene wong sing nyolong iku Wonokairun, tapi Bunali gak wani nangkep.
    Akhire Bunali nemokno cara cik malinge kapok.
    Sore-sore sak durunge mulih, Bunali masang papan peringatan sing onok tulisane ngene, ”Awas !!! Ati-ati lek arep nyolong. Salah siji semongkoku iki wis tak suntik racun”
    Mari ngitung semongkone sing mateng, kabeh onok limolas, Bunali mulih.
    Sisuke Bunali nyambangi kebone maneh, pas di ijir semongkone sik pancet limolas.
    ”Wah tibake malinge gocik, tak bujuki ambek pengumuman ae wis wedhi ” pikire Bunali.
    Mari ngono Bunali ndhelok papan pengumumane ambruk, wah paling ketiup angin, pikire Bunali maneh. Pas diwalik, tibake papan pengumumane ditambahi tulisan ambek malinge, ”Awas !!! saiki onok loro”.

    pa’de
    tetep prihatin…

  424. Wahyu Jatmiko Says:

    Wuahahahhahaaa…..lucune….pollll….uwone maneh ora Pakde ???

  425. malakanist Says:

    Untuk bpk/ibu aden, perlu anda ketahui, yang bermasalah itu devlp bukan konsumen, tolong anda garis bawahi.

    Kalau anda bilang bahwa blog ini tidak benar, hanya untuk mejelek jelekkan gdc, SAYA TANTANG ANDA UNTUK MENGUNDANG PARA KORBAN, SUPAYA KITA DATANG UNTUK MEMBUKTIKAN KEPADA ANDA BAHWA YANG BERKOMENTAR INI ADALAH KORBAN, SEKALIAN KITA BERKENALAN APAKAH KITA2 INI KORBAN ATAU BUKAN. KALAU ANDA STAF GDC, UNDANG JUGA JAN MOGI, EDI KUNTADI,DLL, SAYA MAU BERARGUMEN LEBIH DALAM DENGAN MEREKA, SEJAUH MANA PEMAHAMAN MEREKA MENGENAI MASALAH INI. MASAK KATANYA MANTAN KETUA REI TAPI TIDAK BISA MENYELESAIKAN MASALAH SEPERTI INI.

    untuk bkp/ ibu ghaisan, membatalkan pesanan di gdc jauh lebih baik dari pada dilanjutkan. TRUST ME, I AM A VICTIM.

    Untuk bpk/ ibu calon pembeli, saya sarankan membaca blog ini dari awal, semuanya banyak saran yang bpk/ ibu dapatkan.

    untuk calon pembeli yang baru, jangan tanda tangan sppjb sebelum membacanya, kalau perlu compare dengan sppjb konsumen yang lama, hati2. Di sppjp saya tidak ada satupun yang berbunyi mengenai BPN, HATI2.

    apa yang saya tulis dalam blog ini adalah fakta, DEMI ALLAH SWT SAYA PERTANGGUNG JAWABKAN demi kebaikan kita bersama, supaya tidak ada lagi korban2 berikutnya.

    Hanya kita yang mampu membuat devp jatuh seperti devlp2 sebelumnya, kalau tidak ada yang beli, mereka mau apa, paling mereka buat bagaimana calon pembeli tertipu.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  426. Wahyu Jatmiko Says:

    Lagian sih SMR, Masih aja ada nama nama orang Daksa di Aktanya DAS. Mereka itu kan orang orang yang sudah didoakan jelek jelek mungkin malah didoain untuk ditutup pintu rejekinya oleh Semua korban Kota Kembang. Mbok ya….ganti nama nama yang lain gitu loohhh yang sekiranya lebih berkah buat GDC. Misalnya nama gue…..huahahhahahhahaha

  427. Aden Says:

    pak malakanist, saya tidak merepresentasikan dev. GDC, saya yakin anda sebagai korban, tapi jangan menutup mata masih banyak (ribuan) orang lain juga sebagai penghuni/konsumen GDC yang tidak merasa dirinya korban. tidak perlu menantang….., anda sendiri saja yang ajak untuk hadapi GDC saya kira fair……, kalau merasa korban ada salurannya: complain atau paling banter gugat sudah selesai tinggal tunggu dech putusannya….

    Saya jamin bukan mayoritas penduduk di GDC menginginkan supaya GDC bangkrut….., silahkan perjuangkan hak anda masing-masing, tapi tidak perlu membujuk orang lain supaya tidak beli di GDC, ya calon konsumen juga sudah dewasa semua tinggal memilih……

    maaf saya memang prihatin dengan kondisi anda, tapi jangan jadi membabi buta menghalangi semua upaya perbaikan GDC dengan menghalangi calon pembeli melalui pengalaman teror anda, walaupun perbaikan belum menyentuh anda dan yang lainnya.

  428. Eddy Kuntadi Says:

    Kabarnya Coba silakan dicek, Serah terima rumah untuk Cluster Alamanda udah telat tuch….wah tanda tanda tand dech….. balik seperti dulu lagi….1-2 cluster penuh terus jatuh lagi

  429. Zabidin Says:

    Iya tapi gak seburuk Zaman kita kali Pak Edi, Kan SMR gedungya juga lebih besar dari kantor Daksa yang di Durent tiga itu. Tapi coba di cek Marketing kita lah atau tanya ke pemborong/Kontraktor rumah/Rukonya….mereka udah dibayar belum. Kalau kita tengok rumah/Ruko kita tanya sama tukangnya apa udah gajian atau gajianya lancar atau ndak, kalau udah ada tanda tanda gajian mereka gak lancar. Ya kita pulang mesti Tahajud, mohon keselamatan supaya rumah kita on time. Jangan cuman liatin progressnya aja tanya kondisi para pekerjanya…itu pennting

  430. Giyoto Says:

    Lah iya…itu penting loh Pakne…cek lapangan

  431. Rahmat Says:

    Kepada Yth,

    Para pemilik kavling tanah di Anggrek 2 (Kota Kembang) GDC, kami sarankan untuk segera membangun rumah di atas kavling tersebut, mengingat GDC sudah membangun kembali di cluster Anggrek 2 dengan membangun unit-unit baru dan melanjutkan bangunan yang belum selesai.

    Selain itu, Water Park Depok Fantasy yang bersebelahan dengan Anggrek 2 dan 3 GDC sudah akan dibuka “Soft Opening”
    - Pada hari Sabtu,
    - Tanggal 16 Agustus 2008,
    - Harga ticket masuk discount sampai dengan bulan
    September 50%.
    Silahkan bawa keluarga anda, untuk menikmati fasilitas baru di GDC.

  432. Tito S Says:

    Nah tuch kan udah ada kolam renang wah asik tuch…..moga moga tanda yang bagus buat konsumen Alamanda dan Lainya yang sudah telat serah terima…. dan buat konsumen Ex Daksa

  433. malakanist Says:

    Pak Aden, kalau anda tidak punya data, jangan bicara masih ada ribuan konsumen yang merasa dirinya tidak korban. Kalau saya punya data dan fakta yang jelas, siapa2 aja yang menjadi korban di gdc ini atau kota kembang, makanya saya bicara.

    Saya akan menantang bagi orang2 yang suka membohongi konsumen, sudah tidak zaman jualan membohongi orang, beli ayam aja ada sertifikatnya (sertifikat halal, bebas flu burung, depkes,dll), masak kita beli rumah tidak jelas sertifikatnya, lebih gampang ngurus sertifikat ayam dari rumah.

    Sekali lagi, dulu kami tidak ada yang memberitahu, sekarang ada yang memberitahu, calon konsumen jangan lagi seperti kami.

    Kalau anda tidak ngerti persoalan gdc, anda jangan bicara, justru anda lah orang yang akan menyesatkan orang lain ke jurang masalah atau korban penipuan.

    Kalau saya jelas, menyarankan mereka untuk tidak jadi korban seperti saya, biar anda tau.

    Untuk apa devlpr didirikan kalau hanya membuat kebohongan, saya sarankan anda membaca blog ini dari atas/awal, biar tidak ada info yang missing buat anda, sehingga anda punya sedikit data untuk bicara.

    Sudah berapa kali saya bilang, manajemen utama gdc pun tidak bisa memberi kepastian kapan sertifikat bisa selesai, coba anda cerna itu baik2. Apalagi orang seperti anda yang tidak tau masalah, malah menyarankan orang yang tidak2.

    Yang anehnya lagi, masak di sppjb nama bpn dibawa2, seolah2 kesalahan itu ada di bpn. Permasalahan itu bukan di bpn, tapi di devlpr yang tidak mau meroya sertifikat induknya, bagaimana mau diroya, sertifikatnya aja digadaikan terus.

    Yang anehnya lagi, mana ada di dunia ini yang ajb 2x, kalau tidak hanya di gdc,bobrok banget. sekali ajb yang sudah, tidak ada ajb lagi, inikan penipuan, orang sudah lama menunggu bertahun2 untuk sertifikat, malah disuruh ulang ajb. Coba tanya ke notaris lain, hanya gdc yang baling sendiri.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  434. Ir. Hasbi Says:

    info pagi ini di koran Monitor Depok.

    Pembangungan DEPOK FANTASI WATER PARK dihentikan oleh karena belum memiliki IMB.

    Wah….wah….wah

  435. Asep Says:

    Saya belum baca Monitor Depok hari ini, sebenarnya bukan pembangunannya yang ditunda, karena saya lihat secara fisik sudah selesai.
    Pantas hari ini pengelola Water Park minta maaf untuk sementara pembukaan Soft Opening besok tgl 16 Agustus 2008 ditunda dulu.

    Sangat disesalkan saya kira aparat Pemda Depok tidak tanggap, masa sudah hampir setahun Water Park dibangun belum kelar juga IMBnya, padahal orang Pemda tiap hari lewat GDC (kota kembang) tuch …….. dan saya lihat sendiri seminggu kemarin dari Pemda Depok pakai beberapa mobil plat Merah sudah ada yang cek ke Water Park, ngapain aja ? kurang amplop kali ………mana KPK?……

    Saya kira ini masalah teknis, mudah-mudahan tidak ditunda lama pembukaannya.

  436. Ir. Hasbi Says:

    Ya begitulah…..Emang ada Kantor Pemda ya di Daeraha situ????? kirain taman bermain ???

  437. Edwin Says:

    Pak aden, statement pk malakanist tidak perlu dilayani, kalau orang yang kecewa pasti tidak mau kalah ……. tidak akan ada ujungnya .

    Hidup ini ada hitam, ada putih bahkan ada abu-abu.
    Pak aden benar dan pak malakanist juga benar. tidak perlu sombong punya data anu…, buktikan saja kalau anda benar, jangan-jangan pk malakanist sudah masuk gugatan dan tunggu putusan pengadilan ?…….

    Saya kira penduduk/konsumen GDC sudah ada ribuan tidak perlu dibuktikan karena hitung saja sudah lebih dari 7 cluster: Anggrek 1, Anggrek 2, Anggrek 3, Puri Insani 1 dan 2, Melati, Gardenia, Chryasant, Alpinia, Roma dan saya lupa lagi.
    Anggap satu cluster ada 250 konsumen dikali 8 cluster sudah hampir 2000 konsumen. saya kira konsumen yang “silent” /tidak complaint kaya pk malakanist ya pantas sudah ribuan dan gak mungkin minta GDC pailit.

  438. fffee Says:

    DPRD Segel Arena Bermain Termegah di Depok

    Liputan6.com, Depok: Satuan Polisi Pamong Praja serta beberapa anggota DPRD Kota Depok menggelar inspeksi mendadak di sebuah arena bermain di Kompleks Grand Depok City, Jawa Barat, baru-baru ini. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah pelanggaran salah satunya arena bermain dibangun di atas daerah aliran sungai.

    Tak hanya itu, arena bermain termegah di Depok itu belum memiliki izin. Petugas pun menyegel tempat wisata tersebut. Bahkan, sejumlah pekerja bangunan diminta menghentikan kegiatannya. Petugas mengultimatum pengelola, jika izin mendirikan bangunan tidak dilengkapi maka wisata air ini akan dibongkar paksa.(DWI/Nahyudi)
    maaf saya bukan calon penghuni

  439. Wahyu Jatmiko Says:

    Sorry Pak Edwin, Saya penghuni anggrek 3 blok A1/23. Mereka bukan diam aja kok. Saat ini Tuntutan dari teman teman di anggrek 3 memang meminta dijatuhkannya pailit dan ganti rugi ke seluruh konsumen ex Daksa dan ini juga diajukan ke Entity pengembang atau owner dari GDC yaitu Dinamika Alam Sejahtera dimana silakan di minta aja copy Akta Notarisnya karena Pengurus Daksa dan DAS tidaklah jauh berbeda. Maaf saya juga sudah berterima kasih kepada DAS yang telah membuatkan AJB saya sekitar 2 – 3 bulan lalu untuk salah satu Kavling saya tapi sampai hari ini juga belum ada kabar dari Notaris Yani Suryani dan Pihak GDC sendiri sampai dimana dan kapan saya terima sertifikatnya. Untuk Kavling yang saya tempati sendiri sudah bersertifikat tapi asal bapak tahu aja perjuangannya luar biasa dan karena saya bersama 20 orang lainya di anggrek3 mungkin berjuang lebih keras maka kita berhasil duluan. Inilah susahnya hidup di negeri ini sangat susah untuk berharapa supaya para Pelayan kita ( Pemerintah ) mengerti dan proaktif atas apa yang kita/rakyat mau atau keluhkan. Cuman di negeri inilah pelayan/Pejabat lebih berkuasa dari tuan nya

  440. malakanist Says:

    Untuk pak edwin & aden, saya tida pernah minta statement yang saya buat untuk ditanggapi oleh anda, content blog yang saya buat ini saya tujukan bagi para calon konsumen yang mau beli rumah di kawasan yang megah ini (GDC) dengan luas kira2 250 Ha agar tidak menjadi korban seperti saya dan korban2 yang lain. Bukan kah blog ini dibuat untuk berbagi info atau fakta yang sebenarnya, untuk meminimalisasi korban disektor property?.

    Tidak ada konteks sombong disini, tapi setiap apa yang kita utarakan harus berdasarkan fakta, bukan rekayasa atau perasaan, karena berhadapan dengan devlpr tidak perlu pakai perasaan tapi bukti dan fakta. Hidup ini memang ada hitam, putih dan abu2, tapi siapa yang membuat masalah ini jadi hitam kalau bukan devplr. Masalah ini akan bisa jadi putih kalau devplr sudah bertobat dan benar2 serius melihat masalah turunan ini.

    Untuk pak Ir, Hasbi, saya kira kita jangan heran kalau depok fantasinya tidak punya ibm, hampir seluruhnya bangunan perumahan di gdc tidak ada imb, mereka kita ini tanah leluhurnya kali, jadi tidak mau patuh dengan hukum yang berlaku. Bahkan ada konsumen lama yang mengurus imb sendiri karena tidak pernah diurus devplr, sementara di sppjb jelas2 disebutkan bahwa imb sudah termasuk saat kita beli rumah. JADI KEMANA UANG IMB YANG SUDAH DIBAYAR KOMSUMEN TSB?.

    SAYA TIDAK AKAN PERNAH DIAM UNTUK MENGAGUNGKAN NILAI2 KEBENARAN DI SINI, AGAR TIDAK BERTAMBAH KORBAN KEBOHONGAN DEVPLR.

    Untuk pak wahyu, saya ikut mendukung gerakan2 yang dilakukan warga anggrek 3, dengan info ini saya akan ikut juga menggalang warga disektor saya untuk melakukan aksi yang sama dengan anggrek 3, kalau diperlukan kita harus buat kelompok yang lebih besar lagi untuk menghadapi orang2 yang tidak bertanggung jawab.

    Bisa tau pak, siapa orang2 anggrek 3 yang melakukan aksi tsb?, saya mau berkonsultasi dengan mereka untuk menghadapi kezaliman pengembang. Saya mau mendapatkan info yang lebih untuk bisa ditranfer ke warga yang ada di sektor saya. Mencontoh aksi yang baik tidak ada salahnya, karena sama2 korban dan sama2 punya tujuan untuk mendapatkan sertifikat dari tangan2 gurita yang tidak mau memecahkan sertifikat induk tsb. Mungkin lebih bagus kalau saya boleh main ke rumah bapak untuk mendapatkan informasinya?.

    Kalau kita silent, itu tidak akan menyelesaikan apa yang kita alami skg. Silent tidak akan membuat pengembang dengan pasti menyelesaikan sertifikat kita, hanya aksi lah yang dapat mendesak devplr untuk serius menyelesaikan persoalan ini, ini persoalan turunan, jangan dianggap remeh.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  441. V for Vendetta Says:

    coba ikuti link ini, kasus developer ini kayaknya lebih parah ketimbang GDC, udah main bacok bacokan pake senjata tajam si pengembang nya (nyuruh preman)

    http://www.google.co.id/search?hl=id&q=%22sentul+city%22+masalah+2008&start=0&sa=N

  442. malakanist Says:

    Pak V for vendetta, boleh tau lebih detail maksud isi dari komentar bapak?.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  443. depok Says:

    Wah, mo niat beli rumah di GDC, tapi baru googling halaman 1 langsung ini. Ma kasih banget pak infonya…

  444. malakanist Says:

    Untuk pak/ibu depok, bersyukurlah bisa terhindar dari persoalan2 di gdc dan jangan lupa beritahu teman2 anda, gdc bukan satu2nya tempat yang layak dihuni, masih banyak tempat lain yang tidak bermasalah. Untuk apa beli rumah di lokasi yang katanya bagus, tapi surat2 rumah tidak jelas.

    Untuk semua konsumen yang telah menjadi korban kota kembang/ gdc, marilah kita isi blog ini dengan dengan fakta2 yang kita alami, sehingga kita bisa mengurangi korban property di gdc ini, percaya atau tidak konsumen yang baru itu urusan belakangan, yang penting kita sudah memberikan info yang faktual.

    BERHATI2 SEBELUM MEMUTUSKAN MEMBELI RUMAH DI GDC, CARI TAU INFO YANG SEDALAM DALAMNYA DARI TEMAN ATAU KERABAT ATAU BACA BLOG INI DARI AWAL. JANGAN SAMPAI UANG YANG SUDAH KITA KUMPULKAN DENGAN SUSAH PAYAH, HILANG DENGAN SEKEJAB TANPA ADA KEPASTIAN SURAT2/hukum.

    KATAKAN LAH YANG BENAR, KARENA KEBENARAN ITU PASTI DAN TIDAK PERNAH BERPIHAK.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  445. Ryan vs Predator Says:

    @malakanist
    terima kasih sudah di ingatkan seperti ini, sangat membantu yg lain lainnya agar terhindar dr masalah serupa.

    oot dikit. mungkin kita bisa belajar dari caranya suciwati mengungkap kasus munir itu. sesuatu yg tadinya mission impossible, bisa saja possible. yang tadinya kita kira gak bakal di dengar, ternyata bisa di dengar juga.

  446. Rahmat Says:

    Terlepas dari masalah sertipikat tanah yang belum selesai masih dalam proses, kami mendapat info dari pengelola Water Park Depok Fantasy yang bersebelahan dengan Anggrek1, 2 dan 3 GDC, setelah tertunda 1 minggu.

    Pada hari Sabtu, tanggal 23 Agustus 2008 akan dibuka “Soft Opening” untuk umum dengan harga ticket masuk masih discount 50%.

    Mudah-mudahan tidak ada halangan lagi, silahkan bawa keluarga anda, untuk menikmati fasilitas baru di GDC.

  447. Dwi Wahyono Says:

    Wah, developer besar malah masalah besar. Alhamdulillah saya nggak tergiur segala promosi GDC.

    Saya akhirnya beli rumah di http://www.irenk.com depok timur. Proses cepat, nggak ada booking fee. Rumah cepat jadi, awal juli baru pondasi, akhir juli sudah ada tembok+atap.

    Cuma DP-nya besar dibanding perumahan yang dibuat developer besar, tapi kan cicilannya jadi berkurang.

  448. rego Says:

    om dwi , klo dari stasiun kereta berapa kilo?

  449. Rahmat Says:

    Alhamdulillah, akhirnya Water Park Depok Fantasy di GDC, sudah bisa digunakan sejak hari Sabtu, 23 Agustus 2008 dengan harga ticket di hari biasa Rp. 10.000,- dan hari libur Rp. 20.000,-.

    Kami sekeluarga dan warga GDC serta sekitar GDC dapat merasakan kesejukan di dalamnya. trm kasih.

  450. Rizieq Says:

    DAS gak taunya masih beroperasi tuh, padahal baca2x disini katanya DAS udah gak jualan lagi. Bulan 6 kemarin DAS buka pameran di carrefour, kaget gw. Brosur nya juga masih mencantumkan DAS sebagai developer nya.

  451. Rani Says:

    Pak Rizieq infonya maaf sudah bsai, ya bulan 6 sekarang saja sudah mau September (Puasa).
    Terlepas dari ada beberapa konsumen yang belum punya Sertipikat tanah, saat ini kami lihat telah banyak yang sudah tahap AJB dihadapan PPAT/Notaris, contohnya dari beberapa kasus yang sering muncul di blog ini pak de Sugeng (Cluster Melati) dan pk Wahyu Djatmiko (Anggrek 3)mereka sudah AJB semua tinggal balik nama Sertipikat di BPN.
    Yang sering muncul bermasalah kelihatannya di blog ini hanya pk malakanist (Cluster apa ?…) yang mungkin belum AJB juga, mudah_mudahan cepat selesai supaya bisa damai tinggal di GDC.

    Pk rizieq GDC (DAS) masih terus bebenah diri dengan dukungan 4 bank: Bank BTN, Centuri, Bumi Putera, satu lagi kalau gak salah bank Permata.

    Juga Cluster baru sudah banyak: Alamanda, Crysant, Alpinia, Anggrek 2 dipasarkan kembali dan banyak lagi bisa celk sendiri ke lokasi dan Water Park (Kolam Renang ) sudah beroperasi.

    Mudah-mudahan terus berkembang ke arah perbaikan biar penghuni jadi nyaman…..Amin…

  452. Rizieq Says:

    sip lah, berarti GDC udah aman donk skarang? amminnnnnn

  453. Abu Naufal Says:

    Alhamdulillah kavling kami di Anggrek 2 H1/14 sudah sertifikat HGB. Barangkali ada yg minat investasi, liat di http://www.hafasin.net46.net

  454. fe Says:

    saya mau over credit rumah di GDC cluster anggrek 3. cicilan sudah berjalan selama 5 tahun; rumah belum pernah ditempati. yg bminat pls mailing me at fe_nst@yahoo.com.
    thanks ya..

  455. edun Says:

    thanks atas pencerahan para komentator di blog ini, sy sendiri sempat minat namun akhirnya sy urungkan niat itu untuk ambil rumah di komplek grand depok city, setelah melihat lokasi yang agak jauh ke dalam – dan termasuk wilayah banjir jika memasuki musim hujan dari arah depok II. sy mendoakan kepada para konsumen yang sedang berjuang untuk mendapatkan hak2 bapak/ibu sekalian – sy pun juga mendoakan komplek ini dapat berkembang lebih baik lagi tanpa ada upaya merugikan konsumen di waktu2 mendatang

    kebetulan beberapa rekan saya juga sdh menempati area di cluster nya grand depok city (d/h kota kembang.red) – sy tidak tanyakan masalah apa yang menjadi pemicu maraknya berbagai opini di atas. kalo pun ada, mdh2an segera ter selesaikan

    demikian sekilas pandang
    edun

  456. me and me Says:

    saya pikir sih memang harus ada gerakan sedikit radikal gitoo biar agak ngeh dan sadar, bahwa mereka mempunyai tanggungjawab memenuhi hak2 orang2 terzalimi ini..tapi apa mungkin kita terlalu banyak bersabar yang belum pas pada tempatnya..
    bgm begini..usul saya sekali2 kita undang press untuk meliput ketika kita berdemo damai di depan perumahan tersebut..dulu kan kita nunggu korbannya banyak sehingga kita punya masaa yang cukup untuk melakukan class action..nah sekarang sudah cukup banyak mustinya kita lebih mepererat silaturahim untk menyelesaikan masalah bersama ini.

    ingat lho rumah-rumah kita nanti ini kan harta yang harus diwariskan kepada anak2 kita jika ajal kita sampai..nah kan kita gk tau kapan ajal jadi mungkin saran saya lebih baik dimulai dari sekarang..jadwal class action..ada yang punya jadwal melalui pengadailan yang beberapa teman2 terutama yang cash di anggrek 3 sedang menjalani dan sdh goal 2 orang tinggal kita lihat strategi apa nih yang harus kita siapkan..
    hey DAS dan GDC, jagoan memang kalah dulu tetapi kejahatan pada saatnya nanti pasti akan terbongkar dan diadili SOON OR LATER..dan orang2 yang bekerja di dalamnya. hihiiiiiii insyaalloh gak berkah rejekinya karena banyak yang doakan buruk pastinya..ALLOH MAHA ADIL..ingat Ramadhan nih..tobatlah kalian antek2 DAS DAKSA dan SMR…

  457. wong ndepok Says:

    gimana nich khabar tol ‘desari’ kog gk dibangun2? ada yg tau perkembangannya gk bapak2, ibu2 ?

  458. jasmine Says:

    katanya sih sekitar tahun 2012-2015 baru di kerjain (kendala pembebasan yg alot)

  459. wong ndepok Says:

    walaah suwene rek, keburu tua

  460. Wahyu Jatmiko Says:

    Yang Ngaku Rizieq Sama Rani , Pasti kamu orang GDC?!!!.
    Tolong kamu pergi ke Maurits atau ke ESAF. Baca baik baik Surat saya 002/009/WJ/2008 tanggal 1 Sept 2008. Sepertinya apa yang kamu tulis tidak sesuai dengan kenyataan. Jangan sampai saya nulis lebih banyak lagi di Blog ini…
    Wahyu Jatmiko, Sektor anggrek3, Blok A1 no 23.

  461. Udin Petot Says:

    Nah loh…!!! Rani di konfirm yg bener dong…masa nama Pak Wahyu Jatmiko dicatut udah AJB & tinggal balik nama, tp sepertinya ybs gak merasa…tolong kasih info yg jujur dong…apalagi ini bulan Ramadhan, kalo bo’ong dosanya berlipat ganda loh…!!!

  462. Rani Says:

    saya kutip : …”Maaf saya juga sudah berterima kasih kepada DAS yang telah membuatkan AJB saya sekitar 2 – 3 bulan lalu untuk salah satu Kavling saya tapi sampai hari ini juga belum ada kabar dari Notaris Yani Suryani…..”

    Jadi kalau diakui di bulan Agustus, berarti sekitar 3 bulan lalu (sekitar April pak wahyu sendiri sudah buat AJB di depan Notaris atas upaya DAS/GDC)

    Ini bukan boongan, tapi saya kutip tulisan dan pengakuan pk wahyu sendiri di blog ini tanggal 15 Agustus 2008. Cek sendiri di atas dan saya bukan orang developer.

    Thx.

  463. Wahyu Jatmiko Says:

    Terus Kenapa Anda Bilang tinggal Ganti Nama doang, Sok tahu banget Wong Yani Suryani aja belum dibayar sampai hari ini. Jangan banyak omong dech, Wong Bayar Notaris aja Gak bisa apalagi bangung rumah baru buat konsumen baru dan menyelesaaikan hal yang lainya.
    Jadi orang jangan sok tahu…..

  464. Rani Says:

    Jadi bapak tidak nyangkal kan sudah AJB, logikanya untuk orang awam kalau sudah AJB, ya si notaris/PPAT tinggal dan harus ajukan proses balik nama ke BPN. tanya aja ke seluruh Notaris/PPAT !….. gak perlu marah-marah puasanya bisa batal, saya gak ada urusan sama pk wahyu. soal Notaris/PPAT belum dibayar, maaf bukan urusan saya. Tapi menurut aturan saat AJB telah ditandatangani, maka Notaris/PPAT harus lapor ke BPN sekaligus daftar perubahan balik nama.

    Gak perlu terus berpolemik ya….

    Thx

  465. Wahyu Jatmiko Says:

    Anda yang sok Tahu…wong GDC nya aja gak punya duit dan udah 4 bulan belum bayar Yani Suryani gimana tinggal balik nama. Kamu pake dong identitas resmi kalau ngomong di Blog, Itu Etika netter/Blogger yang baik sebutin Nama Jelas, Alamat dan alamat email kalau perlu. Kamu gak jelas namanya gitu, Kalau di internet namanya spam.
    Wahyu Jatmiko, Blok A1-23, Sektor angrek3, GDC, Depok.

  466. denmas Says:

    udahlah..gak ada gunanya marah2 di internet..

  467. Rani Says:

    Paksa aja GDC supaya bayar Notaris, kalau bapak memang sudah bayar Notaris lewat Daksa (sekarang GDC).
    maaf bukan mau manas-manasin, masa sudah banyak Cluster dibangun dengan rumah-rumah baru seperti Alamanda, Crysant, Yasmin dibangun oleh GDC terus tidak mampu bayar Notaris. apa ada yang miss…… ?

    Tidak perlu personal (gak penting alamat asli) karena yang jelekan GDC juga selama ini selain yang benar korban juga banyak orangnya yaitu-itu juga, yang penting ada nilai kebenaran, asal jangan boong.

  468. dewieq Says:

    Makin panas aja ya forum ini, aku sih mau bersabar nungguin rumahu untuk segera diserah terimakan akhir bulan ini, kalo memang pemgembang GDC wan prestasi nah itu baru mulai hati-hati. Sayangnya waktu berjalan tanpa bisa dihentikan dan diawal september ini proses pembangunan rumah masih 60% apa mungkin terkejar dengan kualitas yang bs diandalkan? Apalagi proses finishing harusnya memakan waktu lebih lama. Gimana GDC? Mengenai pertanyaan saya untuk selokan yang menganga di didepan sektor Alamanda apakah akan segera ditutup apa tidak kok tidak ada yang merespon ya dari GDC? Selokan yanga sangat membahayakan buat penghuni disekitarnya apalagi yang mempunyai anak kecil seperti saya? Gimana tuh? Hayo GDC jawab (soalnya kontraktor selokannya bilang dikontrak tidak ad klausul untuk perintah pengerjaan penutupan selokan.

  469. sarah Says:

    saya sudah berkeliling di wilayah grand depok city. saya tertarik dengan perumahan disini. tapi koq setelah baca tanggapan soal GDC disini koq banyak yg bermasalah ya… Coba gimana neh pembelaan/tanggapan dari pihak GDC sendiri???

  470. rizieq Says:

    manajemen gdc melarang karyawannya ikut berkomentar di blog ini (baca lagi tuh post post diatas)

  471. Staff GDC Says:

    KONTOL LO SEMUA…!!!

    HARUS DITUTUP INI BLOG! Menyalah-gunakan informasi… Niat baik GDC untuk menyelesaikan masalah kok malah diperdebatkan diluar seperti ini. KONTOL!!!!!

  472. Kak Amin Says:

    Astaga naga….. ????
    yg ngomong tu orang apa jadi2an, ko sopan buanget bagi kaumnya…
    sadaaaarr… mas, ngah usah bawa bawa stafff

  473. Abel_08 Says:

    hihiiiiiiii…. semua masih kayak anak2 yg harusnya masih netek, kalau dibilang tua kok nggak kasih contoh yg bener…
    nafsu aja di gede’in, tanyo no ama mak erot….
    heheheheee…..

  474. Udin Petot Says:

    @ Staff GDC
    Wah inget…lagi Ramadhan nih…justru dengan comment anda yg seperti ini malah bisa jadi bumerang buat GDC…& gak perlulah minta di tutup ini blog…cukup anda aja yg gak usah ikutan baca blog ini…ini kan blog orang & semua juga berhak dapat informasi yg sebenar-benarnya…baik bobroknya GDC maupun usaha baik & kemajuan pembangunan di GDC…

  475. malakanist Says:

    Ini menunjukkan GDC sudah prustasi, tidak ada satupun masalah yang diselesaikan GDC dengan komsumen lama terkait sertifikat.

    Ngapain harus nutup blog ini, GDC nya aja yang pantas ditutup karena manajemen yang bobrok, di tambah lagi beberapa hari yang lalu di Depok Fantasi Water Park ada korban sudah 2 orang jauh dari papan seluncuran, makin menunjukkan tidak profesionalnya GDC, asal buat, biarin orang terlukan.

    HATI HATI DENGAN WATER PARKNYA, JANGAN SAMPAI KELUARGA ANDA JADI KORBAN DAN BAHAN PERCOBAAN GDC, JANGAN PERCAYA DENGAN KATA2 SOFT OPENING, BIAR MEREKA AJA YANG SOFT OPENING, JANGAN KITA2, SURUH AJA TUH KELUARGA STAF GDC DAN MANAJEMEN YANG COBA DULUAN.

    Ketahuan harganya tiketnya murah, jadi terlihat kualitas infrastrukturnya amburadol.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  476. Wahyu Jatmiko Says:

    Coba dech jadi blogger yang baik. Kejujuran itu penting, anda semua tunjukan identitas se jelas jelasnya jadi bukanya jadi spamer gitu. Kalau beberapa negara lain apa yang ada di internet itu bisa loh dijadikan rujukan tuntutan hukum, referensi kredibilitas perusahaan, kredibilitas orang dan sebagainya. Bahkan citra calon presiden juga dipertaruhkan habis habisan di dunia maya.
    Ayooo, Demi kemajuan bangsa belajarlah jadi netter yang baik. Saya ada temen temen blogger yang juga nulis disini kayaka mas HEDWIGUS, malah namanya pake TM. Apa yang ada tulis bisa loh dijadikan branding personal anda.

    Wahyu Jatmiko, Sekt. Anggrek3 Blok A1- 23, Depok. http://www.wahyujatmiko.com

  477. Wahyu Jatmiko Says:

    Oya tambahan, Biasanya kalau yang masih jadi spamer itu kalau gak kriminal ya memang masih baru dunia maya, jadi masih demam panggung dan tidak percaya diri.

  478. vina Says:

    wah untung aku nemuin blog ini,padahal dah hampir ambil rumah di gdc,kok jadi ngeri ya.ternyata banyak masalah.ada info perumahan lain di sekitar depok gak ya?thks atas infonya

  479. Abel_08 Says:

    buat kita2….
    klau semua kita dengerin pendapat orang yg pernah sakit dan selamanya sakit, pasti banyak buruknya, coba kalau kita pelajari mudah2an kesana akan lebih baik.
    kayak negara aza… kalau semua rakyatnya berpikiran mundur tanpa bisa melihat kemajuan walaupun cuma kecil, yaaa… selamanya akan kecebuuurrrr…
    makaciiii..

  480. Petruk Says:

    kalau dengerin statetment pk malakanist seumur hidup gak akan ada komentar baiknya atas GDC, karena melihat GDC dari sisi kepentingan pribadinya sendiri yang belum terpenuhi punya Sertipikat. jadi renungkan aja gimana GDC ke depan..ya…

    Human error atas water park pasti ada, yang jelas sekarang kontraktornya lagi benerin tu semua kekurangan untuk keamanan pengunjung.
    sekarang PAPAN SELUNCUR yang salah lagi diperbaiki. Lihat sendiri ke lokasi, jangan percaya TEROR pak malakanist ya…, kalau ada kesalahan ya dibenerin.

    Selamat menikmati Water Park, tapi nanti aja abis puasa, nanti airnya keminum………..he…..he…..

  481. Wahyu Jatmiko Says:

    Kalau perusahan mau maju ya mestinya seperti itu. Corrective action atas komplain pelanggan atau salah product. Sebetulnya, sebelum melangkah lebih jauh buka ganti Nama yang penting dari Kota Kembang terus jadi GDC. Tapi saya pikir tindakan corrective atas apa yang pernah salah dan dikerjakan Management sebelumnya adalah yang lebih penting daripada sekedar Ganti Nama dan membangun branding yang baru, padahal plate formnya sama. Saya dulu pernah bicara dengan Pak Nugroho ( GM Kota kembang sebelumnya ) bahkan ke Pak Zabidin. Lebih baik kalau sampeyan gak punya saham disini siap siap aja ngelamar ke Developer lain atau jual aja sahamnya. Budaya dan Management nya sudah bukan menomor satukan continues improvement dan peningkatan kualitas company culture tapi lebih ke arah keserakahan, mementingkan untung sesaat dan tanpa memperhatikan kepuasan pelanggan. Seberapa lama sih perusahaan seperti ini ? Kecualai ada tanda tanda kearah sana. Lihat dari atas sampai bawah, Friksinya bukan hanya dengan pelanggan tapi juga dengan Suppllier dan Kontraktor. Bagaimana bisa perusahaan bisa dibangun lebih baik. Sepertinya SMR juga tidak peduli dengan apa yang akan terjadi dengan masa depan DAS dimasa yang akan Datang. Kepentinganya SMR hanyalah sampai dimana JO dalam rangka jualannya itu harus menguntungkan dia. Bangun rumah, Water park dan sebagainya asal kejual dan dia bisa dapetin untung selesai. Sayapun kalau mau JO dengan DAS saya rasa saya tidak akan berfikir untuk mengedepankan ekistensi DAS yang akan datang. Yang penting ada DAS yang Cash Flownya jeblok, saya suntik duit dan jual produk rumahnya untuk dapet untung.
    Maaf kalau ini salah, mungkin ada dari anda atau management DAS yang bisa kasih pendapat lebih baik ….silakana. Wahyu Jatmiko, Sekt. A3, Blok A1-23 Depok

  482. Abel_08 Says:

    Pa kabar saudaraku semua….
    Selamat menjalankan ibadah Puasa smoga dibulan yg suci ini kita semua diberikan kedamaian dalam setiap langkah tuk menuju kebaikan.
    Amin.

  483. Abu Naufal Says:

    Tips mengurus sertifikat GDC :
    1. Ingat2 nama staf legal/PIC GDC dan nama PIC notaris AJB.
    2. Minta asli AJB dari Notaris, jangan lupa nama PICnya (harus diberikan setelah kewajiban bayar membayar).
    3. Atas jawaban progress status dari PIC Notaris atau PIC legal GDC mintakan copy suratnya (jangan mau jawaban lisan).
    4. Jika statusnya terkait dengan pihak eksternal misl Kantor Pertanahan, mintakan bukti surat pendaftarannya.
    5. Pokoknya jangan cape mengejar sampe bukti2 tertulisnya, sampe para PIC Notaris dan PIC legal GDC mehek2 minta ampun…
    Insya Allah sertifikat akan keluar…..

  484. percy Says:

    intinya kalo mo beli di GDC, konsumen harus jadi orang yg setara dgn notaris atau PPAT dulu, itupun belum tentu safe 100%

  485. YOS STEFANO Says:

    Friends… saya mau sharing cara penilaian rumah…
    selama ini khan kita selalu adu argumentasi rumah mana yang baik & murah…
    karena tidak ada standar yang baku maka malah jadi kacau.
    Maka iseng2 saya buat perhitungan penilaian rumah dengan metode gabungan metode kualitatif,kuantitatif & financial power..
    sudah dalam bentuk excel. Maksud2 dan tujuan untuk menyempurnakan kalkulasi disitu…
    Silahkan diunduh dari file hosting berikut:

    http://www.filefactory.com/file/f28642/n/PenilaianRumah_zip

    kalau sudah menggunakan please beri feedbacknya ya agar saya dapat menyempurnakan kalkulasi.

    Regards

  486. Wahyu Jatmiko Says:

    Betul sekali tuch Tipnya Pak Abu dari anggrek2.
    Kalau perlu sewa orang gaji 500rb sebulan untuk setiap hari tongkrongin kantor Daksa, Kantor BPN dan kantor Notaris. Udah kayak mainya Italy dech pokoknya…man to man marking..

  487. hendra Says:

    heiiiiiiiiiii,,,,,,, ada iklan GDC di kompas hari ini, gambarnya keren oiii
    gimana tuh

  488. me and me Says:

    waduh gimana ya ini…memang GDC kalo melihat ini gak kapok2 ya..mbok bebenah gitu..kami dari gerilyawan akan terus memantau. Dan bila anda pemilik GDC dan kroconya tetap tak bergeming..ya sudahlah biar di dunia ini mereka tertawa lebar..tetapi gak sampe umur 70 lah mereka menemui ajal..biar kemakan sendiri janji2nya..dan saya dan sapa yang mau ikutan berdoa mudah2an mereka semua diberi hidayah bila bertobat tapi kalo nggak, yah doa di bulan Ramadhan ini manjur lho kang edi kuntadi…apalagi orang terzalimi. di dunia aja gak bisa tenang tidur dijagain bodyguard ambon2…sampe2 (yang saya dengar dari sumber yang dipercaya mungkin bisa ditanyakan dengan tukang warung sebelah rumah kang edi) bahwa ada beberapa lapis keamanan ambon kalo mau menemui dia..nah kan ketakutan ya kang..bentar lagi kolestrol, stress, umur dah deket tanah, belom tobat mas? coba aja cegah tuh kematian.hehehe..nah di dunia gak tenang apalagi diakherat..hehe met yah jadi orang jahat kekekeke

  489. iwan Says:

    Secara langsung sdh disampaikan, tidak salahnya saya ucapkan trims kepada pengurus cluster Anggrek 1 yang telah dpt menyelesaikan masalah warganya dengan baik, aman tenang, baik , persuasif menyangkut aspek : legal, fasum/fasos, penyelesaian saluran guna menghindari banjir. Trims juga pada tim GDC yang telah dapat memberikan respon dan menyelesaikan persoalan kami di Anggrek 1 secara terprogram dan pasti. Tentunya, rencana perbaikan pagar dan juga pengaspalan agar komplek lebih asri kami tunggu.

  490. Wahyu Jatmiko Says:

    Wah Akhirnya setelah 20 Tahun lebih Cluster Anggrek1 terbebas dari Penjajajan Daksa/DAS. Selamat…

  491. dewieq Says:

    Latest news: Seharusnya rumahku di Alamanda selesai sebelum akhir september tapi sampai hari sabtu kemaren (13sept08) baru 55%, gimana tuh?

  492. Wahyu Jatmiko Says:

    Septembernya masih 13 hari lagi baru selesai kok….tenang aja.

  493. Deni Says:

    untuk yang beli rumah di Anggrek 2, seperti pak Aryo dan lainnya, boleh tahu kapan paling lambat harus serah terima rumahnya dari GDC ?
    Trm kasih atas infonya.

  494. iwan Says:

    Dengan menjadikan sabar dan tawakal sebagai muara terakhir, setelah kami berikhtiar dan berdoa. Alhamdulilah, kami warga Anggrek 1, dapat tidur tenang, silaturahmi lancar antar warga, antar masyarakat sekitar . 20 Tahun hanya merupakan doa yang tertunda saja, dan kuasa Alloh SWT telah menurunkan para malaikatnya menolong kami untuk ‘secuil harta’ pada samudera rahmat dan nilmat Alloh yang maha luas. Kami berdo’a semoga juga, saudara lainnya dapat menemukan kebahagiaan.

  495. gelo Says:

    musti nunggu 20 tahun ??? gak janji laaaa yauwww …………..

  496. iwan Says:

    bukan 20, 10 lah……..beres juga, jika mau sabar Insya Alloh. coba dibicarakan saja dengan baik, sebagai bentuk ikhtiarnya. Alloh tidak terus menciptakan malam, tetapi juga siang…tidak selamanya kita menemukan kepahitan, tetapi juga kemudahan

  497. Ardian Says:

    Maaf neh…kalau 10-20 tahun tanpa perubahan mah itu keterlaluan atuh…Masak semuanya semuanya cuman dipasrahain sama Allah. Emang kita siapanya Allah ? apa istimewanya kita di depan Allah sampai urusan Sertifikat rumah aja ngrepotin dia… Mestinya sih Allah itu pasti lebih suka orang yang berikhtiar lebih keras sambil berdoa daripada orang yang cuman pasrah sampai sepuluh tahun berdoa menuntut pertolongan dari dia… Menurut abdi loh…mumpung bulan puasa neh.

  498. malakanist Says:

    Yang mau nunggu 10-20 tahun itu orang gelo, tidak ada hubungannya dengan Allah, saya setuju dengan pak ardian. Yang namanya hak harus diperjuangkan, apalagi yang dilawan manusia2 yang tidak takut akan Tuhan.

    Dari mana dalilnya kita harus bersabar untuk suatu hak turun temurun harus kita sabarkan sampai 10-20 tahun, kasihan deh lu……..

    Jangan bawa2 nama Allah untuk kesabaran 10-20 thn. Saya kita orang2 yang menunggu sampai 10-20 tahun bukan orang sabar, tp orang yang mau dipermainkan atas hak2 nya dan tidak berdaya.

    Justru kita harus bangkit untuk memperjuangkan hak2 kita meskipun sampai 10-20 thn atau lebih, bukan diam untuk 10-20 tahun.

    Allah tidak akan pernah merubah nasib seseorang, kalau orang tsb tidak mau merubahnya sendiri, sama seperti yang dialami orang yang menuggu 10-20 thn, nothing change if u dont do it.

    sekali lagi saya komentari, kasian deh lu yang cuma bisa diam 10-20 tahun bahkan lebih, mendingan terus berjuang meskipun berpuluh2 tahun dan sampai mati itu yang lebih mulia dan terhormat dimata tuhan.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  499. iwan Says:

    sabar bukan menyerah tetapi tetap berikhtiar dan memperjuangkan hak kita dengan elegan. Menunggu adalah suatu proses, tetapi bukan berarti ingin merubah nasib dengan marah melulu. Kan cape, jangan sertifikat tidak dapat hati dan pikiran kita rusak. Yang berabe keburuan mati karena stress.

  500. gelo Says:

    sodara gw juga prnah ngalamin kejadian mirip, nunggu sertifikat kelar ampe 10 tahunan gitu. rumahnya di luar kompleks, beli second. yg punya tuh rumah dulunya miskin banget, jadi gak sempet ngurus surat suratnya, nah setelah di beli sodara gw itu dan niat mo benah benah surat, kejadian deh nunggu ampe 10 tahunan.

    salahnya sodara gw itu gak check dan ricek dulu ke notaris dan PPAT, mustinya dia bawa fotocopy sertifikat, minta tolong di check in ke notaris/PPAT dulu.

    kejadiannya dulu waktu masih jamannya soeharto masih berjaya. tuh surat menclok di beberapa meja, jadi kalo kurang amplop nya, yah mandek di meja itu. jadi sodara gw musti pro aktif nanyain udah nyampe meja mana?? ampe segitunya tuh. itu yg bikin lama. ada beberapa meja yg berbaik hati nelp ke sodara gw ngasih tau ini itu (intinya sih minta duit), tapi ada juga meja yg gak mau nelp dan didiemin aja tuh sertifikatnya, kacau khan?

    oya, satu lagi tips dari gw. berapa banyak dari anda yg dilarang oleh pihak marketing utk melunasi tahapan akhir cicilan rumah anda? hati hati loh, itu artinya sebenarnya sertifikat anda itu udah ready, cuma bukan di tangan pengembang, tapi di tahan oleh bank yg ngasih pinjaman uang ke pengembang itu. kebayang gak sih, sertifikat kita tanpa sepengetahuan kita, di jadikan jaminan pinjaman cash oleh pengembang ke pihak bank? kalo semuanya so far so good, mungkin gak ada masalah, tapi kalo tahu tahu kejadian krismon kayak waktu itu tuh, semua pada colaps, nah yg kebetulan sertifikatnya ngantung kayak gitu, apes aja tuh disita bank. kebayang gak? lagi enak enak nonton TV ama bini dan anak, tahu tahu rumah anda di gedor pihak bank ngasih surat utk menyita rumah anda? gw liat sendiri kejadian kayak gitu soale. mirisnya jangan ditanya, di jamin kalo anda udah ngalamin sendiri, Allah pun bakal lo maki maki tuh.

  501. Gelo Juga Says:

    Saya rasa itulah sebabnya Indonesia di Jajah lebih dari 350 tahun. Karena memang masih banyak orang yang punya pikiran dan culture seperti Pak Iwan. Tidak produktif, menurut saya. saya rasa juga kita sering lihat dan dengar gimana culture tidak produktif seperti itu ada disekitar kita. Ada pertandingan Sepak Bola PSSI misal yang kadang cuman ujung “ayok mari kita bersama sama berdoa semoga kali ini PSSI menang, Semoga doa seluruh bangsa membuahkan hasil “…………. terus in the end review adalah PSSI kurang beruntung means menyalahkan lagi Kuasa yang paling berwenang atas keberuntungan yaitu TUHAN. selalu seperti itu seperti nya kita itu manja sekali sama TUHAN kita. Sama dalam kasusnya menunggu sertifikat selama 10 Tahun. Setahun berlalu diam, 2 tahun berlalu sabar, 3 tahun berlalu kurang beruntung, 4 tahun berlalu cobaan, 5 tahun berlalu berdoa, 6 tahun berlalu tawakal mungkin TUHAN belum mendengar doa kita…. kalau 7 Tahun berlalu terus kita mati belum punya sertifikat paling di Kubur juga di Tegur Sama Malaikat : Hi Fulan, kenapa kamu wariskan harta yang tidak berguna dan bermasalah ke anak cucumu?…..ya cape dech.

  502. iwan Says:

    ya…..sudah, silahkan bebas berpendapat, saya lihat memang betul anda tampak sudah kecapean…bahkan sudah gelo ha…..ha….ha, katanya tidak harus manja kepada TUHAN, bilang aje sama malaikat habis, tanah-tanah gue, duit-duit gue kenapa lu malaikat tanya-tanya gue, tanya aje developer.

  503. Abel_08 Says:

    hahaaahhaaaaa……
    hihihihhihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    masih berkutip itu2 aza……
    coba kita cari solusi terbaik tanpa mengajak orang lain ikut merasakan sakiiiiiit hatiiiii…… kata raje gicuuu
    smoga smoa masih dalam lindungan Nya
    Amin,

  504. Wahyu Jatmiko Says:

    Pak Iwan, Saya tetangga Bapak di Anggrek3, Blok A1 no 23, kayaknya saya mesti belajar neh sama Bapak…. Bapak di Sektor apa dan no rumah berapa ya ? boleh dong kapan kapan saya mampir.

  505. iwan Says:

    Sebagai salah satu warga Anggrek 1 yang baik, saya hanya menyampaikan realita kepada semua saudara di semua cluster GDC, realita yang ada masalah kami, baik menyangkut aspek legal, fasum/fasos pada cluster kami, pembuatan saluran untuk hindari banjir pada komplek kami, telah dapat diselesaikan oleh cara diplomasi pa RT kami yang elegan, tidak pakai marah2 dan emosi dan GDC juga respon dengan baik. Tidak salah kan yang realita yang benar saya kata dengan benar, sebaliknya jika salah juga akan saya katakan ya salah. Untuk atasi persolan yang dihadapi, apakah tidak dicoba dilakukan proses negoisasikan dengan baik sebgai upaya ihtiar.
    Pengalaman ini, disampaikan demi kemaslahatan dan kesehatan jiwa kita. Bravo pak RT, meski tidak dapat gaji/bonus oleh warga dapat sukses. Semoga Alloh SWT membalas-Nya (maaf yah saya tetap pakai nama tuhan). Pak Wahyu, silahkan lakukan survey di Anggrek 1, pintu gerbang kami terbuka untuk silaturahmi.

  506. Tirta Persada Says:

    saya konsumen sektor jasmine, saya puas dengan manajemen Grand Depok City yang di kelola oleh PT SMR, dan memang benar bahwa surat-surat pada saat saya punya di sektor melati sangat lambat bayangkan saja saya beli cash tahun 1996 dan surat selesai 2006, bayangkan 10 taon, kalo saya agunkan ke bank lumayan buat bikin air isi ulang.

  507. Bayu Says:

    bagaimana dengan Griya Melati Mas ???
    Apakah sama nasibnya dengan Sektor Melati or ….
    Apakah ada dari saudara2 yang sudah akad kredit?

  508. rosa Says:

    Saya customer sektor Alamanda Blok C6 No.10

    Saya begitu kecewa dengan kinerja GDCRumah tidak sesua gambar, spek yang jelek, untuk ukurang harga saya rasa GDC agak sedikit mahal ketimbang rumah seperti Puri Bali, Bella Casa, atau runah sekitar depok. dimana rangka atap sudah menggunakan baja. dan ketinggian Atap ke Plafon rata2 rumah sekarang kira2 4m, di GDC cuma 2.8m, coba bayangkan pendeknya atap seperti itu, jangan hanya tampaknya aja mengikuti tren

    Mengenai lingkungan apalag!!!!!!!, saya lihat lebih baik daksa yang membangun dari pada SMR. Tidak ada perhatian untuk penghijaun. dan renacannya aliran pembuangan air (Got) tidak di tutup tapi sistem cluster…aneh bener!!!!!!!!!, padahal di gambar jelas2 gotnya ditutup.

    dan di lingkungan atu sekitar saya ditengah2nya masih ada warga asing atau pemukiman rakyat, rasanya kalau keadaan seperi ini lebih baik beli di pemukiman rakyat bisa saya rasa dapat tanah dan bangun rumah lebih besar.

    Unutk GDC tolong percepat progres pembangunan dan penataan lingkungan untuk alamanda sudah hampir 1.2 tahun, bukankah alamanda proyek perdana untuk DAS. jadi ini akan menjadi tombak sukses atau tidaknya nanti DAS

    Sekali lagi untuk GDC tolong di perhatikan keluhan customer
    dan selesaikan segala kewajibannya

    salam,

    rosa

  509. M.Deddy Gamawan Says:

    SMR gimana janjinya,
    saya ambil rumah di GDC di Sektor Crysant Blok B No.2 kira-kira 1 tahun yang lalu(2007). Janji SMR bahwa September 2008 rumah akan selesai dibangun dan bisa serah terima kunci. tp ini sampai oktober 2008 rumah belum jadi jadi. boro boro jadi,kmrin saya cek kesana pet cor cor an jendela belakang rumah ambrol…. gimana dong… sudah gitu masa 1 sektor kecepatan pembangunan berbeda beda, rumah yg di blok lain sudah ada yg 80% mau jadi. ok mkn developer berbeda, tp ini kok jauh banget, sudah gitu kualitasnya juga berbeda-beda lagi.
    SMR mana tanggung jawab mu………..

  510. Abel_08 Says:

    Ayoooo…. GDC
    Kamu bisaaaaa,…… jangan kecewakan lagi para customermu.
    Konsisten dengan janjinya dan kapan rencana serah terima ke konsumen.
    buat temen2, ada yg tau perkembangan terakhir, khususnya di cluster alamanda apakah pemukiman warga yg masih ditengah sudah dibereskan.
    makasih

  511. Wahyu Jatmiko Says:

    Hehehhe…gue jadi deg degan juga neh nunggu dateline janjinya GDC…Wahyu Jatmiko ( Anggrek3, Blok A1 no 23 )

  512. phoenix Says:

    tape deeee

  513. Abel_08 Says:

    cumiiii… dech!!!!!
    cucah mikiiirrrr……

    heheheeee…… hiiiiiiii… hahahahiiiihuuuu

  514. M. Deddy Gamawan Says:

    Ralat sy ambil di Chrysant Blok B2 No.5
    Yud saya cm mau nambahin
    Kok rumah saya belum jadi2 ya, tolong ya Yud.
    Kan sayang reputasi anda sudah bagus sampai sejauh ini, cm developernya aja payah. janji rumah sudah jadi setember 2008 ini, sampe oktober ini boro boro jadi, cor cor an pet jendela pada ambrol……
    tolong dong developer……
    kita ini pindah ke depok dan bela-belain ngontrak krn janjinya developer september 2008 ini jadi, tp taunya masih jauuuuuuh…..mana kontrakan sudah mau habis lagi….nasib nasib, nasib jadi orang kecil dan pegawai rendahan….
    Yud tolong disampaikan ya……….

  515. mau donk pembantu Says:

    some people has never learn yah?
    jaman skarang hampir semua developer properti itu nakal semua, percaya deh omongan gw
    mau tahu kenapa? karena kondisi negara ini memang mendukung ke arah situ. no offense yah, but indonesia itu ibarat film pirates of carribean, boleh prcaya boleh tidak. bullshit kalo ada yg bilang hukum dan business fairness bisa ditegakkan di indonesia, butuh 1-2 generasi lagi utk bisa solve semua itu. mo bukti? hanya di indonesia PNS dan jenderal bisa punya rumah mewah (padahal gaji resminya gak seberapa). pernah liat ada jenderal miskin di indonesia? gak ada kan?
    solusinya? jangan terlalu tergantung sama pihak lain (developer in this case), apalagi jika itu baru sebatas brosur dan janji doank. mendingan deal ama pemilik langsung aja yg rumah nya udah jelas ada fisiknya (walau second) dan surat2xnya bisa kita mintai fotocopy nya utk crosscheck ke BPN.
    orang indonesia terlalu gampang kemakan sama brosur dan iklan. trus apa apa maunya serba ada yang melayani (lagi lagi tergantung ama pihak lain). lupa kali ya kalo di indonesia itu berlaku hukum rimba. apalagi skarang lagi global crisis, lupakan saja kode etik bla bla bla, mindset nya skarang musti di ubah jadi ‘siapa yg kuat dia yg menang’.
    ada pepatah, if it’s too good to be true, then usually it is.

  516. Wahyu Jatmiko Says:

    Waduh…serem amat ya

  517. adi Says:

    Wahh… keren juga nih GDC.

    Saya (tadinya) peminat GDC, karena iklannya yang gencar gitu.. setelah baca ini. saya mundur.

    salut saya untuk penghuni lama GDC yang teraniaya, dan tampil di blog ini dengan gaya KRITIK CERDAS. (kalimatnya positif…tapi memang mengemukakan kesalahan-kesalahan GDC).

    kesimpulan saya simpel :

    ” ANDAIKATA BLOG INI DIBUAT OLEH ORANG2 YANG GA SENENG SAMA GDC, MENURUT GW GA AKAN KAYAK GINI ”

    (jadi mau ada penghuni aseli apa bukan yang komplen disini…. mengarahnya satu… developer-nya SUCKS!!) :)

    regards,
    -adi-

  518. Gubrak Says:

    Pengin rumah aman ya beli tanah kosong bersertifikat jelas dan bangun sendiri rumahnya….dijamin gak deg degan

  519. dewieq Says:

    Wah sepertinya senasib dengan pak deddy gunawan, saya juga kontraktor alias pengontrak, rumah saya alamanda c-3 seharusnya serah terima 23 sept 2008 tapi pembangunan masih 53% gimana tuh? ayo kita demo rame2. soalya saya harus keluar biaya extra untuk kontrakan yang habis bulan ini juga.

  520. phoenix Says:

    teliti sebelum membeli
    sesal kemudian tak ada guna

  521. Johan H Says:

    Untuk lebih objective lagi coba klik http://sektorazalea.wordpress.com/
    webblog untuk salah satu kloster / sektor di Grand Depok City (kota kembang), disana ada YM untuk chating dengan warga Sektor Roma….
    saya warga di GDC sektor Azalea…..

  522. Iman Firman S Says:

    Saya baru beberapa hari yang lalu ke JCC untuk melihat pameran rumah. Memang sebelumnya saya tertarik dgn GDC, namun belum sempat melihat2 ke lokasi (hanya dari buku RUMAH UNTUK ANDA keluaran majalah properti). Kebetulan di JCC ada stand GDC, saya masuk untuk menanyakan tipe yang tersedia sekaligus simulasi harga KPRnya. Berdasarkan list yang tersedia, saya tertarik dengan tipe 45/105 cluster lantana. Harga yang tertera adalah 443 juta (dgn DP 133 juta). Namun setelah di simulasi, ternyata dikatakan oleh marketingnya akan mendapat diskon sekitar 105juta dari DP yang mesti saya bayarkan (artinya harga rumah hanya 443 – 105 = 310 juta). Yang saya bingung adalah kenapa GDC mesti menaikkan harga rumah, namun kemudian mengatakan diskon, kenapa tidak diturunkan saja harganya?? Saya hanya takut dikemudian hari saya tetap harus membayar full. Saya juga sudah cek via telp ke kantor pemasarannya, ternyata memberikan keterangan yang sama ttg diskon tersebut, yaitu pihak GDC memberikan subsidi untuk DP dikarenakan bunga KPR yang cukup tinggi skr ini, sehingga konsumen yang gajinya terbatas bisa tetap mencicil sesuai kemampuan, namun karena DPnya tinggi maka disubsidi oleh GDC. Mungkin bapak2 di forum ini bisa memberikan pendapatnya, apakah memang benar demikian? rencananya sabtu ini saya akan melakukan BF 1 juta, namun ternyata setelah melihat forum ini, sepertinya mesti saya teliti lebih mendalam dulu. Mohon pendapatnya? Terima kasih sebelumnya..

  523. budi Says:

    walaupun pembangunan cluster chrysant belum selesai, untuk calon penghuni silahkan check http://www.chrysant-gdc.co.cc/ insya’allah saya akan update proses pembangunan tiap minggunya..

    salam
    calon penghuni

  524. Abel_08 Says:

    Mas Budi…
    infonya sangat bagus dan membantu buat temen2 yg berminat.
    mungkin bisa sering diupdate biar kita juga tau perkembangannya.

    Salam ….

  525. Kerto Wijoyo Says:

    @pak Firman, sekedar masukan, karena saya bukan penghuni GDC, pemberian diskon tersebut menurut saya adl utk menarik calon konsumen, bagi orang awam seperti saya diskon 105 juta adl luar biasa menarik :)
    sekedar info, jalan masuk ke GDC sekarang dah bagus sekali, beda dg kondisi setahun yg lalu, top deh
    trus denger2 water park nya jg sudah dibuka, walau blm 100% selesai pengerjaan

  526. investor Says:

    105jt ???? kedengarannya seperti too good to be true. hati hati aja deh sama iming iming model begini.

  527. Khoedhoe Says:

    Diskon 105 juta..? Seharga mobil Xenia/GranMax.

    Sangat sulit buat gue utk. mempercayainya.

  528. Hasbi Says:

    105 juta, coba kalau bapak bilang gini aja…Harganya tetep 443jt dan bayar 443 tapi discountnya itu diganti mobil Avanza on the road. Karena kalau bapak bayar 443jt dengan bunga KPR biasanya lebih murah dari pada Bapak beli rumah KPR 310jt terus nambah lagi KPM ke ACC 105jt.
    Kayaknya menarik tuch….jadi kita langsung punya Rumah + Mobil baru dengan Bunga Murah…. Atau kalau lebih gilanya lagi.. Minta aja discountnya cash tapi kita minta harga yang diajukan sebagai KPR sebesar 443jt. Jadi nilai real pembayaran DPnya setelah di nett of discount cash 105jt adalah cuman 18 jt….Gimana menurut temen temen…Masuk akal kan ? hehhehehehhehehe

  529. wahyu Jatmiko Says:

    Wah gila tuh om Hasbi…keren juga idenya. Namanya ngadalin kadal. Btw…wah hargany tinggi juga ya sekarang…kemaren aku baru lepasin rumahku di GDC sektor Anggrek3 Blok A1- 23. cuman 450jt ( LT195/LB150), udah SHGB lagi.

  530. Kerto Wijoyo Says:

    @ Pak Hasbi, saya setuju sekali dengan ide bpk,
    duhh 105 juta itu ndak sedikit loh, ngeri euyy dengan promosi ini, ngeri kalau ada ‘apa2nya’ dibalik program promosi tersebut, pesen aja, hati2 buat temen yg lagi hunting rumah, dicek dulu kebenarannya :)
    btw, pak Anjar udah gak memoderatori blog ini yach :(

  531. Abel_08 Says:

    kalau udah dilepas yaaa… udah, nggak usah kasih komen miring2 ntar jadi miring smua looo…
    sadaaaar booosss…

  532. rosa Says:

    Pak Firman,
    Kalau Berminat membeli rumah GDC, bapak beli aja rumah saya,saya beli cash di sektor Alamanda Blok C6 No 10, Type 45/120 dekat dengan pintu masuk

  533. putri Says:

    wah…wah..wah..

    untung saja ya saya googling soal GDC ini.

    kemarin saya dan suami lihat lihat di margo city depok pameran rumah ada GDC. tertarik sekali apalagi setiap hari ada iklan mengenai water park nya di radio radio.

    kami hampir ambil ALPINIA. tetapi sebelum bayar booking fee saya dan suami nekat liat lokasi dulu walau si marketing bilang gak bisa nemani.

    akhirnya setelah lihat lokasi.. wah gak tertarik banget!

    ALPINIA
    dekat sekali dengan sutet, lalu berada di bawah jalan raya (apa tuh yang gak jelas arah mana)

    setelah googling, makin mantap deh untuk TIDAK AMBIL rumah di GDC.

    Prihatin buat yang sudah jadi korban.

  534. wong PLN Says:

    sutet bukan untuk dihindari klo gk ada sutet kita gk bisa menikmati listrik bukan hanya di GDC ttp di perumahan lain termasuk di cibubur, sutet itu sudah dilakukan uji yang mendalam,

  535. Kontraktor SUTT Says:

    SUTT (saluran udara tegangan tinggi – 150 kV) dan SUTET (saluran udara tegangan eksta tinggi – 500 kV) adalah fasilitas pengiriman listrik. kalo listrik tak dikirim melalui SUTT lantas melalui mana????
    Di buku panduan PLN, atau SNI atau pemko depok, bahwa SUTT/SUTET itu bukan barang yang berbahaya. Di bawah jaringan sutet juga masih aman asal mengikuti panduan….ada jarak minimum dari kabel SUTET yg harus ditaati. KAlo kita ngikuti petunjuk kita aman koq……mau bangun rumah, bangun taman, bangun apa aja boleh asal ketinggiannya tidak melebihi batas yg telah ditentukan.

  536. Suhu Yo Says:

    menurut fengshui, sutet kurang bagus utk hoki penghuni di sekitarnya. alasannya logis aja, yang menghuni di sekitar sutet selalu ada rasa was was sehingga kejiwaan penghuni nya terganggu dan tidak fokus ke karir dan keluarga. letak rumah yg bagus menurut fengshui adalah sejajar atau diatas arus energi yg ada. kendaraan lalu lalang, sutet, semua itu adalah arus energi chi. makanya tusuk sate juga di hindari karena benturan sama chi kuat sekali. nah sutet letaknya pasti di atas rumah, padahal fengshui menyarankan sebaliknya. sutet bisa di ibaratkan letak jalan lebih tinggi dibandingkan letak rumah, dan itu buruk didalam fengshui. makanya tidak usah heran kalo rumah sutet selalu susah jual nya, karena cenderung di hindari seperti tusuk sate. percaya gak percaya, fensghui sudah eksis ribuan tahun dan banyak kebenaran didalamnya. wisdom of thousand years, hard to ignored, isn’t it?

    ingat, fengshui bukan mistik, tapi ilmu pengetahuan. kalo mo konsultasi ama owe, cukup Rp 300ribu aja, tapi kalo bawa denah rumah, Rp 1,5 juta, kalo kunjungan langsng ke lokasi dan ikut merancang letak tanah dan design rumah, Rp 10 juta saja. no telp saya bisa di cek di koran Sindo.

  537. Wahyu Jatmiko Says:

    ah…Anngrek 3 itu juga deket sutet. buktinya rumahku cepet lakunya. Yang penting hidup itu ikhtiar dan tawakal dan qonaah. apapun rumahnya pasti nyaman dan rejeki banyak

  538. Kerto Wijoyo Says:

    mengenai sutet, kalau pendapat saya pribadi lebih ke tidak enak dipandang aja, saya tidak bisa membayangkan melihat kabel tegangan tinggi yg melintas di rumah kita setiap hari, duhh…

  539. ilham Says:

    Ah jauh kok sutetnya juga, hanya saat melewati jalan, peracaya saja pada Alllah swt , punya uang mending disumbangin pada yang membutuhkan,Insya Allah rumah kita ada barokah

  540. Udin Petot Says:

    hari gini…bayar orang 10 jt buat ikutan ngerancang & design rumah…?!!! mending buat bayar tukang ama belanja material kaleeee…..setuju gak…!!!

  541. Pembaca Says:

    10jt?? mending buat bayar pokok KPR sehingga cicilan bisa lebih ringan……………….

  542. Suhu Yo Says:

    sebenarnya sutet itu lebih ke arah psikologis dan estetika aja. bagi yg gak mempermasalahkan, yah mngkin gak apa apa. tapi bagi yg mempermasalahkan, ada ganjalan di hati, tapi masih memaksakan diri tinggal di perumahan sutet, yah pasti akan ada saja kesialan dan penyakit yg menerpa nya. ingat, mind over the body. jika pikiran sakit, maka tubuh akan ikut merasakannya (bukan dampak langsung sutet).

    satu lagi, namanya rumah itu dimana mana pasti dianggap istana kan? pernah liat gak ada istana yg di lewati sutet? gak ada kan? nah tinggal skarang kembali ke masing2x individu, rumahnya dianggap apa? sekedar tempat berteduh, atau mengharapkan lebih dari itu?

    10jt itu sebenarnya gak seberapa, kalo memang yakin investasi nya menguntungkan, 10juta itu udah balik modal dalam jangka waktu tak lama dalam wujud kenaikan properti pilihan anda itu. tapi sebenarnya anda bisa belajar sendiri fengshui tanpa perlu keluar kocek 10 juta, lalu menerapkannya pada properti idaman anda masing masing.

  543. Thina Ardliana Says:

    salah satu faktor yang mengganggu rasa aman dan kenyamanan warga di bawah SUTET – yaitu adanya pancaran listrik yang diikuti suara. memang hal ini tidak berbahaya, tapi reaksi orang normal jika mengalami hal ini pasti yang kena pertama kali adalah psikologis nya (rasa was was dan takut), jika ini berlangsung terus menerus, di jamin fisik akan ketularan juga (ikutan sakit).

    ketinggian sutet jaman skarang udah diatur sedemikian sehingga medan magnet yg berbahaya utk manusia, tidak kena ke manusia yg tinggal di bawahnya. tapi tetap saja hal seperti ini meninggalkan kesan pada penghuni sekitar sutet (bagi yg tahu soal medan magnet sutet, yg tidak tahu lebih banyak lagi). PLTN tenaga nuklir aja di tolak warga, sutet juga sama aja konsep, sama sama keliatan di depan mata, walau jarak aman terpenuhi, tetap aja ada was was dan penolakan.

    sekelompok peneliti Universitas Airlangga Surabaya tahun 1997 mendapatkan hasil lain. Dari pemeriksaan fisik dan laboratorium responden menunjukkan kecenderungan perubahan bermakna untuk denyut nadi, frekuensi pernapasan, tekanan darah, leukosit, dan limfosit darah. Medan magnet akibat SUTET bisa membahayakan warga dalam jangka panjang. Fakta ini menunjukkan akibat nyata yang diderita warga yang tinggal di bawah SUTET. Ini dapat dilihat dari berita-berita di media dan tayangan di televisi. Mereka banyak yang mengalami ketidaknormalan – gangguan mental, beberapa jenis cacat, berbagai macam penyakit, dan lainnya. Jadi sudah dapat diketahui, SUTET jelas berdampak bagi warga yang tinggal dibawahnya, terutama dari segi psikis yg berimbas pada fisik.

    tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan rasa peduli lingkungan seseorang juga menentukan apakah seseorang itu mempermasalahkan sutet atau tidak. ketiga faktor itu sulit di temukan pada mayoritas orang indonesia yg masih pas pasan hidupnya, makanya developer berani bikin perumahan sutet, karena tahu tetap saja akan ada orang yg beli, terutama dari mereka yg memenuhi ketiga faktor itu.

  544. yipikaihe Says:

    coba aja kasih metal di bawah sutet ………kan ada efek setrum (kejut) tuh……contohnya aja rumah bawah sutet yang pake atap seng……..sering banget orang kerasa kesetrum saat megang……….

  545. dannu Says:

    Ass,
    Salam kenal
    Kemaren saya BF di GDC Cluster Alpinia, namun masih ragu2 untuk melanjutkan, apalagi setelah membaca pendapt teman2, saya mohon untuk pendapat teman2 secara detilnya dari segi negatif dan positifnya,sehingga saya bisa memutuskan jadi membelli atau tidak.
    Mau tanya juga nich pendapat teman2 mengenai rumah di Mutiara Darussalam Depok, thanx

  546. padiyes Says:

    Kalo lampu TL dimasukin ke dalam microwave/oven (yang sedang menyala tentunya) maka lampu itu akan menyala dengan adanya interferensi gelombang elektromagnetik yang dapat membuat lampu tersebut berpendar. Lha kan di bawah SUTET (kabelnya) pernah dilaporkan ada lampu TL yang berpendar sendiri (mungkin kata berpendar lebih tepat daripada menyala (iya gak sih??) lha masak cuman di bawah SUTET aja (baca : saluran) bisa menyala dengan terang, bukane cuma terlihat agak terang ketika suasana sekitar gelap kan) .
    Nah, efek elektromagnetik yang dihasilkan oleh SUTET itu sama dengan efek elektromagnetik pada microwave, maka dapat juga kan kalo gelombang yang dipancarkan digunakan juga untuk memanaskan sesuatu (mungkin dengan memasang seng/logam penangkap gelombang tersebut???)

    intinya, disadari atau tidak, penghuni sutet terkena dampaknya. ibarat katak, kalo di masukin ke ember yg udah panas dari sononya, pasti akan berontak minta keluar, tapi kalo di masukin ke ember yg tadinya dingin trus di panasin diam diam, sampai mendidih pun tuh katak tenang tenang aja didalam ember, nah penghuni sutet itu seperti katak yg terakhir itu tadi.

  547. anak katak Says:

    ha ha ha………………. lucu masak gua disamain ma orang. ha ha ha…….(sambil pegangin perut krn gk tahan …)

  548. Pembaca Says:

    Ini forum rumah atau Sutet???????????/
    Kenapa sutet disalahin??? tanpa sutet listrik mo disalurkan melalu apa hayo………
    Yang jelas aturan mainnya di sepanjang ROW (jalur dibawah SUTET/SUTT) idealnya emang bebas dari penduduk. Tapi masalahnya pada saat pembangunan SUTT/SUTET pihak PLN gagal membebaskan seluruh lahan, sehingga diambil tanah cuma sebatas tapak tower. sehingga penduduk yg sudah tinggal di jalur SUTET ya terpaksa hidup dibawah saluran tegangan tinggi. Itu untuk kasus jika SUTT dibangun belakangan.
    Kasus lainnya adalah PLN sudah membebaskan tanah sepanjang ROW tapi dalam perkembangannya jalur dibawah konduktor ditempati penduduk yg anehnya bisa membuat sertifikat tanah disitu (padahal dah dibebasin PLN).
    Jadi penduduk yg tinggal dibawah SUTET ada yg terpaksa dan ada pula yg emang pindah kesitu (tanah nemu, tanah kosong yg gak digunakan)

  549. fery Says:

    jadi gimana nih sutet apa rumah sih…GDC gimana ceritanya ?

  550. A. Bimo Wijoseno Says:

    Tinggal di bawah jaringan listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) memang aman tak aman. Apa lagi kalau kabelnya yang mengalirkan setrum 150 kV atau 500 kV itu putus dan mengenai orang. Pengaruhnya terhadap kesehatan memang ada, tapi ada cara untuk menekan risikonya (tapi tetap saja ada resiko nya).

    Hasil penelitian yang pernah dilakukan Dr. dr. Anies, M.Kes., PKK, dari Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, barangkali boleh ditengok sebagai rujukan. Ia berkesimpulan, medan elektromagnetik yang ditimbulkan oleh SUTET 500 kV berpengaruh terhadap kesehatan penduduk yang tinggal di bawahnya. Gangguan itu berupa electrical sensitivity. “Itu (istilah untuk menyebut) gangguan kesehatan akibat pengaruh radiasi medan elektromagnetik,” jelas dr. Anies.

    Wujud gangguannya bisa berupa sakit kepala, pening, dan keletihan menahun. Juga dapat berupa gangguan tidur atau insomnia, jantung berdebar, mual tanpa sebab, muka serasa terbakar, sakit dan kejang otot, telinga berdenging, kebingungan, depresi, serta gangguan konsentrasi.

    Kesimpulan itu didapat setelah dr. Anies melakukan penelitian di sejumlah kawasan, mulai dari Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Tegal, semuanya di Jawa Tengah pada 2004. Objek penelitiannya adalah warga yang tinggal di kiri dan kanan SUTET hingga radius 25 m.

    Berdasarkan hasil penelitian itu, diketahui pula penduduk yang bermukim di bawah SUTET punya risiko mendapat gangguan kesehatan 5,8 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tinggal di luar kawasan SUTET.

    Untuk meyakinkan adanya bahaya itu, buka saja hasil penelitian Wertheimer dan Leeper (1979) di Amerika Serikat (AS) tentang pengaruh pajanan elektromagnetik terhadap kesehatan, khususnya dari transmisi listrik tegangan tinggi, yang dikutip dr. Anies. Hasil penelitian itu menunjukkan adanya kenaikan risiko kematian akibat leukimia pada anak yang tinggal di dekat jaringan listrik tegangan tinggi.

    “(Hasil) penelitian itu lantas dikoreksi peneliti lain, yakni Savitz dkk. (1990), juga London dkk. (1991),” ujar Anies. “Tetapi tidak seharusnya diabaikan begitu saja hasil penelitian (Wertheimer dan Leeper) itu, mengingat akibat yang terjadi dari pajanan gelombang elektromagnetik memang tidak seketika, melainkan memerlukan waktu sangat lama, lebih dari 20 tahun,” tambah dr. Anies.

    Penelitian dengan menggunakan hewan percobaan terhadap pajanan gelombang elektromagnetik, menurut dr. Anies, sudah dilakukan sejak 1960-an. Hasilnya bervariasi, mulai dari yang tidak terpengaruh, sampai adanya perubahan tingkah laku, timbulnya keganasan, bahkan munculnya cacat bawaan pada keturunan.

    Jalan terbaik untuk mencegah gangguan penyakit akibat radiasi gelombang elektromagnetik tidak lain menghindari SUTET itu sendiri. Namun, pada kasus tertentu hal ini sulit di lakukan, apalagi jika lantaran berbagai keterbatasan, SUTET terpaksa dibangun melintas di atas perumahan penduduk demi kepentingan orang banyak. Pihak PLN pun sudah tahu akan hal ini, makanya upaya pembebasan selalu di lakukan, kalaupun gagal, at least PLN sudah berusaha (untuk kasus SUTET newcomer, rumah penduduk sudah ada dari dulu). Namun sangat disayangkan saat ini banyak pembangunan perumahan dilakukan di lokasi yg sudah ada SUTET nya dari dulu. Untuk kasus ini, yang salah bukan SUTET nya, tapi developer nya yang menutup mata akan keberadaan SUTET itu demi alasan profit semata.

    “Kalau ternyata kekuatan gelombang elektromagnetik di bawah nilai ambang batas, bukan harga mati bahwa orang yang tinggal di bawahnya terjamin aman selamanya, alias tidak mendapat gangguan kesehatan sama sekali,” tambahnya. Lebih-lebih jika nilai ambang batas yang ditetapkan berdasarkan penelitian yang selama ini telah dilakukan.

    Mengingat berbagai kondisi itu, upaya penurunan risiko layak dilakukan. Dr. Anies mengajukan tips untuk menekan risiko pajanan gelombang elektromagnetik SUTET seperti ini:

    1. Lengkapi rumah dengan langit-langit atau plafon. Fungsinya untuk mengurangi dampak radiasi elektromagnetik dan melindungi orang di bawahnya dari pajanan gelombang elektromagnetik.

    2. Buatkan grounding terhadap bahan-bahan yang menghantarkan listrik, misalnya atap seng, kawat jemuran, mobil, dan sepeda motor. Caranya, dengan memberi sambungan kabel yang menghubungkan bahan-bahan itu ke tanah agar aliran listrik langsung menuju ke Bumi.

    3. Tanami pekarangan rumah dengan tumbuhan, terutama berbentuk pohon. Tetumbuhan itu bisa mereduksi pajanan gelombang elektromagnetik dan medan listrik.

    4. Usahakan agar tidak berada di luar rumah pada malam hari, karena saat itu arus listrik pada jaringan SUTET sedang tinggi.

    5. Periksakan diri ke dokter sedini mungkin bila timbul gejala electrical sensivitiy.

    Informasikan tips tersebut kepada saudara, kerabat, teman atau siapapun yang TERPAKSA tinggal di bawah atau dekat dengan jaringan SUTET.

    Kata TERPAKSA perlu digarisbawahi disini untuk menunjukkan bahwa tinggal di bawah SUTET itu bukanlah pilihan seperti yang di dengung dengungkan developer dan segelintir orang yang punya kepentingan dengan lahan SUTET ataupun oleh mereka yang tidak tahu apa apa soal SUTET (latah), melainkan karena terpaksa.

    Mereka yang terpaksa bermukim dan hidup di kolong SUTET mungkin pernah mengalami, merasakan, atau menyaksikan kejadian-kejadian ‘aneh” di sekitar tempat tinggalnya. Anda yang tinggal nyaman di perumahan yang jauh dari SUTET
    pasti tidak. Inilah “hantu-hantu” yang biasa gentayangan di sekitar SUTET:

    1 . Ada suara atau bunyi mendesis; ini sebenarnya akibat ionisasi pada permukaan penghantar (konduktor) yang kadang disertai cahaya keunguan.

    2. Bulu atau rambut berdiri sebagai pengaruh medan elektromagnetik yang kecil.

    3. Lampu neon atau test pen menyala, meski redup, akibat mudahnya gas neon dalam tabung lampu dan test pen terionisasi.

    4. Kejutan lemah pada sentuhan pertama terhadap benda-benda yang mudah menghantar istrik (seperti atap seng, pagar besi, kawat jemuran, dan bodi mobil).

    Dalam pandangan dr. Anies, selama ini orang lebih mewaspadai mikroorganisme sebagai penyebab penyakit yang masa inkubasinya relatif pendek. Mereka jarang menyadari, 20 – 30 tahun mendatang berbagai penyakit justru banyak yang bakal datang dan berawal dari radiasi gelombang elektromagnetik di sekitar tempat tinggal kita. Karena itu, apapun kondisinya, radiasi gelombang ini tetap perlu diwaspadai.

  551. PENDUDUK DIBAWAH SUTET Says:

    Saya akan berbagi pengalaman saya mengenai sutet.

    30 tahun yll desaku dibangun SUTET dan kabelnya tepat diatas tanah & rumah ortu saya, sampai sekarang alhamdulliah tidak terjadi apa2 ,30 tahun bukan waktu yang singkat ttp sampai sekarang insya ALLAH, ALLAH masih melimpahkan rahmat dan hidayahNYA, anak2 bisa sekolah sampai sarjana, orang tua bisa mencari rizki yang halal, penduduk desa bisa hidup rukun dan damai setiap pagi bisa melihat terbitnya matahari dari balik gunung , memang ada resiko dan pernah dialami oleh penduduk desa saya yaitu sekitar tahun 80an tiang penyangga tower dicuri oleh orang sehingga tower roboh dan menimpa rumah saya dan sebagian yang lain.

  552. Kontraktor PLN Says:

    Yang jelas penduduk di sepanjang jalur SUTT antara Muara Karang – Duri Kosambi, Duri Kosambi-Petukangan, aman tentram aja tinggal dibawah jaringan tegangan tinggi tsb. Da ribuan rumah disepanjang jalur tsb dan tentunya udah lebih 30 thn sama dg usiea SUTT-nya. Skrg jaringan SUTT tsb sedang diperbaiki pleh PLN, kabel konduktornya diganti dan towernya ditinggiin spy lebih nyaman tinggal dibawah jaringan tsb. Di SNI dah dijelaskan batas aman untuk SUTT dan SUTET.
    Kalo ada penyakit yg ditimbulkan…ini sperti halnya penyakit yg timbul akibat rokok. Sudah jelas diperingatkan oleg pemerintah rokok itu bahaya…tapi tetap aja merokok. Angka kematian krn rokok juga sangat kecil atau malah belum pernah terjadi. Demikian juga SUTET…….efeknya sangat kecil hampir tak terasa tentu dg catatan asal mengikuti aturan yg ditentukan dlm SNI. Misal dlm SNI jarak minimum ditetapkan 8 meter dari atap rumah ke konduktor, ini dilanggar cuma menjadi 4 meter saja krn mbangun rumah tingkat…………..ini ya konyol. Udah melanggar aturan koq pengin aman. Penyakit yg timbul biasanya dari kasus spt ini (melanggar ketentuan).

  553. SINTA Says:

    wah..terima kasih atas ulasan tentang sutetnya.pagi ini hampir saja saya dan suami transfer tanda jadi.jadi ngeri ngeliat masalah penghuni lama di tambah lagi adanya sutet.nggak mau ambil pusing deh…
    ada info lain nggak ya,perumahan sekitar depok yang terpercaya.biar tenang nempatinnya

  554. Kerto Wijoyo Says:

    Mbak Sinta, cukup banyak info mengenai perumahan di sekitar Depok, di blog ini, silahkan liat2 lebih jauh :)

  555. Halo Says:

    depok dan sekitarnya bejibun perumahan baik lama maupun baru, dari level bawah sampai atas tinggal pilih, kenapa harus terpaku ama GDC.

  556. buat mbak sinta Says:

    langkah awal utk nyari rumah adalah belilah peta megapolitan 2008 yg banyak dijual di gramedia. peta ini juga tersedia bentuk CD nya. disitu kelihatan sekali mana saja yg dilewati sutet dan yg tidak, mana saja yg dekat bantaran kali dan yg tidak (utk menghindari banjir), daerah mana saja yang akan di lewati JORR2 dan existing tol, seberapa banyak jalan akses menuju ke titik aktifitas anda dll. memiliki peta buat hunter rumah sudah jadi keharusan rasanya.

  557. to mas hallo Says:

    ya karena blog ini judulnya GDC jd terpaku GDC

  558. anti developer nakal Says:

    kalo anda rajin google di internet, bisa di temukan hampir semua developer (apalagi yg besar) itu nakal nakal semua, pasti ada saja keluhannya. tinggal kita pintar pintar aja memilah mana keluhan fundamental (kayak surat surat gak beres, janji serah terima tahun 2005 tapi ampe skarang belum serah terima juga, dll) atau yg bersifat collateral damage (misalnya janjinya ada masjid tapi gak di bangun bangun, jeleknya mutu bangunan dan sebangsanya). keluhan fundamental itu ibarat lampu merah, harus di blacklist oleh kita. keluhan collateral masih bisa di maklumi karena bisa swadaya sendiri oleh penghuni atau tungguin seiring berjalannya waktu berharap developer menepati janjinya.

    kebanyakan keluhan yg ada di google, saya perhatikan, itu sifatnya collateral alias masih bisa di maklumi. dibilang bisa di maklumi, karena kalo kita maunya menang sendiri, yah gak bakal kelar kelar masalahnya, jadi kadang kita juga musti ngalah, tapi juga liat liat dulu masalahnya kayak apa dulu.

    collateral kek, fundamental kek, semuanya termasuk kategori nakal. tinggal kita sebagai klien memutuskan, seberapa jauh kenakalan developer yg bisa kita tolelir atau tidak. tiap orang pasti beda beda. ada yg bangunan nya jelek gak permasalahkan (renov sendiri), ada yg mencak mencak pas ngeliat dinding nya retak dikit aja, dll.

    biasanya keluhan gencar terdengar pada tipe rumah menengah ke bawah, karena mereka memang pas pas an duitnya dan belum tentu bisa renov sendiri. sayangnya fakta ini kurang di tanggapi oleh developer (entah itu pura pura bego atau memang sengaja dibikin begitu biar untung besar).

    justru keluhan jarang terdengar pada tipe rumah besar/mewah, entah itu karena developer sengaja bikin yg bagus karena gak mau cari gara2x karena si empu nya tajir dan mampu bayar pengacara. gak tau juga deh.

    jika semua andai andaian itu benar, maka developer jaman skarang salah taktik tuh. mustinya tipe rumah menengah ke bawah mendapat perhatian lebih dibandingkan rumah mewah. bukannya mo ngatain rumah tipe besar sah sah aja di bikin asal asalan, tapi karena mereka biasanya punya duit lebih, maka skalipun developer bikin sesuai standar normal yg biasa aja sekalipun, mereka tak akan protes karena kekurangannya akan mereka tambahin sendiri (renov). syukur syukur kalo developer gak tebang pilih. tapi namanya juga cari untung, walahualam deh.

    tinggal skarang anda anda semua sebagai konsumen yg lagi nyari nyari rumah, rajin rajin aja google perumahan mana yg paling soft keluhannya, tidak sehardcore GDC ini keluhannya.

  559. SINTA Says:

    waduh,saya dan suami jadi tambah semangat nih buat hunting di perumahan lain di depok.thks buat semua yang udah kasih respon ya.ini sangat berharga buat kami.

  560. Raafi Says:

    Ayahku tmsk peminat di GDC, ALPINIA kl gak salah..
    tapi kok banyak yang sudah terisi ya ???

    Pilih yang ini abis, yang itu abis… ada alternatif gak suka.
    Dengar berita miring jadi bingung, liat lokasi emang worry liat kabel2 gede diatas kepala.

    Tapi lingkungannya lumayan oke lho !

    Bentar lagi ayahku mau mastikan jadi ambil pa gak.

    Mudah2an tidak salah pilih ya yah, aku masih butuh banyak uang buat sekolah lho…

  561. sastro Says:

    GDC emaaang T.O.P……
    Akhirnya saya jadi ambil tu rumah, lingkungannya masih uenak dan tidak terlalu jauh bagi yg kerjanya di Jakarta.
    Kalau ada yg lain, dan harganya nggak terlalu mahal temenku juga mau….. masih ada nggak yaaa…

    Thank’s

  562. Rangga Says:

    wah…tambah seru nih.
    gak tau nih, tulisan saya bisa nenangin atau nggak. saya dari awal emang tertarik sama GDC, karena kontur tanahnya yang berbukit-bukit. setelah survey, saya langsung jatuh cinta dan mantap beli rumah di sini…saya ambil di cluster puri insani. agak kebelakang sih, tapi gak masalah.

    terus terang, setelah baca blog ini sempet ragu…tapi kok entah kenapa insting saya bilang mesti jalan terus. lagipula, saya kenal developer yg skrg (SMR) soalnya pernah bikinin company profile mereka..dan bisa dibilang SMR jauh lebih bonafid dibandingin developer yg dulu.

    akhirnya, tibalah saat wawancara dengan pihak BTN. saya dan istri sampe senewen, takut gak di approved..karena kita udah pengen banget rumah di puri insani itu. ternyataaaaa yang wawancara kakaknya teman…

    nah, saya tanya2 deh ke dia, SMR tuh bagus nggak, bisa dipercaya nggak. dan jawabannya sangat melegakan hati…dia bilang, BTN gak akan pernah mau jadi rekanan developer kalo developer itu nakal dan gak bisa dipercaya. karena BTN juga mesti menjaga reputasinya. alhamdulillah, saya tambah yakin dan akhirnya….di approved deh! :)

    gitu deh, pengalaman saya…mudah2an info ini bisa menenangkan buat yang mau ngambil rumah di GDC (bukannya promosi lhooo…).

    saya akad kredit pas bulan puasa, dan pas hari minggu kemaren ke sana, calon rumah saya sudah naik atap. tanya2 sama pekerja dan mandor di sana, katanya 15 desember sdh selesai..stlh itu finishing.
    cepet banget pembangunannya, ini ngebuktiin kalo developernya punya modal yang kuat.

    salam,
    -rangga-

  563. temennya rangga Says:

    sory ngaku2 temen ya ngga. instink ku sama ngga! cuma yg bikin pertimbangan utama saya klo kerja gampang naik keretanya deket stasimun depok lama, ngga aku di anggrek 2 ,disana pembangunannya jg dh banyak sebagian besar dh dipasang atap pas kmrn kesana jg liat crysant n alamanda , wuiiih kereeen bngt

  564. Kerto Wijoyo Says:

    @Pak Rangga, wow bener neh rumahnya dah naek atap, jadi setelah akad langsung dibangun pak? artinya baru kurang lebih satu bulan yach, bener gak sih infonya pak, mohon maaf saya agak ragu

  565. hidayat Says:

    Salam kenal…..
    Saya Hidayat, sama2 calon penghuni Alamanda, saya di B1-4…klo liat bangunannya memang kita harus radha cerewet ama developer dan salesnya…kemarin juga sempet beberapa kali complain atas kualitas kayu dan hasil kerja yang kasar….ya memang resiko harus jadi cerewet….tapi ya cerewet utk rumah sendiri gak apa2 kali yah….hehehhehe

  566. pompey Says:

    kalau di Alamanda aja ngga dibangun Fasum ya yang lain juga sepertinya tidak akan dibangun. Masjid, Lapangan bulutangkis, tenis dll yang ada pada saat ini, Insya Allah maaf kalau salah adalah FULL 100% WARGA YANG BUAT. Hanya KOlam renang sih kalo mo ngomong fasilitas..

  567. Rangga Says:

    To Pak Kerto

    betul, pak..atapnya dah jadi. kebetulan aja sih, blok saya (A3) emang sudah masuk rencana pembangunan sebelum saya akad kredit. jadi meskipun blm ada calon penghuninya, pembangunannya emang tetap bakal dilakukan (rumah ready stock). inilah yang saya maksud dg developer bermodal kuat.
    selain itu, pondasinya jg cukup dalam…sekitar 1 meter. cukup banget kalo nanti mau dibikin tingkat.

    yaa…insya allah sih developernya nggak kayak yang kemarin. saya sih banyak2 berdoa aja, semoga kejadian yg lalu gak terulang lagi

    salam,
    -rangga-

  568. sastro Says:

    selamat buat mas rangga
    waktu itu saya juga sempet kaget setelah akad kredit 2 hari kemudian saya cek ke lokasi, ee… nggak taunya atap udah naik.
    saya ambil di alamanda
    semoga tambah ramai aja yaaaa….

    salam

  569. joe Says:

    pak rangga .

    klau bpk rangga, kenal dengan PT SMR.
    SMR , singakat dari apa yach pak……soalnya dari brosur2 pemasaran GDC yang saya baca, tidak pernah ada tulisan dari yang menjelaskan nama jelasnya PT SMR.

    tks sebelumnya pak.
    supaya saya beli rumah disana, tidak kejebak, tidak tahu nama pengembangdengan jelas, hanya singkatan saja ” PT SMR”

  570. atip Says:

    sejak 3 tahun yang lalu saya , tiap hari lewat GDC, dan pasti lewat sektor yang ada di area gdc , termasuk almada, dn , saya liat dari awal pembanguan smapi sekarng, termasuk sempat macet nya proses pembangunan, setahu saya sih sdh di mulai dari 2 tahun yang lalu, sampai sekarng baru beberapa rumah yang sdh jadi dan naik genteng, pintu gerbangnya pun baru jadi bulan lalu, dan kalau tidak salah, termasuk teman say, proses pembelian rumahnya sejak 3 tahun yang lalu, kasian teman saya , tunggu nya lam juga yach, sampai tiga tahun.

  571. - Says:

    mungkin atip pas liat lg merem

  572. atip Says:

    saya liat setiap hari, setiap pagi saya lewat jalan raya gdc, kebenaran saya loper koran di sektor yang lain di gdc, jadi selama dari tiga tahun yang lalu saya liat langsung perkembnganya. maksud saya, hanya mengingat hati2, dan waspa, teliti dulu, sebelum beli rumah disana, jangan sampi seperti teman saya, kasian tunggunya sampai lebih 3 tahun

  573. Halo Says:

    sektor terntentu mungkin bermasalah…bisa akibat yg beli tidak disetujui KPR-nya dan lain sebagainya

  574. atip Says:

    peasan saya hati-hati saja pak, termasuk yang di alamanda, teman saya tuh , belinya di alamanda, kasian nunggunya sampai 3 tahun

  575. atip Says:

    kalau tidak percaya, bi sa ditanya yang beli rumah dialamanda, yang posesnya tahun 2006. kasian mereka nungunya lama sampai 3 tahun baru di bangun rumahnya, padahal tahun 2006 , smr udah masuk ke kta kembang

  576. Grand Depok City Says:

    Waspadalah….waspadalah….waspadalah….!!!

  577. prihatiningsih Says:

    SMR = Suka Morotin Rakyat

  578. rosa Says:

    Setau aku baru tahun 2007 alamanda promosikan dan saya inget betul sekitar bulan agustus di koran kompas masih kecil dan berwarna hitam putih dan saya termasuk pembeli dengan harga sekitar 30% lebih murah dari sekarang,

    SMR = Sumber Mitra Realtindo

    Saya juga di alamanda Blok C6 No.10 Proggressnya memang agak sedikit lamban sich saya lihat harusnya saya sudah serah terima sep’08, tapi sampe sekarang listrik belum masuk dan lingkungan belum tertata rapi

  579. Halo Says:

    sektor lain gimana???? mungkin lebih baik

  580. HANTU Says:

    Pak Atip… bener tmnya nunggu 3 thn???
    emang sekarang lagi tahap finishing…..
    bagi yg nunggu ampe 3 thn? mungkin waktu itu harga masih agak murah dibandin dengan sekarang.
    jadi beruntunglah kau …
    kalau mo dapet yg cepet ya doit nya pasti mahaaal bossss.

  581. cucunya hantu Says:

    siapa yg berani macam2….
    aku datengi kauuu bahhh

  582. atip Says:

    alamanda itu, pada awalnya dipasarkan di tahun 2005 dan 2006, hampir berbarengan dengan Villa mutira cinere 2, yang sekarang sektor gardenia dan sektor roma.

    nah.. teman saya proses pembelianya di tahun 2006, kasian juga , tunggunya sampai 2008 , baru jadi tu….rumahnya…….sekarang tinggal tunggu listriknya belum masuk kedalam rumah.

  583. ria Says:

    kalau saya , baca tulisan atip, kayaknya bener yach, bisanya orang kecil kayak pak atip yang kerja loper koran, dan tiap hari pasti lewat gdc, jadi di mungkinkan pak atip, kenal betul dengan proses pemb di gdc, di tambah dengan cerita nasib temannya yang nunggu rumahnya jadi sampai 3 tahun

  584. rosa Says:

    kayaknya saya boleh nich kenalan sama mas atip ,jadi kalau pindah ke alamanda langsung ada koran

  585. Halo Says:

    males ah kenalan ama atip mending kenalan ama mba ria dan mba rosa

  586. - Says:

    ATIP (Aku Tukang Informasi Palsu )

  587. atip Says:

    insya allah, saya cerita kondisi yang sebenarnya, kalau tidak percaya, silakan aja cek ke penguni yang sdh agak lama tinggal di GDC,
    atau ke teman-teman yang proses pembeliannya 2005,2006,2007

  588. atip Says:

    ibu rosa, insyaallah bisa kenal, tunggu almanda sdh ada penghuninya nanti saya masuk disana, untuk nawarin laganan koran, tapi kayaknya masih lama yach listrik dan pengaspalan jalanya blm selesai

  589. lek sur Says:

    setuju pak atip…………

  590. temennya atip Says:

    to mbk ria jng remehin temen saya dong apa setiap loper koran orang kecil. klo ketemu pasti mbk ria akan meralat atip tu orang besar

  591. Kerto Wijoyo Says:

    @ Pak Rangga, terima kasih atas pencerahannya, bpk beruntung sekali tu, jarang yg senasib dengan bpk, apalagi dengan isu2 miring seputar SMR ini, semoga bisa menambah kepercayaan teman2 pencari rumah
    semoga juga, fasos dan fasumnya segera diselesaikan, biar saya bisa numpang pake hehe…

  592. Halo Says:

    ATip itu hampir 100kg, gak bisa dikatakan kecil………mohon diralat mba ria…

  593. ria Says:

    maaf , pak atip , bukan saya mengecilkan pekerjaan pak atip, maksud saya , mau orang kecil tau orang besar, yang dipegang bicaranya yang jujur dan benar, tidak usah ditutupi kalau kondisinya memang seperti yang di utarakna pak atip

  594. atip Says:

    tidak apa-apa, saya memang fisiknya kecil kurus, tidak ada maksud apa-apa , saya tulis komentar disini, hanya untuk informasi , dan memberi saran supaya kita hati-hati, dan berkata yang benar, jujur, apalagi dalam usaha dagang,informasikan kondisi yang benar, kalu kita tidak jujur nanti pasti ada balasanya, kan ngeri , bisa bangkrut.

  595. rosa Says:

    bagaiman dengan warga penduduk lama yang ada di tengah2 alamanda, rasanya bener2 aneh, kok udah di tawarin dan di buat site plan tapi tanah masih milik orang lain dan belum pembebasan, jadi kta ini tinggal di perumahan GDC tapi di tengah2nya pemukiman orang lain, dan jujur bagai mana bisa saya bertetangga dengan kandang kambing, bukanya sombong, tapi itulah gunanya saya beli diperumahan karna menawarkan lingkungan yang asri dan tertata rapi, dan harga rumah yang dijual bukanya sudah dihitung dengan lingkungan?, kalau kita beli rumah di pemukiman biasa saya rasa akan jauh lebih besar dan tanah lebih luas dengan harga rumah yang saya beli di GDC type 45, saya hanya mohon pregres GDC unutk lebih cepat, Trimakasih

  596. Calon Penghuni Anggrek 2 Says:

    Salam untuk konsumen GDC terutama untuk calon penghuni Anggrek 2, seperti pak Willy, pak Aryo dan yang lainnya. Saat ini bangunan baru di Blok S yang dibangun GDC dan beberapa rumah di blok lainnya Anggrek 2 telah hampir selesai dan bahkan ada yang sudah selesai, tapi masih terisolasi masalah Jalan yang belum mulus, terutama kalau hujan yang hampir tiap hari terjadi.

    Menurut GDC (pk zabidin) jalan ke belakang akan dipasang papling blok, tapi sampai sekarang GDC masih kesulitan cari pemborong jalan yang mau kerjakan jalan di Anggrek2, tolong pada teman-teman semua yang merasa sebagai pemborong jalan atau punya rekanan dengan pemborong bangunan jalan agar bisa menghubungi GDC atau pak Zabidin M selaku Manager Proyek GDC, agar jalan bisa segera dirapikan.

    Cuma masalah listrik sampai sekarang untuk Anggrek 2 belum pasti ?…… giman tuch solusinya ???? may day ..may day…

  597. indra Says:

    Kenapa ngga pindah aja ke anggrek I, sudah yang sudah ada listriknya , ditunggu yah mumpung masih banyak kavling kosong dan juga ada rumah-rumah eksisting mau dijual

  598. korban krisis global Says:

    pindahnya ntar aja nunggu krisisnya lewat

  599. investor Says:

    beruntunglah mereka yg masih bisa ngomongin rumah di jaman skarang ini, lagi krisis global gini, banyak yg kena PHK dan kehilangan rumah demi menyambung hidup, karena gak mampu bayar KPR yg bunga nya udah selangit itu, dll dll. tahun 2009 nanti adalah puncak dari segala derita tsb, jadi siap siap saja.

  600. korban krisis global Says:

    ngomong2 kpr btn th dpn berapa ya bunganya

  601. pemerhati krisis Says:

    Bunga bikin kita menderita..yah, bagimana rumah sudah banyak dibangun, tetapi yang beli tidak ada, kayanya dipinjamkan saja untuk ditempati, nanti jika sudah punya uang baru boleh dibayar…,bagaimana mau

  602. rudy Says:

    di dekat pintu masuk anggrek 1, sekarang ada pedang kakai lima yang mangkal di sana ( tukang baso,tukang minuman, dll), wah…apa ini fasum baru yang disediakan pengembang GDC, lengkap juga fasum yang ada di anggerek 1 , setelah mobil angkot gdc juga parkir disana, dan hebatnya lagi pengembang gdc, memberi ijin pedang kaki lima ,nongkrong disana menambah asri lingkungan.

  603. pengamat Says:

    yah begitulah ciri ciri kalo pengembang udah gak peduli lagi sama konstituent nya. hal serupa juga bisa anda temui di modernhill pd cabe, di sana orang bebas jadikan rumahnya sebagai tempat usaha, ada yg buka bengkel, jalanan depan dijadikan tempat parkir pasien pasien nya, trus kalo ngetest mesin di geber ampe mentok, bikin bising suara, dll dll. makanya survei langsung ke lapangan itu penting sekali sebelum memutuskan membeli properti disitu, jangan mudah percaya ama brosur dan sikap ramah sang marketing aja.

  604. Indonesia Says:

    perumahan menengah ke bawah ya begitu ciri cirinya…..rumah bebas dijadikan tempat apa saja: salon, toko kelontong, warung nasi, bengkel, dll. PAngkalan ojek juga tersedia….
    KAlo pengin nyaman emang harus beli rumah di kelas atas spt BSD, Bintaro jaya, dll.

  605. indra Says:

    hati-hati apabila renovasi di GDC, banyak pungut-pungutan liar yang dilakukanoleh oknum-oknum satpam proyek gdc, kasihan tukang-tukang atau pemborong bangunan,tukang bor air akan di paksa untuk setoran olh oknum satpam, sepertinya satpam-satpam di di kelola dengan baik oleh gdc

  606. indra Says:

    hati-hati apabila renovasi di GDC, banyak pungut-pungutan liar yang dilakukanoleh oknum-oknum satpam proyek gdc, kasihan tukang-tukang atau pemborong bangunan,tukang bor air akan di paksa untuk setoran olh oknum satpam, sepertinya satpam-satpam di kelola denga tidak baik oleh gdc

  607. pengamat Says:

    silahkan laporkan kejadian tukang palak atau preman kuli angkut atau apa saja yang berhubungan sama pemerasan yang terjadi selama anda renov atau mbangun rumah di kompleks tempat tinggal anda, ke situs yg bisa anda akses dengan cara arahkan kursor ke nama saya diatas dan click disitu.

  608. jack subarja Says:

    sy calon penghuni Cluster Alamanda, Type 70/150, Blok B5 No. 11 (deket/samping Gedung DPRD Depok), kondisi pembgn skrg : rmh lg proses pengecatan (walaupun jadwal molor dr pertengahan Nopember), tiang listrik sdh ada, jalan di dalam Blok 5 belum diaspal, kalau hujan becek minta ampun banyak tanah merah. Saat ini sdh ada yg tinggal di B5 No. 1 dgn Genset yg disediakan dari GDC (setelah sedikit “dipaksa” krn beliau advokat). Kepada Kontraktor Griya Rona, tolong rmh di blok B5 No. 10-14 segera diselesaikan (tentunya dgn kondisi yang memuaskan), sy harap Kontraktor Griya Rona dan GDC akan memberikan hasil yg memuaskan bagi para customernya, TERUTAMA utk calon penghuni Cluster Alamanda, khususnya Blok B5..
    sy selalu cek hasil pengerjaan rmh sy seminggu sekali, dan sy akan gunakan fasilitas complain (kira2 30 hari, setelah serah terima rumah) apabila hslnya kurang memuaskan…
    Buat para calon penghuni Cluster Alamanda yg lain, salam kenal..semoga silaturahmi ini dapat berlanjut….
    Wassalam.

  609. Meong Says:

    Ya ampyun…masih bergulat sama Sekuriti sekuriti itu toch….. dari sepuluh tahun yg lalu sampai sekarang masih aja ada….. yang bikin heran lagi kok ya masih ada juga yang jadi korbannya….. Kapan Indonesia maju ?

  610. pemerhati Says:

    kenapa masih ada saja korbannya?

    pertama, karena belum ada peraturan yg ngatur soal pengembang nakal. kalaupun ada, masih tumpang tindih sama peraturan lainnya, jadi pemerintah ragu melangkah, trutama soal kewenangan menindak. paling banter mediasi oleh YLKI aja (gak ada gregetnya). tampaknya reformasi belum menyentuh sampai kesini.

    kedua, karena gak semua melek internet dan gak semua punya kemampuan searching dan browsing sampai kesini. jadi pada gak tau, walau disini pada berkoar koar, tetap aja suaranya gak nyampe ke publik.

  611. Bobby Says:

    Saya adalah penghuni GDC Depok (dulu Kota Kembang) sektor Gardenia sejak tahun 2005. Setelah tinggal tiga tahun lamanya, fasilitas umum banyak yang belum dipenuhi pengembang. Antara lain:
    1. Penerangan Jalan Umum (PJU). Akhirnya warga membuat PJU sendiri-sendiri, sehingga yang terkesan adalah pemandangan yang semrawut.
    2. Jalanan di areal perumahan rusak berat. Apalagi di Blok Q. sampai sekarang pembangunan jalan di area itu belum dilakukan sehingga kalau hujan becek.
    Bagaimana tanggung jawabmu GDC…???

  612. puji Says:

    Siang hari lewat GDC sangat lega, apalagi abis Margonda yg menyesakkan. Tapi malam hari,.. woow.. ngeri… gelap ‘n sepi (mungkin kalo udah rame gak kayak gini kali ya). Apalagi selepas Water Park sampe sektor Melati, kan lewat dua kuburan tuh. Mau ambil sektor Lantana jadi ragu2, selain ketidakpastian Pengembang soal FASOS/ FASUM, juga karena pas di samping kuburan. Gimana Suhu Yo, ada pengaruh apa kalo rumah deket kuburan?

  613. cucunya hantu Says:

    si sektor alamanda khususnya type 36 juga ada makam dan sebagian rumah penduduk
    Gimana janjinya GDC… katanya udah dibebaskan???
    Gimana masalah keamanan nantinya dan semuanya berjalan sangat lambat.
    Ada rawa juga belum ditangani dan sekarang udah mulai tinggi airnya, apa nunggu masuk kerumah warga dulu….

  614. Sari Says:

    Mengenai listrik juga agak lambat ko…
    kamu bener cucunya hantu??? bilangin tu ama GDC tolong sebelum serah terima ke konsumen dicek dulu kwalitas bangunanya… (ampe ada handle pintu udah berkarat…)
    biarpun ada massanya komplain nantinya. alangkah lebih endah kalau waktu serat terima dan konsumen lihat udah bersih dari segala sisi dan menunjukkan kwalitas bagus… oooohhh dapet jempollll (..gajah) dah buat GDC

  615. Suhu Yo Says:

    wah ada yg manggil saya yah disini? hehehehhehe, sori baru sempat gabung skarang, sy lagi sibuk ngitung orderan fengshui di green mansion jakarta barat sih, hehhehehehhe. ruman dekat kuburan memang lebih susah di jual, karenanya dari segi rejeki memang kurang bagus. kebetulan sy ada beberapa orang yg sy kenal (kenal gitu gitu aja) yg tinggal dekat kuburan dan sy perhatikan memang kondisi perekonomian nya kurang beruntung dibandingkan warga lainnya. rumah dekat kuburan berdampak kurang baik ke bisnis yg terutamanya.

    kuburan sendiri juga ada feng shui nya, tapi itu lebih ke anak anaknya yg bakal rutin berkunjung kesitu.

    feng shui itu penting, lihat saja rumah dan kuburan orang2x kaya, rata2x feng shui nya bagus bagus. org2 hongkong and taiwan bener2 ngelakuin hong shui. org indo kayaknya masih kurang. sayang. kalo mau kaya, belajarlah fengshui seperti mereka. apalagi kultur kita yg dekat dengan tionghoa, sayang kalo tidak dipake.

  616. anti kemapanan Says:

    @ suhu yo,
    ya iyalah you sampe bilang ‘kalo mau kaya belajarlah fengshui’ jadi kalo banyak yang ber fengshui, you banyak orderan… kaya deh…

  617. Sesepuh GDC Says:

    Selamat datang penghuni baru dan selamat berjuang untuk meraih hak-hak sebagai penghuni di wilayah GDC. Pesan saya, jangan berjuang sendiri-sendiri, berjuanglah bersama.
    Salam hangat dari penghuni lama.

  618. oracle Says:

    akhir akhir ini iklan properti gencar sekali dilancarkan di media, terutama oleh Agung Sedayu Group. benarkah ini mencerminkan booming properti diindonesia? benarkah ini mencerminkan kondisi perekonomian indonesia yg membaik di kala kondisi global yg justru sebaliknya dan ambruknya properti di belahan dunia lain?

    saat ini telah terjadi pengalihan aset besar besaran dari ras Cendana kepada kelompok yang di sebut The Gang of Nine. Ini adalah kelompok underground yg dulu berjaya dibawah presiden Soeharto yg tugasnya melakukan pekerjaan kotor Soeharto plus money laundry. Pengalihan aset Cendana ke mereka dilakukan sejak Soeharto lengser dengan tujuan menghindari jeratan hukum korupsi dan pajak dll. Adapun aset yg dipindahkan antara lain berupa lahan tanah yg tentu saja harus di konversikan jadi uang cash lebih dulu agar bisa di bawa kabur keluar negeri oleh Cendana dkk.

    Gang of Nine ini dikepalai oleh, guess what, Tommy Winata, pemilik grup Artha Graha yg juga pemilik GDC ini dan juga pemilik Agung Sedayu Group yg iklan properti nya ada di mana mana itu. Tentu saja Tommy Winata, seperti yg dilangsir koran TEMPO, menolak ada hubungan dgn kelompok underground Gang of Nine ini, sampai mencak mencak menyeret TEMPO ke pengadilan segala dan mengerahkan massa utk berdemo di TEMPO. Ini bentuk cermin amarah terbesar Tommy yg merasa terpojok dan nyaris ketahuan belang sebenarnya, dan utk pertama kalinya mata publik terbuka mengenai siapa sebenarnya Tommy Winata ini, the untouchable indonesia godfather.

    SBY JK mengetahui hal ini, namun tidak berdaya menindak Gang of Nine (beberapa diantaranya sudah dicekal) lebih jauh lagi karena kuatnya dukungan para oknum jenderal militer yg memang sudah dibina Tommy sejak pertama kali mengenal Soeharto dulu. SBY JK juga mengetahu perihal upaya Cendana mengkonversi aset lahan menjadi cash utk dibawa kabur keluar negeri, namun pura pura tutup mata karena secara politik tidak menguntungkan posisi mereka.

    Hal ini diakui Anton Medan dalam wawancaranya dengan koran TEMPO. Sebagai orang yg pernah menjadi centeng nya Soeharto, Anton Medan mengetahui banyak lika liku underground Cendana dan The Gang of Nine ini.

    Adalah orang orang seperti kalian yg turut membantu Cendana dan Gang of Nine dengan membeli properti mereka yg notabene adalah aset haram mereka yg justru kian menjerumuskan Indonesia kedalam kemiskinan luar biasa tak berkesudahan ini. Lebih parah lagi, beberapa diantara kalian tahu soal ini, namun tutup mata dan lebih mementingkan diri sendiri (punya rumah sendiri) tanpa melihat siapa penjualnya.

    Mudah2xan tulisan ini membuka mata kalian semua soal kondisi sebenarnya yg terjadi saat ini.

  619. nina Says:

    Saya belum punya rumah nich..
    Sebaiknya kalo mo kita beli rumah dimana mas oracle?
    biar nanti tidak ada masalah, udah keluar duit banyak ribet pula dibelakang.
    Krisis global jg bikin kita was was jg kan.
    biar aman mgkn beli tanah lalu bangun sendiri kali ya, gaji habis buat bayar kontrakan tiap bulan.
    aku tunggu infonya ya mas.

    Nina

  620. toyib Says:

    Setuju…!!
    Bravo Oracle..
    Mulai skrg kita bilangin orang terdekat kita mulai dr anak, bini kita serta pembantu, jangan tonton Metro Tv, Global TV, ANTV, TV ONE krn tiap minggu iklan ASG, dan jangan tonton Jak TV krn kantornya ada di kawasan SCBD milik TW, dan satu lagi TPI milik mbak Tutut..!
    Trans TV deket sm bank Mega..
    Temen temen dikantor dimohon kalo mau beli komputer, laptop dan hape tanya dulu sm penjualnya, importirnya siapa? yang punya toko nyimpan uangnya di bank apa?
    mall yg glodok, mangga dua, ambasador siapa yg bangun? jangan2 ada hubungan sm geng “NINE Dragon”?
    kita kase tau buat ponakan kita yg masih ABG, jangan main atau belanja di kawasan SCBD, main ke waterboom jakarta PIK krn itu punya ASG jg.
    Kalo nanti anak2 kita merengek minta ke KId Zania, bawa aja ke Ragunan krn KZania ada di gedungnya TW.
    Jika punya saudara yg kerja di kawasan SCBD suruh pindah saja, buat apa jadi jongosnya TW, kita jg punya harga diri kan..
    buat ibu2 dan istri yg suka belanja hati hati kalo belanja pakaian, jangan2 dagangannya kulakan dari Tanah abang, itu yg mbangun TW kan..
    Jadi kita beli beli baju, laptop dan barang2 electroniknya nitip tetangga atau temen yang pas pergi ke luar negeri aja.
    semoga kita selalu diberi kesehatan, sebab kalo harus nebus obat resep dokter takut juga kalo importir obatnya Ari Sigit piye?
    Mobil kalo perlu dijual saja, buat ngurangi kemacetan dan polusi dan biar tdk lewat TOL bikinan Mbak Tutut.
    kalo mau naik taxi pilih- pilih dulu, jangan yg mobilnya Timor!
    Bluebird punya siapa ya?
    ASG pasang iklan di TEMPO group gak ya? atau ada salah seorang karyawan Tempo yang beli rumah produk ASG?
    Dihimbau :
    Majalah TEMPO dilarang dijual di kawasan milik Gang of Nine….!!!!! G B U

  621. oracle Says:

    @toyib
    wakakakakak, lucu banget anda ini, ya ya ya, sy tahu, emang kita udah dikuasai beneran ama mereka, ampe beol aja mungkin kloset nya punya mereka juga, wakakakakkkkkk. tapi believe it or not, sy dari dulu memang menghindari beli product yg ada kaitannya ama mereka. bukannya apa, eneg aja ngeliat bambang kimpoi ama monyongsari didepan TV, eneg ngeliat tommy ketawa tawa di tv padahal abis ngedor jaksa ampe koit. lebih eneg lagi ngeliat kok dari dulu indonesia begini begini aja gak ada kemajuan (gara2x sapa hayoooo). kita bergerak sebatas yg kita ketahui aja lah, apalagi jaman internet, semua informasi itu bisa diperoleh kok, jadi gak ada alasan gak tau lagi.

    @nina
    rajin rajin google aja bu nina, tentukan nama perumahannya, trus di google, cari ada gak berita berita miring soal perumahan itu. kalo perlu google di expand hingga ke pemilik dll dll. kalo gak nemu, yah kemungkinan sih aman aman saja. kalo nemu, yah kembali ke pertimbangan anda lagi. hampir semua perumahan yg ada itu ada kok di google informasinya, jadi cobain aja. gak akan rugi. sy sendiri biasanya hanya butuh waktu seharian utk cari tau semua itu di google.

  622. uhuiii Says:

    @toyib,
    wahhhh banyak banget pantangannya…..lahhh kalo hiburan jadi nonton apa donk……..

  623. silvi Says:

    Wah, blog ini rame sekali. Jadi pingin curhat juga… Saya sudah tinggal di Sektor Melati selama 5 tahun. KPR saya lewat BAG sudah jalan 6 tahun dari 10 tahun. Saya sekarang ini memilih untuk menikmati “penderitaan” tinggal di rumah tak bersertipikat, karena 6 tahun yang lalu saya bener2 awam saat mengambil keputusan. Sebenernya tinggal di sini bener2 nyaman, air di blok saya bagus, tetangga baik2, cuma yah memang kerja jauh, rumah sakit jauh, sekolah jauh dan surat2 nggak kelar2. Saya cuma berusaha berfikir positif agar nggak kontra produktif dan selalu berdoa semoga SHGB segera jadi. Saya termasuk beruntung karena tetangga2 aktif dan saya ikut secara kolektif ngurus surat2 ke developer. Bulan Mei 2008 (udah 7 bulan yah) saya AJB. Belum ada kabar apa2. Mohon infonya, untuk temen2 yang AJB sekitar periode tsb, udah ada yang jadi belum ya… Sebelah rumah saya, sebulan yang lalu SHGB kelar, setelah nunggu setahun lebih. Semoga kali ini keberuntungan kembali berpihak kepada saya…

  624. pengamat Says:

    kalo gak salah skarang BPN ada mobil keliling yg melayani masyarakat, maksudnya biar gak perlu pake perantara lagi kayak yg udah udah (bikin lama), mungkin fasiitas ini bisa dimanfaatkan

  625. elce Says:

    halo halo.. calon penghuni GDC terutama cluster Jasmine, ada yg sudah dihubungi untuk serah terima belum? gimana? ada masalah atau lancar2 saja sesuai harapan? kalau ada yg ngga sreg gimana ya? bisa minta benerin ngga ya? tolong sharing-nya doong.. Thanks..

  626. DOLI ANDALAS Says:

    Saya tertarik calon penghuni GDC
    dan setelah saya dapat brosur dan saya coba lihat2 lokasi perumahan terutama type cluster dan sebagian rumah sudah selesai dan ada yang sudah menempati tetapi listriknya masih ngambil dari rumah penduduk dengan menarik kabel.
    ketika kami tanya kepada penghuni tentang kapan sambungan PLN? jawabanya PLN masih krisis listrik.
    didaerah GDC ada kantor pemerintah Depok dan setiap malam nyala terussssss sampai pagi.
    Mohon pihak PLN depok untuk serius menanggapi.

    Kasihan yang menempati rumah belum ada sambungan PLN. Sampai kapan ya…….! atau sekedar akal2an pengembang ?
    mohon pengembang menjelaskan di Blog ini.

    TERIMAKSIH

    DOLI ANDALAS

  627. Sari Says:

    Hai Pengembang yg nggak pernah ingkar janji (… katanya)
    buktikan dong keseriusannya, kita udah di janjiin dan molooornya dah berapa lama????
    rumah sih udah jadi, tapi kayaknya belum layak untuk ditempati dan fasumnya (…mang ada ???) sangat2 lambat.
    ayo dong…. apa perlu tambahan modal???
    omomonggg doong

  628. nina BPR Says:

    sebelumnya maaf buat mba nina , karena nama saya juga nina yaitu nina BPR (belum punya rumah)

    Btw ada info-info rumah bekas yang mau dijual ga sekitar Pancoran Mas depok ?

  629. nina BPR Says:

    btw mengutip post dari @jef di thread “Terbaik di Bekasi? Bima Legenda Bekasi” mendingan kita pindah aja yuk ke forum.rumahmobilku.com ,fasilitas forumnya lebih lengkap dan teratur .
    ====================================================
    Jef Berkata:
    Januari 10, 2009 pukul 7:03 pm

    Halooo semua ….
    Btw setelah saya baca seluruh post reply yang memakan waktu mpe 4 jam, ini sepertinya tidak ada yang menjadi moderator, sehingga oknum-oknum seperti pak asep bebas mereply dan cuap-cuap sehingga kita tidak bisa lebih share nih.

    Saya sudah memindahkan semua post dari forum ini ke forum.rumahmobilku.com …. setelah saya coba-coba kayaknya mendingan kita pindah aja ke forum.rumahmobilku.com aja deh , ada beberapa fasilitas yang lumayan bagus :

    - Forum ini dibangun menggunakan Vbulletin (software paling populer untuk forum web basis)
    - Kita bisa merequest ke adminnya (empunya forum.rumahmobilku.com alamatnya customercare@rumahmobilku.com) supaya kita bisa menjadi moderator , so jika ada yang macam-macam bisa langsung dilaporkan ke adminnya untuk diblokir user accountnya
    - kita bisa sekalian beriklan gratis untuk rumah dan mobil ( he..he..he.. barangkali bapak2 and ibu2 mau jualan rumah ato mobil) ….> coba kunjungi rumahmobilku.com/rumah ato rumahmobilku.com/mobil
    - proses pendaftaran user account untuk forumnya sangat gampang sekali
    - saat ini masih bisa attach file gambar di forum , he2x barangkali ada yang mau share picture
    - semuanya gratis kok

    jadi HAYOOOOOOO kita berbondong-bondong pindah ke forum.rumahmobilku.com

    Untuk thread “Terbaik di Bekasi? Bima Legenda Bekasi” bisa diakses di forum.rumahmobilku.com—>forum property–> zone komunitas —> Terbaik di Bekasi? Bima Legenda Bekasi
    ===================================================================================

  630. nina BPR Says:

    saya juga sudah mengcopy semua isi post ini ke forum.rumahmobilku.com, forum ini bisa diakses di forum.rumahmobilku.com—>forum property–> zone komunitas —> Grand Depok City – Kota Kembang Depok Raya

    btw saya sudah daftar lho, bagaimana yang lain ?

  631. galih Says:

    boleh juga tuh webnya,
    btw saya juga pasang iklan di situ yaitu mobil kesayanganku Mazda Familia th 98 , barangkali ada yang tertarik silahkan japri ke saya:

    silahkan lihat di rumahmobilku.com/mobil —-> Mazda

  632. pengamat Says:

    coba bikin subforum seperti ini loh

    http://www.megapolitancity.com/0201_cibubur/diskusi/default.asp

    jangan cuma GDC aja, tapi juga perumahan lain
    kalo bisa, nanti sy bantu promosiin deh

  633. nina BPR Says:

    @pengamat : okeh mas nanti coba saya usulkan ke adminnya

  634. nina BPR Says:

    @pengamat : btw saya sudah mengusulkan ke adminnya untuk buka forum – forum rumah yang lain , silahkan dicoba forum.rumahmobilku.com

  635. Kuwat hs Says:

    ya tuh.. katanya di cluster jasmine bulan april serah terimanya

  636. pei IP Says:

    yah.. kalo di cluster jasmine bulan april serah terimanya kapan nempatin rumah barunya blum nunggu pemasangan listrik & nunggu jalan diaspal berapa bulan lagi tuh ? caqpe deh…..

  637. pengamat Says:

    ada artikel mengenai GDC di tabloid PROPERTI tuh, terutama mengenai peresmian waterpark nya. tapi ada sisipan informasi lainnya kyk kesuksesannya launching cluster bla bla bla.

  638. Rendra Says:

    yah.. kalo di cluster Anggrek 2 GDC, kapan teman-teman akan serah terima rumahnya apa jadi Bulan Februari ini ? karena saya lihat belum ada pemasangan listrik & jalan yang belum juga diaspal.

  639. willy Says:

    pak rendra ambil angrek2 kah?

  640. anri Says:

    sekedar berbagi informasi dari mandor: cluster alamanda yang tipe 70 dan cluster alphine yang didepan macet total pembangunannya, bisa dilihat apakah ada tukang kerja disana ga. sepertinya lagi ada pengalihan bank jadi pembayaran ke kontraktor macet. bagi yang bayar cash mungkin bisa push ke developer.

  641. Rendra Says:

    Pak Willy, sy tidak ambil di Anggrek 2 tapi om saya yang ambil di Anggrek 2 di Blok M1/36B Anggrek 2. Sampai sekarang rumahnya belum bisa ditempati karena belum ada listrik dan jalan yg ke belakangnya belum di aspal, makanya pak Willy kapan rencana serah terima rumah dari GDC ?supaya tahu perkiraan jalan bisa di aspal.

    trm ksh.

  642. willy Says:

    klo masalah jalan ,pernah saya tanyakan ke gdc katanya pembangunannya serentak semua cluster. utk serah terima harusnya bln september 2009 krn akadnya bln september tp blm ada kabar

  643. pengamat Says:

    tabloid properti edisi januari 2009
    isi beritanya, banyak pengembang yg menunda proyek nya karena memburuknya ekonomi global saat ini

    apartement lavande tebet
    kini hadir dgn promo terbarunya sekaligus cerminan betapa terdesaknya posisi mereka. promo nya adalah 50% discount booking fee – belum pernah agung sedayu bikin promo kayak gitu sebelumnya

    kompleks elit premier bambu apus
    harga properti di sana turun sebesar 60 jutaan, ini di akui sendiri oleh marketing nya. ini mematahkan doktrin yg mengatakan properti gak ada matinya. itu bohong besar. properti bisa turun, setiap aset bisa turun. hanya emas saja bisa naik terus harganya dari jaman firaun sampe skarang, grafik emas naik terus.

    jangan percaya omongan pemerintah yg katanya krisis global gak ngaruh ke indonesia, itu bohong besar. diperkirakan jutaan penduduk indonesia akan jadi pengangguran baru di 2009 ini. indonesia belum siap swasembada sendiri seperti analis para pakar ekonom itu.

    jadi kalo serah terima nya telat, yah harap maklum aja.

  644. Rudi Says:

    Walau kondisi sesulit apapun, pa pengamat, the show must go on. Kita ikuti apa yg kita bisa. Percaya kpd pemerintah bukanlah hal bodoh.

  645. Ali Says:

    Saya calon penguni anggrek 2, slm kenal untuk penghuni anggrek 2 yang lain, minggu lalu saya kesana kyknya fasilitas belum ada, kyk kubangan kerbau sampe kuda besi mogok karena lumpur masuk ke roda, ayo kita tuntut hak kita..,

  646. willy Says:

    salam kenal balik pak ali, sy juga anggrek2 n sering liat juga pasti nanti kita satu rt he he he…..

  647. Ali Says:

    Oke deh, Pak willy….!! Kita ramaikan anggrek 2 dgn futsal kan masih byk kapling kosong, palagi rumah yg dibangun sedikit, Spa lg di anggrek 2 selain pak willy?? trus serah terimanya kpn ?? Sya pernah tanya pengawas katanya bln Februari yg anggrek 2 blok S3,,mudah2an cepet kelar biar bisa cepet ditempatin,.., Amin.

  648. kudhana Says:

    Salam Rekan – Rekan

    mengenalkan forum baru khusus untuk membahas segala permasalahan di GDC untuk subscribe
    granddepokcity-subscribe@yahoogroups.com

    suwun
    farid

  649. hidayat Says:

    Hallo Semua
    Saya Hidayat, kemarin 24 Jan 09 saya sudah serah terima rumah di Alamanda B1-4, Utk waktu serah terima rumah on schedule tapi listriknya belum ada, dijanjikan oleh pihak developer Feb ini sudah terpasang…..mudah2an juga bisa on schedule

    thx
    Hidayat

  650. Barkah Says:

    Salam kenal untuk Pak Ali dan pak Willy, saya juga calon penghuni Anggrek 2 bekas Daksa di Blok M1 yang sedang meminta pengaspalan jalan dan listrik di belakang Anggrek 2 yang bersebelahan dengan Blok S dan Blok M1.

    Sebaiknya harus terus bapak-bapak usul ke Pusat (SMR) kapan fasilitas di Anggrek 2 dibenahi.

    Ada info untuk Blok S utk type 36 katanya serah terima jadinya bulan Maret sedangkan yang 45 di Bulan April, mudah-2an terealisasi.

    Trm ksh.

    Barkah

  651. Bagas Says:

    salam kenal,
    sudah adakah yg nempatin di alamanda blok d2 dan sekitarnya.
    gimana perkembangan terakhir…. pagar komplek sudah selesaikah dan untuk bekas rawa apa sudah diratakan dan untuk saluran air apa sudah tertata rapi.
    Makasih untuk informasinya

  652. willy Says:

    salam kenal balik pak barkah, mudah2an fasilitas listrik dan jalan segera terealisasi

  653. riky fadhelianto Says:

    salam buat calon penghuni anggrek2.saya juga mbeli di anggrek2 blok m2 no8a.serah trima mud2an bulan april atau juni.tetap semangat yaa.

  654. Ali Says:

    Salam balik pak barkah, pak willy, pak riky…. dan teman2 lainnya di Anggrek 2, iya kita mesti tagih fasilitas jalan dan listrik, waktunya tinggal 1-2 bln lg gak kerasa, ntar kayak di Alamanda sudah serah terima, tapi bis itu lama nunggu listriknya…, mudah2an ini jd pelajaran berarti utk GDC agar memperhatikan hak konsumennya..,

  655. pei ip Says:

    Menurut sumber terpercaya, katanya sudah satu bulan ini di perumahan Grand Depok City tidak ada pembangunan atau pengerjaan atau bisa dibilang mandek karna ada suatu masalah yang tidak tau permasalahannya dimana.

    Karna setelah saya survey, rumah saya yang di cluster jasmine sudah satu bulan ini belum ada penambahan juga, padahal serah terima katanya bulan Maret ini, tapi sampai sekarang plafon saja belum terpasang.

    Tolong dong informasinya?

    Ditunggu jawabannya, URGENT ya !!!!

  656. pengamat Says:

    namanya juga krisis global, banyak pengembang menunda proyek baru nya dan lebih fokus finishing cluster yg terakhir/serah terima. harga rumah tinggi, tapi yg beli gak ada (kecuali tipe kecil atau tipe RS), kalaupun ada, susah sekali dapatkan buyers. yg paling terpukul itu tipe menengah.

    utk meminimalkan resiko, walau punya cash, sebaiknya ambil KPR saja, karena nanti pihak bank yg akan ngepush pengembang bandel agar memenuhi janjinya. walau ini bukan jaminan, tapi setidaknya ada yg cerewet dibelakang kita.

    sisanya yah pasrah aja lah. SBY memang banyak berjasa selama ini, tapi sektor properti sama sekali luput dari perhatian dia, terabaikan hak hak konsumennya. makanya jangan nyoblos SBY deh nanti.

  657. Ali Says:

    Pengamat harus netral dong, jangan ikut2an ABS…!!! Btw, Di Cluster Anggrek 2 sudah pemasangan keramik, tp belum bak dan toiletnya… sama pintu, taman, carport & finishing…pei ip klo di cluster Yasmin dah sampe mana ?? serah terima kita blnnya sama yah,,,,

  658. riky Says:

    untuk yg sudah mesan dianggrek sama seperti saya jgn takut untk rumah tidak dibangun.untuk rumah saya saja belum dibangun2, tapi sudah saya tanya develop,notaris dan bank.jika pengangembang tidak menyelesaikan pembangunan maka pengembang di kenakan denda keterlambatan.surat perjanjiannya dipegang bank.tapi saya sudah punya copynya.kata notaris biar saja tidak dibangun kita tinggal mengadu dengan bank lalu bank yang menegurnya.soalnya dana KPR nya belum di turunkan semua oleh bank.jadi bapak2 jgn kawatir.saya malah senang jika pembangunannya telat.uang dp saya malah sudah masuk 100 jt malah sudah mengangsur.saya sudah mengitung sehari mereka harus membayar kisaran400 ribuan.he he jadi jgn kawatir.kita fokus ke kerjaan kita aja dan cari nafkah buat keluarga kita.TETAP SEMANGAT

  659. kudhana Says:

    Salam

    saya juga ambil di cluster jasmine.
    sabtu kemarin cek ke kavling tapi masih tetep sama kondisinya dengan terkahir kali saya cek 1 bulan yang lalu.
    saya tanya ke kontraktor, menurut beberapa kontraktor yang membangun di cluster jasmine, pembyaran dari GDC seret, hal ini di karenakan uang di fokuskan untuk membangun water boom terlebih dahulu, bahkan kontraktor yang membangun rumah yang saya pesan sudah pindah mengerjakan proyek perumahan lain, sehingga pembanguna rumah berhenti.

    konfirmasi dari pihak GDC sementara mengatakan bahwa pembanguna di hentikan sementara karena ada review atas kinerja kontraktor dan akan mulai membangun lagi bulan february ini.
    mana yang benar ?

    NB: milis khusus perumahan GDC granddepokcity-subscribe@yahoogroups.com

  660. pei ip Says:

    salam kenal pa ali
    terakhir saya cek bln january akhir masih sama kaya 1 bulan yang lalu baru sampai atap blum dikramik. saya sudah konfirmasi kemarketing GDC

    pembangunan tertunda dikarnakan revisi harga dengan pihak kontraktor tapi masalahnya sudah selesai dan february ini pembangunan mulai berjalan lagi. untuk serah terima kemungkinan maret, april

    oh ya salam kenal kudhana
    saya dicluster jasmine blok E2/14 situ di blok apayah??

  661. Ali Says:

    Salam kenal juga pak pei ip, kyknya nasib bangunan rumah kita hampir sama, hari ini saya tanya sama tukang di Anggrek 2, katanya tidak ada pengerjaan bagian2 rumah karena ga ada bahan materialnya, udah minta katanya tetep blom dateng2…lama, so kapan mau kelarnya pembangunan rumah, jangan sampe kelamaan trus kena imbas pemilu deh, wah jd tambah kacau urusan

  662. Elce Says:

    @Bagas: salam kenal Pak, minggu lalu saya jalan2 ke Alamanda D2 udah ditempati 1-2 rumah malah ada yg udah pasang Indovison tuh.. Kalo di C2 tetangga depan rumahnya, udah lebih banyak, kira2 5 rumah yg sudah di huni, malah ada yg udah buka toko isi pulsa….

    @Kudhana & Pei Ip: salam kenal ya.. saya di jasmine jg. kayanya pembangunan rumah di Jasmine tidak berdasar mana yg duluan akad/beli, tapi per blok. Blok yg duluan dibangun kan blok D1 tuh… sebaris di belakang tipe bulevar.. padahal ada yg baru akad april, sudah dikirimi surat undangan serah terima. padahal sih kondisi penyelesaian belum 100%. biar sisa duit dari bank turun kali yaa…….

  663. Bagas Says:

    Makasih banyak infonya Elce….
    Saya udah terima surat serah terimanya, tapi saya belum siap untuk menempati. karena dilihat dari fasum/fasosnya yg belum ada, terutama akses jalan masuk dan lampu jalan yg belum sempurna.
    Kalau yg lain gimana udah siap ditempatikah…
    Makasih…

  664. kudhana Says:

    pak Pe Ip

    wah kita bakalan tetangga pak, saya di jasmine E2 / 12A
    memang untuk fasum fasos dan listrik kita harus merapatkan barisan tuk push developer, karena percuma kalau komplain per orang gak ada tanggapan
    pak Pe ip dah dapat AJB belum

    gabung aja di milis khusus perumahan GDC granddepokcity-subscribe@yahoogroups.com pak

  665. Dani Says:

    Saya booking bulan januari 2008 di cluster alamanda.
    dipertengahan jalan kavling tdk sesuai dengan kenyataan dan akhirnya pindah lokasi. Akad kredit dgn BTN bulan Juni 2008 namun sampai sekarang sudah setahun lebih, bentuk rumahnya belum kelihatan.
    Saat pindah kavlinkpun kalau saya tidak tahan sisa DPnya juga gak diproses-proses….
    Nah sekarang DP terakhir masih saya tahan, biar ada inisiatif dari mereka……..kenyataanya… capek deh…!!!
    Gak tau lagi gimana kelanjutannya…. males ngurusnya. Rencananya Gw mau komplain ke BTN nih

  666. bengbeng Says:

    @Dani: Makanya saya menghimbau klo mo beli rumah lewat KPR Bank. Kalau hendak akad kredit KPR ada syarat minimalnya yakni Rumah HARUS sudah dibangun minimal 80%. Jika belum terbangun sama sekali….jangan pernah berani melakukan akad kredit bank. Karena tidak ada jaminan si pengembang menyelesaikan pekerjaannya…sementara kita sudah harus bayar cicilan tiap bulannya dan pihak bank biasanya tidak mau tau..karena secara hukum kuat dengan adanya surat keputusan kredit yg sudah di tandatangani. Kecuali jika pengembangnya sudah terkenal dan bonafit dan akan berani mempertaruhkan reputasinya… Seperti Duta Pertiwi; Metropolitanland; Ciputra dan yg lainnya.

  667. Wahyu Kencono Says:

    Kami pemilik rumah di GDC cluster Chrysant D1-02, sebelum memutuskan beli rumah di GDC saya juga seperti teman2 browsing, survei untuk mendapat info selengkap lengkapnya tentang GDC. Dan seperti teman2 juga saya juga mendapat info2 miring di internet. Sempat ragu dan ramai dengan istri untuk memutuskan jadi enggak beli rumah di GDC setelah mendapat banyak info negatif tsb. Pertaruhan saya dibilang sangat besar waktu itu, karena saya termasuk pembeli awal setelah KKDR di take over jadi GDC. Alasan kami waktu itu untuk jadi membeli di GDC, kawasan itu sangat strategis di Depok, jadi tidak mungkin terabaikan walaupun Developer – developer datang silih berganti. Kedua persaingan bisnis Developer2 di kawasan tersebut yang seringkali memberi negatif info. Yang ketiga, Hi Risk Hi Gain, kami termasuk pembeli awal, jadi waktu itu kami dapat korting 10 % dan dalam waktu 1 tahun harga rumah kami sekarang naik 75% (cek sendiri, tanya ke marketing harga di Chrysant tipe 36/90 bulan Nov 2006 dibandingkan sekarang.
    Bulan Februari 2008 waktu saya nulis ini, rumah tersebut sudah kami tempati, banyak komplain tentang kualitas bangunan, cerewet lah se cerewet mungkin, di tanggapi tapi sangat lamban. Yang penting kami sudah AJB bulan Desember 2008, persis 1 tahun setelah cicilan DP pertama. Secara legal administratif kami sudah AMAN.
    SUTET No Comment soalnya SUTET sangat jauh dari Chrysant, yang jelas jalur utama Depok-Cibinong sekarang jadi lewat GDC Boulevard, orang tidak lagi lewat jalan KSU.
    Kekurangannya sampai saat ini listrik belum terpasang karena memang PLN nya yang lamban dan FASUM belum terbangun.
    Pesan saya be rational dan gunakan feeling anda

  668. pengamat Says:

    biasanya di PPJB sudah tercantum bahwa bangunan akan di selesaikan selambat lambatnya nn bulan terhitung sejak uang muka di lunasi (ada yg bilang, 50% dari total harga rumah). jika aturan itu dilanggar, maka developer kena denda. atau kalo konsumen nya tajir, bisa di tuntut tuh developer nya (bawa pengacara).

    jadi mau KPR kek, mau cash kek, sama aja sebenarnya. kecuali jika di PPJB tidak tercantum klausul itu, baru deh deg deg an (soal apakah rumah anda akan diselesaikan atau tidak).

  669. Fathur Says:

    Salam kenal..
    Sy penghuni Cluster ALAMANDA Blok.D4/1.
    MAAF CUMA UNEK~UNEK..
    Gmn ya… Nyessel jg beli rumah di GDC.. Gmn tdk! Ud 2 bln sy huni tu rmh nmun hingga saat ini LISTRIK blm trpasang jg… Untung punya calon ttngga yg baek dpn rmh. jd sy bs numpang listrik disitu..kan blm ditempatin..he… Tp, sampe kapan dunk sy hrs numpang trs?
    GDC…! Jgn kau hianati aku! Mana janjimu ? Jenuh aku menantimu, bosan kudengar mulut manismu.. Aku benci kamu.
    Habislah PULSAku … Cuma buat nelp n sms kamu.
    Untunglah dirumahKU jualan PULSA.. HE HE HE…
    Thx & Rgds.

  670. budi Says:

    @Wahyu Kencono pak wahyu kita tentangga, saya di blok c2/3a dan saat ini sudah menempati kurang lebih 2 bln, jalan masih becek, tiap hari pulang kerja harus cuci motor….

  671. agun Says:

    Warga GDC ada yang berminat jadi dealer/agen pulsa gak ya?
    Kalo berminat kunjungi saja http://www.chassana-pulsa.com

  672. Raka Says:

    Yang dibutuhkan saat ini oleh Warga GDC di seluruh Cluster GDC, baik yang lama Anggrek 2 dan yang baru adalah fasilitas jalan dan listrik yang telah menjadi masalah klasik.

    Yang tidak tahu kapan akan mulai dibangun, seharusnya lebih cepat lebih baik jangan biarkan warga GDC menderita dulu. Memamng akan menggerus cash flow GDC, tapi semua fasilitas itu harus didahulukan kalau GDC ingin tetap survive diantara persaingan dengan developer lain. tidak cukup hanya water park atau ruko atau De market, kalau jalan dan listrik untuk warga masih amburadul. s.o.s ………….

  673. Ali Says:

    Setuju Pak Raka, masalahnya dah jelas yang dibutuhkan adalah sarana jalan dan listrik yg mesti segera diselesaikan, apalagi di anggrek 2 jln msh tanah merah klo abis ujan cek-becek, jgn nambah fasilitas hiburan terus buat seneng orang lain, sedangkan kami sebagai penghuni dibuat sengsara terabaikan,…btw…turut berduka cita atas tragedi situ gintung yang telah merenggut nyawa 99 jiwa dan hilang 101 jiwa., semoga kita dapat mengambil hkmah dibalik tragedi tersebut.

  674. devy_ys Says:

    Dijual rumah Grand Depok City cluster Melati, hook, depan taman, LT.121 LB.90, listrik 2200 watt, sertifikat Hak Milik (SHM).
    Kamar tidur 3, kamar mandi 2, carport 1.
    Fasilitas Depok Water Park, lapangan tenis, dekat pom bensin & pasar. Akses jalan bisa melalui pancoran mas, KSU, studio alam & cibinong.
    harga +/- 350 jt, banyak peminatnya…
    Tanpa perantara
    hubungi Teguh 021-33721409
    Devy 021-32319012

  675. devy_ys Says:

    Dijual rumah Grand Depok City cluster Melati B 5 / 1, RT 01 RW 05, hook, depan taman, LT.121 LB.90, listrik 2200 watt, sertifikat Hak Milik (SHM).
    Kamar tidur 3, kamar mandi 2, carport 1.
    Fasilitas Depok Water Park, lapangan tenis, dekat pom bensin & pasar. Akses jalan bisa melalui pancoran mas, KSU, studio alam & cibinong.
    harga +/- 350 jt, banyak peminatnya…
    Tanpa perantara
    hubungi Teguh 021-33721409
    Devy 021-32319012

  676. Hastom Says:

    penipuan yang tidak pernah dilaporkan itu merupakan hal yang sering disia-siakan oleh manusia yang tidak pernah mau mendengar atau melihat sebuah realita atau pun kenyataan meskipun itu hal yang menyakitkan sekali…so segera tindak apapun bentuk kejahatan jangan menunggu giliran,,,,,
    semua yang cerita diblog ini gak menyelesaikan masalah.
    PERCUMA…….Developer pada ketawa tuh ,,,,,hahahaha

  677. Ryan Says:

    tolong kepada pihak pengembang jalan masuk di garenia tolong diaspal sebab saat ini pihak pengembang hanya mengasih batu kapur saja…?? :(

  678. Ryan Says:

    dan kepada yang mau beli rumah hati2 sebelum membeli bahan2 bangunan kualitasnya kurang baik alias beli borongan..!!! N hati2 jg masalah haraga rumahnya jangan kaya saya tanah yang sudah orang panjer di oper kesaya, dan orang itu cerita kesaya bahwa tanah yang ditawarkan waktu itu 600 rb / meter tetapi disaya dihargai 900 rb/ meter.. sekali lagi buat yang ingin membeli berhati2lah terhadap harga tanah….!!!

  679. Kerto Wijoyo Says:

    Lebih hati-hati lagi bro, mengenai legalitas tanah tersebut, bisa berabe kalo sertifikatnya palsu atawa ganda

    • konik Says:

      saya baru dpt info dari bu ami (marketing) klo sertifikat mereka memang kyk gt… so jgn heran klo ada 1 rmh, sertifikat ada 2-3… dan lbh parahnya, mereka nanggapinnya biasa aja tuh….

  680. Haedar Kusdinar Says:

    Bismilllah…
    Asalamu’alaikum Wr. Wb.
    Tentang kota kembang…
    berbagi pengalaman … sudah beberapa bulan yang lalu. Penasaran langsung datang kepemasarannya. lihat 3Dnya langsung tertarik dengan nuansa islaminya. Sama istri langsung ngasih DPnya sebagai tanda jadi.
    Pulang kerumah diskusi lagi degan istri… Penasaran dengan kualitasnya. Akhirnya kami datang lagi kelokasi pembangunan…
    Eeeeh TERNYATA kualitasnya tidak sesuai dg yang diarepin…
    Kusen, pasangan bata, ….
    Pokoknya bikin ga semangat. Akhirnya kami putuskan ga jadi memilih lokasi tersbt, apalagi ada kbr mengenai surat2nya yang kurang jelas.
    Wasalam.
    Semoga bermamfaat.

  681. kudhana Says:

    ayo gabung ke milis grand depok city untuk membicarakan segala permasalahan yang di temui di GDC untuk mendapatkan solusi silahkan kirim email kosong ke
    granddepokcity-subscribe@yahoogroups.com

  682. dedy Says:

    aloha…tolong info tentang GDC kususnya clutser jasmine..soalnya kemaren sy da liat tapi klo i liat dari coment di atas serem juga ya….

  683. Tukang Koran Says:

    Salam kelompong, salam persahabatan. Saya salut dengan weblog ini. Tulisannya kalau dibaca dan diresapi sangat berbobot dan penting untuk diperhatikan. Lanjutkan terus, semoga Anda sukses, bung…

  684. Ade koswara Says:

    Salam kenal,

    Saya salah satu penghuni di Chrysant GDC. Terus terang saja saya kecewa sekali dengan pelayanan setelah serah terima.
    Saya mulai dari dari kualitas bagunan: konstruksi lumayan, tapi bangunannya ga rapi, cat juga murahan, dan yang lebih parahlagi instalasi listrik, betul-betul berbahaya. Kalo kita complain, bagian kontraktor dan produksinya malah lebih galak dari konsumen (lucu kan?) dan selalu ngeles.
    Terus terang saya nyesel telah ngambil rumah di GDC, tapi apa boleh buat semuanya sudah terjadi. mudah-mudahan ini dapat menjadi pertimbangan untuk calon comsumen lain

  685. achmad tarmizi Says:

    Developer gdc itu kayaknya emang bermasalah deh..
    banyak ceritanya yang gak bagus..dari GDC sampai proyek laennya seperti taman anyelir

  686. Renol Says:

    saya rencana mau ngambil rmh di gdc karena dp yg ga tlalu besar…tp setelah saya bc komentar dr rekan2 kok jd ngeri ya?tlg dong infonya soalnya saya lagi mau beli rmh tp lg cr lokasi yg emang bnr2 bgs.dp murah malah jd curiga…infonya yah thx.

  687. jiwaldi Says:

    Kakak sepupu saya punya rumah baru di cluster alamanda (70/150), dan mereka baru menempati pas nikahan bulan juni kemaren…..

    Tapi hanya berselang 1-2 minggu…itu rumah kemalingan….mereka bongkar pintu dari samping…padahal rumahnya hanya ditinggal pergi bulan madu…..

    Kenapa bisa kaya gitu ya…
    buat penghuni yang lain hati hati…..
    jadi seram ninggalin rumah….apalagi kalau ada anak istri…kan lebih repot lagi tuh….

  688. sari Says:

    Kapan Anggrek 2 GDC akan dibangun lg fasilitas jalan sama listrik PLN ? Sampai sekarang gak ada kemajuan. GDC kalau lihat cara membangunnya seperti ini gak ada beda kaya Daksa juga yg bermasalah…….?….Help …..

  689. bony Says:

    Terima kasih atas keterangan ini semua, terutama untuk yang tinggal di GDC. Tadinya saya dan teman-teman saya satu kantor mungkin akan menjadi tetangga anda, ikut membangun lingkungan di GDC. But now, noway…la yaw.
    Mungkin untuk yang mau jual rumahnya juga … kayaknya sebaiknya nggak usah dijual deh…dijamin bakalan susah. Terima kasih atas hadirnya blog ini … gdc dng blog ini bakalan seepi…. Demikian juga anda para penghuni… (Kok bisa sih ngejelekin lingkungan sendiri…hebat euy …orang Indonesia)

  690. Yuni Says:

    Betul, dimana-2 kalau 0rang normal pasti gak akan ada yg jelekin lingkungannya sendiri, tp memang nyata pengembangan cluster di GDC tdk merata, terutama Cluster lama sperti Anggrek saat ini tdk diperhatikan.Seharusnnya GDC yg introspeksi diri, bukan mslh menjelekan, tp cepat perbaiki semua cluster yg akan berakibat pengaruh buruk pd cluste baru lainnya. Please make sure, not only make offering to public without any real progress for all customers….

  691. Alamanda Says:

    Saya benci banget dengan yang namanya pak PILARIUS.
    Kalo sampe gak bayar juga uang keterlambatan rumah, nanti kalo ketemu di jalan gue ‘sembelih’ aja kali ya..

    Udah bangunannya rusak2, kalo komplain kagak dibetulin.. ee sekarang malah pager belakang brobol n kalo ujan bocor!!!

    ASu banget

  692. ridwan Says:

    plok….plok……plok…..selamat buat GDC yang sukses mengumpulkan komplainan terbanyak!!!!
    Kalo ada lomba “PEMILIHAN DEVELOPER YANG BANYAK KOMPLAIN DARI KONSUMEN AND GA PERNAH DITANGGAPIN (KAYAKNYA DIREKSI AND KARYAWAN SMR DI GDC KUPINGNYA PADA BUDEK AND MATANYA BUTA KALE)”. Pasti SMR di GDC dapat nobel n juara seluruh dunia nih.
    Saya yakin kalo SMR di GDC maun dapat kepercayaan lagi dari konsumen, ditanggapin ya OM2 DIREKSI, OM2 MANAGER, OM2 PENGAWAS biar konsumen puas…. Ok OM????

  693. Kudhana Says:

    satu satunya jalan, memang GDC harus di somasi secara bersama sama, dan yang paling ampuh adalah konsumen berkumpul jadi satu komplain ke Bank pemberi kredit secara kolektif, pasti Bank akan berpikir dua kali untuk bekerja sama dengan GDC kembali.

    cara in sedang di kami lakukan, bagi yang berminat gabung silahkan masuk ke milis granddepokcity@yahoogroups.com

    • adi Says:

      penghuni yang tidak puas, kenapa ga ngadain tuntutan hukum ya, bener bener parah nih perumahan kudunya masukin ke koran biar seantero orang tau busuknya kualitas si developer and ga ketipu lagi,

  694. nita Says:

    wah saya jadi ngeri juga ambil rumah di GDC, btw saya udah kasih tanda jadi 1 jt mau beli type lotus, gmana dunk?ada saran?trimakasih

  695. Yuni Says:

    Terlepas dr begitu banyaknya masalah di GDC, di Anggrek 2 saat ini sdh ada setitik harapan, krn GDC sdh mulai ganti uang warga atas infrastruktur PLN(walaupun nyicil) di Anggrek 2. Jadi calon para penghuni baru anggrek 2 terutama yg rumahnya telah selesai bs mohon pasang langsung ke PLN atau lwt GDC, tanpa perlu membayar ganti ke warga lama. Selamat mudah-2an arah perbaikan akan terus menggelinding khususnya di anggrek 2 GDC. Selamat….

  696. denmas Says:

    alhamdulillah dichrysant listrik sudah nyala, jalan sudah mulus, portal sedang pembangunan…

  697. konik Says:

    sumpah tuh perumahan ga ada bgs2nya… bangunan fisik sblm ditempati aja sdh ambruk (dinding belakang) dan akan ambruk adalah atap rumah karena dibuat dari kayu bekas yg disambung2… pls seblm akad kredit dgn BTN dicek dulu kondisi kav. karena seperti saya yg sdh 16 bln nyicil tapi kavlingnya ternyata ga bisa dibangun….

  698. rako Says:

    perlajaran penting buat semua calon pembeli rumah nih, pertimbangannya minimal ada 7 :
    1. lokasi
    2. lokasi
    3. lokasi
    4. lokasi
    5. kredibilitas developer
    6. kredibilitas developer
    7. kredibilitas developer
    8. yg lainnya

  699. Fari Says:

    org tua saya beli sektor melati tahun 2001 CASH!!!! sampai sekarang mau urus sertiikat..susehhhhhhh beneeeeeeerrrrrrrr, gak selesai2…ada aja alasannya yg kop suratnya udah gak adalah krn dulu pake daksa, yng minta kwitansi dari daksa..(lah gmn sih bukti transfer bank kan udah termasuk kuitansi udah jelas2 ditujukan ke developernya dia, …bego benerrr yah marketingnya..sekolah kagak diee)
    Intinya sih..dibandingkan yg GAK BERMASALAH…kayaknya LEBIH BANYAK YANG BERMASALAH….aneh bgt emg semua developer yg megang daerah situ gak ada yg bener…jgn2 bebasin tanahnya gak pake cara yang halal yah..maksa penduduk setempat getoo…. apalagi marketingnya…..ampuuunn dehh
    Yang beruntung adalah yg dulu beli pake kredit..masih aman…

    • Budi Says:

      Beli kredit masih aman? Saya kira tidak soalnya tanpa AJB berarti hak atas tanah dan Rumah masih status milik GDC, belum ada pernyataan bahwa sudah dijual ke kita. Artinya kita commit untuk bayar hutang tapi tanpa jaminan bahwa barang itu kelak akan jadi milik kita….hemm luar biasa!

    • YULI Says:

      kok bs gitu ya…gawat

  700. yoyon Says:

    Bagaimana kabar GDC saat ini?
    Apakah masih ada problem?
    Bagaimana dengan cluster baru Lantana?
    saya lihat di azalea dan gardenia sdh lancar2 aja tuh.

    • kudhana Says:

      saya pikir banyak problem di sana (GDC), saya pribadi, melakukan booking fee november 2007, dijanjikan selesai dan serah terima november 2008, tetapi sampai detik ini belum juga serah terima rumah, ditambah lagi dengan kualitas bangunan yang tidak memadai

  701. yoyon Says:

    Sebenarnya lebih banyak mana antara yang sdh dpt sertifikat dgn yg blm dapat???

  702. syaiful Says:

    Aduh jadi agak ragu nih, saya beli di GDC, padahal booking fee sudah masuk 5 juta… Kalo yang beli pada tahun 2007 sejak SMR ambil alih dari DAKSA/DAS sudah ada yang pada ajb belum ya? mohon infonya…. Thx

  703. Dewi Says:

    daripada ibu2 dan bapak2 komplain dsini lebih baik lsg aja datangin org2 di ktr pemasarannya dgn melampirkan bukti2 yg kuat!
    sy juga ambil rumah d Cluster Alamanda….
    pesan sy : soal HGB, Alhamdullilah udah beres!
    tp betul2 yg harus dperhatikan konsumen adalah pada masalah konstruksi bangunan yg tidak baik.
    jd berhati-hatilah dgn konstruksi bangunannya jika anda memilih untuk tinggal d kawasan GDC

  704. rera Says:

    wah blognya sangat ramai pengunjung..

  705. susan Says:

    aq kemarin liat pameran di jcc, kayaknya menarik sich dan ada rencana beli… tapi koq banyak komentar miring y.. minta sarannya donk..

  706. wafdy Says:

    gila nih…semua penghuninya komplain…… jadi batal mau beli di GDC….. yg enak rame2 aja kumpulin penghuni yg dirugikan…terus kelitikin para marketing n bos developernya…deket sama kuburan kan…

  707. Simon S Says:

    tolong beri informasi yang terbaru mengenai perkembangan GDC, terutama cluster Jasmin dan Lantana sebab saya telah BF 2 jt jadi agak ngeri juga! desember terakhir saya surve memang ada aktivitas di Lantana, Jasmin kondisinya 80% cukup baik, cuma bener sekali bangunannya tidak rapi

  708. Gatot Says:

    Pak Hemawari apakah Anda mempunyai INFO terbaru tentang GDC tolong jangan sampai ada kurban lebih banyak…!

  709. anym Says:

    Dear all, kalau disimak Kompas beberapa bulan terakhir, iklan GDC gede banget deh. Apa iya masih menipu?
    Saya tertarik sekali dengan iklan manisnya. Bagaimana perkembangan terakhir?
    thx

  710. didik Says:

    aku dan teman sekantorku mau beli di GDC?gmana saran-sarannya diterusin atau dihenti-in?

  711. umar Says:

    sy beli di cluster crysan udah siap huni kebeteluan ready stock

  712. Hilda Says:

    Saya pembeli kavling di puri insani dari tahun 2004 sampai sekarang namanya rencana penandatangan AJB ditunda tunda. Mohon sekali lagi kepada calon pembeli rumah di GDC maupun kavling di GDC mohon hati2 dan penuh pertimbangan. Sbb cuma janji2 manis namun belakangnya sangat pahit. Terima kasih

  713. Ivan Says:

    Saya pemilik rumah KKDR di sektor melati sejak tahun 2005, membeli dari seseorang pemilik dan sejak saya beli sudah ada Sertifikat SHM dan akte jual beli lengkap. mungkin yang masih bermasalah kebanyakan dari developer lama (Daksa) tetapi ada juga yang suratnya sudah ada seperti saya.
    Untuk Developer baru GDC (ISPI) mudah2 an tidak bermasalah.
    Terimakasih

  714. Dini Says:

    Dear all… Mohon sekali informasi terbaru karena saya berniat sekali untuk ambil cluster Alamanda di GDC.
    Apakah masih bermasalah?…
    karena menurut marketing rumah tersebut Indent kur leb 12 bulan…
    Saya takut kalau memang masih bermasalah…

    Thanks & regards

    • nila Says:

      Dear Ibu dini yang baik. Untuk dicluster alpinia Kita masih Ada stok. Masalah surat Kita sedang tahap penyelesaian semua.dan dalam kepengursan suratitu memakan waktu sangat lama.kalo memang ibu butuh info lebih lanjut bisa hubungi saya di nomer 021 979 034 01/ 0857 80 2424 71 dengan nila.
      Thx!!!!

      • Budi Says:

        Bu Nila, Saya sudah dua tahun akad kredit BTN tapi hingga kini AJB belum ditanda tangani. Tiba-tiba ada surat dari GDC dan saya harus serah terima fisik bangunan segera, kalau selama 7 hari sejak dilayangkan surat itu saya tidak serah terima diaggap sudah melakukan serah terima. Gila…aturan dari mana itu? Dengan ditanda tangani surat serah terima berarti semua kewajiban GDC sudah selesai padahal surat-surat yang menjadi hak saya belum ada. Siapa yang akan menjamin bahwa rumah atau tanah itu sah milik saya..kalau nggak ada surat resmi yang menyatakan.

      • Prita Says:

        Mba Nila,

        Terus terang saya kaget sekali membaca semua berita2 tentang Grand Depok City, apakah status tanah di cluster Alpinia juga bermasalah? Mohon penjelasannya, agar saya tidak bermasalah seperti yang terjadi ini. Saya berniat membeli rumah di cluster tersebut.

        Terima Kasih
        Prita

  715. Ariel Says:

    Kota Kembang= Grand Depok City = SMR itu sama aja setali tiga uang… hahhahahaha …

  716. korbandevelopersialan Says:

    daerah deket gdc sekarang banyak juga dibangun perumahan. hati2 di cilodong ada beberapa yg bermasalah, developer jual rumah yg tanahnya masih AJB, jadi ga bisa akad. ada developer yg kerjasama sama sama pemilik tanah, trus putus kerjasamanya, akhirnya konsumen yg ditelantarkan. Orang2 yg jualan rumah dengan merugikan ko