Grand Depok City – Kota Kembang Depok Raya

Bagaimana pendapat Mas Anjar dan para pembaca blog bicararumah mengenai Grand Depok City karena setelah membayar booking fee saya baru membaca mengenai opini-opini “miring” yang ada di internet tentang GDC waktu saya iseng2 googling. Saya berharap dari Mas Anjar dan para pembaca blog bicararumah ada masukan untuk saya karena saya dan suami sudah akan menyerahkan surat2 untuk pengajuan KPR minggu depan.
Mba Ria via email

komentar:
Grand Depok City a.k.a Kota Kembang Depok Raya, saya kurang tahu mengenai komentar miringnya, tapi pengalaman survey kelihatannya GDC/KKDR ini agak bermasalah deh -kesan yang saya tangkap saat hunting di lokasi tersebut. Mungkin ada pendapat dan cerita lain.

Screenshot: Dari multiply-nya Suriani, ada yang punya lebih bagus?

Ditulis dalam Depok. 693 Komentar »

693 Tanggapan ke “Grand Depok City – Kota Kembang Depok Raya”

  1. Andrie D Says:

    Saya besar di Kota Depok, jadi tahu betapa fenomenalnya Kota Kembang Depok Raya pada tahun 1990-an. Teman saya sudah ambil rumah di sana dan di akhir masa angsuran dilarang melunasi, jadi sisa Rp 500 ribu belum/tidak dilunasi. Dengar punya dengar, pengembangnya pasien BPPN (dulu), jadi masuk akal kalau sertifikatnya masih diagunkan.

    Untuk informasi lebih jelas, coba buka priyadi.net. Informasinya sangat komprehensif.

    Menjelang dibukanya Grand Depok City (GDC), memang pembangunan infrastruktur maju pesat. Jalan beton yang dulu berlubang ditambal dan jalan tembus dari Jl.Kartini diberi nama Boulevard GDC. Hanya saja patut diwaspadai SUTET dan surat-surat rumahnya.

    Salam.

  2. miss Says:

    alo, saya pernah survey dan ketemu langsung dengan marketing GDC, waktu itu saya belum tertarik pertama lokasi jauh banget dan harus melewati margonda raya yg super macet itu, kedua untuk KPR baru bisa 2 bank dan dengan bunga yg tinggi, ketiga harga lumayan mahal dibanding lokasi lain yg lebih dekat. Yah mungkin kalo untuk tempat tinggal oke juga sih, cuma ada SUTET, walopun ga langsung di atas rumah. UNtuk perkembangan kyaknya sih bakalan cepet dan rame daerah situ..ga tau udah banyak yg laku apa belum, kok saya masih ditelp marketing nya ya?..hehe….padahal satya kesana 3 bulan yg lalu lho…

  3. Cahya Yustia Rio Says:

    mau curhat ni tentang Kota Kembang..
    dulu waktu saya masih SMP (apa SMA ya? lupa.. hehehe), mama saya pernah hampir beli rumah di Kota Kembang Depok Raya, di Sektor Melati. Tapi ga jadi.. secara, janji pembangunannya waktu itu moloooor melulu. padahal DP udah dilunasi. kami semakin kehilangan kesabaran dan kepercayaan setelah membaca suatu artikel di Kompas, memberitakan bahwa developer Kota Kembang pada saat itu sangat bermasalah. paniklah kami sekeluarga.. (secara DP udah dibayar gitu loh).

    akhirnya, setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, syukurlah uang DP bisa dikembalikan, walaupun dipotong beberapa juta. Pada saat itu, developernya adalah PT. Inti Karsa Daksa. Saya masih ingat, mereka membuka stan di Mal Depok dan menawarkan janji-janji pembangunan yang sampai sekarang tidak pernah terwujud. dulu tu, katanya di deket Jalan Boulevard Kota Kembang (sekarang namanya Jl. Boulevard GDC), mau dibangun club house, waterboom, dan segudang fasilitas mewah.

    sekarang, saya sudah kuliah semester akhir. beberapa bulan lalu saya sempat jalan-jalan ke ex-calon rumah mama saya tersebut. kondisinya kini sangat memprihatinkan, kosong tidak terawat. halamannya banyak ditumbuhi rumput liar. rumah di sekitarnya pun relatif sama. sepi. jauh dari hiruk pikuk kehidupan. untung kami tidak jadi beli rumah di sana. :)
    itulah pengalaman keluarga saya dengan PT. Inti Karsa Daksa yang tak kan terlupa. hehehe.. kalo sekarang, namanya dah berubah jadi GDC ya? udah gitu dipegang ama developer baru.. mudah-mudahan bagus.

    cuma, yang perlu diwaspadai: memang daerah itu dilewati SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi). Terutama yang ada di sektor anggrek (sekarang gw kurang tau apakah nama sektor ini masih tetap sektor anggrek atau udah diganti nama). padahal, dahulu sektor anggrek ini hendak dijadikan kawasan hunian elit, dengan pilihan tipe-tipe rumah yang besar.. sayang oh sungguh sayang.. ada SUTET-nya..

  4. Di Says:

    Buat hunter rumah GDC,

    GDC itu sebetulnya jelmaan dari kota kembang , karena kota kembang dengan pengembang daksa group dan dilanjutkan dengan group ISPI sudah mengarah pada kesan buruk, maka nama itu dirubah.
    Kota kembang atau GDC sekarang ,sewaktu buka sangat fenomenal , saya masih ingat area ini dibuka tahun 1996. waktu itu kantor pemasaran terletak dijalan dewi sartika arah citayam ditempat yang hilly dengan pemandangan lepas kearah jembatan ciliwung yang mereka bangun dengan demikian lebar.

    Mereka menjual konsep perumahan mandiri dengan hypermarket Makro , universitas , islamic center , tempat rekreasi dan lain lain . Karena menarik maka saya coba mau beli satu rumah type 45 tapi dengan cash , sayangnya waktu itu rumah indent 12 bulan dan tidak ada satupun yang ready stock . Bahkan rumah contohpun belum bisa dilihat. Saya ingat betul masa ini kota kembang jadi fenomena yang menarik , bayangkan mereka khusus bangun jembatan yang membelah ciliwung , asumsinya modalnya gede doong..banyak konsumen datang dan pesan pokoke.

    entah kenapa saya hold pembelian meskipun sang marketing tawarin saya 12 bulan cicilan tanpa bunga sebagai pengganti bayaran cash. seiring waktu berjalan , tiba tiba 97 datang , krisis hebat membuat Daksa group kelimpungan , uang yang sudah masuk banyak yang lenyap secara internal , pembangunan jembatan berhenti , bahkan kantor pemasarannya pun ikut lenyap dari lokasi itu.

    Lebih lima tahun Daksa group berhadapan sama konsumennya , banyak yang dah bayar lunas dan KPR sudah dipotong tapi rumah gak kunjung jadi , rumah yang diperjuangkan pembeli akhirnya terwujud pelan pelan dengan perjuangan di sektor anggrek 2 , adik saya salah satu korbannya. Tahun 2000an Daksa group ikut lenyap diganti Group ISPI , persoalan tetap muncul hanya pengembangnya saja yang berubah.

    jadi 10 tahun ini kota kembang alias GDC memang terbelit masalah cash flow , pengembang baru saat ini mungkin bisa lebih baik atau setali tiga uang , namun waspada apa salahnya .

  5. sayasaja Says:

    Cerita Kota Kembang/GDC memang penuh lika-liku. Pada saat Daksa Group kena krisis, semua rencana berantakan.
    Perusahaan pun masuk BPPN, tapi dengan susah payah bisa keluar dengan biaya finanasial yang akhirnya memberatkan cashflow. Pembangunan rumah yg sudah dijanjikan ke konsumen semuanya molor, malah batal dibangun.
    Selama 3 tahun mencoba bertahan, akhirnya Daksa Group nyerah.Setelah itu kepemilikan pun beralih, dan developer baru mencoba menghidupkan kembali. Tapi biaya modal yang harus dikeluarkan mungkin terlalu berat. Sehingga proyek pun terbengkalai selama 2-3 tahun.

    Baru pada tahun 2007 ini mereka memulai lagi dengan konsep dan gagasan baru, mudah-mudahan dengan dana segar yang baru karena konsep doang mah ga cukup buat bangun rumah. :-)

    Saya kurang tahu pengembang sekarang masih ISPI apa bukan, karena ISPI tidak pernah punya pengalaman membangun kawasan yang luas. Biasanya mereka hanya membangun rumah-rumah tipe kecil, seperti Mutiara Bogor dan Mutiara Cinere.
    Mudah-mudahan bs jd bahan pertimbangan bg yang berminat.

  6. karin Says:

    saya kemarin lihat lokasi di GDC, dan ternyata pembangunan untuk water park + cluster alamanda sdh jalan.
    kata teman saya yang sudah ngambil duluan, setelah di cek ke BPPN ternyata tanahnya sudah tidak bermasalah lagi tapi terus terang saya masih ragu mengingat cerita tentang “kota kembang” yang amat sangat bermasalah (teman saya harus nunggu 3 th baru rumahnya di cluster anggrek dibangun !!!)
    ada yang punya advise gak ??? soalnya suamiku udah pengen banget punya rumah …..

  7. firman Says:

    ikutan nimbrung dengan kota kembang karena kebetulan rumah orang tua gue kebetulan berada di atas kota kembang sektor anggrek (kalimulya). Betul apa yang dikatan Di kota kembang ingin dijadikan kawasan elite, Sayang pintu gerbangnya dilalui Sutet, dibagian tengah membelah kuburan kalimlya dan cilodong yang membuat harga jatuh dan tidak ada peminatnya dan ditambah terlalu banyak yang meminta jatah dari elite pemerintah depok maupun DPRD, buktinya kantor DPRD Depok dan rumah bekas Walikota Depok Badrul Kamal juga memiliki rumah berada ditengah tengah kota kembang.

    Jadinya beban pengembang menjadi berat sedangkan peminatnya sedikit, dan akhirnya pengembang mengundurkan diri mungkin juga bangkrut, dan sekarang sudah 3 pengembang yang yang bergantian menangani kota kembang, dari DAKSA GROUP, ISPI dan sekarang SMR. mudah-mudahan banyak peminatnya yang membeli kalo tidak kemungkinan akan ganti pengembang lagi……

  8. Nice Mommy Says:

    hhhmmm baca-baca kota kembang bikin gw napsu lage niy… secara Bokap dulu sub kontraktor yang ngebangun beberapa rumah di sektor anggrek, melati and puri insani.

    Yap dialah PT. Inti Karsa Daksa yang g jelas dengan pembayran terminnya, yah namanya kontraktor kecil modal cabut sana cabut sini dengan harapan Daksa akan bayar sesuai termin yang terjadi setelah rumah jadi pembayaran seret dan yg lebih nyakitin terkesan kita yang ngemis2 k Daksa. Untuk info ajah sekarang GDC dikelola sama SMR jelmaan baru dari Daksa, dengan nama PT. Dinamika Alam Sejahtera.

    Sampe skrg tagihan yang beratus-ratus juta itu sempat mandeg 3 tahun n ditawarin tukar guling sama kavling yg harganya harus pake harga jual, secara kondisi daerahnya masih ky gitu ya g mau lah n finally Dinamika yang meneruskan pembayaran k kontraktor2 kecil dengan cicilan sekitar 2jt-an sebulan itupun since 2006 fffiiiuucchhh!!! (g jelas mu diselesain kapan) padahal tuh kantor dah sering diserbu kontraktor2 yang udah ngemodalin bikinin rumah disana.

    Untuk diketahui juga cuma nama perusahaannya aja berubah dari Daksa ke Dinamika Orangnya siy teteeuuup aja dia-dia juga! Oia Dinamika juga developer yang bangun Vila bogor asri di cibinong itu juga sama ajah lagi2 Bokap gw jadi korban.
    Sayangnya g bs berbuat apa2 selain nunggu itikad baik Dinamika untuk ngebayar sisa2 pembangunan dulu. Dan perlu diketahui juga kebanyakan rumah2 yang dibangun di modali dulu sm sub kontraktor br dibayar (kl uangnya g ditilep) kemudian.

    Yah untuk yg mau beli rumah disana mungkin bs jadi pertimbangan comment gw… logikanya kl udah KPR harusnya Dinamika bs bayar termin, nyatanya ngga n infonya uang KPR yg masuk untuk perluasan lahan GDC lage jd kontraktor2 kecil jd korban.

    anjar: wah terimakasih ceritanya Nice Mommy, kaget juga ya, cerita sub-kon2 yang memang umum terjadi di pembangunan perumahan manapun punya cerita duka seperti ini.

  9. Ikiyono Says:

    Kebetulan saya penghuni GDC, tipe RSSSSSSSSSSSSSS,
    kalo buat tempat tinggal menurut saya lumayan bagus, masih asri dan termasuknya deket kemana – mana. Tapi kalo ngomongin kejelekan pengembangya, weleh…..ampun deh….., kagak ada abisnya, jangan2 emang bos2nya nyari duitnya seperti itu, cari mangsa sebanyak2nya tidak perduli, ngemplang, ngembat, ga tahu apa lagi. Ntah berapa ratus bahkan ribuan orang yang ditipu dengan janji2 manis para marketingnya.
    Saya dulu DP rumah tahun 2004, serah terima tahun 2006, itu aja harus pake acara berantem ga karu2an, sampe kayak apaan aja.
    Saya ngasih pandangan seperti itu aja dech, yang penting berhati2 sama pengembang n marketing2nya yang so borju, kalo kita yang kagak berduit complaint kayak apa aja di cuekin, tp kalo yang berduit langsung ditanggepin.

    Demikian aja tanggapan saya, mudah2an bermanfaat. Mohon maaf kalo kurang berkenan n membantu.

  10. waskito Says:

    Segera di bangun mall
    Segera dibangun water boom
    Segera dibangun club house
    Segera dibangun sekolah
    Segera dibangun taman kota

    Segera dan segera adalah kalimat manis yang terkadang meninabobokan/membodohi calon konsumen, rasanya sudah hampir 12 di kota kembang masing terulis segera dan segera . Hal yang harus diperhatikan dalam membeli rumah di kota kembang, Jangankan fasos/fasum, sertifikat sebagai dokumen bukti kepemilikan aset kita, sampai saat ini beberapa warga ada yang belum memilikinya, meskipun sudah melunasinya. Ada juga yang sudah memiliki sertifikat, tetapi mengeluarkan biaya sendiri dan mengurusnya sendiri. Habis bertanya ke pihak developer, seperti main petak-umpet, lembar batu sembunyi tangan. Komitmennya masih sekedar komat-kamit, meski nama berkali-kali diganti , dulu kota kembang segera GDC, entah apalagi namanya.

    Nama/kemasan boleh diganti sekian banyak dan sesuka, tetapi hakikat memberikan kepuasan dengan niat hati nurani tidak membohongi konsumen adalah hal lebih penting dalam berbisnis. Konsumen yang puas tentunya akan memberikan informasi baik pada konsumen lainnya. Jadi selain perubahan nama produk yang sangat mendasar adalah perubahan paradigma berpikir dan menghayati hakikat kelangsungan suatu bisnis melalui kejujuran dan empati terhadap harapan konsumen. Bicaralah sesuai kapasitas kemampuan yang ada.

    Strategi efektif , bagi pengelola GDC menurut saya yang tinggal disana, Bagaiimana cukup sederhana :

    1. Produk baru dibuat secara nyata, tidak sekedar jual brosur dan gambar sesuai visi dan misi pembangunan suatu kawasan.

    2. Produk lama (cluster eksisting), apa itu Anggrek 1, Anggrek 2, Anggrek 3, Puri Insani, Melati secara perlahan dibenahi pula (Proses Rework/Redisgn) . Fasum/Fasos dilengkapi, warga eksis ting diajak komunikasi/diberikan informasi, termasuk Penyelesaian Hak Kepemilikan (Sertifikat) perlu ada program nyata, apa mau nungggu konsumen pada sepuh dan uzur atau meninggal ?.

    Jika hanya fokus pada langkah 1 demi pencapain target cash flow agak susah, tanpa melaksanakan langkah 2. Langkah 2 adalah marketing tool efektif dalam dunia yang tanpa batas seperti saat ini

  11. wardoyo Says:

    Saya juga punya pengalaman pahit dengan Perum Kota Kembang Depok Raya yang sekarang di rubah (sepihak oleh developer baru) namanya menjadi Grand Depok City. Dari 2001 sampai sekarang AJB apalagi Sertifikat Belum selesai-selesai. Hati-hati waktu mau beli rumah di GDC.

  12. Mpolk Dedes Says:

    wah,,, seru juga ya cerita semua, apapun yg akan kita lakukan beli ato over kontRak arus teliiti yg baik. akuy lagi cari rumah mungil daerah depok harga masi kami jangkau. sekiranya hub say. dan makasih banget cerita info tetang semua di atas para comment. saya lebih akurat menjaga jaga daerah yg saya hunting. saya cari rumah cukup aman dan bersih tidak banjir dan sangat saya bisa jangkau harganya.ada garasi nya ya karna suka banyak temen qato tamu yg bermobil.thanks

  13. budi Says:

    saya memang kecewa dengan Kota Kembang yang lama, sama seperti para penghuni kota kembang di cluster-2 yang lama, namun kita harus berpikiran positif dan tidak terus berprasangka buruk terhadap GDC yang sedang membangun, karena bila tidak ada kepercayaan terhadap pengembang baru maka akan sulit (kota kembang) GDC untuk berkembang dan yang merugi kita-kita juga yang menghuni di kawasan ini.

    Jangan kita berharap agar GDC merubah paradigma Kota Kembang, sementara kita sendiri tidak merubah paradigma terhadap kemajuan yang sekarang sedang dimulai oleh GDC.

    Memang sulit untuk dapat membangun kepercayaan, oleh karena itu silahkan buktikan dan tunjukan oleh GDC bahwa telah serius untuk membangun kota kembang ini ……

  14. Ali.M Says:

    Saya tinggal di GDC sector Gardenia Masuk melalui Gerbang Anggrek Dua..saya membeli rumah 3 tahun yang lalu melalui KPR BTN alhamdullihah Allah.SWT memberikan kemudahan jalan dan sampai sekarang.mungkin Masa lalu punya sisi kelam tapi alhamdullilah semenjak dikelola oleh group SMR perkembangannya cukup baik sarana maupun prasarana mulai dibenahi dan saat ini sedang dibangun Waterpark yang tahapannya sudah mencapai 15% lalu sektor-sektor lain mulai menggeliat pembangunan dan perbaikannya, memang masih terdapat kekurang disana-sini bagi kami memang tidak mudah membenahi hal-hal yang sudah lama tak terurus dengan lahan yang cukup luas diperkirakan 220 Ha, kita berdoa mudah-mudahan perjalannya dapat terselesaikan dengan baik tanpa halangan. kantor-kantor pemda juga telah banyak yang terselesaikan dan beroperasional sehingga akan menjadi pusat pemerintahan kota depok, Ruko-ruko mulai dibangun, memang kami sedikit mengetahui group SMR ini cukup sukses juga dalam mengelola properti di daerah sunter. untuk SUTET cukup jauh dari pemukiman kami. terima kasih

  15. PATO Says:

    Saya sekarang sudah menempati rumah di Sektor Roma GDC -/+ berjalan 2 tahun, tetapi Alhamdulillah semua berjalan baik2 dan pada akhir2 ini sudah cukup baik perkembangannya, mulai Fasilitas jalan, PJU, Taman2 sudah mulai ditata sebagaimana layaknya perumahan.
    Kantor2 Pusat Pemerintahan Kota Depokpun sudah beroperasional, Mungkin barangkali ada beberapa temen2 ataupun bahkan banyak yang dikecewakan oleh Pengembang Daksa saat itu, tetapi kami warga yakin dengan semakin baiknya pengelolaan perumahan ini yang per cluster, terima kasih

  16. bek;s Says:

    Surat…surat …ya…nunggu sih katanya….tau sampai kapan…dari 1998 s/d sekarang…
    yg jelas apapun namanya Developernya…yg penting ada niat nggak dari dev..u/ngurus kewajibannya u…keluarin HGB sesuai apa yg dijanjikan…di awal..
    krn..kewajiban kita …udah dilunasin dari dulu…..
    Penghuni Melati……..

  17. joskaren Says:

    Saya calon pembeli untuk Cluster Anggrek 3 tinggal serahin kelengkapan Suart2nya, Dari atas saya pantau tentang percakapan di Forum ini. Pada saat baca forum yang diatas saya mulai ciut, tetapi setelah percakapan Forum semakin kebawah beritanya semakin positif. Saya berharap semua berita miring diatas bisa kembali positif, karena hunian ini sangat memberikan masa depan bagi keluarga saya, khususnya anak saya. Karena hari Minggu keamrin saya Survey, memang benar Water Park sudah dalam proses pembangunan. Dan saya rasa bank juga tidak sembarangan menjadi partner pembiayaan. Apalagi akses jalan tol dan kereta sudah ada. Saya harap para penghuni GDC yang lain juga posting pengalamannya di GDC Sehingga banyak Calon pembeli yang semakin yakin. Sehingga lingkungan GDC jadi lebih ramai dan Hidup. Semoga saya tidak salah mengivestasikan uang saya di GDC.

  18. Obby Says:

    kata2 penghuni asli ama sales/marketing, beda yah…
    kekekekek…

  19. fariy Says:

    saya tinggal di sektor melati yang dengan seenaknya mo diganti jadi edelweis……………………gak jelas maksudnya apa..padahal di KTP JELAS_JELAS TERTULIS KKDR SEKTOR MELATI……….emang mo diganti itu KTP……………..sales2 nya semuanya gak punya hati nuraniii………………

    giliran warga udah swadaya bikin fasum sendiri kayak taman bermain..pos satpam… eh baru deh dipasarin dgn iming2 fasum tsb..padahal boro2 ada bantuan dari developer..semunay gotong royong sendiri…..

    mungkin untuk cluster2 baru gak terlalu bermasalah tapi untuk yg udah tinggal disana ampuunn dehhhh…..dibilang deket rencana jalan tol..padahal diliat lagi deh di rencana tata kota…..diliat lagi itu tol ada dimana hi..hi….

  20. bek;s Says:

    ehhhhhh…ngmeng..ngemeng…nih kita yg…says….
    apa nggal langsung aje ke kantor pemasarannye…
    biar tahu kapan jadinye tuh surat and hgb……ok

  21. dewi Says:

    Sebenarnya kita ingin pak berikan info positif, ….tetapi terkadung sudah lama menderita …hanya diberi janji belaka, betul sekali fasum/fasos kita yang buat, meski ala kadarnya dengan modal gotong royong, senasib dan sepenanggungan. Developer sudah ganti, tetapi bukan berarti masalah tetap ada.

    Hal yang harus diperhatikan, bukan hanya sekedar hanya pada kondisi fisik rumah, fasilitas dan lingkungan saja , tepai kepastian/jaminan mendapatkan surat/sertifikat, setelah rumah tersebut kita beli/cicil lunas lebih penting.
    Pada saat nanti, yang diwariskan kepada anak kita….kan bukti sertifikat rumah……bukan waterparknya…..he—he, keculai bapak beli saham waterpark tsb. ….Selamat berinvestasi

  22. dewanto Says:

    Lucu juga, group marketing/sales, tentu ingin produknya laku bak kaya jual gorengan………group lain pada kesel, nama berubah, tidak punya sertifikat …mirip tinggal di ruli (rumah liar) aje disana . Setahuku kan disana, rumahnya keren-keren, eklusif….. , dekat pemda ,,kantor BPN, …..tetapi masa sudah pada lama tidak punya sertifikat……kasihan de lho

  23. Rini Says:

    Kami adalah pemilik dan tinggal di Cluster Anggrek 1 GDC. Memang pada awalnya banyak perjuangan yang harus kami lakukan. Tetapi Alhamdulillah, insya Allah sekarang sudah mengarah kepada yang lebih baik. Memang memperbaiki yang sudah terlanjur berantakan, tidak semudah membalik telapak tangan. Ya kan…….? Kebetulan kami sudah bertemu dengan pihak SMR, sebagai developer yan baru. Ternyata pemilik dan pimpinannya sama sekali orang yang berbeda dengan PT Daksa. Dan ternyata memang betul bahwa sebagian merupakan karyawan dari PT Daksa. Menurut kami… hal itu malah positif, karena karyawan lama pastinya lebih banyak tahu sejarah dari KKDR atau yang sekarang disebut Grand Depok City, sehingga kerja manajemen baru bisa lancar. Demi kemanusiaan, kan tidak harus mem-PHK karyawan, apalagi yang mampu bekerja baik, kan…?

    Manajemen baru pun sudah membuat schedule untuk penyelesaian sertifikat para pemilik yang ada. Kita tunggu aja!! Kita kan juga pengen investasi kita, sebagai pemilik lama, di Grand Depok City ini berkembang. Jadi, kita bantulah manajemen baru ini dengan tidak menyebar berita miring, tetapi yang proporsional sesuai perkembangan yang ada. Kan, kalo Grand Depok city jadi baik dan rame, kita-kita juga pemilik yang jadi happy…..

  24. Kiki Says:

    Saya dan suami sudah membeli tanah n bangunan di Puri Insani (Zaman Kota Kembang) sejak 2005, mulai dibangun thn 2006, selesai dibangun 2007, tapi anehnya belum ada wawancara n akad kredit, dulu sempat ada wawancara oleh Pihak BTN, tapi gak pernah sampe ke akad, dgn alasan sertifikatnya/surat2nya masih diurus, sehingga belum bisa dijaminkan ke Bank. Waktu itu memang banyak masalah kota Kembang itu, kami sempat takut, Booking Fee yg 1 jt n DP 33 jt akan menghilang ditengah ketidak jelas/ketidak pastian, dari pihak Developer tentunya. Kami harap2 cemas, tapi kami mencoba bersabar dan selalu memantau. Sampai ada kabar Developernya ganti untuk ketiga kalinya, kami dihubungi untuk membahas kelanjutan proses KPR Rumah kami yg terkatung2 sekian tahun. Februari 2008 kami dihubungi u/persiapan wawancara dgn BTN Depok, lalu wawancara berjalan lancar, sebulan kemudian kami dihubungi kembali untuk Akad Kredit, tp karena suami tidak sempat (tugas luar kota) diundur menjadi tgl 4 April 2008, tgl 12 April kemarin kami serah terima kunci disertai BA.Penyerahannya. Kami menjadi jauh lebih tenang, karena Rumah sudah jadi, kunci sudah ditangan. Soal sertifikat masih harus menunggu lagi, tapi pihak Developer menjanjikan akan selesai dalam 2 thn. Mudah2an lancar, tapi kami optimis, pilihan kami tidak salah, dengan Developer yg baru GDC semakin ramai, perkembangannya sudah terlihat disana-sini, dari harga rumah yg naik pesat (thn 2005 harga rumah kami type 48/120 = 166 jt sekarang type 45/120 dihargai 292 jt), perbaikan disana-sini, pembangunan waterpark n cluster2 baru, ada mobil angkot ke dalam komplek dan pelayanan ke konsumen lebih cepat. Memang mereka sedang berbenah, mencoba menjadi lebih baik, masih banyak kekurangan dan itu butuh waktu dan kepercayaan dari konsumen dan calon konsumen GDC lainnya. Semoga perubahan baik ini terus berjalan.

  25. sunardi Says:

    he….he………,lucu ah

  26. Hendra Says:

    Itu fakta…….., yang lucu mungkin yang memungkiri kesaksian orang lain & tidak mau tahu perkembangan GDC sekarang. Kalau terus ungkit masa lalu (”Kota Kembang”)gak akan selesai-selesai.
    Walau mungkin saja masih ada beberapa orang yang kecewa, saya kira masih wajar. kalau gak…. mana mungkin GDC bisa terus berkembang.

  27. himawari Says:

    Commentnya Ali M, kiki sama rini kok kayak kata2 marketingannya GDC ya??….jadi de javu ngedengerinnya..he..he..he… :) )

    Gini aja mas-mas end mbak mbak..
    kl mmg GDC niat membersihkan nama baik dari masa lalu, kenapa calon pembeli unit di kluster GDC nggak dikasih surat jaminan aja bahwa setelah pelunasan pihak GDC akan mengeluarkan sertifikat HGB yg menjadi hak pembeli?
    Aku kemaren nanya begitu, jawabannya langsung big NO NO NO… :) )
    Bagi pembeli yang penting itu bukan janji2 fasilitas, tapi status hukum rumah kalau udah lunas dibeli!!..
    Percuma mo dibagun waterpark, rumah lengkap, dll tapi nggak ada jaminan pihak pengembang/developer akan mengeluarkan sertifikat HGB setelah pembeli lunas bayar!

  28. hamawi Says:

    Tip sebelum membeli/kredit rumah,

    1. Diskusikan dengan keluarga type rumah dan lokasi yang jadi idaman.

    2. Cari informasi dari target-target lokasi yang telah dipilih, jika pusing bertanya pada Mr google. Pelajari juga aspek hukum dan pajak-pajak.

    3. Lakukan survey lokasi untuk melihat fisik rumah, fasum/fasos, lingkungan sekitar , seperti pagar, saluran air , sungai apa aman dari banjir, listrik, air minum dsb. Tempat pembuangan sampah, penghijauan dll. Jika perlu tanya penduduk/warga yang sudah tinggal untuk mendapatkan informasi tambahan. Baca pada blog ini, dapat saja anda ‘tersesat’.

    4. Jika sudah ok, tanyakan cara pembayaran/cicilan, masalah pajak dan mintakan jaminan secara hukum atas surat/sertifikat jika nanti rumah sudah lunas dibayar

    Selamat mencari rumah idaman masa depan

  29. himawari Says:

    Pak Hamawi..
    yg no.4 itulah point yg saya tanyakan ke marketing GDC dan dijawab NO tadi…(curigamodeON*)

    Jujur ya pak..saya ini udah bayar 1 juta buat tanda jadi, dan sekarang amat ragu2 mau nerusin niat saya beli rumah di GDC ini karena tidak adanya jaminan no.4 tadi secara tertulis bermaterai :(
    Kesalahan terbesar saya adalah memberi tanda jadi baru tanya ke mr.Google dan klarifikasi pada marketing GDC, dimana banyak pertanyaan2 yg menurut saya wajar aja kl saya nanya dan tidak bisa dijawab dgn pasti dan memuaskan (kepastian hukum, sertifikat setelah pelunasan dan perhitungan biaya-biaya).

    GDC itu promonya diskon 20% tapi omong kosong!
    hati2 ya teman, kl diserahin marketingannya surat rincian biaya2 jgn langsung ditanda tangani!..baca dulu perjanjian dibalik surat tanda jadinya dan tanya satu persatu perhitungan angka2 yg dibebankan GDC pada kita.
    Saya ini udah “kena” sama mereka.
    Dikatakan diskon 20% ternyata harga pokok rumah di KPR tidak ada yg berubah alias sama! :(
    dan dijanjikan DP0% (cuma bayar tanda jadi aja).
    Tapi membaca blognya orang ada yg dijanjikan sama seperti saya dan kena “tepu” mentah2, so duit tanda jadinya yg 1.6juta nggak akan kembali lagi alias goodbye..

  30. hamawi Says:

    himawari…kadang kita suka ‘terkesima’ dengan gemerlap ‘lampu yang nampak indah…..dan wah’ ada hadiah lah, dapat diskonlah, dapat itulah………itulah yang disebut ‘kemasan’. Belajarlah tentang hakikat isi sesuatu masalah, jangan………melihat kemasan semata saat ini.
    Pikirkanlah rencana anda untuk jangka lebih panjang dan tenang dalam memilih rumah, setelah anda menjelang tua,
    memeras keringat, mengumpulkan uang/menabung untuk ciciclan dan setelah lunas, tentunya investasi anda harus dinikmati ? masa terus dinikamti developer dengan tetap menyimpan di bank..

  31. himawari Says:

    Iya pak (dan teman2 lain)..hati hati deh kl mo beli rumah!, terutama di GDC!!
    Demi mencari kebenaran dan kejelasan, saya kemaren sampai konsul sama 2 org notaris di Depok langganan saya dan berita yg saya terima sungguh tidak enak!
    Beliau2 ini sudah cross check kesana kemari dan confirm menyarankan saya membatalkan niat untuk beli rumah di GDC (walau udah terlanjur rugi 1 juta!!) kecuali pihak GDC bisa menunjukkan fotokopi sertifikat umum HGB sebagai bukti bahwa tanah tsb tidak bermasalah dan mereka bisa memberi sertifikat tsb pada pembeli usai pelunasan pembelian rumah.
    Kemarin siang saya udah mendatangi pihak marketing GDC dan meminta mereka menunjukkan fotokopian sertifikat HGB sbg bukti, tapi pihak marketing tidak sanggup, bahkan ketika saya tanya apakah mereka tahu dimana/pihak mana yg sekarang pegang sertifikat tsb, jawabannya adalah mereka TIDAK TAHU!! (karena mereka tugasnya hanya memasarkan rumah2 di GDC dan tidak tahu keberadaan sertifikat ini dan status legalitasnya)…weleh….
    saya langsung ngacir deh dari kantor tsb dan walau nggak ikhlas, saya relakan uang 1 juta td jadi tsb “ditelan” sama GDC daripada kejerumus ke masalah yg lebih besar! :(

    PS> Saya bukan provokator atau orang saingan developernya GDC! saya sungguh salah satu calon konsumen GDC! saya terpanggil untuk memberitahu kenyataan ini sama teman2 sekalian biar nggak kejeblos kayak saya.

  32. Obby Says:

    Klo mau beli rumah, cek surat2 yg pertama kali adalah:
    IMB-nya ada gak? Bisa lihat (fotokopi-nya)?

    Krn dasar pembuatan IMB adalah sertifikat. Klo gak ada IMB, patut dicurigai klo sertifikatnya gak jelas.

    Klo ada IMB, cross check ke Pemda, asli atau aspal.

    Setelah jelas semua, baru bayar UTJ or DP.

    Klo developer yg baik, gak masalah dimintain itu semua.
    Yg tidak mau, wak wak gung nasinya nasi jagung…

  33. willy Says:

    saya sedang proses akad kredit di sektor s anggrek 2 , membaca cerita2 diatas kadang ragu ttp dengan bissmilllah saya akan tetap meneruskan mdh2an saya tdk salah pilih amiin

  34. himawari Says:

    Buat pak Willy..
    Moga2 bapak nasibnya baik dan selamat sampai “Tujuan”!

    Uang tanda jadi yg saya berikan untuk 1 unit di kluster ALPINIA GDC sudah saya ikhlaskan (abis mo gimana lagi?)

    Kalau saya sih udah nyerah begitu tahu pihak developer melalui marketingannya tidak sanggup menunjukkan kpd saya fotokopi bukti2 legalitas, sertifikat (termasuk IMB nya).
    Saya bahkan memberi masukan sama marketingannya kl mmg mau menyakinkan pembeli dan membersihkan nama baik dari masa lalu, GDC harusnya berani ngasih surat jaminan kepastian pengeluaran sertifikat setelah lunas bayar atau berani menunjukan fotokopi bukti2 legalitas pembangunan dan sertifikat kepada pembeli :)
    (tapi tanggapannya hanya senyum dan berkata, saya tugasnya hanya menjual rumah2 di GDC dan yg lainnya saya tidak tahu…he..he..he..)

    Bagi saya, membeli rumah, memeriksa kenyataan2 tidak kalah penting dibanding dengan keyakinan hati, bukti2 itu lebih penting daripada hanya mendengar janji2 manis dari satu pihak :) )

    Siang ini kolega saya (polisi depok) memberi saya info tambahan bahwa sampai sekarang belum satupun penghuni GDC yg punya sertifikat HGB apalagi SHM! yg dipegang dari dulu sampai detik saya nulis ini adalah AJB.

    Good luck ya pak Willy! :)

  35. retno Says:

    Mas Himawari

    Massa ah …., petugas marketing hanya menjawab ‘hanya menjual rumah…….tetapi, yang lainnya tidak tahu’. Jika begitu yang dijual rumah apa ? Permintaannya kan sederhana, minta ‘jaminan/garansi’ bahwa surat/sertifikat dapat diambil jika nanti rumah telah lunas/dibayar.

    Uang 1 Jt jangan dipusingkan, jika anda ikhlas pasti ada ..dari pada stress berkepanjangan

  36. Hendra Says:

    Saya kira semua orang boleh berpendapat beda-beda, memang ada yang mungkin berpengalaman buruk dalam hidup (”mungkin dengan GDC” asal jangan ada pesan dari pesaing GDC…..).
    Mengingatkan orang untuk hati-hati dalam beli rumah juga boleh dan sah-sah saja, tapi semua komentar jelek tentang GDC adalah “kata-katanya” masing-masing yang tidak juga bisa dijadikan patokan dan masih banyak juga yang merasa puas dengan GDC, termasuk saya sudah AJB dan Sertipikat masih di urus di BPN Depok dan pihak-pihak lain yang puas tidak mungkin semuanya memberikan komentar dalam blog ini.
    Untuk Pak Willy, selamat bergabung di Anggrek 2 GDC, kapan kira-kira mulai rencana di bangun. Thx.

  37. himawari Says:

    Bu Retno,
    mmg bener marketingannya cuma bilang gitu ke saya.
    Berita ini saya bagikan tanpa embel2 “mungkin dan titip “pesan” dari saingan GDC) :)
    Akh..ya sudahlah bu, saya udah ikhlas. Males ngingetnya lagi.

    Btw, pak Hendra.. masih AJB kan pak? di BPN udah berapa lama ngurus dan belum jadi sertifikat ya pak?…Selamat berjuang ya pak! :)
    sekedar penegasan.
    yg saya tuturkan bukan pendapat, tapi fakta lapangan. bukan fitnah bukan titipan pesan. Mo percaya atau nggak ya terserah. Mending rekan2 yg mo beli di GDC boleh mengecek dan menguji kebenaran fakta yg saya info disini.
    peace akh!.. :)

  38. ida Says:

    trus tentang SUTET di GDC, gmn?
    dampaknya bg kesehatan (jangka panjang), dan pengaruhnya pada harga jual kembali gmn?

  39. Hendra Says:

    Betul pak Himawari, sy sdh AJB & lg tunggu Sertipikat HGB di BPN Depok kurang lebih 6 bulan selesai. Tapi dengan AJB sdh bisa buat IMB kok…. & sy sdh dapat IMB juga. saya yakin sudah aman.
    Hati memang boleh panas …. dengan pengalaman masing-masing, tapi kepala harus tetap dingin….. Silahkan tentukan pilihan masing-masing mau di GDC boleh, di tempat lain juga boleh tidak ada paksaan. Jadi semua kenyataan itu relatif & saya kira GDC bukan “orang yang bodoh” menurut info take over dari owner Kota kembang lebih dari Rp. 350 milyar serta sudah investasikan prasarana saat ini. kita lihat saja nanti ………….. buktinya, terlepas dari pengalaman masing-masing itu sendiri.

    Untuk bu Ida, tentang Sutet tanyakan saja langsung, mungkin ke Departemen Kesehatan ?… masih pro & con.. & saya lihat tidak ada rumah di GDC yang langsung dibawah kabel Sutet, yang ada jalan rayanya memang ada yang di bawah kabel sutet. thx

  40. efendi Says:

    hmmm…kok rada2 serem ya komennya, padahal bentar lagi mau akad neh. kebetulan mau ambil cluster jasmine. Semoga New GDC gak bermasalah seperti pendahulu2nya dahulu….

  41. willy Says:

    sama mas efendi, mudah2an tdk tjd apa2 atau minimal rumah gk digusur ato sampe dibolduser. sampe detik inipun keraguan tetap ada

  42. willy Says:

    pak hendra trimakasih atas infonya, dibangunya belum tau lha wong akadnya baru jumat nanti tgl 25/4/08 do’ain mdh2an lancar seterusnya ya pak.

  43. retno Says:

    mas wiilly mas efendi, jangan takut jika mau tinggal GDC…..udaranya adem, tenang, masih banyak burung2 yang berkicau, rumah jauh dari sutet,..memang betul ada melintang di jalan utama, ……..tapi sayang dapatkan sertifikatnya susah…….,he….he . masih perjuangan nih

  44. willy Says:

    mo tanya yg dh tinggal di gdc , sertifikatnya susah tp bisa didapatkan kan? walau katanya dng perjuangan, klo bisa didapat sih gk papa krn istri pengennya di sono klo aku sebenarnya agak was2 juga itung2 dng perjuangan demi istri toh sertifikat bisa didapat juga. tp masalahnya klo sudah dng perjuangan gk bisa juga hmmm….tlng dong plz yng dah di GDC sblm terlambat nich

  45. himawari Says:

    Sekedar tambahan.
    Konsul dgn notaris saya. AJB (Akta Jual Beli) itu sifatnya rentan sengketa, lain kalau punya sertifikat HGB yg kemudian bisa dialih statusnya ke SHM. Mmg prosedurnya ngurus di BPN resminya 6 bulan, tapi nggak ada jaminan karena terbukti rekan2 diatas ada yg dari tahun 1998 sampai sekarang sertifikatnya nggak keluar2, dan masih AJB terus.
    Oh iya..IMB mmg bisa didapat cukup dengan AJB, tapi bukannya ini kewajibannya developer, bukan pembeli kan pak?..he..he..he…
    Alam segar, pemandangan indah, asri dan janji2 fasilitas mmg indah, tapi bagi saya nggak ada gunanya kalau kelak rumah itu tidak punya status hukum yg kuat dan tidak ada jaminan seperti itu pula dari pihak developer.
    Yg dibeli kan rumahnya, sedangkan pemandangan indah, segar dan asri +fasilitas2 itu adalah penunjangnya :)
    Ini bukan opini loh pak, kl opini mmg sifatnya subjektif dan relatif, sedangkan yg saya pertanyakan dan saya temukan dilapangan itu murni objektif.
    Makanya saya memberi masukan agar rekan2 yg masih belum akad di GDC ngecek fakta2 lapangan yg saya temukan itu benar apa tidak, kira2 wajar aja, tentu ini dengan itikad baik dan jgn cuma dengerin kata si A dan kata si B, betul?.. :)
    Dulu juga bangun jembatan sama jalan habis bermilyar milyar, tapi toh nggak jaminan sidevelopernya lanjut pembangunannya.
    GDC developernya mmg pintar kok pak, kalau nggak pintar bosnya nggak mungkin kaya dan jadi pengusaha!..he..he..he..
    Peaceakh! :)

  46. Hendra Says:

    Sama-sama pak willy, mudah-mudahan semuanya lancar.

    Saya tidak membujuk orang yang tidak mau tinggal di GDC sesuai penilaiannya masing-masing saja. Kalau sekarang saya dapat IMB sendiri karena dulu beli kavling dari Daksa “Kota Kembang” gitu lo……pak, jadi IMB bukan kewajiban developer. dan setelah diambil alih GDC, AJB jadi bisa dibuat dihadapan Notaris/PPAT yang sekarang lagi diurus di BPN Depok menurut PPAT sekitar 6 bulan & sekarang belum lewat 6 bulan. trm ksh atas semua “nada sumbangnya”, karena saya sudah dapat IMB sekarang saya sudah mulai bangun sendiri rumahnya di GDC.

  47. himawari Says:

    Nggak ada yg bilang bapak ngebujuk orang dan
    saya juga tidak membujuk rekan2 menjauhi GDC loh pak.
    Itu semua terserah rekan-rekan disini loh! :)

    Namanya juga saran dan bagi2 info, diterima atau nggak, nggak ngaruh buat saya, hanya saja saya jelas salah kalau nyimpan info dan fakta2 yg saya temukan hanya untuk diri sendiri aja.

    Saya baru denger kalau ngurus IMB itu bukan kewajiban developer?..kl gitu semua calon pembeli perumahan harus ngurus IMBnya sendiri ya pak? bukan urusan developer?
    kalau pak Hendra sih wajar ngurus IMB nya sendiri, kan belinya sama DAKSA bukan sama GDC.

    Terimakasih atas kejujurannya ya pak.
    Ini semakin membuktikan kepada saya bahwa mmg GDC nggak bisa ngasih jaminan pengeluaran surat sertifikat HGB setelah lunas dan penghuni sekarang hanya pegang AJB saja (moga2 nggak lewat 6 bulan ya pak, saya tulus mendoakan)
    Ini bukan “nada sumbang” loh pak, sekedar penyajian fakta lapangan yg saya temukan dan bisa diuji kebenarannya.
    kalau rekan2 yg lain ya terserah mau putuskan bagaimananya :)
    Nggak usah marah2 sama kesel donk pak..peace ya?..
    selamat membangun sendiri rumahnya ya pak! :)

  48. anton Says:

    Membangun kepercayaan memang hal yang sangat sulit. Hal yang mungkin dapat dilakukan manajemen baru adalah bagimana memberikan kepastian atas hak kepemilikan rumah pada calon konsumen baru dan juga bagaimana menyelesaikan masalah-masalah masa lalu secara tuntas. Saya yakin GDC bakal maju, jika mau transfaran dalam penjualan/marketing serta tinggalkan ‘paradigma’ developer lama yang hanya jual janji semata,

  49. Hendra Says:

    Terimakasih atas doanya, semuanya demi kebaikan kita bersama, saya juga doakan bapak dapat rumah dan tempat yang baik. Tidak ada yang perlu marah karena penilaian kembali kepada individunya serta koment-koment masing-2 ……. thx

  50. anton Says:

    inti persoalannya sederhana jika GDC mau maju:
    jual rumah dengan spesisfikasi dan harga ajelas, berikan kepastian rasa aman, nyaman, fasum/fasos ada dan kejelasan dokumen kepemilikan…..petugas marketing jangan jangan jawab kami hanya jual rumah, tetapi yang lainnya tidak tahu.

    Berikan AJB, sertifikat kepada konsumen lama yang sudah mungkin ada yang sudah nunggu sangat lama.

    Dalam kepuasan konsumen, sebenarnya terkandung suatu do’a kebaikan , sebaliknya dalam ketidakpuasan konsumen, terkandung do’a pula, tetapi doa’nya orang teraniaya….Nah yang ini harus dihindari.

  51. pato Says:

    nimbrung….nimbrung, mudah2an bermanfaat, oh ya pak effendi ambil di cluster jasmine ya, kebetulan pak saya sudah tinggal disebrangnya yaitu kloster roma

    Saat ini cluster jasmine sudah dalam tahap pembangunan sebagian kalo melihat perkembangannya cukup bagus pak dan saya kasih infonya bahwa saat ini saya sudah mendapatkan surat2nya (FC.AJB, FC SHM krn aslinya ada di Bank pemberi KPR) dan utk IMB masih induk jadi satu dan PBB sudah dibayar oleh pengembang dan saat rencananya baru mau didaftarkan di kelurahan utk kita byr masing2, mudah2an tidak ada masalah seperti tahun2 yang lalu

  52. willy Says:

    pak pato saya rencana di anggrek 2 trimakasih atas infonya tentang surat2nya tp bagaimana dengan anggrek 2 pak, pak pato tau perkembangannya gk?

  53. Obby Says:

    Yang ngaku penghuni kok pada takut nyebutin alamat rumahnya secara jelas yah… (nama jalan, no. rumah, RT/RW, dll.).

  54. himawari Says:

    mas Obby….
    Coba perhatikan dan baca dgn teliti sekali satu satu..keliatan kok mana yg asli dan palsu :)
    ciri2: emm…ngeles kl diajak membahas masalah sertifikat sama dokumen legalitas..yg ditonjolkan pasti bangunan sama fasilitasnya..he..he..he..

    saya tadinya mo ambil di ALPINIA, dapetnya di blok A..nomor?..eits..ntar dulu…saya bisa nebak kok disini ada orang2 marketingannya GDC ikutan nimbrung..coba yg merasa..siapakah saya?..(tebak-tebak buah manggis…? :) )

  55. anton Says:

    jika kubaca ada 3 pihak, pembaca :1. marketing yang nulis seolah-olah sudah pesan rumah……, 2. calon konsumen baru yang kesel dan 3 konsumen eksisting ada yang kesel karena belum dapat AJB, ada yang ikut mantau …..ngga apa rame…..Semua punya kepentingan/harapan, tinggal bagimana dapat disimak, dipahami dan dipenuhi agar adem

  56. ilham Says:

    harapan marketing :
    produknya laku keras dapat komisi/fee

    harapan konsumen :
    rumahnya awet, aman, nyaman, bersih, asrsri, fasum/fasos memadai, AJB/sertifikat jelas setelah lunas.

    harapan bank
    dapat profit dari pinjaman ke konsumen dan kredit tidak macet

    harapan perusahaan
    kawasan berkembang dan dapat profit

    harapan pemerintah
    kawasan berkembang dan kehidupan masyarakat meningkat.

    Marketing yang cerdas harus dapat meakomodir harapan-harapan tsb, tidak sekedar bikin opini-opini telah beli rumah, tetapi berikan penjelasan yang komprehensif dan logis. Selamat.

  57. himawari Says:

    makasih pak Anton dan pak Ilham :)
    satu lagi…
    sebaiknya rekan meluangkan waktu konsul sama notaris atau orang2 yg ngerti hukum pertanahan sebelum beli rumah agar bisa memahami mana hak2 dan kewajiban konsumen serta hak2 dan kewajiban developer.

    Satu yg saya pelajari dari notaris saya, beliau menyarankan kalau lunas KPR jgn mau cuma terima AJB karena Akta Jual Beli rawan digandakan dan bisa berpotensi sengketa dgn pihak lain. Mintalah sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) yg bisa rekan alihkan statusnya ke Sertifikat Hak Milik karena posisi hukumnya jauh lebih baik dan lebih terjamin.
    Salam sejahtera selalu :)

  58. ilham Says:

    Betul pendapat pak Himawari.

    Kkita harus berusaha menjadi konsumen yang cerdas, , tenang dalam menentukan pilihan produk, tidak terpancing emosional iming-iming yang tidak logis, pelajari kemampuan keuangan keluarga, pelajari hak dan kewajiban (aspek hukum), seperti undang-undang konsumen, agraria, pajak, lingkungan dsb. Pelajari lingkungan dimana nanti kita akan tinggal, seperti jarak ke sekolah anak, pasar rumah sakit dll.

    Informasi yang lengkap, tentunya dapat meminimasi resiko anda semua dalam menentukan pilihan.

  59. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Pak Hendra yang baik, bapak punya tanah di sektor mana dan blok berapa ? Tentang sertifikat, yang saya tahu salah satu syarat sertifikasi tanah di BPN adalah adanya Roya Parsial. Roya Parsial adalah kesediaan pemecahan satu sertifikat induk (ukuran sangat luas) untuk dipecah menjadi beberapa sertifikat (dengan ukuran lebih kecil), karena sertifikat suatu perumahan masih berupa sertifikat induk. Sementara sertifikat induk kawasan kota kembang masih dipegang Bank Artha Graha. Kenapa dipegang BAG ? Karena utang Inti Karsa Daksa masih belum dibayar. Jadi, kok sepertinya mustahil bin ajaib kalau status tanah bapak akan jadi sertifikat (HGB).
    Salam Pembebasan !!!

  60. seti Says:

    Kok tidak ada komentar dari pihak grand depok city untuk menanggapi hal tersebut ya. Kemaren aku tanya ke marketingnya katanya sudah ada sebagian yang sudah HGB dan sebagian dalam proses, yang bener yang mana donk?

  61. UCOK Says:

    PENGUMUMAN !!!

    JANGAN PERCAYA DENGAN GDC KARENA SEMUA ORANG2 DISANA TAK LAIN DAN TAK BUKAN MANTAN2 ORANG2 INTI KARSA DAKSA.

    UCOK
    PEMILIK RUMAH DI SEKTOR ANGGREK 3, 2 TAHUN MENUNGGU TAK KUNJUNG DIBANGUN, TAHUN 2005 MASUK DENGAN PAKSA DI BLOK YANG LAIN, SEKARANG RUMAH HANCUR TOTAL , TIDAK BISA DI HUNI, SURAT TAK PERNAH ADA.

  62. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Yth. Pimpinan GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo)
    Mohon dapat diberikan penjelasan (jawaban) atas pertanyaan dari Ibu Seti. Barangkali bisa sekalian juga dijelaskan (dijawab) bagaimana dengan proses sertifikasi kawan-kawan penghuni lama Kota Kembang, khususnya di Sektor Anggrek 3, lebih khusus lagi yang sudah menyelesaikan kewajiban pembayarannya (cash). Kami sudah menunggu 5 tahun (tanpa penjelasan). Sampai kapan lagi kami harus menunggu ?
    Terima kasih sebelumnya atas penjelasan (jawaban) yang akan diberikan. Kami semua ( baik penghuni lama, pembeli rumah di GDC dan CALON PEMBELI DI GDC) menunggu penjelasannya.
    Salam Pembebasan !!!

  63. Hendra Says:

    Salam pak Ayyubi, maaf sy tidak perlu sebutkan dulu di Cluster dan Blok mana dulu agak kurang etis untuk disebutkan di blog ini. Tapi saya bicara apa adanya dulu membeli kavling dari Daksa dan memang untuk dapat AJB sulit sebelumnya, tapi setelah jadi GDC saya sudah bisa AJB dihadapan PPAT saya juga dapat Copy Sertipikat Induknya untuk urus IMB-nya, jadi saya kira sudah tidak kaitan dengan Bank Arta Graha.
    Lebih baik bapak datang langsung ke GDC sekarang, misalnya ke bagian hukumnya supaya keadaan menjadi “clear”, karena kalau lewat blog ini sy kurang yakin GDC mau ikut untuk menjawab permasalahan teman-teman, karena saya lihat selalu banyak komentar-komentar yang mungkin benar dan mungkin juga tidak, jadi kontra produktif buat mereka. Thx.

  64. himawari Says:

    Kalau info yg saya bagi diblog ini, saya jamin benar!
    Nggak dikurangi atau dilebihkan. Bisa dicheck langsung ke lapangan alias ke kantor GDC dan counter ke orang2 marketingannya. Silahkan tanya apa developer bisa ngasih surat jaminan bahwa setelah lunas dapat sertifikat HGB atau tidak? (normalnya perumahan kalau lunas ngasih sertifikat HGB bukan AJB)
    - minta mereka menunjukan pihak mana yg pegang sertifikat induk tsb
    - Minta kesediaan developer memperlihatkan fotocopy sertifikat induknya.

    Coba konsul sama notaris rekan-rekan ya:
    Apa IMB itu diurus sama pembeli bukan sama developer?
    Apakah AJB itu rawan atau tidak digandakan sama pihak penjual dan rawan sengketa?
    Apakah mungkin nggak ngurus sertifikat HGB cukup pakai AJB tanpa roya parsial?
    Apakah kalau beli rumah di perumahan umum dapet AJB atau HGB?

    Saya nggak takut bilang saya termasuk golongan no.2 yg dibilang pak Anton alias customer baru yg kecewa (dan kecele..he..he..he..)

    To mbak Seti, coba mbak check aja langsung ke lapangan jgn kata si marketing A simarketing B, tanya sama petugas pejabat pertanahan di Depok, ada nggak penghuni GDC atau eks. Kota Kembang yg terdaftar punya HGB apalagi SHM, pasti jawabannya adalah TIDAK (ini fakta bukan opini)

    Sabtu siang kemaren, istri saya ditelpon lagi sama GDC dan masih nanya kenapa cancel dan ditanya sama istri saya, siap nggak ngasih surat jaminan kl lunas dikasih sertifikatnya?..dijawab lagi sama orang marketingannya (perempuan) “Akh..itu gampang, urusannya NANTI bu…!”
    Gampang buat siapa? buat marketingannya ya gampang donk wong nanti kalau susah tinggal njawab “Itu bukan urusan sayaa….,” he..he..he..he.. :)
    Ya dijawab lagi sama istri saya:”maaf mbak, kl nggak ada kepsatian dan jaminan gitu kami tetep batal aja mbak, nggak jadi beli.”…ee…langsung jawabnya:”ya sudah!!,” BRUUKK langsung telpon ditutup… :)
    Ampuun deh…minta kejelasan sama jaminan aja kok susah bener dari GDC…ck…ck…ck….

  65. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Salam juga Pak Hendra. Terima kasih atas sarannya.
    Dan kalo saja para Pimpinan GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo) juga mau membaca dan mau ndengerin saran Bapak. Sehingga kami tidak perlu membuat somasi 1, 2 dan 3 dan harus bolak-balik untuk mengikuti jalannya sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
    Dan kalo saja Pimpinan GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo) masih mempunyai naruni, maka beliau-beliau segera turun tangan untuk menyelesaikan urusan sertifikasi tanah dan rumah kami, dan bukannya malah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta, karena masih tidak merasa bersalah (kalo belum memberikan sertifikat kepada konsumen yang telah memenuhi kewajibannya/udah lunas).
    Kalo saja, beliau-beliau sadar, bahwa developer yang benar adalah yang segera mengurus sertifikat para konsumennya. Kalo saja, ……
    Tapi dengan mengucapkan Bismillah, kami akan tetap menuntut dan merebut hak kami, sekali lagi hak kami. Mohon doa dan bantuan dari temen-temen.
    Salam Pembebasan !!!

  66. naruto Says:

    demi kejujuran…
    ketika beli di kota kembang ternyata memang penuh masalah dan harus punya kesabaran yang tiada taranya.
    - imb tidak ada, kalo mo urus sendiri bayar sendiri
    - sertifikat tidak ada, kalo mo urus sendiri bayar sendiri
    - jalan rusak, kalo mo bagus ya perbaiki sendiri bersama temen2 se-cluster dan patungan bersama temen se-cluster.
    - keamanan baik, kalo mo manajemen sendiri bersama temen2 se-cluster dan iuran bersama temen2 se-cluster.
    - kebersihan, kalo mo manajemen sendiri bersama temen2 se-cluster dan iuran bersama temen2 se-cluster.
    dan hal ini masih terjadi sampai dengan saat ini.
    kalaupun ada yang dibuat developer, just and only one ya water park itu… itupun untuk kepentingan pemasaran…
    so mo beli rumah or waterpark ???

  67. Hendra Says:

    Saya setuju pak siapapun yang benar harus dilindungi dan berhak menuntut atas haknya.
    Sekali lagi tolong dipahami saya tidak ingin tendensius dalam masalah ini, walaupun teman-teman terutama yang eks konsumen Daksa masih kecewa atau sekarang dengan developer GDC masih juga ada yang kecewa, tapi saya sendiri ada keyakinan dengan tanah yang saya miliki ini setelah diurus GDC, walaupun baru AJB (sekarang sedang dibalik nama di BPN Depok). Karena PPAT/Notaris tidak akan berani buat AJB kalau Sertipikat Induk belum ada atau bila masih dijaminkan kepada bank).
    Saya prihatin juga kalau permasalahan tanah bapak sampai ke pengadilan karena waktu akan berjalan lama, saran saya apa mungkin permasalahan ini bisa diselesaikan dengan duduk kembali untuk cari penyelesaian damai, karena kita tahu bila melihat permasalahan bekas Daksa semestinya bisa diambil oleh GDC, kecuali kalau GDC dalam “take over” tidak ikut ambil alih permasalahan lama Daksa (jadi masih tanggung jawab Daksa), saya tidak tahu sejauh mana tanggung jawab GDC, tergantung perjanjian pengalihannya dahulu.

  68. rio Says:

    ok pak Shalahuddin Ayyubi …teruskan perjuangannya..? tanpa diminta kami ada bersama do’a bapak

  69. jarot Says:

    Seru juga juga bahasan mengenai GDC,
    Kalo sebelumnya sudah ada saran cek ke BPN, Notaris
    saya ada saran khusus untuk CALON KONSUMEN GDC ;

    1. Tanyakan kepada customer lama / penghuni di sektor ; Anggrek (1,2,3), Puri Insani, Melati berapa lama mereka bisa memperoleh Sertipikat, atau berapa lama mereka menunggu ? berapa orang mesti pake gebrak2 meja segala ? (This TRUE STORY / FACT not Fiction)

    Saya juga gak habis pikir sama pengembang GDC, khan sudah ada sektor Melati kenapa pula dibuat sektor Jasmine yang artinya sami mawon.
    Juga ada sektor “Vila Mutiara Cinere 2″ Cinere ? ini khan lokasi di kec. Sukmajaya Depok, apa gak nyasar tuh nyari alamat ke Cinere sana!.
    kaya’ gak ada konsep bikin master plan pengembangan wilayah.

    Saran saya teliti sebelum membeli.
    Peace!

  70. warman Says:

    memang betul ada yang sudah sertifikat, pada umumnya kavling-kavling tsb dimiliki pegawai/penjabat eks Daksa, agar secara pribadi mereka aman, baik untuk digunakan/dijual ulang………Nah sebagai masih menjadi sertifikat induk (dijaminkan di bank) belum dipecah jadi roya parsial.

    Rumah yang bersertifikat, dahulu sertifikatnya tidak masuk ke sertifikat induk, tetapi milik perorangan ….jadi pembuatan roya parsial, AJB, sertifikat HGB, dan SHM, relatif lebih cepat, dengan mengeluarkan biaya ’swadana’…..Nah pak Hendra, kebetulan membeli tanah/rumah dari kelompok yang ini, jadi dia tidak menghadapi masalah.

    Kesimpulan akhirnya, tinggal ada pada niatan saja, apakah mau diselesaikan atau tetap dibiarkanbegitu saja .

  71. rita Says:

    simple aja, jika aku jadi bos/marketing GDC

    Waterpark diselesaikan dengan baik, terus disediakan panggung yang besar dan luas…….warga lama diundang untuk diberikan AJB/ sertifikatnya……..dan developer lama juga jangan ngumpet, tapi tampil dan minta maaf…….atas kesalahannya……Kasihan kan tuh temannya, investor baru….nila settik jadi rusak susu sebelanga…..Developer lama ntah kemana ?….Developer baru bersabar aja yah dan buktikan dong, bahwa anda beda…Cantik, elegant, handsome….percaya diri,, dan jangan berbohong……Kata lagu jangan ada lagi dusta diantara kita. Cape deh ah ?…. ..

  72. Hendra Says:

    Untuk pak Warman, seperti diawal beginilah ….kontra produktifnya blog ini, karena yang ada jadi curiga dan mengelompokkan satu pihak dengan pihak yang lain. Saya bukan karyawan/eks pejabat Daksa yang cari aman.
    Tanah Saya belum jadi Seripikat HGB tapi dalam proses di BPN setelah AJB di hadapan PPAT. Sulit juga untuk memberikan fakta yang saya alami sendiri, karena mungkin sudah ada prasangka lain. saya hanya mencoba mengambil posisi yang paling menguntungkan untuk semua pihak, jadi dari balik pengalaman yang buruk ada juga pengalaman mungkin bisa dianggap (”perkembangan”) baik, yang mungkin masih tidak seberapa jika dibandingkan dari pengalaman teman masing-masing.

    Saya berharap lingkungan GDC termasuk milik teman-teman sekarang bisa lebih baik, sehingga nilainya tidak terus berkurang karena dijauhi oleh semua orang.

    Setuju dengan pak Warman dicari penyelesaiannya sebaiknya seluruh warga yang dirugikan oleh Daksa minta ketemu dengan GDC, karena kalau terus diangkat sebagai “polemik” dalam blog ini kurang efektif, yang mungkin malah GDC tidak akan dilirik oleh siapapun, yang tentunya merugikan para penghuni dan GDC.

  73. koko Says:

    Shalahuddin Ayyubi yang baik, keliatannya memang susah membukakan pintu hati orang2 yang sudah terlena dengan uang yang bukan HAKnya.
    Pak Hendra, saya tidak tahu ..apakah pak hendra itu dari pihak DAKSA/DAS ato konsumen. andai bapak dari pihak daksa ..tolong di telaah dari komentar pak Shalahuddin bahwa beliau sudah menempuh jalur hukum. artinya di jalur hukum itu banyak tahapan2 yang harus di lalui yaitu somasi 1/2/3 , pembuktian 1/2/3, menghadirkan saksi2 dan sebagainya. dalam tahapan tersebut terbuka lebar bagi developer untuk menunjukan itikad baik melalui pengacara untuk bicara secara bersama2 tetang penyelesaian sertifikat yang sudah di tunggu sangat lama. dari pihak pak Shalahuddin samapai sekarang masih membuka jalan diskusi untuk maslah itu. sampai sekarang tidak ada itikad baik dari DAKSA.
    Pak Shalahuddin bisa saja melakukan demo ke kantor pemasaran agar GDC terganggu pemasarannya, tetapi beliau tidak melakukannya karena beliau hanya mau HAKnya untuk mendapatkan Sertifikat di dapatnya.

    saya merasa wajib menyampaikan berita ini..kalo tidak di sampaikan berdosa…

    Salam..

  74. farah Says:

    saya membeli kavling di anggrek 2 oktober 2004 secara cash. beaya retensi dan ajb dibayar belakang, dijanjikan 1 tahun sertifikat keluar. wah bikin capek, nodongin pengembang n marketingnya. baru pada awal 2007 saya dihubungi untuk melunasi retensi dan Ajb. dan pertengahan 2007 ajb dilakukan di depan notaris ibu yani suryani, gobloknya lagi saat itu saya mau tanda tangan diatas berkas berkas-berkas kosong, saya lakukan diatara frustasi dan harapan. september 2007 saya hub. ibu yani dan saya dapat kopian ajb saya, tapi AJB asli tidak gak bisa diambil, karena katanya ia belum dibayar GDC, lho saya jadi heran padahal saya bayarkan uang itu ke rekening beliau…..
    sekarang saya masih berharap tanah saya jelas statusnya… saya udah bosan nelp bagian hukum di GDC,notaris, marketing…mesk marketing yang menjual masih tetap ramah… tapi kalau ama bagian hukumnya saya pasti dilempar kesana kemari……

    salam

  75. himawari Says:

    Setuju sama pak Koko! :)
    saya juga turut mendoakan pak Shalahuddin Ayyubi..
    Jangan nyerah sama orang2 seperti mereka pak!..
    Ingat selalu bahwa TUHAN TIDAK PERNAH TIDUR dan KEBENARAN ITU PASTI MENANG!!
    Jujur saya kaget ada fakta lain dibalik HGB dari postingannya pak Warman…ternyata ada praktek yg begitu ya pak…ck..ck..ck…pantas aja….

    pak Jarot…biarpun kota kembang sudah ganti owner tapi ternyata managemen dan marketingannya sami mawon alias sama aja!..
    Seperti yg saya ceritakan diatas tadi, toh minta kejelasan sama jaminan aja nggak bisa alias jawabannya “ah gampang, urusannya nanti.”…CJKD…Cape Juga Kita Deeeh…. (ya nggak mbak Rita?… :) )

  76. Hendra Says:

    Untuk ibu Farah, ibu kalau sudah tanda tangan AJB di hadapan PPAT/Notaris, ibu harus usaha terus, jika benar GDC tidak mau kasih salinan asli AJB, Ibu saja yang harus memaksa kepada PPAT tersebut, karena itu hak ibu selaku pembeli.
    Ibu bisa ancam saja itu PPAT akan dilaporkan ke Majelis Pengawas Daerah (MPD) dan dia bisa terancam pelanggaran kode etik. Karena tidak bisa jadi alasan karena PPAT belum dibayar GDC, terus konsumen dibiarkan. apalagi ibu sudah melunasi kewajibannya, Coba saja bu, tapi pendekatannya sama Notaris baik-baik saja dulu.

  77. jengdulur Says:

    Info penting:
    Kalo mau beli rumah di cek terlebih dahulu seberapa banyak perumahan tersebut bekerja sama dengan bank, lebih banyak lebih baik, diantaranya: BANK MANDIRI, BANK BCA, BANK NIAGA, BANK BNI, BANK NISP, BANK PERMATA, BANK BTN. Kalo perumahan terebut tidak ada satupun yang bekerja sama dengan Bank yang saya sebutkan diatas, BERARTI APA ? …. (tebak sendiri)

    KARENA PIHAK BANK TENTU LEBIH TAHU STATUS TANAH TERSEBUT
    WASALAM……….

  78. himawari Says:

    Pingpong!…awas..belakangan ini sudah jadi tradisi dalam dunia bisnis maupun politik…:)

  79. Ikiyono Says:

    Buat Bapak Ibu semua yang terhormat, membaca argument masing2 sangat seru sekali, sehingga apabila pihak GDC membaca blog ini saya yakin, mereka akan mentertawakan kita terkekeh kekeh, karena diantara sesama korban justru saling berantem meskipun hanya melalui kata2. Menurut saya perbedaan itu adalah anugerah, jadikan perbedaan pendapat utk mencari solusi. Saya pernah menyampaikan di blog ini sebelumnya, entah berapa ratus bahkan ribuan mungkin yg jadi korban GDC (kota kembang), alangkah bagusya bila kita sesama korban maupun penghuni menyatukan pendapat untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi bersama. Saya yakin apabila kita bisa bersatu untuk memberikan tekanan kepada pengembang akan lebih efektif dibandingkan apabila masing – masing korban dateng sendiri ke pemasaran ngomel2 sama marketing, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Kebetulan di sektor kami ada blog yg bisa utk kominukasi sementara http://www.sektorgardenia.blogspot.com.

    Demikian tanggapan saya, mohon maaf kalo kurang berkenan dan terkesan menggurui.

    Wassalam.

  80. Hendra Says:

    Itu pak yang namanya kontra produktif, bisanya hanya menjelekan tapi gak mau cari solusi….., 100 % setuju dengan pak Ikiyono, cari solusi lebih baik dari pada adu argumentasi antar konsumen …., apalagi bagi calon konsumen yang belum begitu besar kerugiannya dibandingkan dengan konsumen yang sudah jadi dan keluar uang serta berharap dapat nilai investasi baik di GDC ke depan.

  81. himawari Says:

    sayang sungguh sayang..terkadang sudah memberi solusi pun masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan betul seperti yg dikatakan pak Ikiyono, kalau sendirian mmg cenderung nggak dianggap + tidak ditanggapi oleh pihak GDC. Wong saya sama istri udah kasih solusi dan masukan positif sbg konsumen ya dapetnya respon yg saya ceritakan sebelumnya itu..

    Buat yg punya kepentingan kalau tambah banyak orang yg tinggal disana ya tambah untung (walau tanpa dokumen kepemilikan yg jelas dan kuat dan bikin rugi calon konsumen baru),
    Sudah pasti apapun fakta2 yg negatif dan yg ketemu dilapangan pasti dibilangnya kontrapoduktif atau dibilang sekedar nada sumbang, belum lagi dibilang pula itu cuma opini pribadi… Memang sih calon konsumen rugi nggak ada apa2nya dibandingkan sama yg sudah terlanjur. Duit 1 juta x 100 orang yg “kena” udah 100 juta tuh….haduh..CLDK nih…Cape Lagi Deeh Kita…… :(
    (pak priyadi yg kena kasus kemaren harusnya baca blog ini nih, biar bisa klarifikasi tuh diapain aja sama marketingan dan bagian legalnya GDC…)

  82. koko Says:

    Pak hendra mohon tanggapannya tentang komentar saya..sepertinya kok terlewatkan ya…

  83. iwan Says:

    Oleh-oleh dari blog lainnya?:
    Hari ini saya kesal dan benar2 marah!!!! sabtu 26 april 2008 kemaren saya dapat telpon gembira dari bank artha graha cabang jatinegara, “besok selasa bapak bisa AJB di Kantor Pemasaran Grand Depok City, silakan lakukan pembayaran sejumlah Rp 8.257.726,-” Hari ini senin 28 April saya melakukan pembayaran dengan semangat ‘45! Namun… ketika saya kembali ke kantor dan baru berjalan kira2 25 menit dari Bank, telpon saya berdering, “maaf pak, untuk AJBnya tunggu konfirmasi lagi…” kenapa? tanya saya menahan emosi, “iyah, pihak developer harus membereskan ini itu bla bla bla…! ooooh shit!!! pengen meledak rasanya isi kepala… saya tidak bisa komentar apa-apa…SILAKAN PARA PEMBACA MEMAKNAI tulisan saya ini sendiri

  84. himawari Says:

    sabar pak…sabaarrrr……ada yg bilang:
    apalagi bagi calon konsumen yang belum begitu besar kerugiannya dibandingkan dengan konsumen yang sudah jadi dan keluar uang serta berharap dapat nilai investasi baik di GDC ke depan.
    (padahal pada prinsipnya sama2 rugi juga, nggak cuma rugi duit, rugi waktu rugi tenaga, rugi ngomel, rugi stress, mumet akh..!)

    Udah deh pak Iwan..saya cuma bisa bilang: Welcome to GDC!.. selamat berjuang!!..
    Buat rekans yg belum kena:, ada kata2 bijak dari Bang Napi di acara BUSER:
    Kejahatan terjadi karena ada niat sipelaku dan kesempatan!! Waspdalah!!..Waspadalah!!…. :)

  85. Kiki Says:

    Wuih…….!! Seru, seru deh GDC ini, sepertinya GDC berhak mendapatkan Award ” Juara di Complain”, “Sensasional”. Begitu banyak nada sumbang, begitu banyak korban, tapi kita hidup ini memang butuh perjuangan, gak ada yg mulus2 aja, tak terkecuali mendapatkan rumah idaman. Bagi yg sudah terlanjur beli rumah di GDC (termasuk saya), kita harus bersatu, terus berjuang mendapatkan hak2 kita, saya sih tetap optimis, masak sih kita gak bisa dapetin itu sertifikat? (GDC baru sih sepertinya sudah bisa dipercaya) aku dukung perjuangannya P Shalahudin, bagi calon pembeli, boleh ditimbang-timbang lagi, tapi tetap GDC saya yakin perkembangan kedepannya lebih baik, mitra kerjanya sekarang kan BTN bukan BAG lagi. Saya Optimis, masalah sertifikat ini bisa diselesaikan dengan baik. Jangan pernah berhenti berusaha, berjuang, dengan cara-cara yg baik. Yakinlah suatu masalah pasti akan ada solusinya, memang perlu waktu. Buat yg sudah jadi penghuni, sering2 silaturahmi, tukar info, bagi yg sedang proses akad,saya doakan agar lancar. Bagi calon pembeli, saya doakan semoga mendapatkan kemantapan hati dalam memilih rumah idaman. Buat Pak Himawari : Maaf pak, sepertinya bapak terlalu mendramatisir keadaan, saya tau bapak kecewa berat, saya jg pernah hilang uang 1 jt, karena tidak jadi ambil rumah di Nirwana Estate Cibinong, tp saya tidak langsung menjatuhkan Developernya, tidak membuat yg lainnya/calon pembeli lain merasa takut , phobia , terlalu banyak comment bapak yg membuat tambah resah , padhal bapak hanya tidak jadi beli, belum pernah tinggal, tidak mengetahui seutuhnya masalah / perkembangan yg ada. Kasihan kan, yg sudah berusaha bangkit, berusaha menjadi lebih baik, dipatahkan dengan comment2 bapak yg tidak fair? Sekali lagi mohon maaf.

  86. jarot Says:

    Alooo semuanya…
    sudah baca surat pembaca harian Republika tanggal 28 April 2008 belum?
    judulnya “JANJI PALSU PENGEMBANG GRAND DEPOK CITY ”

    WASPADALAH…
    WASPADALAH…

    Peace !

  87. koko Says:

    belum..pak jarot…
    bisa di tlg di breakdown disini..

    terimakasih..

  88. Kiki Says:

    Saya sudah baca korannya, itu dr P Eddy, pembeli Cluster Gardenia Blok R2 Kota Kembang. Beliau membeli rumah secara tunai, dan dijanjikan pd tgl 26 Feb 07, 8 bln kedepan pihak pengembang akan menaikan status IMB Rmbug menjadi HGB Induk, AJB akan ditandatangani setelah HGB Induk itu selesai, jg balik nama pd pecahan Sertifikat tersebut setelah 8 bln penandatanganan AJB. Maret 08 diberitahukan lagi proses peningkatan menjadi HGB Induk baru akan terjadi Juli 08 nanti. P Eddy merasa ditipu, hanya diberikan janji2 saja. Begitu.

  89. Kiki Says:

    Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, saya mo kirim surat neh ke GDC, mohon masukannya ya..

    Kepada Yth,
    Developer Grand Depok City (GDC)
    Depok

    Up. Bagian Legal.

    Perihal : Penyelesaian Masalah Sertifikat.

    Dengan Hormat,

    Sehubungan dengan banyaknya berita dan opini-opini miring, sekaligus complain para pembeli dan calon pembeli mengenai perumahan GDC, baik itu di forum terbuka di Internet , salah satunya di http://bicararumah.wordpress.com/2007/11/14/grand-depok-city-kota-kembang-depok-raya/ , ataupun di Media Cetak (Harian Republika , Kolom Opini hari Senin tgl 28 April 2008), terutama masalah Penerbitan Sertifikat .

    Maka dengan ini, Saya pribadi selaku pembeli Rumah di GDC Puri Insani , juga mewakili teman-teman yang lain , sangat mengharapkan adanya Respon dari Pihak Developer GDC, khususnya bagian Legal untuk memberikan Pernyataan / Penjelasan / Jaminan yang dapat kami terima mengenai masalah tersebut. Hal ini sangat kami harapkan agar kami merasa lebih aman dan tidak merasa dipermainkan oleh pihak Developer GDC. Kami telah mempercayai GDC untuk mengelola Investasi kami, mewujudkan rumah idaman, dan kami mohon agar Pihak GDC tidak menyia-nyiakan kepercayaan kami itu.

    Kami yakin, Pihak GDC berniat baik untuk menyelesaikan masalah yang ada, dan kami juga memaklumi bahwa memang itu tidaklah mudah, telah begitu banyak pihak-pihak yang telah dikecewakan. Dengan ini kami sekali lagi mengharapkan Respon dari Pihak GDC untuk mewujudkan niat baiknya itu. Hal ini sangat penting bagi kami, juga bagi calon pembeli lainnya, yang tentunya akan berdampak pula pada perkembangan/kemajuan GDC itu sendiri, karena sebenarnya banyak yang tertarik untuk membeli rumah di GDC, tetapi mereka mundur karena Penyelesaian sertifikatnya tidak jelas.

    Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih,

    Salam

  90. ferdy Says:

    hehehehe,,baca dari atas si himawari itu koq semangat 45 banget ya???saya ampe bolak balik baca dari atas ampe bawah lagi cari first entrynya si himawari,ternyata gk jadi beli…bayar DP aja blom…tapi koq semangat banget ya…tanya kenapa….buat saya yang cuman blog walker,,kayanya ngeflame banget itu…semangat deh buat yang penghuni lama untuk cari sertifikatnya..yang saya tahu untuk bikin sertifikat,,itu pertama harus dipecah dari induk yang makan waktu kira2 6 bulan lamanya….tapi bisa cepet bisa lebih tergantung sogokannya deh…FYI saya kerja di developer laen bukan saingan GDC ato yg laennya karena saya kerjanya di luar pulau hihihihih….buat om himawari semangat om ngeflamenya…

  91. naruto Says:

    kalo boleh saya berkomentar tuk bu / pak kiki mengenai rencana surat tersebut. mudah2an ini bukan sebuah apriori tapi untuk memberikan masukan yang tepat dan mungkin teman2 yang lain juga dapat membantu.
    - hal yang mungkin akan dijawab oleh pihak pengembang adalah bahwa pengembang yang sekarang tidak ada keterkaitannya dengan pengembang sebelumnya.
    (padahal jelas2 lahan dan manusianya itu2 aza, ganti topeng boleh aza tapi untuk perbaikan)
    - info aza nich, masalah ini bukan hanya ada di internet dan surat kabar tapi juga sudah di pengadilan… insya allah kebenaran akan terkuak dan menjadi pemenangnya, amin…

  92. gondok Says:

    Bagi-bagi pengalaman nih ttg perumahan di GDC, sy beli di Sektor Gardenia, pada awalnya sich, pada gambar pada waktu saya beli rumah th 2004, perumahan akan dikelilingi tembok, nyatanya boro-boro ada temboknya, rumah saya sudah 2 x dimasukin maling, karena banyak akses jalan masuk, disamping itu jalanan yang menuju kerumah saya longsor, kita sudah laporkan ke Developer, hanya diuruk tanah saja dan sekarang sebagian longsor kembali.

    Developer GDC ibarat orang cacat, sudah buta, budek dan lumpuh, buta (dia tidak pernah mau melihat apa ya dijanjikan pd waktu menjual, dengan kenyataan yang ada)
    Budek (melihat aja tidak mau, apalagi mendengar)
    Lumpuh (Tidak/lambat dlm menanggapi keluhan)

    Sebenarnya saya menyesal membeli rumah di GDC, tp sudah terlanjur. Makanya ini sekedar informasi/ pertimbangan diluar masalah surat-surat, bagi yang akan membeli rumah di GDC

  93. martin Says:

    wah…saya salah pilih developer kalo begini, saya sudah booking fee 1.8JT dan DP 40JT. saya akan melakukan survei ke warga di sektor anggrek mengenai surat2nya. hanya utk pembuktian buat diri sendiri. kalau memang benar surat2 bermasalah, saya mau tarik aja tuh 40JT. ilaaang deh 1.8Jtnya
    ;-(.

  94. himawari Says:

    mas Ferdy..
    saya belum bayar DP dan nggak jadi tapi udah masukin uang tanda jadi, itu kan juga duit mas?..betul? walaupun ada yg bilang itu ngga besar, tapi nyarinya pakai cara halal dan penuh perjuangan loh mas? kl ikhlas diberikan sih nggak apa2 tapi kalau kena bo’ongin kan pasti nggak ikhlas? Jaman sekarang uang segitu juga cukup berarti bagi pekerja seperti saya (tapi kl yg merasa cukup kaya and pikir 1 juta is nothing yaaa…..itu saya no comment deh :) )
    Yakin deh mas juga sama gondoknya kalau dibohongi seperti itu.

    Mas Ferdy jgn salah paham, saya nggak ngeflame loh mas. Yg saya tulis disini nggak cuma sekedar ungkapan kekecewaan saja dan opini karena kecewa tapi banyak juga fakta2 yg saya bagi buat rekan-rekan yg saat ini mungkin lagi mikir2 mo ambil unit disana dan belum nyetor uang apapun.

    Saya nggak niat nyari untung apapun mas kalau mas bilang saya ngeflame-in rekan-rekan disini :)
    tapi saya jelas berdosa dan bersalah kalau saya tahu ada yg nggak beres di GDC ini tapi hal tsb saya simpen sendiri dan tidak saya beritahukan kepada rekan-rekan.

    Bu kiki…saya tegaskan bahwa saya tidak mendramatisir keadaan! yg saya info hanyalah semata2 pengalaman saya dan istri dgn GDC, kalau ibu bilang mendramatisir berarti saya ngarang cerita dooonk?..saya nggak jago ngarang kok bu..swear! :)
    Saya dan istri bersyukur nggak jadi beli.
    Sekedar ibu tahu, waktu masih kota kembang saya udah “kejeblos” 5 juta dan ganti jadi GDC “kejeblos” lagi 1 juta jadi total 6 juta pada orang yg sama??…Yes!!…
    bodoh memang! :)
    Rekan2 boleh kok ngetawain saya..he..he..he..(saya masih simpan kuitansinya sampai sekarang 2-2 nya!) semua itu karena pemikiran saya bahwa GDC berbeda dengan Kota Kembang! ..tapi ternyata saya salah total!

    Apapun dan bagaimanapun, saya turut mendukung perjuangan para rekan yg sudah terlanjur berurusan sama GDC. Semoga perjuangannya berhasil! :) kalau sudah sukses dan semua rumah disitu ada sertifikat HGB atau SHMnya, moga2 saya dimasa depan nanti mau beli..he..he..he..

    Saran saya buat bang Martin.
    Coba bang Martin minta surat jaminan dari pihak legal developer bahwa setelah anda lunas KPR nya, anda akan dapat tidak hanya AJB tapi sertifikat HGB yang menjadi hak anda!..pastikan, semua janji2 manis itu tertuang diatas kertas bersegel dan berstempel GDC serta bertanda tangan pejabat GDC yg berwenang!
    demikian tips saya untuk bang Martin. Selamat mencoba ya bang! :)

  95. Iya Says:

    Rekan-rekan sekalian,
    Saya tinggal di sektor melati, dulu beli dari Daksa tapi sampai sekarang belum dapat sertipikat, saya dapat undangan dari GDC untuk tanda tangan AJB, katanya pihak GDC akan membantu penyelesaian masalah sertipikat konsumen-konsumen Daksa, untuk itu saya diminta untuk bayar BPHTB yang boleh dibayarkan via Notaris Yani Suryani untuk syarat AJB.
    Saya sebenarnya nggak keberatan, senang malah, klo ingat udah nunggu sekian lama, dan capeknya marah-marah terus sama orang-orang Daksa tp nggak ditanggapi.
    Gimana ya? kira-kira GDC bisa dipercaya nggak? mohon sumbang saran dari rekan-rekan.

  96. lis Says:

    Memang betul apa yang dialami bu/pa Iya, namun sebaiknya sebelum melakukan transfer, pastikan bahwa pembayaran yang kita lakukan untuk proses transaksi apa ?. Saya juga diminta transfer dahulu ke rekening tertentu, tetapi tidak dilakukan karena tidak ada bukti untuk transaksi ?. Sebaiknya prosedurnya, tanda tangan dahulu AJB antara pembeli dan developernya. Setelah ok yakin, baru bayar……..Kadang saya juga masih trauma…dan tidak begitu yakin

  97. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Yth. Para Pimpinan Kota Kembang Depok Raya/GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo), apa kabarnya ? Lagi sibuk nyiapin roya parsial dan proses sertifikasi kami ? Alhamdulillah, semoga lancar dan cepet selesai.
    Tapi sambil ngerjain itu, kayaknya sekali-kali anda-anda perlu kasih opini atau pendapat atau komentar atau tanggapan YANG BAIK dong.
    Atau apa kita-kita semua harus ber SILATURAHMI dulu bareng-bareng ke tempat Bapak-Bapak. Kalo memang harus begitu, tolong dong undangannya dapat disampaikan ke alamat kami masing-masing. Sehingga waktunya bisa cocok dengan waktu luang Bapak-Bapak.
    Buat Ibu/Mbak Kiki, mungkin suratnya jangan cuman ke bicararumah saja, mungkin perlu ke situs/blog lain. Barangkali rekan-rekan ada yang bisa membantu menginformasikan alamat-alamat yang bagus dan punya massa pembaca yang luas.
    Buat kang Ferdy, punya proyek perumahan dimana ? Siapa tahu kita atau saudara kita cocok tinggal di situ. Tapi gak pake perjuangan kayak di kota kembang khan ?

    Salam Pembebasan !!!

  98. Eddy Says:

    Hati-hati penipuan Grand Depok City…

    Para pembeli harap berhati-hati untuk membeli rumah di lokasi Grand Depok City, khusus nya sektor-sektor yang sedang ditawarkan (Cluster Baru).

    Saya Adalah pemilik rumah Blok R2/28 VMC 2 Grand Depok City Cluster Gardenia dimana melakukan pembelian secara tunai dari tahun 2005, dan sampai saat ini tahun 2008 belum memiliki AJB atau surat serta berkas apapun dari pihak pengembang yang sampai saat ini berkali-kali menghindar jika di tanyakan masalah tersebut.

    Untuk pembeli yang akan akad kredit harap berhati-hati karena secara fisik bangunan untuk sektor-sektor tersebut belum selesai 80%.

    Informasi untuk anda keluhan saya sudah dimuat di surat pembaca Bulan April di IndoPos, SINDO, Kontan, Warta Kota, dan 8 Koran Besar lainnya.

    terima kasih

  99. Budi Says:

    Hebat buat pak eddy, hati-hati salah complaint pak ……. GDC barui mulai 2007.
    Cape dech…. kalau baca blog ini gak ada bagusnya kayanya tuch GDC, lebih baik bagi calon konsumen atau yang sudah jadi konsumen datangi aja rame-rame GDC, biar lebih yakin dengan kepastian hukumnya, kalaupun Sertipikat HGB belum dipecah jadi sertipikat HGB masing-masing itu semua ada prosesnya. Minta dech prosedurnya supaya jelas.

    Perkiraan saya, untuk konsumen lama yang masuk Daksa sepertinya GDC tidak ambil alih kewajiban Daksa lama, yang sebenarnya akan merugikan GDC sendiri bila tidak dikemukakan kepada publik mengenai kewajiban Daksa tersebut.

    Untuk Anggrek 2 setelah dilihat di lokasi, kayanya sudah ada perkembangan pembangunan rumah di sana seperti rencana perbaikan unit-unit bangunan yang 2 lantai bekas Daksa Blok M1, sekarang sedang dibangun/dilanjutkan pembangunannya, termasuk di bangunan belakangnya sedang di bangun lagi 1 (satu) unit rumah baru.

    Untuk yang sudah punya kavling di Anggrek 2, bisa cek ke lokasi Anggrek 2, segera diurus saja IMBnya bila telah minimal ada AJB dan rencananya pada bulan Juni ini sudah ada pembangunan lagi 12 unit model minimalis di Anggrek 2 dari developer GDC di Blok S, karena untuk akses jalan sudah ada pembuatan jalan-jalan baru dengan menggunakan batu kapur putih, sebelum di hot Mix.

    Hidup konsumen…….., jangan kalah dengan developer, mari kita bersama berjuang untuk kebaikan bersama……..

  100. himawari Says:

    Setuju sama pak Budi! terutama kalimat terakhir di postingannya :)
    Buat rekan yang mau beli atau indent disana tips umumnya adalah:
    Teliti sebelum membeli! Jgn terkecoh sama “kemasan” dan kecebur dua kali kayak saya..he..he..he.. :)

  101. gusa Says:

    Assalamualaikum – ikut share informasi
    saya mo beli rumah second lokasi di kota kembang (GDC) sektor anggrek III A3-D2, karena melalui KPR pihak bank mensyaratkan adanya Sertifikat, IMB dan PBB terakhir. Alhamdulilah semuanya ada di pihak penjual rumah, dan setelah dicek oleh pihak Bank kesemuanya asli.
    Minggu kedua bulan Mei 2008 ini kami mo akad kredit. Jadi mana yang benar infonya nich. Tapi memang pihak penjual cerita pada waktu memproses sertifikat lumayan ribet.

  102. oji Says:

    Pak gusa termasuk dalam kelompok yang beruntung, jika semua dokumen ok ada, tidak masalah untuk membelinya. Beli rumah, bukan sekedar fisik tetapi perlu diperhatikan aspek legal.

    Hanya yang masih jadi persoalan kota kembang, masih ada juga yang belum memiliki sertifikat, tetapi telah menempati rumah, seperti pak Eddy, pak Shalahuddin. yang sudah lama menanti

    GDC berada pada lokasi yang strategis, tinggal pengembang baru punya komitmen saja yang baik untuk membersihkan ‘masa lalu yang berdebu dan kelabu’. Bagimana ‘konsumen baru diburu dengan janji yang pasti’ dan ‘konsumen lama yang sudah membantu berinvestasi, tidak dibiarkan merana, ngedumel, kesel,….bahkan berdemo’.

    Good luck , pasti dalam kesulitan ada kemudahan

  103. onta Says:

    saya rada ilfill sama depok. jujur aja gw dulu sempat hampir bayar tanda jadi di sana (gak usah sebut propertinya deh). tapi setelah beberapa kali keluyuran daerah Depok kayak anak hilang, saya bisa simpulkan, konsep nya masih serba nanggung dan gak jelas. pusat belanja dan shoping nya terpusat di margonda raya. utk menuju ke sana, mereka yg tinggal di sawangan dan depok harus melalui jalur rel kereta api dan pasar yg sumpek dgn angkot dan rusaknya jalan di sana plus penyempitan jalan karena badan jalan di pakai jualan ama pedagang liar. kalo hari kerja, macet nya jangan di tanya.

    saran saya, kalo masih nekad mau beli di depok, belilah yg dekat dgn margonda raya. karena margonda adalah pondok indah nya jakarta selatan saat ini.

  104. Eddy Says:

    Pak Budi dan kawan-kawan,

    Memang ada benarnya GDC belum ada thn 2007, namun waktu itu developer adalah peralihan Daksa, kemudian menjadi DAS (Dinamika Alam Sejahtera) anda bisa lihat surat keterangan yang telah diberikan pihak pengembang kepada kami sebanyak 3 kali ( 2006,2007,2008 ) yang hanya janji2 manis, namun kompensasi dalam masa tunggu adalah harapan kosong.

    Semua komplaint saya tidak salah tujuan karena berikut mereka adalah JAKA group dan yang dimana DAS adalah salah satu segmentasi investasi mereka.

    Jika ingin lebih jelas lagi ada bisa lihat index detik.com pada tgl 25 April 2008 pada suara pembaca.

    Untuk masyarakat yang ingin membeli atau akad kredit bukan jangan salah kaprah, namun mending pikir2 5x ataupun tidak sama sekali.

    Memang dahulu sempat ragu, namun kepalang basah apalagi kami membayar tunai bertahap, dengan iming2 dari mereka seabreg2 ( mana kulkas, mana TV, dan jaman nya VCD ) dan lebih parah lagi Voucher Pompa yang tak kunjung tiba.

    Pemda Depok .. entah mereka sudah terbuai dengan iming2 pihak developer. Moga2 era baru pembenahan korupsi pada jajaran nya masing2 pemerintah depok sadar akan hal tersebut dan menindaklanjuti developer nakal tersebut.

    Memang ada prosedur untuk segala hal, namun pikir kan kembali saya harus menunggu untuk prosedur tersebut selesai tahun ini semenjak pembelian tahun 2005… pikir baik2 saudara2 .. saya ikuti prosedur saya penuhi kewajiba sebagai konsumen .. namun apa yang didapat.. hanya janji belaka! Jika benar pihak developer mengikuti prosedur dan tidak “Fit a Complie” seharusnya saya sudah pegang AJB rumah dari tahun 2006 lalu.

    Pikirkan kembali saudara2 kita, bagaimana mereka memeras keringat mereka untuk mendapatkan impian mereka .. “RUMAH”, notabene adalah tempat tujuan paling akhir ” HOme Sweet Home “, pikirkan bagaimana anda mendapatkan rumah anda, baik itu mencicil, tunai, atau pun pemberian alih.

    Setidak nya mohon koordinasi dari rekan-rekan sekalian untuk memberi informasi kepada publik bahwa kebenaran adalah Grand Depok City a.k.a janji2 belaka.

    Tidak percaya boleh cek di BPN, lebih tidak percaya Boleh tanya langsung sama saya!

  105. Eddy Says:

    Bagi saudara-saudara marketing GDC yang ikut nimbrung,

    tolong pikirkan kembali bagaimana nasib dan perasaan kalian jika posisi kalian sebagaimana manusia biasa yang punya hati nurani, tidak hanya memikirkan duniawi semata akan bonus.. bonus dan bonus dari penjualan yang kalian peroleh.

    Kalian kerja buat cari uang, sama saya juga kerja buat cari uang. Kerja itu ibadah namun jangan disalah kaprah dengan memandang sebelah mata dengan halnya duniawi semata yang bisa menyenangkan kalian sesaat.

    Jika kalian tahu bahwa yang kalian dapat itu tidak akan di bawa sampai ke liang lahat.

    SABAR.. satu kata yang saya pegang semenjak tahun 2005 mendiami lahan Kota Kembang. Saya diplomasi, mediasi, tidak menggunakan kekerasan fisik seperti yang anda-anda mungkin pernah hadapi.

    Saya hanya ingin mengetuk pintu hati nurani saudara-saudara sekalian, dan sampaikan amanah ini ke pimpinan kalian yang telah diberkahi posisi dan kedudukan yang seharusnya menjadi lebih bijaksana dan tahu apa artinya memimpin dalam membawa tugas dan jabatan yang telah diberikan sesuai dengan junjungan dari agama masing-masing.

    Demikian adanya, Ass. Wr. Wbb.

  106. oji Says:

    GDC dapat maju, jika paling awal melakukan tobat atas dosa-dosa yang telah diperbuat saudaranya Daksa Group

  107. Budi Says:

    Saya hanya bisa ikut prihatian pak eddy, semoga bisa cepat dibereskan oleh GDC.

    Untuk ibu Farah yang sudah tandatangan AJB bila sudah dapat salinan AJB atau ada copynya, ibu bisa urus untuk IMB sekaligus bangun rumah di Anggrek 2, supaya Anggrek 2 jadi hidup kembali bila para pemilik kavling yang ada bisa segera membangun terutama yang di Blok S dan M1. Karena sekarang ini sudah mulai ada pembangunan kembali di Anggrek 2.

  108. Ikiyono Says:

    Assalammualaikum wr.wb.

    Salam buat Pak Edy, ternyata kita tetanggaan, hehehe. Kalo komplain jgn sendirian pak, cepek deh, ga bakal di tanggapin, wong marketing udah muka tembok semua, udah kebal. Paling banter jawabannya “Baru diusahakan” hehehe. Saya dah apal dengan jawaban marketing. Saya punya ide “Kita blokir aja kantor pemasarannya hari Sabtu, Minggu” kita selamatkan teman2 yang akan jadi korban kebiadaban GDC. Dengan catatan kita korban daksa (Perkosa = Persatuan korban Daksa) bisa kumpul. Biar Direksi pada melek terhadap masalah GDC, jgn2 selama ini ABS aja, sehingga para Direksinya tidak tahu permasalahannya. Karena saya pernah punya pengalaman, waktu saya komplain sama marketing bilangnya ini itu, pas saya cross cek langsung ke pimpinannya (Pak Bob) dia tidak tahu menahu. Jangan2 ada permainan kotor ditingkat pelaksana. Allahualam.

    Mohon maaf kalo kurang berkenan.

    Wassalam

  109. Eddy Says:

    Pak Yono jangan lupa baca blogspot
    petisi nya dikumpulkan
    Saya mau PTUN DAS – GDC group ini
    udah jalan proses BAP nya, tinggal pemanggilan orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini untuk pertanggungan jawabnya. Untuk masalah ke YLKI sudah beres, mereka bisa proses detil-detil pasal-pasal berapa saja yang bisa dijerat ke Pihak GDC.

    Pasti maju untuk warga, developer.. kelaut aja low.. :P

    Gw bakal bikin bangkrut lu punya Perusahaan.

    Bapak – bapak yg lain bisa ikutan petisi tersebut kunjungi http://gardenia.tk

    Kita selamatkan apa yang semestinya hak-hak konsumen (kata YLKI)

    Mohon doa dan restunya.

    Wassalam

  110. samy Says:

    Pae,

    Gimana cara ikutan petisinya,

  111. Eddy Says:

    Untuk yang ikutan petisi,

    kirim status rumah anda, pembelian, pembayaran, lokasi, model, no rumah, yang bisa mengidentifikasikan bahwa surat-surat anda belum beres bukan karena masalah administratif anda sendiri namun karena kesalahan developer.

    ke email : eddy@msii-asia.com

    Thanks

  112. Eddy Says:

    Thanks Guys,
    sudah terkumpul 23 Petisi, to be continue…

    100 Orang .. Dijamin GDC dah pasti KALAH di PTN
    Thanks bwt mas-mas yang sudah bwt web site ini … bener2 membantu

    keep the spirit …

  113. ida Says:

    Saran aje :
    Biar banyak, tiap cluster dikumpulkan petisinya…dan terus dibuat aliansi aksi antar cluster…..

  114. Aryo W Says:

    Koq komentarnya banyak yang negatif yach tentang GDC.
    Sayang saya baru liat website ini.
    Kemaren saya sudah kasih DP 6jt.
    Saya ambil Cluster Anggrek 2 Blok S / 11.

    Ada yang bisa kasih saran?
    Prospek GDC bagaimana yach?
    Apakah saya harus batalkan?

  115. willy Says:

    mas aryo, kondisi mas aryo sama yang saya alami saya di anggrek2 s/4 ,dan sudah akad kredit waktu akad kredit saya tanya ke notarisnya saya tanya panjang lebar,kta notaris yani suryani semua gk ada masalah. saya dh kepalang tanggung tapi saya percaya kata ibu yani suryani

  116. farah Says:

    makasih untuk masukan pak hendra, tapi dah beberapa kali saya telp ibu yani beliau tak ada di tempat, yang katanya staf yang megang punya saya cutilah…belum dikasih limpahan lah…. mungkin ada yang punya no nya ibu notaris???

    mengenai masukan untuk segera membangun, wah saya masih belum yakin pak….. tahun lalu saya masih punya harapan besar punya rumah yang nyaman di anggrek 2 jujur aja tahun ini saya dah frustasi… daripada duit saya turun terus nilainya saya belikan rumah di cimanggis.

    kalau sertifikat sudah di tangan saya baru berani membangunnya, yang gak jelas kapan?????????
    jadi siapa aja yang berminat mau membeli tanah saya…. tak obral deh……
    hubungi saya…..

  117. Kiki Says:

    Pak Aryo,
    Jangan kecil hati dulu pak, Bapak sudah masuk uang, lebih baik diteruskan, GDC memang menjanjikan, dari lokasi yg lumayan strategis, transportasi ada, lingkungan yg masih bersih n sejuk. Sekarang GDC Manajemennya sudah baru, memang ada orang2 lama, karena mereka lebih dianggap mengetahui selak beluk Kota Kembang dulu, mereka memang sedang berbenah, menyelesaikan masalah2 yg banyak dan sangat rumit, itu jelas butuh waktu. Tapi untuk pembeli baru sekarang kan KPR nya sudah ke BTN , tidak pakai Bank Artha Graha lagi, jauh lebih aman dan terjamin. Buat teman2 yg berjuang saya dukung, asal jangan sampai membuat Bangkrut GDC yg sekarang, buat P Eddy,kalau GDC bangkrut, gimana nasib teman/saudara2 kita yg sudah masuk investasinya pak, kasihan kan? otomatis pembangunan rumah n infrastrukturnya akan berhenti kalau GDC bangkrut, GDC akan terbengkalai lagi, akan lebih banyak lagi orang yang menjadi korban. Kita terus bela n perjuangkan hak kita, tapi jangan sampai mengganggu hak orang lain. Saya bukan marketing GDC, saya jg pembeli lama, tapi baru akad April kemarin, saya juga sempat kecewa tapi saya mau bersabar untuk mendapatkan hak saya dan saya Optimis (entah kenapa saya merasa yakin), GDC yg baru tidak mau mengulang kesalahan yg sama.

  118. dewi Says:

    Komentar Buat Pak Kiki.
    - Semoga orang lama di developer Kota Kembang dapat berubah paradigma. Jika hanya jadi duri dalam daging sebaiknya diganti t saja
    - Betul kasihan investor baru dan tentunya perlu juga dilihat dan segera diselesaikan ‘investor lama’ yang sudah bertahun-tahun hanya diberi janji-janji yang tak pasti

  119. Aryo W Says:

    Bukannya berkecil hati bu Kiki, cuman agak shock ajah melihat begitu banyak orang complain disini. Soalnya saya baru kemaren kasih DP-nya. Koq bisa seperti itu yach??
    Sampai bertahun-tahun.
    Boleh tahu ibu menempati blok mana?

    Mas Willy,

    Apakah ibu Yani Suryani adalah Notaris yang menangani administrasi di GDC ini?
    Boleh saya tahu alamat, contact personnya?

    Sorry saya masih sangat awam tentang hal ini.
    dari yang saya lihat sepertinya masalah banyak di hadapi oleh yang sudah melunasi semua biaya.
    bagaimana dengan yang mengambil KPR dari Bank?
    Bukankah untuk mengurusi AJB, HGB, SHM adalah pihak Bank & Developer.
    Karena surat 2 itulah yang akan dipakai bank sebagai agunan.
    Kita cuman dapet copy-annya bukan?

    Kalo developernya tidak bisa mengeluarkan surat2 itu, bukankah pihak Bank yang harus mengejar?
    ato bagaimana?
    Ada yang bisa kasih pencerahan.
    Maaf saya masih awam sekali, terima kasih.

  120. Eddy Says:

    Buat Kiki,

    Boleh tahu anda di blok mana ..? mungkin saya bisa cross check dengan data anda yang baru akad kredit.

    Kalu GDC Terbengkalai, akan terjadi suatu hal yang sama yang seperti saya alami, sebelum GDC terbengkalai… itu pasti!

    Kalau ada baru-baru saja menempati wajar.. kata-kata yang cukup untuk anda SABAR.. namun kalau dari tahun 2005 suruh menunggu, mohon maaf ini soal kepentingan uang dimana bukan hanya 1 juta atau 2 juta saja. Bayangkan kalau GDC bangkrut orang-orang yang terjebak hanya yang sudah masuk kedalam lubang!Namun ini bisa jadi pencerahan bagi orang-orang yang masih tidak tahu apa-apa namun mengharapkan dia kelak bisa menggapai masa depan lebih baik.
    saya tidak akan membiarkan hal-hal negatif yang selalu ditutup-tutupi ke masyarakat ini jaman keterbukaan..
    Untuk anda yang masih baru-baru harap maklum dan mungkin bisa bersabar…
    Untuk yang telah lama menanti.. apa dikata jika tanah yang ditinggali adalah TANAH WAKAF.. dan ahli warisnya menuntut untuk dikosongkan… karena guna dari wakaf itu sendiri mungkin KUBURAN.. MASJID, atau suatu hal yang berguna bagi masyarakat,
    memangnya kalu kami-kami ini di usir seperti itu boleh tinggal numpang dirumah KIKI..

    Saya rasa anda juga keberatan… Ya Kan…

    mending aspirasi sama diluruskan kita memang mencari kepastian hak namun dengan adanya forum ini bisa lah kiranya kita duduk sama tinggi dengan satu meja dengan pihak-pihak yang bersangkutan INI NAMANYA MEDIASI… tul ga kawan-kawan.
    bukan gosip semata.. kayak infotainment aja… hehehe

    Saya bukan orang anarkis, saya diplomatis.. kalau cara halus tidak bisa digunakan, mari kita salurkan aspirasi ke pihak yang lebih kompeten dalam mengurusi hal tersebut.

    Saya kira GDC belum akan bangkrut dengan suntikan dana 999 Mil.. ga percaya .. baca majalah trust..

    ga punya .. nih saya kasi link nya…
    http://www.majalahtrust.com/ekonomi/investasi/1008.php
    masih ragu… nee ada .pdf penyertaan modal bisnis perusahaan yang bersankutan tersebut.

    Kami ini semua bukan orang yang cuma cuap-cuap doang hanya bisa marah doang, hanya bisa nuntut ini .. nuntut itu..

    Kami kami melakukan pembelajaran, kami mencari data, kami melakukan contact dengan orang yang tepat agar tidak dibilang miss communication.

    Legal authority person untuk GDC adalah : Bp. Wahyu, Bpk. Joko yang kami hubungi dan selanjutnya mereka menghilang.

    Jadi untuk yang tidak mengerti akan duduk permasalahan saya bisa memaklumi, karena mungkin keterbatasan database.

    TIPS dari saya :
    ingin menggunakan notaris gunakan orang yang kiranya anda dapat percaya mungkin lebih baik dari luar Pihak pengembang. .. ah Takut mahal.. JANGAN berpikir seperti itu, tanya dulu kan bisa… anda mungkin bisa negosiasi harga malah… Notaris tu dah banyak sekali mereka obral harga.. ah kurang kompeten.. yaa.. kalu anda berpikir gitu terus.. coba google aja nama mereka biar tahu sepak terjang dari aktifitas mereka.

  121. Yuniar Says:

    Edaaan… ini GDC maslaah amaat.. amat aja enggak… iya mat…

    Numpang nimbrung, Ya… kalu dah pegang AJB mah.. aman-aman wae atu bu KIKI… aya-aya wae…

    baca pak eddy punya masalah tu kayaknya die orang beli tunai… bukan akad kredit kayak ente.. Pantes die orang ngamuuk berat…

    Sori berat nee.. cuma numpang lewat walau bukan di GDC .. tetanggaan dikit ama pasar.

  122. Budi Says:

    Untuk bu Farah, sama saya konsumen lama Daksa juga pake PPATnya ibu Yani Suryani dan sudah dapat salinan AJB (Asli) dari developer dan sudah urus & dapat IMB, bahkan sekarang lagi dibangun rumahnya bu di Anggrek 2.

    Saya bismillah, InsyaAllah walaupun baru AJB dan sekarang masih diurus balik nama di BPN Depok. Toh sudah ada IMB juga. Dalam akhir Mei atau awal Juni ini, GDC akan bangun lagi 12 unit awal di Blok S. Jadi ke depan akan hidup kembali Aggrek 2, termasuk untuk pak Willy dan pak Aryo, selamat datang di Anggrek 2, nanti kita akan bertetanggaan. Mari kepada konsumen yang sudah punya kavling di Anggrek 2, saya anjurkan untuk segera dibangun supaya bisa lebih ramai lagi.

    Mudah-mudahan semua berjalan lancar, amin……

  123. Obby Says:

    Pernah ada kasus (maaf lupa medianya).

    Pembeli sdh melunasi cicilan kpr-nya yg terakhir setelah mencicil sekian tahun.
    Dgn. senang hati menuju bank pemberi kpr utk. ambil surat2 rumahnya.
    Ternyata… pihak bank berkata : surat2 yg dimaksud belum diserahterimakan dari developer. Dokumen yg dipegang hanya akad kredit.

    Gak tau lagi gimana kelanjutannya.

    Mulai sekarang, kita sebagai konsumen apapun, beli baru or seken (terutama rumah, krn mahalll boo…) mesti & kudu & wajib ngecek surat2 terlebih dahulu.
    Jangan udah kejeblos ke dlm lobang, baru ngeh…

    Yg. sdh akad kredit, trus dipantau ke bank/developer keberadaan surat2 tsb.

    Yang mau cash, minta tunai per termin (maksudnya pembayaran mengikuti perkembangan pembangunan rumah + perkembangan surat2). Dimasukkan ke dlm klausul AJB.
    Inilah yg saya lakukan, karena kita yg punya dana, seharusnya mereka mengikuti kita. Kalau mereka tidak mau, ya sudah, cari yg lain.
    Klo developer yg ok punya, tidak masalah.

    Jangan terpaku kepada rule of the game-nya developer.

  124. Kiki Says:

    Wadu..hhhhh Ampu…nnn deh, maksudnya mau mendinginkan, malah pada marah. Mohon Maaf kalo ada yg merasa tidak sreg dgn semua comment saya, mungkin memang saya yg kurang ilmu n informasi. P Eddy, kelihatannya berang sekali, saya salut sama bapak, bener, bapak wajib memperjuangkan hak bapak itu. Tapi saya ingin semuanya juga tau, disamping kebusukan pengembang lama , ada juga setitik kebaikan dalam pengembang baru, dan itu kita harus dukung supaya pengembang baru lebih terpacu untuk menebus kesalahan2nya dan malah terpacu membuat GDC lebih baik dari sebelumnya. Apalagi kl dapet suntikan dana yg sangat besar itu. Saya sangat2 mengerti karena saya juga merasakan, saya juga korban pak, thn 2005 saya beli di Puri Insani Blok C1/9, bapak boleh cek. Penantian 3 thn kurang lama bagaimana lagi, saya baru akad kredit 4 april kemarin. Tapi saya jg bersyukur akhirnya saya bisa mendapatkan kredit dari BTN, yg akan menjamin Surat2nya tidak bermasalah. Karena itu saya Optimis ditambah perkembangan pembangunan di GDC sekarang ini. Terserah apa penilaian bapak terhadap saya, saya mohon maaf sekali lagi kl ada yg kurang berkenan. Harapan bapak2/ibu2 ya harapan saya juga, sama2 ingin mendapatkan hak n ingin GDC terus maju n berkembang.

  125. ilham Says:

    Jika saya jadi pengembang GDC, sebelum membangun saya akan sowan ke tiap cluster dan menjelaskan rencana ke depan, terus minta maaf atas dosa ‘teman’ di masa lalu. Warga yang sudah lama menanti sertifikatnya dipanggil, jika perlu saya beri kado TV, motor sebagai permintaan maaf, terus sertifikatnya saya urus dan diberikan penjelasan statusnya.

    Bagi konsumen baru, saya buktikan bahwa saya membuat rumah yang benar, benar secara fisik, benar secara persyaratan dan secara hukum. Konsumen yang berikan garansi kepastian.

    Selanjutnya saya berdoa, semoga Alloh memberikan rizki yang baik dan kebaikan di dunia dan juga akhirat. saya tidak mau mati, penuh janji dan kebohongan kepada sesama. Saya ingin jadi developer yang kaya dan juga didukung dengan aliran do’a-do’a yang penuh keikhlasan.

  126. Aryo W Says:

    Bu/Pak Kiki,

    Apakah pihak Bank BTN menyatakan tertulis bahwa mereka menjamin surat2 tidak bermasalah?
    Bagaimana masalah pembangunan-nya?
    Apakah pihak bank akan ikut me-monitor juga & mendorong pihak developer menepati janji?

    Saya belum akad dan saya lumayan ragu dengan pembelian ini, mohon di share pengalamannya dengan Bank.

  127. Unggulo Says:

    Halo teman2.. saya baru DP dan wawancara dengan Bank, turun plafon, jadi kami daripada rugi amblas 1 jt DP (pada waktu itu) mengambil cluster lain, yaitu edelweis (alias cluster Melati).

    Mohon pencerahannya, sebab lagi dag dig dug karena membaca di internet banyak sekali bermasalah.. kebetulan marketing lagi menyiapkan segala sesuatu, kami tinggal tunggu kapan transfer DP ( 20 juta ) karena turun plafon.

    Mohon sekali pencerahannya,sebelum terlanjur kami bayarkan. Saya sudah cek, sedang dibangun calon rumah kami di Edelweis, namun masih ragu apa benar ini “ngutang” sama kontraktor spt kata mas yang post sebelum2nya di atas

  128. Unggulo Says:

    oh gitu ya pak, apa kita minta perjanjian tertulis bahwa MENJAMIN surat tidak bermasalah dan sesuai dengan ketepatan? Sebenarnya saya mendapatkan marketing yang sampai saat ini menurut penilaian saya cukup baik informasi dan interpersonalnya, cuman belum saya tanyakan detil2 sih.. mudah2an dari blog ini, informasinya bisa membantu saya mengambil keputusan.

  129. Unggulo Says:

    sorry maksud saya, saya sudah booking fee. DP nya nanti dan sedang kami siapkan.. mohon pencerahan yaa

  130. nurul Says:

    Pak Unggulo, saran saja dari ‘medan perjuangan’

    Sebelum DP, pastikan bahwa developer memberikan jaminan tertulis bahwa sertifikat dapt diberikan setelah cicilan/pembayaran lunas. Jangan sampai pada saat sudah lunas dan kita butuh sertifikat nantinya sebagai hak milik, malah oleh developer terus asset/sertifikat kita diputar untuk dijaminkan ke bank guna mendapatkan kredit investasi.

  131. Eddy Says:

    Buat temen-temen,
    Yang baru akan akad kredit, atau turun plafon atau apapun yang berhubungan jual – beli dengan pihak GDC, silahkan saja monggo-monggo, namun harap lebih diperhatikan dan mohon di buat tertulis dengan pihak Penjual didepan NOTARIS. Karena yang sudah2 saya mengalami walaupun ada hitam diatas putih namun percuma.. kuping mereka lebih tebal dari Gajah Lampung… heuhuehue..
    Jangan lupa dengan Perjanjian Kompensasi keterlambatan dari pihak pengembang, sehingga mereka juga lebih serius dalam beraktifitas. Udah ada yang jadi jutawan gara2 itu.. nambah rumah lagi gara2 keterlambatan Pengembang, bonus rumah 3… hehehe asik ga tuh..
    siapa sih orangnya… ada deh… yang pasti kerjanya di BIMANTARA tuh, yang udah tau.. ya gt deh…

    Untuk KIKI,… hahaha anda pasti tidak baca link majalah trust dari saya…
    Mana ada suntikan dana 999 mil… saya cuma ngetes kow, kalu anda baca pasti koreksi pernyataan saya. Lagi pula saya ga marah-marah low.. saya dah cek data anda memang ada beberapa di Puri Insani yang sedang proses akad Kredit.. cuma nama tidak ditampilkan… hanya lokasi.. (GILE.. BELINYA 2005 BARU AKAD KREDIT… YA SAAALAAAM)

    Ya selamat dee buat yang sudah akad kredit, cuma lebih diperhatikan jangan sampai kayak roma.. akad kredit BTN namun status tanah Wakaf..
    hiiiiiii ngeri.. dosa ah …!!

    Yang Udah AJB… selamat juga.. moga2 cepet proses pengurusannya!

    TIPS BELI RUMAH DI GDC :

    1. Kalau ada pembeli baru, jangan sungkan datang ke lokasi rumah, tanya-tanya sekalian kenalan ama tetangga.. tinggal turun dari mobil kan gampang.. gt ajaaa koq reepot!!
    2. Yang udah DP, dari pada hangus… buat perjanjian baru dengan kompensasi keterlambatan… pake notaris Boss…!!
    3. Yang baru akad kredit Lahan baru… coba di cek dulu… rumahnya ada gaa….. ( LOH MASIH LAHAN KOSONG KOK BISA AKAD KREDIT ????? )
    4. Yang Beli CASH.. wuaduh.. ini harus pelakuan Khusus… PERJANJIAN YANG PASTI BOSS…!! Jangan kayak saya… kecemplung…

    Kalo ada saran dan pertanyaan bisa dilayangkan ke eddy@msii-asia.com saya bantu kow…

    *. Hidup hanya sementara, bantu sesama agar hidup anda lebih bermakna.

  132. joko Says:

    Betul mas eddy, ?

    Bisa saja kan, beberapa tanah dibuatlan dahulu AJBnya atau sertifikat, terus konsumen baru…..dibujuk ninta nulis pada blog, …..kita beli rumah di cluster anu ……, blok…….. sudah dapat AJB dan mau sertifikat,, ….mas edy dan mas.mba.ibu lainnya masih menunggu dengan….dalam pennatian……..yah ……sabar., nanti dikasih bonus

    Kalimat terakhir mas Eddy terakhir mirip iklan tokoh yehh…, betul , katakan yang benar meski kadang pahit……

  133. Eddy Says:

    Mas Joko,

    hahaha bisa aja anda, memang benar adanya demikian namun proses akad seperti itu tidak sesuai dengan prosedur hunian minimal 80% sudah terbangun.

    Mungkin gt ya.. saya beli di cluster anu… sudah AJB lagi proses… mau sertifikat ah..

    eh nunggu punya nunggu rupanya baru sadar dah ketanggungan nulis di blog.. jadi maluu de..

    Pak Nurul,

    wuah cerita anda kok persis kejadian saya… betul tuh…!!

  134. Aryo W Says:

    Pak Eddy,

    Apakah prosedur akad kredit itu hunian minimal harus 80%?
    Baru tahu saya, dapat di mana info2 seperti ini?

    Kemaren pihak developer bicara dengan saya, akad kredit dulu hingga dana turun dari bank baru rumahnya di bangun.

  135. Unggulo Says:

    Teman2, terimakasih atas sarannya, terutama pak/bu nurul dan pak eddy yang warga disana.

    Insya Allah, sabtu ini saya akan ke GDC meminta kejelasan, termasuk membawa kabar2 dari internet ini (mungkin malah saya print sekalian biar puas) dan hari minggu saya akan ke JCC sebab ada PAMERAN PERUMAHAN DI SELATAN JAKARTA. Itung2 cari perumahan lain sesuai bujet dan ga stress hehe..

    Mudah2an Allah memberikan petunjuk, sehingga Senin ini saya sudah bisa bilang NO atau YES.

  136. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    weladalah….kamu2 (yg kontra marketing GDC)ini gak usah pada ribut….
    Lah wong namanya juga usahe…eh..usaha..yah ndak papa toh?…opo? pengadilan di akherat?….wuuuahhhh…kuno…ndak musim mas…ndak papa toh wong masih lama ini…saya aja yg biar kata udah “maghrib” berats masih nyante2 aje….

  137. Eddy Says:

    yah … sudomo yang pro dengan alam ghaib…

    ya sudah .. kalo sudah maghrib.. situ yang ngomong loh..

    lah pak aryo bukannya dah e-mail saya.. oo

    lah kalu dana baru turun baru bangun rumah … kasian jg ya.. developernya nungguin duit konsumen baru bangun .. nanti kalu dah punya duit lagi (abis nipu) baru urus surat2

  138. Unggulo Says:

    sekedar info, waktu saya lum turun plafon, kan ambil ALAMANDA. Cek2 lokasi sama marketing, ternyata di tengah2 itu banyak kuburan yang digusur. dari peta yang dibawa memang berada ditenga2 perumahan. Ini saya sudah perasaan gak enak.. cuman waktu itu saya hanya berpikir yang penting rumah saya tidak diatas kuburan.

    Jadi bagi yang ambil Alamanda.. cek ricek deh. ngerinya tu tanah warga/tanah wakaf yang bakalan ribet bet bet… kebetulan saya kan turun plafon en pindah cluster ke melati/edelweis.. dan ternyata masih ragu2 juga spt yang saya post diatas.

    Salam, semoga kita tidak dirugikan..

  139. Yuniar Says:

    wuih .. ini tambah rame aaje….
    mang gt dah .. kalo lagi anget… anget.. sampe basi…

    ini pade ribut2 … mang gt ya terime apa adenye aje… tp ane jd pd kasian ama ente2 .. ada benernye jg c… waktu ane masi sekole disini dari dulu mak nyak ane kaga mau beli tu tanah… takut dosee… harat…

    eee.. ini lagi dah magrib.. mungkin waktunya beda.. ape orang nya emang rade2 beda…

    amiit .. amit….

  140. Yuniar Says:

    beeehh ..

    ntu tanah uwak anee… apalagi sutet… masi adee kuburannye.. hiiiii

    duuh … amit… amit…. kaga daaa

    lu mw ambil .. kasiiiii daaaah

  141. Jaka Says:

    hari gini ….. masih omongin tahayul ….. nanti ente jadi bahlul…
    Kagak ngaruh mau tanah bekas kuburan atau bekas apa, kalau tanahnya sudah bersih ya bisa diapake sama orang yang hidup he….he……

    Jangan lupa bismillah aje….

  142. Unggulo Says:

    bukan masalah takhayul bos.. nggak ada yang bilang tahayul. Masalahnya kalo tanah kuburan itu BIASANYA TANAH WARGA. Udah diperuntukkan utk Tempat Pemakaman kok bisa diobrak-abrik. Gitu aja bleh..

    Makanya definisi “bersih” ente apaan? bersih dari hama? bersih dari nyang mampus alias sudah dipindahin or apa neh? kalo gw sih bersih sertifikatnya! walo gw tetep ga mau dibawah rumah gw ada tulang belulang.

    mikir dua kali baru komen bos..

  143. ilham Says:

    nampaknya, isi diskusinya jadi keluar fokus dan lari ke persoalan kuburan. Persoalan kita yang utama adalah bagaimana menjadi konsumen yang cerdas dan kritis, tidak terbuai iming-iming/iklan yang menyesatkan.

    Dalam proses jual beli, hal yang penting adalah ijab qobulnya. kedua belah pihak sepakat dan ada kejujuran di dalam proses tsb sehingga tidak menimbulkan fitnah.

    Jika yang dijual rumah, tentunya rumah yang benar, specnya jelas, dokumennya jelas. Konsumen tidak jg hanya tepaku pada sekedar gambar dan uraian kalimat-kalimat yang ‘manis’, dan akhirnya baru sadar….setelah waktu berlalu.

    Pepatah bijak, teliti sebelum membeli dimanapun rumah anda yang mau dibeli.

  144. Eddy Says:

    Anda-anda yang dirugikan,

    jangan takut dengan material hukum yang telah dibuat untuk melindungi konsumen, untuk masalah GDC ini telah di ajukan melalui badan-badan terkait, dan YLKI salah satu nya pihak Pengembang GDC telah melanggar pasal UU no. 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen.

    UU PK yang mengatur tentang :
    1. Barang tidak sesuai dengan standar
    2. Info Yang mengelabui konsumen
    3. Cara menjual yang merugikan
    4. Klausa baku dari sebuah perjanjian.

    Kompensasi yang bisa didapatkan untuk anda-anda semua adalah penggantian sesuai dengan barang yang dibeli.

    Lah kalo orang beli rumah.. semua orang yang komplain dapet bonus rumah 1-1 dong.. heebat..

    Kasusnya masih berlanjut, doakan saja semoga sukses!

  145. widodo ps minggu Says:

    Ma’af pak eddy sebenarnya permasalahnya di GDC itu yang utama bangunan (termasuk fasos dan fasum) tidak sesuai yang ditawarkan atau surat-surat yang sulit didapat ?

  146. Eddy Says:

    pak widodo

    terima kasih Pak Wid,

    Masalah yang dihadapi adalah termasuk Fasos Fasum serta bentuk bangunan pada saat serah terima dan Surat-surat yang sulit didapat, termasuk etika cara menjual pada saat awal-awal pembelian.

    Tersebut diatas hanya salah satu pasal-pasal yang dikenakan namun, ada lagi pasal-pasal yang lain mengenai penipuan, pembohongan publik, dll.

  147. Eddy Says:

    Bapak-Bapak serta ibu-ibu Yth,

    Saya melakukan hal-hal pembeberan publik demi kepentingan kita bersama bukan untuk keperluan pribadi semata.

    Saya tidak mengkompori, membohongi, ataupun melakukan perusakan atas nama baik seseorang ataupun institusi.

    Bila anda mengunjungi situs http://gardenia.tk , anda bisa baca sendiri bahwa Pihak RT/RW sudah gerah dengan kelakukan Pengembang GDC.

    Silahkan anda baca, anda telaah dan putuskan sendiri apakah pihak pengembang sudah berusaha untuk lebih mementingkan warga dari pada pemikiran penguntungan profit perusahaan semata tanpa memikirkan warga.

  148. onta Says:

    gw gak abis pikir sama depok, daya tariknya nyaris gak ada kecuali bagi yg kerjanya deket ama rumahnya di depok. itupun menurut gw udah gk bisa jadi alasan lagi, kalo gak mau kesiangan di kantor yah tinggal berangkat pagian aja, atau pake busway aja, dari depok naik kendaraan ke ragunan, dari situ bisa naik busway. jalanan di depok mayoritas kecil dan sempit, gak seimbang dengan kendaraan di sana, makanya macet nyaris seharian di sana. trus trayek angkot di sana tumpang tindih, makanya jangan heran kalo di sana suka ada bentrok angkot, taruhan nyawa bagi yg lewat di sana. pungli juga marak di sana, yg mustinya gak boleh lewat di sana, jadi boleh lewat. 25% pengusaha angkot di depok bangkrut gara2x masalah ini. suasana di depok sangat semrawut. trlalu banyak rekayasa pengalihan jalanan di depok, itu dia penyebabnya. ada 22 titik kemacetan di depok yg sy yakin anda sering memakai jalan itu, seperti sepanjang margonda (trutama depan Detos/depok town square, ITC Depok, Margocity, plasa/mall depok); trus ada lagi pertigaan di jl raya parung, raya sawangan, raya bogor, akses UI, arief rahman hakim, dewi sartika, kartini ama kemakmuran. sama sekali tak ada upaya pelebaran jalan di titik titik yg gw sebutin itu, beda ama cibubur (transyogi skarang udah 2 kali lipat lebar jalannya dan masih in progress) yg artinya walikota sana tanggap dgn kemacetan itu, sedangkan walikota depok entah ngapain aja kerjanya selain mempersiapkan pilkada mendatang. bentrok antar supir di depok baru baru ini aja itu karena ada polisi yg pungli (setelah diusut). artinya aparat di depok juga bobrok banget. angkot memang memberi nilai strategis bagi perumahan di Depok, tapi kalo jumlahnya udah kebanyakan kyk skarang, malah penghuni perumahan di sana jadi gak nyaman lagi.

  149. widodo ps minggu Says:

    trims pak eddy saya cm penasaran .krn baru kemaren sy lihat di fly over tanjung barat ada reklame GDC gede banget, trus iseng2 brosing nemu ini

  150. yudi hartono Says:

    kalo anda butuh rumah di GRAND DEPOK CITY HUBUNGI YUDI 081210182726, 021 99145410 yang terhormat bapak bapak ibu ibu kalo butuh rumah jangan lupa tlp saya ya biar penjelasannya lebih detil tidak hanya pernyataan sepihak aja. siapa tau memang anda beruntung dapetin rumah di GRAND DEPOK CITY. tlp 081210182726, 021 99145410 maka saya akan jelaskan kejadian sebenarnya. kami datang dengan solusi bukan janji.

  151. yudi hartono Says:

    dulu kota kembang membeli tanah dari penduduk ada yang sertifikat ada yg masih persil belum ajb. GRAND DEPOK CITY take over baru agustus 2007, jelas duit seabreg juga tetap harus proses legalitasnya. GRAND DEPOK CITY sedang proses legalitas semuanya menjadi sertifikat. kalo kita pinter pasti mengerti bahwa di manapun kita beli rumah untuk peningkatan hak butuh proses. tanya aja notaris atau bpn. karena dulu kita dapet dari kota kembang masih sph. tapi sekarang udah hampir jadi semua. hari gini nggak tau info GRAND DEPOK CITY ? ? ? makanya tanya MARKETING HANDA DAN SOPAN YUDI HARTONO 081210182726, 021 99145410

  152. yudi hartono Says:

    ada saya punya konsumen dulu beli dari kota kembang lalu di jual, dia nyesel karena harganya sampai 3 kali lipat sekarang dia beli lagi rumah di GRAND DEPOK CITY karena dia tau kita paling dekat dengan pusat kota setelah perumahan di margonda PK. dan dia udah akad kredit dia senang banget. dan bawa teman serta saudaranya untuk beli di GRAND DEPOK CITY. maka cepat belilah rumah di GRAND DEPOK CITY temui marketingnya YUDI 081210182726 , 021 99145410

  153. Eddy Says:

    Yudi Hartono… Yth,

    Anda orang kalu anda sungguh hebat seperti dikatakan dalam pesan-pesan anda, coba jelaskan mengapa Blok R2/No. 28 Cluster gardenia tidak bisa AJB dari tahun 2005,2006,2007,2008 .. sampai sekarang

    Jawab tuh .. mana uang saya ..

  154. Eddy Says:

    Eh .. pak Yudi,

    menjelaskan bagaimana capek nya warga menunggu janji-jani manis developer… susaaaaaah … tp ya Syukur deh .. akhirnya pak Yudi mengerti … dan membenarkan bahwa apa adanya ya seperti itu ..

    Gimana hasil pembicaraan kita.. ditelpon panjang lebar.. wueh .. 1 jam pulsa saya ampe habis…

    Mangkanya saran saya cuma
    1. Selesaikan surat-surat semua warga .. terutama yang beli tunai.
    2. Berikan kompensasi… jangan saenae udele dhewe (GDC)
    3. Berikan apa yang sudah menjadi hak hak konsumen

    tolong disampaikan ke atasan…

    Yo pa’e .. ngomong panjang lebar sampe panas kuping ku …
    Moga-moga ga di pecat ya pak…

  155. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Pak Eddy Yang Baik,
    Boleh nggak Bapak sharing ke kami-kami tentang pembicaraan via telepon dengan Pak Yudi. Agar kami-kami mendapat pencerahan tambahan/baru mengenai permasalahan kawasan Kota Kembang (GDC).

    Buat Pak Yudi, mohon maaf anda kerja di Kota Kembang (GDC) udah berapa lama ? Kalo anda masih baru di Kota Kembang (GDC), sangat mungkin anda tidak diberikan informasi yang benar tentang Kota Kembang (GDC). Jangankan anda, pengacara yang mewakili mereka di sidang pengadilan saja tidak diberikan informasi yang benar tentang permasalahan Kota Kembang (GDC).

    Salam Pembebasan !!!

  156. Jack Says:

    Salut ……buat Pak Yudi dari marketing GDC yang mau sharing dalam blog ini supaya tida ada fitnah lagi……, karena kami tahu GDC baru pertengahan 2007 ambil alih proyek dari Daksa.
    Apapun kejelekan Daksa dahulu mudah-mudahan bisa diperbaiki oleh GDC. Jadi kita tahu “starting point” GDC di pertengahan tahun 2007, jadi tidak tepat lagi kalau kesalahan Daksa semuanya ditumpahkan kepada GDC, karena menurut Pak Yudi jelas GDC sejak setelah Agustus 2007 baru urus seluruh tanah di Kota Kembang (GDC).
    Jadi otomatis logikanya tanah dan bangunan pak Eddy ataupun konsumen lama lainnya yang dibeli dari Daksa tahun 2005 (sebelum 2007), ya baru diurusnya oleh GDC pada akhir tahun 2007 juga.
    Mudah-mudah kabar baik akan selalu datang ………amin….

  157. budi hartono Says:

    baru baca nih blog, ternyata banyak yg senasib dg saya di sini, jadi korban daksa/GDC. dari dulu saya pengennya langsung aja dibawa ke pengadilan, karena udah capek berurusan dg daksa ini. Dulu sudah pernah ke YLKI dan terakhir ke LAKPI untuk diproses ke pengadilan perdata…tapi akhirnya ngga jadi, karena LAKPI sendiri serius ngga serius ngurusinnya, dan pertimbangan dana yang harus dikeluarkan. Nah, sekarang ketemu pak Shalahuddin dan pak Eddy yang akan membawa kembali masalah ini ke pengadilan. Kira-kira prosesnya gimana ya, ribet dan perlu biaya besar ngga? Saya tinggal di puri insani, blok G3 no 3. KPR sudah lunas, tapi sampai sekarang AJB saja belum….sudah bolak-balik ngurusin ke daksa dan terakhir ke GDC, hanya dapat jawaban sabar pak…..masih diproses. Sudah gitu bangunan rumah sudah pada hancur, retak dan bocor…..kwalitasnya jelek sekali, mo direnovasi masih ragu karena ngga ada sertifikat dan IMB.

    Buat pak Yudi Hartono dan mungkin ada juga marketing GDC lainnya yang baca blog ini, kalo ingin jualan GDC nya sukses, bilang ke manajemen GDC, beresin dulu kewajiban2 ke konsumen lama. Paling tidak berikan kepastian hitam di atas putih, kapan akan diselesaikan. Insya Allah kalo ada kepastian, kami para korban ini juga bisa bersabar menunggu dan tidak berusaha melakukan kontra marketing. Kenyataan yang saya alami, komunikasi dari pihak GDC sangat-sangat buruk. Bahkan surat resmi saya mengenai tuntutuan penyelesaian legalitas, tidak ada tanggapan sama sekali baik telpon maupun surat balasan.

  158. Eddy Says:

    Buat Pak Jack,

    Saya bisa membuat tuntutan dikarenakan, semua kwitansi yang ada menggunakan Kop Dinamika Alam Sejahtera (DAS) berikut pula dengan surat-surat keterangan yang diberikan mereka dari awal semua menggunakan kop Surat dan no keterangan DAS.

    So pasti saya ga ada urusan dengan DAKSA, yang pasti jelas-jelas sekarang ini ada yang pegang DAS. Ya.. gw tuntutlaaah

    Pak Ayubi,

    Secara garis besar memang latar belakang DAS baru ada 2007 seperti yang dijelaskan oleh pak YUDI Hartono, namun duduk permasalahan nya yang seperti saya jelaskan bahwa saya membeli bukan dari DAKSA, namun dari DAS. Toh mereka-mereka orang jg hidup dengan ketidak pastian dalam perusahaan mereka saat ini, namun jika mereka masih bertahan itu salah mereka sendiri, knapa mau perusahaan bobrok.. tp masih mau kerja disitu….

    Garis besar bahwa mereka mengerti apa yang di masalahkan saat ini oleh para warga dan saya jelaskan jika Direktur mereka Ir. Hartono Padmosoedarso mendengar dari dahulu dan disampaikan dari dahulu juga maka tidak akan terjadi hal-hal seperti ini..

    Mereka secara terang-terangan takut untuk menyampaikan masalah-masalah yang terjadi di lapangan karena adanya tekanan keras dari pihak top level… ya takut dipecat gt lah ..

    Mereka bisa mengerti bagaimana mediasi ini berlanjut jika mereka tidak bisa menyampaikan toh kita-kita semua yang harus menyampaikan melalui sarana informasi yang ada secara BENAR.

  159. Unggulo Says:

    Halo para pembaca blog, saya ndak usah nyebutin nama asli, namun dengan berat hati saya cancel pembelian di GDC. Karena ndak mau ketar ketir 15 taun nyicil rumah tapi belum jelas tetek bengeknya yang harus saya urusin. Apalagi kalo nyangkut masalah sertifikat (marketing waktu ditanya sudah pasrah aja.. ngga ada pembelaan diri masalah sertifikat. Hanya menonjolkan.. you knowlah, fasilitas dst, jadinya saya makin yakin buat cancel).

    Saya mau nanya, bagi yang sudah terlanjur DP, bagaimana proses pengembaliannya? Berapa biasanya dipotong? kalau tidak salah 1 juta, namun dari pihak marketing katanya nggak tau, mungkin angus semua karena sudah terlanjur ini itu dst.

    ada yang punya pengalaman? berapa lama kembali ke rekening kita?

    salam.

  160. Unggulo Says:

    saya juga sempat nanya masalah DAS dan DAKSA. Mereka bilang ini perusahan baru, punya sih anu saya lupa. tapi saya bilang dengan yakin kalau orang-orangnya sama saja pak, saya tau. (dengan sok yakin). mereka ngga bilang apa2 lagi.

    Saya mohon maaf sebesarnya dengan marketing GDC yang sudah sangat baik, saya tinggal satu step saja utk memiliki rumah idaman, namun apa daya, keraguan saya lebih besar. Kalau memang rejeki, Insya Allah anda marketing akan mendapatkan orang yang mau –dan memang nggak peduli masalah sertifikat harus cepet jadi dan percaya dengan GDC. Hal yang saya belum bisa sampai saat ini.

    Pekerjaan marketing property masih banyak terbuka, kalau memang pengembang DAS bubar lagi, marketing staf saya yakin bisa menggunakan bakat dan talentanya di tempat lain. Jangan khawatir ya teman-teman.. maaf sekali setelah dispute selama tiga mingguan, keputusan final saya adalah NO.

  161. Jack Says:

    Buat Pak Eddy

    “So pasti saya ga ada urusan dengan DAKSA, yang pasti jelas-jelas sekarang ini ada yang pegang DAS. Ya.. gw tuntutlaaah”

    Saya kutip lagi ancaman pak Eddy, dengan dasar tuntutan:

    “Kop Dinamika Alam Sejahtera (DAS) berikut pula dengan surat-surat keterangan yang diberikan mereka dari awal semua menggunakan kop Surat dan no keterangan DAS”

    Saya dapat info dari marketing GDC, bahwa benar pak Eddy membeli rumah dari DAS di tahun 2005, namun pemilik saham DAS di tahun 2007 baru dialihkan ke pemegang saham baru yaitu SMR.

    Kenapa SMR tidak merubah nama DAS ?……, karena akan membutuhkan biaya dan peralihan perizinan yang lebih komplek.

    Jadi kembali saya sampaikan bahwa setelah SMR masuk ini yang mengusung nama GDC semua permasalahan Daksa atau DAS “yang lama” sedang diperbaiki oleh SMR.
    Nah… sesuai kata Pak Yudi yang dia juga tahu keadaanya karena sejak jaman Daksa sudah jadi marketingnya “Kota Kembang” tahu persis permasalahan sebenarnya.
    Tanah pak Eddy di Cluster Gardenia, otomatis baru diurus dari SPH ke pengurusan tanah untuk jadi HGB induk di akhir tahun 2007 setelah SMR masuk, sehingga semua itu perlu proses bisa tanya ke BPN berapa lama ngurus dari SPH (dahulu tanah girik, petuk dll.) menjadi tanah HGB Induk sebelum nanti dipecah lagi jadi HGB perorangan.
    Logikanya tentu saja GDC sekarang belum bisa tanda tangan AJB juga dengan pak Eddy karena HGB induknya saja belum jadi.
    Mungkin bisa mencapai 1 tahun lagi (tolong cek BPN Depok…., maklum akan banyak birokrasi dan biaya ……)
    Saya kira uraian di atas akan dapat menjelaskan kenapa sertipikat tanah belum keluar bagi konsumen yang dahulu beli dari Daksa atau DAS “yang lama”, hal ini tidak hanya menjawab persoalan pak Eddy, tapi bagi banyak konsumen lainnya.

    Saya melihat bila tidak ada SMR yang berani ambil alih DAS di 2007, maka Kota Kembang akan tetap “mati suri”, ….. mungkin jadi benar-benar mati. Jangan berharap ada harapan punya sertipikat….
    Oleh karena itu, mari kita semua berpikiran jernih dan tidak emosi, beri kesempatan kepad GDC ini mungkin dalam 1 tahun ke depan.., gimana progresnya., demi kebaikan kita semua.
    Kita jangan “naif” dengan perkembangan sekarang setelah ada GDC, terlepas dari Sertipikat bapak-bapak yang masih dalam proses di atas.

    Apa pantas kita merongrong GDC, sementara kita tahu bahwa SMR baru masuk di 2007 ?….

    Itulah pendapat saya untuk dapat direnungkan ooeh semua konsumen di GDC. Tapi apapun keputusan pak Eddy dan kawan-kawan, saya kembalikan kepada anda dan kawan-kawan sendiri.

  162. Norman Says:

    Tambah memanas aja nih thread, sepertinya kasus Sentul City yang kena class action ama penghuni nya karena ingkar janji, trulang lagi disini. skala masalahnya sama sama dahsyat kayaknya nih. trnyata blog ini bermanfaat banget yah? sehingga sy dan orang lain yg minat disitu, gak perlu kecebur 2 kali di lubang yg sama, thanks semuanya

  163. Hendra Says:

    Ya kalau mau dibuat panas …, bisa saja jadi panas ….. apalagi kalau dikomporin sama orang yang tidak punya kepentingan di GDC.
    Hati-hati ada penyusup yang akan merugikan kita semua, yang tambah masalah bukan cari jalan keluar.
    Apalagi disamakan dengan kasus Sentul City, apakah kita mau seperti itu dengan pengorbanan waktu dan biaya, kan .. lebih baik dicari win-win solution….

    Yang pantas bicara masalah GDC, saya kira hanya para konsumen GDC dan GDC sendiri.

    Thx.

  164. sonny Says:

    wah…kalau denger hystorynya dari awal sih,memang GDC bermasalah nih.pagi ini saya baca di suara pembaca harian seputar indonesia juga ada yg mengeluh karena beli dr tahun 2005 tapi surat suratnya gak jelas.
    saya sangat terbantu dengan adanya blog ini.sehingga rencana saya dan istri untuk ambil di GDC,dengan penuh keyakinan dan bulat hati saya CANCEL,alias gak jadi.tksh

  165. Rudy Says:

    Yaitulah, makanya seluruh masalahnya sudah dijelaskan sama Pak Yudi (Merketing GDC) dan pendapat pak Jack.

    Kalau gak jadi beli ya sudah ora opo-opo….. toh masih banyak yang lain mau beli…

    KPR Bank untuk GDC bisa pake Bank BTN atau BANK Century.

  166. sonny Says:

    pak rudy,
    mendengar statement anda ,saya dan istri tambah yakin dan gembira,bahwa kami tidak terperosok kedalam urusan yang super rumit.
    “Kalau gak jadi beli ya sudah ora opo-opo….. toh masih banyak yang lain mau beli…”,
    buat kami ungkapan diatas biasa di sebutkan oleh marketing yang tidak profesional,dan bukan pendekatan ke calon konsumen yang “win-win solution”.tksh

  167. Rudy Says:

    Saya bukan orang marketing pak Sonny, tapi yang concern dengan GDC.
    Tidak perlu dijelaskan lagi alasannya,…… Kan sudah dijelaskan panjang lebar oleh Pak Yudi dan komentar pak Jack, silahkan diresapi. Memang SMR beli aset dari Daksa yang sebelumnya bermasalah & sekarang lagi diperbaiki oleh SMR lewat GDC.
    Jadi tidak sepotong-sepotong.

  168. budi hartono Says:

    bagus deh orang2 marketingnya GDC pada nimbrung di sini (atau mungkin hanya satu orang, tapi gonta-ganti nama??), kalo bisa diajakin juga tuh bos2nya supaya ikutan baca blog ini, supaya tahu keluhan konsumen2nya yg pada ditelantarin. Kalo memang benar kata Yudi, Jack, Rudy, SMR adalah dewa penolong untuk GDC, ya buktikan donk….jangan ngomong doank. Kalo memang permasalahannya hanya butuh waktu untuk menyelesesaikan surat2…..ya jelasin ke konsumen, undang kami ke pertemuan resmi, atau kalo repot, surati satu-persatu ke konsumen. Tapi kenyataannya kan nggak begitu, saya yang udah datang ke kantor GDC, kasih surat resmi, dijawab aja nggak. Jelas sekali ngga ada itikat baik dari GDC, sama seperti daksa dulu, hanya ingin cari untung sebanyak-banyaknya. Makanya yg diurusin hanya calon konsumen baru, tapi begitu dapet duitnya………Saya sih masih berharap manajemen GDC yg sekarang tdk spt daksa, tapi kalo orang2nya sama saja???

  169. diece Says:

    jika ngomong doang kan gratis pak rudi, jika warga yang punya masalah diundang bisa berabe……bisa aje kan saking keselnya malah marah-marah…jadi lebih baik dibiarkan sampai pada bosen

  170. Aryo W Says:

    Buat Marketing GDC, cobalah di print website yang berisi komentar, umpatan, teriakan konsumen anda ini.
    Bawa ke top management. Kalo gini trus banyak calon pemberi baru yang bakal membatalkan. Memang seh anda bakal untung 1 juta akibat cancellation, tapi apa ini lebih besar dari fee yang anda dapat kalo satu rumah laku terjual? Belum dosanya????? hayo… anak istri makan uang haram…

    Seperti kata Pak Budi Hartono
    Kalo memang ada itikad baik, undang semua warga yang masalahnya belum tuntas ke sebuah pertemuan jelaskan pada warga mengenai status tanah/rumah mereka. Disertai bukti kalo memang sedang di proses. Kalo perlu undang kepala BPN sekalian biar yakin.
    Beri komitment paling lambat kapan bisa selesai.
    Berapa lama? 1/2 tahunkah? 1 tahun kah?
    Apa kompensasinya bila anda melanggar komitment tersebut?

    Saya kira hal ini tidak akan sulit.
    Kalo permasalahan tiap orang beda undang satu persatu lah. Berapa banyak seh rumah yang sudah dibangun?
    sampai gitu 10,000 rumah?

    Daripada anda keluar biaya banyak bikin baliho gede2, pasang spanduk sana sini buat promosi, tapi setiap hari di depan kantor pemasaran ada yang demo nuntut surat, malah jadi ga ada yang beli nantinya

    Semua penghuni akan jadi tim marketing bila anda melakukan pelayanan yang bagus. gak mungkin lah kalo mereka ga mempromosikan lingkungan tinggal mereka. So selesaikan masalah ini dulu. Semakin larut semakin banyak yang dirugikan

    Saya sebagai calon penghuni baru juga was2 akan hal ini.
    Kalo besok surat saya sudah jadi duluan daripada penghuni lama, bisa timbul gap diantara penghuni satu dan lainnya.
    Iklim lingkunganya jadi tidak kondusif.
    Yang pasti kalo ketemu di arisan isinya cuman komplan-komplen ke developer.
    Itu kalo surat saya jadi, sepertinya bakal senasib nech ama penghuni lama.

  171. Rudy Says:

    Setuju “way out” dari Pak Aryo, itu bagian dari solusi. J
    uga tolong pak Yudi (Merketing GDC), supaya informasi ini anda bawa juga ke “Top Manajemen”.

    Saya kira ini masukan bagus, jadi tidak hanya promosi keluar dengan spanduk yang besar dan gede-gedean, tapi promosi juga ke dalam (internal) “para penghuni” dengan bereskan Sertipikat, setidaknya bila belum ada Sertipikat buat surat Edaran atau pemberitahuan ke masing-masing penghuni yang belum Sertipikat atau AJB (tidak cukup hanya klarifikasi general di harian Kompas saja seperti pernah dilakukan oleh pak Mogi sebelumnya (owner “SMR”) supaya semuanya jadi bisa saling mendukung pembangunan GDC.
    Kita saling membutuhkan tidak bisa jalan sendiri-sendiri.

    Mari kita hidupkan GDC ….

  172. Budi Says:

    Untuk Ibu Farah,

    Ibu kan sudah tandatangan AJB, saya dapat info untuk urus supaya dapat salinan AJB. Ibu sebenarnya tidak sulit segera hubungi pak Hary atau Pak Tono bagian legal GDC.

    Masalahnya katanya Ibu hanya harus kumpulkan lagi berkas-berkas pembayaran dahulu bahwa sudah lunas, untuk didaftarkan NIBnya dulu, baru kemudian Salinan bisa dikeluarkan. (walau jadi repot, ya… memang harus dipenuhi supaya AJB dan sertipikatnya dapat di proses).

    Silahkan menghubungi, biar ibu dapat urus IMBnya juga untuk bangun rumah di Anggrek 2. Sayang kalau kavling ibu dilepas. trm ksh.

  173. Wahyu Jatmiko Says:

    WAH GDC YA….? GAK BISA COMMENT. SAYA PUNYA 2 KAVLING GANDENE SATU LUAR 120 YANG SATUNYA LUAS 75. UNTUK YANG 120 SAYA DAPAT SHGB SETELAH 4 TAHUN KPR JALAN. UNTUK YANG LUAS 75, SAYA BAYAR LUNAS TAHUN 2002 SAMPAI HARI INI BELUM AJB. PERNAH AJB DENGAN NOTARSI YANI SURYANI TAPI GAK TAHU TUCH NOTARIS…BODONG JUGA KALI SAMPAI HARI INI BELUM ADA KABAR. KALAU ADA YANG MAU AMAN BELI AJA RUMAH SAYA DI SEKTOR ANGGREK3 BLOK A1-23/24. LT195/LB120.
    SAYA MAU JUAL 600JT. MASALAH KAV no 24 SELUAS 75M2 YANG MASIH BELUM ADA SERTIFIKATNYA NANTI BISA KITA BICARAKAN SCHEME PEMBAYARANYA. DARIPADA PUSING DAN SEPERTINYA JUGA DEPOK AKAN SEMAKIN MACET KALAU SEMUA CLUSTER GDC BERPENGHUNI, SAYA INSYA ALLAH MAU PINDAH KE PREMIER ESTATE- BAMBU APUS.

  174. Wahyu Jatmiko Says:

    WAH GDC YA….? GAK BISA COMMENT. SAYA PUNYA 2 KAVLING GANDENE SATU LUAR 120MYANG SATUNYA LUAS 75. UNTUK YANG 120 SAYA DAPAT SHGB SETELAH 4 TAHUN KPR JALAN. UNTUK YANG LUAS 75, SAYA BAYAR LUNAS TAHUN 2002 SAMPAI HARI INI BELUM AJB. PERNAH AJB DENGAN NOTARSI YANI SURYANI TAPI GAK TAHU TUCH NOTARIS…BODONG JUGA KALI SAMPAI HARI INI BELUM ADA KABAR. KALAU ADA YANG MAU AMAN BELI AJA RUMAH SAYA DI SEKTOR ANGGREK3 BLOK A1-23/24. LT195/LB120.
    SAYA MAU JUAL 600JT. MASALAH KAV no 24 SELUAS 75M2 YANG MASIH BELUM ADA SERTIFIKATNYA NANTI BISA KITA BICARAKAN SCHEME PEMBAYARANYA. DARIPADA PUSING DAN SEPERTINYA JUGA DEPOK AKAN SEMAKIN MACET KALAU SEMUA CLUSTER GDC BERPENGHUNI, SAYA INSYA ALLAH MAU PINDAH KE PREMIER ESTATE- BAMBU APUS. SILAKAN HUBUNGI SAYA DI 0818839672 KALAU BERMINAT BELI RUMAH SAYA

  175. Temennya-Wahyu Says:

    Seperti kata Pak edi …. Tanpa ada kepentingan Pribadi dan hanya dengan maksud Berbagi rasa aja… Saran saya… sebelum membeli , mendingan temui dan discuss dulu dengan bapak bapak erte dan bapak erwe serta tokoh masyarakat yang ada di perumahan kota kembang atau GDC… Agar penyesalan datangnya belakangan.!!!

  176. Eddy Says:

    Untuk anda-anda yang PRO GDC,

    Menyimak dari pembicaraan anda semua, bahwa menekankan SMR baru mengambil alih GDC 2007 memang benar, namun seperti yang diucapkan oleh komunitas disini bahwa “HANYA MEMBERITAHUKAN BAHWA SEDANG DI PROSES”,..

    Pertanyaan :
    1. Jika memang GDC sedang memproses apakah semua warga yang dirugikan tahu masalah ini?
    2. Apa yang bisa menjamin bahwa waktu proses tersebut benar-benar terlaksana?
    3. Apa ada surat keterangan yang menyatakan Bapak A atau Bapak B bahwa surat-surat rumahnya sedang diproses, sehingga memakan waktu harap menunggu, dan sebagai penggantian waktu tunggu kami berikan kompensasi .
    4. Apakah SMR – GDC bersedia memberikan kompensasi bagi warga-warga yang sudah punya “waktu tunggu” lebih dari 2 tahun untuk menunggu kembali sampai proses AJB terlaksana?
    5. Apakah anda bisa menjelaskan bagaimana dan kemana uang orang-orang tersebut yang membeli dengan TUNAI?
    6. Mana pedulinya Pihak GDC dengan Warga Lama, termasuk mereka yang sampai saat ini masih bermasalah, apakah solusi yang diberikan termasuk win-win solution? Selama ini hanya harapan kosong dan janji-janji bukan..

    Mungkin anda-anda yang PRO bisa menjawab pertanyaan tersebut!

    Menurut saya pribadi anda-anda semua hanya bisa menjelaskan dengan arti lain tanpa win-win solution, apakah Pihak GDC berani memberikan kompensasi kepada warganya untuk menunggu sehingga surat-surat tersebut selesai?

    Kompensasi apa yang diminta? tidak muluk2 mungkin rata-rata dari e-mail saya yang masuk adalah
    “Meminta kepastian per-orangan tertulis bahwa Pihak GDC memberikan surat-surat yang menerangkan bahwa sedang dalam pemrosesan dan DENGAN TENGGAT WAKTU ! Lewat dari masa tersebut akan di kenakan denda (tentative)

    Kemudian memberikan penggantian masa tunggu tersebut paling minim adalah “Pembayaran AJB sepenuhnya ditanggung pihak Developer serta perbaikan FASOS FASUM, dan mungkin beberapa pihak warga sudah membangun secara swakarsa oleh karena itu mohon di SPONSORI agar terlaksana lebih baik”.

    Cuma itu aja, ga susah kan … Ga perlu minta rumah baru atau neko-neko nuntut 1 Milyar tho…?

    Jadi saudara-saudara PRO GDC, menurut saya jangan cuma bisa Omong bahwa sedang proses sana.. proses sini…

    BUKTIKAN.. seperti diatas…

    Kalau Pihak GDC meminta waktu untuk membuktikan semua itu, mulai dari yang paling mudah dulu seperti yang saya paparkan diatas! itu paling mudah ketimbang janji-janji!

    toh .. kita semua ingin masalah ini selesai bukan berlarut-larut, coba dengarkan kata-kata saya!

    ITU KALAU MEMANG INGIN MEMBUKTIKAN BAHWA GDC (SMR) BUKAN GDC YANG DULU!!

  177. Eddy Says:

    Mohon maaf karena waktu saya terbatas untuk mengisi blog ini tidak seperti waktu kemarin-kemarin, karena saya sedang serius melaksanakan proses gugatan terhadap GDC yang sudah masuk tahap-tahap ajuan FINAL.

    Penggodokan pasal-pasal tuntutan, serta ganti rugi oleh Pihak Pengacara.

    Terima kasih atas dukunganya

    Ass. Wr. Wbb

  178. Eddy Says:

    Bapak – Ibu yang Budiman,

    Selama ini sepengetahuan anda bahwa saya pribadi dan kawan-kawan ingin menuntut Grand Depok City adalah benar adanya.

    Dikarenakan hal-hal yang Pihak (DAS) sendiri keluarkan dengan surat keterangan mereka yang menjanjikan. Jadi bukan karena kita memang berbuat sengaja atau menjatuhkan Perusahaan tersebut.

    Agar lebih jelas kami paparkan berita yang kami belum posting agar lebih jelas kepada saudara-saudara :

    Jakarta, 28 Maret 2008

    Kepada Yth,

    Bagian Perijininan (Legal)
    Bp. Djoko Pujianto
    di tempat.

    Perihal : SURAT PERMINTAAN PENGAJUAN AKTA JUAL BELI

    Dengan hormat,

    Sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa surat keterangan dari Pihak Dinamika Alam Sejahtera, PT ( Yang selanjutnya disebut Developer ) dengan No. 010/DAS/GDC/PERIJINAN/03.08 sudah diterima oleh Saya, namun isi dalam surat keterangan tersebut tidak sesuai dengan pembicaraan per – telepon sebelumnya.

    Dalam butir ke 4 (empat) surat keterangan dengan No. 010/DAS/GDC/PERIJINAN/03.08 tertanggal 26 Maret 2008, bahwa pada bulan Juli 2008 baru akan terjadi proses peningkatan status Tanah/Kavling tersebut baru akan menjadi HGB Induk, bukan menjadi pecahan NIB yang siap akan ditanda tangani AJB dihadapan Notaris/PPAT. (Bertanda Tangan Djoko Pudjianto)

    Dalam hal ini telah terjadi penyimpangan hak konsumen yang dimana Pihak Developer telah Mengabaikan kewajibannya dan selama ini hanya menuntut kewajiban sisi konsumen saja.

    Sehubungan dengan keterangan tersebut yang mengacu pada surat keterangan sebelumnya No. 19/DAS/KKDR/02-2007 tertanggal 26 Pebruari 2007, dalam Paragraf ke-3 (Tiga) dikutip bahwa ;
    - Sertifikat HGB Induk kami masih memerlukan waktu kurang lebih 8 (delapan) bulan sejak ditanda tanganinya surat ini, sedangkan penandatanganan Akte jual Beli (AJB) akan dilakukan setelah sertifikat HGB Induk Tersebut selesai.
    - Balik Nama terhadap pecahan sertifikat ke atas nama Bapak tersebut akan kami selesaikan kurang lebih 8 (Delapan) bulan setelah AJB tersebut selesai. (Bertanda Tangan Ir. Hartono Padmosoedarso)

    Dan Kemudian acuan mendasar dengan surat keterangan No. 004/DAS/Kaw – KKDR/Tan – Jin/ 07.06 tertanggal 31 Juli 2006, dalam butir ke-2 (dua) dikutip bahwa ;
    - Bahwa penandatangan Akta Jual beli (AJB) dihadapkan Notaris/PPAT akan dilaksanakan dalam waktu secepatnya.(Bertanda Tangan Ir. Bob Sidharta)

    Sesuai dengan keterangan tersebut diatas maka Pihak Developer memang secara sengaja mengabaikan hak-hak konsumen dan kewajibannya.

    Dimana Kewajiban saya selaku pembeli sudah terpenuhi hanya saja sampai saat ini saya tidak memperoleh keterangan mengenai status Rumah dan Tanah yang saya tempati tersebut sampai saat ini.

    Untuk hal tersebut sudah sekiranya pantas untuk saya perkarakan dan saya umumkan ke khalayak ramai agar masyarakat tahu tentang dan bagaimana dengan penyikapan administratif dan manajemen Developer saat ini.

    Sekiranya surat-surat dan berkas pendukung sudah kami siapkan dan pihak Developer sampai Awal bulan April 2008 belum memberikan kepastian maka akan kami masukan berkas perkara tersebut ke Pengadilan.

    Hormat saya,

    Eddy Setyowibowo

    Tembusan :

    1. Bp. Slamet [Ketua RT. 04]
    2. Bp. Toteng [Ketua Rw. 07]
    3. Arsip.

    Harap Dibaca dengan baik, dan anda-anda yang PRO dengan GDC mungkin tidak tahu menahu bahwa dengan adanya dasar dari surat surat keterangan ini kami meminta hak-hak kami yang dijanjikan sesuai tertulis dalam surat keterangan Perusahaan tersebut.

  179. hidayat Says:

    Pak Eddy,
    Sangat terpuji dan salut, seandainya pihak pengembang baru mau MENSPONSORI FASUM FASOS yang telah dibangun dan dipelihara warga sebagai bentuk niatan baik dan menjalin silaturahmi dengan warga yang telah ada.

  180. Rudi Says:

    “KALAU ADA YANG MAU AMAN BELI AJA RUMAH SAYA DI SEKTOR ANGGREK3 BLOK A1-23/24. LT195/LB120.
    SAYA MAU JUAL 600JT.”

    Untuk pak Wahyu, kalau dihitung tanah bapak sekarang bisa dianggap per/m2 sudah hampir Rp. 1,7 Juta dengan asumsi harga rumah Rp. 300 Jt. Sudah mahal juga pak…, berarti nilai investasi tanah sudah meningkat dalam 4 tahun, sy kira dulu per/m2 sekitar Rp. 500 ribu. Sudah naik 3 x lipat lebih.

    Terlepas dari bapak dapat sertipikat dengan perjuangan karena dulu beli dari Daksa, maka hanya “isapan jempol” kalau masih ada anggapan di GDC tidak ada yang bersertipikat tanah seorangpun.

    Kalau Depok (Margonda) selalu macet….., ya solusinya ke depan Jl. Boulevard GDC ini mulai dari Jl. kartini akan menjadi pusat niaga Depok melanjutkan ke arah Selatan- Timur Depok yang paling strategis dimana di kanan – kiri Jl Boulevard GDC akan dibangun untuk pertokoan, sehingga orang tidak tumplek di Margonda saja yang dianggap sebagai etalase Depok.
    Bisa ditanyakan pada Walikota bagaimana kebijakan lalu lintas Depok dan rencana pembangunannya.

    Mudah-mudahan SMR tidak hanya memberi janji, tapi bukti yang secara perlahan mulai kelihatan, karena mengurus masalah Daksa dan DAS “yang lama” tidak mudah seperti membalikan tangan.

    Terima kasih.

  181. Temennya-Wahyu Says:

    Pak.. eddy… dari informasi yang saya denger… teman2 di Anggrek3 juga telah menggugat developer.. di pengadilan… dan MENANG.. sekarang pihak developer sedang mengajukan naik banding…. tx.

  182. Unggulo Says:

    halooo.. pertanyaan saya lum ada yang jawab yach.. apa memang ternyata TIDAK ADA yang berpengalaman seperti saya?

    tolong yang ngaku marketing GDC jawab! Jangan cuman nimbrung buat ngomong kalo GDC bagus ini itu dst. Kalau perlu setiap statement saya Anda counter. baru saya puas.

    Thx.

  183. Wanti Says:

    Pak Unggulo,

    Menurut yang saya dengar marketing GDC sekarang lagi sibuk tandatangan AJB dihadapan PPAT/Notaris dengan para pembeli baru di cluster-cluster yang sedang ditawarkan. (Maaf bukan mau manasin yang belum tanda tangan AJB akibat DAKSA atau DAS sebelumnya, yang menurut SMR tidak lebih dari 1 tahun ke depan sudah dapat diselesaikan, tergantung status tanah dari DAS sebelumnya), jadi mungkin belum sempat buka blog ini lagi.

    Saran saya, daripada bapak tunggu informasi mekanisme pembatalan lewat blog ini, lebih baik didatangi saja ke marketing GDC, kalau perlu mungkin ditongkrongin.

    Untuk informasi di Kompas hari Jum’at, pendukung KPR atas pembelian rumah di GDC sudah ada 4 bank terdiri dari:
    1. BANK BTN,
    2. Bank Mega,
    3. Bank Century, dan
    4. Bank Bumi Putera.

    Kesemua bank tersebut merupakan bank-bank yang berpengalaman asam-garam memberi fasilitas kredit. Jadi bapak-bapak dapat menilai sendiri upaya serius SMR membesarkan GDC demi kepentingan para konsumen juga GDC ke depan.

  184. Eddy Says:

    mari – mari .. GDC .. GDC.. siapa mau beli.. hayu.. hayu.. [kayak kacang goreng] .. promo nya si bagus…

    tp belum ada yang menjawab semua permasalahan saya tuh.. dari kemarin cuma tunggu.. sabar.. [nanti sabar tahun 2010 aja] ..

    masak c sibuk tanda tanga AJB, lah wong .. kemarin saya mampir sepi banget…! yaa ada 1-5 orang tanya2

  185. Mang Iya Says:

    Selamat Kenal, Bapak dan Ibu,

    Kepada yang senasib dengan saya, saya ucapkan mudah2an kita semua diberi kekuatan dan kesabaran yang cukup dalam memperjuangkan hak menghadapi kezaliman dan kesemena-menaan Developer, dan saya sampaikan : “Kewajiban Developer membayar denda keterlambatan penyerahan fisik dan dokumen-dokumen rumah, sebesar +/- Rp 5 jt, apabila tidak dibayar, DEMI ALLAH saya anggap semuanya adalah Hutang Dunia dan Akhirat dari Pengurus Perusahaan / Developer”.

    Kepada yang baru berniat / hampir / telah, membeli di KKDR / GDC, saya ucapkan mudah-mudahan hal yang menimpa kami tidak menimpa Bapak dan Ibu, walaupun saya sama sekali tidak yakin.

    Kepada yang membela Developer, ucapkan terima kasih telah mendinginkan hati kami, TAPI, jika anda adalah orangnya DEVELOPER, YANG PURA-PURA BERKATA BIJAKSANA maka saya sampaikan : MONTONG LOBA OMONG SIAH BEBEL

  186. Rudi Says:

    Saya kutip pengakuan tulus dan jujur dari pa dhe Sugeng dari Cluster melati atas progres GDC:

    “Kekesalan saya telah terbayar, tanda tangan AJB sudah di lakukan di kantor pemasaran GDC lama dihadiri notaris dan pihak Bank pemberi kredit. Ada sekitar 5 konsumen yang pada hari itu mendapat kesempatan tanda tangan AJB… saya tinggal menunggu khabar selanjutnya ujud dr AJB tsb dari bank (secarik kertas mungkin yg bisa buat pegangan saya :-&#119

    Lega??? tidak fair kalau saya merasa lega smentara banyak teman-teman belum mendapat kesempatan yang sama… saya cuma berharap kesempatan yang saya dapat ini segera diikuti oleh para konsumen yang lain.
    Ketika ada tetangga menanyakan ‘ Loh..mas kok udah bisa AJB saya aja yg “lunas” belum juga sampai sekarang, gimana caranya?’ saya cuma bisa jawab, “Saya udah kehabisan cara, ngglinding aja mas…ketika harus marah saya akan mengumpat mereka, ketika harus sakit hati…saya harus nrimo aja dulu…kesian anak istri nanti jadi korban sakit hati..”.

    Teman-teman, perkembangan nasib rumah saya harus saya sampaikan apa adanya, paling tidak bisa buat pertimbangan ketika harus membeli/KPR rumah dimanapun.

    pa’dhe Sugeng
    tetep prihatin…”

    Mudah-mudah selalu ada progres, juga buat para konsumen yang masih belum Sertipikat atau AJB supaya dapat terselesaikan.

    Thx.

  187. Wahyu Jatmiko Says:

    UNTUK PAK RUDY, Maaf memang Rumah Di anggrek3 harganya mahal. Perjuangannya darah, Airmata, Opportunity cost, dan sebagainya…dan satu hal yang gak ada di harganya….Anggrek3 itu komplek yang penuh persahabatan dan sangat Mandiri dan tidak tergantung dengan Developer. Kami bereskan masalah lingkungan dari Kebersihan, PJU, Pagar Cluster, Legalitas, Security, Kependudukan dan lain sebaginya SENDIRI… Maaf untuk barang dan harta istimewa harganya mahal. Mahal bukan karena ini ada Lingkungan GDC tapi karena cara mendapatkannya yang sangat istimewa. Saya sangat kehilangan kehangatan dan nilai persahabatan di Anggrek3 kalau seandainya saya pindah ke Premiere Estate Bambu Apus awal tahun depan. ANGGREK3 ITU NANTINYA AKAN SEPERTI NARNIA ( CHRONICLE OF NARNIA )BUAT SAYA. NEGERI YANG PENUH KEPEDIHAN TAPI MEMBAHAGIAKAN UNTUK DIKENANG KARENA DISANA KAMI SAMA SAMA BERJUANG UNTUK MENDAPATKAN HAK HAK KAMI. SAKIT HATI DAN MIMPI BURUK KAMI, GUNDAH HATI KAMI TEROBATI KARENA KEHANGATAN, PERSAHABATAN DAN KEKELUARGAAN ANNGREK3. Tapi maaf kami harus juga pindah, sebelum semua Cluster di GDC penuh dan sebelum Margonda tambah macet. Rencana Walikota….Bullshit!! Emang kita masih punya pemerintah yang memikirkan kita..??? Lihat Anggrek3 di jajah DAKSA, apa yang telah diperbuat Pemerintah buat kami. Kami semua bisa mandiri, kami bisa bangun dan berdiri lebih baik tanpa mereka.

  188. Hedwig™ Says:

    Walah… sudah mau pindah… :-) pasti nyari rumah yang deket dari kantor… supaya bisa BTW terus tah

  189. Wahyu Says:

    yoi….biar tambah irit boss…..kan lumayan hemat BBM dan Saving the earth tentunya….. Hidup B2W!!!!

  190. Wahyu Says:

    AYOK, BLOG INI PASTI AKAN TAMBAH RAME SOALNYA SUDAH TAK POSTING DI MAILIST ANGGREK3…..MAAF YA!!!

  191. delia Says:

    Mas wahyu..kok ceritranya kaya para pejuang transmigrasi yah , harus benah-benah kampung sendiri….nah jika pindah bagaimana dong kan sudah dibuatkan waterpark, apa tidak nyesel, atau sebelum pindah ikutan gunting pita dan berikan sepatah dua patah kata perpisahan…

  192. temennya wahyu Says:

    mbak delia… saya rasa mas wahyu tidak akan mau ikutan gunting pita tuh…. nanti lagi gunting pita water park…. ada yang demo lagi… kaya waktu yang lalu…. lagi ngadain lomba lari depok 10km dengan hadiah rumah di kota kembang… eh… di demo… jadi bubar tuh acaranya…. kasihan.. deh…

  193. delia Says:

    Saya mau usul aja, bagaimana jika salah satu hadiah motor/mobil yang mau diberikan…..kita usulkan diberikan developer ke mas wahyu sebagai kenang-kenagan atas kesediannya tinggal bersama kita juga untuk peringatan kebangkrutan ….e kebangkitan nasional…..100 tahun maksudnya, kapan dong kebangkitan cluster-cluster di kota kembang

  194. Wahyu Says:

    Wah boleh juga tuch….Ntar mobil/motornya aku kasih temen temenku yang lagi berjuang untuk mendapatkan keputusan tetap di Mahkamah Agung atas gugatanya ke Daksa qq DAS. Lumayan buat trasnport atau bayar pengacaranya

  195. pa'de sugeng Says:

    Salam,
    Maaf pak moderator dan teman2 skalian, kalo boleh saya numpang jualan disini dengan pertimbangan calon pembeli paling tidak lumayan sedikit paham dengan semua permasalahan di GDC.
    Saya mau over kredit rumah di sektor Melati blok F3-13 (hoek), LT.180, LB.55. 2 km tidur, 2 km mandi, 1 km pembantu. kondisi masih asli. sudah AJB, KPR Bank Artha Graha tinggal 2th, 10 bln. cicilan 2,7 jt. Saya mau over kredit Rp 200jt (bisa diobrolin)

    Trima kasih…
    Pa’de Sugeng 0888-997-6941, YM:wudunen

  196. rudi Says:

    Pak’de mau kemana, katanya ada berita orang yang sudah lama tinggal dan ‘juara sabar’ nunggu AJB atau sertifikat akan dapat umroh gratis atau motor

  197. pa'de Sugeng Says:

    Kebetulan saya belum sempat meninggali rumah tersebut, saat ini saya sangat membutuhkan biaya untuk pendidikan ke empat anak saya. Tinggal di GDC atau tempat skarang saya tinggal bukan masalah, tergantung mana yang laku duluan…
    GDC yang laku duluan alhamdulillah… tempat tinggal skarang ada yang berminat saya syukurin. Syukur2 ada dewa penolong yang membuat saya tidak harus menjual rumah, waaaah…gak mungkin yah…

    pa’de sugeng
    tetep prihatin…

  198. Rudi Says:

    “Tapi maaf kami harus juga pindah, sebelum semua Cluster di GDC penuh dan sebelum Margonda tambah ……..”

    Pak Wahyu, saya kutip sebagian “CHRONICLE” bapak di Anggrelk 3, saya bisa maklum semua perasaan bapak dan mungkin konsumen lama lainnya akibat ulah Daksa.

    Namun saya melihat ada optimisme dari balik kekecewaan bapak walaupun mau pindah, seperti dikatakan “sebelum semua Cluster di GDC penuh” mudah-mudahan demikian pak.
    Karena saya berharap GDC dengan diambil alih oleh SMR pertengahan 2007, diharapkan akan banyak membawa perubahan. Walaupun sepertinya SMR terlalu berani mengambil aset yang bermasalah bekas Daksa, tapi mereka optimis untuk membangun kembali lahan tidur di GDC.
    Mudah-mudahan dengan hijrahnya, bapak mendapat tempat yang baik dan konsumen yang lama dan baru serta GDC dapat terus berkembang. Karena saya yakin SMR tidak ingin bernasib sama seperti Daksa. amin ……..

  199. adi Says:

    Mas Rudi, anda sudah tahu masalahnya dan sebenarnya sederhana asal ada niat atau komitmen saja, masalah lama segera diselesaikan , terutama hak-hak konsumen yang sudah ternistakan developer lama. Pelanggan baru diyakinkan dengan fakta yang nyata (untuk hal ini kasus lama dapat jadi guru). Pelanggan lama adalah marketing efektif bagi untuk juga meyakinkan pelanggan baru.

  200. Ipung Says:

    GDC skrg beda dengan yang dulu, dengan perubahan di berbagai aspek kami menjamin pada konsumen akan janji2 kami untuk kepuasan pelanggan

  201. Wahyu Jatmiko Says:

    Betul tuch ….Kata temen saya ( Pak adi ) Selama persoalan lama belum diselesaikan, Nasib SMR kurang lebih akan sama dengan DAKSA. Apalagi kalau temen temen anggrek3 atau yang temen temen cluster yang lain mulai bergerak dan mengeliat atau saling sinergi apalagi mereka mengulangi apa yang pernah kita kerjakan ke Daksa. Pengalaman adalah Guru yang paling baik. Pak Rudi dan pak Esaf mungkin sebagai sesama Team di GDC bisa belajar dari Pak Gandi, Tito, Nugroho, atau Pak Zabidin. Jangan sampai hal hal ketidak nyamanan juga terjadi dengan para petinggi GDC. Konflik dan ketegangan juga jangan sampai terjadi lagi. Bagaimanapun Customer akan lebih concern ke Hak hak dasar seorang pembeli. Water park dan segala fasilitas yang lain itu adalah nomor sekian setelah AJB, Sertifikat, dan fisik Rumah itu sendiri. Berani Beli Kota Kembang harus berani ambil resikonya. Ibarat Beli mobil bobrok, harus siap perbaiki sana sini supaya jalanya lebih nyaman walaupun tak akan senyaman mobil baru. Saya masih ingat bagaimana ekpetasi saya sesuai janji Daksa tidak bisa terpenuhi dan itu sangat tidak nyaman apalagi teman teman yang lebih kurang beruntung dari saya. Secara hati nyaman tinggal di anggrek3 karena kita punya tetangga dan sahabat sahabat yang sangat saya cintai. Tapi secara lahir dan apa yang kita lihat sangat tidak nyaman untuk tinggal di GDC. Kami di anggrek3 banyak yang telah menjadi korban Daksa dan sakit hatinya hampir mati karenanya bahkan sampai dibawa mati.
    Apapun profesi kita dan usaha kita, itu adalah amanah dan sebaik baiknya Muslim/Manusia adalah yang bisa menjaga amanahnya sehingga bermanfaat bagi orang lain bukan malah sebaliknya menyusahkan orang banyak. Seperti Daksa yang yang telah membuat sengsara ribuan warga kota kembang dan customer lainya belum termasuk Sub kontraktornya bahkan karyawanya. Bagaimana mungkin perusahaan itu akan jadi besar dan Barokah sementara ribuan orang menyumpahinya dengan hal hal yang jelek bukan malah sebaliknya mendoakan hal hal yang baik.
    Kalau GDC mau maju, hilangkan sakit hati para customer Kota kembang lama maka insya allah bukan cuman ribuan customer ex Daksa mungkin para malaikatpun mendoakan dan membantu usaha SMR di GDC menjadi lebih maju.

  202. joko Says:

    Saya yakin, blog ini akan menjadi sejuk bahkan mungkin cenderung sepi , jika memang betul kepuasan pelanggan menajdi fokus kita tunggu saja..Semoga tim di Melati, Puri Insani, Anggrek 1, 2 dan 3, Roma sabar menanti

  203. Rudi Says:

    Untuk Anggrek 2 yang sekarang sedang dibenahi lagi oleh GDC, katanya di awal bulan Juni ini akan ada pembangunan lagi lebih dari 14 unit rumah baru.

    Kami minta pak Ipung atau pak Yudi dari GDC bila membaca blog ini untuk disampaikan kepada manajemen, agar fasilitas Listrik PLN bisa segera juga dipasang.
    Karena sekarang ini sudah ada kurang lebih 5 rumah yang sudah jadi, tapi belum bisa dipakai karena belum ada listrik PLN. Sekaligus dengan sebagian pengaspalan jalannya.

    Saya dapat kabar dari pemilik kavling yang dulu beli dari Daksa, mereka juga sangat membutuhkan fasilitas Listrik dan jalan tersebut, supaya mereka bisa membangun rumahnya, sehingga Anggrek 2 bisa hidup, tidak menjadi lahan tidur.

    Mohon tanggapan dan actionnya dari GDC (SMR).

    Terima kasih.

  204. iwan Says:

    Kami dari Anggrek 1 juga berharap ada perubahan, apalagi lokasi berada pada ‘etalase’nya GDC. Kepada mas Ipung dan Pa Yudi mohon juga kendaraan angkotnya diatur sedemikian rupa, tidak diparkir depan pintu gerbang agar komplek kami berkesan asri, tidak nampak seperti terminal

  205. malakanist Says:

    JANGAN PERNAH PERCAYA DENGAN DEVELOPER GDC/ PT.DINAMIKA ALAM SEJAHTERA/DAKSA, MEREKA ADALAH JELMAAN MAKHLUK2 YANG TIDAK PUNYA HATI.

    SELAMA PERMASALAHAN SERTIFIKAT KONSUMEN LAMA TIDAK PERNAH DIBERESKAN, SELAMA ITU PULA KAWASAN INI AKAN MENJADI HANTU YANG MENAKUTKAN.

    DAS TINGGAL MENUNGGU BOM WAKTU DARI KONSUMEN LAMA PLUS KONSUMEN BARU

    YANG BUSUK TETAP BUSUK, KALAU DISIMPAN TETAP KETAHUAN.

    GDC/DAS LAGI BUKA BOOT DI MARGO CITY, WHEREEVER THEY OPEN THEIR BOOT, NEVER TRUST GDC/DAS, BEFORE THEY WANT TO BE FINISH ALL THEIR PROBLEM THAT THEY MADE BY THEM SELF. HOW CRAZY OUR COUNTRY. WHERE IS WALI KOTA, WHERE IS OUR REPRESENTATIVE. ALL THIS GUYS KNOW OUR PROBLEM, BUT THEY ARE SILENT. WHY THEY DONT WANT TO SUPPORT US ?, DO YOU KNOW WHY, WE ARE THE POOR GUYS.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  206. Jati Says:

    Itulah masa lalu yang akan diperbaiki oleh SMR lewat proyek GDC. Berapa ribu X-pun ….. & siapapun….. yang mencemooh GDC, saya kira SMR akan terus maju untuk memperbaiki keadaan Kota Kembang.
    Semua sudah risiko atas ambil alih aset yang bermasalah. Hanya waktu dan kenyataan di lapangan yang akan membuktikan sebenarnya.
    Yang belum puas lebih baik bersabar semua dalam proses, bila tidak ada SMR susah dech “no hope”….

    Kita beri mereka kesempatan membangun dan memperbaiki kinerja developer terdahulu (Daksa). jangan malah tambah masalah untuk menjatuhkan pihak yang akan memperbaiki keadaan GDC. Bandingkan sebelum SMR masuk, Kota kembang seperti “Dead City”…..

    Peace….

    Thx.

  207. widodo Says:

    betul itu pak, klo semua calon pembeli takut … bukan hanya SMR yang rugi ,penghuni lama juga rugi, tempat tinggalnya akan sepi selamanya

  208. malakanist Says:

    Untuk jati & widodo, gua yakin lu hanya tau kulit2nya mengenai GDC, Gua jauh lebih tau dari lu pada. Lu tidak akan pernah bisa garansi untuk konsumen baru bahwa mereka bisa dapat sertifikat dengan tepat waktu saat mereka sudah akad dengan GDC.

    Masak ada konsumen lama yang sudah AJB dan menunggu sertifikat selama 2 tahun ini belum juga kunjung selesai, malah yang apesnya, konsumen lama disuruh ajb ulang, dengan alasan ajb transisi kata morist, kalau sudah ajb ya ajb aja, mana ada ajb transisi. ajb transisi cuma ada di gdc, di t4 lain yang orang2 lebih jujur tidak ada yang namanya transisi. Otomatis konsumen lama yang disuruh ajb ulang harus menunggu berapa lama lagi baru selesai. sampai sekarang pun top manajementnya gdc tidak bisa garansi, gimana mau garansi, sertifikat induknya masih di BAG.
    bersiap2 lah dengan timing boom yang sudah komulatif.

    gua bicara fakta, bukan bull shit.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  209. Jati Says:

    Masih bagus ada yang melanjutkan proses AJBnya, mau diulang atau tidak itu semua masalah teknis, sabar …. yang penting harus bisa jadi Sertipikat.

    Coba kalau andalkan Daksa ke laut aja…… Ane juga korban Daksa sudah lebih dari 5 tahun belum sertipikat sampai sekarang ….. tapi tidak perlu dendam… dan ada harapan perbaikan untuk jadi sertipikat setelah jadi AJB setelah SMR masuk.

    Kalau kita takut-takutin konsumen lain dengan penderitaan kita, kita bisa jadi hantu sendiri bagi konsumen baru di Kota kembang (GDC).
    Lihat perkembangan sekarang fasilitas terus ditingkatkan, bank pendukung dulu cuma AG to, sekarang sudah ada 4 bank yang mendukung :
    1. Bank BTN,
    2. Bank Mega,
    3. Bank Bumi Putera
    4. Bank Century.

    Bank-bank tersebut, bukan orang-orang bodoh yang main dalam dunia property.
    Ane bukan mau muji-muji GDC, tapi mari saling bantu kembangkan GDC untuk kepentingan kita bersama.

    Peace…..

  210. widodo Says:

    tul…

  211. Wihelmine Says:

    Kepada Pak Eddy, dan teman2 semuanya..
    Saya mohon masukan2 dari semua teman2..
    barusan aja pihak Artha Graha minta saya utk transfer uang pembayaran untuk urus penandatanganan AJB dengan GDC
    Saya bingung knapa rumah saya dan mama saya di anggrek3/C1 beli dgn hrg sama, luas sama,dll tapi knapa harga biaya AJB beda? mama saya diminta sekitar 1,9jt dan saya diminta sekitar3,3jt, setelah pihak bank bantu tanya ke GDC bagian legal , katanya ternyata dulu pihak Daksa menjual rumah ini pada kami dgn status tanah yg sebagian SHGB sebagian SPH, jd istilahnya blom beres dibebaskan tanahnya, dan tanah/rumah saya beli bagian yg belum bebasnya lebih byk, maka biayanya lebih besar.. gila bgt yah? masa urusan pembebasan tanah belum kelar tanah udah bisa dijual ke kita? itu kan sama aja penipuan yah?kita nggak pernah diinformasikan soal ini oleh Daksa pada saat pembelian.
    Kata Artha Graha, GDC janji akan menyelesaikan semua akte2 & serah terima akte paling lambat Sept 2008 ini, saya mohon informasi apakah temen2 yg lain juga mengalami hal yg sama? apa memang harus begitu? atau ada hal2 yg saya pertanyakan lebih lanjut ke pihak GDC agar saya tidak tertipu?
    Terima kasih atas perhatiannya & bantuan info nya.
    Salam,
    Wihelmine Agrrek3 C1

  212. malakanist Says:

    Untuk jadi,kita bukan dendam, tapi bukti yang bicara. Janji gampang diucapkan untuk mendapat konsumen baru, tapi pembuktian yang perlu, bukan nanti2.

    teman saya kakaknya mau beli rumah di gdc, pas ditanya ke marketingnya mengenai sertifikatnya, mereka tidak bisa garansi kapan selesai, mana ada seperti itu.

    teman saya yang lain juga datang ke kantor pemasaran, marketingnya juga tidak bisa jawab, yang mereka bisa jawab cuma kulitnya. sekarang teman saya beli rumah di permata depok, this is real, not bull shit.

    Untuk ibu wihelmine, saya cuma saran, jangan pernah ttd ajb sebelum mereka selesaikan sertifikat mereka yang bermasalah, seharusnya mereka satukan dulu shgb+sph menjadi satu surat, baru mereka jual lagi.
    bu, selama gdc tidak bisa menunjukkan adanya surat pemecahan sertifikat induk (roya) untuk kavling ibu, jangan pernah ttd ajb. Saya sudah konsultasi kebeberapa notaris, surat roya yang dikeluarkan bank penjamin adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum ajb.

    sekali lagi saya katakan, saya tidak demdan dengan gdc, tapi ketidaktahuan konsumen mengenai legalitas, jangan malah diboongi. konsumen itu tidak pernah minta macam2, yang penting penuhi hak dengan cara benar setelah mereka melunasi kewajibannya.

    Bagaimana dengan kasus bapak irwan siregar yang tinggal di puri insani 1, masak gdc tidak mau mengakui bahwa gdc tidak ada hubungannya dengan rumah bapak tsb, dengan alasan rumahnya dibeli dengan daksa. yang anehnya lagi, bapak tersebut bayar uangnya ke marketing, eh…..duitnya ditilep sama marketing. Apes banget tuh pak irwan.

    bagaimana dengan melati yang 70% warga belum punya sertifikat.

    orang akan percaya penuh dengan gdc, kalau sertifikat warga diselesaikan. saya akan bantu promosikan gdc kalau ini terjadi.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  213. Rudi Says:

    Untuk bu Wihelmine saran saya konfirmasikan lagi ke GDC, tentang rincian biaya tersebut. kalau semuanya sudah jelas baru ibu bisa tanda tangan AJB.
    Pengalaman buruk ibu, karena Daksa dulu yang tidak terbuka. Saya kira GDC bisa diajak bicara untum menjelaskan masalah ibu. Bila telah jelas dan GDC minta untuk AJB, lebih baik ibu lakukan, karena kalau ada kesalahan notaris akan ikut bertanggungjawab juga, karena tidak teliti cek sertipikat.

  214. malakanist Says:

    Ibu wihelmine, jangan pernah mendengar saran yang tidak masuk akal, jangan ibu terjebak dengan pemainan yang tidak lazim dilakukan kalau orang membeli properti. Ini sudah saya buktikan sendiri bahwa gdc tidak bisa menunjukkan roya yang saya minta. Kalau pihak gdc bisa menunjukkan roya dari bank penjamin ibu boleh bergerak sedikit dan tetap berhati hati.
    Kalau cuma ingin mendapat informasi rincian ibu, oke2 aja, itu bagus, tapi kalau untuk menulasi, ibu harus banyak diskusi dengan tetangga, itu jauh lebih baik untuk kondisi sekarang. Uang yang sudah masuk tidak akan pernah kembali lagi secara utuh, bahkan perang urat syaraf.
    Jangan pernah lagi memberikan uang secara langsung ke gdc, ibu akan kecebur seperti bapak irwan siregar, ini fakta, ibu bisa datang ke rumah pak irwan di puri insani 1.
    Bagaimana sengan kasus bapak tommy yang sudah setor uang puluhan juta, tapi rumahnya tidak dibangun, akhirnya dia minta uangnya dikembalikan, dev mau kembalikan dengan cara dicicil, aneh bukan……..,setor utuh keluarnya nyicil.
    Tidak ada tanda2 dev lama atau baru untuk benar2 menunjukkan niat baiknya, mereka tidak akan pernah terbuka. Masak kalau konsumen lama ada kekurangan pembayaran dulu, harus bayar ke das, tapi kalau mereka punya ganti rugi dengan konsumen lama minta nya ke daksa, kata pak morist dan pah hary. Aneh ya…,giliran uang masuk ke das, giliran uang keluar minta ke daksa.

    Jangan ibu tertarik dengan iming2 ajb yang tidak sesuai prosedur, ini terbukti dengan konsumen lama yang sudah ajb 2 tahun lalu, terus diminta ulang ajb sekarang, is it true…..?,kasihan tuh konsumen tsb, tadinya mereka berharap dalam jangka 2 thn itu sertifat bisa didapat, tapi sekarang mereka kembali ke nol lagi, syukur2 1 thn or 2 thn kedepan sertifikat bisa keluar, kalau tidak jika dijumlahkan menjadi 4thn atau lebih mereka menunggu sertifikat, ditambah tahun2 sebelum mereka ajb pertama mereka sudah menunggu rata-rata 4 tahun, total semua kira-kira 7/8 tahun. Kalau orang sehat yang berpikir,sertifikat seperti apa 8 tahun tidak selesai…?

    Notaris yang benar, akan mengikuti prosedur yang benar, seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya, roya adalah syarat MUTLAK SEBELUM AJB

    Ibu lebih baik percaya konsumen yang korban juga, biar hak2 ibu sebagai konsumen terlindungi, kalau bukan kita sesama konsumen yang melindungi, siapa lagi…….?. Kita boleh percaya dengan dev, kalau mereka menunjukkan bukti2 dan prosedur yang benar, dan saya pasti mendukung abis gdc.

    APA YANG SAYA SAMPAIKAN DISINI ADALAH FAKTA

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  215. Wihelmine Says:

    Terima kasih kpd Bp. Malakanist & Bp. Rudi atas jawabannya.
    Kalo soal uang sudah bayar rumah nggak jadi2 saya juga ngalamin tuh, pas di pameran bilangnya 6 bulan setelah DP, rumah pasti udah jadi, salahnya kita nggak survey2 atau tanya2 org yg pernah beli, jd deh kena perangkap, sudah 2thn’an lebih setelah nge-push bolak balik ke dev baru deh rumah kita jd..
    semua janji2nya itu gombal, serah terima kunci proses lama di undur-undur, kuncinya kurang lah apalah.. terus katanya ada jaminan 1 thn kalo ada kerusakan akan di ganti, MANA?? eternit saya ada yg rembes air hujan, saya sudah lapor berkali-kali nggak ada hasil sampe sekarang (udah lewat 3thn).
    Terima kasih saran2nya saya akan tanya secara detil kepada GDC rincian biaya-nya,kalo perlu di fax secara rinci, ini brapa, itu brapa, dll..
    Jadi surat roya harus sudah siap/ ditunjukan pd saya kalo mau ttd AJB yah? ok nanti saya konfirmasi dulu soal itu.
    Terima kasih sekali lagi yah.

  216. Unggulo Says:

    Gila bener.. kasus saya yang tidak jadi ambil rumah di GDC masih inget? katanya 1 bulan akan dikembalikan 4 juta dan HANGUS 1 juta.. oke ga masalah, salah gw sendiri.

    Tapi kok, kita TRANSFER ke Bank 5 juta namun kita harus AMBIL LANGSUNG dalam bentuk GIRO ke SUNTER pada JAM KERJA!!!!

    Gila apa? Kok gw yang repot? Sialan banget GDC gw sumpahin loe semua! Ini ampir sama kayak kasus yang gw baca di atas, kok KITA YANG REPOT.. kalo yang komplan di atas saya , pertama KITA BAYAR CASH trus dia BALIKIN NYICIL..

    Kalo saya, bayar transfer BANK, kok HARUS AMBIL SENDIRI DI SUNTER PADA JAM KERJA !!!

    Gila apa? Gw kerja di Depok, Rumah di Bogor, Harus JAUH KE JAKARTA UTARA DEMI UANG HAK GUE 4 JUTA. BACA : HAK GUE! YANG SUDAH KALIAN POTONG 1 JUTA. PAKE AJA SATU JUTA ITU BUAT MAKAN GW GA RELAIN LOE GDC!!! BALIKIN KE REKENING KENAPA GA BISA???

    POKOKNYA JANGAN AMBIL RUMAH DI GDC.. Jaminan GDC SATU :

    KALIAN YANG REPOT SENDIRI!!!!!!!!!!!! TENAGA, WAKTU, UANG ABISSS PERCUMA

  217. Unggulo Says:

    Tambahan : TIDAK ADA SATU KATA PUN DARI GDC yang Bilang kalo “Bapak/Ibu gak jadi ambil rumah, bapak/ibu harus ambil sendiri ya uangnya ke kantor kami di sunter, kita nggak peduli salah situ sendiri kenapa ga jadi beli…”

    yang ada cuma, kalau nggak jadi, maka booking fee/DP dikembalikan dengan dipotong 1juta. TITIK!

  218. Jerat Grand Depok City alias GDC, alias Kota Kembang Depok « The Unggul Center Says:

    [...] 10, 2008 by Pompey Tidak perlu banyak menulis, saya hanya bisa komplain melalui situs diskusi di bicara rumah dimana saya sepertinya menanggalkan nilai-nilai intelektual karena kekecewaan yang sangat [...]

  219. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    Weladalah…masih seru juga toh?….hm…ckckckck…
    Jadi begini semuanya…sebage salah seorang wong sugih di bumi pertiwi endonesa ini….saya mau bagi2 tips…(bukan bagi2 duit…emang aku iniiiii….mbah mu opo?)

    Semua perkara di endonesa ini sudah lumrah ada mafianya…(tribute for Holland yg ngalahin Italy tadi malam…he…he). Kalo gak pake mafia, aksi tipu2, bandit dan upeti mana bisa saya jadi mulyo begini????

    Yang kesian itu lah ya kamu2 orang….kerja siang malem…ngumpulin duit buat beli rumah..eh udah kebeli sertipikatnya susah….Tega?….wah harus dan perlu itu…

    Akhir kata :
    Lah kamu liat dong bank penjaminnya?….AG wuuihhhh….sereeeemmmm….

  220. Manusia Says:

    hehehe.. lucu. lucu sekali.. udah lah bos setiap dateng pasti komennya kayak gini.. mas, mas, ga usah buka en ga usah posting lah, capek-capekin sampeyan aja. gaul sono ama monyet beneran gih… udah ga lucu komen-komen sampeyan.

    ga usah ikut2 sok satir nyindir dan hebat. Kita berbagi sesama manusia, bukan dengan monyet kayak sampeyan (sorry bukan menghina, soalnya nama user sampeyan kan monyet).

    kalo ga kita share disini, entah berapa banyak korban lain. kita ngga usah dikasiani sama monyet, mending monyet ngasiani diri sendiri kenapa mukanya monyet dan komentarnya seenak pantatnya monyet.

    salam buat keluarga monyet, semoga beruntung, bagi2 tipsnya buat keluarga monyet aja. Udah ngaku monyet, komentarnya nggak lucu lagi.. salah deh.. lucu deh.. ha… ha…. ha…. ha…

  221. lary Says:

    GDC mirip lampu neon–dibuat meriah, gembyar agar banyak ‘laron-laron’ tertarik mendekati terangnya sinar. Sebelum masuk, bujuk dan senyum manis ditebar penuh pesona. Setelah masuk ‘gelap-gulita’, hopeless, cape, main petak umpet.

  222. malakanist Says:

    Ibu wihelmine, mudah2an ibu percaya sama saya. Kalau ibu punya teman/saudara notaris, bawa notaris saat ibu berurusan dengan gdc. Biar notaris sama notaris yang berurusan, masak aturannya bisa beda, sekolah mereka kan sama, diktat yang dipakai juga sama.
    Cukup daksa yang sepeti itu, sama das/gdc jangan terjebak 2x.
    Saya tidak punya tendensi apa2 dengan gdc, tapi gdc belum menunjukkan niat yang benar terhadap kita yang jadi korban. selama ini gdc cuma bisa membual doang, careful with them.

    buat marketing or staff gdc, berhentilah anda membela gdc dengan buta, apa yang anda omongkan berlawanan dengan hati,mudah2an saudara/teman anda tidak terjebak seperti kami. level atas (manajemen) anda sendiri tidak bisa menjamin sertifikat bisa keluar, apalagi anda yang di level bawah, hanya demi fee yang tidak seberapa, anda menjual hati nurani anda.RENUNGKAN….,tapi jangan BENGONG…

    Saya tunggu komentar yang pro gdc, kalau perlu manajemennya, saya siap berargumen dengan mereka secara sehat,biar publik lebih banyak tau. copy darat lebih bagus, biar publik banyak yang datang.Ini untuk kebaikkan gdc juga.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGLE.

  223. joe Says:

    Pak Malakanist,
    usul untuk dibuatkan forum warga kawasan yang anggotanya warga-warga yang punya masalah dari setiap cluster dan dibuatkan data base permasalahannya. Bagaimana ?

  224. bangkit Says:

    gila ya,rupanya gdc masih bermasalah juga.tapi iklannya tetap gencar tuh.harusnya pihak bank dan DPP REI ikut peduli masalah ini.biar gdc gak seenaknya nipu calon pembeli untuk jadi korban berikutnya.
    untung kemaren pameran gak jadi ngambil rumah disana.gua cuma bisa saranin temen temen gue untuk gak ngambik rumah disana,biar iklannya gencar juga.
    @ buat seluruh warga yg sdh terlanjur,saya cuma bantu doa semoga masalahnya bisa cepet selesai dengan baik sesuai harapan semua.amien
    @buat marketing gdc,
    semoga bisa merasakan kesulitan calon pembeli dan warga yang sudah di rugikan.berempatylah sehingga anda bisa ikut memberikan solusi terbaik,bukan hanya argument semu yang hanya berorientasi penjualan.
    thks all.

  225. Wihelmine Says:

    Ya iyalah saya percaya sama Bp.Malakanist,
    kan Bp. kasih masukan dengan bermaksud baik, ok saya akan hati2 bgt supaya nggak hilang uang saya utk sesuatu yg nggak jelas.
    Saya pernah tanya pihak AG bank, bisa nggak saya bayar ke AG aja biar saya urusannya sama AG, biar AG lindungin saya jgn sampe bayar salah masuk kantong, AG bilang nggak bisa harus langsung ke PT. Dinamika Alam Sejahtera.
    bisa nggak ya saya minta setelah urusan beres AJB saya langsung bayar di tempat.. kayaknya nggak mungkin mau ya dia..
    krn saya takutnya saya udah bayar tapi taunya pas mau ttd.saya mau liat roya nggak ada/blom siap, terus ditunda-tunda uang saya nggak tau kmana lagi,nggak jelas..
    duh… repot bgt yah..
    terima kasih yah..
    Wihelmine

  226. Anggrek-3 Says:

    yang saya bingung… ternyata rumah kita kaga ada IMB – nya loh…. suer…. kalau kaga ada IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN.. berarti… kapan saja bisa di rubuhin dong sama TranTib… Wuihh Serrreeeeem deeeh…

  227. Eddy Says:

    Salam Hangat para warga GDC terhormat,

    Mohon maaf bukaanya saya tidak bersuara karena di sumpal oleh Pihak GDC, namun perisiapan semua berkas2 yang ada sudah beres dan rampung untuk tuntutan2 ke Pihak pengembang.

    Tambahan : Jangan menggunakan jalur Arbitrase, karena semua aspek hukum hanya mengedepankan hak konsumen yang dimana hukum tersebut masih lemah di indonesia bahkan bisa di putarbalikan oleh pihak GDC.
    Gunakan jalur hukum meja Hijau langsung.

    Ada benarnya sebelum AJB Siap pihak notaris harus menyediakan ROYA terlebih dahulu sesuai dengan apa yang di diskusikan oleh pengacara dan notaris saya. Ada baiknya jangan membayar AJB tersebut walau dengan iming2 akan selesai secepatnya dari pihak developer. Ikuti permainan mereka dan temukan sisi “akal-akalan” dari permainan mereka tersebut.

    Cek pembuktian kebenaran surat-surat tersebut.. ya kalau anda sibuk ambil cuti lah 2-3 hari .. untuk bolak balik kantor BPN, ga mw repot.. pasti banyak yang bantu kok terlebih untuk proses sertifikasi para pejabat2 tersebut sudah disumpah.. katanya… :P namun jangan kecewa .. toh anda keluar uang 100-200rb untuk cek ricek .. dari pada kecewa jutaan + makan ati.. termakan buaian GDC semata

    Selamat berjuang untuk semua yang ada di forum ini, katakan kepada publik bahwa kebenaran dan fakta yang ada di sini adalah SEBENAR-BENARNYA!!

  228. Marketing GDC of the year Says:

    Kalau saya jadi marketing GDC , saya akan tulis begini:

    Bapak ibu sekalian , saya marketing GDC dari pengembang PT DAS. Kami sepenuhnya memahami apa yang bapak ibu rasakan dan telah jalani selama bapak ibu berhubungan dengan grand depok city ,dh : Kota Kembang. Sebagai marketing , kami memiliki tugas untuk memberikan layanan yang baik pada bapak ibu sekalian sebelum , saat akan dan setelah bapak ibu membeli produk properti kami . Tentunya dengan kemampuan maksimal yang kami miliki serta juga keterbatasan kami sebagai pegawai , kami akan menjembatani permasalahan bapak dan ibu sekalian .
    Kami tidak menutupi bahwa permasalahan bapak ibu telah berlarut larut baik saat dengan Kota kembang maupun GDC yang mungkin adalah akibat kesalahan dari pihak perusahaan kami dan pengembang sebelumnya , namun ijinkan kami membantu ibu bapak dengan sepenuh daya kami serta ijinkan kami bertemu bapak dan ibu untuk membicarakan apa yang belum kami ketahui dan menjelaskan apa yang sudah kami ketahui.
    Kami menyadari , kami mencari rizky atas ridho ilahi , dan tidak ingin menafkahi keluarga kami dengan niat buruk membohongi bapak ibu sekalian . .
    Untuk itu mari kita bersama bertemu pada tanggal XXX jam YYY di ZZZ.
    Permasalahan bapak dan ibu di GDC adalah permasalahan kami juga sebagai pengembang , semoga dalam pertemuan nanti kami dan bapak ibu dapat menemukan solusi atas permasalahan kita semua sehingga bapak ibu dapat mendapatkan hak bapak ibu sebagai konsumen dan kami dapat mengembangkan bisnis kami atas ridho Tuhan .
    Apabila selama ini kami berjanji dan berkata berlebihan mohon maafkan kami dan bila ada kurangnya pelyanan kami mohon segera beritahu kami.

    Terima kasih
    Mr Ngakusalahsulit
    Marketing GDC ,

  229. iwan Says:

    Untuk cluster Anggrek 1, saya selaku warga merasa tidak nyaman karena tiap hari angkot-angkot GDC diparkir di depan mata (gerbang), terus jika hujan besar jadi banjir .
    Tim Marketing silahkan teliti apa penyebab banjir tsb

  230. malakanist Says:

    Untuk pak joe, persoalan di gdc gak banyak, cuma proses ajb dan sertifikat yang tidak sesuai prosedur.

    Untuk pak eddy, saya mengutip sedikit tulisan bapak “Ada benarnya sebelum AJB Siap pihak notaris harus menyediakan ROYA terlebih dahulu sesuai dengan apa yang di diskusikan oleh pengacara dan notaris saya”.

    Kalau bapak bilang ada benarnya, berarti masih mengandung 2 opsi, bisa benar harus ada roya, bisa tidak pakai roya.
    Seperti yang saya bilang sebelumnya, ROYA JAMINAN/ PARISIAL adalah MUTLAK.

    Saya dukung aksi pak eddy CS ke meja hijau, jangan pernah padam.

    Saya informasikan sekali lagi, omongan marketing gdc itu no thing, mereka tau cuma sekulit ari permasalahan ini.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  231. martin Says:

    Salam Hangat,

    ada yang tau status tanah di cluster alamanda? saya mau ngambil satu unit di cluster ini, thanks atas informasi berharganya.

  232. manurung Says:

    Kok saya tidak merasakan hal yang sama, surat-suart beres , ketika KPR terakhir saya bayar. Saya penghuni yang tinggal di Alamanda

  233. Mang Iya Says:

    Oom dan Tante, jangan lupa lhoo, selain surat-surat rumah, dev juga punya kewajiban membayar ganti rugi / biaya keterlambatan penyerahan surat-surat tersebut. Hal ini kalau di SPPJB saya tertulis jelas buanget. Sewaktu saya tanya sama orang dev GDC, mereka bilang itu tanggung jawab Daksa. Ha ha ha ha, jumlahnya untuk tipe rumah saya ini lumayan lho +/- Rp 5 juta, sama dengan jumlah BPHTB . Woiii pembela GDC ada komen ?? daripada ditagih di akherat mendingan bayar atuh Jang, he he he.

  234. dewieq Says:

    Membaca semua berita tentang GDC dari awal sampe akhir tiba-tiba membuat saya pusing karena sepertinya saya sudah membuat kesalahan dengen tidak melakukan cek and recek atas kasus2 yang menimpa pembeli rumah di Kota Kembang sebelum melakukan pembelian. Hal ini ditambah dengan melihat secara langsung kualitas bangunan GDC yang saat ini sedang ramai2nya di bangun. Rangka-rangka atapnya meliuk-liuk bak penari profesional, kusen kayunya layu dan banyak bangunan saya liat penataan batu batanya ga karuan, bolong disana sini. Saya sudah terlanjur mengambil type Almanda 45/120 dari November 2007 namun sampai sekarang bangunannya juga belom ada 50% berdiri, padahal tenggat waktu sampai November 2008 akan segera habis. Saya merasa harga yang hampir 300juta tidak sepadan dengan kualitas bangunan yang ditawarkan. Belum lagi jalan-jalan masih kering, belom ada penataan taman yang seharusnya dilakukan jauh sebelumnya, water park yang dijanjikan bulan Juni 2008 openingnya mundur jadi July 2008 yang setelah saya cek ke lokasi sampai saat ini pun tahapan pembangunanya masih jauh dari kata sempurna…
    Sebagai konsumen baru saya hanya bisa berharap, semoga SMR memenuhi janji-janji manisnya dan bisa bekerja lebih baik daripada Developer sebelumnya (yang mungkin memang satu manajemen).

  235. Martin Says:

    Pak Manurung,

    Cluster ALAMANDA belum jadi Pak, masih dibangun rumahn2ya. bapak penghuni blok dan No berapa?
    idii… sereeem.

  236. chepee Says:

    kota kembang itu developer bangsat..#@#
    marketing and orang2 developernya anjing kalian semua!! gak perlu diajak nego karena pada pura-pura bego.
    hati-hati ganti nama padahal dalamnya serigala-serigala juga.

  237. gerakan anti developer penipu Says:

    mau namanya kota kembang kek, grand depok city kek, apa pun lah namanya percuma…

    lebih baik kasih nama “kota bohong belaka”.

    ini konspirasi pemda depok, dengan developer, kenapa tidak diberikan sanksi hukum yg keras karena hanya keledai yang jatuh yang di lobang sama. kasihan warga depok atau pembeli rumah GDC ini yang lagi-lagi ditipu dengan janji-janji manis developer cari untung doang.

  238. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    waduh…waduh…jangan sampe keluar dong kebun binatangnya….sante wae….ntar jadi keliatan mana yg manusia/orang beneran…mana yg hewan….

  239. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    Satu lagi…ketinggalan….buat mas @manusia yg kemaren maki2 saya…terimakasih mas…he..he…

    btw koq situ tau pantat monyet “enak”?….please…jangan sampe seperti yg ada dipikiran saya ini…..;)

  240. riyan Says:

    saya kredit rumah di grand depok city yang saya tau disana menurut saya : spitank tempat buang air sangat rendah hanya 1×1 meteran,maka kalau keluarga sering BAB maka spitank pun cepat penuh. dan kalo sumur air / jet pump juga kurang dalam yang saya khawatirkan adalah saat musim kemarau air susah didapat, juga kualitas mesin yang dibawah standar,tolong kepada pihak pengembang diperhatikan agar yang lain tidak ada keluhan lagi..

  241. Mang Iya Says:

    Daksa cs ? nang ning nang ning nang ning nong (bacanya sambil bergaya kayak orang dari Riau 11 Bdg / Grogol Jkt ), he he he . . . . .

  242. iwan Says:

    Saya selaku warga Anggrek 1 mengucapkan terima kasih atas sikap responsif GDC yang telah mengatur dengan baik kendaraan angkotnya , sehingga tidak merusak pemandangan pada pintu masuk gerbang kompleks. Hal yang mungkin perlu dilakukan lebih lanjut adalah pengaturan kembali saluran eksisting dari cluster Alpina menuju komplek Anggrek 1 atau pembuatan saluran tambahan guna mencegah terjadinya banjir dalam komplek, mengingat rumah kami berada pada titik cekung (tempat berkumpul air). Saya amati pada saat hujan air menggenang bagian tengah dan cenderung banyak, dan yang cukup khawatir adanya kabel bawah tanah serta panel listrik yang tidak teratur (panel tidak ditambah sejalan pertambahan rumah).

    Trims, semoga GDC sukses

  243. Mang IT Says:

    Dear All,

    Launching Free Wireless for Cluster Gardenia, range until Anggrek Also.
    Free Internet connection (Wireless Only) trial test 1 Week Limited Area.

    Enjoy Your connection

  244. ayah adit puan Says:

    Mang IT,
    untuk cluster alamanda apakah masih masuk range jangkauannya?
    insya alllah saya akan jadi salah satu penghuni disana, alhamdulillah per 23 mei kemarin sudah akad kredit lewat kpr btn bogor.

    Memang kalo membaca comment2 diatas, serem2 kayaknya.
    Tetapi saya percaya akan iktikad baik dari pihak GDC untuk menyelesaikan masalahnya dengan para customernya. Kebetulan sabtu kemaren saat saya nengokin pembangunan rumah saya dan mampir ke temen istri yang tinggal di Anggrek 3, dapat kabar dari temen istri bahwa mereka telah dapat pemberitahuan dari developer untuk melanjutkan proses PPJB ke AJB, karena Status tanah yang dulu dibekukan karena developer lama lalai membayar pajak sudah dapat di clearkan.
    Semoga kita semua dapat menjaga diri kita dan bathin kita dari segala sesuatu yang cenderung menjadikan fitnah bagi orang lain.

    Wassalam,
    Ayah Adit puan

  245. dewieq Says:

    Pak Manurung,

    Iya sampean tinggal di Alamanda sebelah mana? wong belom ada yg jadi rumahnya ko… idididiiiiihh sereeeeemmmmm amat..
    Komen yang relevan dung, jangan mengada-ada trus kok jadi arena hujatan kebun binatang. Ga paham saya sama orang-orang gitu (siapa? sampean?chepee?). Kalo mau nimbrung pake pikiran.

  246. WINARTO Says:

    pada bulan Oktober 2007 saya pernah ke bagian pemasaran GDC dan memberikan tanda booking type alamanda sebesar 1 jt, akan tetapi karena satu dan lain hal saya tidak jadi ambil rumah tersebut, ternyata perumahan tersebut banyak membawa masalah kepada para penghuninya, semoga masalah tersebut cepat selesai.

  247. ayah adit & puan Says:

    ibu dewiq,
    tanggapan ibu itu untuk saya atau p manurung kah?
    Saya bukan p manurung bu, saya adalah calon penghuni di cluster alamanda blok b6 dan saya menyambut baik kalo ada sambungan wireles internet yang akan menjangkau calon rumah saya.
    saya tidak ingin berpolemik dengan siapa saja, dan mohon maaf apabila comment saya kurang berkenan di hati.

    Wassalam,
    Ayah adit puan

  248. Mat Klewer Says:

    Wah alhamdulillah dah nemu blog ini duluan sebelum bayar booking fee…jd ill feel nih…padahal kalo liat lokasinya amat menjanjikan (meski jalan masuknya di bawah SUTET)…& waktu minggu kemarin main ke GDC & kantor pemasarannya terus terang tertarik banget & setelah diskusi dengan keluarga niat nya makin bulat buat ambil cluster melati 2…tapi kayanya perlu sholat malam nih buat mutusin hal yg berhubungan dgn masa depan kaya gini (maklum karyawan bayaran dgn gaji pas2 an hehehehe) :) )

  249. ayah adit & puan Says:

    Sesama muslim, saya sangat salut apa yang akan dilakukan oleh Pak Mat klewer.
    Sebelum saya memutuskan mengambil di GDC, saya juga mengumpulkan informasi dari banyak sumber termasuk blog ini. Kemudian saya survey ke lokasi dan bertanya langsung ke temen2 yang sudah lama menjadi penghuni di GDC (tinggal di anggrek1,anggrek3, dan puri insani1). Dan juga percaya pada feeling hati dan perlu adanya campur tangan Allah SWT. Karena saya percaya bahwa Allah akan memilihkan yang terbaik bagi umat-Nya

    Dari situlah saya memutuskankan memilih cluster alamanda, tetapi juga saya tetap mengambil tindakan aman yaitu mencari rumah yang sudah dalam tarap dibangun dan lewat KPR agar tidak repot dalam mengurus legalitas nya nantinya.
    Selamat hunting rumah,Kita sendirilah yang paling tahu apa yang terbaik bagi kita dan keluarga. Tentunya jangan lupa libatkan campur tangan Tuhan dalam menentukan pilihan.

    Wassalam,

  250. Mang IT Says:

    Free Internet Connection limited range only, Alhamdulilah Cluster Gardenia is already covered 100 %, please Find Free connection @ SSID : Gardenia WIFI, and please report to me the range frequency.

    Any comments please sent to my e-mail aak@cbn.net.id

  251. budiono Says:

    hari minggu kemarin cluster alamanda rumahnya sudah banyak yang berdiri, tinggal fasilitasnya aja masih dibangung, semoga cepat pembangunannya, (calow penghuni cluster Chrysant)

  252. budiono Says:

    hari minggu kemarin cluster alamanda rumahnya sudah banyak yang berdiri, tinggal fasilitasnya aja masih dibangung, semoga cepat pembangunannya, (calon penghuni cluster Chrysant)

  253. Aryo W Says:

    Buat Ayah Adit & Puan,

    Sorry ternyata rumah yang di janjikan oleh team marketing di blok Alamanda sudah di booking orang. Saya sampe marah2 kemaren, sudah berkali-kali survey ternyata tidak jadi. pdhl sudah di janjikan bisa pindah ke Alamanda.
    Jadinya batal dech kita bertetangga.

    Saya masih bingung jadi ga yah ambil yang di cluster anggrek 2 blok S2/11?
    Masih belum ada aktifitas apapun, tapi tadi pagi lewat jalan masuk anggrek 2 & 3 sudah di aspal kembali.

    Ada yang tinggal Di Anggrek 2 ga?
    Baik penghuni lama ataupun calon penghuni baru.
    Pak Willy? Pak Budi? kirim email dung ke mujadoel_99@yahoo.com
    bikin milist yuk, biar kompak ndesak developer supaya cepat di kembangkan anggrek 2.

  254. willy Says:

    to pak aryo
    saya dulu juga pengennya di alamanda tapi yang type kecil kehabisan tinggal type yang gede maklum kuli pabrik gk kuat cicilannya.. jadi pilihan kedua ya anggrek2 biar klo ke stasiun gk terlalu jauh . saya dh lama gk ke lokasi tp info terakhir akan dibangun 40 unit (info dari pak ipung)

  255. Aryo W Says:

    Pak Willy,

    Sudah akad blum? Saya sudah satu bulan ini di todong suruh akad, tapi saya minta paling tidak ada aktifitas pembangunan lah di Anggrek 2 sebelum akad jadi saya yakin kalo nanti bakal di bangun cepat.

    Concern saya di anggrek 2 yang paling utama adalah masalah kavling tanah kosong. Yang sudah merupakan hak individu bukan punya GDC lagi. Mungkin dahulu Daksa menjual berupa kavling tanah bahkan ada kontraktor yang di bayar dengan kavling tanah karena Daksa tidak mampu melunasi hutang.
    Kalaupun rumah nanti saya dibangun, kalau yang punya kavling tanah itu tidak segera membangun rumahnya, rumah saya bakal berdiri sendirian hehehee ga ada tetangganya.

    Pertanyaannya berapa lama tinggal sendirian di sana? bahkan GDC sendiri ga bisa jamin itu bakal dibangun karena sudah bukan kewajiban mereka.
    Mereka hanya bisa mengirim surat peringatan kalau yang punya tanah kosong harus segera membangun rumahnya, karena dalam perjanjian jual beli, dalam jangka waktu 2 tahun kavling tanah harus segera di bangun. Kalo tidak kena penalty.

    Makanya kemaren saya komplain ke marketing-nya dan di janjikan boleh pindah ke alamanda eh pas oke koq malah tidak bisa karena sudah di booking orang lain.

    Makanya kalo bisa yang tinggal di anggrek 2 baik yang lama ataupun calon, kita bikin komunitas dari sekarang jadi bisa ngompor2in yang hanya punya kavling tanah suruh mbangun rumah, biar cepet rame.

    Hayo2 yang angrek 2….

  256. ayah adit & puan Says:

    Pak Aryo,
    Sebagai informasi aza, banyak kavling tanah di anggrek 2 adalah milik perseorangan. Info dari temen istri yang tinggal di anggrek 3, dulu waktu dia bangun rumahnya di anggrek 3 adalah dengan biaya sendiri, kemudian harga bangunan rumahnya diganti oleh developer saat itu dengan kavling tanah di anggrek 2.
    Jadi kayaknya memang susah mengharapkan pembangunan rumah serempak di anggrek 2, karena adanya kepemilikan kavling2 atas nama perseorangan sbg ganti rugi biaya atas bangunan yang notabene kebanyakan mereka sekarang udah tinggal di GDC.

    wassalam,
    ayah adit puan

  257. Wahyu Says:

    Iya betul…memang anggrek2 banyak kavlingnya sudah ada yang punya. Tapi anggrek2 per bulan ini sudah resmi punya RT sendiri dan masuk dalam ke Erwean angrek3 (RW06)..
    Wah gak ada tempat Offroad buat main sepeda dong kalau dibangun rumah….hehhehe.
    Atau mau beli rumahkua aja ?

    Wahyu Jatmiko
    Anggrek3-A1 no23/34
    ( For sale )

  258. Iman Says:

    Pak Aryo, Pak Willy, …….. kemarin Kamis sore sy ke lokasi Anggrek 2 GDC, ternyata selain sudah ada Hot Mix jalan, GDC sudah mulai pasang boplang di Blok S untuk bangun sekitar 14 unit rumah baru dulu, mungkin termasuk rumah pak Willy. Sebaiknya pak Aryo teruskan sj akadnya, karena GDC penuhi janji di bulan Juni ini sudah mulai bangun rumah kembali. Silahkan cek sendiri ke lokasi Anggrek 2.

    Perihal pemilik kavling yang beli dari Daksa, saat ini sudah ada yang dibangun di Blok M1 dekat pak marzuki & rumah yang sebenarnya perlu listrik dan akan siap huni sekitar 5 rumah tersebar di Anggrek 2. Kewajiban GDC tetap ada terhadap pemilik kavling lama tetap masih ada yaitu bereskan fasilitas jalan dan listrik yang dijanjikan Agustus ini.
    Saya dengar ada pak Gunter dan pak Dadang, serta Bu Farah sebagai pemilik kavling Anggrek 2 yang ada rencana untuk bangun rumahnya. Memang kewajiban pemilik kavling untuk bangun rumah sesuai PPJB/AJB dulu.

    Selamat bergabung di Anggrek 2 GDC.

  259. willy Says:

    to pak iman, terimakasih atas infonya kapan2 saya juga pengin liat perkembangannya

  260. teguh Says:

    Mang IT, sampe gak ke Kloster Roma ya???

    Allhamdulillah saya betah tinggal di GDC, hehehe

  261. Mang IT Says:

    Dear Teguh,

    untuk wilayah anggrek 3 sebagian tercover tanpa perlu tiang tambahan, namun untuk ke wilayah ROMA saya rasa akan banyak gangguan jika Client tidak menggunakan tiang tambahan.

    Untuk informasi berlangganan hubungi 021-70329951

  262. yudi hartono Says:

    kalo harga sembako naik saat ini di grand depok untuk bulan juni tidak naik buruan beli pak nguntungin. yudi marketing gdc

  263. yudi hartono Says:

    sekarang sektor lantana ada type 45/105 yang menghadap bulevard, gile bo nilai invest banget, seperti beli rumah di margonda 5 tahun yang lalu, buruan jangan sampai kehabisan. kalo mau beli call 99145410. thank’s

  264. yudi hartono Says:

    ruko anggrek 1 sudah habis kita buka ruko waterpark,yang menghadap dua muka. terbuka juga bagi yang mau sewa kantin.khabar bagus lagi sektor alpinia yang kemarin habis sekarang di perluas di buka lagi unit terbatas. hubungi yudi 99145410

  265. yudi hartono Says:

    crysant habis tinggal 4 unit, jasmin tinggal 3 unit 45/90, alamanda habis tinggal 36/90 dua unit lagi. lantana masih ada, alpinia ada pengembangan. buruan yang beli banyak jangan sampai kehabisan. anda butuh rumah call yudi 99145410

  266. astrid tan Says:

    pak yudi t.36 dijasmine masih ada ga, tpi kenapa banyak komentar diatas yg miring2 ttg gdc. aku sih percaya pak yudi dh masalahnya kntrku dekat gedung SMR… puguh gedungnya sih hehehehehehe. yg diatas nmrmu yah…

  267. iwan Says:

    Sektor Alpina akan tambah bagus jika dibuatkan saluran drainase yang benar, agar tidak banjir, tidak ada konflik antar warga di kemudian hari, sehingga pembelinya yang akan tinggal disana bisa nyaman. Jadi tidak sekedar buruan beli aja, lihat juga faktor resiko pada proyek tsb jika mau maju

  268. nina Says:

    Gaya yudi jualan ‘bombatis’ benar hanya berorientasi bagaimana dagangan laku, tidak ‘cerdas’, pembeli atau konsumen sekarang sudah pada cerdas apalagi yang membeli rumah disana pada umumnya konsumen yang mengerti, baik dari segi kualitas, lingkungan hidup dan tentunya legalitas. Gaya anda jualan rumah, kaya jual duren aje

  269. Eddy Says:

    Duh … yang diladenin yang baru-baru saja, yang lama ditinggal tanpa perhatian penuh… boro-boro AJB Sertifikat aja masih ga Jelas? Bulan Juli Pak.. Oit .. ini Udah Bulan Juli Coy… Menurut Mbak nina Mr. Yudi Jualan Duren.. Menurut saya Durennya dah Kena angin “Anyep” karena pecah jatuh dari bak ter bukan POHON.

  270. yudi hartono Says:

    bu astrid aku udah fax daptar harganyakalo bisa booking dulu bu, kav yang ibu mau aku udah bantu tutup.

  271. yudi hartono Says:

    para komentar maaf aku numpang pasang telp. jelas semua komentar baik atau buruk jadi masukan buat kami sebagai acuan agar grand depok tetap mawas diri ke lebih baik,kita akan selalu ke arah perbaikan dan jelas butuh waktu,dan terima kasih yang sudah telp dan mengerti kondisi kami.dan dengar penjelasan yudi sebagai marketing.

  272. yudi hartono Says:

    berita bagus jalan aster sudah mulus dan untuk anggrek 2 jalan sedang pengapuran anti rayap,dan pemadatan bagi yang punya kav di anggrek 2 buruan bangun,karena kami akan bangun secepatnya di anggrek 2 biar rame, taman sudah mulai kita tanam hampir keseluruhan target tahun ini.bagi yang mau sewa ruko kita buka 7 unit dengan catatan brand terkenal,lebih jelas hubungi yudi 99145410

  273. Anggrek3 Says:

    Syukurlah.. kalau Anggrek2 jadi Rame dan banyak penghuninya… kita kita yang di Anggrek3, sangat support agar Anggrek2 cepat terisi full…

    Mazz yudi.. saya mau nanya.. katanya kalau kita mau tinggal di Anggrek2, akan dikenakan biaya Pemasangan Listrik serta tiang listrik sebesar 7jt-an oleh penghuni lama… karena dahulu kala sewaktu jamannya mazz yudi sebagai marketing Daksa… para warga Anggrek2 penghuni lama, memasang instalasi listrik secara patungan sesama warga, karena Developernya Tidak Mau Ngurusin… sehingga sebagai kompensasinya… para penghuni lama mengenai biaya sebasar 7jt-an kepada calon penghuni baru… ya.. kalau seandainya hal ini betul.. saya pribadi sih ndak menyalahkan warga A2 penghuni Lama, menurut saya sih Wajar jika warga penghuni lama mengenai biaya kepada penghuni baru… Abiss.. mereka beli rumah ndak dikasih listrik…. betul apa tidak sih mazz yudi..???

    Thanks-Anggrek3

  274. Wanti Says:

    Pak Yudi kalau boleh koreksi, statement ………”kami akan bangun secepatnya di anggrek 2 biar rame”…… Sebetulnya bukan …akan secepatnya lagi….., tapi sekarang sejak 26 Juni 2008 GDC di Anggrek 2 sudah membangun lagi Unit-unit baru di Blok S (sedang dalam tahap gali pondasi) dan menyelesaikan bangunan-bangunan 2 lantai yang sudah lama tertunda. (silahkan cek ke Anggrek 2).

    Untuk yang menanyakan dari Aggrek 3, ……… sebetulnya keliru kalau penghuni lama Anggrek 2 minta biaya-biaya Pemasangan Listrik serta tiang listrik sebesar 7jt-an kepada calon penghuni baru Anggrek 2 karena kondisi dahulu lain dengan keadaan sekarang.
    Penghuni lama kan sudah merasakan listrik sudah lama, andaipun benar harus ikut bayar…..gak bisa disamaratakan 7 juta dengan penghuni baru Anggrek 2.

    Selain itu tidak semua Blok di Anggrek 2 bisa menggunakan/dipasang listrik dari fasiltas Listrik yang sudah ada sekarang di Anggrek 2. Contoh seluruh Blok S, sebagian Blok M1 ke belakang tidak mungkin dapat pasang listrik dari yang ada sekarang, tapi harus disediakan oleh Developer (GDC) yang katanya lagi diurus ke PLN.

    Jadi tidak wajar minta 7 juta ke calon warga Anggrek 2 yang baru, sama saja setelah rugi oleh Daksa…terus minta ganti sama calon penghuni baru Anggrek2. nanti malah bisa dianggap memeras…. calon penghuni baru. yang benar 100% minta ganti rugi ya .. tetap sama Daksa dong…, jangan jadi menyulitkan pihak lain.
    Thx…

  275. Bobby Says:

    sesama marketing dalam satu tim memang harus saling membantu….
    kekekekekekekek

  276. Anggrek3 Says:

    Terimakasih mbak merry ehh.. maksud saya mbak wanti atas pencerahannya…

    Mudah mudahan informasi yang saya terima keliru, , , informasi mbak merry ehh mbak wanti yang benar…

    Jadi nanti kalau ada calon penghuni baru Anggrek2 yang menanyakan ke kita mengenai pungutan pemasangan instalasi listrik oleh para penghuni lama,,, kita akan arahkan supaya mereka minta perlindungan ke para Marketingnya saja atau kita anter ke rumah …. (kalau ndak salah ada marketing GDC yang ngontrak di A3 ya..)

    Karena sampai detik ini yang kita tahu ada sekitar 5 warga, yang belum bisa menempati rumahnya karena alasan iuran listrik tsb…

    Mazz Yudi…
    Udah gitu… kalau masalah Sampah, sistem pengangkutan dan pembuangannya bagaimana ya… kan tempat pembuangan sampah yang lama sdh tidak ada… jadinya di buang kemana ya….

    Thanks-Anggrek3

  277. Wahyu Says:

    Hihihihihi…Merry ya bukan wanti…

  278. yudi hartono Says:

    saya ucapkan terima kasih atas semua komentarnya,baik maupun buruk yang intinya saya yakin semua menginginkan grand depok lebih bagus lebih maju, itu tidak terlepas dari jasa bapak dan ibu kasih masukan dan komentar,yang jelas semua sedang dalam perubahan total untuk membangun dan menyelesaikan masalah masalah yang di tinggalkan developer lama.dan terima kasih buat ibu yang telp. saya pesan ruko walau banyak komentar dan kritik membangun buat kami. juga bapak dari surabaya yang telah beli dan ucapan simpatinya buat kami. makasih semua.!! !yudi 99145410

  279. yudi hartono Says:

    buat bapak yang di anggrek 2 listrik dari developer grand depok sedang proses ke PLN dan tidak perlu bayar 7 juta kalo pasang dari tiang kami.secepatnya pak tiang dalam pengurusan. dan buat bapak dari anggrek 3 soal sampah sudah kita pikirkan ada tempatnya kita buang bukan dekat kawasan kita pak….! dan saya pikir tiap hari ada truk sampah kita yang ambil yang jelas di buangnya nggak kaya dulu pak, kita buang jauh dari kawasan kita. sekarang kita lagi konsent bangun anggrek 2 biar lebih rame, jalan ke anggrek 3 sudah mulus harga di anggrek nilai investnya tinggi. siapa tahu bapak yang beli dari developer lama mau jual murah… kita siap jual banyak yang butuh. yudi 99145410

  280. Lily Says:

    bacot!!!

  281. Kerto Wijoyo Says:

    buat Lily, ada apa yach??

  282. Anggrek3 Says:

    Mazz yudi…
    Salut buat anda… memang dari sekian banyak marketing Daksa dulu, tinggal beberapa marketing yang masih bertahan termasuk anda…
    Dari pengamatan kami, cuma anda yang masih tersenyum dan berjualan serta tetap berani menemui konsumen walaupun kondisi sedang tidak baik… sekali lagi salut..
    Dari komentar2 di forum ini, kami tahu banyak marketing serta karyawan GDC dari level bawah sampai pak project manager yang ikut nimbrung.. but cuma mass yudi yang berani menggunakan nama asli dan memberikan no hp-nya… lagi lagi salut…
    Buat Para Calon Pembeli di GDC… kalau boleh kami kasih masukan.. jika berniat membeli property di GDC, hub Mass Yudi, , ,
    Buat mass yudi, Kami yakin Anda akan tetap berjualan dengan jujur, ceritakanlah apa adanya , jangan ada yang ditutup tutupi, baik itu masa lalu atau masa sekarang… Biarkan konsumen memilih, ajak konsumen bertanya pada warga lama, jika memang rejeki pasti akan jadi milik anda… Anda masih sering mampir shalat-kan di Masjid Anggrek3…
    Oiya… denger denger… Bonus Anda sejak GDC sampai di Angka 100jt Rupiah… lagi lagi sekali lagi Salut…..

    Salam-Anggrek3

  283. Shalahuddin Ayyubi Says:

    Yth. Pimpinan GDC (PT Inti Karsa Daksa, PT Dinamika Alam Sejahtera, PT Sumbermitra Sarana Realtindo, PT Duamitra Suksessentosa dan PT Jaka Inti Realtindo)

    Apa kabarnya ? semoga tetep sehat dan diberikan kelapangan sehingga dapat segera menyelesaikan PR-PR nya.
    Sepertinya Bapak2 belum pernah secara kongkrit menyelesaikan permasalahan paling mendasar di kawasan kota kembang, yaitu masalah sertifikasi rumah. Fasos dan fasum tentu sangat penting, tapi yang paling penting bagi konsumen pembeli rumah, ya surat-surat rumah.
    Terima kasih tentu kami sampaikan atas perbaikan jalan ke arah Anggrek 3. Tapi jujur kita mau nanya, apabila di situ tidak ada sektor Anggrek 2 yang sedang anda jual lagi, apa GDC masih mau memperbaiki jalan lingkungan kami ???
    Kembali ke masalah sertifikasi, alangkah eloknya apabila Bapak2 dapat segera menghubungi kami satu persatu, untuk membicarakan penyelesaian sertifikasi sekaligus untuk membuktikan kepada kalayak ramai, komitmen GDC sebagaimana yang telah sering disampaikan para marketingnya. Berapa lama waktu penyelesaiannya dan apa yang akan diberikan sebagai kompensasi apabila ternyata waktunya molor, dll…

    Salam Pembebasan !!!

  284. Wahyu Jatmiko Says:

    Makin banyak dan gak pernah selesai selesai jadinye neh forum….Hihihihihi.
    Buat Yudi…banyak tuch di anggrek3 yang mau jual rumahnya. Kalau gak ada sertifikatnya bisa dijualin gak??? rumahku juga mau dijual LT195/LB90. 580jt dech…..tapi yang ini udah ada sertifikatnya….

    Wahyu A3-A1 no23-24

  285. Joy Says:

    Alhamdullilah Gw tinggal di GDC Anggrek 3 enak banget, apalagi jalan-2 sudah mulus, plus sarana -2 lain ( water boom, ruko dll ) sedang dibangun , dan yang paling penting sertifikat rumah udah ditangan.
    Jadi kenapa ga pilih GDC buat tempat tinggal kita.
    so tunggu apalagi………buruan ambil rumah di GDC

  286. Salam Says:

    Tidak perlu “apriori” dengan GDC karena ada Anggrek 2 jadi ruwet……dech hidup ini, yang penting realitas jalan-jalan di GDC sudah mulus selamat menikmati…. Soal sertipikat belum selesai itu memang nasib yang perlu perbaikan akibat ulah Daksa. Jangan marah pak karena di Anggrek 3 banyak yang tidak “…sssssstttt….” terhadap GDC.
    Mudah-mudahan semua pihak pintu hatinya selalu terbuka untuk perbaikan.

    Salam Pembebasan..

  287. Anggrek3 Says:

    Mazz Yudi…
    itu coba jualin rumahnya Pak Wahyu Jamiko di Anggrek3 bisa ndak… BUKTIKAN DONG Kalau anda Adalah seorang Marketing yang memegang Komitmen… Jangan sampai ternyata kami kami ini salah menilai tentang diri anda… Setahu saya, policy GDC .. marketing tidak boleh menjual unit rumah selain milik GDC… apa perlu kami minta ijin sama pak project manager mazz…

    Buat teman2 yang senasib lainnya..

    Fyi.. kami di Anggrek3, memang sudah ada yang mempunyai sertifikat tapi cuma 1/3 dari jumlah rumah… itupun dapatnya dengan cara perjuangan yang sangat LUAR BIASA… dengan kekompakan dan TIDAK SALING MEMENTINGKAN KEPENTINGAN PRIBADI..

    Sampai sekarang, Teman2 yang belum dapat sertifikat, masih dalam perjuangan di pengadilan… devl-nya naik banding…

    Jadi… yaa.. kami itu ya.. begini…

    Salam-Anggrek3

  288. ihsan Says:

    Ya jelas blog ini kayanye bisa dapat rekor ‘muri’ sangat panjang, tidak terbayang dari sejak muda sampai tua nanti terus menulis karena menunggu sertifikat. Tidak terbayang juga jika ada warga yang akhirnya sepuh dan meninggalkan harta yang bermasalah. Subhanalloh

  289. Wahyu Jatmiko Says:

    Oya sekedar sharing aja kalau gak salah di blok saya aja itu ada 5 Rumah yang mau dijual…Rumah Pak Babay ( A1- 21 ), Rumah Pak Rudolf ( A1-22 ), Rumah Pak Saragih. (A2-1) , Ibu Firly ( A1-14 ) dan Rumah saya ( A1-23 &24 ). Kecuali rumah saya, rumah yang lain masih belum ada AJB dan serifikatnya…..so itu mungkin tantangan Pak Yudi kalau bisa buktikan semua rumah itu bisa kejual dengan baik. Dan jadi bukti juga bahwa rumah di GDC sangat diminati jadi walaupun tidak bersertifikat orang mau beli.
    O ya di Blol lagi juga ada Rumak Kakak saya di Blok D1 No 23, Kemungkinan juga mau dijual.

  290. Wahyu Jatmiko Says:

    Buat Pak Ihsan, Sudah ada Pak. Teman kita tercinta meninggal dunia dan belum tuntas juga urusan rumahnya.

  291. Eddy Says:

    Yth semuanya .. termasuk marketing GOMBAL.. (masih yth)

    mending diurusin dulu warga lama, jangan koar2 laku ini laku itu.. PAK YUDI.. masih ga nanggep .. kan sudah saya ajarin .. yang dijual itu bukan JANJI tapi REAL Fakta..

    Apa perlu saya telpon lagi ke HP Anda… hehe saya ganti nomor .. kemungkinan nomor yang anda simpan dan ditolak terus akan tidak berlaku..

    Gimana low mau jadi marketer handal.. lha wong yang dijual kayak jualan obat di emperan.. kalau perlu ilmunya bilang… jangan jualan kayak jual kacang.. malu2in..

    saya ambil S2 Bisnis ga bakal pelit ilmu.. harta ga dibawa mati.. jgn pusing mikir ga dapet bonus buat anak istri.. makan tempe yang penting HALAL ga mudharat..

    Sekali lagi tolong urus yang bener perijinan koordinasi dengan bagian legal tolong urus warga lama yang menghidupi kalian dari bunga uang yang sudah dibayar LUNAS sejak lama.

    Maaf sedikit menceramahi.. namun saya marketer sedikti malu dengan tampilan jual kacang gini… mending ke PRJ sana.. Professional dalam berbuat dan bertindak kalian akan maju, ga perlu tipu muslihat membohongi dengan bertindak seakan warga puas, silahkan turun ke lapangan.

    Yang masih heran2 knp saya ngomong gini mohon dimaafkan karena saya dan pak YUDI sebelumnya telah melakukan pembicaraan sepihak [silahkan scroll jauh keatas]

    Sekali lagi mohon maaf bukan maksud menggurui atau mengkomentari, namun bertindak sesuai apa adanya dengan kebenaran sesungguhnya.

    Saya adalah penghuni Gardenia Blok R2 no. 28.

  292. Eddy Says:

    Tambahan untuk informasi, Sampai detik ini saya belum dihubungi oleh Pihak GDC baik untuk klarifikasi maupun penjelasn serah terima AJB yang dijanji-janjikan.

  293. yudi hartono Says:

    makasih atas pujianya bos…..! buat bp. anggrek 3…ya prinsip kami semakin kita bisa menyelesaikan berbagai masalah semakin tambah nilai point positif buat kami, karena semua adalah tanggung jawab yang harus kita selesaikan, yang jadi masalah justru kalo orang yang nggak punya masalah….. he..he lempeng aje…nggak pernah mikir….artinya pikirannya kosong…! becanda bos….he..he…kalo ada yang mau jual rumah di anggrek 3 boleh deh titip jual ke grand depok kadang ada konsumen yang butuh rumah stock…! nanti saya usulkan ke atasan saya… datanya aja pak !…!saya juga salut sama bapak atas kesabarannya menunggu penyelesaian masalah yang sedang di urus grand depok city, masalah peninggalan develover yang lama. semua pasti grand depok selesaikan pak… insya allah…!

  294. Mang IT Says:

    Mohon komentar untuk warga yang dapat menikmati sinyal dari Gardenia WIFI, demi tercapainya pelayanan yang memuaskan. Kirim ke aak@cbn.net.id

  295. yudi hartono Says:

    buat pak edy maaf… alhamdulillah saya selalu bilang apa adanya ke konsumen…dan alhamdulillah juga saya bukan salah satu marketing yang menjual rumah pada saat bapak beli…dan insya allah anak istri saya makan dari barang yang halal pak… dan terima kasih atas sarannya bos….hp saya nggak pernah ganti karena saya marketing …!yang jelas sampai saat ini saya hormat dan respek sama bapak…!saya mungkin harus belajar banyak dari bapak..tentang menjual rumah yang baik dan santun. dan tidak lupa salam buat bapak sekeluarga,juga sama pak haji konsumen saya tetangga bapak no.26 gardenia.kapan kapan saya minum kopi kesana kalo boleh.

  296. dewieq Says:

    Pak Yudi, sampeyan itu yang mana to? Cuma sekedar kritikan saja: disaat yang laiinya menjerit-jerit karena sertifikat, kualitas, fasilitas2 yang belum terselesaikan kok bisanya anda dengan bangga hati memanfaatkan ajang ini untuk menjual rumah dengan metode marketing yang sangat murahan (seperti yang sudah dibilang jualan duren , kacang dll). Dimana hati nurani sampeyan? Bagaimanapun apa yang terjadi dimasa lalu akan menjadi tanggung jawab manajemen GDC sekarang, tidak bisa anda lepas tangan bilang :Alhamdulillah juga saya bukan salah satu marketing yang menjual rumah pada saat bapak beli”, itu mencerminkan betapa tidak bertanggungjawabnya sampeyan.
    Oh iya mohon untuk harus dipertimbangkan juga, saluran-saluran air yang didepan alamanda itu kan lubang2nya gede2 mosok ga ditutup, pemborong jalannya aja bilang ini harus ditutup (tapi belom masuk kontrak) karena lubangnya terlalu besar, membahayakan warga yang akan tinggal disitu termasuk saya nantinya. Tolong dijadikan bahan renungan untuk direalisasikan ya. Monggo.

  297. massyatno Says:

    ada yang tau perkembangan pembangunan terutama di cluster alamada.
    Makasih….

  298. malakanist Says:

    Untuk yudi hartono, meskipun anda bilang “Alhamdulillah juga saya bukan salah satu marketing yang menjual rumah pada saat bapak beli”, apakah anda berani menjamin bahwa konsumen baru yang datang ke anda akan mendapatkan sertifikat dengan tetap waktu, bukan seperti konsumen lama alami???.
    Sekali lagi saya bilang, top manajemen anda aja yang di gedung smr sunter sana tidak berani menjamin,apalagi anda yang tau kulit2nya jangan berani menjamin.
    ironi bagi anda kalau anda berani menjamin, sementara top manajemen anda tidak bisa menjamin.
    Seandainya top manajemen anda berani menjamin, persoalan saya dan teman2 konsumen lama akan selesai dan di blog ini hanya anda sendiri yang berkomentar dan menjawab sendiri untuk menjualkan gdc dengan cara seperti jualan kacang goreng seperti komentar dari teman2 di blog ini.
    Saya cuma minta sama anda yudi, untuk tidak menambah kejengkelan teman2 yang sudah bertahun tahun dengan komentar anda, supaya anda tidak mengalami kondisi seperti pak zabidin yang digebugin sama warga anggrek 3,jangan sampai anda menjadi incaran teman2 yang jengkel terhadap anda.Kalau sudah sakit hati, manusia akan melakukan yang negatif untuk menyeimbangkan sisi positifnya yang sampai sekarang tidak dia dapatkan (Sertifikat).

    Thanks 4 all,
    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  299. Eddy Says:

    Dear All,

    Kadang bukan saya membela marketing, namun saya heran masih aja ada yang menjual tanpa melihat kepentingan insan orang lain.
    Memang susah, namun dengan jiwa yang lebih berani harus mau melaporkan ke pihak top manajemen kemudian esok hari dipecat!! bukan hal itu yang diinginkan namun terkadang dengan hal yang kecil bisa mengubah menjadi besar.
    Kalau bukan anda-anda marketing gardenia siapa lagi, masyarakat hanya tau aspek hukum apakah itu hukum tertulis atau hukum rimba.
    Jika anda berani mengkritik pedas Top Manajemen anda akan saya acungkan Jempol!!
    Mendekatkan diri kepada konsumen bukan lari karena takut ditagih, justru mereka yang mengeluarkan uang bukan anda-anda yang membayar rumah-rumah mereka.
    Pemimpin pemimpin yang lemah hanya berani menunjuk dan arogansi atas kritikan anak buah yang membangun karena takut akan terlihat aspek kelemahan mereka bukannya malah lebih berbuat lebih baik malah sebaliknya.
    Laporkan yang benar jangan ikut ke jalan yang salah secara tidak langsung definisi makan uang halal adalah sudah salah kaprah [haram]. Jika anda tahu dan mengetahui tapi anda masih melanjutkan apa namanya itu HALAL…?
    coba tanya hati kecil anda sendiri… saya tidak mau menilai namun hanya coba meluruskan…

  300. yudi hartono Says:

    maaf bos saya bukan membela diri, tapi saya harus menjelaskan yang benar ya benar. seandainya saya masih kerja di developer yang lama mungkin lain ceritanya. tapi kan ini developer yang baru, makanya apa yang saya tahu saya kasih tahu yang benar, kepada yang belum tahu dan yang nggak mau tahu. contoh saya lihat di depan mata saya mobil tapi di suruh bilang bahwa itu becak, kan salah bos, mau gimana lagi semua dalam pengurusan pembangunan jalan taman, dan legalitas oke. kita harus katakan yang benar ya benar, mobil ya mobil bukan becak, itu semua tergantung niat, kalo hati kita bersih penuh kesabaran mungkin negara ini aman bos.terkadang ada sebagian orang yang benci proses padahal hidup ini selalu berproses,itu sudah hukum alam. dari kita bayi ,dewasa,dan tua.itu sudah hukum alam.tergantung hati kecil kita,kita buka mata dengan kesabaran, atau tutup mata melihat kebaikan.

  301. Wahyu Says:

    Yud, gak boleh kamu ngomong begitu. Proses yang kamu paparin itu sama sekali tidak equivalent. Kalau kamu defense nya seperti itu, kamu makin keliatan jauh levelnya cara befikir dan menjabarkan masalah yang ada di GDC dibandingkan bapak ibu yang lain Kalau kamu ketemu konsumen yang level berfikirnya yang sama seperti kamu, aku yakin kamu bakalan bernasib sama seperti Gandhi, Zabidin, Nugroho dll lain lain yang ada akan adu kekeresan fisik karena kamu mempunyai level dan cara befikir yang hampir sama dengan pendahulu pendahulu kamu. Yud, Aku sih gak punya kepentingan apa apa dengan kamu dan gak hampir gak punya kepentingan apa apa dengan GDC, tapi hidup yang pendek ini sangat disayangkan kalau nanti kamu hanya sebatas berkarir di GDC. Ya kalau GDC juga gak bernasib sama dengan KKDR, mungkin kamu masih mapan. Kalau GDC bernasib sama dengan KKDR, waduh forum ini banyak loh dibaca developer lain.

  302. Mang Iya Says:

    Bung Yudi Hartono, Bagaimana dengan kasus kewajiban developer membayar denda karena keterlambatan penyerahan surat2 (tercantum dalam SPPJB) ??? jawab hayooooo, bisa gak ??? he he he, jangan diem yaaaa, ditunggu lho jawabannya

  303. fikar Says:

    Waduh…
    ternyata kreadibilitas dan Performance Mazz yudi sdh berbeda, tdk seperti yang kita lihat sebelum2nya…
    Perlu di anulir nih.. pendapat mengenai Performance mazz yudi…

  304. Randy Says:

    Yth, Kepada Para Konsumen dan Calon Konsumen GDC,

    Melihat pada komentar semua pihak, saya hanya ingin berbagi pikiran:

    Janganlah merasa paling pintar, ….
    Janganlah merasa paling halal,….
    Janganlah ada intimidasi,……

    Permasalahan pokok untuk para konsumen lama jelas masalah “Sertipikat Tanah” yang belum dimiliki sampai sekarang, sehingga apapun (kebaikan) yang dilakukan GDC sekarang ini tidak akan dianggap suatu kebaikan atau keberhasilan dimata para konsumen lama tersebut.

    Itulah “Pekerjaan Rumah” warisan Daksa yang harus diterima GDC (SMR).

    Namun perlu dicatat, adanya PR tersebut tidak berarti GDC harus jadi mati, “hidup harus berjalan” termasuk Pak Yudi saya tetap respect, walaupun anda dibilang ………….(dianggap rendah oleh yang merasa lebih pintar……).

    Menurut saya sah-sah saja Pak Yudi mau melakukan marketing lewat blog ini, karena tidak ada seorangpun yang melarang untuk berjualan terlepas dari adanya PR bagi GDC dan cara anda berjualan.
    Toch … Kalau memang masih dapat dipercaya untuk prospek ke depan GDC, maka yang akan terjual, ya terjual…. sesuai data pak Yudi di GDC.

    Marilah mengambil hikmah, kita tidak bisa menyudutkan pak Yudi secara pribadi yang hanya sebagai seorang pegawai Marketing GDC, yang tidak punya kemampuan untuk menentukan kebijakan GDC.
    Namun setidaknya masih ada orang GDC + berikan nomor tlp-nya yang berani ambil risiko demi kebaikan GDC ke depan.

    Coba kalau tidak orang dari GDC yang mau ikut di blog ini, maka kita semua akan seperti pepatah yang mengatakan “Biarkan Anjing Menggonggong…. Kapilah Berlalu” atau seperti “bertepuk sebelah tangan”. Tidak ada yang mendengarkan atau feedback sama sekali…

    Bagi yang masih kecewa itu wajar toh semua ada saluran hukumnya, ada pihak yang masih menggugat (katanya masih tertunda di PT atau MA ?), ada pihak yang mau menggugat, ada pihak yang bersabar dengan progress GDC sekarang, termasuk ada pihak yang menjual produk GDC oleh Marketing.
    Itulah hidup, harus dihadapi bagaimanapun pahitnya. Jangan tersinggung….., bukan maksud menggurui bapak-bapak, tapi mari renungkan dengan hati yang dingin.

    Silahkan pak Yudi berikan informasi-informasi tentang progress GDC selanjutnya untuk memperbaiki GDC ke depan, termasuk kabar baik untuk para Konsumen lama yang menunggu Sertipikat tanah.

    Jadi semua bisa berjalan beriringan (harmonis) tidak ada yang saling intimidasi atau tersinggung satu sama lain.

    Amin……

  305. yudi hartono Says:

    waduh kok jadi ruwet ya, padahal komentar yang saya tulis cuma menanggapi apakah anak istri saya makan uang halal atau haram itu aja bapak bapak.bukan ke hal hal yang lain. yang jelas semua konsumen lama baru itu sangatlah penting buat kami terutama saya. wong saya marketing ya jelas konsumen no. satu buat saya baru ataupun lama. apa pernah saya berpaling dari konsumen baru atau lama kan tidak pernah… tetap loyal saya tinggi. cuma kalo saya di tanya anak istri makan duit halal atau haram ya saya jawab bos. coba kalo bapak bapak ada pertanyaan seperti itu, pasti jawabnya alhamdulillah halal kan ….sorry nggak ada maksud menyinggung ataupun menanggapi ataupun menggurui..

  306. yudi hartono Says:

    terus terang dari dulu boleh cek ke belakang saya selalu wellcam sama konsumen lama ataupun baru…apalagi yang udah tahu atau kenal…cuma uraian di atas yang saya tulis alhamdulillah…….a,b,c, saya menjawab anak istri di kasih makan uang halal atau haram ? ? ? coba balik pertanyaannya ke diri bapak bapak…..wajar toh saya jawab demikian.

  307. yudi hartono Says:

    ya udah dengan segala hormat saya minta maaf atas semua uraian di atas,mungkin saya salah pasang iklan di web ini,aku pilih di web lain aja deh biar nggak jadi polemik,sekali lagi saya sangat resfeks atas semuanya,dan segala usulan jadi bekal saya untuk selalu mengingatkan agar semua berjalan lebih baik.karena salah satu tugas marketing menyampaikan usulan apapun dari konsumen lama ataupun baru selain tugas jualan.kritikan atau saran menambah wacana perbaikan thank’s for all……………friend’s ‘tiada kata yang paling indah selain kata sahabat ‘

  308. ihsan Says:

    Yud,
    Sahabat tidak hanya indah dalam kata, seorang sahabat tidak membiarkan sahabat-sahabatnya terbelengu dengan kesusahan, dibelengu dengan janji mesra dan meninabobokan. Seorang sahabat sejati harus berani katakan sebenarnya meskipun pahit, seperti kata lagu ‘tiada dusta diantara kita’. Seorang sahabat harus dapat berkata ‘tidaklah harus menjadi jalan yang besar, menjadi jalan setapak bagi sahabat lainnya dapat menuju ke mata air’ adalah kematian yang indah.

  309. ayah adit & puan Says:

    Ya memang harus begitu prosesnya, pak yudi.
    semua pihak harus iklas dan legowo menerima pendapat dari pihak lain. Ungkapkanlah kebenaran yang ada, tapi juga jangan tutupi apabila masih ada kekurangan.
    Kalau memang kita menginginkan forum diskusi ini berjalan sehat dan bukan ajang untuk saling memaki dan mengumpat satu sama lain.
    mengenai pilihan, saya yakin setiap individu mempunyai kriteria sendiri disesuaikan dengan kondisi masing2. Yang terbaiklah menurut diri sendiri dan keluargalah yang akan jadi pilihan.
    Salam untuk semuanya.

    Wassalam,

  310. Eddy Says:

    Dear All,

    Kayaknya webblog ini akan menjadi pembelajaran bagi semua konsumen untuk bertindak lebih cerdas dan lebih mencermati.. salute untuk konsumen!!
    Untuk marketer hak anda untuk menjual lewat jenis komunikasi apapun dipersilahkan saja namun lain dan tidak bukan posisi anda anda seperti sudah jatuh tertimpa tangga karena di blog ini merupakan informasi masukan-masukan dari para warga yang mengalami dan memberikan pengalaman kepada khalayak ramai, pada saat bersamaan anda menjual suatu produk yang sama sehingga membuat opini dan kejengkelan publik karena masalahnya masing-masing.
    Ada baiknya menurut pendapat saya pribadi Pihak Developer secara bagian legalitas ataupun administrasi approach ke konsumen, karena mereka berpikir hanya “gaji segitu kok mau repot-repot”.. asal tahu uang yang dihasilkan perusahaan untuk membayar seluruh karyawannya untuk melakukan proses-proses adalah uang KONSUMEN, “enak aja lha wong PT gw pinjam dari Bank.. ” YA nanti kan Perusahaan wajib mengembalikan pakai uang Konsumen tentunya.
    Tidak ada yang saling tuduh menuduh, disini merupakan sarana informasi umum agar diskusi berjalan sehat, terima saran dan masukan yang salah dibenarkan dan yang benar di baguskan.

    Terima Kasih.

    Saya adalah warga Gardenia Blok R2 No. 28

  311. Mang IT Says:

    Yth Bapak-Ibu,

    Terima kasih telah menggunakan layanan kami, mulai hari ini layanan gratis untuk GARDENIA WIFI telah berubah menjadi layanan berbayar bagi para peminat bisa langsung hubungi email kami aak@cbn.net.id

  312. jatmiko76 Says:

    Yud, Memang ruwet sih kalau mau dibikin ruwet. Makanya mungkin kata yang tepat kadang kejujuran itu adalah kebenaran yang paling menyakitkan bagi sebagian oran dan kadang sedikit berbohong untuk mengarapkan orang lain lebih bergembira dan memberikan harapan lebih bagus daripada kita jujur tapi malah membuat orang lain sedih dan depresi.
    Aku inget salah satu filmnya Robin William yang bercerita bagaimana dia berusaha berbohong kalau dia punya radio yang setiap hari di kabarkan kepada semua tahanan NAZI di kompleknya bahwa sebentar lagi Jerman kalah dan itu membuat turun statistics tindakan bunuh diri di kompleknya karena adanya kabar yang menggembirakan walaupun hanya sekedar isapan jempol. Walaupun sebenarnya dia juga tidaklah berbohon amat, at least kabarkan kan selalu tentang kegembiraan dan harapan kepada sahabat sahabatnya supaya mereka juga tenang dan galau.

  313. Stater Says:

    Yth, SELURUH WARGA TAMAN MELATI SAWANGAN,
    SELAMAT PAGI INDONESIA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
    SEMOGA WARGA TAMAN MELATI SUDAH MULAI SADAR AKAN SYSTEM PEMERINTAHAN YANG BERLAKU DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. BAGI WARGA YANG SUDAH MULAI SADARKAN DIRI, TETAPI MASIH MALU DAN GENGSI UNTUK KEMBALI KEPANGKUAN IBU PERTIWI, SEBAIKNYA TIDAK PERLU MALU APALAGI GENGSI. ANDA WARGA YANG MASIH MBALELO TIDAK MAU MENGAKUI SYSTEM KETATA NEGARAAN YANG BERLAKU DI NKRI, SEBAIKNYA SEGERA SADARKAN DIRI. INGAT SUATU WAKTU ANDA TIDAK PERNAH BISA LEPAS DARI SYSTEM PEMERINTAHAN YANG SAH, MISALNYA DALAM HAL: PENGURUSAN SURAT KEMATIAN, SURAT KELAHIRAN, KARTU TANDA PENDUDUK DAN LIAN SEBAGAINYA MENURUT PROSEDUR YANG SAH PADA SYSTEM PEMERINTAHAN HARUS ADA SURAT PENGANTAR DARI RT, RW DAN SETERUSNYA. ANDA PARA WARGA YANG MASIH BELUM BERSEDIA BERGABUNG DENGAN SYSTEM PEMERINTAHAN YANG SAH DI NKRI INI, ANDA TIDAK AKAN PERNAH BISA MENDIRIKAN NEGARA DIDALAM NEGARA, ANDA AKAN BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN PENEGAK HUKUM DAN PEMBELA NKRI. ANDA AKAN TAHU DAN SADAR SESADARNYA BAHWA SELAMA INI ANDA TERPROVOKASI OLEH TANGAN TANGAN KOTOR DARI PENGEMBANG ALIAS ADI REALTY, SUATU KETIKA NANTI ANDA PARA WARGA YANG MASIH BERKIBLAT KE ADI REALTY AKAN MENYESAL KARENA ANDA MENEMPUH JALUR YANG GELAP, SALAH DAN KOTOR ITU. SUATU SAAT ANDA AKAN DIBUKAKAN PETUNJUK YANG BENAR OLEH TUHAN SEMESTA ALAM. SELAMA INI PIHAK PENGEMBANG BANYAK MEMBODOHI DAN MENGURANGI ATAU MENGGELAPKAN HAK HAK KONSUMEN, SEBAGAI CONTOH JELAS SETIAP KAVLING ITU HARUS ADA BAK SAMPAH, TETAPI NYATANYA TIDAK DIADAKAN. RUMAH RUMAH YANG BELAKANGAN DIBANGUN, DIBUATKAN BAK SAMPAH SETELAH ADA SALAH SATU WARGA YANG KOMPLAIN DI FORUM DIBAWAH KETUANYA SETIADI, WAKTU ITU PERTEMUAN DIADAKAN DIRUMAH BAPAK TEGUH DI BLOK DB PADA AKHIR TAHUN 2007. SI PENANYA ATAU ORANG YANG KOMPLAIN TERSEBIT DITANYA SETIADI, BAHWA GAMBAR SITE PLAN INI DIPEROLEH DARI MANA, DAN APAKAH SIPENANYA BERSEDIA KALAU DIPANGGIL OLEH PENGEMBANG ADI REALTY ?, DIJAWAB DENGAN TEGAS SAMA SI PENANYA “BERSEDIA” . SINGKAT CERITA SAMPAI DETIK INIPUN ADI REALTY TIDAK PERNAH MEMANGGIL ORANG YANG KOMPLAIN ITU. PADAHAL YANG NAMANYA GAMBAR SITE PLAN ITU DILAMPIRKAN PADA BROSUR YANG DIBERIKAN OLEH ORANG PEMASARAN SENDIRI DAN PADA GAMBAR SITE PLAN ITU TELAH DISAHKAN OLEH WALIKOTA KOTA DEPOK, NYATANYA DIINGKARI OLEH PENGEMBANG ADI REALTY YANG PEMBOHONG ITU. MENGAPA PENGEMBANG MENGGUNAKAN ORANG ORANG UNTUK MEMPROVOKASI WARGA TAMAN MELATI ?, JAWABNYA SINGKAT KARENA PENGEMBANG TAKUT AKAN KETIDAK JUJURANNY/KECURANGANYA/KEBOHONGANNYA, KALAU SAMPAI WARGA TAMAN MELATI KOMPAK BERSATU PADU, GUYUP, RUKUN ADI REALTY AKAN BABAK BELUR. STATER YAKIN SUATU SAAT NANTI BARANG BUSUK YANG SELAMA INI DISIMPAN RAPAT RAPAT OLEH ORANG ORANG ADI REALTY DAN ANTEK ANTEKNYA AKAN TERBONGKAR DAN BAU KEMANA MANA, DAN BISA KEMUNGKINAN BISA BAU SAMPAI KE REI PUSAT, REI PROVINSI, REI DEPOK DAN APARAT PENEGAK HUKUM, KARENA BANYAK MASALAH PIDANA. HIMBAUAN STATER MARILAH WARGA TAMAN MELATI YANG SEHAT ROHANI DAN JASMANI NYA UNTUK SELALU MENDUKUNG SYSTEM PEMERINTAHAN YANG SAH DI NKRI INI, BAGI MEREKA YANG MASIH SAKIT SEBAIKNYA SEGERA BEROBAT DAN BERTOBAT AGAR DIBERIKAN PINTU MAAF DARI TUHAN SEMESTA ALAM.

  314. Weni Says:

    saya kutif: “Untuk marketer hak anda untuk menjual lewat jenis komunikasi apapun dipersilahkan saja namun lain dan tidak bukan posisi anda anda seperti sudah jatuh tertimpa tangga karena di blog ini merupakan informasi masukan-masukan dari para warga yang mengalami dan memberikan pengalaman kepada khalayak ramai, pada saat bersamaan anda menjual suatu produk yang sama sehingga membuat opini dan kejengkelan publik karena masalahnya masing-masing.”

    Sejak kapan blog ini hanya merupakan informasi masukan dari warga yang mengalami dan memberikan pengalaman kepada khalayak ramai ? …………………..
    Aturan mana yang melarang Marketing atau GDC untuk tidak ikut di blog ini. Kata-kata anda seolah-olah bijak, …tapi tidak lain hanya untuk menjatuhkan pihak lain. Kan semua informasi harus seimbang ya dari konsumen ya dari penjual !!…… Sepertinya anda sendiri yang punya blog ini katanya harus “….bertindak lebih cerdas dan lebih mencermati, siapa sih yang cerdas dan cermat? ……..
    aneh dunia ini……..
    Ingat tidak semua konsumen GDC dari berapa ribu konsumen yang hanya ingin mendengar kabar buruk atau kebencian tentang GDC. Tolong dicamkan dan diubah paradigmanya yang hanya melihat dari sisi korban……
    Semua berita harus seimbang……demokrasi…..peace..

    Tidak usah menyerah pak Yudi….., mau jualan atau mau kasih info GDC silahkan…. biarlah GDC ada yang menilai buruk atau ada juga yang menilai baik, tidak mungkin semua buruk kan……

  315. Judith Says:

    Hi Pak Yudi, lama tidak ada kabar.
    Terakhir saya minta info mengenai telpon notaris yang dipakai GDC, mau tanya-tanya mengenai tanah kavling saya minati, tapi Pak Yudi belum dapat-dapat juga, sampai saya juga jadi malas telpon lagi ke Pak Yudi, disamping saya hunting di tempat lain.
    Saya sikh berasumsi, pasti Pak Yudi, banyak punya banyak peminat apalagi yang baru-baru dengan gencarnya iklan Dev sendiri. Eh melihat salah satu komentar di atas ternyata benar juga. Selamat ya.

  316. Eddy Says:

    Bloggers,

    Melihat situasi yang banyak memperjuangkan Bp. Yudi… Haloo.. ini bukan suatu pembelaan semata namun kenyataan bahwa Rumah saya belum memiliki sertifikat sesuai dengan apa yang dijanjikan, memang ada pengajuan dari beberapa rekan-rekan ke meja hijau, ternyata memang membuktikan bahwa Developer kalah dan masih ingin naik banding.

    Memang suatu peninggalan buruk harus diperbaiki namun jangan sampai hukum rimba yang turun tangan, dari awal pembuat blog ini memang untuk membuat informasi namanya juga BICARA RUMAH (rumah itu mencakup lingkungan, kawasan, dan fasilitas pendukung)

    Yang model kayak Weni gini masih belum paham juga? saran hemat baca dari atas ikuti alur berita, jangan cuma ceplas ceplos.. kalau anda memang hebat buktikan, selesaikan masalah mulai dari Rumah saya!! Saya challange anda.

    Kalau saya masuk jurang apakah yang lain harus ikut masuk jurang, terkadang memang kejujuran menyakitkan namun jangan dipungkiri.

    Yang bertindak cerdas ya si PEMBELI, bukan penjual kalau hanya menuruti penjual selalu bilang semua produknya bagus.

    Ya mungkin agak aneh bagi anda Sdr Weni, menurut saya Anda yang aneh.. telaah, baca, lalu komentar kalau mau seimbang ya buat aja situs sendiri http://www.gdc.au.ah.elap :)
    ini kan forum bebas jadi tidak untuk memaparkan produk.

    Masih tidak puas, silahkan melihat koran dan majalah ibukota, propinsi, bagian rubrik pembaca (rata-rata semuanya dibaca tiap hari oleh khalayak ramai) tentang keluhan saya terhadap pengembang.

  317. jatmiko76 Says:

    Memang Balik Balik sebenarnya ya ke Pembelinya kok, Memang Terkadang Kejujuran itu kebenaran yang paling menyakitkan buat sebagian orang dan Kalau memang itu bermanfaat untuk banyak orang walaupun menyakitkan ya harus kita kabarkan. Balik balik ke masing masing individu, mau pilih saran yang yang mana dan masing masing punya efek timbal baliknya. Kalau saya pribadi berprinsip hanya sekedar memberikan narasi/gambaran mengenai apa yang telah kita alami dengan DAKSA/KOTA KEMBANG bukan mengajak orang untuk tidak membeli rumah disana tapi memperingatkan orang bahwa kita punya pengalaman buruk dan kita hanya peringatkan juga untuk calon pembeli baru disana supaya lebih hati hati jangan sampai seperti kita. LEBIH CERDASNYA CALON PEMBELI RUMAH HARUS BISA MENELAAH KIRA KIRA KALAU SAYA BELI RUMAH DARI DEVELOPER YANG OWNERNYA SAMA DENGAN KOTA KEMBANG AKAN MASALAH TIDAK. JADI BUKAN HANYA MENIMBANG KALAU MAU BELI RUMAH DITEMPAT YANG SAMA TAPI PADA OWNER YANG SAMA JUGA APAKAH AKAN ADA MASALAH. TERUS APAKAH PEMILIK BARU KOTA KEMBANG BENAR BENAR BARU ATAU GANTI NAMA AJA, DSB. Equivaletnya mungkin kalau kita beli satu barang dengan brand /jenis tertentu terus kita bermasalah, kita juga kan perlu untuk curiga dan lebih berhati hari kepada jenis barang/brand yang Manufactur atau owner brandnya sama. Ya mungkin kita gak perlu sampai sejauh penerapan dalam korporasi dimana kita perlu audit vendor/Supplier tapi kira kira clue nya sama lah pada saat kita membeli apa saja. Kepastian supply, Legalitas, Financial capabilty supplier, quality, delivery, warranty, after sales service, term payment dan sebagainya itu adalah aspek utama yang harus kita telaah dalam membeli apapun termasuk juga rumah toh.
    Jadilah konsumen yang cerdas dalam memilih dan membeli apapun baik barang ataupun jasa.

  318. Bowo Says:

    Susah banget sih….. kalau pak Eddy masuk jurang….., ya yang lain gak usah ikut masuk jurang memangnya bebek……, Ya ganti supir dan kendaraan dengan kualitas bagus itulah sekarang SMR ya….. sekaligus anda diangkat juga dari jurang….. gampang kan. Gak perlu berputar-putar dengan kata-kata, cuma nunggu waktu saja ….. jadi AJB dan Sertipikat Tanah.
    Tapi kayanya sudah abis kesabarannya nich………, maaf saya cuma minta sabar, orang sabar disayang Tuhan….

  319. jatmiko76 Says:

    Mas Bowo, Udah tau belum apa Bedanya antara PT. Inti Karsa Daksa/Kota Kembang dan Pengembang yang sekarang PT. Dinamika Alam Sejahtera/GDC. Coba di cek dulu…supirnya sama gak???

  320. jatmiko76 Says:

    Dan Balik Balik juga Ke pembelinya… wong supirnya sama aja nasib penumpangnya berbeda…Pak Eddy masuk jurang sementara aku hampir doang.
    Intinya Kita pake driver/Supir gak mesti kan kita juga gak bisa ngedrive driver kita….

  321. Kerto Wijoyo Says:

    Dulu saya sempat punya niat utk booking rumah di Kota Kembang/GDC
    alasan saya waktu itu adalah lokasi yg cukup strategis baik itu ke pusat kota depok dan lokasi kerja saya, serta infrastruktur dalam komplek perumahannya, jalan utama yg lebar dan bagus :)
    namun alhamdulillah saya lebih dulu menemukan blog mas Anjar ini, sehingga saya mendapat masukan yg sangat berharga dalam menentukan keputusan apakah jadi booking atau tidak.
    Buat Bp. Eddy, Bp, Jatmiko dan bpk2 lain saya ikut prihatin dan mendo’akan semoga masalah yg bpk2 hadapi saat ini segera terselesaikan.
    Bagaimanapun juga walaupun saya bukan konsumen GDC saya turut merasakan peliknya masalah yg Bpk2 hadapi
    semoga Allah SWT memudahkan penyelesaian masalah ini, amiinn

  322. joel_212 Says:

    sekedar sharing info
    saya adalah salah satu warga sejak tahun lalu tinggal di sektor roma atau sekarang disebut sektor Azalea . saya tinggal di blok W7 .
    akad kredit pada des 2005, melalui bank BTN depok, dan di pertengahan tahun 2007 untuk urusan serfitikat sdh selesai dan dapat diambil foto copy nya di bank tsb, ( beberapa rekans yang proses akan kredit nya bareng juga sdh dapat mengambil foto copy nya di BTN ).

    untuk rekan lain yang membeli rumah lunas, memang masih dalam tahap penyelesain.
    saat ini ada beberapa sektor baru yang sedang dibangun, semoga tidak ada masalah seperti pada saat yang lalu.

    untuk Pengelolah GDC :
    sejak beberapa bulan , terdapat tumpukan sampah di sekitar sektor Aster, sebelah kiri jalan raya menuju kantor pemasaran GDC yang baru atau menuju pintu gerbang GDC , yang sangat mengganggu pemadangan , sepertinya tidak pernah untuk dicari kan solusi, semakin hari sampah semakin banyak.

  323. Eddy Says:

    Dear All,

    Saya setuju banget dengan Jatmiko76, memang itu yang diharapkan dari awal pemikiran jg seperti itu namun implementasi di lapangan ternyata kow beda banget after sales servicenya? ya kalau suruh sabar sich kurang apalagi ya 2005 – 2008 memang gampangnya disuruh cari developer lain yang kompeten misal pesona khayangan estate toh dibandingkan soal harga dengan menunggu kepastian surat-surat di SMR kayaknya seimbang tuh!! :)

    Tapi intinya saya setuju dengan pendapat Jatmiko76, semoga saja bebek-bebek yang lain tidak masuk ke jurang yang sama. .. huehue yang doyan bebek…

    Anggap saja dewi fortuna belum disisi saya..

    Tambahan :

    Untuk pengelola GDC jalan menuju sektor gardenia tambah hancur terlebih dengan rumah-rumah yang di pinggir sungar yang kian hari makin longsor ditambah jalan utamanya sudah hilang tolong dibenahi.

    Kemudian fasilitas taman tidak kunjung ada yang ada hanya hamparan tanah kosong penuh dengan rerumputan liar tolong dipangkas dan dibenahi

  324. Hilman Says:

    Kayanya orang dari GDC gak ada yang mau ikut nimbrung di blog ini lagi, karena dilarang ikut ……. di blog ini katanya.
    Jadi urusan belum bisa dibenahin ……

  325. bunda anggrek 3 Says:

    Kedamaian pada blog ini dapat terjadi jika hak2 konsumen yang sudah lama dibiarkan, diabaikan dan disepelekan dapat diubah menjadi diperhatikan, diselesaikan, dituntaskan, ‘diputihkan’, Membeli kawasan GDC sama juga dengan membeli masalahnya yang harus diselesaikan. Pemda setempat idealnya turun juga dapat menjembatani dan mencarikan solusi atas masalah warganya, karena warga juga telah kontribusi atas pajak.

    Semoga saja nanti bisa ‘berenang dengan damai’ dengan menikmati waterparknya, meski masalah kita belum pada selesai ? refreshing lah, jangan pusing terus pikir sertifikat aja

  326. jatmiko76 Says:

    Walikotanya kebanyakan ngursin belimbing bu….

  327. Ishak Says:

    Untuk para pemilik Kav. di Anggrek 2. seperti Bu Farah, Pak Gunter, Pak Dadang, pak Bambang dan yang lainnya, terutama yang minimal telah selesai AJB kini saatnya untuk membangun rumahnya di Anggrek 2 …!!!!, mengingat GDC sedang melanjutkan lagi pembangunan di Anggrek 2.

    Pembangunan mulai dari jalan , taman dan fasilitas listrik yang disediakan oleh GDC. Agar Anggrek 2 lebih hidup lagi tidak menjadi tanah terlantar.

  328. Kiki Says:

    Halo Semua, apa kabar..??
    Udah lama baru baca2 lagi, emang ga ada matinye ini blog.

    Aku dah lama gak nengokin rumah n gak telepon2 Dev. ada yg tau gak ,perkembangan terakhir Puri Insani Blok C..? status tanahnya bagaimana..?? aku lagi nunggu AJB neh, dari akad kredit April lalu. Salam. Thx…

  329. abstain.. Says:

    aye dari atas ampe bawah..baca soal GDC ..seru juga nih..
    aye bukan marketing GDC ataupun pemilik rumah di GDC..
    aye cuman mo urun info soal sepak terjang SMR ama JAKA / DAKSA..keknya penting buat di baca..
    link artikel / info ini ada di bawah ini

    http://www.majalahtrust.com/ekonomi/investasi/1008.php
    http://www.inilah.com/berita/2008/01/23/8681/realtindo-gagal-laksanakan-right-issue-3120-miliar-saham/
    http://www.properti.net/pi/200111/l_pengantar.html
    http://www.properti.net/pi/200111/laput_2.html

    dan berikut link hasil laporan keuangan pt jaka per thn 2006..

    http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_laporan_keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202007/Triwulan-II/Jaka%20Inti%20Realtindo%20(JAKA)/JAKA_LKTT_Juni_2007_AUDIT.pdf

    kalo aye baca seh..keknya SMR group lumayan dah ada nama dan hasil karya nya dah ada, track record nya udah lumayan lama..

    aye cuman berharap para korban kota kembang yg dulu urusannye ama DAKSA group, sekarang di pegang ama SMR group jadi GDC..cepet segera selesai semua masalahnya…amien

    peace..

  330. dedi irawan Says:

    Saya sekedar berbagi pengalaman. Sejak akhir 2005, saya melakukan akad kredit pada BTN Cab. Depok untuk kavling saya di Sektor Roma (dulu Vila Mutiara Cinere 2). Menjelang pengisian SPPT PBB, saya sempat risau dengan berita miring pengembang PT Dinamika Alam Sejahtera, terutama terkait dengan surat-surat. Namun, hal itu tidak terbukti tuh. Saya dengan mudah bisa fotokopi sertifikat rumah (SHGB) atas nama saya, akte jual beli dan imb, semuanya atas nama saya, yang masih diagunkan ke BTN. Sebab saya masih ngangsur selama 15 tahun. Jadi, gak selamanya pengembang PT Dinamika Alam Sejahtera/SMR atau apapun namanya merugikan. Mudah-mudahan ada hikmahnya, terima kasih. Meski begitu, saya masih mendukung rekan-rekan lain yang proses surat-suratnya belum jelas, tetapi terus komunikasi aja deh ke pengembang.

  331. Mang IT Says:

    Butuh Internet Murah ..!! euy..

    Hanya dengan Rp. 100.000 per-bulan anda sudah bisa menikmati internet sepuasnya khusus untuk sektor gardenia, anggrek2 dan anggrek3

    Paket Merdekaaa !!
    Menjelang Hari kemerdekaan RI khusus untuk sektor Gardenia Grand Depok City
    - Gratis biaya pendaftaran.
    - Gratis Alat seharga Rp. 800.000 (TPLINK TLWA601+Yagi Antenna+PoE+Box+Instalasi).
    - Gratis Iuran Bulan Pertama Rp. 100.000,-

    Hanya dengan membayar RP. 250.000*
    *. Syarat dan ketentuan berlaku.

    Silahkan hubungi saya di 021-70329951 atau e-mail ke aak@cbn.net.id.

  332. Icang Says:

    Mang IT, disini tempat jualan rumah, bukan jasa internet, gitu loh……….

  333. Mang IT Says:

    Aji Mumpung.. Boss.. Mumpung site ini lagi rame pada urusan rumah.. :P
    Namanya jg dagang.. laris maniees

  334. dewieq Says:

    Wah saya tertarik itu seandainya nanti bisa dikembangkan di sektor Alamanda. Berhubung saya ga tau IT, tp menurut saya kok mahal ya Mang?

  335. jimmy Says:

    terima kasih atas info mengupas tuntas ttg GDC /Grand Depok City.
    saya jadi mengurungkan niat untuk menyicil rumah disana, saya tertarik karena iklannya gencar.
    Semoga yang sedang berusaha mendapatkan hak-haknya tidak putus asa.

  336. Juragan Garment Says:

    Salam Sejahtera semua,

    Melihat perkembangan GDC saat ini memang mengarah kearah yang lebih positif, dan mudah2an niat mereka untuk menarik minat para konsumen tidak disertai dengan akal bulus lagi. Sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi para konsumen, baik itu materi maupun non materi.

    Sharing buat para calon pembeli dan para penduduk GDC baik di sektor anggrek 1,2,3 dan sektor lainnya. Saat ini saya masih memiliki kendala untuk menagihkan DP yang sudah kami setorkan ke pihak developer ( pada saat pembangunan rumah walaupun DP sudah kami lunasi tp rumah tetep ga jadi2, sehingga kami memutuskan melanjutkan pembangunan rumah dengan biaya pribadi, setelah dilakukan perhitungan CUT OFF ternyata pihak developer masih punya hutang ke kami yang sampai dengan saat ini belum di bayarkan) , sementara AJB juga belum kami terima. Walaupun saat ini kami masih tetap melaksanakan kewajiban kami ke pihak bank. sejak tahun 2004 yang lalu.

    Kami mohon saran dan petunjuk kepada temen2 yang sudah berpengalaman, tentang “Bagaimana cara yang efektif agar dana yang masih tersisa di pihak pengembang dapat kami ambil kembali”.

    Atas saran dan petunjuk nya kami ucapkan banyak terima kasih. Dan bagi usulan nya nanti yang ternyata berhasil kita pergunakan untuk menagih… akan kami sebarluaskan …agar dapat bermanfaat bagi teman2 yang memiliki masalah yang sama dengan kami.

  337. Wefeexaway Says:

    Thanks for the post

  338. Semprul Says:

    PERHATIAN,

    SETELAH OGUT TELITI SIAPA SEBENARNYA TUKANG KOMPOR TUAN EDDY, TERNYATA DIA ADALAH TUKANG JUAL INTERNET MANG IT

    SILAHKAN CEK DI http://ayobisnis.indonetwork.co.id/profile/adita-anugrah-karya-cv.htm

    TUKANG KOMPOR SUPAYA ORANG GAK BELI RUMAH DI GDC, TAPI DO’I JUALAN JUGA … (DASAR SEMPRULLL..!)

    KALO MAU JUALANNYA INTERNETNYA LAKU YA JANGAN JADI TUKANG KOMPOR DONK!

    KALO ORANG BANYAK TINGGAL DI GDC KAN NANTINYA JUALAN SAMPEAN BISA LAKU

    TTD WONG SEMPRUL

  339. kudhana Says:

    Dear all,

    sekedar informasi saja sekarang ada milis baru khusus untuk membahas perumahan Grand Depok City (GDC).
    jadi kalau ada yang sudah teralanjur beli, mau beli, ataupun ada masalah dengan pengembangnya bisa diskusi dan sahring disini dan syukur – syukur kalau masih ada masalah bisa saling membantu atau sekedar saling tukar pengalaman untuk meyelesaikannya.
    coba aja subscribe di granddepokcity-subscribe@yahoogroups.com

  340. malakanist Says:

    Apa maksudnya Tuan khudana dengan mailing khusus GDC tersebut?????. Kalau saya menganalisa GDC sudah kualahan dengan Blog ini yang bisa diakses siapapun juga, bukan hanya dari GDC dari dari mana aja, sehingga bisa menyebar kemana mana.

    Mailing ini mungkin dibuat biar orang yang diluar GDC tidak bisa baca lansung kecuali dia daftar. Tidak mungkin orang luar mau daftar di mailing list ini kalau dia tidak punya kepentingan. Tapi di blog ini, orang tadinya mau mencari info lain tapi bisa baca mengenai GDC.

    SARAN SAYA, ABAIKAN MAILING KHUSUS GDC INI, KALAU DI BLOG INI SIAPA PUN BISA BACA TANPA HARUS DAFTAR DI MAILING LIST GDC.

    BRAVO ALL VICTIM OF GDC/DAS/DAKSA
    KEEP SPIRIT, KEEP FIGHTING, KEEP STRUGGLE.

  341. Wahyu Jatmiko Says:

    Maaf neh Kalau saya sih posting pake nama jelas, ada alamatnya lagi.
    Wahyu Jatmiko. Anggrek3 Blok A1-23/24 ( FOR SALE )

  342. Rudy Says:

    Pak malakanis, tidak ada salahnya pak khudana menyarankan mailing khusus GDC sah-sah saja apalagi ada tujuan mulia untuk menampung masalah konsumen GDC, termasuk bagi anda juga bebas yang ingin tetap menggunakan blog ini.

    Hidup di negara democrazy ini tidak perlu saling melarang biarlah semua punyai pilihan dan penilaian masing-masing untuk memperoleh kebaikan dan keseimbangan.

    BRAVO ALL SPIRIT OF LIVE, PROSPERITY GDC CONSUMERS.

  343. malakanist Says:

    Menang tidak ada salah buat anda, biar borok2 GDC makin sedikit orang yang tahu.
    Saya tidak tidak melarang, saya cuma menyarankan, jadi bapak rudy harus bisa membaca kalimat yang benar, gitu loh……

  344. Hendra Says:

    Pak Aryo W dan pak Willy gimana progress pembangunan rumah di Cluster Anggrek 2 Blok S / 11 dan S/4 GDC ?..
    Lebih baik tukangnya dipantau terus pak supaya hasilnya lebih baik.

  345. willy Says:

    tanks pak hendra. saya gk tau dah 3 bulan gk liat lokasi krn kesibukan. insya ALLAH dlm waktu dekat saya akan liat.

  346. Aryo W Says:

    Udah lama ga comment. Sepi 2 ajah seh.

    Rumah saya belum di bangun sama sekali pak Hendra, cuman baru si pagerin kayu doang.
    Padahal yang di seberang udah mulai di bangun. Tau nech kapan. Janjinya awal Agustus dah mulai.
    Semua tukangnya lagi di suruh ngebut ke water park.

    Katanya Water Park mo di buka 08/08/08, koq blum jadi jg???

    Pak Hendra,
    Bapak di Anggrek 2 juga?
    Lupa saya.. Blok mana yach

    Pak Willy,
    Maaf pak, email bapak masuk ke Spam. Jadi ga ke baca.
    Baru di reply kemaren2. hehehehe….