Selamat pagi Pak Anjar, saya tertarik dengan tulisan bapak mengenai KPR Niaga Syariah. Kebetulan saya ikut KPR Niaga Syariah juga, sudah jalan 15 bulan. Saya baru sadar pas 12 bulan kemaren waktu saya mau take over. Saya kaget ternyata hutang pokok saya baru di hitung 3 juta! Yang lainnya buat bayar bunga. Berarti sistemnya kayak konvensional aja dong.
Pak, kalau saya mau take over lebih baik ke konvensional atau ke syariah lagi ya? Saya berencana take over ke Mandiri, punya pengalaman KPR di bank Mandiri ga Pa? Dan berapa lagi dana yang kita butuhkan untuk take over ini? please sharing ya
Mba Shanty via email
Komentar:
November 20, 2007 pukul 5:31 am
hehehe, sama mbak saya jg baru 3 bln KPR di niaga syariah.
itungannya emg seperti itu, bunga menurun.rugi kalo dilunasi lebih awal.
kalo biaya take over gak besar, saya berminat juga tuh, apalagi kalo ada fasilitas nambah plafon buat renov.
November 20, 2007 pukul 2:12 pm
salam…
kalo saya tidak salah bunga KPR kalo take over di bank mandiri itu 9.7%.
mengenai KPR niaga syariah vs konvensional… dalam syariah akad yang digunakan adalah jual beli (ba’i). memang jika dilihat dari perhitungan bunga, ekivalen rate bank syariah lebih besar daripada bank konvensional. namun kembali kepada akad syariah yang semula, berhubung akadnya adalah jual beli (murabahah) saya pikir sah-sah saja.. jadi tidak perlu khawatir terkena riba, walopun kembali lagi jika dilihat dari ekivalen rate (setara bunga) lebih besar daripada bank konvensional.
disamping itu, mungkin perhitungan yang dgunakan itu anuitas bukan flat..
demikian, mohon tanggapannya jika salah.. semoga bermanfaat..
regards
November 24, 2007 pukul 2:57 pm
share pengalaman saya. Pada bulan agustus kemaren, saya take over KPR (konvensional) ke mandiri (konvensional). prosesnya lancar2 saja. seinget saya, kl mo fix 1 thn bungannya 9.3%, sisanya floating. kl mo fix 2 thn bunganya 9.5%, sisanya floating, cmiiw. Dari pihak mandirinya sangat membantu. beda sekali saat lg nyoba take over kpr ke bca. sy mlh ditakut-takuti kl bakal ditolak. hehehe mungkin tampang saya tampang pas-pasan, baik muka maupun ekonomi.
November 30, 2007 pukul 1:25 am
Beberapa produk pinjaman syariah dengan akad murabahah(jual-beli) memang menggunakan perhitungan margin secara annuitas. Jadi memang harus diperhatikan sejak awal, dan jika ada rencana untuk pelunasan sebelum jatuh tempo (PSJT), formula perhitungan FLAT mungkin lebih menguntungkan.
Diluar itu, sebetulnya, karena skim yang digunakan adalah jual beli (bank menjual barang, bukan meminjamkan uang), maka hutang kita sesungguhnya adalah sejumlah total pokok+margin. Jadi jika kita melakukan PSJT, kewajiban kita tetaplah sejumlah itu.
Agar kompetitif, bank syariah menerapkan mekanisme discount margin untuk PSJT. Discount ini tentunya terserah pihak bank (sebagai penjual) mau memberikan berapa..
Thanks.
November 30, 2007 pukul 7:51 am
@Mbak Shanty/teman2 lain
salam kenal, sudah jadi take over belum?
boleh donk di-sharing pengalamannya
saya juga ambil KPR Niaga Syariah, sdh jln 10bulan
margin-nya tinggi sekali (17.75%) selama 14 thn
jadi, rencananya nti kalau sdh 1 thn mau saya pindahkan (take over) bank lain
rasanya capek juga ya hrs menjalani proses take over
kl tanya call center sebenarnya bisa mengajukan keringanan cicilan/margin
tapi waktu saya tanya seorg petugas Niaga Syariah di Expo Syariah bln lalu, so far belum pernah ada nasabah yang disetujui pengajuan keringanannya
yah, kesimpulan yg saya dapat kita harus banyak survey/melakukan perbandingan sebelum memutuskan mengambil KPR
Desember 7, 2007 pukul 4:21 am
Terus yg plg baik kl take over dr KPR Syariah ke bank mana ya ?
syariah jg ato konvensional ?
ada yg bisa ngasih masukan termasuk hitung2annya ?
Thanks
Desember 14, 2007 pukul 2:24 pm
Syariah, itu hanya cara untuk menghindar dari Riba itu kan menguntungkan kita karena gak masuk neraka tapi kalau urusan untung dan rugi berdasarkan uang sepertinya sama aja. Tapi untungkan karena gak masuk neraka heee, maaf ngacoooo…
Salam,
Cak Arif
Desember 17, 2007 pukul 7:36 am
Pertimbankan dan bandingkan. Minta aja daftar angsurannya ke beberapa bank, soalnya formula bank kadang ga sama. Kita juga kudu tau, flat itu gimana efektif tu gimana. Trus kira-kira kondisi ekonomi kedepan gimana. Kalau emang bunga dah pada turun ya upayakan minta diskount, lucu aja kalau bank ga mau kasih diskount. Soalnya kalo orang udah mau niat take over, itu alamat bank mau kehilangan potensi pendapatannya. Nego aja gih….
Kalau kita mau take over banyak hal yang kudu dipertimbangkan selain waktu, juga biaya. ada biaya pengikatan, biaya penilaian jaminan, biaya administrasi, biaya provisi dan biaya lain-lain. Tapi kalo emang kudu pindah bank, ya pindah aja. Tetap semangat ya…
Desember 27, 2007 pukul 8:33 am
Rencananya bulan depan saya mau take over ke bank Mandiri berapa biaya yang harus saya keluarkan ?
Ian
Januari 2, 2008 pukul 3:14 am
Syariah tidak bisa mengelak dari bunga saat ini dikarenakan nilai uang rupiah yang terus menurun, salah satu cara agar bunga hilang yang utama adalah hilangkan perdagangan uang dan flat kan nilai uang, dijamin yang namanya bunga tidak perlu ada dan kalaupun perlu ada selisih dan biaya administrasi pun tidak terlalu besar. Tapi tetep saya masih bingung dengan syariah kenapa bisa bunganya menjadi lebih besar. Bagaimana dengan yang katanya kalau dalam sistem Islam orang yang tidak bisa bayar hutang harus dibebaskan oleh bank Islam, kayanya bank syariah Indonesia belum ada sejarahnya membebaskan cicilan deh :p. Maaf kalau saya salah.
Januari 3, 2008 pukul 4:31 pm
Info dari CS BNI syariah menerapkan sistem flat untuk pengajuan pembiayaannya.
Januari 28, 2008 pukul 9:33 am
aduh membaca ini jadi tambah pusing. kesimpulannya kalo mau ambil KPR paling ringan ke Bank mana ya? ada yang bisa memberi saran ga?
Mei 6, 2008 pukul 4:10 am
bagus mana Niaga dgn BTN untuk KPR ya?
Mei 19, 2008 pukul 12:37 pm
Saya baru mengambil KPR syariah nich… di BMT
Untuk Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (PSJT) dikenakan biaya 3 bulan margin kata BMT-nya. Apa itu normal ? apa terlalu mahal. Tolong donk share……………
Oktober 15, 2008 pukul 2:08 pm
Melihat kondisi ekonomi global seperti ini ada keinginan untuk take over ke bank syariah.Sekarang sy KPR di Niaga konvensional masih 17 tahun lagi. agar tidak tidak bermasalah krn tingginya bunga ketika nanti ada krisis saya kepikiran untuk pindah ke KPR Syariah. Apakah langkah tersebut tepat?. Mohon sharingnya.Terima Kasih
Oktober 16, 2008 pukul 2:22 am
saat ini KPR naik gila gilaan, penjualan rumah merosot drastis, banyak yg babak belur mbayar bulanan nya
Oktober 16, 2008 pukul 2:41 am
nih krisis dah nyampe ke bank2 pemerintah yang katanya sulit untuk liquid kredit segala macem kebutuhan dan katanya lagi parahnya nanti setelah tiga bulanan walaupun bisa liquid bunganya bisa 16% nan gila ga tuh
November 18, 2008 pukul 12:47 am
Saya ini masih awam tentang take over, saya mau tanya ke forum ini misalnya
-kita pinjam KPR ke bank syariah A 200 jt 10 tahun
-margin profit 9,5 %/tahun, total pinjaman kita plus margin profit +/- 390jt
-angsuran kita 3,5 jt/bulan, jalan setahun (angsuran bayar 42 jt) kita mau take over ke bank laen nah yang jadi pertanyaan hutang kita ke bank yang baru itu sebesar berapa ya? apakah 390 jt-42 jt = 348 jt? atau 200 jt – pokok hutang kita yang udah kita bayar selama setahun?
November 27, 2008 pukul 11:31 pm
Pak Indra harus melihat rincian tabel cicilan, umumnya cicilan pokok diawal sangat kecil, kemudian bertahap meningkat, sebaliknya porsi bunga (atau apapun namanya) mulai dari sangat besar kemudian perlahan menurun, memang begitu kebijaksanaan (strategi) perbankan. Saran saya coba mencari appraisal bank yang lebih tinggi dari nilai itu, umumnya ada kenaikan harga tanah sekitar 10-20% per tahun, Margin tersebut rendah Pak. Hari kemarin saya tanya di BTN syariah untuk 10 tahun 11,23% untuk 15 tahun: 13,9%. Aa tidak sayang nanti dapat margin atau bunga pinjaman yang lebih tinggi. Maaf sama-sama awam, sekedar masukan
Januari 29, 2009 pukul 4:59 am
ad yang bisa kasih tau saya apa itu bunga flat, & floating …?
Januari 29, 2009 pukul 7:01 am
bunga flat atau fixed interest sama aja, yaitu penerapan bunga selama setahun pertama (biasanya) tanpa perubahan, anggap saja itu sebagai tanda ucapan terima kasih bank karena anda telah memakai KPR dia.
baru setelah masuk ke tahun kedua dst dikenakan bunga float alias suku bunga berubah rubah mengikuti kondisi terkini perekonomian negara. nah orang2x yg pas pasan dana nya biasanya babak belur di bunga floating ini sampe terpaksa harus over kredit segala.
Januari 29, 2009 pukul 7:01 am
pusing..!! bunga bank sekarang payah, ngak mikirin keluhan nasabahnya.
Januari 30, 2009 pukul 12:51 am
Ada yang tahu margin profit bank syariah saat ini? thanks
Maret 25, 2009 pukul 4:21 am
Margin
Niaga Syariah : 10.5 % flat
BNI syariah : 9.5% flat
Maret 25, 2009 pukul 5:01 am
Converting to effectiff rate are
Niaga Syariah : 10,5 % Flat equal : 18.9 % Effectiff
BNI Syariah : 9,5 % Flat equal : 17.1 % Effectiff
So it’s different u know…!! it’s to much expensive bro
Maret 31, 2009 pukul 12:24 pm
sharing aja ke chadpandj@yahoo.com
bunga bank mandiri untuk kpr
13,50% effective fixed 6bln
April 24, 2009 pukul 1:28 am
buat para konsumen… karena semaikin maraknya bank2 membuka unit syariah,bukan berarti bank2 itu murni syariah. yg bagus reputasinya bwat kpr adalah BNI Syariah dan MUAMALAT. harap hati2….karena memang sistem syariah lebih menguntungkan bank dan konsumen,jadinya banyak disalahgunakan oleh bank2 konvensional.
April 25, 2009 pukul 4:28 am
koreksi buat KK Kaka:
konversi Margin Flat ke efektif BNI Syariah:
jk wkt. 5 tahun 8,5% flat eq rate 14,92% efektif
jk wkt 10 tahun 9,5% flat eq rate 15,19% efektif
jk wkt 15 tahun 10,5% flat eq rate 15,45% efektif.
angsuran tetap sampai lunas, tidak ada kekhawatiran angsuran tiba2 naik di tengah jalan karena bunga naik.
April 25, 2009 pukul 4:51 am
(Pak Indra :Saya ini masih awam tentang take over, saya mau tanya ke forum ini misalnya
-kita pinjam KPR ke bank syariah A 200 jt 10 tahun
-margin profit 9,5 %/tahun, total pinjaman kita plus margin profit +/- 390jt
-angsuran kita 3,5 jt/bulan, jalan setahun (angsuran bayar 42 jt) kita mau take over ke bank laen nah yang jadi pertanyaan hutang kita ke bank yang baru itu sebesar berapa ya? apakah 390 jt-42 jt = 348 jt? atau 200 jt – pokok hutang kita yang udah kita bayar selama setahun?)
Buat pak Indra, sesuai BNI Syariah, angs. per bulan untuk Rp. 200 juta /10 tahun adalah Rp. 3,25 jt/bulan
Sesuai jadwal angsuran dan tagihan rekening koran yang harus dilunasi adalah :
390,000,000 dikurangi 12 x 3,250,000=
390.000.000 dikurangi 39.000.000 = 351,000,000
Kebijakan BNI Syariah, Jumlah yang dilunasi hanya
= 193,168,313 ; Discount /saving/ selisih= 157,831,687.
jika mau tabel perhitungannya dapat telpon ke 70945566 atau 4368233 jam kantor.
tx wassalam.
Juli 8, 2009 pukul 2:25 pm
Harusnya, bank syariah itu menerapkan sistem flat murni. Bukan effective/annuitas/yang sejenisnya, yang mengadopsi sistem kafir(bunga).
saya contohkan :
Jika kita mengajukan pembiayaan ke bank syariah, dan disetujui, misal plafond 200 jt jangka waktu 2 tahun (24 bulan). Maka ketika kita sudah dapat 1 tahun (12 bulan), secara gampang sisa pokok kita kan tinggal 100jt.
gubrak!!!Eealah, ternyata, selama ini bank syariah/konvensional pakai sistem effective rate, jadinya ya itu, sisa pokok masih besar, mungkin sekitar 105 – 110 jt.
bayangkan??? Jahat bukan!!!!
Memang secara syariah itu akad murabahah, tapi Islam tidak mengajarkan seperti itu.
Inilah mengapa bank syariah masih seperti buih di lautan….
Solusinya adalah kembali pada sistem flat murni.
Setuju????
mari bergabung dengan kami untuk menggugat sistem effective yang telah merugikan konsumen/nasabah.
Bankir2 bangsat!!!!!!
September 2, 2009 pukul 5:39 am
Ada yang punya info take over KPR dengan reschedule selain bank mandiri? (dgn bunga yang rendah?)
September 24, 2009 pukul 4:21 am
Saya sekarang nasabah kpr bank mandiri dan sudah jalan lebih dari satu tahun. Saya berencana untuk melakukan take over ke bank syariah dan tentu saja saya mau plafon yang lebih tinggi, karena harga rumah sudah naik dan sudah renovasi.
Kemana sebaiknya saya pindah KPR yang paling murah
terimaksih
Oktober 12, 2009 pukul 9:42 am
Pak Andi..
Sama nih.. saat ini saya nasabah KPR Bank Niaga sdh jalan 1 tahun. Fixed bunga saat awal kredit 12% (fixed 1 thn). Dan skrg suku bunga naik menjadi 14.25%. Saya jg ada rencana utk take over ke bank syariah dan tentu saja pinginnya plafon naik krn harga rmh sdh naik dan juga sdh renovasi. Ada yg bisa kasih saran ke saya. Trims.
November 9, 2009 pukul 2:02 pm
Hutang koq di urusin…..Jangan terlalu bernafsu dengan hutang. Kasian anak-anakmu. Kalau ada barang yg mo dibeli mbok ya nabung jangan ngutang. Itu jalan yang terbaik….Biar pada nggak laku tuh yg punya usaha haram. Dengan minjamin duit apapun akadnya.