Daftar perumahan muslim di Jakarta

Pemilihan perumahan atas preferensi agama tertentu bisa jadi pilihan yang terbaik bagi beberapa kalangan. Pemilihan perumahan atas dasar minat tertentu ini paling tidak akan memudahkan penghuninya berkegiatan bersama-sama seperti melakukan pengajian, sholat bersama ataupun kemudahan untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

Fenomena perumahan dengan label muslim sudah ada sejak 1995, seperti dikutip properti.net antara lain:
Griya Islami (Griya Citra Permai), Balaraja Tangerang
Telaga Sakinah di Bekasi
Villa Ilhami di Karawaci, Tangerang

Keuntungan:
- Kemudahan mendapatkan lingkungan yang sesuai?

Kerugian:
- Kesan eksklusif?

Beberapa email yang masuk kepada saya menanyakan seputar perumahan muslim ini di Depok, Bekasi dan seputaran Jakarta lainnya. Mungkin ada yang ingin menambahkan, berbagi pengalaman atau apapun. *Mengenai keuntungan dan kerugian, mungkin yang sudah pernah tinggal di perumahan jenis ini dapat membagi pengalamannya.

About these ads
Ditulis dalam Perumahan. 116 Comments »

116 Tanggapan to “Daftar perumahan muslim di Jakarta”

  1. Taufan Says:

    Keuntungan:
    masalah lingkungan, kita benar2 menentukan arahnya, tanpa ada gangguan dari pihak lain. Hal ini lebih mudah karena orang yang tinggal disitu sudah satu visi. Kalaupun ada non muslim yang mau beli/tinggal disitu pasti merasa nggak betah dengan sendirinya.

    Kerugian:
    Ekslusif? Apa bedanya Eksklusif dengan Segmentasi Pasar?
    Kenapa saat ada isu mengenai kelompok muslim selalu dikatakan ekslusif, sehingga menimbulkan ketakutan tersendiri.
    Bukankah sudah jamak, orang berkelompok sesuai dengan kesamaannya?

  2. heru123 Says:

    Salam kenal Mas Anjar
    Saya senang mas anjar membahas properti
    Sudah dari awal tahun ya…
    Lengkap. Bisa saya jadikan referensi ya…

    Keuntungannya :
    – Lebih lengkap (seharusnya) dalam sarana ibadah dan pendidikan anak-anak
    – meminimalisir munculnya perselisihan karena alasan agama

    Kerugian :
    Mungkin di syiar agamanya jadi terbatas ya…
    Kalau eklusif…? Gimana dengan China Town, Kampung Jawa, Kampung Ambon, Kampung Makasar..?

  3. setiadi2909 Says:

    Assalammualaikum,

    Ikut mengomentari perihal perumahan muslim ini.
    Mengingat saya juga bertempat tinggal di Vila Ilhami.

    Alhamdulilah, saya setuju dengan segala keuntungan seperti yg disebut. Problem sosial yang muncul seperti umumnya di perumahan adalah rasa sosial yang kurang alias “sendiri sendiri”. Dengan bermacam pendekatan sebagian penghuni yang “sibuk” ini mulai ikut bersosialisasi karena kami coba mengingatkan bahwa salah satu tujuan menghuni di sini adalah untuk hal tersebut.

    Lalu masukan untuk rekan2 lain yang berminat membeli rumah meskipun di perumahan “islami”, tetap waspada kepada pihak pengembangnya. Karena, saya pikir pengembang di vila ilhami ini memang bermasalah tanpa bermaksud su’udzon.

    Demikian ,
    Wassalam,
    Setiadi

  4. bahtiar Says:

    perum kapir adakah ….

    minta dong :)

  5. Tito Says:

    segala bentuk eksklusifisme macem ini (perum muslim, jawa, cina, dll) semestinya gak perlu adalah….

    sebegitu seramkah berbaur dengan mereka yang berbeda? :)

  6. widya Wiwaha Says:

    Saya setuju dengan yang diatas, kalo motivasinya cuma untuk eklusivitas percuma …

    Apalagi kalo tanpa perbaikan ibadah…, tinggal di perumahan Islami tapi sholat masih bolong-bolong…, buat apa ?!!

    • solichin Says:

      ASSALAMUALAIKUM WR.WB…….
      untuk Widya Wiwaha dan saudara saudaraku yang semoga dirahmati ALLAH selalu, mudah mudahan cerita saya ini bisa menjadi sebuah hidayah dan perbaikan ibadah, Teman saya sebut saja B,beberapa tahun yg lalu saya mengenal dia adalah seorang ISLAM KTP,”ber agama islam tapi tidak beribadah”…suatu hari saya ketemu setelah sekian lama sama sama keluar dari ASTRA, SUBHANALLAH….!! dari mulai tutur kata, cara berpakaian, senyum nya, sungguh berubah total, dia menjadi seorang yang santun dan ahli ibadah dan juga pintar mengaji, padahal B yang saya kenal dahulu adalah seorang yang suka bermaksiat, rupanya B berubah total karena tinggal di perumahan yang bernuansa islami, B bercerita kpd saya bahwa awalnya dia MALU ketika dia melihat tiap hari semua warga perumahan trsbt dari mulai anak anak sampai ibu dan bapaknya berbondong untuk sholat berjamaah di masjid komplek trbt terutama saat Magrib, isha dan shubuh, dia MINDER manakala tiap hari tertentu ada pengajian Bapak bapak,dan ibu ibu,serta BERBUKA PUASA bersama di hari senin dan kamis, SUBHANALLAH B dapat hidayah karena MALU dan MINDER tinggal di komplek ISLAMI yg bisa merubah kehidupanya terutama dlm beribadah, HIDAYAH bisa datang kpada kita melalui musibah dll, tentu kita tidak ingin kan….?? kalau hidayah itu datang kpd kita melalui musibah atau kesusahan..????, jadi janganlah berkata PERCUMA, karena lima dari unsur perilaku manusia salah satunya adalah faktor LINGKUNGAN, SUBHANALLAH, mohon maaf kalau ada kata yg salah…WASALAM

      • Hilman karim Says:

        Ass.Wr.Wb..
        Benar apa yg di katakan Almukharom bp. kyai Solichin..lingkungan sangat lah berpengaruh besar dalam menentukan sikap n sifat seseorang..Hal tersebut jg telah terbukti dengan bnyaknya ilmuan2 terkenal dengan refrensi dan penelitian.

        Wassalam

  7. kris wicaksono Says:

    setuju, sama Widya and Tito.. ( hehehe sorry, lsg nimbrung tanpa permisi )

    Kurang afdol rasanya kalo tinggal di tempat yang pernghuninya homogen seperti itu,..
    Laboratorium of Life nya jadi kurang kompleks,,,

  8. Fakhrurrozy Says:

    Assalamu’alaikum wr wb,
    menurut saya, keuntungannya lebih banyak. Jika dari lingkup satu perumahan (dalam hal ini perumahan muslim-karena lebih mudah dikumpulkan anggotanya) dimulai sebuah visi dan cita-cita yg jelas dan ter-manajemen dengan baik untuk membangun kualitas umat dan membentuk masyarakat dengan rule model (jadi contoh teladan), bukankah itu merupakan sebuah keuntungan lahir batin, dimana hal itu sedikit sulit dilakukan dan didapat dalam sebuah perumahan dengan komunitasnya yg heterogen..

    • slameto Says:

      Assalamualaikum ww
      Apa yang dikatakan oleh mas Fackhrozzy belum tentu terjadi dan nggak ada jaminan. Itu semua tergantung kepada manusianya sendiri, bagaimana mereka memilih dari semua pilihan hidup yang telah disediakan oleh Allah SWT. Karena namanya/labelnya muslim tapi kalau seperti sinetron ISLAM KTP ya malah menjadi balaq. Yang jelas kerugian terpatri lable execlusivsme tetap tidak baik. Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencontohkan execlusivisme
      Mohon maaf klo ada bahasa yang kurang sopan serta tidak berkenan
      Wassalamualaikum ww

  9. Tito Says:

    He? Jadi contoh teladan? :D

    Salah2 nanti malah dijadikan “contoh” bahwa masyarakat Muslim itu masyarakat tertutup yang gak mau berbaur dengan golongan lain, pak.

  10. Fakhrurrozy Says:

    @ Tito,
    Menurut saya, berkumpulnya banyak orang dalam suatu komunitas di perumahan cenderung dikarenakan kesamaan visi atau hobi yang pada akhirnya akan “lebih” mendukung suasana kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Tidak masalah jika tinggal di lingkungan perumahan yg heterogen. Namun tidak dipungkiri, suasana, kesamaan hobi dan latar belakang (suku, agama, golongan) menjadi hal yg di pertimbangkan untuk memilih tempat tinggal. Jadi menurut saya, tidak ada salahnya memilih tinggal di perumahan khusus (Muslim sesama muslim atau lainnya) dan menurut saya malah untung, agar tidak lain suasana dalam bermasyarakat lebih hidup dikarenakan dukungan kesamaan faktor kecenderungan tadi tanpa harus merasa eksklusif dan menutup diri dari komunitas di luarnya.

  11. dokterearekcilik Says:

    Salam kenal, bahasan yg menarik… Jadi mikir di Surabaya atau Sidoarjo ada nggak ya? Kalo ada yg tahu info dong

  12. Evi Says:

    Jadi kalau non-Muslim mau beli ga boleh ya? Untung ya di Indonesia belum ada undang-undang anti-diskriminasi. Kalau sudah ada melanggar UU tuh. Tapi sebenarnya ada konvensi PBB yang melarang diskriminasi dan praktik seperti ini sebenarnya tidak didukung, meski tidak sampai melanggar hukum.
    Tapi biar sudah ada UU juga masih bisa kok berkelompok-kelompok. Di Amerika Serikat kan banyak perumahan yang tidak secara terang-terangan mendiskriminasi kulit hitam, tapi prakteknya ya kulit hitam dihadang agen properti kalau mau beli di daerah putih.
    Kalau Pecinan ya, itu kan karena sejarahnya dari zaman Belanda dulu dikotak-kotakkan. Toh sekarang sudah nyampur. Orang bukan Cina juga bisa beli rumah di Glodok kan?

    • Properti Madani Says:

      Perumahan muslim bukan diskriminasi, mba Evi… Ini cuma klasifikasi. toh ga boleh beli itu bukan berarti ga boleh masuk kan…? non-Muslim boleh kok kalo mau berkunjung jalan2 di perumahan Muslim…dengarin ceramah yg ada di masjid2nya juga boleh bgt…mudah2an aja dapat hidayah… Ini seperti hal nya di negara Islam, rakyatnya pun ada yg non-Muslim. boleh2 aja dan dihormati hak2 nya..asalkan dia tetap menjaga (tidak melanggar) peraturan yg ditetapkan.

  13. Kopral Geddoe Says:

    Sebenarnya nggak terlalu masalah, toh kebebasan masing-masing. Hanya saja bagi saya yang seperti ini memang sedikit berpotensi memecah belah dan berkesan eksklusif (dalam konteks yang nggak terlalu bagus tentunya). :)

  14. Cely Says:

    stuju kalo adalah wajar jika org ingin berkumpul dgn yg sejenisnya.. tp keinginan ini harus disikapi waspada d, soale terbuka kemunkginan untuk menuju ke arah ekslusif yg gak baik.. memang tergantung masing2 org sih.. tp saran terbaik mah berbaur aja, sama2 org indo jg kok..

  15. an991to Says:

    Assallamuallaikum.
    Salam kenal Mas Priandoyo,..
    Saya sangat suka dengan gaya tulisan anda yang idealis, apalagi mengenai masalh perumahan yang otomatis menjadi masalah yang paling hangat di muka bumi ini.
    Yang saya ingin komentari dan sebenarnya bukan sebuah komentar melainkan ide atau gagasan
    Mengenai rumah kompleks muslim. Dari pemantauan saya dan saya juga kebetulan kenal dengan beberapa orang dari Perbankan yang menangani BANK Syariah, mereka belum terpikirkan untuk meluncurkan KPR yang berbentuk komplek muslim tersebut.
    Kebetulan beberapa hari yang lalu saya sempat bertemu dengan rekan-rekan saya tersebut dan menyebutkan gagasan saya itu, yang menurut saya itu merupakan BLUE OCEAN yang baru bagi PERBANKAN di tanah air, yang saya pikir program perumahan nya sudah usang.

    Nah itu saja ide dari saya semoga bisa menjadi wacana kedepan untuk pengembangan komplek – komplek muslim ini, terimakasih..

  16. kroco Says:

    @an991to
    “bank syariah belum terpikirkan untuk meluncurkan program berbentuk komplek muslim”
    ko aneh bin janggal ya ?
    kesannya seakan2 bank meluncurkan proyek perumahan.
    mesti dibedakan mas, antara bank dan developer, yg meluncurkan proyek perumahan ya developer, dan utk pembiayaan baru kerjasama dgn bank.
    dan harusnya ya komplek muslim itu bekerjasama hanya dengan bank syariah…
    klo smp kerjasama dgn bank non syariah, alangkah lucunya, tujuannya mulia tapi pake cara jahil…hihihihihi

    setau saya KPR bank syariah itu bisa dipakai untuk segala jenis pembiayaan perumahan, lha wong nasabah KPR nya juga tidak harus muslim, gmn tho ?
    ya jelas bisa2 saja KPR bank syariah bisa dipake utk pembiayaan komplek muslim

  17. ludfi Says:

    Maaf, ya… sebenarnya saudara2ku sedang tertipu dengan label muslim, karena orang bisnis sekarang, sangat pintar, dengan memberi label Islam , maka akan punya segmen baru.
    Emang Bank syariah gak profit oriented ? Emang kalo dah tinggal di pemukiman Islam, pasti tahan godaan korupsi, perselingkuhan, dan sebagainya.
    Menjadi manusia dengan akhlak Islam, gak perlu ngumpul, mau di tempat sampah, berlian, tetep berlian namanya, walau sudah kusam, orang tetep menyebut berlian.

  18. wishbeukhti Says:

    menurut saya, tinggal di perumahan islami tidak menjamin bahwa lingkungannya akan islami.

    akan lebih baik kalau tidak dikotak-kotakkan begitu, dan kita tetap beribadah sesuai dengan tuntunan ajaran agama kita, tentu saja tanpa mendeskreditkan yang lainnya.

    selain itu, bisa jadi sarana dakwah juga kan? :)

    dakwah kepada masyarakat yang sudah islam, maupun non islam, yang mungkin ada yang fobia dengan islam karena pemberitaan di media tentang teroris-teroris dsb yang cukup menyudutkan islam.

    Dengan berbaur dengan masyarakat umum, mereka bisa tahu, bahwa islam tidak seperti itu :)
    memberi pandangan yang lebih objektif kepada mereka :)

    oh iya, tapi kalo perumahannya menawarkan “konsep” islami, namun “tidak hanya diperuntukkan” bagi pembeli rumah yang beragama islam, saya mendukung :)

  19. ach.hi Says:

    Salam kenal mas anjar…

    Wah kenp br sekarang mas dibahasnya..?
    Tadinya Sy juga berminat di perumahan dgn konsep tsb tp krn pertimbangan jrk tempuh dr kntr dan rmh, sy hrs mempetimbangkan kmbl. Jadi menurut sy
    Keuntungannya :
    – Utk memperoleh suasana yg islami
    alasannya : konsep ini yg ingin diinginkan oleh para penghuninya (krn salah satu faktor keputusan utk tinggal adlh faktor lingkungan) dan jg pengembang walaupun menurut sy ini suatu konsep yg cukup berani utk mensegmentasikan pasar (mungkin suasananya sperti pesantren kali ya..??).
    – Adanya visi dan misi yg sama diantara para penghuninya.
    alasannya : Para penghuninya mempunyai tujuan yg sama karena salah satu alasan kelompok terbentuk karena mempunyai visi dan misi yg sama.

    Kerugiannya :
    Sy melihatnya yg akan mengalami kerugian adalah pengembangnya karena dngn segmentasi pasar ini mungkin akan mengurangi wilayah pasar yg harusnya bisa diraih lbh besar.
    Tapi sy salut ama pengembang yg berani menawarkan konsep perumahan yg islami.

  20. gerard.... Says:

    klo saya ambil kesimpulan dari pro dan kontra nya!!!
    lebih baek janga dengan eksklusifitas sperti itu!!!
    lebih baek kan kita yng berbeda ini berbaur jadi satu!!!
    klo menyangkut hal2 ibadah!! itu tergatung individu masing2!! toh yang tau brapa amal kita,brapa dosa kita cuman tuhan!!! ya kan?? jadi belum tentu dngn lingkungAN YANG homo gen sprti itu orang2 nya pasti masuk surga!!!

    “yang bisa mnerima prbedaan adlah orang yg bijak, orang bijak adalah cerminan sang RAJA”

  21. Taufan Says:

    Wah kayaknya eksklusif yg lebih dpt sorotan ya. Padahal dari awal sebuah perumahan sebagai satu barang jualan di setting sesuai dengan pembelinya.

    Orang yang bisa membeli harga rumah lebih dari 1.5 M blm tentu bisa hidup dengan orang yg beli rumah cuma 150 juta.

    Jadi mau nggak mau dari awal sudah dibikin eksklusif.

    Pondok Indah eksklusif untuk orang super kaya. Perumnas Tangerang eksklusif untuk golongan menengah.
    Pantai Indah Kapuk untuk orang berduit yang pingin tinggal di pinggir pantai.

    Cuma dari awal kita nggak sadar hal itu dibikin untuk golongan tertentu. Kecuali barang komoditas, Adakah suatu barang yang dibikin untuk semua kalangan?

    Mercy, BMW eksklusif juga kan?
    Mikrolet? Eksklusif juga.

    Apa bedanya Eksklusif dengan Segmentasi Pasar?

  22. mbako Says:

    klo mercy, bmw, PI, PIK memang eksklusif…lha itu kan barang jualan, pure bisnis.
    kalo agama yg dikaitkan dgn bisnis? skrg lg trend, seperti paket Umroh bareng Ungu, so what gtu lho umroh bareng ungu ? emg pahalanya lebih gede? gak ada tuh paket umroh bareng anak yatim, umroh bareng anak jalanan ? manaaa ada? karna apa ?TIDAK MENJUAL…!!!

    jangan sampai ada balasan di kota2 di irian sana, ada komplek nasrani, kota nasrani.
    bagusnya si membaur saja, syiar islam nya kelihatan, klo ngumpul sendiri seolah-olah cari akhirat buat sendiri, pengin masuk surga sendiri.
    iya klo trnyata penghuninya bener smua, klo ada bandar narkoba ngumpet disitu gmn ?dgn berpura-pura jadi alim? apa nggak malu-maluin tuh

  23. nuar Says:

    konsepnya bagus. saya juga suka.
    kalau ternyata di lapangan nggak sesuai alias menyimpang, yang salah pengelolanya toh. bisa developer (pada awal) atau penghuni (setelah pengelolaan diserahkan ke warga).
    sekali lagi, ngga ada yang salah dengan konsep perumahan islami, ataupun kelak ada perumahan ber-label lainnya.

  24. akhsol Says:

    di depok mah banyak perumahan muslim. mau eksklusif kek atau segmentasi pasar kek; nyatanya jualannya laris manis.

    saya yg tinggal di salah satu perumahan itu juga merasa aman dan tenteram, gak takut anak2 salah gaul, dsb.

    bbrp diantaranya:
    perumahan ar-royyan, tanah baru, beji, depok
    perum griya sakinah, beji, depok
    bbrp proyek di sekitar kampus ui depok

  25. uminadiah Says:

    Yang pilih perumahan islami ..monggo..
    Yang pilih perumahan umum…silahken..
    masing2 pasti ada plus minusnya.

    Yg jelas klo ada org punya niat dan tujuan yang baik yaa harus kita dukung doong…
    Kecuali ada yg bikin perumahan koruptor or rampok…baru deh kita tentang habis2an he he..

    Trs klo kt blg perumahan islami seolah2 pengen masuk surga sendiri..yaa brati suuzhon dong namanya (peace..)

  26. amien Says:

    ada yang punya info detail perumahan az-zikra sentul nggak ya tulung dong

  27. Kerto Wijoyo Says:

    @ mas Nuar, dah indent di Orchid mas?
    buat temen2, punya info mengenai Orchid? kalo ada, tolong infonya dunk, saya tertarik sekali,
    terima kasih.

  28. Aa Plamoen Says:

    Perumahan muslim dimana setiap rumah didesign memiliki mushalla sendiri2, sehingga masjid yang disediakan pengembang (kalaupun ada) menjadi sepi.
    Sungguh ironis.

    Wassalam,
    Aa Plamoen

  29. maspoer Says:

    All,
    ada yang punya info developernya Griya Ihsani I.
    mereka sedang membangun cluster baru, Griya Ihsani II di daerah ragunan. Tertarik dengan daerah situ.
    Thanks a lot.

  30. Bogi Says:

    Wah kalau saya melihatnya kok jadi pengkotak2an gitu ya..
    pertama berdasarkan agama… nanti takutnya ada lagi pemukiman islam sunny dan syiah (seperti di iraq) atau pemukiman muhammadiyah dan nu… trus nanti terkotak2 lagi pemukiman nu jawa timur sama nu jawa barat. dll…dll….
    agak berlebihan mungkin… tapi intinya, lebih baik kalau tidak dikotak2an seperti itu.

    Kebetulan saya tinggal di luar negeri, sedih loh rasanya kalau ada apartemen yang eksklusif hanya untuk kaum kulit putih.. dan kita tidak bisa tinggal di situ hanya karena berasal dari asia atau berkulit hitam atau karena beragama yang berbeda…
    Mari kita tunjukan bahwa kita lebih baik dari mereka…

  31. Edo Says:

    kasih info dong… kira-kira kalo mau kredit rumah di villa ilhami, dengan gaji/bulan = 2,5 juta, bisa ga? thx

  32. Rima Soebali Says:

    Semua pasti ada baik dan buruknya…
    tapi sebagai makhluk sosial, rasa2nya… ada batasan dengan tinggal dilingkungan yang semuanya sama alias homogen…terbayang nggak.. apabila semuanya muslim.. pada saat Idul Fitri tiba semua pulang kampung….sepi seperti tak berpenghuni…. tapi apabila heterogen.. pada masa lebaran kita bisa menitipkan pada yang non muslim..demikian juga sebaliknya….suatu bekersamaan yang sangat indah…

  33. Rima Soebali Says:

    belum lagi dari sisi nilai dan harga…pasti karena hanya diperuntukan bagi sebagian sana pasti sangat berpengaruh dari sisis investasinya..

  34. anto Says:

    kebtulan neh , ane beli di griya ihsani 1 …oke banget konsepnya lhoo…udah ane coba dari kantor ke lokasi cuma 25 menit euy…ane kerja di gatsu…kalao berangkat ke busway ragunan cuma 10 menit, ane lihat skr lagi bangun griya ihsani 2…ane nanya eh tinggal sisa 3 unit dari 24 unit…ane denger mau ada griyaihsani 3….katanya seh lokasinya lebih strategis n pinggir jalan lagi….kalo boleh ngasih inpo neh no yg dihub kalo minat hub pak lutfie …..021-70443300….PT ihsani griya utama ….insyaaallah deh

  35. wong ndeso Says:

    o iya nambahin griya ihsani itu perumahan muslim lho

  36. estam Says:

    ni dia yang ane tunggu, info perumahan muslim. bukannya gak mau baur, tapi sadar kemampuan diri untuk menahan godaan juga memperbaiki diri n keluarga.

  37. codot Says:

    sorry saya kurang setuju dengan pendapat saudara estam klo kita tinggal di perumahan muslim itu bikin perubahan pada kepribadian seseorang, yang paling berpengaruh menurut gw ya bgm kita bisa management diri kita sendiri secara ikhlas, ya walaupun ada sedikit pengaruhnya namun ga ada perubahan berarti(ga permanent, seperti klo kita bertamu di sebuah toko minyak wangi kita akan ikutan kecipratan aroma wanginya namun itu kan diluarnya saja, baunya akan hilang klo sudah beberapa saat kemudian: ini hanya pemisalan), so bgm bila kita pengen bau wangi itu terus tetap ada, ya itu tadi klo kita ga berangkat dari hati dan diri individu kita masing2 secara ikhlas, itu ga akan menjadikan perubahan yang berarti pada seseorang.

  38. Rizelle Says:

    yah sebenarnya terserah masing2 individu sih. tapi kalo tren ini berkelanjutan dengan terus dibangun komplek2 sejenis dimasa depan, dan akhirnya memancing komplek2 serupa dari non-muslim kan kedepan kurang baik tuh….akhirnya semua mengelompok sendiri.
    Saya masa kecil dihabiskan dilingkungan homogen suku tertentu dan agama tertentu, dan dunia saya jadi sempit dan memiliki persepsi negatif tertentu ke agama,suku diluar dunia saya. Ternyata kuliah kena di PTN di yogya yang sangat plural, mata saya terbuka, ternyata orang beragama lain dan bersuku lain dari saya sama baiknya, bahkan lebih baik dari saya. Dan saya tidak bisa mengkotak2an orang berdasar parameter saya, kembali ke pribadi masing orang itu. Sekarang saya lebih menghargai perbedaan karena tinggal dikomunitas yang plural seperti itu.

  39. ahamad Says:

    bagi teman-teman yang tahu perumahan dengan konsep islami di wilayah jakarta timur dekat dengan Pondok Rangaon atau sekitar Keranggan tolong beritahu aku. khususnya untuk tipe-tipe menengah ke bawah. thanks

  40. Ihsan Says:

    kebetulan saya udah booking di Griya Ihsani 2, ada yang tau lebih lanjut mengenai developernya (PT. Ihsani graha Mandiri) ?

  41. reza Says:

    wah seru juga nih..
    ni saya lagi dapat tugas kuliah design perumahan muslim dari dosen,ehm……… thanks saudara2 tas pendapatnya, jadi masukan.
    klo menurut saya pribadi,keuntungan ato kerugian balik lagi ke orangnya masing2
    klo merasa dengan lingkungan yang baik dia jadi baik buat dia, bisa jadi perumahan muslim jadi pilihan tepat
    tapi klo malah pengin bikin baik lingkungannya, mungkin mending terbuka dengan masyarakat siapapun tu

  42. edi Says:

    Kebetulan saya sedang mencari rumah yang islami.

    Beberapa kali tanya ke teman tentang jarak rumah ke masjid terdekat, jawaban dari teman (yang sebenarnya muslim juga) ternyata ringan-ringan saja, “dekat kok … cuma 1 km”.

    Ternyata mayoritas orang islam di negara kita masih berfikir masjid hanya untuk sholat jum’at, dan bukan untuk sholat 5 kali sehari.

    Sempat tanya juga ke teman lain tentang pembangunan musholla di sebuah perumahan, jawabannya, ” wah susah …. jangan non-muslim, orang islam pun kadang menolak pembangunan musholla”.

    Jadi, bagi yang ingin sholat dengan benar (baca: laki-laki sholat jamaah di masjid or musholla), maka perumahan islami adalah salah satu alternatif terbaik.

    Sedangkan bagi yang ingin berbaur dengan non-muslim atau dengan siapa saja, harus ingat pula bahwa hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan sholat berjamaah.

  43. Piyo Says:

    mo nambahin yah…
    kalo saya pribadi kenapa cenderung milih perumahan muslim lebih karena pengen ada kontrol sosial yang lebih buat memperbaiki diri saya dan keluarga…Tuhan Maha Tahu..tapi dengan iman yang masih cetek..kayaknya masih butuh bantuan temen2 tetangga yang mungkin dan semoga lebih baik….
    Kesan ekslusifitas pasti muncul…lha wong memang di dunia ini penug ekslusifitas….seperti salah satu komen di atas…yah siapa tahu deket tukang jual minyak wangi..selain ketularan wanginya..juga beli..dan nawarin ke orang lain…

  44. mak erot Says:

    salam kenal,
    saya saat ini dan suami sedang berorientasi untuk membeli sebuat rumah yang tenang dan asri. tapi yang membuat saya bingung setiap kali saya surfing ke internet untuk mencari informasi ttg perumahan yg indah dan permai dan juga harga perumahan tersebut sulit saya dapatkan(misalnya uang muka pertama) dan cicilan perbulan yang harus di bayarkan). apalagi untuk perumahan villa ilhami yg saya dengar bagus tsb. dan juga informasi ttg segi keamanan dan fasilitas dari perumahan tsb. dari segi semua fasilitas termaskuk fasilitas kebakaran. karna kalau saya lihat begitu banyaknya perumahan di jakarta tidak ada fasilitas kebakaran nya. mungkin diantara anda sekalian ada yg bisa bantu saya dalam mencari info ttg perumahan villa ilhami? sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terimakasih. wasalam

  45. mak erot Says:

    salam kenal,
    saya saat ini dan suami sedang berorientasi untuk membeli sebuat rumah yang tenang dan asri. tapi yang membuat saya bingung setiap kali saya surfing ke internet untuk mencari informasi ttg perumahan yg indah dan permai dan juga harga perumahan tersebut sulit saya dapatkan(misalnya uang muka pertama) dan cicilan perbulan yang harus di bayarkan). apalagi untuk perumahan villa ilhami yg saya dengar bagus tsb. dan juga informasi ttg segi keamanan dan fasilitas dari perumahan tsb. dari segi semua fasilitas termaskuk fasilitas kebakaran. karna kalau saya lihat begitu banyaknya perumahan di jakarta tidak ada fasilitas kebakaran nya. mungkin diantara anda sekalian ada yg bisa bantu saya dalam mencari info ttg perumahan villa ilhami? apabila ada yng bisa membantu saya bisa tolong kirimkan infonya ke email saya: makerotmakerot@yahoo.com
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terimakasih
    wasalam

  46. akhmad S Says:

    Salam kenal,
    Saya lagi mencari2 perumahan bernuansa islami di sekitar jakarta, mungkin ada teman2 yang bisa membantu memberikan keterangan mengenai nama perumahan dan no marketingnya.
    Bisa di kirim via email ahmad_wika@yahoo.com
    Tks. atas bantuannya.

  47. abudiko Says:

    Salam kenal,
    Di depok ada perumahan Islami yang baru namanya permata Darussalam, tepatnya di Jalan Vitara, cuma 1,5km dari Jalan Margonda. type 36 dan 45, luas tanah mulai 84-200an m2. Harganya paling murah 229 Juta (cash), kalo KPR BNI Syariah uang muka minimal 48 juta, ana sih tertarik juga tetapi dananya masih kurang, cuma ada 25 juta, ada yang mau kasih pinjam gak ya? tks

  48. Kerto Wijoyo Says:

    buat bp. Abudiko, ralat dikit yach, bukan permata darussalam, melainkan mutiara darussalam :)
    saya do’akan mudah2an bp Abudiko banyak rejeki sehingga nantinya kita bisa tetanggaan
    salam dari warga mutiara darussalam blok A1 :)

  49. abdulloh Says:

    assalamaualaykum
    di jakarta selatan tepatnya di jalan kedondong dan pepaya jagakarsa ada perumahan muslim griya ihsani , kalao tidak salah sudah mulai dibuka tahap 4 ( 30 an rumah ) harga masih murah antara 300-450 jutaan . kebetulan ane beli juga lho, enak sekali ane kerja di gatot subroto dari lokasi ke term busway ragunan cuma 5-10 menit , deket sekolah kemandirian ( tk IT, SD IT , SMP IT ) trus deket al azhar jak selatan , deket rumah sakit marinir, mal cilandak , deket juga ke sekolah alam , ya alhamdulillah ane bersyukur dapet t4 yg strategis dg harga terjangkau , tetangga muslim semua dan lingkunganya itu masih asri masih rindang.kalau minat ke kantornya aja di jl kecapi raya no 15 a, kalau emailnya seh griyaihsani@yahoo.com .pokoke mantab

  50. ali Says:

    @abdulloh
    ane juga ambil GI4.. :D

    Masalah eksklusif atau ndak, introspeksi aja…
    Kalau nggak terima, ya tinggal bikin perumahan eksklusif lain gitu loh…
    Banyak juga loh perusahaan yang bersikap kayak gitu.
    Misal departemen A bosnya agamanya A trus yang gak beragama A gak dikasih promosi, dsb..

  51. mas_mbang Says:

    to Mas Abdulloh & Mas Ali..
    bisa kirim alamat emailnya ke : mas.mbang@gmail.com
    kebetulan saya juga ngambil Perumahan Griya Ihsani di jalan Pepaya. yach supaya kita bisa kenal sebelum dalam satu komplek hunian..

    Mas Anjar bisa bantu saya?? via japri, Thanks

  52. Soedomo (SUdah DOngo kayak MOnyet Says:

    Hueladalah…..
    Sebagai salah satu bekas org kuat di negeri tercinta ini, saya dengan tegas menolak konsep perumahan islami ini…lah kenapa?…itu jelas2 merongrong kewibawaan pemerintah dan menciptakan instabilitas sehingga pada akhirnya akan menghambat Pembangunan Nasional…yang..ehm….sampe sekarang belum keliatan itu….
    Jadi lebih baik janganlah…kalau ada koment2 yg menganalogikan dgn Pondok Indah, PIK, Kelapa Gading…wuah…keleru sampeyan!!…Kalau PI dkk itu jadi eksklusif karena keadaan….kebanyakan ekonomi rakyat kita masih kismin…eh…miskin.
    Lagian kalau punya duit kan gak ada larangan buat belii disitu…lah ini perumahan islami khan memang jelas2 membatasi calon pembeli yg mungkin secara finansial mampu.

  53. Kerto Wijoyo Says:

    Saya pilih perumahan yg bernuansa islami, karena lingkungannya memang bernafaskan islam, dan karena saya adalah muslim

  54. GIK Says:

    Senernya perbedaannya apa ya? apakah cuma label, atau ada perbedaan mendasar yang lain?

  55. asepajabar Says:

    IMHO, trend perumahan islami ini hanya trik pengembang dalam memasarkan produknya. mereka berusaha tampil dengan konsep berbeda dari kompetitornya, otomatis meningkatkan harga jual di konsumen. islami, wisata, legenda, country, hanya sebatas ‘kulit’ saja, intinya, ya jualan rumah… hehhehe… :D

  56. Kerto Wijoyo Says:

    sekedar share saja, kebetulan saya sudah beli (kredit) di Mutiara Darussalam, sejauh yg saya tahu dari brosur dan markettingnya, konsep islami tsb bukan sekedar kulit luar saja, namun memang benar2 diimplementasikan mulai dari pembangunan rumah itu sendiri yg memperhatikan kaidah2 Islam maupun dari penyediaan fasilitas seperti masjid, TPA, dll
    semoga saja bukan hanya rencana, namun benar2 diimplementasikan, karena pembangunan rumah2nya blm selesai semua

  57. bahri Says:

    pak kerto ambilnya kapan ya? dan progresnya sekarang udah sape mana ya?itu lokasinya di depok ya kalo gak salah

  58. Kerto Wijoyo Says:

    saya kredit bulan Mei 2008 pak, tgl. 26 Oktober kemaren batu bata dah hampir naek semua, kalau progress secara keseluruhan, udah ada 1 rumah yg sudah naek genteng
    Yups, masih di Depok pak, di jl. Pitara Raya
    Pak Bahri tinggal dimana?

  59. asepajabar Says:

    @ Kerto Wijoyo, makasih sharing nya pak… alhamdulillah kalau bapak sudah dapat tempat di mutiara darussalam… saya masih kontraktor nih…. x_x

    btw, ada yang tau tentang perumahan cimanggis green residence 2? lokasinya di jln. pekapuran sukatani. pengembangnya katanya sama dengan pengembang orchid dan madani… di depok juga…

    airnya bagus gak ya? khawatir nama jalannya pekapuran, tanahnya berkapur jadi airnya juga kurang bagus…

  60. bahri Says:

    Saya tinggal di Jakarta Timur masih ngontrak dan mau cari2 tempat tinggal, saya sempat denger dari temen yang tinggal di Depok soal perumahan itu…..dan saya udah banyak ngobrol2 sih, dan kata temen saya itu indentnya enam bulan sejak akad, kalo di forum ini kan banyak perumahan yang berjanji indentnya sekian bulan eh tahunya molor alias cuma janji2 aja…. nah kalo di mutiara darusalam gimana tuh pak keliatannya? Kalo dari Mei 2008 berarti bapak udah mau 5 bulan dong…….thanks sblmnya atas infonya…..

  61. Kerto Wijoyo Says:

    @ pak Asep, sama2 pak
    Sepengetahuan saya, Cimanggis green residence itu Relife Realty, jadi beda dengan pengembang Orchid Realty
    Kalo sekilas dilihat via blognya siy bagus Pak, lokasinya masih asri :) cuman, saya blm pernah survey langsung ke lokasinya

  62. Kerto Wijoyo Says:

    @Pak Bahri, bulan Mei 2008 itu terhitung saya booking, jadi bener2 tahap awal :) mohon maaf kalau info saya diatas kurang jelas :)
    Terus, mulai dibangunnya sendiri pertengahan September 2008, yg seharusnya bisa lebih awal dibangunnya
    Namun, keterlambatan tersebut krn saya ada nambah beberapa ruang, sehingga perlu beberapa kali merubah denah, yg tentunya sangat berpengaruh terhadap waktu pembangunan
    Developer menjanjikan, bulan Februari 2009 rumah sudah selesai dibangun :)
    semoga saja :)

  63. syarifudin Says:

    Saya saat ini sedang cari2 lokasi perumahan di depok,….dan saya pernah ke lokasi mutiara darussalam bulan agustus 2008 dan udah pernah buka webnya perumahan tempat bapak Kerto ambil….yang mau saya tanya ke pak kerto sekarang ini udah pada dibangun belum? karena diwebnya tertulis udah 100 lebih yang terjual…..Dan kalo bapak lihat perkembangan pembangunan rumah2nya saat ini, developernya bakal nepatin janji 6 bulan serah terima rumahnya gak? ya kalo rumah yang bapak beli serah terimanya bulan Februari 2009…..Saya mau tanya2 karena penawaran perumahan di Depok kan banyak dan kita mesti cermat memilih developernya supaya kita gak kecewa setelah kita memilih.

  64. Kerto Wijoyo Says:

    @Bpk. Syarifudin, memang benar banyak pilihan perumahan di Depok dan kita harus pandai2 dalam memilih
    Untuk pembangunan rumah di Mutiara Darussalam, sampai saat ini masih berlangsung dan sudah ada beberapa rumah yg sudah naek genteng,
    Bpk Syarifudin, saya tidak dapat memastikan developer memenuhi janjinya, namun berdasarkan progress pembangunan, khususnya rumah saya, saya optimis dapat selesai pada bulan yg sudah dijanjikan

  65. syarifudin Says:

    Ok Pak Kerto terima kasih informasinya sebagai bahan masukan dan pertimbangan saya dan temen2 yang lain di forum ini…………kalau ada informasi lain dikabarin aja di Forum ini pak,

  66. Kerto Wijoyo Says:

    Oke Pak Syarifudin, saya hanya bisa membagi informasi sejauh yg saya tahu dan alami :)
    semoga segera menemukan rumah idaman pak :)

  67. asepajabar Says:

    @ Pak Kerto,
    masih asri maksudnya masih sejuk udara segar, apa masih kebun alias hutan pak? kan serem… hehehe… :D
    insya Allah hari ahad tanggal 9 nanti saya mampir ke sana, akan saya share laporan pandangan mata…

  68. Kerto Wijoyo Says:

    @ Pak Asep, maksud saya, masih asri = masih sejuk udaranya pak, dulu saya sempat jatuh hati dengan Cimanggis Green Residence ini, tapi karena pilihan transportasi massalnya agak susah, saya tidak jadi kredit, ditambah unitnya yg cuman sedikit, jadi gak berasa “nangga” gitu pak, sepi hehe…

  69. benhard Says:

    Untuk pak kerto, saya mau bertanya bapak saat ini berdomisili dimana ya? Saya hanya ingin berdiskusi dengan pak Kerto di forum ini, Saya bulan juni 2008 melakukan pemesanan rumah di Mutiara Darussalam dan DP yang 20 % sudah disetor. Saya mengajukan aplikasi KPR ke Bank Niaga konvensional melalui developer karena menurut developer calon pembeli diberi kesempatan untuk aplikasi ke bank niaga konvensional walaupun yang sudah ada MOU adalah bank niaga syariah dan bni syariah, tetapi sampai saat ini KPR saya belum bisa disetujui, karena belum selesainya proses MOU antara pengembang dgn Bank Niaga….Saya sedang menjajaki bank lain untuk aplikasi KPR saya, salah satunya BTN Syariah….dan sambil saya menunggu proses tersebut, saya rencananya akan mengontrak dulu di Daerah Depok, apakah bapak punya referensi/informasi mengenai rumah yang bisa dikontrak di daerah depok pak? Saya saat ini bekerja di Jakarta sementara keluarga masih di Bandung. Terima kasih sebelumnya….

  70. Kerto Wijoyo Says:

    @ Pak Benhard, sama pak, saya juga masih ngontrak :D
    cuman saya di jakarta selatan, yg lebih dekat dengan tempat kerja, kalau kontrakan di daerah Depok, mohon maaf saya tidak tahu pak, searching aja pak, dulu saya dpt kontrakan jg via internet koq, atau mungkin teman2 disini ada yg bisa membantu, monggo

  71. asepajabar Says:

    @ pak kerto & all,
    hari minggu kemarin saya sempatkan ke cgr II, berikut ringkasannya:
    -akses
    dari depok/margonda cukup lancar, ke arah juanda, ambil kanan di lampu merah, lalu ambil kiri sebelum pom bensin/polsek. jalan 2 mobil, jadi kalo angkot brenti, terpaksa nunggu :D lampu penerangan jalan swadaya. pulangnya saya coba jalan ke pintu tol cimanggis, lebih dekat dan relatif sepi, tapi ada ruas jalan sekitar 500m yang jalannya rusak berat, apalagi kalau musim hujan, bahaya untuk kendaraan jenis sedan. plus masih terdapat kebun yang sepi dan pasti gelap waktu malam, karena tidak ada lampu jalan. kira2 500m sebelum pintu tol, baru ada lampu penerangan jalan.
    -lingkungan sekitar
    berbatasan dengan pemukiman penduduk asli di sebelah kiri (hehhe… habisnya lupa mana utara-selatan, ini posisi saya menghadap perumahan, membelakangi jalan raya), perumahan arcadia apa gitu saya lupa di sebelah kanan, tapi di bagian depan blok A berbatasan langsung dengan pabrik sukro. saya sudah minta marketingnya untuk meng-forward hasil tes air, tapi sampai hari ini belum ada kabar.
    -kondisi lapangan
    rumah contoh blum ada, jalan baru batu2 di blok depan, tapi ada 2 rumah di blok A yang sedang pondasi. kontur tinggi di depan, menurun ke blok belakang.
    -lain lain
    marketingnya bilang, kalo rumah sudah laku di unit ke 30, harga naik x_x
    demikian, semoga bermanfaat…

  72. Kerto Wijoyo Says:

    Pak Asep, trima makasih FR nya, komplit pak :)
    akses langsung ke CGR II sepertinya kurang bagus yach pak, minus di jln kurang lebar, rusak dan kurang penerangan
    dan ternyata dekat dengan pabrik juga yach
    kalau dilihat sekilas di program real estat metro tv padahal bagus loh pak, atau itu proyek perumahan lain yg udah jadi, saya tidak tahu, karena Relife ini kan ada beberapa proyek

  73. asepajabar Says:

    Pak Kerto, begitulah pak… padahal kalo lihat petanya strategis pisan, deket ke tol cimanggis…
    mungkin yang di metro tv itu CGR I pak, soalnya pas saya tanya rumah contoh, malah disuruh lihat yang CGR I aja…. yeee… saya bilang aja kalo emang minat di CGR I ya saya datang ke sana… marketing yang aneh…

  74. syarifudin Says:

    Pak Kerto ada info terbaru mengenai progress perumahan mutiara darusalam?

  75. Kerto Wijoyo Says:

    Hallo pak Syarifuin, pembangunan rumah di mutiara darussalam masih berlangsung pak
    secara keseluruhan kira2 sudah 50%
    khusus utk rumah saya, Sabtu kemaren sudah naik besi hollow dan dijadwalkan minggu ini sudah naek plafon
    sekalian cek dan ricek, ternyata dapur saya lebih kecil dibanding dapur rumah lain dengan tipe sejenis
    setelah saya confirm dengan bagian teknis, karena rumah saya tipe pengembangan jadi khusus dapur disesuaikan dengan area pengembangan tersebut,
    Namun, saya tetap berpatokan, bahwa dapur yg dibuat harus sama dengan tipe rumah sejenis, dengan sedikit penyesuaian bentuk dapurnya
    Pak Syarifudin jadi ambil di Mutiara Darussalam?

  76. Belajar Berbeda di Belanda « Di Sini. Says:

    [...] berpendapat bahwa sekolah-sekolah umum (atau bahkan kawasan hunian) yang multikultural (dan tidak mengeksklusifkan diri untuk satu kepercayaan atau kelompok tertentu saja), akan membangun pribadi-pribadi yang jauh lebih [...]

  77. odjie Says:

    Ada perumahan muslim atau non-muslim baiknya ga usah dipermasalahkan. Hal2 yg seperti ini bukan hal yg prinsipil sehingga harus dibicarakan. Adalah wajar jika ada yg ingin berkelompok tanpa menolak eksistensi perbedaan yg sudah ada. Tergantung dari sisi mana kita memandang. Tidak perlu diperdebatkan karena tidak begitu penting.

  78. Anwar Ashari Says:

    Saya merasa senang karena anda sudah membahas hal seperti ini.
    Oleh penulis buku 40 Hari Di Tanah Suci.

  79. Muhamad Yusup Says:

    Assalamualaikum.

    Bisa bantu cari alamat kantor pemasaran PERUMAHAN MUSLIM AL FALAH 3, Pamulang gak?
    Mau nanya apa masih ada unit yang dijual, cuman gak tau harus kemana ngubunginnya.

    • hesti Says:

      sama pak. saya juga sedang mencari-cari kantor pemasarannya atau kontaknya perumahan al falah yang ada di pamulang, kok susah ya ?.. kalau bapak menemukannya, jika berkenan untuk memberitahukan ke saya juga.
      Terima kasih sebelumnya,

      Wassalam wr wb,
      Hesti

  80. andi Says:

    Mohon infonya alamat lengkap kantor griya ihsani juga email dan no telp.

  81. purnama Says:

    jadi kalau misalnya saya punya rumah di kompleks islam terus mau menjual rumah itu lagi, maka pembelinya musti orang muslim juga? berapa banyak potential buyers yang hilang oleh karena batasan ini? yang sangat mungkin akan tercermin pada nilai property tsb.
    Investmentwise, business model utk perumahan untuk satu agama ini adalah patut diragukan long-term viability-nya. sorry coy, kita semua orang baru dalam segala hal. Spt. orang yang baru menemukan bentuk roda adalah bundar. artinya: ide spt ini sudah pernah ada di seluruh dunia dan akhir cerita sudah ada. Target market dari perumahan ini adalah orang yang ignorant dan naive pula. Spt. misalnya : oh ya kami mau membeli rumah di kompleks rumah islam ini karena kami percaya akan hidup bahagia selamanya di jalan tuhan, bersama para tetangga kami, kami bisa berkumpul dan menjalankan perintah agama kami bersma2 dan anak2 kami tumbuh besar di lingkungan islam. What is wrong with that? Jawabnya tidak ada yang salah dg. pilihan anda itu. Cuman spt. yang saya analisa diatas, investmentwise, it is not wise. GUe muslim lho.

    • Fariz Says:

      pembelinya ga musti muslim lah om,,,siapa aja boleh beli yg penting di kawasan itu diberlakukan peraturan yang islami, yg pake2 baju mini,,,minggir!!!
      Long term valiabilitynya bakal panjang kok, selama fundamental tujuan diberdirikannya komplek ini terus konsisten.
      yang terpenting adl, lakum dinukum waliayadin,,,tidak ada pemaksaan dalam beragama & menghormati kebebasan beragama antar yg 1 dg yg lainnya.
      Gue juga muslim, tapi pikiran gw jauh lebih luas om, ga yg picik suudzon duluan sama2 yg namanya agama.

  82. lalu jumawal Says:

    Salam kenal bpk Kerto Wiyono,mohon info jika ada rumah over credit di mutiara darussalam.tlg infokan ke email sy djumawal@badaklng.co.id.makasih

  83. ummi Says:

    Mohon info nya juga klu ada rumah over credit di mutiara darussalam saya berminat, tinggal diperumahan islami minimal agar terjaga keistiqomahan & terjaga pandangan. trimakasih. barakallah fiik..

  84. rien Says:

    yang pazteenya… setiap orang punya pandangannya sendiri2….alangkah baiknya kalo…kita menyikapinya dengan bijak…ga usah lah…di perdebatkan….n ga usah su’udon lah

  85. Jihad Says:

    Ane setuju dengan ide perumahan muslim. Ane berpendapat perumahan muslim adalah ide & terobosan yang brilliant dalam mewujudkan syariat Islam di Indonesia. Sebagai ente sekalian tahu, populasi umat muslim di indonesia itu lebih dari 90 %. Dengan cara begini menurut pendapat ane mewujudkan syarial Islam di negeri ini bisa terwujud. Kenapa ? karena dengan perumahan muslim ini orang yang non-muslim bakal minggir.
    Harga2 tanah & rumah bakal terus naik sementara perumahan muslim masih bisa terjangkau oleh saudara2 kita yang muslim. Lahan & yang kosong & berpotensi buat perumahan atau rumah tinggal harus ambil & kite bikin jadi perumahan muslim.

    Kalau perumahan muslim semakin banyak dan menguasai daerah & luang lingkup yang sangat besar, kita bisa menerapkan syariat Islam dengan lingkup yang lebih luas juga.

    Khawatir kalau orang non-muslim bikin perumahan khusus non-muslim juga ? Ente gak usah khawatir, kita hadang ntu orang-orang kafir !!! Ente-ente yang muslim gak usah terlalu khawatir, izin bikin perumahannya pasti deh gak bakal keluar. Atau kalau perlu kite demo aja tuh develpor nya.

    Ente kan tahu sendiri mana bisa orang non-muslim bikin rumah ibadah gampang gitu aja. Mereka harus minta izin dulu dari kite-kite yang muslim. Apalagi mau bikin perumahan non-muslim ? Dengan begitu tuh orang non-muslim dengan sendirinya tersingkir kan ? Iye gak sih ?

    Dengan komunitas muslim yang sangat besar di suatu daerah atau tempat, ane yakin kite bisa nerapin hukum Islam & syariat islam di daerah kite mulai dari depok nih harusnye dan orang2 non-muslim harus ikut hukum & syariat Islam yang berlaku di daerah kite.

    Mereka gak suka ? Minggir !!!

    Dengan begini kite bisa bikin Syariat Isalm berlaku di negeri Indonesia kite ini.

  86. jabon Says:

    petani jabon mampir nich,,
    salam…

  87. Muhammad Nawawi Says:

    Yang mau tinggal di perumahan Muslim dgn sistem cluster,DP suka-suka. Perumahannya didaerah depok dekat kampus UI dan Gunadarma.Silahkan hub/sms ke no 021.93669003 Sdr. Awee. atau ke email awee.mn@gmail.com. Saya akan segera balas. Terima Kasih.

  88. anwar Says:

    jasa pengaspalan dan pemasangan paving block.
    telah berpengalaman lebih dari 12 tahun
    bilamana ada yang memerlukan jasa pengaspalan dan pemasangan paving block kami lah tempat nya
    contact person:082111941917 dengan pa anwar
    terima kasih..
    harga kami pasti lebih rendah dari yang lain dan kualitas sama

  89. sedih Says:

    kalau aku serumah beda agama , rasanya indah itu , kami jadi tahu arah tujuan agama masing-masing ,tanpa harus memaksa untuk harus ikut satu agama. maaf kalau Tuhan tidak suka ini kami sudah diambil pada hari pertama . tapi yg ingin kompleksnya muslim semua ya silakan , tapi aku sekeluarga masih membutuhkan masyarakat yg hetoregin , arab hasilkan minyak dan doa ,eropa ciptakan teknologi ,pengobatan ya inilah hidup.

  90. flo Says:

    Bukannya kalo perumahan Islami itu dimaksudkan bisa kredit tanpa RIBA yach ? jadi laku keras karena jauh dari RIBA .

  91. Anak Kampung Kumuh Says:

    aku dan saudaraku lahir serta tumbuh besar dikampung yang kumuh, dengan berbagai permasalaha sosial salah satu nya minuman keras (anak anak muda berhenti hanya waktu subuh saja), alhamdulillah tidak ada satu pun anggota keluarga yang menjadi peminum, sekalipun bukan peminum miras aku dan saudaraku tetap dekat dengan para remaja/pemuda di kampung yang nota bene para peminum, waktu terus berjalan beberapa remaja/pemuda yang tidak terpengaruh oleh lingkungan membentuk remaja mesjid dan kegiatan yang positif yang kemudian bergulir dari hari ke hari (kadang sering vakum juga), yang pada akhir setelah sekian tahun kampung ku yang pada malam hari diisi oleh remaja/pemuda mabuk sambil nyanyi nyayi sekarang setiap malem selasa dan jum’at serta setiap sore diramaikan oleh suara orang orang yang sedang mengaji, kaitannya dengan kampung islami tadi tidak perlu kita perdebatkan karena mungkin setiap orang punya pengalaman subjektif tersendir yang membentuk cara berpikir dan bersikap sehingga menetapkan hal hal yang memang sesuai dengan dirinya

  92. satria wicaksana Says:

    Siapa yang bisa menjamin anak-anak kita selamat dari sisi gelap ibu kota tercinta, jakarta (narkoba, prostitusi, tawuran pelajar, minuman keras, seks bebas, premanisme dll) ? Siapa yang bisa menjamin istri atau suami atau keluarga kita selamat dari pengaruh-pengaruh buruk ibu kota Jakarta?

    Kita butuh benteng yang kuat, tak cukup sekedar niat, semangat, kontrol diri. Tapi juga komunitas dan lingkungan yang terintegrasi. iman kita yang lemah, anak-anak kita yang masih kecil butuh dukungan, butuh back up komunitas dan lingkungan yang baik. Di sinilah esensinya.

    Perumahan seperti orchid, darussalam, insani dsb adalah masalah teknis pengamanan, pencegahan dan penyelamatan. Karena dengan berjamaah dan bersatu dalam komunitas kita akan jadi kuat. Tak perlu dikait-kaitkan dengan eksklusivitas dsb. kami sadar betul pentingnya toleransi, keterbukaan, hidup damai, saling menghormati diantara berbagai perbedaan. ini ajaran agama kami, islam, menjadi rahmat, manfaat, blessing bagi semua orang…agama apapun suku apapun….

  93. eko Says:

    Bukankah perumahan Islami itu juga sama dengan kampung Jawa, Arab, Pecinan, dan sejenisnya? Sama dengan desa transmigran yang orang Jawa semua. Kenapa yang berhubungan dengan Islam selalu dikaitkan eksklusif, sementara yang lain tidak?

    Kalau aku, adalah kewajiban kita, terutama kepala keluarga, mencari lingkungan yang baik untuk perkembangan keluarga kita. Yaa benar, yang baik pun bisa muncul dari lingk yang buruk tapi rasanya, sudah menjadi hal lumrah kalau hal baik itu juga muncul dari lingk dan proses yang baik pula.

    Jika keluarga lain menyiapkan anaknya belajar ke sekolah atau ikut berbagai les yang mahal untuk masa depan, lalu apa kita salah dan dianggap eksklusif jika kita ingin juga anak-anak keluarga kita mendapatkan pengajian setiap hari demi masa depan dia, dan kebetulan dekat dengan masjid di perumahan kita.

    Soal eksklusif, rasa-rasanya terlalu naif jika orang yang tinggal di perumahan islami dianggap eksklusif. Realistis saja, keluarga kita tidak mungkin hidup 24 jam, 7 hari seminggu terus menerus di lingk itu. ada saatnya ke pasar, mall, sekolah, tempat kerja, rumah sakit dll. Di sana ada interaksi.

    • Subedjo Says:

      betul pak, kenapa ya kalo bicara ttg Islam kok pada alergi?
      Rasanya inilah proyek para zionis utk membangun opini buruk ttg lslam. Seolah2 lslam adalah sesuatu yg seram, menakutkan, radikal. Sekarang sebagian isi dunia sudah berhasil dibodoh2in oleh para zionis itu.

  94. Ashar Says:

    Lagi nyari perumahan islami, ikut komen dengan kesan eksklusifnya :

    “Berkumpulah dengan orang orang soleh”

    Kalaupun homogen, toh nanti kita ditempat kerja ketemu yang heterogen, anak anak kita di sekolah juga ketemu yang heterogen.

    Kalaupun kita tinggal di tempat yang heterogen, gaulnya ya sama dengan orang yang memiliki prinsip / hobi / kesukaan yang sama = homogen lagi.

    Tujuan ane nyari perumahan islami adalah sebagai benteng agama di tengah hiruk pikuk kota jakarta sebelum anak anak ane dewasa dan mengerti agama, sehinyga kelak ketika ia turun ke dunia nyata ia sudah memiliki modal cukup (insya Allah) dalam menghadapi dunia heterogen dengan segala kejelekannya.

    Di sekolahnya kelak tentu ia akan bertemu dengan berbagai teman multi etnis/agama/suku/ras yang akan mengajarkan ia sikap toleransi.

    Kembali ke masalah perumahan islami

    “berkumpulah dengan orang orang soleh”

  95. April Susanto Says:

    Asalamualaikum,… bila butuh pembiayaan pembelian rumah baru/second melalui Bank Syariah Mandiri, hub saya April di 02157852892 ext. 111 KCP Mega Kuningan… terima kasih.

  96. Adhitya Says:

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Semoga Bapak dan Keluarga senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat dan mendapat taufik serta hidayah dari Allah SWT Pembiayaan yang Bank Syariah Mandiri berikan antara lain Pembiayaan untuk rumah baru dengan Dp. 10% Pembiayaan u…ntuk rumah second dengan Dp.20% Take over sampai dengan 15 tahun Renovasi sampai dengan 10 tahun Kavling siap bangun dengan membuat rincian biaya Pembiayaan KPR dengan margin promo 15 tahun 6,06% 1 tahun sampai 15 tahun 8,52% margin promo ini sampai bulan agustus sapa yang serius mau mengajukan KPR silahkan apply dan hubungin adhitya di contact personnya ( 98585665)

  97. risdawati Says:

    Asslm ww..mas ato mb maaf nimbrung..saya sedang mencari sebuah rumah dilingkungan yg islam dan asri di sekitar jakarta ato jabodetabek (akses k jkt dekat.)..bs direkomendasikan nggak..mohon bantuannya. terima kasih

  98. Guntur Says:

    Roh NKRI itu Bhineka Tunggal Ika (Pluralisme). Pengkotak-kotakan berdasarkan SARA jelas hanya melemahkan pondasi Indonesia, buktinya sudah banyak wacana melepaskan diri dari NKRI di daerah-daerah, entah karena alasan ekonomi ataupun merasa termarginalisasi oleh kelompok-kelompok mayoritas. Selain GAM, OPM dan RMS yang punya catatan sejarah panjang; wacana itu juga mendapat sambutan di Riau, Bali, Kaltim dll. Setelah era founding fathers, Indonesia itu sangat rapuh. Orde baru memang terkesan kuat tapi sebetulnya gak beda dengan Uni Soviet yang pecah berkeping-keping karena menegakkan kekuasaan dengan todongan senjata.
    Jadi kalau ingin mendapatkan lingkungan hidup yang kondusif, lebih baik tinggal di perumahan dosen atau kaum terpelajar. Orang tu mana sih yang ingin anak-anaknya bermoral dan bermental buruk?Orang pintar pasti belajar cara mendidik anak-anaknya.
    Itu lebih ilmiah dan gak merusak pondasi bangsa. Jadi jangan mengira hidup dalam habitat homogen hasilnya pasti bagus, apalagi hanya mengandalkan agama, bisa kebablasan menganggap orang-orang yang tak sepaham musuh.
    Tengok saja ke Timur Tengah: sebelum ada minyak bunuh-bunuhan, banyak minyak beli senjata bunuh orang lebih banyak, nanti minyak habis bunuh-bunuhan lagi karena stress hidup susah. Mau anak-cucu hidup kayak gitu?

    Guntur

    • Hilman karim Says:

      saling bunuh…bermusuhan, itu karena tak ber iman, pengetahuan agamanya lemah,hanya menuruti nafsu belaka, berilmu tapi serakah yang di hati dan kepala hanya harta dan keserakahan…..yang pasti kalo tinggal di pemukiman bernuansa islami tak ada keserakahan, hati terbimbing lingkungan yang baik, perilaku pun bisa berubah karena ada nya perbaikan rokhani dengan mengikuti kegiatan kegiatan islami yang ada di perumahan islami, janganlah bercermin pada timur tengah yang jiwa sebagian umat nya sudah terasupi budaya barat…ini Indonesia.

    • Properti Madani Says:

      Perumahan muslim atau perumahan Islami adalah perumahan dengan konsep acuan Islam, bukan Timur Tengah. jadi konsep yang dipakai adalah Islam yang notabenenya adalah agama yang RAHMATAN LIL ‘ALAMIN. kami mengambil konsep “Islami” karena kami tahu bahwa kami butuh RUMAH sebagai TEMPAT TINGGAL, bukan sekedar tempat berteduh atau temapat mampir beristirahat sejenak. RUMAH SEBAGAI TEMPAT TINGGAL ARTINYA RUMAH SEBAGAI TEMPAT HIDUP. dan karena kami muslim, maka kehidupan kami harus dinaungi dan dibatasi oleh aturan Islam. begitulah islam, agama yang sempurna. sampai dalam hal membangun rumah, bertetangga dan bermasyarakat pun ada rambu-rambunya. jadi kalo mendengar wacana perumahan muslim atau perumahan Islami, jangan langsung berpikiran sempit dan su’uzhon bahwa ini adalah eksklusivisme atau diskriminasi. sama sekali TIDAK! ini adalah sebuah konsep ideal untuk membantu kaum muslimin agar dapat ber-Islam secara kaffah (menyeluruh).

    • al fatih Says:

      konsepsi pemikiran dan ketakutan yang sangat berlebihan… konsepsi seperti ini (tinggal dam komunitas yg relatif memiliki kesamaan visi) sudah berjalan dari dulu.. ini naluri ilmiah dimana umumnya orang akan berkumpul dengan komunitas yang memiliki kesamaan latar belakang, visi apalagi aqidah… konsepsi amal jama’i sebagai salah satu unsur pokok ibadah memang cenderung menyatukan bukan hanya visi tp juga secara fisik setiap muslim… kita bisa lihat bagaimana konsepsi sholat berjamaah, majelis ilmu, pengurusan jenazah, perayaan hari raya, dll memang cenderung “membutuhkan” dan lebih bisa berjalan beriringan dlm komunitas yg seaqidah.. ini pertimbangan logis.. dan tentu mengaitkannya dengan tempat hidup utk menjalankan segala aktifitasnya nanti adalah sesuatu yg masuk dalam logika, dan rasional…

      ala kulli hal, komentar anda sangat menyedihkan

  99. marsesi Says:

    apakah masih ada lahan / rumah yg dijual di saat ini (Agustus 2012)?? saya kebetulan lagi nyari hunian islami…jenuh dgn hiruk pikuk dan kebobrokan di tengah ibu kota… trim’s.

  100. fitri Says:

    Berhati-hatilah membeli perumahan muslim Orchid Green park sawangan depok, awalnya saya membeli disitu karena konsepnya yang syariah n pimpinan perusahaany Orchid Realty yang katanya ustadz, setidaknya bisa dipercaya, e…..taktahunya tu developer gakbermodal n promosinya juga tidak jujur, sampai setahun lebih itu perumahan juga tidak selesai, pembangunannya lambat, ampe skr juga belum jadi, bisanya developer cuman minta uang DP mulu, padahal kerjaan tidak beres…..gakjelas.POKOKNya hati hati klo mo membeli rumah di ORCHID GREEN PARK SAWANGAN DEPOK ..ayo konsumen konsumen OGP yang kecewa, kita bergabung n datangin rumah ustadznya….matursuwun,

    • lusi Says:

      Lalu bagaimana penyelesaian yg di lakukan ibu fitri terhadap pihak developernya ? saya jg termasuk konsumen di OGP bu..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 117 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: